
Tidak terasa aku sudah dua bulan berpacaran dengan Danu,aku masih tinggal disini dirumah Yongki walau terkadang aku menghindar kalau Yongki mencoba mendekati aku.
Sore ini aku dan Desy akan bertemu dengan Danu,aku sudah jatuh cinta kepada pria yang selalu menaruh perhatian kepadaku dan karena kebaikan dan kelembutannya aku tunduk dengan Danu.
"Cepat kau Yunita,lama kali berhias" ucap Desy yang menunggu didepan pintu kamar.
"Sabar mbak, ini bedaknya bisa hancur,pasti ulah mbak maya sewaktu mabuk" Kata aku dengan kernyit dahi.
"Haaha maaf ya ,nanti mbak beli yang baru ya, oik tapi jangan lupa pulang kalian bawa oleh- oleh" Kata Maya yang sibuk menggunting kuku-kuku panjang kepunyaan Maya.
"Kau taunya oleh-oleh,duit sama baju baru " Ucap Desy mencibir Maya.
"Jangan ribut mbak,iya entar kami bawa dodol rasaj engkol mau" ucap aku dengan nada bergurau.
"Huh ada-ada aja kau Yun"
sambung Maya dengan geleng kepala.
"Ten...ten...ten"
Suara klakson mobil dari depan rumah terdengar kami semua,tampaknya Danu sudah menunggu didepan bersama Agung.
"Nah itu udah datang mereka,ayo Yun" ucap Desy tidak sabar menunggu aku.
"Mbak Maya kami pergi,entar bawa makanan daaa..." Seru aku dengna berlari kepintu depan menuju pagar rumah.
"Woi hati-hati kalian ya"
Kata Maya saat berdiri didepan pintu belakang dan melihat aku masuk kedalam mobil.
Setelah aku dan Desy sudah berada didalam mobil,Danu lalu menyetir dan membawa kami keluar dari gang rumah Yongki.
"Sayang cantik hari ini aku suka sama baju kamu sopan dan elegan" ucap Danu sambil menyetir dan tersenyum manis.
"Hemm terus puji-puji ceweknya,ayang Agung enggak puji adik?, adikkan cantik juga hari ini" Tutur Desy dengan manja dan meletakkan kepala dibahu Agung.
"Taikmu,hari ini kau jelek betul,puaas"
Ucap Agung dengan nada ketus.
"Kan...,uh enggak ada romantisnya,dingin betul buat aku kesal tau" manyun Desy dan menepuk bahu Agung.
"Kata kamu diranjang aku romantis,strong, enak,sekarang kau bilang lagi abang enggak romantis uh" Sahut Agung jadi kesal.
"Hahahah sudahlah Agung memang begitu wanita diluar malu-malu,sudah diranjang kena kincit meong jadi kelepek-kelepek" sambung Danu dengan nada gurau dan tertawa renyah.
"Ada-ada saja"
Sambung Desy dengan nada kesal.
Entah kenapa hari ini Danu mengajak aku pergi kepantai,bahagia rasanya diajak Danu kepantai menghirup udara segar setelah sekian lama aku tidak menginjak pantai lagi.
"Sayang dengaren mau bawa aku senang- senang begini ?" Kata aku dengan bahagia yang lagi duduk santai dijoglo depan pantai.
"Iya sayang,pokoknya satu hari ini aku akan buat kamu bahagia" Kata Danu sembari merangkul bahu aku dari samping.
"Kayak mau pergi jauh saja"
Tukas aku sembari meletakkan mesra kepala ini diatas bahu Danu.
"Memang mau pergi di,dia ditugaskan keluar sumatera" Sambung Agun dengan nyeplos.
"Sssst bising kali kau taik,biar aku yang cerita sama kekasih aku ini" ucap Danu dengan sekilas kecup pipi aku dengan mesra.
"Aku tidak suka main rahasia"
Tukas aku dengan cemberut.
Aku tau maksud Agung tetapi aku diam takut merusak momen indah ini,aku bawa heppy saja selama hari ini dia masih disamping aku dan aku bahagia.
"Sayang cari remis yuk,aku dulu kepantai cari remis sama kawan-kawan sekolah,ih jadi kangen sama teman dikampung" ucap aku sama Danu sambil berjalan ditepi pantai.
"Ih enggak usah sayang,panas betul entar kalau udah dingin kita lomba ya,siapa dapat paling banyak adek puaskan abang dan kalau abang sedikit abang yang puaskan adek" ucap Danu dengan wajah mesum.
"Idih mesum kali"
Tukas aku sambil mencipratkan air laut kewajah Danu dab Danu menghindar.
Danu mengejar aku dan berlarian disekitar pantai,sementara Desy dan Agung sibuk bermesraan didalam joglo.
"Aduh...duh.."
Alngkah lari aku terhenti disaat telapak kaki kanan ini menginjak cangkang kerang yang sedikit lancip.
"Mangkannya jangan lari terus"
Ucap Danu sambil melepas cangkang kerang yang menempel dikaki aku.
"Berdarah"
Ucap aku sambil merintih disaat tangan Danu melepas duri cangkang ini.
"Sakit ya benar ya sayang?"
Tanya Danu sambil meniup kaki kanan ini dan mengusap lembut darah yang menempel dikulit aku.
Aku hanya anggukan kepala sedikit perih karena luka tidak begitu besar,dengan lamban Danu memapah aku menuju joglo.
" kampret ngejutin aja,kenapa kaki kamu Yun?" ucap Desy melihat aku jalan terpincang.
"Terkena cangkang kerang disana,kalian disinj terus enggak menikmati undah pantai ini,kalau mau mesra-mesraan kekamar saja sana" Ucap Aku dengan sewot.
"Duh udah pandai sekarang Yunita berlagak" ucap Desy tersenyum kecil.
"Sebenarnya aku mau mandi,tapi dia malah ajak mesra terus" ucap Agung mendengus kesal pada Desy.
"Huh kalau ada orang pura-pura jutek" sambung Desy buang muka pada Agung.
"Sudah mending cari minuman sana gung,kalau malam dingin disini mending hangatkan badan dulu" Tukas Danu yang duduk disebelah aku.
"Enggak usah minum disini,entar kau mabuk dan aku mabuk siapa yang bawa mobil" Tolak Agung sambil kernyit dahi.
"Ahk kentut sama kau"
Balas Danu dengus kesal.
__ADS_1
Karena mulai malam kami semua bergegas untuk pulang dan mencari hotel terdekat dikota SR ini,diperjalana aku melihat banyak penjual dodol menyajikan dagangannya disetiap tepi jalanan besar ini.
"Sayang singgah bentar kepasar beng,aku mau beli dodol buat mbak Maya" Ucap aku mengingat janji aku pada Maya.
"Ah siaaap boss !!,saya menepi " ucap Danu dengan nada tegas.
"Ahk siap-siap, kau pikirnya kita lagi apel pagi" sambung Agung disaat mobil Danu menepi didepan pedagang dodol.
"Hahahaha bising amat kau"
Danu tertawa renyah sambil mencibir Agung.
Mobil sudah terparkir dan kini kami siap-siap untuk turun dari dalam mobil.
"Yunita ngapai kau belikan sitoyol itu,belikan aja dia ciki-ciki,iyakan sayanglu Agung?" ucap Desy merasa malas ikut aku turun dari dalam mobil.
"Jangan mbak,entar dia merepet lagi,ciki-ciki untuk anak SD" jawab aku sambil membuka pintu mobil.
"Body maya kecil cocok masih SD" ucap Desy sambil meluk Agung.
"Jangan...., malu dilihat orang"
Ucap Agung sambil menepis lengan Desy.
"Heemm"
Desy mendengus kesal karena Agung tidak mau dipeluk,mungkin Agung memang tidak suka memperlihatkan kemesraan didepan umum.
Kini Desy dan Aku sudah mau turun dari dalam mobil,sedangkan Danu dan Agung menunggu didalam mobil dan mereka berdua enggan untuk keluar daru dalam mobil.
"Yun belikan juga bos kita itu nanti enggak enakkan kita numpang dirumahnya" ucap Desy yang turun dari mobil.
"Selow kau mbak,uang dikasih Danu cukup beli dodol dua puluh bungkus Hahaha" sambung aku tertawa saat berjalan menuju pedagang dodol dibarengi Desy.
"Sebenarnya aku tidak sudi membelikan apapun untuk tua bangka itu,anggap saja aku membelikan ini untuk istri dan keluarganya" Batin aku sedikit emosi.
Selesai membeli Dodol kini aku dan Desy masuk kedalam mobil,lalu Danu menyetir dan mobil berjalan menuju kota T.
"Agung kita kehotel malib saja ya biar dekat" ucap Danu saat fokus menyetir.
"Enggak enak itu ces,ayo tembak kita kekota P.S disana hotel ada yang bagus lebih bersih" ucap Agung yang duduk bersama Desy.
"Aku belum pernah kekota P.S sayang"
Sambung aku dengan kernyit dahi.
"Ayang mau kesana ?,ahk siap kita meluncur" ucap Danu menambah kecepatan mobil.
"Gadis kecilku hari ini aku akan membuat bahagia kamu,karena sebentar lagi aku akan pergi keluar pulau,ahk sedih rasanya" Batin Danu merasa sedih.
Satu jam berlalu akhirnya kami sampai juga dikota P.S,Danu membawa mobil dengan ngebut sehingga cepat sampai dikota ini,lalu mobil membawa kami menuju perhotelan yang ada dipusat kota.
"Agung ambil dulu ditas aku minuman semalam" Kata Danu saat parkirkan mobil didepan hotel.
"Kampret kau suruh aku terus" ucap Agung sambil mengambil tas.
"Udah sana kereception,entar aku sama Agung gabung dulu kekamar kalian ya kita minum" Ujar Desy yang sudah turun dari mobil.
"Aman itu"
Sahut Danu yang berjalan menuju ruang reception hotel,lalu Danu menyewa dua kamar,sedangkan kami menunggu diparkiran.
"Wah ada bedthupnya,sudah lama sejak itu ehh-----" Pembicaraan aku terputus,hampir saja aku keceplosan mengingat memory bersama Raju.
"Kenapa dek?"
Ujar Danu dengan heran sambil menaikan alis.
"Sudah lupakan,ayo kita pesta"
Balas aku dengan tersenyum manis.
Kami duduk sembari menikmati minuman kelas yang beralkohol tinggi,terlihat Agung memijat dahi entah kenapa,sedangkan Desy mulai mabuk.
"Bro kentang aku,sedikit sisa minuman ini, dihotel ini ada karaoke nya lho,bartender juga ada katanya long island lumayan racikannya enak" ucap Agung uang ternyata kurang bius alkoholnya.
"Kau buat aku tumpur aja,apa bisa dipesan melalui room service?" sambung Danu geleng kepala.
"Aman kau disitu biar aku yang bayar,cobalah" Kata Agung dengan tersenyum kecil.
Danu mencoba menelfon room service ternyata minuman tidak bisa dipesan dari room service,terpaksa Danu pergi menuju Baar yang terletak didepan hotel.
Danu membawa beberapa gelas long island dari Baar tersebut,lalu kami melanjutkan lagi minum yang sempat gantung dan tidak terasa malam semakin larut kini jarum jam menunjukan angka satu dini hari.
"Bro kami balik kekamar ya,Dia mulai mabuk entar malah penger" Kata Agung sambil memapah kekasihnya itu.
"Ok Agung,selamat menikmati"
Sahut Danu dengan merangkul aku yang sedikit pusing karena minum beberapa gelas.
"Taik kau"
Sambung Agung sambil keluar dari kamar Aku dan Danu.
Danu menutup pintu kamar setelah Agung dan Desy sudah tidak ada lagi,lalu Danu menutup pintu kamar dan kembali kesofa yang sedari tadi duduk berdua dengan aku.
"Kok lihat nya gitu?"
Tanya aku saat melihat Danu menatap dengan sendu seperti ada yang disembunyikan.
"Ingin lihat wajah kamu sayang, biar jangan lupa nanti kalau aku kejakarta" Ucap Danu dengan mata sayu dan wajah bersedih.
"Apaaa !! , jadi bener abang pindah tugas ?!" ucap aku dengan terkejut dan sedih.
"Maaf dek abang enggak mau sebenarnya, tapi karena tuntutan pekerjaan ini abang terpaksa kesana,ya abang minta ketemu sama kamu karena mau pamit pergi, jangan kecewa ya sayanf" ucap Danu dengan nada bersedih.
"Ya sudah aku mengerti"
Sambung aku dengan berusaha menahan air mata ini dihadapan Danu.
"Sedih sih tapi mau gimana lagi?,ini sudah takdir aku,Tuhan kenapa orang yang aku sayang pergi terus,benar kata Maya sama Desy aku tidak boleh jatuh cinta,tapi apa daya aku tak kuasa" Batin aku dengan bersedih.
"Sayang jangan sedih,orang tua abang tinggal dikota T, pasti abang pulang suatu hari nanti" ujar Danu sambil menarik kepala aku untuk bersandar dibahu Danu.
"Ya serah abang,aku pasrah saja,abang baik jadikanlah ini malam terakhir kita bang, malam indah bersama kamu" Ucap Aku sambil mengusap butiran bening ini yang sudah tidak tahan lagi ingin keluar dari pelupuk mata.
__ADS_1
"Aku sayang sama kamu dek,maaf ya sayang aku terpaksa" Kata Danu dengan nada bersedih.
"Ya aku pasrah,Danu aku akan buat kau malam ini enggak bisa lupa sama aku bila jauh nanti" Ucap disanubari ini dengan berusaha ikhlas untuk kehilangan pria yang mulai aku cintai.
Malam ini aku seperti kesetanan disaat melakukan hubungan dengan Danu,aku hanya ingin membuat malam ini tidak dapat terlupakan termaksud Danu.
Aku layani dia semampu aku agar menjadi kenangan terindah,terlihat Danu mengucurkan keringat karena habis puncaknya,aku melawan Danu dan membuat dia kewalahan.
"Adek hari ini beda aku sampai lelah enggak biasanya adek begini" ucap Danu sembari memeluk aku diatas kasur.
"Enggak apa bang,aku senang"
Jawab aku sembari memeluk erat Danu yang membelai rambut ini.
Mungkin karena bisu minuman membuat aku semakin tisak terkontrol,lalu aku mengajak Danu untuk bermain kedua kalinya walau Danu terlihat lelah dia masih bisa melayani kemauan aku.
Karena lelah sekali kami jadi tertidur tanpa kata apa-apa lagi,aku merasa nyaman dipelukan Danu saat mata ini terpejam.
------------------------------------------------------------------------
*Esok hari*
Pagi hari aku dan Danu terbangun,aku mengajak Danu untuk mandi air panas didalam bedthup,seperti balas dendam atau merasa tidak rela kau mengajak Danu melakukan hubungan itu seperti tadi malam tapi suasana lain karena berada didalam bedthup menikmati air panas ini.
Setelah sampai puncak kami berdua aku jadi sangat lemas sekali,kaki ini gemetar tidak sanggup berjalan mungkin kepunyaan Danu yang besar membuat ngilu seluruh kaki dan **** ********** aku.
"Kan udah abang bilang jangan dipaksa, abang enggak apa sayang,kalau enggak gitu- gitu abang enggak keberatan" ucap Danu menatap dan membelai rambut aku.
"Nanti kalau abang pergi,dijakarta banyak yang lebih dari aku pasti abang akan bisa beda kan aku dengan yang lain" balas aku sambil bersedih.
"Ssssst jangan bilang begitu sayang,jangan menangis belum aja abang pergi udah begini,aku masih disini" Sambung Danu sambil mengusap air mata yang ada dikedua pipi aku.
Ingin sekali aku membawa Danu kedalam hutan yang tiada satupun penghuninya,supaya aku tidak berpisah dengan Pria yang sudah mengetuk hatiku.
Waktu terus berjalan maju Danu melihat arlojinya menunjukan angka dua belas,tidak terasa hari terus berjalan maju,seandainya aku putar waktu aku tidak ingin hari inu cepat berlalu.
"Tok tok tok "
Pintu kamar kami diketuk orang,aku tergesa-gesa mengusap air mata ini,sedangkan Danu berjalan menuju pintu kamar untuk membuka pintu kamar.
"Woi makan...,minta makan woi laper aku woii habis dibuat sari-sari aku sama Desy" ucap Agung Saat melihat Danu membuka pintu kamar.
Danu hanya mengenakan handuk saja yang melingkar dipinggang,Agung tertawa sambil menutup mulut melihat penampilan Danu yang kacau.
"Ganggu aja kau !!"
Kata Danu sambil garuk kepala padahal tidak gatal.
"Hahaha....,jam segini handuk-handukkan kalian,cepat pakai baju kalian,kita makan diluar ayo,yang berapa kali kalian mesum sampai enggak pakai baju" ucap Agung yang masuk menerobos kedalam kamar.
"Kampret jangan masuk dulu,bini aku masih pinjungan handuk,kau mau intip bini aku !!" ucap Danu sambil menutupi tubuh aku pakai selimut.
"Iya...aku nunggu diteras ya awas kalau lama,Desy entar lagi nyusul, dia masih mandi dikamar kami" ucap Agung yang buang muka karena merasa malu.
Kini Agung sudah pergi dari kamar lalu Agung hendak duduk diloby hotel,Sedangkan Danu memakai pakaian dengan tergesa-gesa,aku hanya duduk diam membisu.
"Sayang cepat pakai baju,Agung udah menunggu diloby hotel" ucap Danu sembari memakai pakaian.
"Iya bang"
Ucap aku dengan nada malas.
"Wajahnya sedih gitu sayang"
Tutur Danu sembari membelai mesra rambut aku.
"Tolong jangan belai rambut aku,aku semakin enggak ikhlas kalau kamu pergi" Batin aku menjerit,ingin sekali aku berkata begini tetapi bibi ini terkatup seperti ada perekat yang kuat.
"Enggk ahk siapa yang sedih"
Balas aku berusaha untuk santai dan menutupi dilema hati ini.
Setelah makan bersama suasana sedikit dingin karena aku yang diam terus dan setelah itu Danu dan Agung hendak mengantar aku dan Desy kerumah Yongki.
Sesaat kemudian mobil Danu sampai didepan gerbang rumah Yongki,hati ini terhiris bagai ditusuk sembilu karena tidak ingin berpisah dengan Danu.
Agung dan Desy mungkin mengerti lalu mereka berdua keluar dari mobil,Agung dan Desy meninggalkan aku Dan Danu didalam mobil.
"Ini sedikit rezeky abang untuk adik,enggak banyak cuma dua bulan gaji abang,memang udah abang siapkan dihari sebelumnya,pakai baik-baik ya sayang,jangan boros-boros, abang kasih ini bukan maksud merendahkan kamu dek, tapi biar ada pegangan kamu untuk pulang kekampung" Kata Danu seakan membuat kata perpisahan untuk aku.
"Hiks...hiks...hiks"
Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi hanya suara tangis yang aku ucapkan saat ini,sementara Danu kini memeluk aku dengan erat,aku letakkan kepala ini bersandar dipundak Danu,sungguh hancur rasa hati ini cinta yang baru saja aku bina akan berakhir dengan sekejap.
"Sssssst jangan menangis terus sayang, ingat kata abang pakai pakaian yang wajar biar jangan direndahkan pria,jaga diri adek kita jauh dari orang tua ya sayang,suatu hari abang datang" ucap Danu sembari mencium kening aku sekilas.
Tangis aku semakin meledak saat Danu memeluk dan mencium aku,aku tidak bisa berkata-kata lagi,Danu memeluk aku dengan erat seperti tidak tega berpisah dengan aku.
"Ya udah abang pamit sayang,mau pecking koper abang juga,ingat kata abang jaga diri baik-baik" Ucap Danu dengan nada bersedih.
"Iya bang"
Hanya kata itu yang bisa aku katakan karena menangis tersedu-sedu.
Pintu mobil sudah aku buka dan aku membalikan badan untuk melihat wajah Danu terakhir kali,aku tidak ikhlas melepaskan pria ini,lalu aku peluk lagi tubuh kekar Danu dengnan erat sekali.
"Abang juga hati-hati didalam dinas,aku berdoa semoga abang baik-baik aja disana
i love you sayang" ucap aku menangis dengan tersedu-sedu sekalim
"Iya sayang i love you to,selamat tinggal ya dek kalau jodoh kita ketemu lagi" Balas Danu sembari memegan kedua belah pipi aku dan dengan lembut Danu mengusap air mata ini.
Aku tidak melihat lagi alis tebal itu dan mata bulat kepunyaan Danu,hidung yang bangir tidak aku lihat lagi sampai aku berlari masuk kedalam rumah Yongki.
-----------------------------------------------------------------------
Cinta tidak akan selalu memiliki,dia hadir tapi tidak bisa pergi begitu saja,karena kita sebagai manusia biasa yang punya rasa cinta,
emosi,sesal dan dendam,tergantung yang mana pernah kita jalani,selagi masih bertahan dengan satu pria maka sayangilah mereka jaga mereka.
Buang negatifnya ambil positifnya ,hikmahnya membuat kita belajar dan menjadi motivasi hidup yang kuat.
Salam dari author cantik.
"muachh"
__ADS_1
jangan lupa like dan komen pembaca Sayang aku.
Horas-horas Boru Regar.