Wanita Bayaran Sang Penguasa

Wanita Bayaran Sang Penguasa
Syarat


__ADS_3

Edwin dan Elvin yang ditinggal menunggu dengan tidak sabar. Mereka tidak menerbangkan drone lagi sehingga mereka tidak melihat apa yang dilakukan oleh ayah mereka pada Camella. Benda itu sudah disimpan oleh anak buah Morgan, si kembar yang menunggu tampak begitu bosan apalagi mereka sudah tidak sabar untuk melihat keadaan ibu mereka yang berada di rumah sakit.


Kali ini mereka berencana lari jika ayah mereka tidak membawa mereka untuk melihat keadaan ibu mereka. Elvin yang berjanji untuk tidak cengeng pun berusaha untuk tidak menangis padahal biasanya dia akan menangis tiada henti. Edwin dan Elvin yang menunggu ayah mereka di luar mobil tak henti melihat ke hutan dan berharap ayah mereka cepat kembali.


Morgan yang sudah selesai buru-buru kembali karena dia juga ingin melihat keadaan Eliana. Kali ini dia harus meminta maaf pada Eliana dengan bersungguh-sungguh. Dia punya firasat jika tidak akan mudah mengingat sikap kasarnya pada Eliana sebelumnya.


Edwin dan Elvin yang melihat ayah mereka telah kebali pun berlari ke arah ayah mereka. Si kembar tampak semakin tidak sabar oleh sebab itu mereka langsung meraih tangan ayah mereka.


"Ayo cepat, dad. Cepat!" pinta Edwin.


"Cepat bawa kami ke tempat Mommy!" rengek Elvin.


"Sabar, Boys. Jangan menarik tangan Daddy seperti ini karena kita bisa jatuh bersama!" ucap ayahnya.


"Aku akan langsung membawa Daddy terbang jika Daddy terjatuh," ucap Edwin.


"Wow, apa bisa?" tanya ayahnya.


"Tentu saja bisa, kami kapten Amerika jadi Daddy jangan macam-macam karena jika Daddy tidak membawa kami menemui Mommy, kami akan membawa Daddy terbang dan meninggalkan Daddy di atas pohon!" teriak Elvin.


"Wah... Wah, kenapa tiba-tiba kalian menjadi kapten Amerika. Apa kalian mendapatkan kekuatan super saat Daddy tinggalkan?"


"Ada laba-laba yang menggigit!" teriak Edwin.


"Kakak, itu spiderman!" ucap Elvin.


"Jadi, kalian dapat kekuatan super dari mana?" tanya Morgan.


"Kakak digigit laba-laba dan aku digigit semut!" teriak Elvin.


"Hebat dan setelah itu kalian menjadi kapten Amerika."

__ADS_1


"Benar, sebab itu Daddy tidak boleh berbohong karena jika Daddy tidak mau membawa kami pada Mommy, maka Daddy akan kami tinggalkan di atas pohon!" teriak Elvin.


"Wah, Daddy sangat takut mendengarnya!" Morgan menggendong kedua putranya menuju mobil. Para anak buah yang mendengar perkataan Edwin dan Elvin tidak berani tertawa apalagi si kembar masih belum juga selesai menakuti ayah mereka karena mereka takut ayah mereka tidak mau membawa mereka ke rumah sakit.


"Daddy, kali ini Daddy tidak boleh mengusir Mommy," pinta Edwin.


"Benar, jika Daddy berani maka kami tidak akan menganggap Daddy sebagai Daddy kami lagi!" ucap Elvin.


"Oke, ancaman kalian semakin mengerikan jadi Daddy tidak berani. Sekarang, ayo ke rumah sakit. Setelah keadaan Mommy baik-baik saja, ada yang hendak Daddy jelaskan pada kalian berdua," ucap Morgan.


Bagaimanapun kedua putranya harus tahu jika Eliana adalah ibu kandung mereka dan mereka juga harus tahu jika selama ini dia sudah berbohong mengenai ibu mereka juga sudah merubah bulan lahir mereka. Dia tahu Edwin dan Elvin akan marah dan kecewa tapi dia harus mengatakan semua yang dia sembunyikan tapi bukan berarti dia akan mengatakan pada kedua putranya jika ibu mereka adalah wanita yang dia bayar. Tentang masalah itu biarlah hanya dia dan Eliana yang tahu agar Eliana tidak malu pada kedua putranya.


"Apa, Dad? Apa ada rahasia?" tanya kedua putranya yang cerdik.


"Kita bahas hal ini dengan Mommy nanti!"


Edwin dan Elvin mengangguk, mereka pun bergegas namun sebelum itu Morgan membawa kedua putranya pulang terlebih dahulu karena mereka butuh mandi dan mengganti pakaian bersih akibat darah Eliana yang menempel pada baju mereka.


Edwin dan Elvin terlihat begitu cemas, tangan ibu mereka sudah berada di dalam genggaman tangan mereka yang kecil. Morgan pun berdiri di sisi Eliana, pria itu tampak bersalah dengan apa yang telah terjadi dengan Eliana.


Dulu dia memang tidak ingin mengenal wanita yang telah dia bayar, dia tidak mau tahu rupanya sama sekali tapi setelah mengenal Eliana, dia tidak menyesal sama sekali. Jika Ray masih hidup, dia akan sangat berterima kasih pada Ray karena dia sudah memilihkan Eliana sebagai wanita yang menghabiskan malam dengannya sehingga wanita itu melahirkan dua putra kembar untuknya. Dulu dia pun tidak tahu kenapa Eliana mau menjadi wanita bayarannya tapi sekarang, dia justru ingin tahu kenapa Eliana bersedia menerima tawaran Ray dan mengikuti perjanjian gila yang dia berikan.


"Mommy!" Edwin dan Elvin berteriak saat melihat ibu mereka membuka mata.


"Edwin, Elvin!" Eliana tampak tidak percaya melihat kedua putranya sehingga dalam sekejap mata saja, Edwin dan Elvin sudah berada di dalam pelukannya. Eliana menahan rasa sakit, dia tidak peduli dengan luka akibat tembakan karena dia takut dia sedang bermimpi saat ini.


"Jangan pisahkan aku dengan mereka, tolong jangan pisahkan aku dengan mereka!" pinta Eliana sambil menangis.


"Mommy, kenapa Mommy menangis?" tanya Edwin.


"Apakah sakit, Mom? Apakah perlu kami tiup?" tanya Elvin pula.

__ADS_1


"Tidak, tidak sakit sama sekali," dustanya padahal lukanya terasa sakit bahkan darah kembali keluar dari luka tersebut karena dia terlalu memaksakan diri untuk memeluk kedua putranya.


"Mommy berdarah!" teriak Edwin dan Elvin.


"Jangan memaksakan diri, Eliana!" Morgan menyingkirkan kedua putranya dan membantu Eliana kembali berbaring.


"Aku akan memanggil perawat!" Edwin sudah menekan sebuah tombol yang memang berguna untuk memanggil perawat.


"Bagaimana dengan mantan kekasihmu itu?" tanya Eliana, dia harap Morgan sudah mengirimnya ke dalam penjaga agar Camella tidak menjadi ancaman bagi Edwin dan Elvin lagi.


"Tidak perlu khawatir, aku sudah menanganinya."


"Jika begitu, kau tidak akan memisahkan aku dengan Edwin dan Elvin lagi, bukan? Kau masih mengijinkan aku bersama dengan mereka, bukan?" pinta Eliana memohon sambil mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat Morgan.


"Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi jika kau ingin bersama dengan mereka!" ucap Morgan.


"Syarat? Katakan padaku apa yang kau mau! Apa kau ingin aku pergi dari rumahmu? Aku akan melakukannya asal kau membagi waktu sehingga aku bisa bersama dengan mereka!"


"Bukan itu, Eliana," Morgan meraih tangan Eliana dan menggenggamnya. Tubuh Eliana membeku saat Morgan memberikan kecupan di atas telapak tangannya.


"Menikah denganku maka kau akan selalu bersama dengan mereka," ucapnya. Dia yakin Eliana pasti mau menerima tawaran yang dia berikan demi kedua putra mereka.


Eliana belum menjawab, menikah? Setelah semua yang Morgan lakukan? Bukankah Morgan tidak pernah mau menikah sebelumnya? Bukankah karena hal itu Morgan membayar dirinya tapi kenapa sekarang Morgan menawarkan hal demikian? Apa Morgan melakukannya karena takut dibenci oleh Edwin dan Elvin?


"Kenapa tidak menjawab? Kau mau, bukan?"


"Tidak!" tolak Eliana.


"Apa, kenapa? Apa kau tidak mau melakukannya untuk anak-anak?" tanya Morgan.


"Aku mau, tentu aku mau tapi aku tidak mau menikah dengan pria ringan tangan seperti dirimu!' jawaban yang diberikan oleh Eliana bagaikan sebuah tamparan keras di wajah Morgan.

__ADS_1


Eliana menarik tangannya dan berpaling, dia masih memiliki harga diri dan tidak akan menerima tawaran Morgan dengan begitu mudahnya. Morgan terlihat sedikit shock, dia ingin kembali berbicara tapi seorang perawat dan dokter yang dipanggil oleh Edwin dan Elvin sudah masuk ke dalam untuk menghentikan darah yang masih mengalir dari luka Eliana.


__ADS_2