
*Beberapa hari kemudian*
Alex sekarang adalah langganan aku creambath,entah kenapa dia terus memanggil aku,karena uang tips yang iya kasih cukup lumayan aku jadi mau datang kerumah Duma.
Hari ini seperti biasa aku dan Lolli kerja dan sambil-sambilan menyanyi ditempat karaoke bawah dekat sungai,hati ini terhibur menyanyi juga dapat uang saweran,aku mulai terbiasa dengan pekerjaan ini,semua ini berkat Lolli.
"Mbak hari ini Alex suruh datang lagi lho aku malas sebenarny,mbak ajalah gantian"
Kata aku yang jalan kaki barengan bersama Lolli.
"Mana mau dia eike yang creambath,lagian enak dong kamu YunYun ada pasien langganan walau satu orang,semalamkan tips kamu gede dikasih Alex,Alex kerja kantoran pasti banyak uang" Jawab Lolli dengan gaya lentiknya.
"Iya sih semalam ditambah dia tips aku,ahk tapi mata Alex liar betul mbak" Ucap aku merasa enggan dengan Alex.
"Eh ini zaman cari uang sayang,Yunyun enggak sekolah lagi dari pada nganggur,lebih baik dapat uang bisa kasih mama kamu" Ucap Lolli dengan kernyit dahi.
"Ya sudah mbak,aku creambath saja Alex nakal itu" Kata Aku dengan semangat.
Tidak terasa aku dan Lolli sudah ada didepan halaman rumah Duma,Lolli tersenyum lebar kepada aku.
"Mbak Loll ikiut saja kedalam,aku malas berduaan sama Alex" Kata aku sambil mencincing tas sandang.
"Sudah jangan malas-malasan ya,mbak juga ada pasien lain lho" Kata Lolli dengan mendorong punggung aku untuk masuk kedalam rumah Duma.
"Huh"
Keluh aku saat Lolli pergi berjalan jauh dari hadapan aku,kini aku melangkah menuju pintu rumah besar itu.Ternyata Alex seperti biasa menunggu aku diruang tamu sembari duduk disofa baca koran.
"Eh udah pergi sikatrok it, ih aku geli lihat dia pegang-pegang aku" Kata Alex sambil mengintip jendela yang ada didepan mata Alex.
"Sudah pergi dia,sini cepat duduk jangan ulur waktu lagi" Ketus aku sembari menyiapkan kursi dihadapan cermin besar yang terletak disamping sofa tamu.
"Ya Tuhan,sama langganan itu harus ramah"
Kata Alex sembari duduk membelakangi aku yang berdiri.
"Banyak bicara"
Ucap aku lagi sambil membasahi rambut hitam legam kepunyaan Alex.
Aku selesai memberi obat diatas rambut Alex,dengan cepat aku pijat kepala dan bahu Pria nakal ini.
"Yun kau ada pacar?,aku lihat sibuk cari uang terus" Ucap Alex dengan nyeplos.
"Enggak terpikir lagi untuk pacaran,sial bagiku aku pacaran" Ucap aku dengan terus terang tanpa senyum ramah.
"Hohoho,pantas enggak punya pacar,gimana mau ada pacar bicaranya saja jutex" Ucap Alex dengan cengengesan.
Aku geram lalu aku beri tenanga dalam saat memijat bahu Alex,terlihat Pria itu kesakitan dan terpekik dan menatap aku sambil tersenyum.
"Aduh kasarnya kayak manalah aku menikmati pijatan ini" Kata Alex langsung mencengkram tangan kanan aku.
"Apa sih ahk pegang-pegang,mesum betul, besok malas kesini lagi !" ketus aku berusaha menarik lengan kanan ini,Alex tetap saja menarik lengan aku sampai tubuh ini terhimpit dekat dipunggung Alex.
Saat adegan akrab ini berlangsung tiba-tiba seorang Wanita yang tidak aku kenal datang dengan wajah berang,dia tolak pinggang dihadapan aku dan Alex.
"Oh begini ya bang tingkah kamu bermain sama bondon salon ini " ketus Wanita itu sambil menunjuk muka kau dari jarak jauh.
"Ahk kau lagi,kau lagi,ngapai kau datang kerumah aku?" Kata Alex langsung melepaskan cengkaraman tangannya dari tangan kanan aku.
Tanpa kata wanita itu berniat menarik rambut panjang aku,dengan sigap Alex menarik lagi lenngan aku dan kini aku ada dibelakang Alex.
"Selow mbak,enggak ada aku niat ganggu pacar kamu ini,omongan kamu dibandrol dikit mbak, biar sopan" Ketus aku mulai terpancing emosi.
"Eh melawan kau ya udah tau itu pacar aku, enak kali kau ambil pacar aku" Ketus Wanita itu ingin menampar aku.
Lengan kanan wanita itu melayang hendak hinggap kepipi kiri aku,tetapi tangan Alex dengan cepat menangkap lengan kanan wanita itu dan mencengkram kuat sekali,wanita itu menarik paksa lengan kanan dari cengkaraman tangan Alex.
"Gubraakk"
Aku jatuh dan obat creambath jadi berceceran membuat darah militer aku naik.
"Taikkk !,kau pikir nuh obat enggak beli, ganti itu,Alex tolong perbaiki sikap pacar kamu ini !"
Ketus aku sembari mengumpulkan alat salong yang berceceran dibawah lantai.
"Dia bukan pacar aku tapi mantan aku ,sarah keluar kau dari rumah aku !!, cepat !!" Kata Alex dengan emosi ternyata wanita itu bernama Sarah.
"Tega kau ya usir aku hanya untuk membela dia,Alex aku cinta kamu,aku tidak mau putus"
Kata Sarah sembari memegang pundak Alex.
"Pergi kau,aku enggak suka cewek suka selingkuh,dasar wanita muafik !" ucap Alex sambil mendorong badan Sarah untuk keluar dari rumah.
"Kau lihat ya bondon,entar keluar habis kau aku buat!!" Ketus Sarah sembari berjalan menuju pintu rumah.
"Breakkkk"
Pintu rumah dibanting Alex,sementara Sarah masih diluar rumah sambil mrepet-repet.
"Alex aku enggak mau pulang sebelum kau usir bondon itu !!!" Teriak sarah saat berdiri diluar pintu rumah.
Aku didalam rumah dengan Alex,ingin sekali aku keluar dari rumah ini tetapi diluar ada Sarah,aku malas ribut apalagi didengar tetangga,aku tidak mau membuat susah lagi kedua orang tau aku.
"Kau enggak apa Yun? nanti aku ganti yang pecah ya, mana yang luka !" Tanya Alex sembari melihat keadaan aku ada yang luka atau tidak.
"Aku tidak apa,gimana ini aku mau pulang,malah rambut kamu belum dibilas lagi" Ucap aku dengan kernyit dahi.
"Sssssst enggak usah dipikirkan rambut aku, Lihat peralatan salon kamu banyak yang rusak atau tidak?" ucap Alex sambil mengobati luka tangan aku.
Alex ikut mengumpulkan lagi barang-barang salon yang jatuh berserakan diatas lantai,aku melihat jelas wajah Alex yang tampan,dagunya berbelah apalagi kumis tipis Alex.Tetapi perasaan kagum itu aku tepis dipikiran ini.
"Maafkan Sarah Yun,dia itu sudah aku putuskan dua minggu yang lalu tetapi dia tidak mau,dia yang selingkuh aku putuskan tidak terima,cewek gila" Tukas Alex yang siap merapikan peralatan salon aku.
"Itu urusan kalian berdua,sekarang aku mau alat salon ini diganti,ini semua punya mbak Lolli " Ketus aku dengan datar.
"Ya Tuhan judesnya,iya entar aku ganti"
Ucap Alex sambil tepuk jidat.
Aku dan Alex mengintip dari gorden jendela depan,tetapi wanita yang bernama Sarah itu tetap bertahan didepan pintu rumah.
"Gimana ya Yun usir wanita gila itu, kalau aku paksa usir entar dia meronta-ronta lagi kayak tadi" Kata Alex yang kebingungan.
"Aku juga ikut bingung,pusinglah"
Ucap Aku sambil mondar-mandir.
"Oh iya mbak Lolli nanti pasti jemput kamu Yun?,mudah-mudahan Lolli usir tuh wanita gila" Kata Alex dengan wajah sumringah.
"Iya ya kenapa enggak mikir kesitu"
Ucap aku yang tersenyum manis.
__ADS_1
Tanpa sadar aku dan Alex saling tatapan dwngan jarak dekat dibalik gorden,mungkin saking serunya berbicara,badan ini bergetar sekian lama baru ini jarak dekat dengan seorang Pria.
"Yun kenapa kau takut ?,aku enggak makan orang ?" Ucap Alex melihat wajah aku pucat pasi.
Aku memalingkan muka dan menjaga jarak dari Alex,sedangkan Alex jadi salah tingkah.
"Eng-enggak aku enggak apa"
Ucap aku dengan gugup sekali.
Perlahan Alex mendekati aku,kami berdiri berhadapan aku yang gugup jadi salah tingkah saking dekatnya wajah kami berdua,apalagi aku melirik dagu yang berbelah itu rasanya antara kagum antara takut.
"Yun jangan takut,aku enggak aneh-aneh kok" ucap Alex sedikit menjaga jarak dengan aku.
Disaat kecanggungan ini berlangsung Lolli ternyata sudah ada dihalaman rumah,Sarah jadi heran siapa lagi lelaki memakai pakaian wanita ini.
"Yunyun sayang, uding siapkan?,kok pintu ditutup" Kata Lolli sambil heran melihat wanita yang berdiri dihalaman rumah.
"Eh bencong ngapai kau kesini,iya ditutup pintu,Alex sembunyikan bondon cilik itu"
Ketus sari sambil lipat tangan.
"Eh siapa yang bondon ?!!, ihh reseklah kau mau aku giling muka kau yang harem itu,duh eike jadi takut.!" Ujar Lolli ketus dan mencibir Sarah.
Aku dan Alex melihat Lolli sudah datang,Alex dengan cepat membuka pintu tetapi Sarah menerobos masuk hendak menarik rambut aku.
"Hei bondon cilik keluar kau daru sini !"
ketus Sarah dan aku menepis lengan kanan Sarah yang hendak menarik rambut aku.
"Aih-aih yang bondon siapa yang gila siapa Hahaha !! " Sambung Lolli lalu berjalan mendekati Sarah.
"Sarah tolong kluar !!"
Ujar Alex dengan ketus yang sedari tadi menahan emosi sejak berdiri didepan pintu utama rumah.
"Aih-aih udah diusir tapi tidak tahu malu....,gila ya" Sindir Lolli dwngan senyum menutup mulut.
"Ok...,aku pergi Alex,lihat saja besok dikantor aku bikin malu kau" ancam Sarah sambil berjalan keluar dari rumah itu.
Sarag sudah berlalu sementara Lolli melihat barang dan peralatan salon kepunyaan nya babak belur terletak disofa tamu.
"Emang kenapa sih? aw kok jadi berantakan?" Kata Lolli sambil mengambil peralatan salon lalu memasukan kedalam tas milik Lolli.
"Maaf mbak ulah sarah nanti aku ganti yang rusak,kalian jangan jera ya datang kesini"
Sambubg Alex sembari mengeluarkan uang dari saku celana Alex.
Alex memebrikan sejumlah uang kepada Lolli sebagai pengganti peralatan salon yang rusak,tidak lupa juga memberikan uang kepada aku,aku diam saja sembari mengambil uang dari tangan Pria tampan itu.
"Ayo Yunyun sudah diganti Alex smuanya sayang,aku enggak marah kok alat salonnya rusak lagian sudah diganti Alex, dia baik lho"
Kata Lolli dengna senang sembari memasukan uang pemberian Alex kedalam tas yang iya bawa selalu.
"Oh iy mbak,bagaimana kalau sekarang kita karaokean aja yuk,sebagai tanda permintan maaf aku" Kata Alex dengan senyum dan melirik aku yang diam saja.
"Boleh...ayo Yunyun,mau ya"
Lolli dengan senang hati dengan ajakan Alex tersebut.
Awalnya aku tidak mau tetapi menghargai Lolli yang wajahnya senang,aku jadi mau ikut ajakan Pria itu.
Alex memang tajir apalagi dia masih single alias belum punya istri,aku dan Lolli naik kedalam mobil Alex saat rumah sudah terkunci.Mobil itu berjalan menuju tempat karaoke kecil didekat sungai pariwisata.
Kami duduk barengan disofa dan didepannya terletak layar beserta mikropon,dengan lincah Lolli sibuk memilih lagu,sedangkan aku diam mmebisu duduk disebelah kanan Alex,Pria tajir itu ternyata membawa minuman dari luar ya dia bilang itu Controu.
Lolli mulai pusing karena rakus minuman keras tersebut,maklum dia jarang mencicipi minuman kelas atas,Aku juga dicekoki Alex minuman yang memabukan itu.
Aku mulai lepas kendali disaat kepala ini mulai berputar-putar,sementara Lolli bernyanyi mulai tidak fokus beda dengan Alex yang biasa saja,padahal Alex lebih banyak minum dari pada aku dan Lolli.
"Aku cium ya sayang" ujar alex sambil memeluk aku.
Aku tidak menjawab Alex langsung menyerobot bibir mungil milikku,entah kenapa aku diam saja mungkin efek dari minuman yang aku.
Lolli asyik berdendang terkadang goyang karawang tampak kalau dia malam ini sangat senang,sementara Alex dengan sejuta rayuannya hendak memikat aku yang sudah pising tidak karuan.
Pikiran aku melayang,aku tidak tau mau dibawa kemana diri ini,yang aku dengar suara Lolli yang terus bernyanyi serta cumbuan Alex yang terkadang kecup bibir aku.
Alex memapah aku masuk kedalam mobil dibarengi Lolli yang berjalan dari belakang,diri ini sudah pasrah mau dibawa kemana saja aku tidak marah.
"Yunyun kau uding penger enakkan?"
Kata Lolli yang sudah duduk dibelakang saat didalam mobil.
"Mbak ikut saja sama kami,kami mau kekota"
Kata Alex sambil fokus menyetir.
Lolli diam saja hanya angguk kepala mengikuti kemauan Alex,sementara aku duduk diam saja sambil memejamkan mata rasanya berat sekali membuka mata ini.
"Ganteng gimana mau kamu !"
Kata Lolli saat mobil Alex sudah keliling dikotq T tersebut.
"Ahk mbak aku enggak tega meniduri anak dibawah umur tanpa persetujuan dia" Jawab Alex yang mengerti bahasa Lolli.
"Bik juga ya ganteng makasih sawer aku tadi" ucap Lolli dengan girang dan manja.
"Ahahaah udah biasa mbak"
Alex tertawa renyah sambil fokus menyetir.
Aku hanya mendengar suara mereka tanpa peeduli sedikitpun,ingin duduk tegak kepala sakit sekali seakan dipukul martil,sedangkan Lolli asyik bercerita dengan Alex.
"Ganteng kita mau kemana ini?"
Kata Lolli dengan gaya lentinnya.
"Yunita sayang kita kemana?,kamu mau apa biar saya belikan" Kata Alex sambil megang bahu kanan aku.
"Hem..pusing nih,mbak bagi rokok tadi"
Ucap aku sambil menjulurkan tangan kanan kepada Lolli.
Sebatang rokok aku hisap secara perlahan,mobil itu entah kenapa berhenti disebuah hotel,aku jadi kerut dahi dan mematikan rokok yang setengah aku hisap ini,Lolli senyum saja seakan tau maksud Alex tersebut.
Pria tampan itu keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam ruang reception hotel,sementara aku dan Lolli masih didalam mobil.
"Mbak ahk kok kesini,aku takut !"
Kata Aku yang mulai sadar dari mabuk.
"Aduh Yunita sayang kenapa takut,kamu mau uang banyakkan?, lagian Alex kan baik, lajang lagi,kamu juga bilang udah enggak perawan, ini udah tahun dua ribu sayang,semua apa -apa mesti pakai duit" Ucap Lolli dengan menepuk bahu aku.
__ADS_1
"Tapi------"
Aku ingin bicara lagi tetapi keburu Alex datang dan membuka pintu mobil,pembicaraan kami tidak berlanjut.
"Ayo sayang kedalam !"
Kata Alex dengan menunjukan kunci pintu kamar yang iya pesan.
"Sudah ikut saja"
Bisik Lolli ketelinga kanan aku.
"Hufft"
Aku menarik nafas dan keluar dari mobil dibarengi Alex,sementara Lolli didalam mobil tersenyum dan melambaikan tangan kearah aku.Aku diam saja dan berjalan mengikuti Alex menuju kamar.
"Benar kata Mbak Lolli aku tidak perawan lagi,ngapai munafik" Batin aku seakan membuang keraguan dihati ini.
Alex dengan senang hati membuka pintu kamar,lalu kami berdua masuk kedalam kamar hotel tersebut,aku duduk ditepi tempat tidur yang berukuran enam kaki,sementara Alex meletakkan ponsel dan dompet diatas meja yang terletak disamping tempat tidur.
"Abang aku takut kayak gini-gini,baru pertama kali aku begini" Kata aku dengan setengah hati.
"Yunita merasa terpaksa enggak?, kalau enggak layani aku dengan baik tipsnya besar aku kasih" Sambung Alex lalu duduk disamping aku.
Aku diam sejenak berfikir sementara pria disamping aku sudah tidak sabar lagi ingin menjamah aku.
"Dari pada aku ditiduri cowok-cowok yang brengsek dan tidak bertanggung jawab seperti yang sudah-sudah,lebih baik aku dibayar menghasilkan lagi" Batin aku berfikir keras.
Karena aku tidak menjawab pria tampan itu dengan tidak sabar mencumbui aku,aku diam saja dan pasrah apalagi wangi tubuh Alex membuat gairah lama ini mencuat kembali.
Akhirnya aku dan Alex melakukannya,walau setengah hati tetapi aku sedikit menikmati perlakuan lembut Alex,rasa trauma ini berganti dengan menikmati permainan kami walai sebenarnya jantung aku mau lepas dari dada ini.
"Yunita punya kamu masih enak,udah brapa lama enggak gitu- gituan?" Kata Alex dengan nyeplos tanpa sandiwara.
"Ahkk udah satu tahun kurang"
Jawab aku sembari memakai pakaian kembali.
"Dada kamu juga bagus,aku punya kenalan kalau kamu mau,aku yakin kamu bisa jadi bintangnya" Puji Alex dengan tersenyum dan menatap aku dalam-dalam.
"Maksud abang ?!"
Kata aku dengan kernyi dahi sambil bingung.
"Abang banyak kenalan mami dikota besar, tamunya hoyang kaya semua,dari pejabat,sampai pemborong dan turis-turis" Kata Alex dengan merangkul aku dari samping.
"Ahk enggaklah bang,aku pikirkan dulu,aku masih perlu banyak belajar lagian belum siap meninggalkan keluarga dikampung" Sambung aku dengan geleng kepala.
"Yun kau pegang cakap abang ,kalau kau sudah terjerumus kedunia malam,jangan setengah- setengah,cari uang banyak terus ditabung dan intinya kamu jangan pacar-pacaran apalagi sama cowok pengangguran" Ucap Alex dengan nada tegas.
"Lagian aku tidak mau pacaran dulu,lagi malas" Sahut aku dengan datar.
"Fikirkan sayang,jangan mau ditiduri orang tanpa duit apalagi dengan pacar yang mau nya begituan terkecuali mau bertanggung jawab" Kata Alex lalu berdiri hendak keluar dari kamar tersebut.
"Kok dia sepikiran dengan aku"
Batin aku sendiri disaat aku dan Alex sudah keluar dari kamar tersebut.
Alex mungkin sudah puas dengan pelayanan yang aku beri walau masih kaku,lalu aku berjalan hendak kedalam mobil Alex dibarengi Pria yang baru aku tiduri itu.
"Halllo..., eike disini lho bang Alex,eike jadi jagq nyamuk disini" Kata Lolli dengna kedipkan dua mata saat melihat Alex sudah didalam mobil.
"Sabar mbak,mbak ingin apa biar saya belikan tapi kita pergi keAtm dulu" Kata Alex sembari membawa mobil mewah itu keluar dari hotel.
"Ahk duit saja eike,itu kalau Alex ganteng kasih" Sambung Lolli tanpa segan-segan.
"Lolli-Lolli bicara duit mata kamu langsung ijo" Ucap Alex dengan geleng kepala.
"So pasti itu"
Ucap Lolli dengan tersenyum riang,sementara aku diam tersenyum saja.
Mobil mewah itu berjalan kearah kampung perkebunan setelah Alex menggesek Atm disalah satu Bank.Diperjalanan kami tanpa kata sepatahpun karena aku sudah mulai mengantuk,sementara Lolli bersandar sambil memejamkan mata.
Sesampai dikampung Alex menginjak pedal rem mobil disaat sampai persimpangan rumah aku,Lolli terbangun dari tidurnya mungkin efek minuman tadi masih ada.
"Yun kalau aku ajak kamu lagi,kamu mau kan?" Kata Alex dengan wajah penuh harapan.
"Hemmm asal jelas aku mau"
Ucap aku dengan datar.
"Hahahah..., ya ampun baru belajar udah mulai pintar" Kata Lolli lucu mendengar jawaban dari mulut aku.
"Hem Yunita-Yunita"
Kata Alex sambil mengacak rambut aku.
Aku tidak menyesal gituan sama Alex mungkin karena dibayar,dari pada pacar-pacaran tidak jelas dan enggak menghasilkan mending hidup begini saja.
Aku sudah cukup menbuat mama aku
menderita sudah saat nya aku mandiri sekarang giliran aku cari duit biar bisa bantu keluarga dan tidak menyusahkan keluarga lagi.
Terlihat Lolli turun dari dalam mobil Alex dibarengi aku juga,kami berdua juga sudah pamit kepada Alex.
"Jangan turun dulu sayang,ini uang kamu, disimpan ya Yun,besok atau lusa kalau mau creambath saya tambah lagi" ucap Alex saat didalam mobil.
"Iya terima kasih abang"
Aku terima amplop tebal itu dari tangan Alex,setelah itu mobil Alex pergi dari persimpangan.
Aku dan Lolli berjalan menuju rumah karena perimpangan tidak terlalu jauh dari rumah aku,Aku diam saja sembari menggenggam amlop pemberian Alex.
" Yunyun aku dapat banyak lho,pasti kau dapat juga jauh lebih banyakzalex selain dikantor dia juga punya usaha sawit dikampung atas" Kata Lolli sambil gembira riang.
"Iya mbakdia ganteng,baik lagi aku tidak dipaksa sama dia kalau tidak mau" Sahut aku dengan senyum kecil.
"Yun mbak boleh tanya?"
Kata Lolli dengan wajah serius.
"Apa mbak?"
Ucap aku dengan bingung dan penasaran.
"Kamu enggak nyesel kayak ginikan?"
Ucap Lolli entah kenapa berfikiran begitu kepada aku.
"Awalnya aku pikir ini enggak benar,tapi aku pikir lagi dari pada aku pacaran ditiduri terus putus,mending aku begini mbak dapat duit lagi" Jawab aku dengan nada tidak menyesal.
"Pikiran kamu boleh saja benar,tetapi kalau sudah terjun jangan lupa pesan mbak kamu jaga diri,terus tabung uang kamu"
__ADS_1
Ucap Lolli dengan tersenyum yang masih berjalan bersama aku menuju kerumah.