Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 63


__ADS_3

Akhirnya aku pulkam alias pulang kampung,


Bus ini hampir sampai dikampung halaman dimana aku dilahirkan,Aku melihat kampung ini masih seperti yang dulu tidak ada berubah sedikitpun,semakin menuju rumah aku semakin rindu suasana kampung ini.


Kini aku turun dari dalam Bus dan melangkah menuju rumah,terlihat rumah sepetak dan dhihiasi bunga warna warni didepan rumah tersebut,aku buka pintu gerbang yang terbuat dari bambu hijau.


"Mak Yun pulang"


Ucap aku yang sudah berada dipintu depan rumah.


"Wah Yunita !,jam berapa dari sana?" sambung Mama dengan girang dan senang.


"Tadi mak jam tiga sore eheh"


Kataku langsung salam cium tangan kanan Mama.


"Pantes sampai sini sudah gelap" jawab Mama dengan duduk didapur.


"Hemm bawa apa itu nak?"


Tanya Pria setengah baya yang lagi duduk santai dengan istrinya.


"Oleh-oleh Ayah"


Jawab aku dengan meletakkan dua bungkis dodol,kue-kue kering dan roti tawar untuk keluargaku ini.


Aku senang sekali akhirnya sampai kerumah juga,Lolli ucap mama pernah pulang tapi pergi lagi tidak lupa kasih uang kost Lolli kepada Mama.


Aku kasih mama sejumlah uang dan terlihat wajah tua itu tersenyum bahagia,aku turut bahagia dan akhirnya bisa menghasilkan tidak membuatnya menderita karena ulahku.


Karena ngobrol lama tidak terasa jam menunjukan angka tujuh malam,aku berjalan menuju kamar ingin mandi dan berhias diri karena sudah lama tidak main kerumah para sahabat-sahabatku,mereka semua tidak tau kalau aku sudah pulang kampung.


Setelah berhias diri aku pamit kepada Mama dan Ayah untuk main kerumah teman,setelah itu aku berjalan menuju rumah Indar terlebih dahulu,aku diam-diam melihat Indar duduk dibalkon teras.


"kejutaaann !!"


Teriakku sambil menyentuh bahu Indar.


"Yunitaaa !!!,kapan kau datang,ahk aku rindu sama kamu" ujar Indar sambil memeluk aku tanpa sadar.


"Tadi sore Ndar,oh iya Wati mana?"


Tanya aju sambil membalas pelukan gadis seumuran dengan aku ini.


"Ini aku mau kerumah Wati sebentar lagi,ayo biar kita kesana" Sahut Indar seraya melepas pelukan.


"Ayo sekarang saja"


Ucap aku sambil berjalan dengan barengan Indar menuju rumah Wati.


Karena rumah Wati dan Indar tidak begitu jauh dengan cepat kami sampai kerumah Wati yang berbadan tinggi kurus tersebut.


"Wati sayang !!"


Sapa aku melihat Wati yang lagi duduk termenung sendirian.


"Ahk Yunita,wah aku kangen juga ini sudah lama enggak gabung kita,enaklah kau ya jadi biduan?" Sahut Wati dengan senang sekali karena melihat aku.


"Dibilang enak sakit,dibilang sakit enak Hahaha" balas Aku yang sudah duduk disamping Wati dan Indar.


Kami bernostalgia karena sudah lama tidak bertemu,terlihat Indar dan Wati sangat bahagia bertemu dengan aku,hati ini juga turut senang dan bahagia.


"Ayo aku traktir sudah lama enggak makan bareng kita,salahnya Mery udah jauh ya,Puput rumahnya jauh juga" Kata aku ingat Puput jadi sedikit sedih karena Raja.


"Wah aku suka yang gini nih,enggak apa yang pentingkan ada kami dua Yun" Ujar Wati menepuk bahu aku.


"Sitaik ini suka kalilah yang gratis-gratis"


Sambung Indar mencibir Wati.


Akhirnya kami pergi kewarung bakso bersama,sesampai disana kami duduk sambil ngobrol lagi dengan santai sembari menunggu pesanan bakso datang.


"Ndar kau masih sama Hamdani?"


Tanya aku dengan menaikkan alis.


"Sudah putus Yun,Hahahha ditinggal merantau dia" sambung Wati melirik Indar.


"Tertawa kau,tertawa kau senang,kau ya aku enggak sama Hamdani lagi" jawab Indar dengan kesal sekali.


"Hahahaha....,ini tahun dua ribuan ces,mati satu tumbuh seribu" Sambung aku dengan tertawa renyah.


"Tengok wat...,kawan kita ini tampaknya enggak tukang melow lagi" Balas Indar dengan tersenyum kecil.


"Iya baguslah Yun kami senang,oh iya Yun kau disana enggak ada pacar?" sambung Wati sambil makan bakso.


"Hem,pacar ?!,sudah lupa tuh namanya pacaran !!" ucap aku dengan memijat dahi.


"Hem sok ok kau Yun,kau mana tahan dengan cowok ganteng,pasti kau embat" balas Indar sembari mencicipi bakso yang sudah datang.


"Hahahh tau aja kalian,ya aku sempat punya pacar,tapi dia dinas yang jauh sekarang" ucap aku mengakui Danu yang kenal dekat dengan aku.


"Hah,patah hati lagi !!!"


Kata Wati tersenyum menutup mulut.


Aku jadi menceritakan tentang Danu kepada mereka,mereka mengerti dan turut sedih,tapi karena hati ini terbuat dari besi jadi sudah kuat yang namanya patah hati.


"Ayo habis makan ini kita kestadion Yun,siapa tau ada mangsa ganteng" ucap Wati yang mengunyah bakso bulat-bulat.


"Wat,kau terus cari mangsa,terus cari mangsa tapi pacarmu dari dulu enggak jelas!,entah yang mana satu" Ucap Indar geleng kepala.


"Tolor diam kau"


Kata Wati mendengus kesal.


Wati dan Indar selalu saja beragumen pendapat dan saling mencela tetapi mereka hanya candaan dan gurauan saja,tidak pernah sengketa sedikitpun,setelah selesai makan bakso kami akhirnya memutuskan untuk pergi menuju stadion dengan naik motor.


"Ternyata masih sama Wat ?"


Kata aku melihat sekeliling Stadion yang sudah lama tidak aku injakkan kaki disini.


"Iya masih sama seperti yang dulu Yun"


Sambung Wati yang masij diatas motor.


"Wat,itu ada yang lewat kayak mantan kamu lho" ucap Ndar melihat kearah depan jalan.


"Mana?"


Wati melihat dan mencari yang dimaksud Indar,Wati jadi penasaran.


"Itu ****** yang dipinggir sawit,kayaknya Andre mesum" balas Indar menunjuk pohon kelapa sawit yang tidak begitu jauh dari kami.


"Sudah ngapai,lama-lama lihatnya ayo datangi kalau penasaran" Kata aku yang penasaran juga ingin melihat pria itu.


Kami bertiga naik motor menuju pohon sawit itu,memang terlihat ada seperti manusia yang lagi duduk berduaan disana.


"Opps,ces ngapai kau disini?,bah dek jangan mau sama abang ini,playboy cap dengkul" Cibir Wati dengan ketus saat dihadapan Andre.


"Wah gila kau ya,pakai acara bongkar aib orang" jawab Andre yang terkejut dan kesal.


"Aku mau pulang !"


Ketus gadis yang bersama Andre dan pergi berjalan kaki meninggalkan kami semua.


"Sayang !!"


Panggil Andre hendak menyusul gadis yang sudah merajuk itu.

__ADS_1


"Ini semua karena kau !"


Ketus Andre menatap Nanar Wati,lalu Andre pergi begitu saja menyusul gadis itu.


Wati tanpa bersalah tolak pinggang saja melihat Andre pergi begitu saja,sedangkan aku dan Indar tersenyum kecil melihat drama yang ada didepan kami.


"Hahah pergi kan dia !,mana berani dia lawan aku sejak aku jambak" ucap Wati mengingat masa lalu suramnya.


"Eh monyong,sama aja kau gitukan dia,Andre bakal menebak kalau kau masih suka sama Andre" Sahut Indar geleng kepala.


"Oon uh,iya betul kata Ndar entar Andre mengira kau belum move on,secara kau ganggu mereka tadi" Sambung aku dengan kernyit dahi.


"Ahk biarlah mau move on,move in aku rapopo" ujar Wati tidak perduli dengan perkataan kami berdua.


"Ya sudah terserah kamu Wat,kita mau kana lagi ini?" Tanya Indar bingung.


"Kalian mau aku ajak tempat yang asyik-asyik mumpung kalian libur sekolah,besok tanggal merahkan?" Kata Aku setelah muncul ide didalam otak ini.


"Wah ayo siapa takut"


Ucap Wati yang merasa tertantang.


"Eeh aku enggak bisa pulang larut malam" sambung Indar yang bingung dan kernyit dahi.


"Aih gampang itu,kau izin saja sama mama kau,bilang saja inap dirumah Yunita,bodoh" Ucap Wati dengan idenya sendiri.


"Tapi kalian janji kalau dirayu om-om jangan mau ya,aku enggak mau kalian terjerumus, aku ada kenalan nih tapi bukan pacar sih,ya cuma teman tapi mesra" Kata aku dengan ragu karena takut anggapan teman-teman negatif.


"Wah gila kau ya Yun sekarang,permainanmu, memang berubah total kau Yun,enggak tukang mewek sama melow lagi,aku senang" ucap Indar anggap perkataan aku disisi positif.


"Ya sudah lebih cepat lebih baik kita ajeb-ajeb" Ajak aku yang sudah tidak sabar lagi untuk bersenang-senang.


Mereka setuju aku akan ajak mreka kekota T karena aku tau Alex pasti mau kalau aku ajak dia,biar sekalian servis teman-teman lama aku ini.


Setelah meminta izin kepada prang tua Indar dan Wati dengan alasan yang logika,kami akhirnya pergi dengan berjalan kaki menuju karaoke bawah untuk menemui Alex,karena aku tau tempat berkumpul pria yang sudah lama tidak aku temui itu


Dari kejahuan musik disoc sudah terdengar oleh kami bertiga,aku tidak akan membawa teman-teman ketempat ini karena dekat dari kampung kami.


"Kalian sini dulu ya aku jumpai bang Alex" ucap aku saat sedikit jauh dari tempat remang-remang tersebut.


"Jangan lama nyet"


Kata Indar yang berdiri bersama Wati ditepi jalan.


Aku mendekati kafe tersebut dan melihat dimana Alex lagi santai duduk,akhirnya aku melihat tempat pojokan sebelah kanan disana ada Alex bersama temannya lagi minum dan santai.


"Sssssst bang sini,adek ini"


Ucap aku saat Alex melihat kearah aku.


Sepertinya Alex masih tanda dengan aku,dia terkejut dan langsung berdiri dari duduk nya lalu berjalan menuju kearahku yabg lagi berdiri didepan pintu kafe.


"Yunita,apa kabar sayang?,sudah lama enggak ketemu,kok tau abang disini?" ucap Alex dengan girang dan menatap aku dengan hangat.


"Tau dong,ini kan kayak asrama sama abang" ucap aku dengan senyum khas untuk Alex.


Aku tidak mau Indar dan Wati menunggu terlalu lama dipinggir jalan,aku langsung mengajak Alex pergi dari tempat ini,syukur Alex mau dan meninggalkan teman-temannya demi aku ditempat itu.


Alex sudah masuk kedalam mobil sedangkan aku memanggil Indar dan Wati,setelah itu aku dan Wati serta Indar ikut masuk kedalam mobil mewah Alex.Lalu aku mengenalkan Alex dengan kedua sahabatku ini.


"Kia beli controu aja ya Yun tempat kawan abang yang cina itu" Kata Alex saat fokus menyetir.


"Ok bang"


Jawab singkat aku saat duduk disebelah supir.


Terlihat Indar dan Wati merasa nyaman duduk dibelakang mobil,sesekali aku melirik mereka dan mereka melontarkan senyuman indah kepadaku.


Sampai dikota T Alex berjumpa dulu dengan teman yang bermata sipit,mungkin lelaki tionghoa itu langganan Alex untuk membeli minuman berlabel tersebut.


Alex masuk kedalam rumah toko disambut hangat dengan pria bermata sipit itu,lalu merekqa masuk,sedangkan kami bertiga menunggu didalam mobil.


Alex masuk kedalam mobil dan mulai menghidupkan mesin mobil,tanpa basa basi mobil menuju kesebuah kafe remang-remang ditepi kota ini,hanya senyuman sesekali saat kami saling pandang,sementara teman-teman melihat jendela kaca mobil dan melamun.


"Kayak gini ya Yun?,enggak apakan kita disini?" ucap Ndar yang bingung saat masuk kedalam Kafe.


"Ahk cemen kali kau,kita dekat-dekat bang Alex saja biar enggak diganggu cowok usil, mumpung gratis hajar saja,lagian ini minuman kelas atas,bukangn tuak kayak Hamdani" bisik Wati kepada Indar.


"Kampret kau dapat yang gratis,lupa daratan kau ahk monyong,jangan ingat Hamdani aku ora sudi" Balas Indar yang mulai jengkel.


Kini kami berempat sudah masuk kedalam kafe,lalu Alex memilih tempat duduk dibelakang,Alex juga memesan minuman lain didalam kafe ini.


Karena penasaran Indar dan Wati terus saja icip minuman tersebut,karena rasanya controu manis mereka terus saja minum tanpa jedah,Alex geleng kepala saja sambil tersenyum melihat tingkah Indar dan Wati.


"Aduh,itu kalau rakus,udah aku bilang enggak usah murni tambah soda aja banyak,tuh enggak dengarkan kata aku" Ucap aku saat melihat Indar mulai pusing.


"Dek teman kamu sepertinya baru ini minum,kasihan atuh,kita antar pulang saja mereka,lihat tuh sudah mulai mabuk" Ucap Alex melihat Wati mulai tertidur diatas sofa.


"Ayo bawa pulang saja bang,kasihan teman-teman aku" Ucap Aku berusaha membuat Wati berjalan walau sempoyongan.


Wati dan Indar kami boyong masuk kedalam mobil,setelah itu kami juga ikut masuk kedalam mobil dan urusan bon tagihan didalam kafe sudah dibereskan Alex yang baik hati.


"Dek kita angin-anginkan orang ini ya,biar sadar dulu" ucap Alex saat memutar kunci kontak mobil.


"Amanlah bang,woiii bangun kalian,Hahaha cantik kaliam malam ini ya" Kata aku dengan tertawa renyah sast melihat Wati dan Indar tergeletak dijok belakang mobil.


"Aduh Yun pusing aku,ini dimana Yun?"


Kata Wati berusaha bangkit untuk duduk.


"Selow kau,kami mau bawa kalian minun jus disebrang sana" Jawab Aku melihat kearah Wati.


Diperjalanan Watu dna Indar tidak usil atau membuat susah,mereka berdua mabuk cantik,lalu mobil Alex berhenti didepan pedagang jus.Dengan senang aku turun dari dalam mobil dan ternyata kedua temanku ini sudah bisa berjalan walau sedikit sempoyongan.


"Wah mantap malam ini yun,heppy Heheh"


Ucap Indar dengan cengengesan saat sudah duduk ditempat penjual jua yang sudah disediakan.


"Iya yun kapan-kapan situ lagi kita ya" sambung Wati uang mulai sadar juga.


"Nagih,wleh nagih kalian kampret"


Jawab aku dengan toyong kepala Wati.


Kami pesan empat gelas jus untuk penyegaran,semua terlihat sadar walau sedikit masih oleng.


"Dek jadi biduan enak ya?,kok kamu baru pulang?,berapa minggu yang lalu aku jumpa sama mbak Lolli,aku tau dari dia tentang kamu" ucap Alex sambil minum jus jeruk.


"Cari uang untuk keluarga bang,ketimbang nganggur dirumah buat susah keluarga" ucap Aku dengan senyum kecil yang duduk disebelah Alex.


"Enak juga ya woi,duduk dilapangan merdeka ini" Sambung Indar melihat sekeliling dengan keramaian walau sudah pukul satu dini hari.


"Tau enak dibilang lagi"


Jawab Wati dengan nyinyir.


"Enaklah orang kau dapat minum gratis,semua gratis" sindir Indar kesal.


"****** kau Ndar"


Balas Wati mendengus kesal juga.


Obrolan aku dan Alex terhenti melihat kedua gadis itu saling bergurau,terlihat Alex senyum dengan geleng kepala melihat Wati dan Indar terus mengoceh karena berbeda pendapat.


"Dek apa gabung sama teman kamu begini?, lucu- lucu" Kata Alex bernada samar kepada aku.


"Ya beginilah bang mereka,Wati teman SD aku,Indar teman SMP aku,tapi mereka baik entar juga teman lagi" Balas aku dengan pertanyaan Alex tadi.


"Kami dengar ya,jangan bisik-bisik"

__ADS_1


Ucap Wati melihat aku dan Alex.


"Kenalin teman abang yang baik sama kami,siapa tau jodoh" Kata Wati lagi kepada Alex.


"Kawan abang bejat semua dek,payah nanti kalian ditiduri opss" ucap Alex keceplosan dan menutup mulut.


"Ahk ditiduri seperti apa bang?,lagian aku enggak prawan lagi kok,aku enggak munafik" Sambung Wati berterus terang dan polos.


"Heii bocor kali kau cakap enggak pakai bandrol idih" Kata Indar sambil toyong kepala Wati.


"Hahaaha polos-polos kali kawan kamu Yun" ucap Alex sambil tertawa renyah membuat Wati dan Indar jadi kikuk.


Disaat kami tertawa bersama,sekilas aku melihat sesosok pria yang aku kenal,pria yang pernahbuat hidupku hancur,pria yang pernah berjanji tetapi khianat,pria itu juga uang membuat aku putus sekolah.


"Wooii Prima !!"


Teriak aku saat melihat dia sudah melintas begitu saja.


Prima tidak mendengar seruan panggilan dari aku,malah dia pergi jauh dengan motornya,ingin aku kejar dengan beribu pertanyaan tetapi aku takut Alex dan kedua teman aku tau masa lalu aku yang suram.


Sekarang aku sudah tau Prima masih dikota ini,aku menduga Prima disembunyikan dari keluarganya,tetapi aku masih saja tidak ikhlas dan dendam kepada keluarga Prima dan Prima sendiri.


"Siapa dek?,biar kita kejar dia,kamu ada masalah sama orang itu?" ucap Alex yang melihat aku berubah total jadi murung.


"Orang yang pernah aku cintai bang,tapi dia juga pernah membuat aku hancur" Jawab aku dengan nada sedih tanpa melihat raut Alex.


"Tengok Wat,masih rapuh juga kawan kita ini" Tutur Indar senggol lengan Wati.


"Ahk sudahlah Yun,lagian sudah berlalu,kai percaya aja sama yang namanya Karma,pasti suatu hari mereka dapat karmanya,aku tau itu tadi Prima pacar SMU kamu itu" Ucap Wati dengan wajah serius.


"Iya wat,aku percaya karma itu ada"


Sahut aku kembali tersenyum.


"Nah gitu dek,ya sudah kita gerak pulang yuk" Ucap Alex sambil membelai mesra rambut aku.


Kami bergerak pulang sebelumnya mengantar Indar dan Wati terlebih dahulu,kedau sahabat aku ini tidur duluan sementara aku bersama Alex sejenak.


"Yun thank you ya,bang Alex juga mau ajak kami jalan-jalan,besok kita ketemu lagi,ini Indar bobok dirumah aku saja" ucap Wati yang sudah membuka pintu mobil.


"Ya Yun,makasih ya"


Sambung Indar ikut turun dari mobil barengan Wati.


"Aman itu,buat kalian apa sih yang enggak, besok kita kerumah puput ya sudah lama enggak kesana" Jawab aku saat membuka jendela mobil melihat kedua sahabtku sudah turun dari mobil.


"Ok Yun"


Kata Wati dan terlihat mereka berdua berjalan kaki menuju rumah Wati,aku puas sekali membawa mereka untuk bersenang-senang.


Aku dan Alex pergi meninggalkan lorong rumah Wati,Aku juga bingung kemana Alex akan membawa aku pergi sementara kampung ini tidak ada tempat untuk berduaan,tidak mungkin kami ditengah pohon karet.


"Kita kemana sayang?,bercinta yuk"


Kata Alex dengan fokus menyetir juga.


"Dasar mesum Hahaha"


Kata Aku mendorong kecil bahu Alex.


"Gimana kalau kerumah dinas aku saja,disana tidak ada orang" Usul Alex dengan nyengir kepadaku.


"Boleh,yang mana bagusnya saja"


Jawab aku dengan angguk kepala.


"Ayo..."


Alex sangat bersemangat dan langsung putar arah menuju perumahan khusus tempat manajer dan atasan.


Aku melihat rumah dinas itu besar sekali,kenapa Alex tidak menikah saja?,sayangkan kalau rumah begini besar tidak dihuni siapapun,lalu aku masuk kedalam rumah besae itu dan duduk disofa tamu.


"Bang rumah besar begini, kenapa sih abang enggak nikah aja?" Ucap aku dengan heran dan melihat sekeliling rumah.


"Ahk males dek,abang masih ingin bebas"


Jawab Alex yang sudah duduk bersamaku disofa empuk ini.


"Nanti abang jadi bangkotan baru tau"


Ucap aku sambil pencet hidung mancung Alex.


"Biarin,oh iya tunggu ya dek abang ganti baju dulu ya,kamu enggak ganti baju?,baju kamu kena keringat juga waktu goyang dikafe tadi" Kata Alex yang sudah berdiri dari duduk.


"Kalau ada baju yang cocok untukku boleh bang" Ucap Aku langsung berdiri dari duduk.


Alex masuk kedalam kamar untuk mengambil baju buat aku,sementara aku menunggu didepan pintu,terlihat Alex membawa kemeja putih yang berukuran besar dan awalnya aku tidak mau karena kedodoran jadi aku paksa pakai saja kemeja itu tanpa menggunakan celana jeans panjang.


"Sayang kamu sexy buat aku jadi bergairah"


Ucap Alex dengan kagum saat melihat bagian kemeja menutupi paha mulus ini.


"Mesum saja terus"


Balasku dengan senyum merona dipipi karena pujian Alex.


"Hahaha,betul tidak bohong,ih"


Kata Alex menarik lengan aku dan memeluk aku dengan erat.


"Gombal saja"


Jawab aku dengan memukul mesra dada bidang Alex yang lebar.


"Enggak gombal,kenyataan"


Ujar Alex lagi dan kecup kening aku sekilas dengan hangat.


Lalu aku dan Alex duduk diatas kasur,kami saling pandang dan sedikit beradegan mesra,terlihat Alex sangat mengagumi diriku dari cara menatap wajahku dan menatap semuanya.


"Aku kangen lho dek sama kamu,kangen juga wajah polos kamu" Kata Alex yang sudah membelai sedikit rambut ini.


"Hahaha gombal busuk kau bang" ucap aku sambil mencet dagu Alex yang berbelah gambir.


"Enggak gombal"


Kata Alex dengan geleng kepala,karena tidak ingin berlama-lama lagi Alex melucuti ciuman jangat diwajah ini,membuat aku nyaman dengan snetuhan Alex yang lembut.


Mungkin malam ini adalah malam yang terindah buat Alex,tetapi bagi aku tidak karena aku tidak ingin jatuh cinta kepada Pria ini,aku juga tau siapa Alex sebenarnya,Alex pria yang hanya ibarat kau jual aku beli itu prinsip Alex.


Mungkin sudah lamaaku tidak berhubungan dengan Alex,walau sedikit canggung aku sudan mulai membalas setiap cumbuan Alex,aku merintih,berusaha membuat puas Alex diatas ranjang ini.


Ada beberapa jam Alex akhirnya terkulai layu saat mencapai puncaknya,terlihat dari wajah Alex kalau dia sangat puas bermain dengan aku,sedangkan aku hanya bersandiwara seakan puas dan menikmati apa yang kami lakukan tadi.


"Dek kamu semakin pintar ya goyangnya,aku senang,makasih ya sayang" ucap Alex sambil kecup sekilah kening aku.


"Hahah belajaah bang dari pengalaman"


Kata Aku yang masih berbaring didalam pelukan Alex,hanya selimut tebal yang menutupi tubuh kami berdua.


"Dek kapan lagi kalian show?,sekali saja boleh abang gabung Hehehe" ujar Alex dengan penuh harap.


"Wah bolehlah bang,entar abang aku kenali sama sicebol dan sibadak" Kata Aku dengan girang dan mengelus dada bidang Alex tanpa baju.


"Nama yang aneh,siapa mereka dek?" balas Alex dengan penasaran.


Aku menceritakan penyanyi senior aku Maya Dan Desy,terlihat Alex senyum saja mendengar cerita aku.


"Ya udah sayang,sekarang kita bobok,elus- elus rambut abang biar enak bobok sudah lama enggak bobok sama cewek" ucap Alex dengan nada Manja.

__ADS_1


"Ini mesum ya ternyata manja juga,ya sudah sini-sini" ucap aku sembari membelai mesra rambut lurus Alex.


__ADS_2