Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 9


__ADS_3

 


"Hoammmzzz" aku masih ngantuk terbangun dari tidur,aku lihat pagi ini Nordianah habis sholat subuh juga tertidur lagi.


 


" Woiii Nor bangun !!" Ucap aku sambil menggoyangkan badan Nor yang masih tertidur.


"Bising kali kau lho Yun, ini aku mau bangun" jawab Nor dengan wajah kesal,dan dia berusaha bangkit dari pembaringan.


" Ahk kau dibanguni menjawab saja terus " geram aku sambil meraih sebuah handuk dan berniat mandi.


" Hueekk,bau betul nafas kau,kau duluan yang mandi sana" Ucap Nor sambil menutup hidungnya.


" Kampret kau " sambil aku toyor kepala Nordiana padahal nafas nya lebih bau dari pada aku karena dia penjorok.


Aku berjalan kekamar mandi lalu mengguyur badan ini,selesai aku mandi, Nodianah juga sudah ada didepan pintu kamar mandi, menunggu aku selesai mandi,setelah semua beres kami berangkat menuju sekolah.


sampai disekolah seperti biasa tidak ada kejadian apa-apa,atau yang membuat aku tidak nyaman.


"Teng Teng Teng " lonceng tanda pulang sekolah akhirnya berbunyi,murid-murid sibuk berjalan cepat untuk ke lantai dasar menuju keasrama,karena aku dan Nordiannah kos di tempat Mak Lampir jadi kami menuju luar gerbang.


" Yun ayo cepat pulang ini sudah jam tiga" Ucap Nordiana berjalan terlalu cepat seperti ada yang membuatnya senang.


"Eh sabarlah kau,aku juga capek" Kataku sambil berjalan cepat menuju jalan raya.


Sesampai dipasar depan gang sekolah,


kami naik angkot menuju rumah Mak Lampir,ada beberapa menit kami sampai.


"Minggir bang " teriak aku kepada supir angkutan umum tersebut angkutan berhenti dan kami turun dari angkutan itu,kami berjalan menyusuri gang dengan berjalan kaki tetapi Nordianah seperti tidak sabar sampai kedalam rumah.


" Cepat Yun " Nordianah berjalan seperti maraton saja. Aku diem saja dia menyuruh cepat kalau bisa berlari saja.


"Ada apa si Nor suruh aku cepat sampai kerumah ? hemm,aku jadi curiga tidak biasanya dia cepat-cepat sampai kedalam rumah" Ungkapan batinku.


*Sesampai dirumah*


" Hari ini aku saja ya Yun , yang mencuci piring dan angkat kain dari jemuran " Kata Nordianah dengan bersemangat sekali.


" Wah dengaren kau baik hati hari ini Nor, apa dapat uang dijalan tadi kau?" ucap aku dengan meledek.


" Pokoknya kau macam putri saja dikamar ini .membaca kek ,menulis surat lagi buat cowok kau yang dikampung " Jawab Nordianah sambil keluar dari kamar dengan cepat.


"Aku curiga sitaik ayam ini jadi rajin dan suruh aku dikamar saja?,seakan- akan enggak boleh bantu dia didapur,hemm aku jadi penasaran ada apa sih ?" gumam hatiku.


Ahk bosen juga baca buku ini,ceritanya enggak nyambung,lebih baik intip Nordianah saja,sekarang dia lagi berbuat apa, aku penasaran soal tingkahnya hari ini.


Aku beranjak keluar dari kamar,dengan langkah ringan aku menuju kedapur supaya Nordianah tidak melihat aku, kebetulan Mak Lampir belum pulang dan ibu Wadinah juga tak ada dirumah.


Sampai didapur aku jalan merunduk kesamping meja makan sambil melihat nordiannah,meja makan sedikit jauh dari tempat wastefel piring dan kompor gas.


Aku amati Nor , ternyata si taik ayam itu lagi cuci piring sambil menyanyi lagu karo sesekali dia melirik ke arah depan pintu dapur, Hemm ada apa dia terus melirik kearah depan sambil tersenyum nan malu?.


Penasaran aku mendekati Nordianah yang asyik tersenyum sendiri.


" Duarr ,hayo kau cuci piring sambil senyum- senyum,yang ngapai nya kau Nor? " tanyaku sambil mengejutkan memegang pundak Nordianah dari belakang.


"Kau buat aku terkejut, kepo kali kau lho, ngapai kau kesini?, kan sudah aku bilang kau dikamar saja !, pergi sana kekamar lagi , biar aku saja yang kerjakan piring ini " Ketus Nor sambil mencuci piring,kebahagiaannya seketika surut.


Nordianah seperti tidak senang aku datang,sewaktu aku melihat kedepan ternyata Andri tetangga sebelah lagi bersenandung seperti biasanya.Apa Nor suka dengan Andri?.Radio milik Andri terus berbunyi juga dengan lagu India.


"Sssssst,Sssss, dek sini lah sebentar abang mau bicara penting " Kata Andri sembari membuka jendelanya lebar-lebar.


" Wah aku dipanggil Yun , cepat kau kekamar Yun,biar aku saja yang ngobrol dengan cowok ini" seketika mulut Nordiana yang cemberut hilang saat melihat Andri merespon.


Dengan langkah cepat Nordianah datang kejendela Andri,sementara aku terdiam berdiri didepan pintu.


"Ada apa abang memanggil aku" Kata Nordianah mendekati jendela Andri.

__ADS_1


" Bukan kamu yang saya panggil,kok kamu yang datang?,saya panggil adik yang didepan pintu itu" Tukas Andri mengkerut dahi dan menunjuk telunjuk kearah aku.


Nordiannah terdiam dan seketika wajahnya marah,lalu iya berjalan kearah pintu dapur rumah.


"Sudah aku bilang sama kau !!, jangan kedapur,kau dikamar saja !!" ketus Nor dengan nada tinggi dan marah denganku.


"Kau yang dipanggil dia, puas kau !" Sambung Nordianah lagi sembari membanting mangkuk pelastik diwastafel.


"Kenapa kau merepek sama aku?,aku salah apa coba?" ketus aku sambil melototi Nordianah.


"Kau enggak peka atau pura-pura enggak tau?? !!" jawab Nor lagi dengan membentak aku, entah Andri dengar atau tidak pertengkaran kami.


Aku melirik kearah luar, Andri melambaikan tangan memanggil diriku terus,karena kesal dengan Nordianah aku datang kejendela Andri, yang sebenarnya aku tidak mau melakukan Hal ini.


" Apa !" ketus aku sama Andri saat sudah berada dijendela Andri.


" Galak kali lah kau dek sama abang, abang cuma mau bilang besok ajak jalan-jalan sore adek,naek mobil abang sambil makan bersama kita" balas Andri sambil tersenyum manis dengan bibir tipisnya.


" Enggak bang,kami enggak boleh keluar rumah,terus mulai sekarang abang jangan panggil-panggil aku lagi,gara-gara abang aku enggak enakan sama Nor,Maaf ya Bang" aku memalingkan wajah dan melipat tangan.


"Lah kok gara-gara abang dek?,abang salah apa?" Andri kebingungan dan kernyit alis karena ucapan aku baru saja.


" Entahlah" kataku sambil cueki Andri dan pergi dari jendela tersebut.


Aku berjalan kedapur untuk menjelaskan dengan Nor,karena aku tidak suka kesalah pahaman ini berlarut sampai lama,saat aku sudah didapur Nordianah sudah tidak ada lagi.


aku mencari Nordianah kedalam kamar tetapi


Nordianah tidak ada didalam kamar,kemana dia?,aku mencari Nodianah terus,didepan rumah, diteras,atau disetiap sudut rumah ini.


Sewaktu aku mencari kesamping teras rumah ternyata dia duduk menung di samping sambil menundukkan wajah.


" Nor,Nor ,,!!


Aku mendekati Nordianah dan terjongkok mengamati wajahnya.


"Aku salah apa sama kamu Nor?,hanya gara- gara seorang Pria kau memusuhi aku?, hanya gara-gara salah paham kau memjahui aku ? " ketusku sambil menatap marah Nordianah.


Aku pegang bahunya dia menangkis lenganku.


"Ternyata aku salah menilai kau!, sudah aku bilang kau jangan kedapur, semalam kau tidak ada abang itu senyum kepadaku !, tapi hari ini kau datang, abang itu malah memanggil kau tapi bukan aku !!!" Bentak Nordianah sambil mengepal tangan.


"Ya Allah begini kau Nor sama aku?, jadi kau anggap aku saingan kau?,untuk mendapatkan Pria itu kau memusuhi aku?,dengar ya Nor, aku tidak ada niat untuk merebut abang itu darimu ? .Balasku dengan kesal bercampur emosi.


" Ya kau saingan aku,kau pikir aku enggak cemburu sama kamu, kau bisa menggaet cowok-cowok, kau bisa buat Denny tergila-gila padamu , aku cuek saja, tetapi gebetan aku jangan kau dekati !" ketus Nordianah sambil buang muka kepada aku.


"Oh, sebatas inikah persahabatan kita ?, aku enggak sangka ya Nor kau jadi iri hati sama aku .padahal aku sayang dengan kamu .kau sahabat aku Nor" Kataku dan aku masih mengkontrol emosi hati ini.


"Iya mulai saat ini kau saingan aku !, kau cantik Yun,sedangkan aku cewek cacat jelek,tetapi aku tidak murahan seperti kau yang janjian dengan cowok jam dua belas malam digerbang rumah kita, kau pikir aku tidak tau kau dengan Denny !!" ketus Nordianah tambah nyolot membuat emosi aku meledak.


" Kau tau dari mana hah?, tega kau ya Nor hampir dua tahun kita sekamar berbagi berdua,kau pakai celana dalam aku,aku diam saja,sekejam itu ucapan kau kepadaku, ya aku memang murahan kau mau apa !!!!?,tau gini aku terima saja ajakan Andri" kataku sambil melotot kearah Nordianah.


" Pergi saja kau murahan,aku enggak perduli lagi !? , suatu hari aku akan membalas kau Yunita,ingat itu dan suatu hari aku akan membeberkan rahasia kau dengan Denny " Kata Nordianah sembari berjalan masuk kedalam kamar.


Ingin sekali aku tinju Wajah Nordiannah tapi aku ingat ini bukan dikampung, ini dikota orang lain, padahal Nordiana sering sekali memakai barang-barangku tanpa izin, tetapi aku diam karena dia aku anggap sahabat, sekarang aku baru tau sifat asli Nordianah buruk,buruk sekali.


-------------


*Esok Pagi*


 


Disaat aku terbangun dari tidur,Nordianah sudah tidak ada lagi didalam kamar,betul dia menjahui aku.Aku keluar kamar dan melihat Ibu Wadinah lagi sarapan.


"Bu Nor kemana?,kok enggak ada didalam kamar kami?,padahal ini masih tengah tujuh pagi?" Kataku sambil bingung dan penasaran.


" Ibu juga enggak tau nak , tadi pagi buta Nordianah sudah berangkat sekolah dengan buru-buru,wajahnya masam sekali,ibu tanya dia jawab ada kerjaan disekolah,apa kalian bertengkar?,enggak biasanya dia pergi sendiri dengan keadaaannya yang begitu" jawab Ibu Wadinah yang lagi duduk dimeja makan.


" Tidak bu,kami baik-baik saja,yasudah Ibu, Yun pergi kesekolah juga,ini mau mandi" jawabku sambil beranjak kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Aku turun dari angkutan,berjalan melewati gerbang disekolah aku,sesampai didalam kelas,aku melihat Nordianah dan teman- teman lain berkumpul dibangku belakang.


aku tidak tau apa yang mereka bicarakan.


aku cuek saja dan duduk dibangku kelas aku.


" Yun dengaren Nor duduk dibelakang ?, biasanya kalian semacam sejoli enggak terpisahkan duduk sebangku,kenapa dia pindah duduk ?!, malah menyuruh aku duduk degan kamu ,kami jadi tukar bangku" Tanya Rina dengan nada heran.


" Biarkan saja Rin ,mungkin dia ingin suasana baru sama teman lain" Balas aku pura-pura enggak perduli.


"Teng Teng Teng" Lonceng istirahat pertama berbunyi terdengar didalam kelas. Murid-murid berhamburan keluar kelas untuk jajan,begitu juga dengan aku,Aku melewati grombolan junia dengan teman- temannya tak sangka Nordianah juga ada disitu,kenapa Nordianah mendekati geng Junia siratu gosip didalam kelas?.


Jam istirahat akhirnya selesai kami masuk kedalam kelas sambil menunggu guru bahasa arab datang,Tiba- tiba geng junia datang berdiri didepan kelas,sementara aku sudah duduk dikursi kelas.


"Woi kalian enggak tau kan Woi,diantara kita- kita ini,ada cewek murahan ?" Ucap Junia dengan nada nyolot sambil melirik kearah aku.


"Siapa ?,Siapa ?,Siapa ?"


Gemuruh teman-teman sekelas tanda tanya dan membicarakan hal ini yang baru saja diungkap Junia.


" Ada satu lagi Woii,cewek murahan itu merebut gebetan kawan aku,demi cowok dia rela keluar jam dua belas malam untuk kencan,haahaha...,murahan betul,mungkin juga dia enggak perawan lagi ahahahah"


Ucap Junia sekali lagi sambil berjalan duduk.


"Kurang ajar kau Nor,Pasti yang dimaksud Junia itu aku,teganya dia membocorkan aib aku dengan siratu gosip dikelas,aku tidak akan pernah memaafkan kau Nor" Ucap bathinku.


Semua murid jadi bergosip,ada yang berkumpul sambil melirik kearah aku,ini tidak bisa dibiarkan.Emosiku terpancing.


"BUUUKK BBUUKK " suara tinju aku di meja Junia,saat aku datang kekursi Junia,dia menjadi terkejut,seketika teman sekelas berhenti bergosip.


" Ada apa kau Yun memukul meja aku?.kau pikir kau siapa hah ! " Ketus Junia menjadi emosi dan berdiri dari duduk nya,dengan mata melotot kearah Yunita.


"Eh ratu gosip kau dengar dari mana gosip barusan hah !, apa kau melihatnya ?, siapa yang bilang? , mana buktinya ? " ketus aku sambil menunjuk wajah Junia dengan kesal,ingin sekali aku cungkil mata dan robek-robek mulut Junia.


" Aku bukan bicara soal dirimu !, ada aku sebut nama kau digosip ini?,kok marah pula kau !, kayaknya kau merasa,oh aku tau pasti kau itu sicewek murahan yang aku bilang tadi, lihatlah teman-teman dia merasa aku menggosipkan dirinya ahahaahah " ucap Junia terbahak-bahak sambil melihat sekeliling.


Aku tidak tahan lagi dengan ocehan dan tertawaan teman-teman sekelas,aku ingin jambak kuat Rambut Junia, tinju mulut Junia, setelah itu giliran Nordianah,supaya aku puas.


"Bu guru woi, Bu guru datang " kata teman teman yang mengawasi pintu kelas kami .


" Kau lihat Junia dengar aku lagi kau menggosip, aku ramas mulut kamu " ketus aku sambil berjalan kebangku yang aku tempati.


"Sudah lah Yun, jangan dengarkan ucapan Junia,dia memang begitu selalu ingin tau aib orang " ucap Rina teman sebangku aku yang baru.


sewaktu Jam pelajaran aku melirik Nordianah dia buang muka terhadap aku, pasti Nordianah yang bercerita,karena cuma dia yang tau kami di rumah seperti apa.


"Teng Teng Teng"


Lonceng sekolah tanda pulang telah berbunyi, cepat-cepat aku ingin berbicara sama Nor. karena dia langkah seribu keluar dari kelas sepertinya dia tau aku akan samperin dia.


Aku mengejar Nordianah sampai kegerbang sekolah tetapi dia tidak ada,pasti dia sudah naik angkutan langsung pulang kerumah.Aku akan buat perhitungan dengan dia, cepat-cepat juga aku naik angkutan Susul Nordianah.


" Minggir bang " ucap aku kepada pak sopir,angkutan itu berhenti,langkah seribu aku menuju rumah,cepat-cepat aku kekamar,tetapi tidak aku lihat juga Nordiannah didalam kamar,aku cari-cari diarea lain rumah ini, hasilnya juga sama Nordiannah juga tidak ada,sampai tubuh ini peluh keringat akibat berlarian.


Hem mungkin dia belum sampai kerumah kali ya,angkutannya lambat kemungkinan,aku berjalan balik lagi kedalam kamar,saat aku sampai didalam kamar,aku membuka lemari dan mengambil baju ganti,aku terkejut.


"Lho kok baju Nordiannah enggak ada?" ucapku sendiri,aku tersadar buku-buku Nor dimeja belajar juga tidak ada,aku pastikan lagi handuk kesayangannya dibalik pintu juga tidak ada,semua barang kepunyaan Nordianah juga tidak ada.


Aku keluar dari kamar dan berlari menuju kamar Ibu Wadinah.


"Tok ....tok .....tok."


"Ibu ...ibu ..." suara aku memanggil Ibu Wadinah dari luar kamar.Lalu ibu Wadinah membuka pintu kamar.


" Ya nak ?, kok ngos- ngosan begitu nafas kamu?" Ucap Ibu Wadinah heran.


"Ibu kenapa barang-barang Nordiannah tidak ada didalam kamar semua?, apa ada maling bu? tanyaku penasaran.


"Oh ibu lupa nak !, lagian kamu baru pulang sekolah ya Ibu belum sempat cerita kekamu" Kata Ibu Wadinah didepan pintu kamar.

__ADS_1


__ADS_2