
Aku berlari kedalam kamar dan menangis,terdengar suara mobil Danu sudah berlalu dari rumah Yongki,aku merasa kehilangan sewaktu orangnya sudah tidak ada lagi disisi.
Kini aku sudah berbaring diatas kasur dengan berderai air mata pilu,Maya melihat aku dengan rasa bingung tidak menentu.
"Bah kenapanya kau?,hem mulai drama" ucap Maya dengan menaikan alis dan duduk diatas tepi kasur.
"Kata Agung semalam Danu pindah tugas, jadi adek kita ini patah hati" ucap Desy sambil menarik lengan aku supaya duduk,setelah aku duduk Desy memeluk aku dengan maksud membuat aku tenang.
"Oaleh..,kan sudah aku bilang jangan main hati dek,sudah jangan sedi, besok kita show lagi,nanti suara kamu serak kalau menangis terus" ucap Maya sambil tepuk jidat.
"Lagian aku masih sama Agung,mana tau besok-besok Danu telfon dari HP Agung kamu bisa bicara sama Danu,Iyakan May?" Ucap Desy ingin membuat aku tenang.
--------------------------------------------------------------
*Keesokan hari
Dengan berat hati aku terpaksa ikut show keluar kota,setelah aku dan Maya serta Desy turun dari truk keyboard kami makan bersama terlebih dahulu dipesta pernikahan ini,karena rodes masih menyiapkan peralatan keyboard.
Waktu terus bertambah kami semua sudah selesai makan,setelah itu kami hendak makeup dirumah tuan rumah yang memiliki pesta ini.
Tidak ingin mengulur waktu akhirnya suara keyboard mulai terdengar dan giliran pertama adalah aku yang hendak bernyanyi.
"Lagu apa dek?" ucap tukang keyboard bernama Madun saat melihat aku berdiri dihadapannya.
"Pasrah bang lagu malaysia dari Erra fazira" Balas aku dengan nada lirih bersedih.
"Mulai deh drama lagu sedih" Kata Maya dibelakang pentas ternyata mendengar suara aku bicara.
"Udah enggak apa biar dia lagu itu,biar puas dia May,kau macam enggak pernah aja taik patah hati padahal kalau kau putus lebih parah mabok-mabok" ucap Desy saat duduk disebelah Maya.
Suara tawa semua berhenti saat musik mulai bermain,aku sudah siap memegang mikropon dan mulai berbanyanyi.
"Ting ting ting"
Nada suara lagu Melow musik melantunkan dengan sendu,aku berdiri didepan panggung dan mata ini terpejam membayangkan wajah Danu yang sudah pergi dari pulau ini.
*Pasrah * cover Erra fazira
Inginku sendiri meniti hari ...i..
Kala sunyiku dilanda sepi ..i
Alam bisu bagaikan mengerti
berakhirnya sebuah memory.
reef : kini aku pasrah a....ah.. dengan segalanya...a...karena dihati...
masih terasa a...a...
Apakah salahku,apakah dosaku
tuhan berilahku petunjukmu.
Ternyata dengan kehendakmum
"Intinya lagu ini sangat menyayat hati kalau ingin tau para pembaca cari digoogle kalau ingin dengar lagi ini" Ucap Author.
Selesai aku bernyanyi, kini giliran Maya cebol naik keatas panggung dan kau turun daru atas panggung
"Kau saja dulu Des, aku sudah ningnong gara -gara tuak ini " ucap Maya langsung menyodorkan mikropon kepada Desy uang sudah duduk dusebelah Madun.
"Ahk udah aku bilang jangan banyak-banyak ini masih sore hari kampret,uh cebol" ucap Desy merampas mikropon dari tangan kanan Maya.
"Eeee dasar badak kau"
Balas Maya mencibir Desy.
Maya kini turun dari atas pentas,lalu Maya mengambil alat riasnya didalam dompet dan mendekati aku yang duduk termenung dibelakang pentas.
"Cuih-cuih...Yunita..a..tolong lipstikkan aku, cuih-cuih lipstik aku habis karena tuak ini Hqhahaah" Ucap Maya yang sudah mabuk sembari meludah sembarang tempat.
"Aih pning lah mbak"
Kata aku sedikit kesal kepada Maya.
Aku ngakak terus Maya meludah kesana sini,
tapi saat bernyanyi dia profesional sebenarnya,yang bikin kesal juga mikropon jadi berair karena air liur Maya nempel saat bernyanyi.
Selesai Desy bernyanyi kini giliran Maya,Desy turun dari atas pentas,dengan sempoyongan sedikit Maya berjalan menuju pentas.
"Yunita...,desy,aku nyanyi apa?" ucap Maya yang bingung memilih lagu.
"Gila kau Maya,kau yang mau nyanyi aku yang kau tanya terus" ucap Desy menaikkan alis.
Kini Maya berbicara dengan tukang keyboard dengan berbisik,seketika bang Madun geleng kepala karena lagu permintaan Maya.
"Enggak salah kau May?, lagu yang kau minta khusus lagu malam,ini masih sore hari kamu udah minta lagu ini" ucap Madun menolak keras lagu permintaan Maya.
"Hajar aja bang ee,aku mau ngebor " balas Maya tetap memilih lagu permintaanya yang ternyata lagu remix disco.
tukang keyboard jadi setuju atas permintaan Maya, mungkin karena terpaksa karena takut Maya merajuk dan tidak mau menyanyi.
Kini musik kencang telah berbunyi,maya beraksi goyang tanpa henti membuat para tamu undangan,pengantin termaksud tuan murah terenyum menutup mulut,ada juga yang geleng kepala.
"Bah gila kau woi Maya masih siang ini masak lagu expose music,aih gawat " ucap Desy geleng kepala.
"Hahaha...gila kau mbak"
Ucapku dengan terkekeh tiada henti membuat dilema hati jadi berubah sedikit senang.
Benar saja Maya terus ngebor pinggul dan meludahi mikropon,aksi Maya jadi pusat perhatian,para undangan yang sempat terkejut dan jadi tertawa terbahak-bahak apalagi lagi remix yang dinyanyikan Maya lagu berjudul embah dukun penyanyi Alam.
"Bang cepatlah kau habiskan music itu,masih jam segini enggak cocok,satu lagu aja Maya biar aku yang gantikan" ucap Desy dengan Madun.
"Haahaah...iya dek gawat betul kawan ini bah Hahaha" ucap Madun tepuk jidat.
Musik berhenti separuh jalan dab Desy cepat- cepat naik pentas agar suasana tidak vakum,sedangkan Maya berdiri mematung tanpa kata.
"Turun kau taik,lihat ini miknya becek karena kau,Yun bantu mbak kamu turun dari pentas" ucap Desy mengambil mikropon dari tangan Maya.
"Maaf untuk para undangan dan ahli baik sekeluarga tadi kesalahan teknis" ucap Desy yang sudah siap untuk bernyanyi.
Aku menolong Maya supaya tidak jatuh dari atas pentas,aku membawa Maya menuju belakang pentas dan habis baju ini diludahi Maya.
"Lihatkan bedak aku masih adakan?"
Ujar Maya sambil memegang wajahnya didepan aku.
"Masih mbak,cantik mbak hari ini" jawab aku memuji Maya supaya dia senang.
"Yunita,coba telfon Bryan,suruh Bryan datang , bilang aku pengen" ucap Maya dengan wajah malasnya.
__ADS_1
Aku hanya anggukan kepala saja dan mengambil ponsel dari dalam tas Maya,sebenarnya aku malas sekali menghubungi Bryan.
"Sudah gila ini Maya,masa dipanggil lesbinya aduh..mulai deh pening" Ucap didalam hatiku.
Maya terus saja mengoceh tidak jelas sedangkan aku sudah menelfon Bryan,lalu Bryan setuju untuk datang.
"Sudah aku telfon ya bentar lagi ayang bebeb mbak datang" ucap aku setelah memasukjan ponsel kedalam tas Maya.
Satu jam berlalu Bryan datang dengan mobil mewahnya,wanita yang berpakaian pria alla macho itu mendekati Maya yang sudah hilang kendali karena mabuk,habislah Bryan dengan tingkah Maya yang tidak sadar,terkadang menjotos kepala Bryan dan Maya meludah disembarang tempat hingga terkena baju kemeja Bryan.
"Adaw ayang reseklah ahk,nyuruh aku datang kesini jadi bahan ya" ucap Bryan mulai kesal dan memegang area kepala karena sedikit linu akibat dijotos Maya.
"Sih pengernya itu"
Sambung Desy yabg sudah selesai benyanyi dan kembali kebelakang pentas.
"Gedubrak !!"
Maya terjatuh saat ingin naik keatas pentas karena memang kini giliran Maya kembali,semua orang melihat Maya,ada yang tertawa ada yang berusaha menolong dan ada yang terkejut.
"Mangkannya minum terus tuak itu"
Kata Desy yang sedang menolong Maya dan bersama Bryan juga ikut andil membantu Maya untuk berdiri dari jatuh.
Malam hari Maya mulai sadar dan mukai kembali tenang,selesai kami bernyanyi Maya masuk kedalam mobil Bryan,sedangkan aku dan Desy naik kedalam truk keyboard.
Melihat mobil Bryan aku sedikit sedih karena ingat hal bersama Danu didalam mobil,entah kapan aku mendapatkan pangeran yang baik dan bersama aku untuk selamanya.
Disaat ingin masuk kedalam truk entah siapa yang memeluk aku dari belakang,tangan kekar itu seperti aku kenal,sewaktu wajah ini memutar ternyata Yongki mengambil kesempatan sewaktu tiada orang satupun didekat trum keyboard tersebut.
"Aku kamar mandi"
Ucapju dengna ketus dan menepis kedua lengan Yongki yang sudah memeluk aku.
Yongki diam saja hanya melontarkan senyum kepada aku yang berjalan menjauh,karena sebenarya bukan ingin buang air aku berjalan mendekati mobil Bryan bukan kedal toilet.
"Bang Bryan aku ikut kalian ya ?"
Kata aku yang melihat Bryan membuka pintu saat aku mengetuk jendela kaca mobil.
"Ooh kenapa enggak jadi naik truk?,boleh sih tapi ya kau tau lah tukang ludah disini" sambung Bryan saat melihat Maya yang sedikit tenang.
"Enggak apa bang ,biar aku jaga mbak Maya dibelakang" Balas aku langsung membuka pintu mobil.
"Hai Yun apa kabar?, masih ingat sama aku?" ujar Rudy yabg duduk diseblah supir.
"Hemm alhamdulilah baik"
Jawab aku yang sudah duduk disamping Maya.
"Sini ajalah kita ya,biar kami antar"
Kata Rudy lagi melontarkan senyum manis kepada aku.Padahal aku malas sekali naik mobil Bryan tetapi apa mau dikata mending didalam mobil Bryan daripada Didalam Truk ada bandot tua bernama Yongki.
Hanya Desy yang naik kedalam truk dan Truk melaju menuju rumah Yongki,sementara mobil Bryan ngikut dari belakang Truk tersebut.
"Kau mau jus apa Yun ?"
Tanya Rudi setelah mobil Bryan berhenti didepan pedagang jus.
"Aku mau jus Amma"
Jawab aku dengan datar.
"Samalah jeruk juga biar segar,soal tadi aku minum dikit " Kataku Lagi sambil duduk menjaga jarak kepada Yudi.
"Makan jugalah disana aku jadi lafar, dah nyanyi- nyanyi cacingku " ucap Maya yang mulai sadar walau sedikit cadel bicara karena efek alkohol.
"Sudah sadarnya kau sayang Hahaha?!,aku kira belum sadar" sambung Bryan dengan tertawa renyah.
"Sudah sayang,eh nnti kalau pulang belikan jus juga sama Desy " balas Maya mulai sadar dan ingat Desy.
"Ingat juga kau ya mbak sama kawan walau masih nger-nger Hahahaah" sambung aku dengan tertawa menutup mulut.
"Payah badak itu nanti manyun kalau enggak dibelikan" balas Maya cengengesan yang lasgi duduk disebelah Bryan.
Karena perut mulai keroncongan Bryan mulai memesan makanan,begitu juga aku dan Maya juga pesan makanan,tetapi Mata pria yang duduk didepan aku tidak lekat memandangi aku terus.
"Mata cess,nanti jadi juling,enggak bisa lagi kau merli cewek" ucap aku sambil buang muka kepada Rudi.
"Hahah pede kali kau Yun aku tengok,siapa yang lihat-lihat " ucap Rudi garu kepala dan merasa malu.
"Huffftt perasaan dicintai,uh sok ok kau Rud" jawab aku mulai makan nasi yang sudah datang sehabis dipesan.
"Sudahlah jadian aja,apa lage"
Sindir Bryan dengan senyum kecil.
"Jangan sayang,dia belum move on sama brimobnya itu" Ucap Maya dengan lirih kepada aku.
"Jadi dia pacaran sama bang Danu?"
Sambung Bryan dengan heran.
"Lho abang kok kenal ?"
Balas aku sambil kernyit dahi.
"Kenal dong,aku pernah gabung sama mereka,mereka baik-baik sih enggak seperti yang lain" Jawab Bryan sambil makan.
"Iya dia memang baik,berlebihan sama aku" sambung aku dengan wajah bersedih.
"Kan,mulai drama lagi"
Sambung Maya dengan memutar mata merasa bosan.
"Sudah enggak usah sedih Yun,kan ada ayang Rudy " Kata Rudi dengan percaya diri dan melontarkan senyum indah.
"Ahk males,kamu kurang tinggi,aku enggak suka pacar pendek" ucap aku dengan nyeplos dan menjulurkan lidah kepada Rudy.
"Panteklah kau Yun,kau lihat ya nanti aku GYM biar tinggi" Sahut Rudy dengan wajah serius.
Setelah obrolan berhenti kini Maya dan Bryan mulai mengumbar kemesraan,tidak apa kalau aku dan Rudy melihat kemesraan mereka nyatanya Maya Dan Bryan tidak segan-segan mengumbar kemseraan sejenisnya didepan umum seperti ini.
"Sayang sulang adek"
Kata Maya dengan mesra dan mencubit hidung Bryan.
"Iya sayang"
Kata Bryan mengambil satu sendok makanan dan menyuapi Maya.
"Cuuup"
__ADS_1
Maya memberikan kecupan dibibir kecil Bryan walau sekilas mata yang memandang pasti terlihat.Sebenarnya aku malu sekali gabung bersama mereka,tetapi aku belajar cuek ketika orang melintas melihat dengan geleng kepala.
Karena tidak ingin kemesraan sejenis itu terus jadi tontonan orang-orang,aku pura-pura sudah kenyang dan meminta pulang.Syukur deh Maya setuju dengan usulan aku yang meminta pulang.
Kini aku dan semua teman-teman sudah masuk kedalam mobil,Bryan membawa mobilnya menuju rumah Yongki.Ya seperti biasa mereka bermesraan lagi sementara Rudy terus saja mencari perhatian dengan aku,kadang mengajak bicara kadang membakarkan sebatang rokok untukku.
Tidak berapa lama akhirnya kami sampai dirumah Yongki,aku dan Maya turun dari dalam mobil ketika sudah pamit kepada Bryan dan Rudy.
Aku dan Maya berjalan menuju kamar,aku melihat Desy lagi rebahan diatas kasur sembari telfonan dengan seorang Pria.
"Mbak...,mbak telfonan sama bang Agung?, tanya Danu mbak gimana kabarnya" ucap aku dengan wajah penuh harapan.
"Tunggu ya,mangkannya kau beli ponsel biar bisa dengar suara Danu" ucap Desy merasa terganggu.
"Iya-ia entar aku beli,aku masih ngumpul uang buat pulang kampung lho mbak"
Kata aki dengan Nyinyir dan kesal.
"Iya kata Agung,Danu sehat-sehat saja, kalau kau mau mendengar suara Danu coba pakai ponsel Maya,besok kau isi pulsa siMaya" Kata Desy dengan ide cemerlang.
Seketika aku jadi girang kenapa tidak kepikiran dari semalam untuk meminjam ponsel Maya,aku jadi semangat empat lima dengan saran Desy.
"Mbak Maya pakai ponsel kamu ya,besok pulsanya adik ganti" Kata aku berusaha merayu Maya.
"Ya sudah nih,namanya disitu Abang Danu" Sahut Maya sambil kasih ponsel ketangan aku.
" trut trut trut "
Suara ponsel kepunyaan Maya berbunyi tanda kalau yang ditrelfon nomornya aktif.
"Hallo..., ada apa May?"
Suara Danu muncul dilayar ponsel membuat aku jadi deg-degan.
"Ad-adek ini bang, sehatkan?"
Ucap aku dengan senang bercampur haru.
"Sehat sayang, ya ampun jam segini nelfon, emang adek enggak ngantuk ?" ucap Danu masih sempatnya perhatian.
"Ngantuk bang tapi mau dengar suara abang lho,emang aku ganggu ya bang?" jawab aku dengan kernyi dahi.
"Tidaklah,abang juga kangen sama kamu dek, nih abang lagi piket" Jawab Danu dengan nada senang.
"Ooh kirain sama cewek laen disana"
Balas aku dengan nyeplos bernada cemburu.
"Kan...,enggak ahk sayang baru saja abang disini,sibuk sama komandan,Iya adek jaga diri baik-baik ya disana sayang" Sambung Danu mungkin lagi duduk disaat piket.
"Iya abang juga ya, I love you"
Kataku dengan wajah sedih dan Maya melirik aku karena mengucapkan kata itu.
"I love you to sayang, nah adik boboklah nanti sakit jaga diri sayang,abang enggak akan pernah lupakan adek muach" Ucap Danu membuat aku semakin dilanda kerinduan.
"Adik juga bang Huhuhu"
Kataku dengan nada sedih sekali,tanpa ucapan lagi aku menutup telfon.
Sedih,tetapi aku puas mendengar suara Danu,
awalnya aku tidak cinta,karena perbuatan dan kasih sayang Danu kepadaku berlebihan sungguh aku tidak dapat membendung lagi rasa cinta bercampur sedih ini.
"Nangis, nangis"
Ledek Maya saat melihat aku termenung duduk dibawah kasur.
"Ya mbak nasib,aku dua hari lagi pulang kampung mbak,rindu juga aku sama mama aku dan suasana disana" Kata aku sambil mengalihkan pembicaraan.
"Ya pulanglah,jadwal show kita kosong tiga minggu belum ada yang pesan lagi" Kata Desy yang ternyata juga sudah selesai bicara dengan Agung didalam ponsel.
"Ahk aku pulang juga mau ketemu Akhiang, bulanan aku belum dikasih Akhiang" ujar Maya dengan tersenyum.
"Cebol-cebol enaklah kau ya dibiayai " ucap Desy dengan mencibir.
" uh kau sma agung kayak mana?" ujar maya .
"Ehhh Agung lebih muda dari pada cina kamu,lebih hot" sambung Desy tidak mau kalah.
"Eh tapi dia biar tua perkasa ya ,kau belum tau oik,Bryan juga perkasa" ucap Maya dengan nada kesal.
"Bryan perkasa,,,,?,hah apa dia ada pisangnya?" ejek Desy dengan heran dan kernyit dahi.
"Ada dong,telunjuknya enak kok, hem mampos kau" sambung Maya tidak habis menjawab.
"Mulai,mulai beragumen kalian,terus kalian bertengkar" Kata aku dengan tarik nafas panjang.
"Ini nih mancing-mancing"
Sambung Maya dengan buang muka.
"Ya Maaf"
Desy mendengus kesal sambil buang muka.
Teman baru aku ini lumayan berpengalaman,
tetapi karena mereka lebih tua dari aku,aku
dapat memetik pelajaran dari Desy dan Maya.
Desy dan Maya adalah wanita kuat yang gagal dengan mantan-mantan mereka, mungkin mereka juga sudah kebal kepada semua pria kalau putus ya cari lagi prinsip mereka berdua.
Setelah kami bercerita Maya dan Desy mulai mengantuk,aku takut hendak kekamar mandi,
takut kalau Yongki ternyata belum tidur
Langkah ringan aku melihat sekeliling rumah,
ternyata dia udah didalam kamar bersama istrinya,aku selamat dari gangguan Yongki dan dengan tergesa-gesa aku masuk kedalam kamar lagi.
Aku ambil simpanan uang aku selama ini lalu
aku hitung-hitung ternyata sudah lumayan banyak dan berkat Danu juga aku dapat banyak uang,aku sangat berterima kasih kepada pria baik itu sehingga aku besok bisa pulang kampung membawa bekal uang banyak.
Setelah aku selesai menghitung uang,aku kembali keatas ranjang terlihat Desy dan Maya sudah terpulas tidur,aku jadi ikut mengantuk dan tarik selimut.
------------------------------------------------------------
Jangan lupa like and komen.
GaeZz salam dari author cantik
__ADS_1
muachh i love you pembaca.