Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 55


__ADS_3

Selesai aku berganti pakaian didalam kamar,aku berhias tipis-tipis setelah itu keluar dari kamar hendak duduk dibalkon teras depan rumah aku,terlihat Lisa ternyata sudah menunggu aku.


"Ayo girls kita berangkat"


Ucap Lisa berdiri didepan aku yang duduk santai.


"Ok ayolah"


Kata aku berdiri dan memakai sendal yang terletak disamping teras.


"Orang Putri udah distadion Yun"


Kata Lisa yang sudah duduk diatas motor dan menghidupkan kontak mesin motor.


"Jangan ada Darma aku tidak suka"


Sambung aku sambil naik keatas motor kepunyaan Lisa.


"Santai kau dia enggak ada,pacar aku entar juga mau datajg gabung kita" sahut Lisa sambil fokus meluncurkan sepeda motornya menuju stadion.


"Wah sejak kapan kau pacaran Lis?"


Kata aku penasaran yang duduk dibangku tumpangan motor Lisa.


"Kau waktu itu opname dirumah sakit,aku kenalan sama cowok tidak tau nya jadian sampai sekarang" Kata Lisa yang memutar gas motor dengan kecepatan normal.


"Mudah-mudahan kalian langgeng ya"


Doa aku kepada Lisa.


"Amin Yun"


Lisa tersenyum dan senang dengan perkataan aku,Gadia itu membelok arah kiri karena sudah sampai distadion.


Terlihat Topan dan Putri duduk santai sambil bermesraan ternyata mereka berdua menunggu kedatangan kami.


"Njirr lama kali kalian,udah karatan ini"


Ocehan Putri saat melihat aku dan Lisa turun dari atas motor.


"Ahk Lisa jemput aku lama Put,eh apa kabar Topan?" Tukas aku sambil mengulurkan tangan kanan kearah Topan.


"Baik Yun,gimana Yun,udah sembuh dirimu?"


Kata Topan yang menjabat tangan aku.


"Alhamdulilah seperti yang kau lihat aku disini baik" Sambung aku dengan tersenyum manis.


"Katanya pacar kamu mau datang Lis,mana kok enggak muncul?" Kata Putri yang melihat Lisa ambil tempat duduk disebelah aku.


"Bah penasaran kau,sabarlah entar lagi dia juga datang" Jawab Lisa dengan santai.


Ceritq punya cerita saking asyiknya ngobrol kami semua melihat seorang Pria datang dengan motornya,Pria itu turun dari atas motor mendekati kami semua.


"Itu dia datang,lama betul kamu sayang? " ujar Lisa yang ternyata pria itu pacar Lisa.


"Ahk disuruh bapak aku tadi, maaf ya"


Jawab Pria itu yang bernama Imam.


"Ok sekarang kita ngumpul,oh iya beb mana abang kamu itu katanya mau gabung sama kita" Tanya Putri kepada Topan.


"Enggak tau,lagian malas gabung dia terus aku kurang cocok sama dia" Tukas Topan dengan geleng kepala.


"Ya sudah sekarang kita jalan-jalan jangan ulir waktu lagi,soalnya besok Imam mau berangkat keriau" Kata Lisa sambil merangkul pacarnya yang duduk disampingnya.


"Sabar dong,cowok kamu mau kemana?"


Kata Putri heran sekali.


"Kerja diriau dek,besok berangkat"


Jawab Imam dengan tersenyum.


Disaat asyik mengobrol saudara Topan datang,aku yang penasaran ternyata saudara Topan itu seorang Pria manis yang membawa motor poswan merah.


"Woii adek durhaka kau bawa sendal aku ya, mau aku gilas kau !!" Kata Zain sembari menginjak pedal rem motornya.


"Sssst...,kau buat malu,gara-gara Sendal aja kau teriak-teriak gitu didepan cewek aku lagi" Kata Topan menghampiri Zain yang masih duduk diatas motor.


Kedua saudara inu kurang akrab selalu berdebat dan kadang saling cekcok,walau begitu mereka tidak pernah baku hantam satu sama lain.


Ciri Zain kulit sawo matang,rambut belah tengah alla Sahrul gunawan,wajahnya kecil, hidungnya mancung,tidak begitu tinggi sekitar seratus enam puluh tujuh Cm,badannya juga kurus kecil.Dibilang tampaj tidak sedang saja,wajahnya seperti Salem iklim penyanyi malaysia.


Sedangkan Imam pacar Lisa mukanya bulat hidung mancung sedang, bibir mungil wajah sedang baik,walau biasa saja tapi kelihatan baik didepan kami,tapu dibelakang kami tidak tau.


Ternyata mereka menunggu kedatangan Zain supaya aku bisa sama Zain,sementara Lisa dan Putri dengan pasangan mereka,walau sebenarnya aku tidak mau, tapi mau gimana lagi sekedar menghargai mereka yang ingin kencan.


"Yun kok baru ini aku nampak gabung, kemana aja,aku dengar dari kawan-kawan kamu sakit" ujar Zain sambil bawa motor bersama aku dibangku tumpangan.


"Ahk iya bang baru pulang dari rumah sakit aku, jadi baru sekarang kita kenalan" Jawab aku sebemarnya malas ngobrol sama Pria yang baru aku kenal.


Zain biasa saja saat melihat aku,perasaan ini jadi nyaman karena tidak ada Zain melihat aku mesum atau nakal.Puas berjalan-jalan motor kami semua berhenti disebuah warung nasi goreng,ternyata Imam ajak teraktir makan.


"Kak nasi gorengnya enam ya,kalian minum apa woi?" Tanya Imam yang duduk disebelah Lisa.


"Samakan aja jus jeruk"


Balas Putri yang duduk disebelah Topan,sedangkan aku duduk disebelah depan mereka bersama Zain.


Nasi goreng sudah siap kamo semua melahap dengan nikmat,terlihat Lisa yang bingung sambil menutup mulut.


"Huek huek huek"


Lisa mual dam berlari menjauh dari kami semua.


"Kenapa Lisa itu muntah-muntah masuk angin ya" Kata Putri dengan heran.


Aku curiga sewaktu Lisa mencium bau amis telur dadar merasa mual,hal itu pernah aku alami sewaktu mengandung anak Prima.Tapi aku buang jauh-jauh curiga aku mana tau Lisa memang masuk angin.Lisa datang lagi.


"Ckckckckc Lisa-Lisa orang lagi enak makan kau malah muntah-muntah,kenapa kau?" Kata Putri dengan heran.


Lisa diam sekelak merasakan perutnya terus mual,Lisa geleng kepala tidak menjawab perkataan Putri.


"Kenapa sayang,enggak enak badan?"


Kata Imam dengan heran saat melihat Lisa duduk disampingnya.


"Entah sayang,udah berapa hari ini kepala aku pusing,bawaan ngantuk terus dan aku cepat lelah,malah mual terus" Jawab Lisa sembari memijat kepala.


"Uhuk uhuk uhuk"


Aku tersedak saat mendengar jawaban Lisa,kecurigaan aku semakin menjadi,apa yabg dialami Lisa juga terjadi padaku dahulu.


"Bwok bwok"


Aku memukul dada yang terasa sakit akibat tersedak,cepat-cepat aku minum air putih yang terletak diatas meja.


"Oaleh kayak mana mau makan dengan santai tadi Lisa mual dan sekarang simonyong ini tersedak" Kata Putri melihat aku dengan rasa Iba.


"Maaf Woi tiba-tiba tersedak"


Sahut aku yang sudah mendingan rasa sakit didada ini.


"Pelan-pelan Yunita"


Kata Zain sambil mengelus punggung aku,jiwa ini jadi tidak enak saat lengan kanan Zain menyentuh punggung aku.


"Udah lanjut makan lagi"


Kata Topan yang melahap lagi nasi goreng itu.


Selesai makan nasi goreng kami memutuskan pulang kerumah masing-masing diperjalanan Putri terlihat cemas dan khawatir bersama Lisa.


"Taik syukur enggak ada yang curiga sama kau Lis" Kata Putri terus berjalan menuju kerumah dengan motor.


"Ahk gimana ini makin lama makin besar"


Jawab Lisa dengan cemas mengigit bibir bawah.


"Berhenti,berhenti"


Aku jadi heran saat mendengar ucapan mereka berdua,apa yang mereka sembunyikan dari aku harus diungkapkan sekarang juga.Putri menginjak pedal rem dengna tiba-tiba karena ocehan aku.


"Kenapa Yun !,kok berhenti?"

__ADS_1


Ucap Lisa dengan heran.


"Udahlah jangan main rahasia lagi sama aku,yang kalian obrolkan tadi aku nyambung lho" Kata aku dengan berterus terang.


"Lis dia udah tau...hemm"


Sambung Putri langsung turun dari motor.


"Maaf Yun bukan maksud main rahasia,tapi singgu yang lalu baru aku rasakan hal ini" Sambung Lisa dengan tertunduk sambil duduk diatas motor.


"Berapa bulan itu Lisa?,kau sudah beri tau Imam?" Kata aku dengan kernyit dahi.


"Aku takut Yun sama bapak aku ,aku masih sekolah,udah jalan dua bulan Yun, imam belum aku kasih tau" Kata Lisa yang berusaha membendung air mata.


"Semalam dia udah makan nanas ijo,jamu- jamu juga sudah,tapi enggak ada hasilnya" Sambung Putri ternyata tau lebih banyak.


"Oh jadi maksud kalian mau digugurkan?, jangan..!,aku marah kalau digugurkan"


Kata aku menolak keras maksud Lisa dan Putri.


"Jadi gimana solusinya Yun?,aku takut dimarah bapak sama mama aku,kalian tau keluarga aku gimana" Ucap Lisa dengan bingung.


"Kau harus memberi tau Imam"


Jawab aku merasa iba pada Lisa.


"Belum dikasih tau sama Imam" sambung Putri yang menjawab pertanyaan aku.


"Hemm gini aja besok Imam pergi merantau biarkan aja dia pergi,kau Lisa biarkan kandungan kamu besar lalu kau lahirkan !"


Kata aku menyusun rencana.


"Gila kau Yun,ahk pening aku maksud kamu Yunita" ujar Lisa sambil menangis dan terduduk dibawah Pohon karet.


"Tenang Lis,akan aku pikirkan idenya,kau tinggal tunggu tanggal mainnya !" Ucap aku dengan mantap.


"Janji ya Yun masalah ini harus selesai"


Ucap Lisa sudah sangat bingung.


"Tenang saja"


Kata Aku sambil naik keatas motor,aku harus menyelesaikan masalah Lisa,karena aku tidak mau Lisa seperti aku.


"Kau akan beruntung Lis,kau akan mendapatkan keadilan,tapi aku tidak habis fikir kau jarang pacaran ternyata bisa melakukan hal mesum itu" Gumam aku sendiri sambil berfikir.


Lisa mendengar perkataan aku dan kami mengantar Lisa pulang kerumah,sedangkan Putri hendak mengantarkan aku pupang kerumah.


"Yun aku pernah lihat mereka pacaran,Imam kayaknya cuma mau nafsu aja sama Lisa !" ujar Putri saat mengantar aku pulang.


"Selow kau ces,pasti terselesaikan itu,akan aku pikirkan biar Imam tanggung jawab,kok lisa enggak pernah cerita ya sama aku, emangnya berapa kali dia melakukan itu sama Imam Put ?" Kata aku dengan heran.


"Aku enggak tau sih Yun,aku lihat mereka setiap hari ketemu,ya udah Yun mudah -mudahan berhasil rencana kamu" Kata Putri saat membawa motor.


Putri mengantarkan aku sampai kebalkon teras depan rumah aku.


"Yun kayak mana ini , apa kau udah ada ide ?" ujar lisa yang duduk di kamar ku.


Keesokan malam Lisa sangat khawatir apalagi Imam sudah pergi merantau kedaerah lain,Lisa datang dengan wajah yang pucat pasi.


"Gimana Yun,ide kamu apa?"


Kata Lisa yang mulai kehabisan akal.


"Maaf Lis belum dapat ide aku,bentar masih aku pikirkan,tenangkan pikiran kamu,benar itu kau hamil sama imam?" Tanya aku lagi meyakinkan hati ini.


"Benar Yun aku cuma sama dia melakukan itu bahkan setap hari" sambung Lisa dengan panik dan ketakutan.


Kasihan juga Lisa hampir sama seperti aku dulu,aku tidak mau terjadi kepada teman aku,Lisa harus menikah dengan Imam jangan sampai seperti kau ditinggal dan kehilangan calon bayinya.


Mama tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu kamar aku,aku dan Lisa terkejut batin apakah mama mendengar pembicaraan rahasia kami ini?.


"Sudah berapa bulan itu ?"


Kata Mama dengan heran dan berfikir.


Aku terdiam sudah gugup sekali,apalagi Lisa yang mengalami masalah ini,Lisa garuk kepala bagaimana cara menjelaskan kepada Indi mama Yunita.


"Hem anu,eh bolek dengar kami bicara ?"


"Ya aku dengar apa yang kalian bicarakan"


Kata Mama dengan duduk disamping Lisa membuat gadis itu semakin takut.


"Bolek minta tolong,jangan bilang mama aku,Lisa mohon" Ujar Lisa yang sudah berkeringat dingin.


"Entar bolek pikirkan ya"


Kata Mama sambil beranjak dari duduk untuk keluar dari kamar.


Kami bernafas lega karena mama sudah keluar dari kamar aku,mungkin mama kekamar atau kedapur menyiapkan malam malam.


"Syukur deh mama sudah pergi"


Kata aku bernafas lega,sedangkan Lisa masih didalam ketakutan.


"Aku takut Yun,entar mama kamu aneh-aneh" Kata Lisa dengan cemas dan tidak tenang.


"Tidak Lis,jangan takut"


Ujar aku sambil menepuk bahu Lisa supaya gadis ini tenang.


Mama datang lagi dengan wajah tersenyum membuat aku dan Lisa bingung.


"Ayo ikut bolek"


Mama menarik lengan Lisa untuk keluar dari kamar aku,sedangkan aku dan Lisa jadi bingung.


" kemana bolek ?"


Kata Lisa yang sudah tidak tenang.


"Keeumah kamu"


Jawab mama yang menarik lengan Lisa berjalan sampai kedapur rumah aku.


"Hah.. ih enggaklah bolek aku takut dipukul bapak,aku enggak mau bolek" Kata Lisa yang sudah ketakutan dan menarik tangannya dari cengkraman tangan Indi.


"Sudah Lisa,ikuti saja kemauan mama aku,tidak mungkin bapak kamu memukul kamu didepan mama aku" Kata aku yang sudah dibelakang mereka berdiri.


Akhirnya Lisa siap untuk pulang kerumah karena kau dan mama capek membujuk Lisa,Mama dan Lisa berjalan barengan menuju rumah Lisa,sedangkan aku ngikut dari belakang mereka.


"Benar apa yang dibilang bolek Indi !?"


Ucap Mama Lisa yang berwajah marah.


"i-iya...ma"


Lisa duduk dilantai sambil ketakutan apalagi bapak Lisa sudah pasang muka sangar.


Sementara aku dan Mama duduk disofa ruang tamu rumah Lisa,Aku takut juga kalau Lisa dipukul orang tuanya.


"Siapa Lelaki itu Llis katakan !!" Tukas orang tua laki-laki Lisa,sambil tangannya menunjuk muka Lisa dan menatap Lisa dengan nanar.


"Im-imam pak"


Lisa gugup wajahnya pucat paci seketika,dia duduk tidak tenang dan tidak berani menatap wajah kedua orang tuanya.


"Imam anaknya kawan bapak mancing?"


Ujar bapak Lisa dengan terkejut batin.


"I-i ya pak"


Tukas Lisa sambil garuk kepala yang tidak gatal.


"Mak ayo kerumah Ramlan sahabat aku, kita bicarakan kesana,Indi terima kasih ya,saya mohon jangan beri tau siapapun tolong ya Yunita juga" Ujar Mama Lisa dengan menyalam mama aku.


"Sudah Mbak cepat diurus,soal ini kami tetap diam" Jawab Indi dengan nada tegas.


------------------------------------------------------------------------


Esok harinya aku melihat keluarga Imam datang kerumah Lisa dengan maksud melamar,Imam harus bertanggung jawab atas perbuatannya kepada Lisa,ternyata orang tua Lisa dan orang tua Imam bersahabat,jadi mereka setuju saja menikahkan kedua anaknya itu.


Sewaktu aku lagi duduk santai Putri menghampiri aku dengan senyum puas,aku membalas senyuman Putri,gadis montok itu kini duduk disamping aku.

__ADS_1


"Yun..,Lisa mau nikah ya,wah jadi putus sekolah dia?" Ucap Putri mengajak aku bergosip.


"Iya Put,syukur imam mau tanggung jawab aku lega sekarang" Jawab aku dengan tersenyim lebar.


"Wah udah takdir ya Yun"


Kata Putri sambil mengunyah jajanan yang iya bawa yaitu keripik singkong.


"Ya,udah jodoh mereka"


Jawab aku lagi tersenyum kepada Putri dan mengambil sedikit jajanan keripik tersebut.


"Lisa kau beruntung Imam dapat kau nikahi,kau bersatu dengan orang yang kau cintai, sedangkan aku !,ahk memang nasib aku yang selalu sial" Gumam aku saat Putri terdiam menikmati keripik singkong pedas.


"Ayo Yun kerumah Lisa"


Ajak Putri disaat aku diam membisu.


"Jangan dulu Put,mereka masih kumpul keluarga,lagian aku mau kerja temani mbak Lolli nyalon" Sambung aku tersenyum.


"Ow ya sudah,aku pulang dulu Yunita"


Putri bergegas dari duduk.


"Ya Put"


Sahut aku dengan anggukan kepala,terlihat Putri sudah berjalan menuju kerumahnya.


Aku keluar kamar karena sudah siap hendak pergi dengan Lolli,terlihat Lolli juga sudah siap dengan peralatan salonnya.


"Mbak gimana ya aku creambath rambut Alex?" Tanya aku dengan bingung sewaktu berjalan ambil sendal dibalkon teras depan rumah.


"Eh tahe,kan udah pernah kau lihat sayang,sewaktu eike creambath pasien dikampung bawah,kamukan udah mbak ajari" Jawab Lolli kernyit dahi.


"Mbak nanti aku salah gimana?,terus Alex komplin sama aku" Kata aku yang ragu-ragu.


"Gosok-gosok aja rambutnya,pijat manja diakan ganteng pasti enak dipegang,duh kenapa enggak eike saja sih disuruh brondong itu" Ujar Lolli jadi gemas sambil berjalan barengan aku menuju rumah Duma.


Aku diam saja tidak mau bertanya lagi pada Lolli,kami lurus saja berjalan kaki sampai kedepan halaman rumah Duma.


"Pergi sana,creambath rambutnya Alex,mbak mau kerumah langganan lain,entar eike jemput YunYun" Kata Lolli dengan nada suara manja.


"Hemm jangan lama mbak"


Balas aku sambil hembus nafas panjang,aku sangat ragu melangkah kerumah Duma untuk creambath rambut lelaki tinggi semampai itu.


Terlihat Alex duduk disofa ryang tamu,ternyata dia sudah menunggu aku sedari tadu,aku sedikit takut karena melihat sekliling tidak ada satu orang dirumah ini,hanya Alex yang ada dirumah sambil membaca koran.


"Lama kali,aku udah gerah menunggu kamu" Kata Alex sembari melipatkan koran yang iya baca.


"Maaf,kesini jalan kaki bang jadi banyak makan waktu" Kata aku yang berdiri sambil tertunduk kepala didepan Alex.


"Hemm"


Alex hanya mendehem sambil duduk membelakangi aku,tampaknya Pria ini sudah ingin cepat-cepat rambutnya disentuh oleh tangan aku.


Alex menikmati pijatan kepala yang aku buat,sesekali dia melirik dari cermin yang berada didepannya,aku buang muka saat mata lelaki itu sesekali memperhatikan aku.


"Duh cepatlah ini berlalu,aku gugup sekali Tuhan" Batin aku sudah tidak nyaman.


"Setelah kepala,yang ini pijat juga"


Kata Alex memandu lengan aku berharap area bahu juga aku pijat,aku hanya diam sambil tertunduk saja dengan ucapan Alex.


"Udah persis tukang pijat aku dibuat kawan ini" Batin aku sendiri.


"Yun pijatan kamu enak"


Kata Alex sambil melihat aku dari cermin yang berada didepan Alex.


"Biasa saja bang"


Balas aku sambil tersenyum manis.


Selesai aku beri ibat pada rambut Alex,aku bungkus dengan handuk hangat rambut lurus Pria berkumis tipis ini,setelah itu aku istirahat duduk sejenak.


"Yun sampai berapa jam baru dibilas?"


Ucap Alex sambil tersenyum kecil.


"Entar juga abang tau,kan abang sering crembath masa tanya lagi" Sahut aku dengna lirih.


"Hem....,biar ada bahan bicara"


Kata Alex menaikan Alis dan tersenyum lebar.


Sebenarnya Alex dimata aku memang tampan tetapi sayangnya aku sudah tidak tertarik pacaran lagi,entah karena mati rasa atay belum ada yang cocok singgah dihati ini.


"Yun coba kau lihatkan rambut aku"


Ucap Alex mengganggu waktu istirahat aku,padahal belum waktunya dibilas.


"Huh"


Aku menggerutu tidak jelas,lalu aku bangkit dari duduk mendekati Alex atas kemuannya,


entah kenapa Pria itu menarik lengan kiri aku sehingga aku terjatuh diatas paha Alex,sepertinya iya sengaja membuat aku semakin canggung.


"Gila....mau apa buat aku begini?"


Ketus aku sambil bangkit dari sandaran paha Alex.


"Ahk janganlh marah Yun,aku mau bilang kau cantik Hehehe" Balas Alex dengan cengengesan dan salah tingkah.


"Tangan Abang lepas dulu,biar aku bilas rambut abang" Tukas aku yang berusaha berdiri supaya ini semua cepat selesai.


"Iya Yunita cantik"


Jawab Alex sambil menghadap kecermin,lalu aku mengambil satu ember air untuk membilas rambut Pria yang mulai nakal kepada aku.


"Kalau bukan karena duit,udah malas aku disini" Gerutu aku didalam hati mulai kesal pada Alex.


Mata Alex mulai nakal saat aku membilas rambut Alex,aku jadi tambah sebal apalagi dia terus melontarkan senyum lebar seperti tidak ada masalah.


"Matanyalah Bos,nanti juling"


Tukas aku dengna buang muka.


"Ih..ih..,judesnya"


Kata Alex geleng kepala.


"Enggak suka basa-basi aku"


Tukas aku datat tanpa expresi sedikitpun.


"Cantik-cantik jutex"


Ucap Alex mulai menggerutu.


Hati ini semakin kesal,dengan tenanga dalam aku pijat lagi kepala Alex,Pria itu jadi tidak nyaman,aku seperti puas mengerjainya.


"Wadaw,pelan atuh pijatnya,abangkan bayar"


Alex mulai komplin lalu melihat aku dari cermin kembali.


"Mangkannya mata itu jangan nakal"


Kata Aku sambil buang muka.


"Mana mungkin aku sia-siakan pemandangan indah,sayang dong" Bantah Alex dengan tersenyum lebar.


"Hem"


Aku diam saja tanpa senyum atau apapun,selesai itu aku keringkan rambut cantik kepunyaan Alex,rambut Alex hitam dan tebal mungkin gadis diluar sana banyak yang melirik Pria ini.


"Hemmm wangi Yun, kayak kamu"


Alex merasakan harum diatas rambutnya sehabis creambath.


"Kalau mau gombal sama yang lain abang, aku enggak terpancing" Jawab aku dengan datar.


"Ya Allah jutexnya"


Ucap Alex geleng kepala untuk kedua kalinya.

__ADS_1


__ADS_2