Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 112


__ADS_3

Setelah siap kami berbenah diri kini aku dan Andre bergegas naik keatas motor berniat jalan-jalan jauh,diatas motor tangan ini melingkar erat dipinggang Andre.


Entah apa yang ada didalam benak Andre saat ini,kenapa dia membawa aku jalan-jalan ketempat baru lagi,tempat yang belum pernah kami kunjungi saat berdua,daerah simarjarunjung lokasi tidak begitu jauh dari danau toba,ah...kenangan baru lagi muncul disaat akan berpisah dengan Andre.


Aku dan Andre duduk diatas bukit yang tinggi sembari menikmati matahari yang hampir tenggelam,sinar mentari berwarna orange menyinari wajah kami berdua,air mata ini menjadi berkilauan saat aku menatap hampa wajah sendu kepunyaan Andre,perlahan jemari Andre meraih kepalaku untuk bersandar dipundak kanan Andre.Jemari Andre perlahan menyapu air mata yang sedari tadi turun diatas pipi aku.


"Kok menangis terus?,kita jalan-jalan lho,lihat itu indahkan sayang" Kata Andre menunjuk pepohonan yang berjejer didepan kami berdua.


Aku hanya diam seraya anggukan kepala sebagai jawaban perkataan Andre,saat ini berdua dengan kamu Andre tetapi kenapa hati ini rasanya kosong?,dada ini juga terasa sesak menahan kejanggalan dihati.


"Sayang berjanjilah padaku,saat kita berpisah nanti kamu harus jaga diri kamu,jangan mabuk-mabukan terus" Ucap Andre menatap sendu dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan ucapkan kata perpisahan selagi kita berdua disinu" Jawab aku tanpa melihat kedua bola mata indah Andre.


"Maaf sayang,tapi kamu jangan menangis terus mata kamu bengkak itu" Ledek Andre sembari membelai pipi ini sekilas.


Kedua jemari Andre merayap dikedua pipi aku,menatap sendu mata aku yang membalas tatap Andre.Oh Tuhan tolong jangan akhiri hari ini,aku mohon hari ini jangan terlalu cepat berlalu.


"Beautifful,kau selalu tetap dihatiku,gimana aku mau melupakan wajah indah ini" Ucap Andre kecup bibir aku sekilas.


"Kamu juga entah gimana caranya aku bisa melupakan wajah yang mirip syahrul gunawan" Ucap aku dengan tersenyum walau terpaksa.


"Duh jadi naik kuping aku,kamu tuh ya"


Kata Andre sembari cubut mesra pipi aku.


Betapa lembutnya telapak tangan Andre menyentuh pipi ini membuat hatiku nyaman,perlahan bibir tipis Andre menyentuh dan mengulum bibir aku dengan mesradan hangat.Aku tidak ingin momen indah ini berakhir Tuhan.


Hari mulai gelap aku dan Andre saling bergandeng tangan menuju parkiran motor,setelah itu motor berjalan menuju kota P.S kami langsung masuk kedalam kamar setelah sampai,perjalanan hanya setengah jam dari kota menuju tempat pariwisata yang kami kunjungi tadi.


Sampai jam delapan malam kami tiada henti-hentinya berciuman,berduaan tanpa melakukan hubungan seperti biasanya,karena momen ini tidak akan kami kotori dengan nafsu birahi saja.


Tiba saatnya dia pergi pulang kembali mengejar mimpi kluarganya,Ya cinta kami dikorbankan,kami mengorbankan cinta demi kesejahteraan keluarga Andre,ahk sakit...!!


ini terasa pedih...!!.


Lalu aku mengantarnya keterminal Bus besar,


tangis kami pecah diatas sepeda motorku,diapun enggak sanggup pergi,dia berhentikan motor ditempat sepi.


"Brakkk"Andre meninju pohon didekat jalanan sepi itu.


"Kenapa,kenapa seperti ini" ujar Andre yang siap memukul pohon meraih dan memelukku dengan erat.


"Sayang ikhlas,Pay Pay aku,Ya ikhlas,saat ini kita harus ikhlas"Kataku berulang ulang.


"Sayang May Mayku ,ahk sial..hiks hiks"Kata Andre menangis tersedu.


"Sayang ayo nanti paradep habis"kataku mencoba tegar.


Akhirnya akupun mengantarnya keterminal itu,Andre turun dari atas motor.


"Sayang May Mayku percayalah kalau kita jodoh pasti Allah akan memberi jalan"Kata Andre mengecup kening dan bibiku sekilas,tidak perduli orang lain melihat.


"Iya sayang Pay Payku,aku akan menunggu waktu itu,kita berpisah bukan untuk tidak bertemu lagi,aku peracya itu"Kataku mencoba tegar.


Kami tidak malu lagi berciuman,Ya ciuman terakhir darinya mau pun dariku.


"Good bye May Mayku sayang,i love u so much,aku akan selalu merindukanmu sayang"Kata Andre sudah menangis terisak.


"Good bye Pay Payku, i love u to,very very so much,aku juga akan selalu merindukanmu"Balas ku juga menangis.


Pelukannya aku lepaskan aku sorong dia kedalam mobil bus besar itu,cepatlah pak supir bawa dia,aku tidak sanggup lagi pikirku


Akupun menyalakan motorku melihat dia dari jendela bua menangis didalam mobil itu, aku tau cepat cepat aku pergi takut dia meluk aku lagi.


Ya akhirnya aku tinggal dia,lalu air mataku enggak kering kering,banjir air mata membasahi kedua pipi ini,lalu aku berhenti kekedai beli miras biar jangan stres dan lanjut pulang.


Sampai kedalam indekos aku langsung masuk kedalam kamar,semua pada kerja tinggalah aku sendiri.


"Gluk gluk gluk" one shot botol ini pikiranku kosong minum miras ini.


"Gluk gluk gluk" Lalu aku minum lagi dengan sangat sangat Frustasi.


"Aaaaaaa...!!!!" aku triak didalam kamar ini,


mati lebih baik mati saja biar dibilang aku egois. "Praaangg !!" gelas aku campakan keatas lantai,aku sudah lama tidak minum sejak dengan Andre,jadi cepat mabuk rasanya.


Dengan lenggang lenggong aku jalan mengambil pecahan gelas,kaki aku berdarah tak terasa lagi menginjak beling kaca.


"Traas..sraat srat" Beling kaca menggores tanganku,aku lukai tanganku sendiri,patah hatiku berulang kali,kali ini aku enggak sanggup menahan cobaan ini,luka hati ini berpisah dengan Andre.

__ADS_1


Ya Allah penderitaanku kenapa bertubi tubi datang,Darah terus mengalir diurat nadi tangan sebelah kananku,sampai gelap pandanganku.


"Tok tok tok tok"


"Yun buka pintu,aku baru pulang dengar kau berteriak,cepat buka apa yang kau lakukan?"Tukas Celsi khawatir.


Karena enggak ada jawaban didalam kamar ini koko Celsi mendubrak pintu kamar.


"Gubraakk" Pintu kamar akhirnya terbuka lebar,mereka jadi khawatir melihatku yang frustasi.


"Aih Yun,kos ini banyak setannya ya,semalam Dina minum baygon,sekarang Yinita mengiris tangan,luokong cepat hidupkan mobil kita kerumah sakit keknya lukanya dalam"Ujar Celsi pada kokonya.


"Ah gila kawanmu Honey,Ok cepat biar aku kemobil"Balas Koko Celsi berjalan arah mobil.


Mobil pria cina itu membawaku menuju rumah sakit terdekat,menelusuri jalanan sampai didepan rumah sakit tersebut.


"Percobaan bunuh diri ini,kok bisa mulutnya pun bau minuman,ada ada aja"Kata Suster lirih.


Aku tersadar dari mabuk dan melihat tanganku diperban lima jahitan.


"Syukur kau dibawa cepat cepat,kalau enggak kau lewat Yun,nadimu banyak keluar darah"Kata Celsi wajah cemas.


"Makasih ya Cel,aku khilaf mungkin karena mabuk"Balasku suara lemah.


"Mangkannya jangan minum gara gara apa?, pasti calon dokter itukan,Yun hidupmu masih panjang, masih ada yang menantimu seorang pria dimasa depan".Balas Celis.


"Hikss hikss hikss..maaf Cel"Kataku menangis seunggukan.


"Yok kami antar kau pulang,aku bantu membersihman beling beling kaca dikamar kamu,kakimu juga kena pecahaan kaca jalan pelan aja" Ucap Celsi memapahku keluar dari rumah sakit.


"Administrasinya Cel aku belum bayar"Kataku hetan.


"Ahk nanti itu sudah diurus koko aku, nanti aja itu"Balas Celsi.


Lalu Celsi dan kokonya mengantarkan aku kekos,dia juga membantuku membersihkan pecahan gelas dari kamar aku,terlihat Dina baru pulang kerja terkejut.


"Ada apanya,kok berserak gini kamar kakak?"Tanya Dina masuk kamarku.


"Samalah kayak kau Din,Hahahah kemaren kau minum baygon,ini mengiris tangan , hemm.. lemah kalian"Jawab Celsi.


"Hah kak Yun,aih gila kau kak jadi gimana Cel?" Kata Dina memperhatikan tangan kananaku diperban.


"Dijahit itu lima jahitan,udah enggak apa jangan lupa minum obatmu Yun"Kata Celsi.


Celsipun pamit pergi karena mau kewarnet sama kokonya,sedangkan Dina menungguiku didalam kamar takut dia aku nekat lagi dan buat aneh lagi.


"Jadi kakak kalian udah berpisah?"Tanya Dina penasaran.


"Sudah,aku harus ikhlas dek,walau batin menjerit"Jawabku menelan ludah pahit.


"Sabar ya kak kami disini kak mendukung kak"Kata Dina.


"Iya dek aku udah tenang"Kataku lagi.


Aku menutupi kegalauan ini dada hal udah hancur kali kurasa hariku ini.


"Coba kak dibantai kerja besok fokus cari uang kak,biar bisa kak move on"Kata Dina.


"Ya Dek enggk apa kok,aku coba"Kataku lagi.


"Aku kerja dulu ya kak,bisakan kak sendiri entar kalau aku pulang kita nonton saja"Tukas Dina.


"Ya dek pergilah kerja ,jangan gara gara aku kau enggak kerja"Kataku.


Dina pun pamit untuk kerja karena sudah waktunya mengkais rezeky,sedangkan aku terkapar disini merenungi nasibku.


Aku rasa dia sudah sampai semoga Andre bahagia dengan impiannya,impian keluarga Andre,mungkin dia bukan jodoh ku.


********************************×


Esoknya aku udah mulai bangkit,aku akan kerja dan kerja mengumpulkan pundi pundi uang.


Media sosialku aku terus banyak yang inbox , dari orang iseng,cowok yang ganggui,aku tak perduli,tapi ada satu cowok yang ajak jumpa.


Namanya Tino dia ingin berteman teman saja untuk mengobati luka hatiku,akupun mengajak Dina sore ini bertemu padanya.


"Kak Yun aku temani kau ya,biar kau enggak stres lagi"Kata Dina.


"Iya dek,katanya dia ditanah lapang ajak nongkrong"Balasku.


Sepeda motorku melaju kearah tanah lapang dengan cepat,mataku melihat seorang pria menunggu ditempat janjian.

__ADS_1


"Hai,kamu kak Yunita?,cantik sama dengan foto FB nya"Tukas Tino.


"Iya aku Yunita,ini temanku Dina kami duduk Ya".Jawabku langsung duduk diatas kursi.


"Ya duduklah ,ini memang untuk kalian aku sediakan".Jawab Tino.


"Kak Yun dia manis lho" Bisik Dina.


"Huss,ini kawan kawan aja dia udah ada pacarnya" Kataku lagi.


"Eh pesan minumlah kak Yun,Dina juga"Kata Tino.


"Heem manggil Dina,emang tahun brapa lahir?"Kata Dina.


"Haha iya kak,ya maaf aku sok dewasa tahun 90 an aku kak e"Jawab Tino.


"Iya enggak apa kok,aku jadi muda lagi"Kata Dina sumringah.


"Aku pengagum kamu kak Yun,api diFB baru baru ini,kenapa statusnya galau?"Kata Tino.


"Sedang suntuk aja,biasalah"Jawabku.


"Kirain entah kenapa kenapa,jadi aku ajak jumpa kakak"Balas Tino.


"Pesen lah minuman kami,lalap ngomong"Kata Dina.


"Dih kak Dina ni galak,sabar ya kak biar aku pesan"Balas Tino.


"Oh iya mau minum apa?"Tanya Tino kepada kami berdua.


"Jus jeruk aja" Dina


"Aku jus Baygon" Yunita.


"Haaaha ahaha gila kau kak,kau nyindir aku kamprett" Balas Dina.


"Ahahha, jus baygon buat sendiri lah kk"Kata Tino.


"Ya udah Jus pokat"Balasku lagi.


Lalu kami cerita cerita sama Tino,Dina terus tanya tanya,dimana rumah Tino lah ini onolah cerita mereka enggak masuk keakalku,aku rasanya hampa.


"Melamun aja" Ujar Dina sambil mengusap wajahku.


"Kak Yun minumlah,kami cerita kok kek sedih gitu" Kata Tino.


"Iya maaf,ini aku minum" kataku.


Hari udah mulai sore kami pun pamit pulang sama Tino sewaktu mau pulang,Tino mendekatiku.


"Kak Yun mata kamu bengkak,kau galau ya, nanti malam kalau kau masih galau kita minum disini, aku tau kak curhat aja samaku"Bisik Tino.


"Percuma bisik bisik ,aku dengar lho"Kata Dina.


"Wih kak Yun ,kawanmu galak,iya kak Dina nanti malam ikut ,itu kalau kalian mau"Balas,Tino.


" lihat nanti malam ya ,kalau kami gak kerja" ujar ku .


Kami pamit pulang melaju kearah kos,didalam perjalanan Dina ngoceh ngoceh terus buat aku pening,sampai didalam kos aku parkirkan motor ini.


"Kak Yun nonton yok dikamarmu,sambil makan cemilan" Ajak Dina.


"Mau nonton apa?"Tanyaku.


"Kita lihat dulu mau nonton apa heheh"Kata Dina.


Aku ajak Dina nonton Film horor,Sidina paok ini kalau nonton berisik banget,menyebalkan.


"Bunuh,bunuh lari lari !!" Teriak Dina melihat adegan pembunuhan.


"Bising kali kau ahk,ini nonton apa dengarkan kau ngomong"Kataku risih.


"Iya iya kak maaf" Kata Dina.


"Buaammm !!!" siaran musik Horornya membuat Dina terkejut.


"Aaaaaaa ih serem !!!" Teriak Dina dikupingku.


"Pantatt bising kali kau hum" Kataku.


"Serem kali lho kk, jadi kunti dia"Kata Dina fokus menonton.

__ADS_1


Sebenarnya aku tidak fokus menonton hatiku hampa masih ingat hal Andre,banyak banget kenangan bersamanya,Ah pedih banget berkorban cinta ini demi kebaikan masing masing.


__ADS_2