
Wati dan Indar selesai membeli mie kewarung atas,lalu mereka berniat kerumah aku,Indar dan Wati kini sudah berada dihalaman depan rumah aku.Dengan senang aku melangkah mendekati mereka.
"Ayo cepat, tadi kami lewat lihat Merry sama Yoga menuju stadion katanya hari ini ada pertandingan bola" Kata Wati dengan semangat.
"Ow gitu,ayolah"
Sahut aku langsung naik keatas motor duduk dibelakang Indar.Aku berfikir Raju pasti ikut pertandingan karena Raju seorang kipper alias jaga bola digawang.
Sampai distadion ternyata ramai sekali,terlihat orang-orang menonton pertandingan tersebut,dari berbagai kampung juga datang apalagi dari perkebunan lain antar kota.
"Yun lihat Raju keren"
Kata Indar kagum saat melihat aksi Raju,Raju tidak sadar kalau aku dan teman-teman menonton dia dari samping.
Aku,Wati dan Indar melewati geng kampung gaya seperti cewek murahan kelas teri,siapa lagi kalau bukan geng Lenni.Mereka pakai pakaian sedikit terbuka karena ingin jadi pusat perhatian kaum Adam.
"Ahk sial kali kita lewat sini"
Wati geleng kepala setelah melintas dari hadapan geng Lenni.
"Mimpi aku kita semalam ketemu makhluk alien disini" Aku kesal sekali teringat saat Lenni ingin merebut Raja dahulu.
"Hati-hati kau Yun,dulu aku dengar dia gaet Wijaya tapi keburu kau,terus dia ganggu mendiang Raja,awas Raju entar digaet lagi sama dia,coba kau lirik mata Lenni melihat siapa?" Kata Indar kernyit dahi.
"Wah mata perempuang alien itu kearah Raju terus,kayaknya dia kagum" Wati geleng kepala dan melirik Lenni yang tersenyum saat Raju melihat.
Aku diam saja sembari lipat tangan,aku melirik Lenni yang melambai kearah Raju itu membuat panas hati dan jiwa ini,Indar dan Wati sudah cemas sekali.
Group Raju menang perkebunan tetang kalah telak,permainan selesai semua pemain bola bubar termaksud sebagian penonton juga.
Aku kira Raju menghampiri tempat nongkrong kami karena Raju sudah tau aku datang,tapi entah kenapa Raju malah berjalan mendekati geng Lenni.Yoga dan Merry baru saja datang Yoga juga lelah sehabis bertanding juga.
"Raju kenapa Yoga?,kok kesitu ?"
Kata Wati heran dan kesal.
"Enggak tau aku aja terkejut,kayaknya tadi malam cewek-cewek itu nongkrong didepan Mes kami" jawab Yoga perhatikan geng Lenni.
"Dasar murahan,enggak tau diri nyesal dulu aku gabung Lenni itu" Kata Wati dengan geram sendiri.
"Yun gimana itu?,Raju duduk sama Lenni tuh" Indar juga kesal kepada Raju.
"Biarkan saja,lagian kemarin aku sama dia udah pisah" Sahut aku malas ribut.
"Oalah Yun...terserah kau aja mana baiknya,kami sebagai teman cemas sama kau,ya sudah kita nongkrong saja entar lagi Hamdani datang" Kata Indar melirik Raju dan geng Lenni.
Sebenarnya darah aku sudah mendidih,jantung ini berdebar terus melihat Raju duduk disamping Lenni,tapi rasa ini aku simpan rapat-rapat aku pura-pura cuek.
"katamu biar aja,tapi mata kau melihat kesamping terus" Merry memperhatikan aku ternyata.
"Enggak suka aja lihat Lenni cewek liar itu" Jawab aku melontarkan wajah masam.
"Gawat Lenni pegangan tangan sama Raju,kok Raju mau sih" Wati terkejut dan heran.
Darah aku semakin mendidih seperti gunung yang mau meletus dengan lelehan laharnya,tapi aku coba cuek dengan omongan Wati.Aku malas melihat mereka,Wati bicara begitu saja aku sudah kesal apalagi aku lihat sendiri.
"Wah pelukan astaga"
Indar menambah bumbu lagi kepada aku,gigi aku sudah beradu karena emosi dan geram.
Aku melihat didepan mata mereka pelukan,tanpa sadar tangan ini mengepal karena emosi,ingin sekali aku berjalan kearah mereka dan menarik Rambut Lenni lalu meninju wajah Raju.
Tidak berapa lama Hamdani datang membawa tuak dua kantungan,Hamdani duduk disamping Indar dengan kernyit dahi.
"Sayang kenapa lihat kesamping terus sih"
Indar tidak menjawab karena masih serius mengamati Lenni dan Raju.
"Lho Raju kok gabung kesitu,itukan Lenni cewek gila" Hamdani jadi ikutan mengamati Raju dan geng Lenni.
"Raju sudah aku suruh gabung kekita,tapi dia malah gabung sama cewek sexy itu" Kata Yoga yang duduk disebelah Merry.
"Woi Men !"
Hamdani kesal juga lalu memanggil Raju yang lagi santai dengan Lenni.
"Op..sabar"
Jawab Raju sembari berjalan menuju tongkrongan kami, tapi sayang Raju tidak sendirian tapi barengan bersama Lenni.
"Apa men ?!,ganggu aja lagi asyik ngobrol sama pacar baru aku" Kata Raju yang merangkul pinggang Lenni didepan aku.
"Jdeeer jedum"
Aku buang muka disaat Raju melirik aku,hati ini bagai disambar petir,sumpah perasaan apa ini kok rasanya sakit sekali.
Ingin aku ludahi muka Raju dan Lenni,tetapi itu tidak aku lakukan,aku tidak kuasa sama aja aku mempermalukan diri sendiri,gengsi rasanya menampakan marah ini.
"Wah baru jadian Men,serah kamu deh"
Hamdani melirik aku yang berwajah masam tanpa melihat kemesraan Raju dan Lenni,aku menatap kearah depan saja.
"Ok Hamdani,kalau gitu kami balik lagi ya,ayo semuanya" Raju pamit sembari menggandeng mesra jemari Lenni.
Kami semua terkejut melihat Raju berubah total,mungkin Raju kecewa terhadap aku.Aku mendengus kesal berusaha kontrol amarah ini.
"Yoga knapanya kawan kamu itu?" Kata hamdani bingung sekali.
"Tidak tau aku men,sejak bertengkar sama Yunita dia jadian sama Lenni" Yoga geleng kepala saja.
"Ahk ...parahlah gitu"
Hamdani tepuk jidat dengan kecewa.
Aku malas bicara hanya wajah masam yang aku lontarkan,semua teman melirik aku yang mematung sambil duduk.
"Sudah Yun mungkin enggak jodoh kau"
Kata Wati menaikan alis.
"Semua laki-laki sama saja taik semua,kecuali almarhum" aku menelan kepahitan ini sembari membendung air mata.
"Kami enggak lho Yun,kami laki- laki lho tapi enggak gitu,iyakan sayang" Kata Hamdani lalu merangkul Indar dari samping.
"Raju kayaknya baiklah,tapi kok tiba-tiba gitu aku enggak habis fikir,sifat Raju susah ditebak" Indar mendengus kesal.
Hamdani menuang minuman dan menyuguhkan didepan Yoga,tapi gelas berisi tuak itu aku rebut dari jemari hamdani.
"Segelas sini"
Aku langsung menenggak satu nafas arak batak tersebut.
"Aih mulai,nampaknya cemburu nih"
Merry meledek aku dan tercengang.
"Janganlah Yun nanti kau mabok"
Hamdani geleng kepala.
"Aku janji enggak resek,enggak nangis tenang aja kalian" Kata aku sembari menuang segelas lagi dari kantungan plastik tersebut.
"Aku enggak cinta sama Raju,tapi kenapa hati ini sakit sekali melihat dia mesraan dengan wanita lain,Tuhan apa yang harus aku lakukan?" Batin aku berkecamuk penuh sesal.
Teman-teman percaya aku mabuk tidak akan resex lagi,mereka tidak melarang aku minum banyak kali ini.
"Glek glek glek"
Gelas ketiga sudah aku minum,sedikit pusing tapi aku tahan,apalagi melihat kemesraan Lenni dan Raju aku semakin panas dan minum terus.
"Mulai"
Ucap Wati melihat aku nyengir sendiri tanpa sebab apapun.
"Tambah lagi"
Ucap aku menaruh gelas dihadapan Hamdani,pacar Indar ini geleng kepala saja.
"Sudahlah Yun,kalau minum itu santai jangan terus minum entar cepat mabuknya" Kata Hamdani sembari menuang tuak didalam gelas aku.
"Glek...glek...glek"
Aku tidak perduli dengan ucapan Hamdani,aku minum terus tanpa jeda.
"Sudah Yun,aku perhatikan kau sudah enam gelas,habis satu teko kau buat" Kata Indar dengan rasa cemas
"Biar saja sayang,kalau dia mabuk pasti isi hatinya keluar,kalau habis kita beli lagi" Bisik Hamdani kekuping Indar.
"Yoga belikan satu teko lagi tuaknya"
Hamdani mengeluarkan uang dari dalam saku.
Yoga geleng kepala sembari berdecis melihat Yunita yang mulai teler,Yoga berdiri dari duduk dan pergi naik motor membeli tuak diwarung bawah.
__ADS_1
"Yunita kalau minum jangan diam,tunduk aja kau biasanya kayak ulat kesana kemari" Kata Wati meledek.
Aku tidak membalas ucapan Wati,aku tertunduk karena air mata ini sudah mengalir deras,aku malu kalau tau mereka aku sudah menangis.
"Yun yun"
Indar mengguncang badan Aku,tapi aku diam saja tertunduk.
"Yun kau nangis ya,woi dia udah teler"
Indar melihat tetesan air jatuh dari pelupuk mata aku.
"Hiks....hiks...hiks.."
Tangis aku pecah karena rasa pusing ini kian menjadi.
"Eleh...eleh entar karena Raju"
Ejek Merry melirik Raju yang masih bermesraan dengan Lenni.
Wati melihat Raju pergi dari stadion membawa Lenni entah kemana,Indar juga melihat dan geleng kepala.Yoga datang membawa tuak satu teko.
"Lho kenapa tuh gadis kok nangis"
Yoga kernyit dahi melihat aku yang menangis tersedu-sedu.
"Biasalah sudah mabok"
Jawab Indar sambil menepuk punggung aku.
Aku mulai terkapar kepala ini bersandar dikaki Indar,sementara yang lain bercerita lepas,aku tidak perduli lagi Raju dan Lenni mau ngapain.
-----------------------------------------------------------------
*Sementara dirumah Mes*
Raju membawa Lenni kedalam kamarnya,Lenni duduk santai diatas kasur,Lenni menyibak sedikit Rok yang iya kenakan,terkuak sedikit paha putih Lenni mungkin untuk menggoda Raju.
"Sayang enak ya kamar kamu"
Lenni yang bergaya sexy meliuk-liuk mencari perhatian dari Raju sedang duduk diatas kasur.
"Ya memang enak,Oh iya aku belum bilang sama kamu,sebentar lagi aku habis kontrak" Kata Raju melirik Lenni diatas kasur.
"Artinya kamu pulang kekalimantan?,aku ditinggal dong sayang" Kata Lenni sambil memeluk Raju dari belakang.
"Lepaskan jangan peluk disini entar pelatih tau aku kena marah" Raju menjauh dari Lenni seperti tidak suka.
"Kita ini pacaran apa bukan sih?,Dari semalam jadian aku enggak ada dicium,dipeluk gimana sih !" Lenni merepek dan mendengus kesal.
"Genjen benar nih cewek,aku tidak suka cewek yang terlalu over" Batin Raju kesal.
"Ayo nongkrong bersama orang Hamdani,tidak enak juga rasanya" Kata Raju sambil membuka lemari pakaian.
Lelaki tegap ini Membuka baju hendak mengganti dengan kemeja merah,mata Lenni terbelalak kagum melihat tubuh yang petak-petak.
"Bagusnya badan kamu sayang buat aku suka,aku pasrah ikut kamu kekalimantan" Lenni dengan Manja dan genit mencet hidung Raju yang bangir.
"Sudah gila kau,ayo pergi"
Raju membuka pintu kamar membuat Lenni mendengus kesal.
---------------------------------------------------------------------
*Distadion"
Aku antara sadar dan tidak sadar,walau rasa pusing ini masih ada,berjalan saja aku belum bisa.Raju datang dibarengi Lenni menuju tempat nongkrong kami.
"Eh lihat itu Raju datang tapi sama cewek ganjen itu" Tutur Wati dengan kesal.
Aku melirik saat Raju mendekat kearah kami,aku melihat Lenni memeluk pinggang Raju dengan erat,darah ini mulai mendidih lagi.
"Halo men,enak betul kalian menum terus"
Ucap Raju yang masih diatas motor.
"lama kali kau gabung men,minuman kami udah mau habis udah mabuk dikit nih apalagi Yunita udah teler dari tadi satu teko dia minum" Jawab Hamdani yang mulai teler juga.
"Hebat ya Yunita seteko habis" ucap Raju sambil geram dan merapatkan gigi.
Aku diam saja dengan obrolan mereka,aku malas membalas clotehan Raju,Lenni turun dibarengi Raju setelah itu mereka berdua mengambil tempat duduk didepan aku.
Lenni menyandarkan kepala dibahu Raju,aku buang muka merasa jijik dengan mereka yang mengumbar kemesraan,apalagi jemari Lenni terus digenggam Raju.
Aku mensuit seorang cowok yang melewati tempat nongkrong kami,cowok hitam manis merespon aku dan berhenti seketika didepan kami semua.
Dengan sempoyongan aku terpaksa berdiri dan mendekati pria hitam manis,Aku nekat berdiri dihadapan cowok hitam manis itu mungkin karena efek minumam kali.
"Nama aku Yunita"
Aku menjulurkan tangan dan tersenyum manis
"Aku andi dek"
Andi membalas jabat tangan aku,kami bersalaman.
Mata Raju melotot dan emosi Raju memuncak saat tangan aku disentuh lelaki lain,sedangkan aku masih berpegangan tangan,entah kenapa Raju berdiri dari duduk dan mendekati Aku dan Andi.
"Jangan lama-lama salamnya,maaf ya bang dia sudah mabuk" Kata Raju menampik lengan Andi yang masih nempel dilengan aku.
Raju memasang muka sangar dihadapan Andi,andi buang muka dan menghidupkan mesin motor.
"Bentar ya"
Andi tancap gas meninggalkan aku yang berdiri sempoyongan,sedangkan Raju berdiri dibelakang aku.
Aku jadi kesal karena Raju membuat Andi pergi,Raju tersenyum puas mengusir Andi pergi dari aku.
"Kok kau usir pula dia,apa hak kamu hah!"
Aku menatap nanar Raju karena kesal sekali.
"Yoga belikan dulu jus jeruk,entah apa kalian kasih dia minum" Ucap Raju sembari menarik jemari aku untuk duduk,tetapi aku tidak mau menurut dengan kemauan Raju.
"Siap bos"
Yoga berdiri dari duduk lalu pergi naik motor untuk membeli jus jeruk.
Raju masih berdiri dengan aku membuat Lenni mendengus kesal,sedangkan Indar dan teman lainnya tersenyum menutup mulut.
"Kau kan pacar aku,kenapa kau pegang tangan dia" Lenni menepis lengan Raju yang menempel dijemari aku.
"Diam kau..!!,pacaran dari mana,dari hongkong,aku sentuh saja kamu tidak,cuma tangan apa salahnya" Kata Raju dengan wajah kesal.
"Dasar playboy"
Lenni mendengus kesal dan mendorong tubuh Raju.Setelah itu Lenni pergi dari tempat nongkrong kami.
"Huh perasaan dicintai"
Sorak Wati kepada Lenni.
Kini Lenni sudah tidak ada lagi,sedangkan aku terdiam masih berdiri sama dengan Raju.
"Apa kalian pacaran bang?,tadi mesra"
Kata Indar melirik kepada Raju.
"Yun kok diam saja"
Wati tersenyum kepada aku.
"Aku sengaja mesraan sama Lenni,ternyata ada yang panas" Kata Raju mencet hidung aku.
"Bohong"
Jawab aku dengan buang muka padahal didalam hati senang sekali.
"Dia mabuk itu mana tau bang"
Kata Indar bersuara pelan.
Raju menarik lengan aku dan menngajak duduk,aku duduk dipangkuan Raju dengan senang hati.
"Tunggu datang Yoga bawa jus"
Kata Raju membelai rambut aku,aku buang muka karena masih kesal kepada Raju.
Setengah sadar masih dalam efek minum aku membiarkan Raju membelai mesra rambut aku,terlihat Yoga datang membawa jus,aku minum jus dari tangan Raju.
setengah jam kemudian kepala ini sadar total dan aku terkejut sudah duduk dipangkuan Raju,aku mendorong tubuh Raju karena masih kesal sekali.
"Ih kasarnya,kok aku didorong"
__ADS_1
Raju mendekati aku lalu aku menjauh jaga jarak.
"Ngapai kau disini,mana pacar kamu yang gatal itu?" ketus aku dengan kesal.
"Cie cemburu nih ye,,tanda apa itu?"
Ledek Indar melirik kepada aku.
"En-enggak ya,siapa yang cemburu"
Aku buang muka saat Raju menatap aku.
"Maaf ya Yun ini ide kami semua,sebenarnya Raju hanya tes kau cemburu atau tidak,karena selama ini kau labil" Kata Merry nyengir.
"Kurang ajar kalian semua"
Jawab aku dengan kesal padahal dihati aku senang sekali.
"Hahahaha"
Semua teman-teman tertawa renyah karena ide mereka untuk buat aku cemburu berhasil,Lenni yang jadi korban,kasihan juga gadis itu.
Raju mencoba bujuk rayu aku,aku masih jual mahal dan menepis lengan Raju saat ingin belai rambut aku.
"Maaf beb"
Raju pasang muka memelas supaya aku iba.
"Jahat kali,aku diperank"
Aku cubit pinggang Raju karena kesal.
"Aduh...duh ampun beb,jangan marah lagi,lagian aku tidak ada apa-apa sama Lenni" Raju megang tangan aku yang masih cubit pinggang Raju.
" bohong"
Aku melepaskan cubitan tangan dari pinggang Raju.
"Sudah lah Yun jangan bertengkar lagi baikan donk,Abang Raju hanya prank kamu"
Ucap Wati menaikan alis.
Aku memukul manja dada Raju,aku tidak terima dengan apa yang iya buat,Raju cengar-cengir sambil menarik jemari kanan aku dan mengecupnya dengan mesra.
"Jangan merajuk lagi,aku sudah tau kalau kamu benar-benar sayang" Kata Raja tersenyum puas.
"Siapa yang sayang"
Aku masih menyangkal perasaan ini karena malu apalagi dihadapan semua teman.
Aku tersenyum malu saat Raju menatap aku terus,sedangkan teman-teman ngobrol satu sama lain.
" Iya aku cemburu,puas"
Kata aku dengan nyeplos.
"Cup"
Raju kecup mesra kening aku,pipi ini seketika merah merona malu,teman-teman tersipu malu saja melihat adegan mesra yang dibuat Raju.
"Raja maafkan aku,aku mau meniti masa depan,Tuhan seandainya Raja dilahirkan kembali aku mau jadih jodohnya" Batin aku bicara sendiri sembari melawan belenggu cinta ini.
"Beb ayo jalan,ada yang penting mau aku bicarakan" Kata Raju sambil berdiri dari duduk.
Aku menurut dan pamit kepada teman-teman,aku dan Raju pergi menuju stadion belakang khusus tempat kencan muda-mudi.
Dibelakang stadion ada bukit yang indah aku dan Raju duduk diatasnya,kami melihat matahari sore yang indah,aku memejamkan mata saat hirup udara segar yang masih asri.
"Mataharinya cantik ya beb,sebelum aku kenal kamu,aku sering duduk disini" Ujar Raju sembari genggam jemari kanan aku.
"Cantik beb"
Aku terkagum melihat panoram alam yang indah didepan kami.
Raju mencumbui aku dengan mesra,pria ini sangat tau apa kemauan aku sehingga aku nyaman berdua dengannya,Raju tempramen kalau diganggu pria,beda disaat Raju bersama perempuan lembut sekali.
"I love you beby"
Raju kecup mesra punggung jemari kanan aku,membuat aku tersipu malu.
" Lebay beb"
Jawab aku dengan malu dan menyunggingkan senyuman.
Raju tidak hentinya mencium aku dengan mesra,mungkin Raju senang cintanya terbalas,aku sudah tau sekarang kalau hati ini mulai ada nama Arjuna.
"Besok pulang sekolah kamu aku jemput ya beb,kita jalan-jalan lagi" Tutur Raju sambil membelai mesra rambut panjang aku.
"Terserah kamu sayang,aku ikut aja"
Jawab aki dengan manja.
"Kita kebrastagi yuk,tapi inap beb kamu maukan?" Kata Raju melontarkan senyum yang indah kepada aku.
"Heran ya beb orang jauh kenapa tau daerah sini,apalagi tempat wisatanya" Ucap aku dengan penasaran.
"Aku suka touring sayang selain fitnesh,pokoknya suka yang berbau olahraga sama jalan-jalan" Jawab Raju yang duduk disamping aku.
"Enak ya beb,aku suka"
Sahut aku dengan bahagia.
"Beb lihat mata aku"
Ucap Raju berharap.
Aku menuruti kemauan pria yang mulai aku cintai ini,entah apa maksud Raju menyuruh aku menatap matanya.
"kenapa dimata kamu beb?"
Aku heran hanya melihat bulu mata panjang kepunyaan Raju.
"Ada bayangan kamu dimata akukan?"
Raju tersenyum manis.
"ya jelas dimata kamu ada aku beb,kalau orang buta belum tentu begitu,gimana sih" Aku memukul mesra dada Raju.
"Judes banget"
Raju memijat hidung kecil aku,aku tersipu malu didalam diam.
"Beb udah mau maghrib entar mama kamu marah lagi" ucap Raju lagi.
Raju berdiri dari duduk dibarengi aku,tiba-tiba Raju menarik lengan aku membuat tubuh ini jatuh dipelukan Raju,kepala ini tenggelam hangat didada bidang Raju.
"Beb kalau suatu hari aku pergi,kamu mau tunggu aku?" Kata Raju lalu jemari Raju mengelus mesra pipi kiri aku.
"Jangan bilang kamu mau pergi"
Aku tertunduk jadi sedih.
"Duh jadi sedih,aku cuma bertanya sayang"
Raju langsung memeluk diriku.
"Kamu belum pernah merasakan kehilangan beb,aku takut kalau sudah sayang ditinggal pergi" Aku membendung airmata.
"Ssssss"
Raju menutup mulut aku,aku nyaris menangis tapi dengan cepat aku kendalikan perasaan ini.
"Jangan sedih aku masih disini,aku mencintai kamu" Raju kecup mesra kening aku.
Kami bercumbu sekelak,setelah itu Raju mengantarkan aku pulang kerumah,Orang Indar sudah bubar jadi kami langsung pulang.
Raju pamit pulang setelah kami sampai dihalaman rumah,aku melihat Raju sudah berlalu setelah itu aku masuk kedalam kamar dengan jati bahagia dan damai.
-------------------------------------------------------------------
Alur novel ini nyata..
terjadi dikampung saya..
saya hanya mengarang percakapan nya saja
agar asyik di baca, tidak monoton ..
tapi inti nya sama nyata .....!!
salam dari author cantik boru regar
muachhh bye bye say
__ADS_1