
Aku menunggu dan menunggu terus kabar dari Andre,sebulan terlewati kabar dari Andre sedikitpun tidak ada,hati ini kesal bercampur kecewa entah dimana Andre sekarang aku juga tidak tau.
Aku berusaha cahting didalam media sosial Andre tetapi sayang media sosial Andre juga tidak aktif,ingin sekali aku nekat datang kekampung halaman Andre tetapi aku tidak tau alamat jelas rumah Andre,aku juga takut dihina keluarga Andre jika aku datang kerumahnya.
Dimalam dingin ini kenapa rasanya begitu hampa dan sepi,dengan terbaring diatas kasur aku terus memantau media sosial siapa tau media sosial kepunyaan Andre aktif.
Seketika aku girang sekali melihat tanda hijau ditempat mesenger media sosial Andre,aku chating Andre.
"Kok enggak ada kabar?,aku menunggu disini,sayang kamu kenapa?" Chatingan aku dengan
Andre sambil pasang emotion menangis.
Chat aku dibalas dengan tanda masih mengetik.
"Saya bukan Andre,saya Rino,kamu ya yang namanya Yunita?,jangan ganggu Andre lagi,Andre sudah kami jodohkan dengan perempuan lebih baik"
Aku terkejut seketika bulir air mata ini mengalir deras tidak tertahan lagi.
"Aku enggak percaya kata-kata kamu, oh iya kamu siapanya Andre?" Balas chatingan aku karena rasa penasaran.
Rino membalas lagi
"Saya abang kandungnya,ttolonglah jangan ganggu adik saya lagi Yunita,ibu kami sakit hanya gara-gara hubungan kamu dengan Andre"
Aku langsung mematikan media sosial,dada ini serasa sesak seperti ditimpa batu beton satu ton,air mata terus saja mengalir tiada hentinya,ingin minum tetapi tidak selera hanya lemas terkulai layu didalam kamar sepi bisu ini.
Karena penasaran aku buka lagi media sosial dan mengintip apakah Rino chating sesuatu lagi,tapi apadaya aku semakin terkejut saat media sosial Andre memutuskan tanda berpacaran.
Tangis aku meledak dengan tangan gemetar aku campakkan ponsel begitu saja dilantai.
"Aaaaaa Huaaaaa Huaaaaa hikss hiksss !"
Aku menjerit menangis pilu,hati bagai ditusuk belati runcing tidak tertahan sakitnya dan betapa hancurnya hatiku saat ini.
"Semua enggak adil,apa dosaku Tuhan, kenapa aku selalu gagal dalam percintaan,aki bosan hidup Tuhaaan !" Gumam aku sendiri sembari menjambaki rambut ini karena kesal.
"Andre....Andree..Hiksss"
Aku sebut terus nama orang yang sangat aku cintai,air mata terus dan terus mengalir.
"Tok tok tok tok"
Seseorang mengetuk pintu kamar aku,aku malas untuk membuka,aku tidak ingin diganggu malam ini.
"Mbak Yun,buka pintunya,kau kenapa?"
Suara Dina terdengar dari dalam kamar aku.
Dengan langkah terseok dan rambut acak-acakan aku berjalan hendak membuka Pintu,Pintu terbuka Dina kernyit dahi dan heran.
"Bah...,Kenapa kau mbak,kok nangis?"
Tanya Dina dengan penasaran.
"Baca saja mesenger media sosial aku,kau lihat sendiri" Ucap aku sembari melirik ponsel yang terletak diatas lantai.
Dina dengan penasaran membuka dan klik media sosial aku,lalu dengan wajah sedih Dina meletakkan ponsel diatas kasiur setelah membaca chatingan aku dengan Rino.
"Berarti mbak,memang sudah enggak bisa lagi dipertahankan kalau seperti ini,sabar mbak mungkin Andre bukan jodoh mbak ee" Kata Dina sambil elus punggung aku memberikan kekuatan dan semangat.
"Pasrah dek,hanya itu yang aku punya"
Ucap aku tertunduk dengan pikiran kosong.
"Semangat mbak,gimana kalau mbak bawa bekerja saja diktv,nyanyi sambil minum supaya enggak jadi beban sama mbak,apalagi mbak punya Raisya,ingat anak juga mbak" Usul Dina dengan tersenyum.
"Dek aku ingat Raisya,aku ingat mama dikampung,tapi aku ingin bahagia sama hidup aku,sekali saja aku merasakan kebahagiaan yang abadi dengan pasangan aku,Hikss" Ujar aku menangis tersedu-sedu.
"Iya mbak,aku tau perasaan kau,aku juga pernah dilema saat diputus kan Fary,aku mengerti,ayo mbak kita keluar cari udara segar saja" Ajak Dina sembari berdiri dari duduk.
"Maaf dek aku ingin sendiri dulu"
Ucap aku yang terduduk lemas sambil menundukkan kepala.
"Baiklah mbak,aku mengerti perasaan kau,kalau ada apa-apa atau mbak mau apa chating aja Dina" Kata Dina sembari berjalan menuju pintu kamar untuk keluar.
Aku menutup pintu kamar dengan lemas saat Dina sudah berlalu,setelah itu aku baringkan tubuh lemah ini diatas kasur,kenapa air mata ini terus saja mengalir tanpa jeda sedikitpun hingga aku bisa tertidur walau sedikit-sedikit aku tersentak bangun.
Keesokan Hari
Siang hari saat aku terbangun bukan air yang aku cari malahan ponsel,aku melihat ponsel siapa tau kabar tadi malam cuma mimpi belaka,setelah memeriksa media sosial hati ini terkejut saat membaca sebuah chatingan dari mesenger.
Seseorang yang tidak aku kenal dan tidak berteman dimedia sosial dengan aku, malahan chating aku dengan kabar yang mengkejutkan hati.
Inbox dari media sosial palsu alias akun Fack.
"Kasihan kamu,aku fans banget sama kamu, aku mau bilang sesuatu sama kamu Yunita"
Balasan mesenger aku
"Mau ngomong apa?"
Tidak berapa lama mesenger aku dibalas.
"Kamu periksa media sosial baru namanya bocah penjaga bulan,itu foto pacar kamu dengan perempuan,kalau tidak percaya kelik saja Bocah penjaga bulan"
"Ngefans tapi mengadu"
Gumam aku dengan berfikir keras.
Karena penasaran dan tidak percaya aku klik nama Bocah penjaga bulan,dengan tangan gemetar aku klik Foto profil Bocah penjaga bulan yang terpampang didepan publik.
"Tidak mungkin,Andre mengkhianati aku"
Ucap aku sendiri saat melihat poto Andre berduaan dengan seorang perempuan bergandeng mesra duduk ditepi pantai,tidak hanya Foto itu saja yang membuat aku semakin pedih bercampur marah,status media sosial bocah penjaga bulan sedang berpacaran dengan Soraya Aini.
Aku terus mengutak atik beranda Bocah penjaga bulan,aku melihat Foto baru yang diunggah tiga jam lalu,Foto baru Andre bersama perempuan itu berdiri bergandengan tangan,sepertinya lokasi Foto tersebut berada dikota M.Air mata ini berderai terus sembari menatap Foto orang yang paling aku cintai bersama kekasih barunya.
"Tarrrr"
Karena kesal aku banting ponsel sehingga berserakan diatas lantai,aku membayangkan Andre berduaan bersama perempuan yang bernama Soraya aini,lebih terkejut lagi tanggal pembuatan dan unggahan Foto mereka dibuat sebulan yang lalu.
"Foto mereka dikota M,Andre tidak terpaksa foto sama cewek itu,kau pengkhianat Andre !" Teriak aku sembari menangis histeris dikamar sepi ini.
Suara petir menggelegar dan rintikan air jatuh berserakan diatas tanah,hujan deras tiba-tiba melanda dikota ini,sore berganti malam aku yang dilema tiada hentinya menangis dan menangis memikirkan Andre,makan tidak selera hanya Andre dan Andre yang aku pikirkan saat ini.
Karena jiwa penasaran bercampur sakit hati aku berniat nekat datang kekota M dengan naik sepeda motor,aku keluar dari kamar menuju halaman belakang guna menghidupkan sepeda motor aku,entah kenapa Dina tidak tahu akan kepergian aku malam ini.
__ADS_1
Aku memakai mantel dan hujan badai aku tempuh menuju kota M demi mencari kepastian kepada Andre,haruskah putus atau bagaimana?,aku tidak mau hubungan yang terjalin lama ini pupus begitu saja.
Dengan penuh emosi dan derai air mata aku tidak takut lagi berjalan sendirian naik sepeda motor menuju kota M,bayangkan aku harus melewati kota-kota kecil sampai dikota M,air mata ini tiada henti mengalir sampai kelopak mata ini bengkak dan aku tidak perduli.
Hujan masih saja mengguyur setiap kota kecil yang aku lewati,padahal empat jam lebih akan sampai kekota M,aku juga tidak menghiraukan perampok atau penjahat sewaktu-waktu menghadang perjalanan aku.
Sedikit lagi aku sampai dikontrakan Vika,dari lorong rumah aku simpan sepeda motor kepunyaan aku dan berjalan kaki secara perlahan menuju rumah kontrakan Vika,sesampai didepan pintu rumah Vika,aku tidak sengaja mendegar suara Andre berbicara riang sekali kepada pacar Vika.
Ternyata benar dugaan aku pemuda yang aku kagumi ini masih dikota M,sumpah sakit sekali rasanya digantung tidak bertepi tanpa kejelasan sama sekali.
"Tok tok tok"
Dengan tangan gemetar aku ketuk pintu rumah Vika,ternyata Vika yang membuka pintu,karena melihat aku wajah Vika seketika marah dan terkejut dengan keadaan aku yang basah kuyup,sebab mantel aku buka dan aku letakkan diatas sepeda motor.
"Untuk apa kau kesini lagi !!,tolong jangan ganggu keluarga kami lagi !?" Bentak Vika dengan ketus karena marah sekali.
Sungguh tega wanita yang berdiri didepan aku ini,tidakkah kau lihat aku basah kuyup?,tidakkah kau lihat mata aku bengkak akibat menangis memikirkan pemuda yang sangat aku cintai,mana belas kasihmu Vika?,sebagai seorang wanita seharusnya kau mengerti rasanya digantung ditinggal tanpa kabar.
Teriakan suara Vika terdengar Andre,Andre jadi tercengang melihat aku yang basah kuyup dengan wajah berantakan,Andre tidak percaya kalau aku senekat ini.
"Sayang !,sayang !"
Panggil Andre dengan rasa cemas.
Aku sudah puas melihat wajah Andre sekali saja,hanya itu yang aku inginkan saat ini,setelah puas aku menatap sedih tubuh dan wajah yang pernah aku jamah itu,kini aku berjalan meninggalkan rumah Vika tanpa bicara satu katapun.
"Sayang !!"
Teriak Andre hendak menyusul aku yang pergi begitu saja.
"Andre ...!!,biarkan saja dia.!"
Teriak Vika yang melihat Andre keluar dari rumah,tetapi Andre tidak mendengarkan ucapan Vika.
Aku berjalan tanpa arah karena sakit yang tidak tertahankan lagi,mungkin aku sudah gila berjalan kaki ditengah hujan badai dan angin kencang yang masih berjatuhan dibawah bumi.
"Aaaaaaa,huaaaaaa huaaa sial,dia dikota ini tapi enggak ada kabar !!!" Teriak aku kesal ditengah jalan bersyukur tidak ada orang yang melintas,mungkin karena hujan badai ini orang malas berlalu lalang keluar rumah.
Sebuah sepeda motor mendekati aku,ternyata Andre diatas sepeda motor yang aku tinggal dilorong rumah Vika,Andre berusaha membujuk aku untuk naik keatas motor,kami berdua seperti melakukan syuting drama korea.
"Sayang ikut aku,aku akan jelaskan semuanya sayang" Ujar Andre yang basah kuyup menarik lengan kanan aku.
"Enggak tinggalkan saja,tinggalkan aku,kau pembohong !!!" Teriak aku sembari menepis lengan Andre.
Entah kenapa alam tidak bersahabat malah hujan semakin lebat ditambah angin kencang berhembus,sepertinya alam mengerti suasana hatiku saat ini.
Andre sudah cukup sabar merayu dan berbicara lembut kepada aku,Andre juga menerima cacian serta umpatan yang terucap begitu saja dibibir aku tanpa sadar,mungkin karena aku dikuasai emosi yang meledak-ledak.
"Sayang aku mohon kamu jangan egois, dengarkan aku" Andre turun dari motor dan berdiri dihadapan aku.
Andre melihat sekeliling jalanan yang sepi memastikan ada orang melintas atau tidak, Andre menatap teduh kedua bola mata aku,dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca Andre memeluk tubuh lemah ini dengan sekuat-kuatnya,Andre tidak perduli lagi jika ada yang melihat.
"Listen sayang,coba lihat aku,coba mengerti posisi aku juga,aku sudah usaha selama ini, tapi aku enggak berdaya,aku diancam sama keluarga aku,aku jadi anak durhaka mempertahankan hubungan kita,aku enggak punya kuasa melawan mama dan semua saudara kandung aku" Ucap Andre yang masih memeluk erat tubuh aku.
"Aku sudah mendapatkan jawabannya, jadi aku tidak sia-sia kesini jalan lima jam menempuh kekota ini hanya untuk ketemu kamu" Ucap aku sembari mendorong tubuh Andre karena tidak mau dipeluk lagi.
Andre menarik lengan aku lagi dan mencium seluruh wajah aku,mungkin melepaskan kerinduan yang telah lama dia nantikan,perlakuan serta ciuman Andre membuat aku semakin terpukul saja membuat tangis aku semakin menjadi.
"Aku mau tanya sama kamu pay- pay?,apa benar kamu sudah ada Soraya?".Tanya aku dengan berterus terang.
"Kamu tau dari mana sayang?,ibu aku sangat senang pada Soraya,aku hanya ingin membahagiakan dia" Jawab Andre dengan menundukan wajah.
"Sayang aku mohon mengerti posisi aku saat ini,aku sudah usaha sayang memperjuangkan hubungan kita" Kata Andre dengan meneteskan air mata untuk aku.
"Aku sudah puas mendapat jawaban darimu sekarang,artinya hubungan kita tidak bisa dipertahankan lagi" Ucap aku sembari naik keatas motor.
"Mau kemana Sayang?"
Tanya Andre dan mengambil kunci kontak motor aku.
"Aku mau pulang !,kembalikan kunci motor aku !!,aku mau pulang !!" Teriak aku sembari menarik jemari andre yang berisikan kunci motor.
"Gilaaa !!,gilaa kamu ya !!,lihat masih hujan badai,sudah jam berapa ini hampir larut malam tau,enggak,kamu enggak boleh pulang" ujar Andre Naik keatas motor memeluk aku dari belakang.
"Iya aku memang gila Andre,aku gila,aku enggak bisa melupakan kenangan kita biar kau tau itu,hampir dua tahun aku dengan kamu,kasih tau aku caranya untuk melupakan kamu...hiks hiks" Ucap aku dengan hati yang pilu.
"Jangan pulang sayang,aku akan mengantar kamu besok,mari sayang aku yang bawa motor kamu" Kata Andre bersuara lembut.
Aku semakin kedinginan karena terguyur hujan terus,terpaksa aku mengalah dengan kemauan Andre,Kini Andre fokus membawa motor menuju rumah kontrakan Vika.
Sesampai didepan pintu rumah kontrakan Vika,aku sedikit ragu masuk kedalam karena perkataan Vika sebelumnya.
"Masuk sayang"
Kata Andre menarik lengan aku untuk masuk kedalam rumah Vika.
"Andre !!!"
Teriak Vika melihat aku dan Andre masuk kedalam rumah dengan basah kuyup.Aku menundukan kepala diam tanpa kata.
"Gila kau,kau bawa lagi dia kemari,nanti tante akan tau !!" Ucap Vika lagi dengan wajah masam menatap aku.
"Mbak engak punya perasaan ya,tolong sedikit saja mengerti keadaan Yunita sekarang,ini sudah malam mbak aku enggak bisa melepaskan dia ditengah hujan begini". Jawab Andre dengan wajah kesal.
"Besok antar dia cepat,aku tidak mau berlama-lama melihat perempuan itu disini !!"
Ketus Vika sembari berjalan masuk kedalam kamar.
"Sayang pakai baju aku,enggak mungkin istirahat basah kuyup kayak gitu" Ucap Andre menawarkan sepasang pakaian miliknya.
"Aku mau pulang"
Ucap aku dengan lemah dan duduk layu dilantai.
"Sayang aku antar besok,ini tanggung jawab aku,aku mohon sayang" Kata Andre kecup kening aku sekilas dengan mesra.
Keesokan Hari
Andre terbangun dari tidur langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi,sedangkan aku yang sudah bersiap untuk pulang kekota P.S,Aku hanya diam saja ketika Vika berwajah masam melintas didepan aku,sebenarnya aku diam bukan takut kepada sepupu Andre ini,tetapi aku sudah malas bersengketa lagi dengan wanita berwajah pas-pasan ini.
Sekarang aku dengan Andre sudah berada diatas motor untuk perjalanan kekota P.S,diperjalanan menuju kota P.s tidak seperti biasanya bercanda ria dan berpelukan seperti dulu semua hilang sekejap mata.
Empat jam lebih kini sepeda motor kepunyaan aku sudah terparkir dihalaman indekos aku,dengan badan lemah aku turun dari atas motor berjalan masuk kedalam kamar,lalu Andre menyusul dari belakang berjalan kekamar juga.
Didalam kamar aku hanya duduk diam tanpa sepatah katapun untuk Andre dan Andre jadi salah tingkah karena melihat aku seperi boneka hidup,Andre tidak tinggal diam mengambil duduk disebelah aku disamping tempat tidur.
"Sayang makan Yuk"
__ADS_1
Ucap Andre membuka suara sembari membelai rambut aku.
"Aku enggak selera"
Sahut aku dengan datar dan buang muka.
Tanpa bertanya lagi kepadaku Andre beranjak pergi begitu saja entah kemana,aku diam saja sembari melihat badan kekar itu pergi dari kamar aku,aku melihat Andre pergi naik motor keluar dari area halaman rumah.
Ada beberapa menit suara motor terdengar dari luar,aku yang masuh duduk terpaku sembari melihat Andre masuk kedalam kamar dengan membawa dua bungkus nasi campur.
"Sayang makan yuk"
Ajak Andre dengan melontarkan senyum manis kepada aku.
"Aku tidak mau"
Ucap aku menepis lengan kanan Andre yang hendak menyuapi aku makan.
"Kamu harus makan"
Kata Andre memaksa nasi masuk kedalam mulut aku.
Suapan demi suapan nasi yang diberikan Andre aku telan dengan rasa hambar,butiran embun keluar dari pelupuk mata ini dan seketika mengalir saat melihat wajah Andre menatap sendu diriku.
Tangan Andre berhenti menyuapi makan aku ketika melihat aku menangis pilu dihadapannya,dengan cepat pria berkulit putih ini memeluk tubuh aku.
"Sayang sudahlah,aku masih disini,pliese"
Ucap Andre dengan suara bergetar.
"Apakah kamu masih mencintaiku?"
Tanya aku sembari melepaskan pelukan Andre.
"Aku sangat-sangat mencintai kamu, tapi aku ingin membahagiakan ibu aku sekali saja sayang" Jawab Andre dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah,bahagiakan permintaan ibu kamu,aku sadar siapa diriku,hanyalah seorang janda beranak satu" ujarku menangis .
"Sssst..,sudah sayang aku disini,tolong jangan buat aku semakin stres juga" ujar Andre dengan suara bergetar.
"Aku kuat,aku tegar melepaskan kamu sayang asal kamu bahagia" Aku menatap sendu wajah tampan yang layu ini.
Andre menarik tubuh aku dan memeluk sekali lagi dengan erat,Andre tidak kuasa dengan ucapan aku yang menyayat hatinya,begitu juga dengan aku yang terlihat pasrah dengan semua ini.
"Sayang aku enggak mau,ahk aku pusing jadinya,Andai kita bisa lari kehutan enggak ada satupun manusia disana yang menghalangi cinta kita" Kata aku dengan berurai air mata.
"Trrutt trurut turrut"
Ponsel Andre tiba-tiba berdering tangisan kami terhenti,Andre gemetar melihat siapa yang menelfon,sedangkan aku melirik melihat nama orang yang menelfon.
Andre angkat telfon dengan berjalan keluar dari pintu kamar aku.
"Haallo Andre,kau enggak bisa dibilangin ya, cepat kau pulang dari tempat itu,jangan sempat ibu tahu kau temui wanita itu,kau mau buat ibu kita mati hah !!?". Suara teriakan dari sebrang sana terdengar jelas didalam ponsel Andre.
"i-iya bang,abang tolong ngerti aku juga bang sekali ini saja bang,setelah itu aku menuruti perkataan kalian semua" Ucap Andre dengan suara bergetar.
"Awas saja kalau kau terus bersama perempuan itu" Ketus Rusli sembari menutup telfonnya.Rusli adalah salah satu saudara kandung Andre.
Andre dengan wajah muram masuk kedalam kamar,aku terdiam membisu memperhatikan tingkah Andre yang memijat dahi seperti bingung sekali.
"Sayang kamu makan lagi!"
Kata Andre seperti tidak ada beban,Andre berusaha baik-baik saja didepan aku.
"Sudahlah Andre,jangan terlalu baik kepadaku, jangan buat aku semakin mendalam" Tukas aku menepis lengan Andre saat menyuapi aku kembali.
"Bukan begitu,satu hari saja aku disini lagi,aku mau menginap disini sayang" Kata Andre dengan wajah memelas.
Sampai detik ini walau aku kecewa Andre berhubungan dengan Soraya aku masih tetap mencintai Andre seperti dahulu,siapa yang tidak jatuh cinta dengan pemuda ini,tampan, tubuh sempurna,macho,baik,lembut dan tidak pernah marah sama sekali.
Tutur kata sangat lembut tidak pernah berkata kotor sekalipun kepada aku,jika ribut aku hanya dipeluk dan dibujuk rayu oleh Andre.
"Sayang makanlah,sedikit lagi habis nasinya,kok jadi melamun sih?" Kata Andre hendak menyuapi aku lagi.
"Aku sudah kenyang,tidak kau tau Andre hancurnya perasaan kita berdua tentang hubungan yang kita jalin bersama,kenapa Allah enggak pernah adil sama aku?,kenapa semua pergi" Ucap aku dengan menangis seunggukan.
"Sssssst..,sudah sayang,tolonglah jangan membahas itu dulu,kamu lihat aku sekarang masih disini" Kata Andre dengan mencium kening aku sekilas.
"Baiklah kalau hari ini bersama kamu lepas tanpa beban,aku akan anggap biasa seperti saat romantis-romantis kita dulu" Balas aku dengan mengusap air mata.
Kami mencoba tanpa ada masalah yang menyelimuti hubungan Ini,berusaha lepas tanpa beban,aku berharap ini tidak akan pernah terganti sehingga Andre tetap berada didalam pelukan aku seperti saat ini.
Tuhan adilkah kau melepaskan Andre esok hari demi kebahagiaan keluarganya?,asal Andre bahagia bersama orang lain aku akan belajar ikhlas untuk melepaskan Andre seutuhnya.
Dua tahun lepas begitu saja tanpa ada ikatan pernikahan,sia-sia sudah cinta yang aku tanam dihati ini,ini sangat menyakitkan untuk sekian kalinya aku gagal didalam percintaan.
Hari ini hari terakhir aku berduaan dengan Andre,kepahitan bulat-bulat aku telan saat ini walau sesungguhnya aku tidak sanggup melepaskan pemuda yang selalu mengingatkan aku dengan kebaikan.
"Sayang jangan menangis terus ih,pergi cuci muka,siap itu kita jalan-jalan ya,aku mau kesuatu tempat" Tukas Andre mengusap air mata aku yang jatuh dipipi ini.
"Aku tidak kuat menahan cobaan ini sayang" Sambung aku bersuara gemetar.
"May-may aku sayang,sudahlah jangan sedih terus,aku juga sedih tapi aku coba kuat sayang,jujur baru pertama kali aku berpacaran seperti ini,makan disiapi,baju dicucikan entahlah sayang" Kata Andre dengan suara gemetar dan membendung air mata.
"Aku cuci muka dulu"
Ucap aku berdiri dari duduk keluar kamar mencuci muka kusam ini.
Selepas dari dalam kamar mandi aku memilih pakaian mini dress kesukaan Andre jika aku pakai saat berdua dahulu,walau janggal aku berusaha tegar didepan Andre.
"Sayang cantiklah hari ini,aku ingin melihat kamu cantik ,aku ingin melihatnya" ucap Andre memeluk aku dari belakang ketika memakai mini dress berwarna hitam.
"Iya aku akan cantik berhias hari ini demi kamu" Balas aku dengan senyum terpaksa.
Kini mini dress sudah aku kenakan dan aku berhias didepan cermin.Terlihat Andre tersenyum memperhatikan aku berhias diri.
"Sayang aku yang pakaikan lipstik kamu"
Kata Andre sembari memilih lipstik yang ada dimeja hias.
Aku diam mematung saat Andre memakaikan lipstik dibibir tipis kepunyaan aku,perlahan Andre mulai menyisir rambut panjang ini,aku melirik mata Andre dan Andre membalas tatapan mataku,air mata tidak terbendung lagi,oh Tuhan...
"Hiks...hiks..hiks"
Tangis Andre pecah melihat wajahku yang sudah cantik didepan cermin.
"Huhuhuhu...Hiks"
Suara tangisku semakin menjadi ketika bibir mungil Andre mencium bibir ini sekilas.
__ADS_1