Wanita Bayaran Sang Penguasa

Wanita Bayaran Sang Penguasa
Tidak Rela


__ADS_3

Eliana tidak tahu jika apa yang dia lakukan diketahui oleh Morgan. Kecurigaan Morgan padanya semakin bertambah besar, tapi yang dia curigai adalah, Eliana hendak mencuri darinya. Entah apa yang Eliana cari, dia tidak tahu. Mungkin sewaktu di rumah sakit, Eliana berpura-pura kesakitan agar dia terlihat tidak berdaya. Mungkin dia meminta tongkat agar dia bisa bergerak bebas untuk mencuri sesuatu di rumahnya.


Setelah Eliana melihat isi lemarinya, Eliana tampak berbaring di ranjang tanpa melakukan apa pun. Itu karena Eliana sedang berpikir, di mana Morgan menyimpan akta lahir kedua putranya? Dia tidak begitu berani membongkar isi lemari karena dia merasa jika benda yang dia cari tidak ada di sana.


Eliana memilih berbaring karena tidak ada yang dia lakukan. Morgan masih saja melihatnya dari rekaman cctv, apa dia sudah memasukkan seorang pencuri? Sebaiknya dia waspada oleh sebab itu, Morgan memanggil sang asisten karena ada yang hendak dia perintahkan.


"Apa yang harus aku kerjakan, Sir?" tanya sang asisten.


"Aku ingin kau mencari tahu semua tentang wanita ini!" Morgan memperlihatkan wajah Eliana pada sang asisten.


"Baik, Sir. Akan segera aku kerjakan!"


"Aku ingin semua data dirinya dalam waktu dekat"


"Baik, Sir!"


Morgan masih memperhatikan Eliana yang tidak melakukan apa pun setelah sang asisten keluar. Setelah sekian lama, dia sungguh tidak tahu apa-apa tentang wanita asing yang dipanggil Mommy oleh kedua putranya. Dia tidak tahu apakah wanita itu memiliki niat jahat atau tidak dan hari ini, kedua matanya sedikit terbuka tentang Eliana. Sepertinya Eliana memanfaatkan hal ini tapi sebelum kecurigaannya terbukti, dia akan bersikap biasa saja.


Eliana benar-benar tidak melakukan apa pun lagi, dia bahkan tertidur tanpa sadar. Morgan pun sudah tidak melihat lagi karena dia harus menjemput Edwin dan Elvin pulang. Dia pun akan pulang, dia ingin lihat sikap Eliana yang sudah membongkar isi lemarinya. Jangan katakan jika dia pula yang telah membongkar lemarinya semalam.


Liona yang ada di rumah tidak bisa melakukan apa pun karena Eliana berada di dalam kamar Morgan. Dia pun sangat kesal, padahal dia harus mencari benda yang dia inginkan tapi keberadaan Eliana membuatnya tidak bisa melakukan apa pun.


Sang pembantu itu sedang membuat makanan, dia tidak boleh gegabah padahal dia bisa menaruh racun untuk menyingkirkan Eliana. Jangan sampai penjara menunggu dan tujuannya tidak tercapai.


Edwin dan Elvin yang sudah kembali berlari masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan ibu mereka. Morgan mengikuti kedua putranya, dia harus ingat jika dia harus bersikap biasa saja agar Eliana tidak tahu jika dia sudah tahu apa yang sudah dilakukan oleh wanita itu.


"Mommy kami sudah pulang!" teriak Edwin dan Elvin.


"Tidak perlu berteriak, pergilah mandi. Mommy sedang tidur di kamar Daddy," ucap Morgan.

__ADS_1


"Dari mana Daddy tahu?" tanya kedua putranya.


"Daddy yang meminta Mommy tidur di kamar Daddy jadi pergilah mandi terlebih dahulu."


"Baiklah, Dad!" Edwin dan Elvin berlari menuju kamar mereka dengan cepat karena mereka ingin segera bertemu dengan ibu mereka.


Morgan masuk ke dalam kamar, tatapan matanya tidak lepas dari Eliana yang sedang tidur. Apa yang sebenarnya Eliana cari? Jika Eliana memang ingin mencuri sesuatu maka dia akan membuat sebuah jebakan untuk membuka kedoknya. Dengan begitu dia bisa tahu niat jahat wanita itu dan kedua putranya pun bisa tahu sehingga mereka tidak akan menahan Eliana lagi untuk tinggal.


Jas yang dia gunakan pun dilepaskan, Morgan menghampiri Eliana dan duduk di sisi ranjang. Tatapan matanya tidak lepas dari wajah cantik Eliana. Apakah benar Eliana hendak mencuri sesuatu darinya? Apakah karena hal inilah sehingga Eliana tidak mau dia tahu apa pun tentang dirinya? Rasanya tidak ingin menuduh tapi segala kemungkinan bisa saja terjadi.


Tangan Morgan sudah berada di pipi Eliana, mengusapnya dengan perlahan. Eliana bahkan terkejut lalu memundurkan tubuhnya ke belakang.


"Morgan?" Eliana tidak menyangka pria itu sudah kembali.


"Kenapa kau terkejut seperti itu? Apa kau tidak suka melihat aku kembali?" tanya Morgan sengaja.


"Tidak, bukan begitu," Eliana segera duduk di atas ranjang dan merapikan rambutnya yang berantakan.


"Apa yang kau katakan, tentu saja aku senang."


"Benarkah?" Morgan menatapnya dengan tatapan curiga.


"Ada apa denganmu hari ini?" tanya Eliana curiga.


"Tidak, tidak ada apa-apa. Apa kau sudah makan?" bersikap biasa, itu yang harus dia lakukan agar Eliana tidak curiga sampai dia membuat jebakan untuk membuka kedok Eliana.


"Aku belum lapar," jawab Eliana tanpa curiga.


"Kemarilah!" Morgan mengulurkan tangannya. Entah kenapa dia tidak tidak rela jika Eliana menjadi pencuri di rumahnya, dia pun merasa tidak rela jika harus sampai mengusir Eliana. Ada apa dengan perasaannya? Kenapa dia benar-benar merasa tidak rela?

__ADS_1


Eliana mendekati Morgan dan tiba-tiba saja Morgan menariknya. Pria itu memeluknya dengan Erat, seperti menumpahkan perasaannya melalui pelukan itu. Eliana tampak kebingungan, dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Morgan seperti itu.


"Ada apa denganmu?" tanya Eliana.


"Tidak, Tidak ada apa-apa. Aku harap kau tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat aku kecewa, Eliana," ucap Morgan.


"Apa kau mencurigai aku, Morgan?" tanya Eliana. Apa Morgan tahu jika dia mencari sesuatu di dalam lemari pakaiannya?


"Apa aku tidak boleh curiga padamu?" Morgan melonggarkan pelukannya, dagu Eliana pun diangkat dan mereka saling tatap.


"Apa aku tidak boleh mencurigai dirimu, Eliana?" Morgan kembali mengulangi pertanyaannya.


"Itu hak mu, Morgan. Aku tidak bisa melarang jika kau memang ingin mencurigai aku. Kau punya mata untuk melihat jadi kau bisa menilai sendiri. Seandainya kau meminta aku pergi dari rumahmu hari ini juga, aku tidak keberatan sama sekali!" ucap Eliana.


"Sial!" Morgan kembali memeluk Eliana dengan erat. Membayangkan Eliana pergi saja dia sudah tidak rela, apa dia sudah terpikat dengan wanita itu? Tidak, sekalipun dia sudah terpikat dengan Eliana, dia harus tetap mencari tahu apa yang Eliana cari dan dia akan membuat sebuah jebakan karena dia tidak boleh memelihara duri dalam daging.


Eliana hampir sesak napas akibat dekapan Morgan yang begitu erat. Bahu pria itu pun dipukul, apa Morgan ingin membunuhnya?


"Apa kau ingin aku mati?" tanyanya dengan sinis.


"Tidak! Tunggu di sini, aku mandi sebentar. Jangan pergi ke mana-mana karena aku akan membawamu keluar untuk makan bersama."


"Aku tunggu, Morgan."


Morgan tersenyum, namanya jadi terasa istimewa saat disebut oleh Eliana. Tangannya berada di pipi Eliana saat itu, mengusapnya perlahan. Sial, sepertinya dia benar-benar sudah terpikat oleh wanita itu.


"Aku akan segera kembali," ucapnya seraya memberikan kecupan lembut di bibir Eliana.


Eliana mengangguk, tatapan mata tidak lepas dari Morgan sampai pria itu masuk ke dalam kamar mandi. Aneh, dia merasa sangat aneh. Apa yang terjadi dengannya?

__ADS_1


Morgan mandi dengan terburu-buru karena dia ingin cepat keluar apalagi suara kedua putranya sudah terdengar. Edwin dan Elvin sedang berbaring di atas ranjang sambil memeluk ibu mereka. Senyuman menghiasi wajah Morgan saat melihat kebersamaan Eliana dan kedua putranya. Entah kenapa tiba-tiba saja dia berharap jika Eliana adalah ibu yang telah melahirkan kedua putranya.


__ADS_2