Wanita Bayaran Sang Penguasa

Wanita Bayaran Sang Penguasa
Kembalilah Denganku


__ADS_3

Eliana sangat heran karena tiba-tiba saja Morgan datang ke rumahnya. Eliana melihat keluar, untuk mencari Edwin dan Elvin karena dia mengira kedua anak itu ikut datang. Jika mereka ikut maka dia bisa melepaskan kerinduannya pada Edwin dan Elvin tapi nyatanya si kembar tidak ada.


Morgan sangat kesal, karena Eliana mengabaikan dirinya. Kedua tangan sudah mengepal, kedua mata pun terpejam karena dia sedang menahan emosi akibat diabaikan. Eliana masih saja melihat sekitar dan setelah melihat tidak adanya si kembar, dia pun melangkah mundur dan kembali menatap Morgan dengan tatapan heran.


"Untuk apa kau datang?" tanya Eliana sinis.


"Apa seperti ini caramu menyambut tamu? Apa tidak mau mempersilahkan aku untuk masuk?" tanya Morgan.


"Untuk apa?" Eliana bersedekap dada dan menatapnya dengan tatapan tidak senang, "Untuk apa kau datang ke sini?" tanyanya lagi.


"Tentu saja untuk bertemu denganmu!" jawab Morgan seraya melewati Eliana dan masuk ke dalam.


"Berhenti, untuk apa kau datang kemari? Bagaimana dengan kedua putramu?" Eliana menutup pintu dan melangkah mengikuti Morgan.


"Mereka baik-baik saja, tidak perlu khawatir."


"Lalu untuk apa kau datang?" Eliana sungguh tidak mengerti dengan kedatangan pria itu.


"Kebetulan lewat jadi mampir untuk melihatmu. Kenapa, apa tidak senang?" Morgan duduk tanpa permisi lalu tatapan matanya melihat ke arah Eliana.


"Bukan begitu, dari pada ke rumahku bukankah lebih baik kau melihat keadaan kedua putramu saja? Mereka lebih penting jadi pergilah!"


"Apa kau mengusir aku? Apa kau membalas perbuatanku dan mengusir aku sekarang?"


"Jangan salah paham, aku bukan dirimu!" Eliana melangkah pergi, menuju dapur.


Morgan beranjak, kali ini dia yang mengikuti langkah Eliana menuju dapur. Eliana sangat heran, dia bahkan melihat ke belakang melalui bahunya. Untuk apa pria itu mengikuti langkahnya? Eliana melangkah menuju wastafel, kini dia berbalik dan menghadap ke arah Morgan yang sudah menghentikan langkahnya tidak jauh darinya.


"Untuk apa kau mengikuti aku?"


"Ikut aku kembali, aku datang untuk menjemputmu!" jawab Morgan tanpa ragu.


"Untuk apa?" tanya Eliana lagi.


"Edwin dan Elvin membutuhkan dirimu."


"Maaf, aku tidak bisa. Bukankah kau berkata aku hanya orang asing saja? Jadi untuk apa kau meminta orang asing ini kembali. Ingat, aku bukan ibu mereka dan aku juga bukan pengasuh mereka!"

__ADS_1


"Maafkan aku sudah mengatakan hal seperti itu padamu. Aku tidak bermaksud melukai perasaanmu."


"Untuk apa kau meminta maaf padaku?" Eliana berpaling dan kembali mendekati wastafel. Lebih baik dia kembali membuat makanan.


"Tolong kembalilah, apa yang kau katakan memang sangat benar. Aku harus mencurahkan seluruh perhatianku untuk mereka berdua. Aku terlalu egois tanpa mempedulikan keadaan kedua putraku jadi kembalilah untuk mereka," untuk seumur hidup, ini kali pertama dia harus memohon seperti ini pada seseorang apalagi pada seorang wanita.


"Aku tidak bisa," tolak Eliana lagi.


"Kenapa? Bukankah kau menyayangi mereka?"


"Aku memang menyayangi mereka tapi maaf, kau sudah mengusir aku jadi aku tidak mungkin kembali!"


"Ayolah, Edwin dan Elvin sedang sakit karena merindukan dirimu. Mereka sangat ingin bertemu denganmu jadi kembalilah bersama denganku," Morgan masih berusaha membujuk dan berusaha bersabar agar Eliana bersedia kembali dan memaafkan perkataan yang telah dia ucapkan waktu itu.


"Maaf, Morgan. Jawabanku tetap sama, aku tidak bisa. Katakan saja di mana mereka di rawat saat ini, aku akanĀ  mengunjungi mereka besok jika aku memiliki waktu."


"Tidak, aku tidak bisa menunggu besok. Kau harus mengikuti aku sekarang jika tidak aku akan membawamu dengan caraku!" ancam Morgan. Dia sudah berjanji pada kedua putranya untuk membawa Eliana jadi malam ini juga dia akan membawa wanita itu sekalipun harus menggunakan paksaan sekalipun.


"Excuse me, apa aku tidak salah mendengar?" tanya Eliana tidak percaya.


"Ha.. Ha.., aku sungguh takut dengan ancamanmu, Tuan!" Eliana justru mencibir dirinya seolah-olah dia takut dengan ancaman yang Morgan berikan.


"Jangan menguji kesabaran, aku datang dengan cara baik-baik dan memintamu dengan cara baik-baik pula jadi jangan menguji kesabaranku! Jangan merasa besar kepala hanya karena kedua putraku menyukai dirimu!"


"Aku tidak meminta mereka menyukai aku tapi sikapmu yang telah membuat mereka menyukai aku. Seharusnya kau sadar akan hal itu. Kau terlalu sombong, kau merasa semua bisa kau kendalikan sehingga kau tidak membutuhkan nasehat orang lain jadi pergilah, aku akan mengunjungi mereka besok. Aku melakukannya untuk mereka, aku tidak peduli denganmu sama sekali!"


Morgan kembali merasa kesal, Eliana wanita yang tidak mudah dia taklukkan bahkan dia wanita pertama yang berani menolaknya secara mentah-mentah tanpa ada keraguan sama sekali.


"Aku ingin kau ikut denganku malam ini juga!" ucapnya dengan nada kesal.


"Tidak, pergilah!" Eliana kembali menolak.


Morgan sudah tidak bisa menahan diri lagi, pria itu segera menghampiri Eliana dan meraih tubuhnya. Eliana terkejut apalagi tubuhnya sudah terangkat ke atas dan berada di atas pundak Morgan.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan?" teriak Eliana. Kedua kaki menendang, kedua tangan pun memukul tiada henti.


"Membawamu pulang jadi jangan memberontak!"

__ADS_1


"Lepaskan, aku tidak akan pernah mengikutimu jadi lepaskan!" teriak Eliana. Kedua tangan dan kaki tidak juga berhenti meronta, dia harus melepaskan diri dari pria itu karena dia tidak mau mengikutinya begitu saja. Apa pria itu mengira dia barang yang bisa dibuang lalu dipungut dengan mudahnya? Lagi pula mereka tidak memiliki hubungan apa pun jadi apa yang dilakukan oleh Morgan saat ini tidaklah sopan.


"Diam! Jangan memberontak jadi diam!" Morgan membawa Eliana menuju pintu, dia pasti bisa membawanya namun Eliana tidak akan mengikutinya. Eliana mengangkat tubuhnya sedikit lalu tubuhnya melingkar dibelakang leher Morgan karena dia ingin melawan. Morgan masih membawanya keluar, pintu keluar pun sudah dekat namun teriakannya terdengar saat Eliana menggigit daun telinganya.


Eliana menggigit telinga Morgan dengan keras sampai membuat Morgan menurunkan tubuhnya dan mendorong Eliana agar menjauh.


"Apa yang kau lakukan?" teriaknya marah.


"Mengajari pria tidak sopan seperti dirimu!" Eliana mendekat lalu menendang tulang keringnya.


Morgan kembali berteriak, satu kaki diangkat dan diusap. Umpatannya pun tak henti terdengar namun tidak sampai di sana saja, Eliana meraih apa saja yang bisa dia raih lalu melempar Morgan dengan benda yang ada di tangannya.


"Apa yang kau lakukan?" Morgan melangkah mundur sambil menghindari setiap benda yang Eliana lemparkan.


"Keluar dari rumahku, sekarang!" teriak Eliana sambil melempar.


"Berhenti melempar dan ikut aku!" teriak Morgan.


"Aku akan melempar sampai kau keluar dari rumahku!" teriak Eliana pula.


"Ikut aku, Edwin dan Elvin membutuhkan dirimu!"


"Aku akan melihat mereka besok jadi keluar!"


Morgan terpukul mundur, dia bahkan sudah tidak sadar sudah berada di luar. Eliana berhenti melempar dan menutup pintu dengan rapat. Morgan tampak kesal setengah mati, kepalan tinju sudah hampir memukul daun pintu tapi tidak dia lakukan.


Tidak, seharusnya dia bersikap lembut jika dia menginginkan wanita itu kembali. Morgan kembali mengumpat menyadari kesalahan yang dia lakukan, amarah pun berusaha diredakan agar dia bisa membujuk Eliana supaya wanita itu mau mengikutinya.


"Eliana, Edwin dan Elvin ingin bertemu denganmu malam ini. Kembalilah denganku karena mereka membutuhkan dirimu!" pinta Morgan seraya mengetuk pintu.


"Tidak, aku akan menemui mereka besok!" Eliana masih menolak. Meski dia sangat mengkhawatirkan Edwin dan Elvin juga sudah sangat ingin melihat keadaan mereka tapi dia harus menolaknya agar dia tidak terlihat seperti wanita gampangan yang akan langsung mengikuti dengan begitu mudahnya.


"Aku sudah berjanji pada mereka akan membawamu kembali bersama denganku, jadi ikutlah aku."


"Pergilah, Morgan. Sudah aku katakan berkali-kali, aku akan menemui mereka besok," Eliana masih dengan pendiriannya.


"Kedua putraku membutuhkan dirimu Eliana dan aku juga!" Eliana terkejut mendengar perkataan Morgan, langkahnya bahkan terhenti sejenak namun dia kembali melangkah pergi membiarkan Morgan yang berada di luar sana. Apa maksudnya? Dia harap tidak ada maksud apa-apa dari ucapan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2