
Malam itu, Morgan tiba-tiba tidak bisa tidur karena bantal yang biasa dia gunakan tidak ada lagi. Dia benci ini, selama ini dia tidur menggunakan bantal itu tapi malam ini seperti ada sesuatu yang kurang. Meski dia berusaha memejamkan mata tapi dia tidak bisa tidur sama sekali.
Morgan tampak kesal, dia sudah berusaha untuk tidur tapi dia tidak bisa. Pria itu jadi gelisah sendiri, tidak bisa tidur bukanlah hal yang menyenangkan. Morgan beranjak, keluar dari kamar. Sebaiknya dia melihat kedua putranya yang sudah tidur, mungkin dia bisa tidur dengan mereka.
Kedua putranya sudah tertidur dengan nyenyak saat dia masuk ke dalam. Morgan berbaring di sisi Elvin, tangannya pun mengusap lengan putranya dengan perlahan. Entah kenapa malam ini dia merasa aneh, mungkin karena bantal yang selalu dia simpan sudah hilang. Itu bantal milik wanita yang dia bayar dulu, entah kenapa dia selalu menyimpan bantal itu, dia sendiri tidak tahu.
Morgan baru saja ingin memejamkan mata tapi dia dikejutkan olah benda jatuh di luar sana. Karena ingin tahu, Morgan keluar dari kamar dan melangkah menuju dapur, di mana suara benda jatuh kembali terdengar. Morgan kira ada pelayan tapi dia sangat terkejut ketika melihat Eliana berbaring di atas lantai dengan sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Ada apa denganmu?" Morgan segera menghampirinya dengan terburu-buru.
"Air, tolong ambilkan air," pinta Eliana. Dia sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi, dia merasa perutnya tidak nyaman setelah makan. Sebelum keluar dari kamar untuk mengambil air, Eliana sudah muntah beberapa kali sampai membuatnya tidak memiliki tenaga lagi sehingga dia menjatuhkan gelas dan juga menyenggol benda lainnya hingga terjatuh.
Dia terbaring seperti itu karena perutnya yang terasa begitu nyeri. Eliana tidak sanggup berdiri,sehingga membuatnya terpaksa meringkuk di atas lantai.
Morgan berlari menuju wastafel dan segera mengambil air, dia pun kembali menghampiri Eliana untuk memberinya minum. Eliana tampak aneh, dia berkeringat begitu banyak bahkan baju yang sedang dia kenakan pun basah.
"Apa yang terjadi denganmu? Apa kau sakit?"
"A-Aku mau pergi ke rumah sakit, tolong panggilkan taksi untukku."
__ADS_1
"Aku akan mengantar!"
"Tidak, jaga Edwin dan Elvin baik-baik," pinta Eliana.
"Tidak, mereka sedang tidur. Aku akan mengantarmu ke rumah sakit pribadiku!" Eliana sudah berada di dalam gendongan Morgan saat itu. Dia tidak mungkin membiarkan Eliana pergi sendiri dalam keadaan seperti itu apalagi dia adalah wanita yang sudah menolong kedua putranya. Jangan sampai Edwin dan Elvin membencinya karena dia mengabaikan Eliana.
Eliana benar-benar tidak enak hati, tapi perutnya yang mendadak sakit sungguh tak tertahankan lagi sehingga membuatnya tidak berdaya. Dia tidak tahu apa yang terjadi yang pasti rasa sakit itu dia rasakan setelah dia selesai makan.
Morgan membawanya pergi tanpa sepengetahuan Edwin dan Elvin yang tertidur dengan pulas. Satu hal yang semakin dia rasakan dan ini kali kedua dia merasa tidak asing saat Eliana berada di dalam pelukannya. Eliana hanya bisa meringkuk sambil memegangi perutnya yang sakit oleh sebab itu Morgan memerintahkan supir yang mengantar agar dia bisa memeluk Eliana selama menuju rumah sakit. Entah kenapa dia jadi tidak tega membiarkan Eliana duduk sendiri sambil menahan sakit.
Perasaan aneh dia rasakan, dia jadi teringat dengan malam-malam yang dia habiskan dengan ibu kedua putranya. Jujur saja dia merasa sebuah kerinduan yang dia pendam begitu lama terobati saat memeluk Eliana. Sungguh aneh, dia bahkan tidak tahu apa yang dia rindukan.
"Maaf, aku harus merepotkan dirimu," ucap Eliana dengan suara lemah.
"Terima kasih tapi tolong jangan mendekap aku dengan erat, aku tidak bisa bernapas!" pinta Eliana. Dia tidak tahu pria itu memeluknya seperti itu, yang pasti dia jadi kesulitan bernapas.
"Oh, maafkan aku," Morgan melonggarkan sedikit dekapannya. Entah kenapa dia merasa sedang memeluk bantalnya yang dibuang oleh Camella. Ck, sepertinya dia sudah gila menganggap Eliana sebagai bantalnya yang hilang. Jangan katakan semua itu terjadi gara-gara dia baru saja kehilangan bantalnya dan mencari pelampiasan yang lain.
Eliana kembali meringis dan memegangi perutnya yang terasa perih, apa yang sebenarnya terjadi? Dia ingat tidak makan sembarangan tapi sakit di perutnya terjadi setelah dia selesai makan. Keadaannya semakin lemah saat mereka tiba di rumah sakit, itu karena dia banyak kehilangan cairan tubuh karena Eliana sudah memuntahkan semuanya. Eliana segera di tangani oleh tim medis untuk diperiksa dan mendapatkan perawatan lebih lanjut.
__ADS_1
Morgan menunggu karena dia ingin tau apa yang terjadi dengan Eliana, dia akan kembali setelah mengetahui keadaan wanita itu karena kedua putranya harus dia temani. Jangan sampai Edwin dan Elvin mengira Eliana pergi meninggalkan mereka sehingga mereka menangis tiada henti.
Setelah menunggu beberapa saat, dokter yang menangani Eliana keluar untuk menemui Morgan. Morgan segera beranjak, dia sudah tidak sabar untuk tahu apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Morgan tidak sabar.
"Nyonya keracunan makanan tapi tidak perlu khawatir, racun yang dia telan tidak berbahaya."
"Racun?" Morgan mengernyitkan dahi, bagaimana bisa?
"Makanan terakhir yang dia makan mengandung racun jadi sebaiknya makanan itu tidak dikonsumsi lagi jika masih ada."
Morgan terkejut, makanan terakhir? Dia tahu Eliana makan bersama dengan kedua putranya karena setelah dia selesai mandi, dia juga bergabung dengan mereka untuk makan. Jika Eliana keracunan, bagaimana dengan kedua putranya?
"Rawat dia baik-baik!" perintahnya. Morgan sudah berlari pergi, dia harus melihat keadaan Edwin dan Elvin. Jangan sampai saat ini mereka sedang merintih kesakitan di saat dia sedang sibuk mengantar Eliana.
Semoga saja apa yang dia takutkan tidak terjadi. Dia akan menyelidiki siapa yang membuat makan malam, tapi jujur dia curiga pada Camella. Para pelayan sudah bekerja begitu lama dengannya, mereka tidak mungkin berani menaruh racun di dalam makanan. Jangan katakan Camella hendak meracuni kedua putranya tapi yang kena justru Eliana.
Morgan pulang tanpa membuang waktu dan segera masuk ke dalam kamar kedua putranya. Dia tampak lega ketika melihat Edwin dan Elvin masih tidur dengan nyenyak. Aneh, apa dugaannya salah? Tidak mungkin, dia yakin semua yang terjadi ulah Camella. Mereka semua yang makan baik-baik saja tapi kenapa hanya Eliana saja yang keracunan? Akan dia selidiki besok, jika memang kekasihnya yang menyebabkan hal itu, maka dia tidak akan mengampuninya.
__ADS_1
Morgan pergi ke dapur untuk melihat sisa makanan yang masih ada di atas meja. Sebaiknya dia membawa sampel makanan itu ke rumah sakit untuk mencari tahu makanan mana yang mengandung racun. Dia juga akan mencari tahu siapa yang membuat makanan itu. Jika memang Camella yang membuatnya maka dia memiliki bukti sehingga Camella tidak bisa mengelak nantinya.
Kali ini, dia tidak akan ragu untuk menendang Camella dari kehidupannya karena dia sudah melakukan perbuatan yang di luar batas tapi sebelum itu, dia harus mendapatkan bukti dan menyelidikinya baik-baik.