
Aku masih berdiri didepan pintu kamar Ibu Wadinah dan Ibu Wadinah mulai cerita.
" Tadi orang tua Nordiannah datang,untuk mengambil barang-barang miliknya,dia sudah lulus mengaji disini,jadi dia pindah balek
keasrama " Tutur Ibu Wadinah sambil tersenyum manis.
" Yasudah lah bu kalau Nordianah sudah pindah" jawabku lemas dan murung.
" Yun jangan sedih , Nordiannah pindah
keasrama bukan jauh-jauh, sekolahnya masih sekelas dengan kamu kok " Ucap Wadinah sambil mengacak rambut aku.
Dengan berat hati aku berjalan masuk kedalam kamar,sepertinya Nor memang tidak mau lagi berteman dengan aku dan sekamar dengan aku,dikelas dia juga tidak mau sebangku dengan aku.
----------
*Pagi hari*
Pagi harinya aku buru-buru kesekolah untuk keasrama ingin ketemu dengan Nordiannah,
sesampai di asrama aku mencari letak kamar Nodiannah.dikamar asrama tengah aku ketemu Nordianah.
" Begini mau kau ya Nor,benar- benar kau menjahui aku " Kataku saat berdiri didepan kamar Nordianah.
" Apa urusannya kau sama aku,sudahlah kita enggak ada urusan lagi dan aku enggak mau berteman dengan kau lagi " jawab Nordiana dengan ketus sembari mengumpulkan buku sekolah.
"Benar kata orang otak Kau memang dangkal pada sahabat sendiri tega kau membeberkan aib aku,ingat Nor kau jangan menyesal suatu hari nanti ,kedepannya kau akan merasakan hukum karma dari buah yang kau dapat " Ketus aku lalu pergi dari kamar Nordiannah.
Aku tinggal Nordiannah diasrama itu,saat aku melewati dapur asrama,aku melihat ibu tukang masak di asrama namanya ibu Gendut, dia dipanggil gendut karena badannya yang besar, pipinya seperti bakpau,dia orang sunda. Ibu gendut menegur aku.
"Eh Yunita,sudah lama enggak nampak?, apa enggak dirumah Wadinah lagi nak?,udah diasrama Yunita tinggal sekarang ?" ucap Ibu Gendut
Aku jadi singgah kedapur asrama.dan duduk bersama Ibu Gendut.
" Masih dirumah ibu Wadinah saya Bu,Yunita kemari untuk temui Nordiannah bu " jawabku sembari tersenyum .
" Oh iya Nordianah sudah disini lagi, semalam katanya dia pindah kesini,dia sudah bisa mengaji, ibu dengar juga Yun bayar juga ya di sana?,padahal itu saudara kamu kan? " sahut bu Gendut
" Kami memang saudara bu ,tapikan itu bukan rumah ibu Wadinah,walaupun Yunita keponakannya bukan berarti Yun tinggal gratis disitu, karena itu rumah mertuanya alias kepala sekolah kita " jawab aku sambil tersenyum.
" Eh berapa kau bayar kos di rumah ibu itu yun?" Tanya ibu Gendut kepadaku lagi.
"Kalau enggak salah lima ratus ribu ibu , sama makan ibu selama sebulan " jawab aku lagi.
" Gini saja,tapi jangan bilang ibu yang ajari, bagaimana kalau Yunita tinggal dirumah ibu,disana ada anak gadis ibu yang paling kecil, namanya milla,dia seumuran dengan kamu, nanti ibu kasih murah uang kos kamu hanya tiga ratus lima puluh ribu saja sama makan, anak gadis ibu enggak ada kawan tidurnya " tawar bu Gendut padaku.
" Nanti Yun coba telfon mama dulu ya Bu, mana tau mama kasih Yun pindah kerumah ibu , nanti Yunita kabari sama ibu " jawab aku sambil beranjak dari duduk.
Setelah pamit, aku berjalan meninggalkan asrama dan menuju kesekolah,asramanya enggak jauh dari sekolah kami hanya jarak dua meter saja.
Saat didalam kelas aib tentang aku selalu diperbincangkan,aku sih cuek,prinsip aku jangan dengar aku langsung selama aku tak mengganggu orang lain.
Jam tiga sore lonceng sekolah berbunyi menandakan kami pulang sekolah,aku beranjak dari bangku kelas,melangkah menuju gerbang sekolah.Setelah itu aku naik angkutan untuk kembali kerumah.
Tidak berapa lama aku sampai kerumah, aku buka knop pintu depan dan masuk kedalam kamar walau sendirian,sedikit canggung karena biasanya masuk kedalam kamar berdua dengan Nordiannah.
Ibu Wadinah manggil aku lalu aku keluar dari kamar.
" Nak sudah pulang sekolah ?! , tadi sewaktu ibu duduk diteras tukang pos datang,nih ada surat dari Kampung " Ibu Wadinah sambil menyodorkan surat kepadaku.
"Wah makasih ya Ibu,ternyata surat dari mama hore " senang aku kegirangan dengan cepat aku masuk kedalam kamar.
Sebenarnya itu surat dari Riandi,karena sudah aku kode Riandi dari kota T untuk tidak menulis namanya disampul surat .Hanya untuk mengelabui Ibu Wadinah dan Mak Lampir ahahaha.
Aku kunci pintu kamar rapat-rapat, Tas aku lempar kekasur begitu saja,baju sekolah juga tidak aku ganti,sambil berbaring aku membaca surat Riandi.
IsI Surat riandy .
" Adekku sayang,abang juga sangat kangen sama adek ,tunggu abang ya dek,maaf ya sayang , mungkin abang tidak bisa datang kekota adek,karena abang lagi sibuk bekerja disini,adek jangan nangis ya nanti kalau hari libur sekolah abang akan datang jemput adek"
Salam Riandi Lubis.
Aku sedikit kecewa dengan isi surat Riandi,
karena dia tidak bisa datang kekota ini untuk berjumpa denganku,tapi aku senang dia membalas surat aku.Kurebahkan tubuh ini sembari lengan ini memeluk surat dari Riandi.aku tersenyum sendiri saat ini.
"Tok...Tok..Tok.."
__ADS_1
Suara pintu kamar diketuk, membuat aku terkejut, dengan buru-buru aku letakan surat Riandi dibawah bantal.
" Yun ow Yun " suara Mak Lampir memanggil dari luar kamar aku,aih mampos untuk apa dia manggil aku,merusak Modd aku saja. Lalu aku berjalan membuka pintu kamar.
" Apa Nek ?" Jawabku dari depan pintu.
" Begini Nordiannah sudah pintar mengaji, kamu juga sudah pintar mengaji,nah Yunita juga harus pindah keasrama biar lebih disiplin lagi,kayak Nordianah dia sudah diasrama" Ucap Mak Lampir dengan suara tegas.
" Lho bukannya Yunita disini terus Nek?,jadi setelah pandai mengaji kami balek lagi keasrama begitu?" tanyaku heran sekali.
"iya itu perjanjian kami sama orang tua kalian, besok mama kamu sudah saya suruh datang biar dia urus balek keasrama " ujar Mak Lampir .
Aku hanya diem saja lalu menutup pintu kamar kembali,bagai disambar petir aku,ternyata aku tidak netap dirumah ini, aku tidak mau diasrama lagi,aku tidak suka dengan peraturan-peraturannya,aku ingin bebas sampai aku berfikir tawaran Ibu Gendut ke padaku tadi pagi.
*Esok paginya*
Seperti yang dikatakan Mak Lampir itu,
Mama aku datang urus kepindahan aku kedalam asrama.
" Mak aku tidak mau balek lagi keasrama !!, pokoknya Yun tidak mau lagi kesana titik !!, kalau mama balikan Yun kesana,Yun akan lari dari asrama !!" ucapku penuh kekesalan.
" Ikuti saja kami orangtua yang mana buat kamu yang baik, dimana lagi mau tinggal kalau tidak diasrama?,mama sudah capek mikiri biaya sekolah kamu, tolong jangan buat malu dan meminta macam-macam " jawab mama dengan nada kesal.
" Mak sudah Yun bilang diasrama makannya sembarangan,Yun enggak mau kesitu lagi, kamar mandinya juga rame-rame lagi,Yunita punya saran, semalam Yun ditawari ibu tukang masak untuk indekos dirumahnya, murah cuma 350 ribu mak.,ayolah mak kesitu saja " rengekku sembari cemberut.
Mama aku berfikir sekelak,setelah itu langsung setuju dengan permintaan aku untuk tinggal di rumah ibu tukang masak, karena uang indekos diasrama lebih mahal dibandingkan indekos tempat ibu Gendut.
Setelah kami pamit dari rumah Ibu Wadinah,kami berangkat menuju rumah ibu Gendut, dengan secarik kertas berisikan alamat rumahnya,kami mencari alamat rumah Ibu Gendut.
" Ini IBu Gendut ya?, tukang masak diasrama sekolah anakku ?" Mama bertanya setelah kami didepan Rumah Ibu Gendut.
" Oh...mama siYunita,mari masuk Ibu, kita bicarakan didalam " jawab Ibu gendut dengan ramah.
Setelah Ibu Gendut dan mama aku berbicara soal indekos aku, akhirnya Mama membayar sebulan dulu kepada Ibu Gendut.
" Sudah mama bayar ya sebulan, mama ambil barang-barang Yun dirumah buk Wadinah yang tertinggal,supaya cepat selesai" kata Mama sambil memakai sendalnya.
Lalu aku memeriksa kamar baru dan IBu Gendut mengenalkan aku anak gadisnya yang bernama Milla.
" Hai aku Milla,semoga betah disini kamu" Ucap Milla sambil mengulurkan tangan.
"Aku Yunita, iya semoga saja" Kataku sembari merapikan baju yang ada didalam ransel besar.
Didalam rumah mereka ternyata tinggal enam orang, anak bu Gendut tiga orang,anak paling besar bernama Jono,anak nomor dua bernama Tony,tetapi Tony seorang duda, sedangkan Jono ada istri.
Anak Jono ada sepasang,sedangkan Tony anaknya cuma satu dan Milla yang belum menikah.
----------------------------------------
Hari demi hari aku lalui dirumah dengan senang dan nyaman tinggal dirumah ini,
walau Jono sering over aktif denganku,Jono rajin memasak sarapan buatku,perhatikan baju sekolah aku,pokoknya dia sangat perhatian padaku.
Pagi ini aku hendak pergi kesekolah,bangun tidur aku tidak melihat Milla, aku meraih handuk dari balik pintu,lalu keluar dari kamar berjalan menuju kamar mandi.
"Dek, kau mau mandi ?" Tanya Jono saat menyiapkan sarapan.
" iya bang ,kenapa bang ?" jawabku yang berdiri didekat pintu kamar mandi.
" ahk enggak apa dek,abang cuma tanya saja, ya sudah pergi mandi sana !,abang juga mau keluar kerja sekarang" suruh Jono sembari tersenyum kecil.
Heran saja setiap aku mau kekamar mandi pasti pertanyaan Jono begitu terus,entah apa yang Jono fikirkan aku tidak tau.
Aku buka baju tidak memakai sehelaipun lalu aku santai mandi,kamar mandi terbuat dari papan,tapi setelah aku menyadari lubang didepan aku seperti bergerak,aku panik seperti ada sepasang mata kedip-kedip kearah tubuh ini.
" byuuuurr,byurrr " aku siram lubang itu pakai air sabun cair,karena aku takut sipenguntit masih saja mengintip tubuhku.
" Aduh mataku " Suara Pria dan langkah kaki orang sedang berlari kencang entah kemana.
Aku langsung cepat-cepat pakai baju dan keluar dari kamar mandi,sayangnya orang itu sudah kabur,dari warna suaranya aku kenal seperti suara Jono,tapi tidak mungkin aku tidak mendapatkan bukti kalau Jono pelakunya,menuduh tanpa bukti malah jadi Fitnah.
Aku langsung buru-buru pergi kesekolah,
karena aku takut sipengintip itu datang lagi bisa-bisa aku diperkosa lagi,karena dirumah sudah tidak ada orang lagi,semua sudah pergi dengan aktivitas masing-masing,sedangkan Jono sewaktu selesai mandi dia juga sudah pergi.
Setelah pulang dari sekolah, dari luar gerbang ibu Gendut sudah menunggu aku.
__ADS_1
"Ayo kita pulang sama" kata Ibu Gendut .
Sewaktu kami didalam angkutan umum Ibu Gendut bertanya pada aku.
" Tadi kau katanya enggak sarapan Yun?,
biasanya Jon yang ibu suruh buatkan sarapan kamu?" Tanya Ibu Gendut.
" Iya Yun enggak sarapan Ibu, karena buru- buru kesekolah tadi, takut terlambat,teringat Yunita abang Jon kerja apa bu? soal tadi sewaktu Yun pergi sekolah, Abang Jon tidak ada dirumah. " jawab ku .
" Ahk masa gitu?, masa enggak ada Jono
dirumah?, diakan pengangguran semenjak di pecat dari tempat kerjaannya, dirumah dia kale Yun kebiasaannya sih tidur didalam kamar biar pagi" jawab ibu Gendut.
"Keparat aku semakin yakin kalau dia yang sering ngintip aku mandi setiap pagi" gumam aku didalam hati.
*Sampai kami di rumah *
"Dari mana kau Jon tadi pagi?,kok sarapan Yunita enggak dibuat ?" tanya ibu Gendut.
" Hemm ,aku dirumah mak,tapi sewaktu Yunita mau pergi kesekolah,Jon beli rokok diwarung,mau panggil Yunitanya sudah jauh karena dia berlari" Jawab Jon sewaktu duduk santai diruang tamu.
" Ow ya sudah kalau begitu,eh mata kamu kenapa merah Jon ? " khawatir Ibu Gendut sambil memegang kelopak mata anak sulungnya itu.
" Ohh ini,Enggak apa mak, tadi sewaktu Jon mandi keciprat air sabun saja " jawab Jon dengan nada tenang.
Kecurigaan aku semakin menjadi-jadi saat melihat mata Jon yang merah,sejak kejadian itu aku mandi tidak lagi telanjang tetapi pakai baju dan celana biar sial itu Jon mengintip aku,aku biarkan saja kejadian itu cukup aku yang tau.
---------------------------
Enggak terasa aku sudah dua bulan tinggal di rumah ini dan pada suatu ketika tragedi itu di mulai,tragedi yang membuat aku harus terpaksa pindah keasrama lagi.
Suatu ketika pagi buta aku tertidur lelap di kasur,Milla tidak tidur dengan aku karena Milla izin tidur dirumah kawan Milla,karena hari minggu aku puas-puaskan untuk tidur saja,disaat aku tidur dengan lelap seperti suara Jon memanggil aku.
" Yun ..Yun sarapan "
Tapi aku tidak menghiraukan seruan Jono,biar saja ini kan hari minggu,hanya beberapa menit saja aku seperti mendengar suara kaki melangkah masuk kedalam kamar.
Pintu kamar aku di buka pelan-pelan,aku tau ada orang masuk, tetapi aku pura-pura berbalik telentangkan badan aku, supaya aku bisa melihat siapa yang lancang masuk kedalam kamarku,ternyata Jono menorobos kamarku.
" Jangan berteriak,kalau teriak aku cekik kau" ancam Jono padaku.
Jono membuka baju aku dengan paksa, menutup mulut aku dengan tangan kirinya,
lalu tangan kanan Jono masuk kedalam baju aku,mata Jono terbelalak melihat isi dari balik bajuku.Jono menelan ludah lalu tingkahnya seperti setan.
Aku terus meronta-ronta saat Jon masih saja memainkan dada aku,tenaganya kuat sekali aku tak berdaya,Jono mulai beraksi melecehkan aku dari atas sampai kebawah,
"Hem,ranum sekali dan masih keras"
Ucap Jono sambil memainkam aksinya.Saat Jono hendak membuka celana aku menendang perutnya,lalu dia memekik kesakitan,kesempatan aku untuk lari dari kamar ini.
Sesampai didepan Rumah aku menangis dengan nafas yang tersengal-sengal,syukur Milla sudah ada didepan pintu rumah.
"Kenapa kau Yun?,ketakutan gitu,Kamu kenapa?" Milla megang kedua bahuku dengan rasa bingung dan aneh.
"It -itu Mill, Ak-aku " saking takut dan gemetar aku tak mampu berkata-kata saat ini.
Tiba-tiba Jono datang menghampiri kami berdua.
"Kamu kenapa dik?,kenapa dia Milla?" Kata Jono dengan nada tenang dan bingung.
"Milla enggak tau,bukannya Abang yang dirumah ini, Ayo Yunita kamu masuk tenangkan diri kamu dulu" Kata Milla sambil memapah aku masuk kedalam rumah.
Ingin sekali aku memberi tau Milla kejadian tadi,tapi aku tak kuasa apalagi Jono datang menghampiri kami berdua.
Sampai didalam kamar Milla heran dan dia terkejut kenapa sprei kamar kami berantakan,
sementara aku terduduk lemas dilantai kamar.
"Duduk dulu Yun, biar aku ambilkan air putih supaya kamu tenang" Ujar Milla yang masih bingung.
"Jangan pergi Mill, aku takut sendirian" kataku sambil gemetar dan takut.
"Sebentar saja,kan ada aku dan bang Jono,biar aku ambil air putih ya" Milla tanpa basa basi lagi keluar dari kamar.
Aku masih dirundung ketakutan, setelah Milla kedapur, Jono masuk lagi kedalam kamar dan berbisik lalu dia mengancam.
"Sempat kamu cerita kejadian tadi,aku tidak akan segan-segan membunuh kamu ingat itu" Bisik Jono ketelinga aku,lalu Jono pergi dari kamar,aku hanya diam membisu bibir aku bergetar saking takutnya,karena baru kali ini Pria berbuat jahat padaku.
"dasar lelaki keparat,aku benci kau,aku jijik,aku jijik kau sentuh,laki-laki hidung belang" Gumamku sendiri.
__ADS_1