Wanita Bayaran Sang Penguasa

Wanita Bayaran Sang Penguasa
Gara-Gara Dirimu


__ADS_3

Sebelum Eliana mengikuti mobil yang membawa Edwin dan Elvin, Eliana ditarik paksa oleh anak buah Morgan menjauh dari rumah. Eliana dilemparkan ke sisi jalan yang cukup jauh dan ditinggalkan di sana namun Eliana tidak menyerah. Dia kembali berlari menuju rumah Morgan karena dia harus mendapatkan kedua putranya.


Tanpa sengaja Eliana melihat Edwin dan Elvin yang seperti tertidur dimasukkan ke dalam sebuah mobil. Eliana segera bersembunyi dan mengira mobil yang pergi dari rumah adalah Morgan yang akan membawa kedua putranya pergi, oleh sebab itu Eliana menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat di daerah itu dan mengejar. Dia harus tahu ke mana Morgan membawa kedua putranya karena dia tahu, dia tidak akan bisa menemukan keberadaan mereka lagi jika dia kehilangan jejaknya tapi siapa yang menduga, mobil itu pergi ke hutan yang sepi.


Rasa curiga memenuhi hati karena dia yakin Morgan tidak mungkin membawa kedua putranya ke tempat seperti itu, Eliana turun agak jauh agar tidak ketahuan. Dia bahkan merelakan anting-antingnya karena tidak memiliki uang untuk membayar ongkos taksi akibat diusir tanpa membawa apa pun. Eliana masuk ke dalam hutan dan bersembunyi, dia pun mengabaikan kedua kakinya yang belum benar-benar pulih. Sebuah bangunan tua yang sepi di mana Edwin dan Elvin dibawa menuju bangunan itu oleh pelayan baru Morgan. Sungguh dia tidak mengerti kenapa Liona membawa Edwin dan Elvin ke tempat seperti itu karena tidak mungkin Morgan yang memerintahkan dirinya.


Rasa curiga semakin dia rasakan, Eliana menghampiri bangunan itu dengan mengendap. Oleh sebab itulah tidak ada yang tahu kedatangannya meskipun tempat itu dijaga dengan ketat oleh penjahat yang dibayar oleh Camella. Mereka berada di sekitar bangunan namun di bagian depan oleh sebab itu Eliana mengendap dibagian belakang sambil mencari keberadaan kedua putranya.


Saat terdengar suara teriakan Edwin dan Elvin, Eliana pun bergegas menghampiri ruangan di mana terdengar suara teriakan kedua putranya. Dia bersembunyi di balik jendela dan mendengar apa yang diucapkan oleh Liona yang tak lain tak bukan adalah Camella.


Tentu saja itu hal yang sangat mengejutkan karena dia tidak menduga jika pelayan itu adalah mantan kekasih Morgan yang sedang menyamar. Semua percakapan Camella dan niat jahatnya didengar oleh Eliana, sebab itu dia mengambil jalan nekad dengan menerobos masuk melalui jendela untuk mencegah Camella menembak kedua putranya.


Sebuah senjata api sudah mengarah ke arah Eliana, senjata api yang masih ada di tangan Camella pun masih mengarah ke arah Edwin dan Elvin yang sedang menangis dan memanggil ibu mereka. Seringai licik menghiasi wajah Camella, sungguh bagus. Tidak perlu bersusah payah mendapatkan wanita itu karena dia sendiri yang datang mengantarkan nyawa dan sekarang dia bisa membunuh mereka sekaligus. Sungguh sebuah keuntungan baginya.


"Well... Well, sungguh kejutan yang tidak terduga," cibir Camella.

__ADS_1


"Lepaskan mereka, Camella. Mereka hanya anak-anak saja. Sungguh tidak manusiawi membawa mereka ke tempat ini dan menakuti mereka dengan senjata api di tanganmu itu!" ucap Eliana.


"Diam, aku melakukan hal ini karena aku benci dengan mereka dan aku juga benci denganmu!" Camella menatap Eliana dengan tatapan penuh kebencian. Yeah... Hubungannya dengan Morgan jadi hancur semenjak wanita itu datang.


Kedua putra Morgan memang nakal karena Morgan sudah sering mengatakan hal itu padanya tapi karena wanita itu juga yang membuatnya kesulitan untuk mendapatkan simpati kedua anak nakal itu tapi sekarang dia sudah tidak perlu melakukakan hal itu lagi karena hari ini juga dia akan membunuh mereka bertiga sekaligus.


"Apa masalahmu padaku? Kita tidak saling mengenal bahkan ini pertama kali kita berbicara!" sesungguhnya Eliana takut, apalagi melihat senjata api yang ada di tangan Camella dan senjata api laras panjang yang sedang mengarah ke arahnya saat ini tapi dia harus mencari cara agar dia bisa membawa kedua putranya pergi dari tempat itu tanpa terluka sedikit pun.


"Jangan sok suci dan pura-pura tidak tahu!" teriak Camella marah.


"Kau tidak bisa menyalahkan aku akan masalah itu, apa aku yang meminta Morgan mencampakkan dirimu? Kami berdua bahkan tidak memiliki hubungan spesial sampai sekarang jadi salahkan dirimu sendiri yang tidak bisa mengambil hati kedua putranya!"


"Diam kau, diam!" teriaknya sambil menembakkan pistolnya ke atas.


Edwin dan Elvin berteriak karena takut. Tangisan mereka pun tak henti terdengar. Eliana tidak tega dengan keadaan mereka, lebih baik dia berbicara baik-baik dengan Camella yang sedang emosi.

__ADS_1


"Tolong lepaskan kami, Camella. Aku berjanji padamu tidak akan muncul lagi di hadapanmu. Aku akan membawa kedua putraku pergi yang jauh sehingga Morgan tidak bisa menemukan kami. Aku tidak akan membawa mereka kembali ke kota ini lagi untuk selamanya. Kau boleh memilikinya, dia milikmu mulai sekarang oleh sebab itu lepaskan kami. Biarkan kami pergi dari sini," Eliana berbicara selembut mungkin agar Camella bermurah hati.


"Tidak perlu membujuk, aku tidak mempan kau bujuk! Sekarang saatnya, aku tidak mau berbasa basi lagi dengan kalian!" Camella kembali mengarahkan pistolnya ke arah Elvin.


"Jangan, jangan lakukan!" teriak Eliana sambil memberontak.


Camella tidak peduli, dia harus cepat sebelum Morgan datang. Dia tahu pria itu pasti sudah menyadari kedua putranya yang tidak ada. Pelatuk pistol sudah akan ditekan namun tiba-tiba saja terdengar suara tembakan di luar sana. Camella terkejut begitu juga dengan penjahat yang sedang memegangi Eliana.


Camella pun tidak jadi menembak, dia lari ke arah pintu untuk mengintip. Para penjahat yang berjaga di luar sana sedang mendapatkan serangan, dia tahu siapa yang melakukannya. Camella memutar langkah dan menghampiri si kembar dengan cepat, dia sudah membuang banyak waktu karena terlalu lama berbasa basi dengan Eliana. Sekarang dia tidak boleh menunda, membunuh mereka lalu pergi.


Eliana yang sedang dipegangi pun mencari kesempatan, Eliana menginjak kaki penjahat itu dan menggigit tangannya ketika penjahat itu lengah. Teriakan penjahat itu terdengar, pegangannya pun terlepas sehingga Eliana dapat melepaskan diri dan berlari ke arah Edwin dan Elvin.


"Mommy!" Edwin dan Elvin berteriak, Camella yang melihat itu sangat murka dan segera menembakkan senjata apinya ke arah Edwin.


Suara letusan senjata api terdengar, Morgan yang memang sedang berada di luar untuk melumpuhkan para penjahat itu terkejut. Setelah letusan senjata api, disusul dengan teriakan kedua putranya.

__ADS_1


"Edwin, Elvin!" Morgan berteriak marah dan menerobos melewati para penjahat yang sedang bersembunyi sambil menembaki mereka semua.


__ADS_2