Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 115


__ADS_3

Sebulan berlalu mengenalnya tetapi tidak ada perkataan cinta darinya,sepertinya harus aku yang mulai dan menggodanya,agar dia merespon,dia pemuda kurang peka jadi mesti aku yang harus agresif,siang ini aku mengajak dia jalan,dia menyetujuinya kini aku sudah berhiasa diri dengan secantik mungkin.


Lima belas menit telah berlalu dia akhirnya,datang dan buru buru membukakan pintu rumah untuknya.


"Kelamaan ya?, maaf ya" Kata Juan lalu iya turun dari atas motornya dan berdiri didepan pintu rumah indekos aku.


"Ah enggak,ayo kita ketanjung" Jawabku dengan riang,lalu aku kunci pintu rumah.


"Ahk siap nyonya Yunita" Balas Juan berjalan kearah motornya dan naik keatas.


Motor Juan membawa kami berdua kelokasi tanjung,ya tanjung nama sebuah terminal lama dikota ini,disana tempat geng anak anak main untuk balapan,terminalnya sudah lama mati,tempat itu dijadikan adu balap liar dan tempat kencan juga.


Saat kami tiba disana banyak pemuda pemudi berlabuh hanya untuk kencan,kami langsung masuk kedalam tanah lapang,tangan Juan matikan mesin motor dan mengambil parkira ditepi tanah lapang tersebut.Aku masih duduk diatas sepeda motor,sedangkan Juan berjongkok dibawah sepeda motornya.


"Kok jongkok,sini duduk masa aku diatas" Kataku sendiri dengan tersenyum manis.


"Ah aku canggung,ia aku duduk juga"Balas Juan berdiri dari duduk dan mengambil duduk disampingku.


"Kamu berapa kali pacaran?"Tanyaku penasaran pada Juan.


"Dua kali, itu sewaktu aku masih sekolah, udah lama putus,hampir setahun !"Jawab Juan mengenang masa lalunya.


"Pacaran jenis apa?,apa udah mesum? Hehehehe" Kataku dengan manja sambil cengengesan.


"Kami jalan jalan berdua,ahk seperti remaja biasa hanya berciuman bibir,oh iya kenapa tanya itu?" jawab Juan penasaran


"Enggk ingin tau aja,apa tidak ingin pacaran lagi?" Tanyaku lagi.


"Ahk belum kepikiran lagi,saat ini aku hanya mencari uang saja untuk opung aku !" ujar Juan .


"Ow gitu,kalau aku suka padamu gimana?"tanyaku yang mulai berani.


"Hemm emang kamu suka padaku?,mana mungkinlah gayamu yang cantik suka sama cowok biasa kayak aku,agian kita beda agama" Jawab Juan dengan wajah sedihnya.


"Kalau kau bersamaku,gayamu akan berubah aku senang sekali,beda agama enggak apa apa selagi saling melengkapi".Jawabku lagi sambil menggoda Juan.


"Kamu menembak aku ya?,kok terbalik Aahahah,aku udah lama ingin menyatakannya sama kamu,tapi aku enggak pede" Balas Juan tertawa renyah kepadaku.


"Sekarangkan udah tau,apa kamu mau mencobanya?!" Sambungku lagi.


"Kalau kamu mau,aku mau denganmu,tapi tau lah aku yang miskin enggak bisa memberikan apa yang kamu mau,maaf ya !" jawab Juan lagi.


"Ah aku bukan cewe matre,ada ada aja!" kata aku dengan mendengus kesal.


Aku sengaja jadian dengannya,supaya bisa Aku move on dari Andre,Aku belum mencintainya hanya masih sebatas kagum saja melihat wajahnya mirip sama Raja,


apalagi melihat mata itu,Aku seperti kembali kekenangan Aku yang dahulu,Ow Raja aku jadi merindukannya kalau melihat mata Juan yang cokelat ini.


"Aekarang sudah resmi jadian,kamu enggak cium aku ?!" Kataku dengan niat bercanda.


"Mem malu,muach"Juan dengan malu mencium pipiku sekilas.


Cih memang diperan ini aku yang harus jadi pemeran prianya,dia pemeran wanitanya,tingkahnya seperti anak kecil manja juga iya.


"Mem makasih" kataku dengan tersenyum kecil.


"Ia Sayang" Jawab Juan mulai berani.


Dia manggil sayang sudah mulai masuk kegenggaman Yunita,janda beranak satu ini Hahahaah !!,setelah jadian dia mulai tidak canggung,mulai membuka diri kepadakux bicaranya mulai banyak lumayanlah ada perkembangan,sepertinya aku harus banyak mengajari dia beberapa hal.


"Udah mulai gelap pulang yok !" Kataku


"Ah ayo,nanti malam aku jemput kamu kerja ya" Sahut Juan dengan tangan memutar kunci kontak motornya.


"Ok Sayang" Jawabku dan setelah itu iya melajukan motor kearah indekos Aku,dia mengantarkan aku.


************************************


Seminggu jadian hanya kata sayang saja, lalu cium pipipegangan tangan itupun aku yang mulai duluan,percintaan yang aneh pikir Aku,tetapi itu hanya biar bisa move on dari Andre saja.


Malam ini Aku sering kerja dikaraoke L.A, sejak dengan Juan entah kenapa rezeky Aku berlabuh kesana terus,bisa dibilang Juan membawa hokky bagi yang percaya.Juan pulang kerja jam satu malam,kalau aku belum pulang Juan dengan sabar menungguku.


"Enggak lamakan Sayang?" Tanyaku pada saat aku keluar dari ruangan karaoke.


"Enggak,ayo kita kemana lagi ?" Jawab Juan dengan kaki engkol sepeda motornya.Lalu aku naik keatas motor dan motor melaju.


Semua sudah kami telusuri tinggal tahap hotel yang belum Hehehe,otak mesumku terus datang saja,tapi aku takut tidur dengan Juan,Entar dia kira nanti aku mau nafsu saja dan mengambil perjakanya aku serba salah Hahaah !!!.


"Semua sudah kita jalani,akupun enggak tau mau kemana lagi,hem malam ini bisa kamu bobok denganku,aku kesepian" Kataku dengan berterus terang.

__ADS_1


"Oh boleh" Jawab Juan yang masih fokus membawa motor.


Kenapa cowok ini mau?,sebenarnya aku niat bercanda,tetapi dia langsung mau,kini sepeda motor Juan sudah terparkir dibasemen hotel,lalu Aku cekin keruangan receptionis.


"Sini masuk,Sayang kok seperti tidak senang kamu?" Kataku saat sudah didalam kamar hotel.


"Aku takut sayang,baru kali ini aku pacaran kehotel" Jawab Juan yang berjongkok didepan pintu hotel,membuatku sedikit kesal.


"Kalau kamu takut kita tidur aja,aku hanya ingin pelukan," Jawabku yang sudah duduk ditepi ranjang.


"Jangan ngambek ya,aku masuk nih"Sahut Juan dengan langkah masuk kedalam kamar.


Dengan ragu dia masuk dengan aku dikamar hotel ini,aku lagi tiduran diatas sofa,lalu dia duduk disamping aku membuatku duduk dan melihat dai dari dekat,kini tanganku memegang dadanya.


"Kamu kok deg degan?"Tanyaku dengan heran.


"Ah enggak apa biasa aja"Juan jadi canggung dan kikuk.


Tanganku menarik kepalanya untuk aku cium dan ciuman pertama kami pun terjadi,aku yang mencium bibir nya yang merah lebih dulu,lalu aku pandu dia keatas ranjang,aku buka bajunya,aku buka celananya lalu badannya gemetar karena aku terlalu berani,kulitnya putih bening kalah dengan kulit aku.


lalu aku cumbui dia,dia diam aja seperti patung gitu.


Kali ini peran aku jadi pria lagi,aku yang mencumbui dia,dia seperti patung dewa seperti tidak bernafsu,tetapi saat aku pegang juniornya nyatanya tegang berdiri ahahaha!!.


Pakaian kami sudah terlepas semua,jantung dia kencang sekali,aku jadi enggak tega mengerjai anak anak.


Kucium dengan liar bibir nya,lehernya,dadanya,sehingg nafas dia mulai memburu,lalu aku sentuh Rudal itu berukuran sedang tapi belum dipotong alias belum disunat.Ya Junior dida enggak pakai helm masih kuncup.


Saat Aku buka kulit ari Rudal Juan munculah helmnya itu,Juang langsung mengerang sakit karena kulit bawahnya masih lengket,sakit katanya karena belum pernah disentuh orang,belum pernah senjata itu mendarat ke liang manapun.


Dengan liar aku menungganginya " jlebb" senjata itu masuk keliang Aku,lalu aku goyang dengan kencang, "Ahkkkk " dia merintih kesakitan dan membuatku jadi takut,aku lepaskan senjatanya dari liangku ternyata senjatanya berdarah.


"Sayang kok berdarah anu mu?" Tanyaku dengan birahi yang sudah mati.


"Tali kulit yang bawah pecah kamu goyangnya kuat sekali,kulitnyakan lengket aku belum pernah gitua" Kata Juang yang terduduk lemas dengan rasa meringis sakit.


"Pergi sana cuci,hedew maaf ya" Kataku merasa tidak enak.


Kasihannya anak orang aku ajari sexx malah berdarah buat nafsu kupun mati.


"Sayang enggak usah lagi lah,bobok sini" Kataku saat melihat Juan keluar dari kamar mandi sehabis mencuci.


"Maaf ya" Kata Juan lalu berbaring disebelahku.


"Perih dikit,darahnya udah enggak ngalir lagi kok" Kata Juan lagi.


"Bobok ajalah" Kata singkatku.


Kami sudahi niat bermain tadi,kini kami tertidur pulas,pagi subuh sekitar jam empat aku terbangun,aku lihat dia tertidur lalu aku elus wajahnya,gantengnya kasian jika aku jadikan pelampiasan nafsuku supaya melupakan Andre.


Saat tangan Aku mengelus wajahnya dia jadi terbangun dan senyum lesung pipit kedua pipinya terlihat olehku,membuatku jadi tambah birahi lagi.


Kali ini kami lakukan lagi karena tidak pedih kata Juan,aku cumbuin dia dengan mesra,aku pandu dia menghisap dadaku,rudal itupun berdiri tegak siap masuk keliang surgaku.


Kali ini aku yang dibawah aku pandu dia,


lalu dia menurut saja " jlebbb" rudal itu dengan lembut masuk keliang aku,dia mengoyang pelan pelan dan kaku,aku maklum saja karena dia baru belajar.


Aku mulai bernafsu saat aku pandu dia agar menggoyang lebih cepat naik turun, "Eguh" Aku melenguh saat dia mencepatkan goyangannya, badanku mulai mengejang sampai kepuncak yang indah.Juan juga sampai puncaknya.Sepertinya aku sudah seperti janda setan mengambil perjakanya malam ini.


"Sayang enggak nyesal kita main begini?" ujar aku saat memeluk dia diatas ranjang.


"Untuk apa menyesal yang udah terjadi,kan kita sama sama mau"


"Iya kirain kamu enggak enak hati,dan menyesalinya" jawabku lagi.


"Asal kamu setia padaku,aku akan slalu disampingmu"


"Makasih ya sayang" Aku langsung mengecup mesra kening Juan.


********************************


Semalam kami langsung cek out dari hotel tempat saksi bisu kami bercinta,kini aku jam satu siang menunggu kedatangan Juan kembali,tidak berapa lama dia datang menjemputku dan kami langsung pergi.


"Sayang kita kemana?" Tanya Juan dengan fokus membawa motor.


"Ikuti aku,kita jalan dulu sayang" Jawabku.


Saat melewati sebuah Toko Distro aku menyuruh Juan untuk rem sepeda motornya,karena niatku membeli sesuatu untuk Juan.

__ADS_1


"Sayang kita kok kemari?" Tanya Juan Heran.


"Ikuti sajalah,aku mau buat kamu sayang seperti oppa oppa korea"


"Jangan sayang,aaku enggak mau,aku enggak mau dibilang orang berondong hanya untuk uangmu saja" Ujar Juan cemas.


"Tenang sayang,aku yang mau sendiri,aku mau merubah penampilanmu biar orang dikaraoke tau,kalau aku mau sama kamu bukan untuk pemuasku saja" ujarku .


Aku paksa dia trus trusan ,akhirnya dia mengalah,aku borong yang ada didistro itu kaos alla korea,celana semua ada 4 pasang .


Setelah itu aku paksa lagi dikesalon untuk merubah rambutnya yang belah samping,kini kami didalam salon.


"Aih maek ganteng kali berondongmu macam oppa korea" bisik Bencong salon


"Huss buat dia keren ya,biar mirip Suju super juniorkan mirip dikit" ujarku.


Waria itu sudah sibuk pangkas rambut Juan,ada beberapa menit rambut Juan sudah siap dirubah dan dipotong.


"Wow,enggak culun lagi maek Yunita,sayangmu udah mirip oppa Suju,dari mana kau dapatkan berlian ini sayang" bisik Bencong salon.


"Huss nanti dia dengar" ujarku lagi.


Dia berubah total mataku tidak lepas dari perubahannya melihat dia, mata cokelatnya dia bersinar,dia bahagia kelihatannya,dan dia melihatku dengan senyum.


"Aduh Yunita sayang ada lesung pipinya ,tambah manis dan berkelas,kalian cocok cantik dan ganteng, serasinya"Ujar Bencong salon terkagum.


"Huss udah nanti naik kupingnya maek"Balasku.


Kami Keluar salon diatas motor kami jadi pusat perhatian wanita,anak sekolah matanya melirik cowok yang satu ini.


"Sayang kita kemana lagi?"Tanya Juan.


"Makan diresto"Jawabku.


Dia penurut kemana aku suruh dia mau ,kelaut pun aku suruh nyebur dia juga mau,


ahahahahaahah,lalu kami makan diresto tapi jadi pusat perhatian juga,nampaknya aku harus waspada siapa tau berondongku yang satu ini direbut orang .


***********************


Malam harinya Juan menejmputku,aku lagi duduk bersama Dina temanku didalam kamarku.


"Wah kak itu siJuan makin ganteng tenan wah kau berhasil kak merubah dia!" ujar Dina kagum.


"Iya dong,siapa dulu ini guru privatnya ahaahah"Balasku.


"Pasti udah kau mainkan kak, mata dia berbinar binar aku lihat ,seperti bahagia sekali" ujar Dina .


"Dia nurut lho Din,kemana aja aku bawa ok ,semua ok"Jawabku.


"Kau memang ditakdirkan sama brondonglah kak tapi berondong seperti dia,kau bisa buat dia kecintaan,dari pada kau sama Pria seumuran tapi penipu semua ,lebih baik kau cari yang culun dan kau rubah,contohnya Juan aih aih" ujar Dina panjang lebar


"Kamprett...,aku mulai sayang kok sama dia, karena dia penurut sepertinya aku udah mulai move on dari Andre"Kataku.


"Baguslah kak,aku mandi dulu ya kak, duluan aja sama Juan Heheh"ujar Dina masuk kekamarnya.


Kakiku melangkah menghampiri Juan yang lagi menungguku didepan rumah indekos.


"Lama sayang papaku"Tanyaku girang.


"Iih manggil papa,ia sayang mamaku" ujar Juan dengan mesra.Lalu aku naik keatas motornya,lalu Juan melajukan motornya.


Akhirnya sampai dikaraoke L.A karyawan karaoke heboh dengan penampilan Juan yang baru.


"Iih anak mama berubah" ujar Diana dengan kagum


"Wah pangkas dimana Juan?"Tanya Bartender.


"Ahk biasa aja bang pangkas disalon sama istriku".Jawab Juan senyum senyum .


"Wah istri ahaha,Yunita cepat kali kau ajarin anakku ini waduh"Kata Diana terkekeh.


"Enggak apa mam yang penting dia jadi tambah ganteng"Balasku.


"Ayo masuk ktv ada yang mau minta cewek, Juan kamu jangan cemburu ya ,dia cuma nemani nyanyi aja" ujar Diana .


"Siap mem Diana"ujar Juan,saat aku mau masuk kedalam KTV Juan menghampiriku sebentar.


"Sayang janji ya jangan mau dipeluk peluk Om Om didalam" bisik Juan.

__ADS_1


"Hemm kamu sudah mulai cemburu ya, tenang sayangku aku setia kok" ujarku malu malu.


Ya,mungkin karena dialah aku bisa move on dari Andre semoga saja hubungan ini tidak berakhir menyedihkan juga.


__ADS_2