
*Masih diwarung misop*
Setelah misop dibungkus,kami pamit sama penjual misop,diperjalanan kami sedikit ngobrol,pelan-pelan tangan Anto menarik tangan Aku dan menggandengnya buat aku terkekut dan bingung,jantung aku mau copot,
wajah aku memerah dan sesekali aku melirik Anto yang tenang saja tanpa ada kata-kata.
"Kenapa dek?,kamu terkejut?,abang mau tanya sama kamu,apa pernah Radit berbuat macam-macam sama kamu?" Ucap Anto yang masih menggandeng jemariku sembari berjalan seiringan.
" deg "
Aku terkejut apa dia tau soal Radit malam itu?
Apa yang harus aku katakan,aku takut Anto marah dan bertengkar dengan Radit.
"Enggak ada,dia baik" Jawab aku singkat tapi padat.
"Bagus, lain kali hati- hati kalau dia berbuat aneh sama adek,soal dia dari dulu mesum dijaman kami sekolah,tapi dia takut sama aku" Sahut Anto sambil tersenyum memandang lekat Aku.
"Ya iya lah takut,secara badan abang sudah seperti ajudannya presiden ahahah" Tanpa sadar aku tertawa membuat Anto ikut tertawa.
Disepanjang jalan Anto tidak mau melepaskan genggaman tangannya padaku. Entah kenapa aku menurut saja,sesampai dirumah kami disambut dengan Radit yang super kesal.
"Lama kali kalian datang,nikung dulu kalian?" Ucap Radit bernada curiga.
"Eh kampret adek kami itu ya,kotor melulu pikirkan kau" Sambung Jaka yang tidak terima.
"Berisik kalian dua,disana itu tadi lagi ramai pengunjung,jadi antri sudah jangan berdebat ayo dimakan" Anto sembari menyodorkan bungkusan Misop.
Kami makan misop bersama sambil ngobrol diruang tamu ini,Aku dengar juga obrolan mereka Radit tidak tidur dirumah karena ada kepentingan mendadak,baguslah aku bisa tidur nyenyak tanpa perlu waspada.
Radit pamit pulang setelah malam semakin larut,aku juga sudah masuk kedalam kamar, sedangkan Anto dan Jaka tidur diruang tamu.Sewaktu tengah malam aku terbangun karena sesuatu telah terjadi,padahal aku sebelumnya tidur dengan nyenyak.
"siapa ini?,apa Radit mesum balik lagi, tidur dirumah uak?,kurang ajar benar pasti dia mau mencium aku lagi disaat tidur" Batinku berkata.
" Dek bangun "
Bisikan suara pria dikuping,sepertinya bukan warna suara Radit,aku kenal suara ini walau aku masih baru disini. Saat aku membuka mata diri ini terkejut habis.
" deg deg"
tidak aku sangka- sangka mata yang besar bening tetapi sayu- sayu menatap aku penuh cinta,begitu dekat wajah pria ini dari paras wajahku.Dia bukan Radit tetapi Anto.
"Sssst jangan marah sayang , abang cuma ingin lihat kamu,enggak lebih enggak kurang" Kata Anto yang duduk ditepi ranjang,sementara aku masih terbaring.
" Abang nyelinap kesini mau apa?" Balasku dengan nada pelan.
" Aku memang pura-pura cuek dari pertama ketemu , tapi sekarang aku enggak tahan lagi. aku juga enggak tau kenapa perasaan aku begini,padahal aku sulit jatuh cinta" Bisiknya padaku.
"Apa semua laki-laki dikamping Uak memang begini,apa kumatnya begini?,benar-benar gila" Batinku berkata terus.
" Hah ...enggak salah,abang keluar deh aku takut Uak terbangun,lagian aku sudah ada pacar" Ketusku sambil buang muka.
" Aku enggak perduli mau ada pacar mau enggak,yang penting aku suka " Anto tersenyum nakal padaku.
" ada ada saja "
Aku ingin sih teriak tapi aku tidak mau, aku wanita yang plin-plan suka mencoba -coba,
jiwa penasaran aku slalu tidak bisa aku kontrol,apalagi aku melihat mata Anto yang sayu-sayu,Mata yang besar berukuran orang India tetapi sayu.
Lama kami bertatapan entah apa yang Anto fikirkan tentang aku, sedangkan aku heran bercampur bingung,bingung kenapa sepupu aku juga gila padaku.
Aroma tubuhnya yang wangi membuat aku bergairah,Aku tak kuasa saat dia merasakan Bibir ini,aku menikmati itu sih,tapi aku berusaha tenang.
"Adik Fikir aku tidak tau malam itu Radit menyelinap kekamar ini" Kata Anto yang membuat aku Syock.
"Sumpah abang aku tidak aneh-aneh dengan dia" Kataku sembari ketakutan.
"Lain kali tolak dia dengan kasar,bibir ini, wajah ini sekarang adalah milikku siapapun mnyentuhnya akan aku giling" bisik Anto ditelinga aku.
" Abang kenapa begini dengan aku?,
sejak kapan abang suka?" Kataku berterus terang,karena aku ingin kepastian.
" Sejak kau curi-curi pandang dengan Radit,entah kenapa aku jadi aku cemburu tau" Jawab Anto padaku.dia sambil mencet hidungku.
" Janji sama abang,kamu hanya milikku sekarang,putuskan pacar kamu,aku mampu membuat kamu bahahgia " bisiknya lagi.
Aku diam saja dengan ucapan yang iya lontarkan,Jujur aku sedikit kagum dengan ketampanan yang iya miliki tapi bukan berarti aku harus miliki dia,aku sadar dia sepupu aku.
----------------------------------
Siang harinya aku jadi beda dengan Anto jadi lebih bergetar bila bertemu, berjalan dirumah dari dapur ,ruang tamu perasaan apa ini?.
Aku jadi gila juga karena perasaan aku tidak bisa aku sembunyikan,tolong buang jauh-jauh rasa ini Tuhan.
Tapi Anto bisa biasa saja didepan Uak dan Jaka,sementara aku sedikit menonjol, Aduh alu takut Anto tau kalai rasa ini ada.
Saat aku didalam kamar sehabis mandi,aku menyisir rambut ini dicermin, sesosok Pria datang tanpa aku undang.
" Sayang wangi sekali " Kata Anto padaku.
Aku terkejut dia memeluk aku dari belakang dan bebisik sambil mencium pipiku,Aduh gimana aku mau menjahui dia kalau cara dia begini padaku.Membuat aku tak berdaya.
__ADS_1
" Nanti malam kita jalan-jalan ya kekota ,aku akan bawa kamu kesana,enggak mau kerumah Radit,aku cemburu kalau dia menatap kamu" Bisik Anto sambil memelu aku erat dari belakang.
Aku angguk kepala saja,padahal aku punya wijaya,.tapi belum tentu Wijaya setia,
aku juga belum kenal betul sifat asli Wijaya.
Sedangkan Riandi mungkin sudah melupakan aku.
----------------
Malam tiba
Anto membawa aku kencan malam ini,kami pergi kekota,bahagia sih aku senang.Saat ini kami berada diwarung bakso. selesai makan bakso terjadi insiden enggak enak.
" Brot brrot brot "
"ih jorok banget abang kentut disini banyak orang buat aku mati rasa saja,ini warung makanan tau" Aku merepet karena Anto sembarang kentut dimana saja.
"Sssst abang enggak tahan lagi,cuma kamu yang dengar" Kata Anto melihat muka belakang.
"Jadi mati rasa aku lihat cowok satu ini Mulut sama bawah nya asal keluar saja, tidak bisa dikontrol jaadi buat kacau suasana, Riandi dengan Wijaya saja tidak pernah aku dengar suara kentutnya, kenapa yang satu ini beda"
gumam aku dalam hati .
" kamu marah dek ? kok diam tiba tiba" Kata Anto yang ternyata perhatikan aku dari tadi.
"Abang buat ielfil tau, kalau mau kentut menjauh dariku,hus...sana" Kataku sambil buang muka karena kesal.
"Dokter saja tidak melarang huh" Anto mendengus kesal.
"Biarin !"
Kami berjalan menuju rumah, jalanan sudah sepi karena malam semakin larut.
"Kamu capek dek? soal jalan kita masih jauh lagi" kata Anto saat menggandengku.
"Abang lihat aku capek enggak?, kita sama jalan ya abang taulah pasti capek" Kataku Sambil nyinyir.
"Wih ternyata cerewet sama seperti mama aku,galak ih" Kata Anto sambil berhenti jalan.
"Lho kenapa abang jongkok,abang marah ya" kataku heran dan bingung.
"Naik kepunggung aku,cepat nanti aku berubah fikiran" kata Anto menepuk punggung nya,berharap kalau aku mau.
Aku nurut saja karena memang sudah lelah berjalan,digendong Anto dari belakang aku jadi bisa tau aroma tubuhnya, aku sandarkan kepala ini dipunggung Anto yang besar.
"Turunkan adek,kita entar lagi sampai,nanti tau abang Jaka sama Uak gimana?" kataku sambil ketakutan.
"Biarin, aku tidak mau lihat kamu capek, Uak sudah tidur kalau jam segini,Jaka juga kalau enggak ada kawan ngobrol dia cepat molor" jawab Anto sambil tersenyum.
Sewaktu aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Anto duduk dikursi meja makan sambil senyum senyum menatap aku.
Tangannya memanggil aku memberi kode untuk duduk dipangkuannya. Aku tidak mau karena takut kepergok oranv yang ada dirumah ini.
"Aku sudah ngantuk abang" Kataku sambil berdiri didepan Anto.
Anto menarik lengan aku seketika tubuhku jatuh kepangkuannya,aku tak berdaya.
"sebentar saja peluk aku" kata Anto sambil belai rambutku.
"Nanti dilihat orang abang" Ucapku malu-malu.
" Wah itu yang abang suka" Kata Anto yang nyeplos seakan tidak perduli.
Duduk dipangkuan Anto dan memeluk dada bidangnya yang lebar membuat aku nyaman sekali,seperti aku dilindungi oleh dia nyaman banget rasanya.
" Cantik....,semakin dipandang lama enggak bikin bosan,dilihat sekilas cantik,dipandang lama semakin manis " bisik Anto.
"Ih sudah deh,aku ngantuk" tangan aku reflek menutup wajah aku.
"Jangan ditutup wajah kamu, pemandangan indah gini kok ditutup ".Bisik Anto sambil meraih tangan aku yang menutupi wajah.
"Ya sudah kalau ngantuk" kata Anto karena sudah puas menggodaku.
Anto mengantarkan aku sampai kedepan pintu kamar,lalu Anto kecup mesra kening ini. Romantis banget.
" Abang enggak mau pisah, ingin keloni kamu tapi kita belum resmi" bisik Anto.
"Hoam... lebay terus" kataku sambil pura-pura menguapkan mulut.
"Hem....tidur sana"
Akhirnya aku masuk kedalam kamar, lalu tertidur dengan damai sekali.
------------------------
Pagi harinya Murni membeli ketupat karena nanti malam sudah malam takbir.Besok hari kemenangan tiba.
"Mak ini ketupatnya diisi ketan banyak?" kata Jaka yang duduk bersama ketupat-ketupatnya.
"hemm....Iya, enggak sekalian aja kau masukan sendoknya ,sedikit saja biar jangan kepadatan" Balas Murni yang sibuk dengan sayur lontong.
" iya...iya mak" Tukas Jaka cengengesan.
__ADS_1
Jaka memang anak yang penurut,cuma dia yang perduli dengan pekerjaan dapur berbeda dengan Anto yang tau hanya kerja dan kerja saja mencari uang.
--------------------------------
Takbir bergema disetiap mesjid-mesjid terdekar disautu desa tersebut.
"Allahuakbar .....Allahuakbar,laillahaillallah huallah......". Seruan suara itu syahdu terdengar bagi insan yang melakukan puasa penuh.Mereka menyambut hari kemenangan dengan suka dan cita.
"Ndok besok Mama dan Ayah kamu datang" Ucap Murni yang masih sibuk didapur.
"Iya Uak ...baju baru aku belum diantar" kataku sedikit bernada kecewa.
"enggak usah beli baju barula,koe saja enggak pernah puasa bolong-bolong ndok" Balas Murni tertawa kecil.
"Hemm"
Aku mendengus kesal dan membantu Jaka yang masih sibuk dengan ketan dan ketupat duduk dilantai dapur.
Saat aku di teras pintu selesai membantu Jaka,Anto mengajak aku jalan,sedangkan Jaka sudah pergi bersama Temannya beberapa menit yang lalu.
" Uak kami pergi dulu ya" kataku yang sudah siap memakai sendal tampa tumit.
" Kalian itu dari semalam berduaan terus?-----" Murni sedikit merasa aneh apalagi bicaranya dipotong Anto.
" Apanya mama ini ,kami mau jalan saja, emang mama mau ikut sama anak muda?" Anto memotong pembicaraan mama nya.
"Ya sudah jangan ngotot,sudah hati-hati bawa Yunita ,jaga dia" Sambung Murni yang duduk diruang tamu.
"Iya mak" Kata Anto.
Murni memang selalu menurut perkataan Anto, karena perhatian Murni berlebih sama Anto dari pada anak yang lainnnya.
"Aduh... besok abang aku yang sulung sama nor dua datang,mereka sudah berkeluarga, tinggal aku sama Jaka yang belum,mereka suruh aku cepat nikah sih tapi belum ada yang pas,kamu mau dek nikah sama aku?"
Pertanyaan Anto yang nyeplos membuat aku jadi kebawa perasaan,aku enggak tau dia bercanda atau serius.
" Nunggu aku lama,aku belom jadi polwan" Jawabku singkat sembari malu.
"Abang cuma canda dek" Kata Anto sambil mencet hidungku.
"Cuih..." Decia mulutku jadi sebal.
" Ayo kita kerumah Radit,Jaka juga disana,tapi janji ya sayang jangan melirik Radit,awas saja nanti aku congkel mata Radit" ancam Anto dengan kernyit alis.
" Aku enggak suka sama dia, nafasnya bau tau" kataku sambil memanyunkan bibir.
"Hahahaha kok tau adek,emangnya malam itu dia nyelinap nyembur kamu?" penasaran Anto sambil terbahak.
"Sejujur nya nih,malam itu dia mencium aku terus yang aku rasakan nafas bau menyan it buat aku mati rasa,aku enggak suka cowok bau nafasnya apalagi ketiaknya. huekk.." Kataku seakan mual bayangkan hal yang berbau.
"Hahahahm..gila Radit,Kasihan" Anto girang sambil sakit perut tertawa lepas. Padahal kami dijalanan bercerita.
" Ngakak ya, senang sekali kayaknya" kataku sambil senyum kecil.
" Tapi aku cemburu dia berani mencium kamu" kata Anto seketika tertawanya hilang.
" Dih...aku salah bicara" Gumam mulutku takut kalau Anto marah.
Kami akhirnya sampai juga dirumah Radit,didalam rumah Radit Bukan hanya Jaka saja yang ada ternyata ada tiga orang cewek yang lagi duduk diruang tamu.
"Wah....wah udah ngumpul semua ya,ada cewek lagi" kata Anto yang sudah duduk disofa.
"Kawan Radit semua ini,kenalan kalian" kata Jaka tersenyum manis.
Anto berkenalan dengan tiga cewek tersebut mereka bersalam-salaman.Sedangkan aku diam duduk manis disofa.
" Maya bang "
" Yenni bang "
" Aku Wulan bang "
" Ehem.. ehem perkenalkan nama abang ANTO SUROTO RAPOPO Sak Ja ne MAROTO Wahahahaha"
Seketika mereka semua tertawa,sedangkan aku tertawa kecil saja,karena sedikit cemburu tangan lelaki yang aku suka dipegang cewek lain, Tapi rasa cemburu ini aku simpan rapat dihati.
" Ehh Anto bawa Yunita,jadi banyak cewek aku disini Heheheh " gombal Radit mesum sambil memandang lekat aku.
"Sini makan Yun ada kerupuk ini,kau Anto mentang-mentang banyak cewek disini kau lupakan Adik kita" kata Jaka sembari mengkerutkan alis.
Omongan jaka menusuk hatiku, tapi tetap saja aku berusaha tenang, karena Jaka tidak salah bicara, karena dia tidak tau aku dan Anto berhubungan akrab.
" Ahk kau Jak, mana pernah lupa aku sama anak gadis orang ....sini adek sayang " sambung Anto padaku.
"Cewek nya ya bang ?, cocok kalian dua ganteng sama cantik " ucap Wulan tersenyum manis.
" Bukan,dia adek sepupu kami datang dari jauh" sambung Anto .
" Iya dia adek kami,Ayah dia adek mama aku " sambung Jaka dengan polosnya.
" Duaarrr duaar " hatiku tersayat-sayat karena Anto merahasiakan hubungan kami .Ingin menangis tapi tidak kuasa,karena aku paham mungkin belum saatnya hubungan kami diketahui orang lain.
" Abang sudah punya pacar?" tanya Maya kepada Anto.
__ADS_1
" Belum....entar lagi sitolor ini jadi jomblo sejati dan lajang tua yang bangkotan,dia susah itu dekat sama cewek Haahahah " Radit yang jawab sambil ngakak.
" Enak saja kau dit,aku belum jawab kok kau duluan yang jawab " balas Anto.