Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 35


__ADS_3

Dua jam berlalu aku mulai bete karena Raja belum pulang juga,Saat aku berjalan kearah dapur aku mendengar suara motor Raja dari depan,dengan semangat aku berlari membuka pintu.


"Lama betul sayang" Aku berdiri didepan pintu mulut ini cemberut.


"Baru dua jam lebih sayang jangan ngambek ya,eh makanan dari mana ini?" Raja melihat Rantang diatas meja.


Dengan tersenyum aku menceritakan kejadian tadi saat menipu Reni,Raja senyam-senyum dan geleng kepala.


"Liciknya pacar saya ini,entar kalau Reni tau kamu pacar saya gimana?" Raja sembari membuka Rantang makanan dari Reni.


"Biar saja paling bertengkar sayang" Aku duduk diatas sofa bersebelahan dengan Raja.


"Seharusnya jangan terima makanan ini,entar dia berharap terus sama abang" Raja geleng kepala dan mendengus.


"Kenapa emang nya sayang" ucap aku heran dan bingung.


"Dia otu tukang ungkit,kalau udah kasih abang apa-apa satu kampus tau semua,dari mana teman kampus tau kalau bukan Reni yang cerita" Raja menaikan alis saat bicara.


"Aku tidak tau sayang,maaf ya" Jawab aku menyesal dan memijat kening.


"Sudah terlanjur sayang,ya sudah jangan difikirkan" Raja memijat bahu aku supaya aku tenang.


Raja pamit untuk mengganti pakaian,setelah itu aku dan Raja duduk diatas kasur uang empuk,aku melijat Raja yang sibuk melipat kain lalu Raja duduk disebelah aku.


"Abang mau bilang sesuatu "


Wajah Raja terlihat serius,aku siap kalau Raja membahas Tentang Wijaya.


"Apa itu bang?"


Aku penasaran tetapi hati ini serasa takut,sehingga jantung aku berdetak tak beraturan.


"Deg..deg...deg.."


"Sayang jangan marah ya,soal kasus adek abang udah tau sebelum Lenni cerita,abang cari tau sendiri tentang kamu sayang" Ucap Raja sembari belai rambut aku.


"Deg deg deg"


Aku tidak tau apa yang harus aku ucapkan pada Raja,aku terdiam sekelak berfikir harus dari mana menjelaskan ini semua.


"A-aku akui aku jujur itu memang benar maaf aku belum siap cerita,aku takut abang pergi,tapi aku siap kalau abang menjahui aku" Balas aku dengan tertunduk dan membendung air mata yang nyaris jatuh dipipi.


Tidak sanggup membendung lagi,aku menceritakan yang sedetailnya pada Raja,aku sudah tidak perduli apa keputusan Raja hanya kata Maaf yang terus terlontar dari mulut ini.


"Ssssss"


Raja menutup mulut aku seakan tidak mau lagi mendengar cerita aku,Raja memeluk aku karena sedari tadi aku menangis Tersedu-sedu.


"Sudah dek jangan cerita lagi,aku percaya sama kamu sayang,aku tau kamu gadis baik, abang terima kamu apa adanya kok,kalau kita jodoh pasti kita sampai tua bersama" Tutur Raja masih memeluk aku diatas kasur.


"Abang enggak seperti dia yang hanya nafsu saja pada aku,aku enggak sanggup kalau ditinggal lagi" Ucap aku membenamkan kepala didada bidang Raja.


"Ya Allah,ya sudah minggu depan abang akan datang kerumah sayang,kenalan sama mama kamu,sumpah tidak ada niat menyakiti seorang cewek karena saya sadar saya dilahirkan dari siapa" Raja dengan tersenyum saat melepas pelukan dengan aku.


"Yunita percaya sama abang" Aku mulai lega dan mencoba tersenyum pada Raja.


Entah kenapa aku memberi kecupan pada Raja dikening,setelah itu aku meniup pelan telinga Raja dan mengigitnya,Raja terpekik geli.


"Aaaww... nakal jangan pancing abang,abang belum pernah gituan,cuma sebatas wilayah Dada" Raja mengusap-usap telinga kiri karena geli dengna perbuatan aku.


"Bohong !"


Aku memalingkan Wajah tidak percaya dengan ucapan Raja.


"Demi Allah dek,saya pacaran cuma tiga kali itu juga sebatas dada saja" Raja berwajah serius dengan kernyit dahi.


Entah kenapa aku semakin penasaran dan agersif pada Raja,kali ini aku uang menggoda Raja,aku buka semuanya tidak ada satu helai pun tersisa ditubuh kami.


"Sayang jangan,belum mukhrim" Ucap Raja tak berdaya saat aku bermain diatas kasur.


Raja pasrah dan tidak bisa menolak apalagi dia melihat semua yang ada pada aku, akhirnya aku dan Raja bermain diatas kasur,Aku merasakan perbuatan Raja monoton tidak sepakar Wijaya dan aku semakin percaya kalau dia pertama kali melakukan hubungan seperti ini.


"Jahatnya perjaka aku diambil" ucap Raja yang tergeletak lemas diatas kasur dengan nafas tersengal.


"I love you "


Kata itu yang aku ucapkan dan memeluk Raja,menyandarkan kepala didada bidang Raja yang sedang berbaring.


"I love you to sayang"


Raja sembari kecup kening aku dengan mesra.


"Jangan tinggalin saya ya sayang,saya janji sampai mati selalu mencintai kamu" Raja mendekap aku dengan erat seakan tak mau pisah.


"Iya sayang,aku juga janji"


Aku tersenyum dengan bahagia,rasa cinta ini semakin melambung naik disaat aku merasakan pelukan hangat Raja.


"Abang enggak pernah gini dek,dari SMA abang jarang pacaran,abang fokus kerja bantu mama ,kasihan mama mati- matian cari uang, jadi enggak ada waktu buat pacaran,pacaran hanya sekedar saja dulu,entah kenapa sama kamu beda betul" Ucap Raja dengan mengelus rambut aku.


"Jadi pada saat kuliah abang pasti sempat pacaran" Balas aku mulai mengkeruk pribadi Raja.


"Saat SMA sempat pacaran tapi cinta-cinta biasa saja,abang berani cuma wilayah dada saja takut ambil yang bawah,abang punya adik perempuan takut kena karma,dikampus juga abang pernah punya pacar tapi selalu bertengkar terus ya abang putusin dia enggak pengertian beda sama kamu" Raja mulai mencurahkan isi hatinya.


"Kenapa putus ?"


Aku masih penasaran dengan cerita Raja.


"Adek tau abang cari makan sendiri disini tanpa bantuan mama,mama mau bantu abang tolak,jam tujuh pagi abang sudah kerja lalu jam tujuh malam sambung kuliah enggak tentu juga sih, gimana ada waktu, mantan protes terus jadi malas enggak nyaman" ucap Raja dengan panjang lebar.


"Lain kali aku enggak mau nuntut untuk ketemu sayang,aku ngerti kok,yang penting abang jangan macam-macam aku sudah senang" Aku tersenyum dan memeluk Raja dengan erat.


"Kalau sama adek kita jarang ketemu jadi waktu abang ada kalau libur,pacaran sama cewek kampus taunya uang dan uang saja, terus abang jadi ojeknya kemana-mana abang disuruh sementara abang kerja,cara yang egois" ucap Raja lagi.


"Yee enggak smua cewek gitu abang,artinya abang dapat yang sial Hahahaha" Aku tertawa renyah dan bahagia.


"Jahatnya orang serius cerita dia tertawa,ya sudah mandi sana sayang" Raja mulai duduk dan melepas pelukan aku.

__ADS_1


"Hemmm"


Aku jadi duduk juga dan mendengus kesal sembari gerutu enggak jelas.


"Abang janji tanggung jawab apa yang kita buat ini sayang,tamat kuliah cari kerjaan yang mapan terus nikahi kamu,pasti anak kita cantik-cantik,sadar punya adik cewek tidak mau mainin perasaan cewek" Raja mulai mengkhayal.


"Aku pegang omongan abang,aku percaya" Tutur aku sembari berdiri dari atas kasur.


Raja romantis dia menggendong aku alla bridal style masuk kedalam kamar mandi,benar kata Puput kalau saudaranya ini penyayang dan lembut.


Selesai aku mandi, Raja memakai pakaiannya sendiri,sementara aku berhias didepan cermin.


"Dek abang tanggung jawab ini hari,abang antar sampai rumah saja ya,selama ini ketemu diluar" ucap Raja dengan wajah serius.


"Aih mama aku galak bang ,! " ucap aku mulai ketakutan.


"Segalak-galaknya orang tua kita pasti ada sisi baiknya,mungkin marah karena mereka sayang,abang enggak perduli kalau manti dimaki mama kamu,itu sudah resiko" ucap Raja sambil memeluk aku dari belakang.


Tidak terasa hari mulai sore,waktu menunjukan pukul enam sore,aku dan Raja sudah bersiap-siap hendak pulang,Motor Raja melaju berjalan menuju kampung halaman aku.


Tidak berapa lama aku dan Raja sampai didepan rumah,aku melihat mama sedang duduk dibalkon teras dengan wajah yang masam,ternyata Mama menunggu aku,aku takut sekali pada saat ini.


"Jangan takut sayang,saya tanggung jawab" Raja turun diatas motor.


Aku angguk kepala karena lagi ketakutan karena melihat Wajah Mama,lalu aku berjalan dibelakang Raja saat menuju pintu rumah.


"Assalamu'alaikum ibu " ucap Raja dengan senyum dan menundukan Wajah didepan pintu utama rumahm


"Wa'alaikum salam,siapa kamu !?,kalian dari mana?" Jawab mama dengna ketus.


"Maaf bu jangan marah sama Yunita,saya yang bawa pergi Yunita jalan-jalan kekota, maaf ibu saya lancang bawa anak ibu tadi tidak izin dulu karena saat saya datang ibu tidak dirumah " Raja menundukan Wajah masih berdiri karena belum disuruh pemilik rumah untuk masuk.


"Mampos aku" Batin aku ketakutan kalau Aku dan Raja akan diceramahi.


"Masuk saja tidak usah berdiri disitu,seperti mau nagih hutang saja " Ketus Mama sembari duduk disofa.


"Izin bu"


Raja masuk kerumah dan duduk disofa dengab wajah tertunduk sedikit,sedangkan aku berdiri didepan mereka.


"Buatkan teh"


Dengan jutek mama bicara menyuruh aku,tanpa kata aku langsung berjalan kedapur untuk membuat teh panas,aku mendengar saja mama mulai bicara pada Raja.


"Suku apa?,siapa nama kamu?"


Nada bicara Mama mulai pelan dan tersenyum.


"Simalungun campur Ibu,bapak saragih, mama asli sunda,nama saya Raja" Kata Raja dengan tersenyum manis.


"Sekolah apa sudah kerja?" Indi sudah sepertu Wartawan.


"Saya kuliah ibu sambil kerja" Jawab Raja dengan suara lembut.


Mungkin Indi banyak bertanya karena takut kalau anak gadisnya berteman dengan orang bejat.


"Adik perempuan saya satu sekolah dengan Yunita bu,jadi kami kenalan" Raja menjawab dengan jujur.


"Ohh jadi mau kamna nih Raja ?" Indi mulai ramah pada Raja.


"Saya mau pulang bu,besok kerja sama kuliah !" Jawab Raja tersenyum manis.


" Ya sudah laen kali kalau mau bawa Yunita izin dulu sama ibu,ibu enggak mau anak ibu jalan sama pria yang enggak bertanggung jawab" ucap mama .


"Iya bu saya janji akan izin laen waktu,kalau begitu saya pulang dulu ya bu kekota" ucap Raja sembari mengukurkan tangan kepada Mama Yunita.


"Baik lah hati-hati ya nak Raja" Balas Mama tersenyum saat raja mencium jemari kanan mama dengan rasa hormat.


Aku mengantarkan Raja kedepan rumah dengan senang hati,Raja menatap aku dengab penuh cinta,aku tersipu malu baru kali ini mencintai pria sekeras ini,beda dengan mantan yang lain.


"Sayanf abang pamit ya, jangan keluar malam kalau tidak ada abang" Raja kecup mesra kening aku karena melihat suasana disekelilingg kami sepi.


"Iya sayang,hati-hati ya" Aku memejamkan mata merasakan hangatnya kecupan mesra dari Raja.Raja melambai dan melajukan motor,lalu aku masuk kedalam rumah.


"Lain kali bawa aja kerumah dia jangan ketemu diluar,sepeerti nya dia anak baik,ganteng !" Aku terkejut batin saat Mama memuji Raja.


"Ah iya ma" Aku tersenyum saja.


Aku langsung maksud kedalam kamar dan berbaring diatas kasur, bahagia aku sangat bahagia dengan Raja.


----------------------------------------------------------------------


*Esok hari*


Pagi harinya seperti biasa pergi aku hendak pergi kesekolah,aku bersemangat sekali hari ini karena kejadian smalam.


"Raja aku ngapai ya disana?,pasti lagi kerja" Aku teringat dan menebak pujaan hati aku yang jauh dimata.


Saat diperjalanan menuju sekolah seperti biasa aku bertemu dengan Indar dipersimpangan.


"Wihh muka kau itu kayak sedang dapat uang segepok" ucap Indar dengan girang.


"Lagi senang sama abang siPuput" Balas aku dengan tersenyum manis.


"Hemmm gimana kabar-kabarnya?" Sahut Indar penasaran tentang hubungan aku dengan Raja.


"Ahk dia kerumah aku semalam dan mama udah tau,aku senang" ucap aku dengan girang sekali.


"Baguslah,Hahahah... enggak sia-siakan kita inap disana,terima kasih kau sama aku" ucap Indar dengan bangga.


"Iya tuan putri,hari ini tuan putri menang makasih, puass !" ucap aku cemberut karena kesal diledek Indar.


"Heeheh eheh"


Indar cengar-cengir sembari melotot pada Yunita,itu cara Indar supaya Yunita tidak kesal lagi.


"Woi-woi tunggu" siMery dari jauh sambil makan roti.

__ADS_1


"Si rakus ini,eh puput mana?" Tanya aku karena tidak melihat Puput bersama Merry.


"Mungkin Puput sudah sampai duluan,lalu masuk kedalam kelas" Balas Merry yang masih mengunyah makanan.


Ternyata benar Puput sudah sampai kedalam kelas,aku cepat-cepat duduk disebelah Puput entah kenapa ini hari aku jadi lebay banget.


"Aku sayang puput " ucap aku sembari memeluk Puput.


"Tampaknya ada yang senang ini ?!" Puput mengelus punggung aku,lalu melepas pelukan aku.


"Yoi ....kena pelet abang kamu tuh kelihatan" Indar menyindir.


"Haahahah,wah pasti kalian jalan-jalan enak ya semalam,aku aja adiknya enggak pernah di ajak Raja" Sahut Puput dengan cemberut.


"Put aku mau tanya abang kamu dari dulu kerja ya?" aku hanya ingin memastikan saja ucapan Raja semalam.


"Oh itu abang aku itu hebat selain ganteng dia Sayang betul sama mama,nilainya disekolah juga bagus dapat juara dua,dari kecil pekerja keras bantu uang sekolah kami juga pernah, bapak aku aja yang enggak tau diri,adek aku paling kecil kayaknya nurun sifat bapak " Jawab Puput dengan panjang Lebar.


"Oh begitu,aku sudah paham Put " Balas aku sembaro berfikif tentang Raja.


"Kau janji ya jangan sakiti abang aku,dia itu jarang pacaran dulu pas SMA enggak pernah bawa cewek kerumah,atau pun surat-surat cinta enggak pernah terlihat aku,dia hanya fokus kerja,pokoknya dia suami idaman aku bilang begini bukan karena dia abang aku ya,ini memang nyata." ceramah puput .


"Wah aku mau dapat suami kayak abang kamu" Merry berseru sendiri.


" mau ini kau" aku mengepalkan tangan kepada Merry


"Ahk enggak jadi nanti aku macam Lenni Hahahaaha,oh iya Yun gara-gara malam itu si Wati enggak berkawan lagi sama Leni " ucap Indar tertawa renyah.


"Baguslah itu manusia enggak baek, busuk hati jangan- jangan cowok Wati diembat juga" Aku mulai mengghiba.


"Emangnya kenapa Yun" Sambung Puput tidak tau kisah Lenni dan Yunita


"Dia mau goda abang kamu,aku pentunglah pake tangan Hahahahah" Jawab aku sambil tertawa ria.


Lonceng berbunyi bertanda istirahat selesai,


kami berjalan hendak kedalam kelas,mengikuti pelajaran sekalian menunggu pelajaran terakhir.


waktu bergulir terus tidak terasa waktu menunjukan pukul satu sore,dengan berjalan beberapa menit aku sampai Halaman rumah, aku jadi girang karena melihat motor Raja ada didepan rumah.


"Aaaa kejutan "


Raja teriak saat dibalik pintu rumah.


"Ih abang kok kesini,emang enggak kerja?"


Aku terkejut dan memukul mesra dada Raja karena terkejut.


"Ganti sif sama kawan dek"


Jawab Raja sembari meraih jemari kanan aku


"ohhhh"


Aku jadi malu saat Raja kecup mesra jemari aku.


"Lagian abang kangen kejadian semalam, abang enfgak bisa lupa huhuhu" bisik Raja kekuping aku.


"Gombal ya mulai, aku ganti baju dulu sayang" aku pijat hidung bangir Raja setelah itu masuk kedalam kamar.


Selesai aku ganti pakaian aku keluar dari kamar,Raja santai duduk disofa,aku mendekati sofa dan duduk disebelah Raja.


"Asek ada pelajaran rumah?" Ucap Raja menatap aku mesra.


"Ada sih,tapi aku benci pelajaran matematika sayang" Ujar aku dengan cemberut.


"Eitss enggak boleh sini coba abang lihat, abang paling suka pelajaran mate-matika" Raja mulai seru.


"Iya"


Aku sedikit sebal,tapi karena Raja yang mau ajari aku jadi mau gimana lagi,aku memperhatikan lekuk wajah Raja,bibir nya yang merah,matanya yang cokelat,hidung nya bangir kecil,aku bukan fokus belajar tapi fokus melihat Wajah Raja.


"Begini dek Oon,kayaknya saya ngomong dari tadi mata adek enggak kebuku,apa mesti abang tulis ya angka diwajah ini" Raja mulai bawel karena Yunita tidak fokus.


"Haahaah maaf sayang,ayo coba lagi" Balas aku sambil malu-malu,padahal lamunan ini buyar.


Raja fokus terus mengajari aku,dia jago mate- matika dia kuliah jurusan akuntan ekonomi entah apa lah itu,b.inggris Raja juga lumayan


aku enggak salah kenal dia,aku sangat berterima kasih kepada Allah telah menghadirkan Raja dihidupku.


Saat kami fokus belajar Mama dan Ayah pulang kerumah, mereka senyum melihat kami yang duduk sembari melihat buku.


"Lagi ngapai ?" Kata Ayah yang mulai suka kepada Raja.


"ini pak lagi ajari Yunita matematika buat PR, tapi bandal pak enggak paham belajarnya" Jawab Raja sembari salam cium tangan Ayah Yunita.


"Ih mulai-mulai"


Aku cemberut karena Raja meledek aku didepan Ayah.


"Ayo jangan ganggu mereka,biarkan saja " ucap Mama lalu mengajak ayah pergi dari ruang tamu.


Aku sangat bahagia akhirnya mama tersenyum ikhlas pada Raja,artinya mama suka pada Raja,Raja menunjukan hal positif sehingga mama dan ayah setuju.


"Bang jam brapa pulang ?" ucap aku melihat Rsja yang fokus menulis dibuku.


"Entar aja lah sayang,agak malaman dikit" Kata Raja sembari acak Rambut aku.


"Raja makan nak"


Mama memanggil dari dapur,aku langsung berdiri sembari menarik jemari kiri Raja,lalu kami berdua berjalan kearah dapur.


"Makan nak Raja"


Ayah juga Ramah pada Raja,aku sangat nyaman kalau pacaran begini,kenapa tidak dari dulu aku mengenal Raja,kenapa harus Wijaya rasa sesal itu tiba-tiba datang dihati.


Kami sekeluarga makan bersama,Raja juga kelihatan nyaman pada ayah dan mama,mereka bercerita sembari bercanda gurau.

__ADS_1


__ADS_2