Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 60


__ADS_3

Kerja show minggu ini kosong,kami semua masih dirumah Yongki,terkadang Desy dan Maya mengajak aku minum kekedai tuak itu


ditemani cintaku Danu.


Kini aku dan Maya serta Desy lagi santai didalam kamar.Desy memperhatikan tingkah aku yang lain,terkadang aku senyum-senyum sendiri dan melamun panjng sambil duduk disudut kamar,memang tingkah aku ini membuat curiga semua orang selayaknya wanita yang sedang jatuh cinta pastinya hati berbunga-bunga.


"Woi Yunita udah aku bilang sama kamu kemarin, jangan jatuh cinta sama Danu, nanti alurnya bisa sakit " Ucap Desy membuat aku terkejut disaat sedang melamun.


"Sudah enggak apa Des, lagian diakaan dikasih duit juga kencan dengan Danu,aku lihat juga cara Danu seperti berlebihan sama kamu Yunita,kalau aku jadi kamu pasti aku juga gimana gitu,aduh" Sambung Maya sambil tepuk dahi.


"Gimana ya embak-embak aku,aku jadi bingung,Danu baik banget" Kata Aku yang bingung dengan hati ini.


"Enggak usah bingung Yun, anggap aja kau jual dia beli,jadi saling menguntungkan,betul enggak des ?" Sambung Maya sambil menepuk bahu Desy.


"Betul itu,otak kamu encer juga ya nyett"


Sahut Desy sambil nyengir.


Tidak berapa lama istri Yongki yang bernama Siti datang masuk kedalam kamar para biduanita,Obrolan kami terhenti seketika melihat Siti sudah berdiri didepan pintu.


"Maya,Desy ayo temani ibu belanaja kepasar , Melly sekolah belom pulang" Kata Siti yang sudah membawa tas besar untuk belanjaan nanti.


"Ok deh"


Jawab Maya semangat dan mengganti baju untuk menemami Siti kepasar.Sedangkan Desy sibuk berhias diri.


"Yun kau disini dulu ya kami pergi bentar" Kata Maya disaat siap untuk pergi.


"Iya mbak hati-hati,ibu juga"


Jawab aku sambil menutup pintu kamar disaat mereka sudah berjala menuju halaman rumah depan.


Setelah sudah Satu jam mereka pergi,entah kenapa badan ini merasa gerah,mungkin cuaca yang sangat terik siang hari ini,dirumah tidak ada orang anak Yongki Melly masih keliar,swedangkan anak sulung Yongki sudah menikah sama tentara dan kini tinggal diasrama.


Sewaktu aku hendak kekamar mandi karena ingin bersihkan badan yang berkeringat ini,


terlihat Yongki yang entah dari mana pulang masuk kedalam rumah,aku tidak tau Yongki sudah ada didalam rumah karena asyik mandi dengan keadaan tanpa busana sehelaipun.


Memang kamar mandi ini tidak ada pintu hanya tertutup tirai kain saja,disaat aku memakai sabun seorang Pria memeluk aku dari belakang dan berusaha memijat area dada aku,aku terkejut dan meronta-ronta.


"Sssst diam aja biarkan seperti ini,kalau kau teriak,kau juga bisa malu,bisa juga kau ditampar istri aku" Bisik Pria itu ketelinga kanan aku.


Aku Tanda suara itu,itu suara milik Yongki,aki diam saja sambil menahan jantung yang berdegup kencang ini,Yongki membalikkan tubuh aku dengan kasar,air mata ini mulai mengalir deras diarea pipi.


Aku ingin melangkahkan kaki hendak keluar dari kamar mandi ini,tetapi dengan cepat tangan Yongki mencengkram kuat pergelangan tangan kiri aku,aku tidak berdaya hanya tangisan yang aku buat saat ini.


Nafsu birahi Yongki memuncak disaat menjamah tubuh aku ini,aku merasa jijik bercampur kesal dan marah tetapi apa daya yang aku buat,hanya menangis dan menangis terus.Sementara tubuh ini menyudut ditembok kamar mandi dan dengan leluasa Yongki gerepekin aku.


Aku mendengar suara Tawa Maya dan Siti didalam ruang tamu yang terletak tidak begitu jauh dari kamar mandi,Yongki yang menahan birahi dengan cepat menutup reseleting celananya,Aku selamat karena tidak jadi disetubuhi Yongki.


"Kali ini kau selamat sayang, padahal aku nafsu kali lihat dada kamu yang kenyal ini, enggak usah nangis dan munafik,oh iya jangan bilang siapa-siapa kalau bicara awas saja" Ujar Yongki berbicara tanpa suara dan memasang wajah sangar dihadapan aku.


"Tuhan kenapa terjadi seperti ini,aku tidak sanggup hidup begini,kenapa aku selalu dilecehkan hidung belang !,aku salah apa?,aku tidak menggoda tua bangka ini sebelumnya.!" jerit hatiku menyayat pilu disaat berdiri sambil menangis ditembok kamar mandi ini.


Takut ketahuan Maya dan Desy apalagi istri Yongki dengan cepat aku sabuni badan ini,aku jijik tubuh ini yang baru saja dijamah Yongki,ingin sekali teriak tetapi tidak kuasa.Pelecehan ini pernah juga terjadi beberapa tahun yang silam bersama Jono anak ibu tukang masak dipsantren dulu.


Ingin sekali aku mengadu kepada Maya dan Desy tetapi aku takut disalahkan,aku takut istri Yongki tidak membela aku,bukan baru sekali ini Yongki berbuat pelecehan terhadapku dan sewaktu sehabis show kemarin pernah juga Yongki hendak memijat dada aku,syukur ada Melly yang hendak naik kedalam truk.


Ada satu jam aku didalam kamar mandi tidak ingin keluar,aku benci melihat Yongki kalau bertemu muka,aku harus apa?


"Yunita...!,mandi nya kau?,cepat kau mandinya kita mau jalan-jalan Danu sudah mau kesini" Tutur Maya diluar kamar mandi.


"Iy-iya mbak"


Jawab aku sembari mengusap air mata dan tergesa-gesa mengambil handuk yang tersangkut dipintu kamar mandi.


Hatiku saat ini hancur berkeping-keping entah apa yang akan terjadi kalau tidak ada orang dilain waktu,tampaknya aku lebih harus waspada jika dirumah ini tidak ada orang.


ingin aku keluar dari kerjaan ini tetapi aku belum dapat batu loncatan,aku akan bertahan walau sakit,ya....,aku harus tegar tidak boleh putus asa.


Disaat aku hendak masuk kedalam kamar, Yongki melirik aku dengan tersenyum licik,dengna cepat aku masuk kedalam kamar,sesampai didalam kamar Desy dan Maya terlihat bahagia karena mencoba baju baru yang mereka beli dipasar.


"Yunita aku beli baju untuk kamu dek,cobalah" Kata Desy lalu meletakkan sebuah bungkusan untuk aku.


"Wah baiknya mbak, makasih ya mbak" Jawab aku sedikit melontarkan senyuman.


"Kenapa mata kamu?,seperti habis nangis?"


Tanya Maya sambil berfikir.


"Eng-enggak apa mbak, tadi pas mandi kena sabun bukan habus nangis" Jawab aku dengan sedikit gugup,lalu aku pura-pira sibuk mencoba baju baru yang dibeli Desy.


"Lain kali hati-hati Dik"


Ucap Desy saat melihat aku yang lagi pura-pura bahagia.


Desy dan Maya sudah baik kepada aku,aku harus tau diri dan tidak boleh takut dirumah ini,setelah itu aku dan Maya serta Desy memakai baju kaos baru dan celana jeans menutupi kaki kami.


"Tien tin tin"


Suara klakson mobil datang dari depan rumah, kemungkinan Danu dan Agung sudah sampai didepam rumah.


"Eh mreka udah sampai,ayo" ucap Maya dengna semangat dan mengambil dompet dari dalam lemari.


"Ayo cepat"


Ucap Desy seakan tidak ingin berlama-lama didalam kamar.


Kami semua keluar dari dalam kamar melangkah menuju gerbang depan rumah,didepan teras ternyata Yongki sudah duduk sembari menikmati secangkir kopi,lalu Yongki berdiri disaat aku hendak keluar dari pintu rumah,sedangkan Maya Dan Desy lebih dulu berjalan menuju pagar rumah.


"Enaah kau jalan-jalan sama brimob itu,pasti kau pernah tidurkan sama dia?,aku enggak rela dada kamu dijamah pemuda itu, ingat jangan ada yang tau soal dikamar mandi" bisik Yongki dengan nada tegas.


"Terserah kau"


Ketus aku sembari berjalan saja tanpa rasa takut karena melihat Wajah Danu yang tersenyum dari luar gerbang rumah,tetsapi didalam hati ingin sekali aku berlari memeluk Danu dan mengatakan kejahatan Yongki,tetapi itu tidak aku lakukan karena aku tidak berdaya.


"Dasar tua bangka tidak tau diri,suatu hari kau akan kena karma,aku bersumpah itu,semoga apa yang kau lakukan kepada aku tidak akan terjadi dengan anak perempuan kamu" Batin aku dengna kesal bercampur emosi.

__ADS_1


Kini aku membuka pintu mobil dan masuk kedalam,terlihat Maya dan Desy serta Agung yang sudah duduk sembari bercerita,sedangkan Danu masih sempat membelai sayang rambut aku padahal Danu lagi menyetir mobil.


"Eh Yun apa kata bos kita itu,kok dia bisik- bisik" Ucap Desy sambil kernyit dahi dengan nada curiga.


"Oh itu,mbak dia minta oleh-oleh takut kalian dengar,segan katanya" Jawab aku dengan nyplos saja,hanya jawaban itu yang terlintas dibenak ini,padahal aku sedikit gugup.


"Oh iya nya,entar lita beli dodol disana atau lemang" ucap Maya tersenyum kecil.


Mobil berjalan hendak kesebuah kafe yang terletak dikota SR,diperjalanan aku tidak banyak bicara walau rasa hancur ini tetap aku lakoni dengan santai dam sesuai alur.


"Sayang kamu kok diam saja sih?,seperti enggak semangat hari ini !" Ucap Danu ternyata memperhatikan aku sedari tadi.


"Eng-enggak apa sayang,cuaca panas betul" Jawab aku sembari membuka jaket,padahal bukan kepanasan.


"Ac aku kencangi ya"


Ujar Danu sembaru memutar Ac mobil karena melihat aku kipas-kipas dengan tangan,padahal aku hanya mengalihkan saja supaya terlihat natural alasan ini.


Baju yang dibeli Desy kaos tidal berlengan apalagi terbuat dari karet,sesuai dengan tubuh ini terlihat lebih menonjol.


"Sayang pakai ajalah jaket kamu,aku enggak mau dada itu dilihat cowok lain,nanti aku cemburu aku bogem orang,tolong ya sayang kita mau kekafe untuk minum" Ucap Danu sambil mengambil jaket yang aku letakkan diatas paha aku.


"Maaf bang,iya aku pakai jaket aja,lagian ini pemberian mbak Desy enggak enak kalau enggak dipakai" jawab aku sembari memakai jaket jeans.


"Desy laen kali jangan kasih baju gitu sama Yunita" Tukas Danu melirik Desy dari kaca Spion.


"Lah cemburu ya kalau dilihat cowok lain,baju itu lagi tenar ih,iya enggak aku beli lagi yang seperti gitu,enggak ngerti model kau bang" nyinyir Desy sedikit cemberut.


"Huhuhuhu"


Maya hanya melontarkan senyum dan menatap jendela kaca mobil.


Danu memang berlebihan kepada aku,dia tempramen dan possesif sama persis seperti mantan aku Raju tetapi perbedaannya Danu sedikit pendek dari Raju.


Perhatian Danu yang berlebih membuat aku


nyaman,gimana tidak jatuh cinta pada Pria tampan ini sungguh aku tidak mampu menyangkal perasaan hati ini.


Kini kami sudah tiba didepan kafe,Danu mengambil parkir mobil ditepi kanan,setelah mobil berhenti kami turun barengan masuk kedalam kafe dan Bar tersebut.


"Danu...,tidak kau bawa tadi BL ( black label) kita masih ada lagi itu setengah botol" ucap Agung saat berdiri didepan mobil.


"Dimana gung kau taruh sisa minuman kita?" Sahut Danu mencari-cari disetiap sudut mobil.


"Ahk paok kali kau bah,itu didalam tas aku" ucap Agung geleng kepala.


"Aku tidak lihat kampret, jangan merepet kau terus amang tahe" ucap Danu sambil membuka tas kepunyaan Agung.


"Ahk lama kalipun kalian udah capek nih,ayo masuk" nyinyir Maya yang sudah tidak sabar ingin minum dengan santai.


"Sayang aku lihat disinu tidak boleh bawa minuman keras dari luar" Ucap aku saat melihat tulisan warning didepan kafe.


"Oh iya lupa,eh kamu bawa tas masukan nih sayang kedalam" ucap Danu sambil membuka resleting tas sandang aku.


Kami semua masuk kedalam kafe,karena masih pukul tujuh malam sehabis maghrib kafe tersebut masih sepi,hanya beberapa pelanggan yang duduk sambil minum Beer.


"Sepi oik"


"Sabar,entar lagi pasti ramai"


Sahut Maya dengan tersenyum.


Kini kami semua ngobrol masing-masing kebetulan tempat duduk yang kami tumpangi sedikit menyudut dari kafe remang ini.


"May,akhiang enggak datang ?"


Tanya Desy karena merasa tidak enak Maya seoarang diri tanpa pasangan.


"Selow kau,entar lagi dia datang udah aku sms" jawab Maya yang ternyata sibuk megang ponsel sedari tadi.


Sampai jam delapan malam akhirnya Akhiang datang untuk menemui Maya,tetapi jantung ini berdegup kencang merasa tidak nyaman karena Akhiang membawa Ahui juga.


Kini Akhiang sudah duduk didepan kami bersama Maya,sedangjan Ahui duduk berhadapan dengan aku,memang saat ini Ahui hanya seorang diri tanpa pasangan,hati ini merasa tidak enak karena aku pernah tidur dengan Ahui beberapa minggu yang lalu.


"Khiang mailah....elu ada cewek,Wa tidak ada bocenchow lu" Ucap Ahui kepada Akhiang yang merasa jadi obat nyamuk.


"Sabar lho,aku panggil waitres buat lu"


Sahut Maya sambil tersenyum kepada Ahui.


"Sabar teman"


Balas Akhiang jadi serba salah dan bingung.


Pandangan Ahui yang lekat tidak lepas dari aku,aku buang muka merasa aneh dan bingung,Danu ternyata perhatikan Ahui dari tadi sebagai pacar Danu sedikit cemburu karena perempuannya dilirik pria lain,apalagi pria itu duduk dihadapan aku.


"Sayang mata sipit itu lirikin kamu terus?" ujar Danu dengan kernyit dahi dan berfikir.


"Kagak tau sayang,biar aja kalau dia enggak ganggu tidak apa-apa" jawab aku hembus nafas panjang.


Tidak berapa lama waitres datang duduk disebelah Ahui,tetapi Ahui tidak mau,dia menolak waitres yang memakai baju sexy tersebut,Ahui memberi uang kepada Waitres dan menyuruh iya untuk tidak menemani Ahui.


"May...elu orang ****** apa ya,kasih yang udah pernah sama Wa apalagi dia bukan tipe Wa,Wa mau tipe kayak dia" ucap ahui sambil menunjuk kearah aku yang lagi ngobrol bersama Danu.


Kalau jantung ini mau lepas mungkin akan lepas pada tempatnya,karena secara terang-terangan Ahui berbicara dan menunjuk kearah aku,alhasil Danu menjadi berang dan emosi.


"Hahaha koko enggak lihat cowoknya ada disamping" Ucap Maya dengan santai padahal Maya juga takut kepada Danu yang melotot kepada Ahui.


Danu merasa tidak senang pacarnya akan diganggu dan Danu berdiri dari duduknya dengan tangan mengepal kuat,aku tarik tepi baju Danu supaya tidak berbuat onar dikafe ini.


"Sayang,sudah duduk lagi,kita mau heppy kesini" ucap aku yang takut sekali.


"Kesal lihat orang cina itu,udah tau kamu duduk sama aku berdua,seenaknya bicara sambil nunjuk kamu" ujar Danu dengan kesal dan duduk kembali.


"Duh gawat kalau Ahui membongkar aib aku yang pernah tidur dengannya,aku takut Danu mengetahui rahasia ini" Batin aku yang mulai gugup dan ketakutan.


"Sa-sabar sayang,kalau ayang tinju dia jadi ramai,ayang enggak hargai tubangnya Maya?, kalau ayang marah emosi lebih baik kita pulang saja" ancam aku dengan nada serius.

__ADS_1


"Enggak-enggak sayang,iya-iya aku diam saja" balas Danu sambil mengacak rambut atas aku.


Nyali Ahui sempat ciut saat melihat mata elang Danu,mungkin Ahui tidak enak dan Ahui meminta izin untuk pulang kepada Akhiang apalagi semua cewek yang dipanggil Maya tidak cocok dengan kemauan Ahui.


"Khiang kawan kamu pulang tuh !"


Ucap Desy dengan kernyit dahi.


"Sudah biarin aja,kadang sebel lihat tuh orang, milih-milih cewek,Wa pusing minum sama dia" Jawab Akhiang sambil geleng kepala.


"Sabar namanya type pemilih"


Sambung Desy lagi sembari minum satu teguk gelas loki yang ada didepannya.


"Ayo tos toskok suasananya jadi dingin" ucap Agung sambil angkat gelas kehadapan kami semua.


Musik remix disco sudah menyala dengan kencang,Maya dan Akhiang sudah bergoyang didepan kami,Desy jadi tertarik dan menarik tangan Agung untuk bergoyang juga.


Karena aku dan Danu duduk saja lalu Maya datang menatik tangan aku dan tangan Danu untuk berjoged juga,terpaksa aku dan Danu ikut bergoyang ditengah tempat ini,pergelangan tangan aku terus dicengkaram Danu,tidak ada hentinya Danu memeluk aku dengan erat seakan takut kalau aku dilirik pria lain.


Siapa yang tidak jatuh cinta melihat pria possessif ini mengawasi aku terus menerus dari ancaman pria lain,sungguh aku benar-benar damai saat disamping Danu.


"Woiii Danu, woii biarkan cewek kamu joged bebas,apa dia bernafas kau peluk terus,sudah badan kau seperti tiang bambu"


Kata Maya yang memperhatikan aku dan Danu sedari tadi.


"Biarin,sirik ya,sayang enggak apakan?"


Balas Danu sembari mencium sekilas kening aku.


"Enggak apa,tapi sesak dipeluk terus"


Balas aku dengan rasa malu.


"Duduk aja yuk,enggak usah joged lagi"


Kata Danu sambil menarik lengan aku dan berjalan kembali ketempat duduk kami semula.


"Serah abang saja"


Sahut aku yang sudah duduk disamping Danu.


Terlihat semua teman-teman dengan heppy sekali,sementara aku dan Danu duduk santai sembari bermesraan terkadang Maya menarik lengan aku seraya ikut berjoged,tetapi Danu melarang keras dan tidak boleh aku bergoyang tanpa Danu disisi.


"Sayang boleh minum tetapi jangan banyak-banyak" Kata Danu sambil menuang segelas loki kehadapan aku.


"Iya sayang,aku minum dikit kok santai aja" Balas aku dengan tersenyum sembari mereguk minuman sedikit.


"Jangan itu lagi diminum,nih campur cola yang banyak biar jos" Kata Danu sambil menaruh cola yang berlebih didalam minuman keras kepunyaan aku.


"Iya...iya bawel"


Ucap aku merasa tersanjung diperlakukan berlebih kepada Danu.


"Pikir Danu aku tidak tau kalau dicampur cola banyak sama saja minuman balck label aku tidak ada efek alcoholnya,ikuti saja dwh mungkin kemauan dia baik untuk tubuh aku ini" Batin aku antara senang dan heran.


Karena saking bahagianya kami semua tidak terasa angka jam menunjukkan angka satu malam dini hari,serasa tidak ingin pulang cepat dari tempat ini tetapi apa daya kafe ini batas jam satu saja.


"Sayang hari ini kita enggak bisa inap,aku mau piket pagi" Ujar Danu saat berjalan menuju parkiran.


"Iya sayang aku ngerti kok,yuk kita pulang"


Sambung aku dengan tersenyum manis.


Kami semua diantar Danu pulang menuju rumah Yongki,rumah yang sudah menjadi neraka buat aku,andai ada kerjaan lain aku akan pergi dari rumah yang telah melecehkan aku tadi siang.


"Enak kali...tadi hihihi aku senang!!" teriak Maya uang sudah mabuk karena terlalu banyak minum.


"Oaleh...sikawan ini udah teler,aih pasti recok nanti didalam kamar" Kata Desy sambil tepuk jidat.


"Tidak apa sekali-kali dia bisa senang" sambung Danu yang masih fokus menyetir.


"Bukan apa bang,kalau dia mabok pasti ribut terus meludah dimana-mana,jorok betuk"


Balas Desy merasa tidak nyaman Maya mulai mengoceh lagi.


"Sabar mbak ini semua cobaan"


Sahut aku dengan cengengesan saja.


"Enak kali kan woiii cuihhh"


Ucap Maya sembari membuang ludah disembarang tempat.


"Kan betul,duh baru dibilang,ih jijik kali aku kena celana ini, maya argggggh" ucap Desy langsung mentoyong kepala Maya.


"Sabar lho"


Kata Agung meminta tissu kepada Aku yang duduk didepan.


Kini mobil Danu sudah sampai didepan pagar rumah Yongki,setelah kau dikasih uang jajan dan pamit kepada Danu,kini Desy dan aku memapah Maya sampai kedalam kamar.


Aku melihat Yongki mengamati aku dari kejahuan,cepat-cepat diri ini masuk kedalam kamar karena takut bertemu muka dengan lelaki tua yang tidak tau diri itu.


Perlahan aku berjalan masuk kedalam kamar mandi karena aku tidak tahan inin buang air kecil,padahal sebenarnya aku takut sekali dan benar saja Yongki ingin menghampiri aku tetapi langkahnya terhenti karena Maya tiba-tiba datang hendak muntah.


"Huek huekk cuihh"


Maya muntah karena terlalu banyak minum,aku selamat dari rencana jahat Yongki,entah dia mau apa kalau seandainya Maya tidak datang dan masuk kedalam kamar mandi.


Terlihat Desy membawa minyak angin masuk kedalam kamar mandi,sementara aku pijat leher Maya sampai muntah dan mualnya selesai.


"Lihatlah Yun sibondon ini,meludah-ludah dia terus jorok kalau mabuk" Ucap Desy sambil mencurahkan minyak nagin keperut Maya.


"Payah bilang mbak"


Ucap aku yang sibuk membuka pakaian atas kepunyaan Maya.

__ADS_1


Aku dan Desy memboyong Maya sampai kedalam kamar,lalu kami letakkan maya diatas kasur,Maya asyik mengoceh dan meludah terus terpaksa Desy menyumpal mulut Maya dengan kain supaya tidak ribut dan berisik.


Amya sesikit tenang ditepi kasur dan aku berbaring disebelah Desy,teringat pikiran ini ketika terlintas wajah tua bangka itu saat mengancam dan melecehkan aku,sulit aku melupakan kejadian itu.


__ADS_2