
*Juli Tahun 2000*
Libur panjang sebentar lagi usai,kini aku tumbuh dewasa dan sebentar lagi jadi anak SMA,malam ini malam minggu aku sendiri duduk didepan teras rumah,sejak kepergian Raju aku tidak mau lagi kenal semua pria,entah kenapa malam ini aku ingin sekali jalan-jalan cukup sudah Rasa sepi dihati membelenggu diriku.
Aku dan para sahabat terpisah sejak kepergian Yoga Merry langsung pergi dari kampung ini setelah ujian akhir disekolah,aku jugasudah lama tidak gabung Indar dan Wati.
Aku dapat teman baru namanya putri,rumah putri jarak satu rumah dari rumah aku,dia anak tetangga yang seumuran denganku.Putri datang menghampiri aku yang duduk disofa teras.
"Yun ayo kedepan"
Ajak Putri berdiri didepan akun
"Duduk disimpang saja yok"
Tutur aku sambil beranjak dari duduk.
Sewaktu aku dan Putri berjalan menuju simpang rumah,Lisa menyusul dari belakang,
Lisa juga anak tetangga dibelakang rumah aku,kini aku nongkrong dengan mereka.
Putri berparas sedang sedang saja tidak cantik tidak jelek,body Putri sedikit subur berisi,rambutnya pendek berkulit kuning,gigi Putri sedikit tonggoa,dia tidak begitu tinggi.
Sedangkan Lisa tubuhnya kurus langsing dengan rambut sebahu,kulit sawo matang,ukuran badan kecil alias pendek.
Saat kami duduk dipersimpangan jalan aku dibuat Lisa dan Pitri untuk tumbal,Ya..tumbal menggaet cowok-cowok,karena aku uang lebih menonjol dibanding mereka.
"Eh lihat Yun cowok naik satria itu !"
Kata Putri yang sibuk melihat kedepan jalanan aspal.
"Mana?,itu anak atas bodoh palayboy itu,tapi bisalah kau dibawa kencan sambil nonton keyboard" Sahut aku tersenyum.
"Ssssst....Sssst"
Aku bersuit sewaktu lelaki itu melintas didepan persimpangan dimana kami duduk santai.
Motor Satria itu berhenti menghampiri aku beserta teman-teman,Aku mengenal pria itu dan kimi berdiri dihadapannya.
"Hallo ada yang mau kenalan Pan"
Kata aku dengan genit.
"Kirain siapa yang manggil,rupanya kau Yun"
Kata Topan yang masih duduk diatas motor.
Aku kenal Topan sewaktu acara coret-coretan perpisahan sama Ndar disungai kemarin,jadi kami kelihatan akrab saat bicara,aku mengenalkan Topan pada Putri.
Saat kami ngobrol melintas seorang pemuda naik motor RX.king,Topan memanggil pria itu,motor Rx.king itu berhenti didepan kami.
"Darma"
Peria itu berjabat tangan ajak kenalan dengan aku.
"Yunita"
Aku tersenyum saat jemari ini disentuh pria tinggi semampai.
Obrolan demi obrolan Topan ajak Putri jalan,tetapi karena ada Lisa akhirnya mereka pergi bertiga tidak tau entah kemana.Sedangkan aku disimpang masih duduk bersama darma.
"Jalan yok"
Ajak Darma sambil naik keatas motor.
"Boleh"
Tanpa bicara lagi aku langsung naik keatas motor Darma.
Aku mau diajak Darma karena Topan bilang Darma seorang bos,sebenarnya aku tidak tertarik mau Darma kaya atau apapun,tapi aku hanya iseng saja dan coba-coba.
Motor Darma berhenti ditengah pohon karet,aku teringat kisah bersama Wijaya ini seperti dejavu cuma berbeda Pria.Aku sedikit takut melihat suasana gelap dibawah pohon karet ini.
"Laki-laki sama saja ujung-ujungnya nembak terus ciuman lalu nafsu cuih" Batin aku jadi jijik melihat pria disamping aku ini.
"Dek kok diam saja"
Kata Darma heran yang lagi duduk diatas motor.
"Mau apa sih abang bawa aku ketempat kayak gini" Aku mendengus kesal dan emosi.
"Kan enak suasana sepi gini,adek udah ada pacar apa belum?" Tanya Darma megang pipi aku.
"Udah jomblo"
Aku menepis lengan Darma yang ini pegang pipi aku.
Darma tampangnya pas-pasan kenapa aku mau jalan sama dia,itulah bodohnya aku jadi cewek,aku menyesal mau diajak jalan Darma.
"Jadi pacar abang mau dek ?"
Ceplos Darma tiba-tiba.
"Hem"
Aku mendehem saja dan berfikir buat aku jadi semakin muak.
Aku tidak jawab pertanyaan Darma serasa ingin pergi saja tapi tempat ini sangat jauh dari rumah,ahk suasan yang sulit untuk aku.
"Aku lapar bang,sini duit nanti pulang dari sini aku beli makan sekalian buat mama aku"
Kata aku mengalihkan pertanyaan Darma.
Tanpa mikir darma mengeluarkan dompet dari dalam saku,Darma memberikan uang lima puluh ribu dan memberikan uang itu kepada aku,percuma dong dia toke alias pengusaha.
"Kenapa enggak sama abang aja beli makan adek?" Kata Darma kernyit dahi.
"Tadi sebenarnya aku mau beli makan buat mama juga,tapi keburu abang culik " Alasan aku supaya peria ini tidak curiga.
"Oh jadi udah mau jadi pacar abang dek?"
Darma belum lupa dengan acara menembak aku.
"Terserah abang saja"
Aku angguk kepala walau sebenarnya dia jauh dari type aku,ya aku hanya coba-coba saja.
"Dek abang cium ya"
Darma meminta izin terlebih dahulu.
"Benarkan semua laki-laki sama baru jadian pasti minta aneh-aneh" Batin aku sedikit kesal.
"Kenapa diam?,boleh ya"
Darma sudah tidak sabar ingin bermesraan dengan aku.
"Ya serah"
Jawab aku datar seperti terpaksa.
Darma nyosor saja aku hanya mematung tidak membalas ciuman Darma.
"Hemm...enak betul bibir kamu dek tipis aku suka" Kata Darma yang sudah selesai mencium aku.
"Gombal"
Kata aku singkat karena tidak suka.
Perut aku tiba-tiba mual karena mencium aroma tidak enak dari mulut ini,sumpah ingin muntah karena bau ini dari ludah Darma yang menempel ditepi bibir aku,jijik aku sangsat jijik aku seka dengan sapu tangan.
"Dek abang pengen boleh ya?"
Kata Darma yang menahan nafsu sedari tadi.
"Apaa...!,lancang sekali dia baru kenal udah minta gituan,gila ya" Batin aku jadi emosi.
__ADS_1
Tanpa kata aku setuju iya atau tidak Darma dengan lancang membuka resleting celana ini,aku tangkap dan aku tepis jemari kanan Darma.
"Aduh perut aku sakit"
Aku tertunduk megang perut,sebenarnya itu bohongan dan akalan aku saja.
"Lho-lho kenapa dek?, kok merintih apa nya yang sakit ?" Darma jadi takut dan cemas sembari menahan nafsu yang tertahan.
"Perut adek bang melilit,aku mau pulang"
Alasan aku tepat sasaran.
"Ayo abang antar"
Darma memutar kunci kontak motor,Rx.king itu menyala lalu melaju dengan kecepatan normal,aku tersenyum licik ditempat duduk tumpangan.
"Rasain kamu dasar pria gatal,mau nafsu saja kali sama aku cuih" Batin aku puas menipu Darma.
"Aduh sakit"
Aku pura-pura merintih lagi supaya Darma semakin bingung,Darma menarik gas lalu motor melaju ngebut sampai tiba dipersimpangan rumah aku.
"Kamu minum obat ya dek,besok kita ketemu lagi,abang tunggu disini" Kata Darma memujat dagu aku.
"Iya"
Jawab singkat aku sembari buang muka,Darma akhirnya pamit pergi dari hadapan aku entah kemana,aku sangat puas mengibuli Darma.
"Hahahaha.. mati kau Darma yang penting udah dapat uang kamu, bye-bye Darma besok kita enggak jumpa lagi,dasar walang kekek baru kenal minta gituan,paham betul aku cowok kayak kamu" gumam aku sendiri dengan tertawa renyah.
Baru perdana ini aku menipu lelaki,ini semua karena kalian para lelaki maunya nafsu saja sama cewek kayak aku,air mata ini sudah kering lelah untuk bersedih.
Aku masih duduk dipersimpangan jalan sambil menunggu Putri dan Lisa datang.
Dari kejahuan aku melihat Lisa berjalan sendiri menuju kearah aku.
"Hai Yun cepat kali kau disini"
Tanya Lisa turun dari atas motor Topan.
"Ahk Darma cowok enggak benar, masa baru kenal udah mau minta gituan,terbaca kalau mau sama aku nafsu aja" Ucap aku dengan kesal.
"Wah gawat itu,bangs*t juga cowok kayak gitu,jadi kau mau Yun?" Sambung Lisa heran.
"Aha aku dapat duit lima puluh ribu,lumayan kan ayok kita makan" Kata aku dengan girang.
"Ah kau dibayar Yun gituan,murah betul nyet"
Ucap Lisa geleng kepala.
"Kampret kau pikir aku serendah itu " Aku toyong kepala Lisa.
"aku pura-pura sakit waktu dia buka resleting celana aku,mana maulah,nafasnya aja bau Hueekk" Aku mual ingat dicium Darma.
"Ya jadi cewek harus pintar,mantap Yun"
Lisa jadi girang sekali.
Aku dan Lisa berjalan kaki bertujuan kewarung bakso,aku yang traktir karena cair dari Darma.Karena Warung tidak begitu jauh akhirnya kami sampai kewarung tersebut dan ambil tempat duduk belakang.
"Oh iya lis,putri kemana?"
Aku teringat Putri karena seharusnya Lisa pergi bersama Topan dan Putri.
"Udah gancet sama Topan,aku rasa kencan"
Jawab Lisa sambil menaruh saus keatas kuah bakso.
"Topan baik itu, dia engak suka aneh- aneh"
Sambung aku sembari mengunyah bakso.
Mata aku terpanah saat melihat sebuah bangku dimana aku,Indar dan Wati duduk bersama kekasih aku yang sudah dipanggil Tuhan.Sakitnya melihat tempat kenangan ini.
Lamunan aku terhenti karena suara Lisa,aku melihat kearah belakang,ternyata ada dua pria sedikit berumur duduk berdua bersama teman pria juga.
Entah angin apa kedua Pria itu menghampiri kami dengan tersenyum ramah,kami diam saja membatu dan salah tingkah.
"Hallo adik-adik boleh gabung?"
Ucap Pria berwajah manis.
"Hem..cemana Yun?"
Kata Lisa bersuara samar.
"Boleh,duduklah abang"
Kata aku membalas senyuman manis.
Kedua pria ini gabung bersama aku dan Lisa,aku berkenalan dengan mereka berdua,cowok hitam manis bernama Derry,sedangkan yang berhidung besar Anton.
"Masih sekolah dek ?"
Kata Derry yang duduk didepan aku.
"Udah tamat bang,ini mau lanjut SMA bang"
Jawab aku sambil menikmati lagi semangkuk bakso kepunyaanku.
"Oh iya nya bagus deh,kok kalian cuma berdua,pasti lagi nunggu pacar ya?"
Sambung Anton yang duduk didepan Lisa.
"Enggak,kami jomblo lho"
Sambung Lisa dengan kernyit dahi.
Derry dan Anton bermobil kelihatannya mereka cowok berduit dikampung ini,aku sih biasa saja karena sebenarnya aku bukan cewek matre.
"Kerja apa bang ?"
Aku pensaran dan ingin tau saja.
"Oh ini tadi lagi urus proyek dikampung ini, kalian pasti tau jalan dipasar ini udah jelek"
Jawab Derry yang lagi menikmati secangkir teh panas.
"Iya sih bang jelek"
Jawab aku sambil tersenyum kecil.
"Jelek persis muka kau" batin aku tertawa didalam hati.
"Siap ini kalian kemana ?"
Kata Anton sembari memutar-mutar es yang ada didalam gelas.
"Enggak ada bang mau pulang aja"
Kata Lisa yang lagi minum jus jeruk.
"Jalan-jalan yok sama kami"
Tawar Derry tersenyum genit.
"Boleh"
Sambung aku dengan menaikan alis.
Tanpa bicara lagi aku dan Lisa masuk kedalam mobil,awalnya kami jalan-jalan dengan nyaman dan hangat,sampai Derry membelokan setir mobil menuju rumah Mes.
"Dek ayo turun udah sampai"
Derry membuka pintu mobil.
__ADS_1
Awalnya aku enggan masuk kedalam rumah Mes tersebut,karena dirumah panggung ini tempat bersejarah kenangan pahit antar aku dan Raju,tetapi karena Lisa sudah turun tidak mungkin aku sendirian didalam mobil terpaksa aku ikut turun.
Aku dan Lisa digiring Anton dan Derry masuk kedalam kamar,aku sedikit cemas dan takut kalau suatu waktu mereka berbuat jahat.Lisa sedikit takut walaupun dia tidak perawan lagi,ya Lisa gituan bersama pacarnya dulu.
"Yun aku takut"
Lisa bergidik ngeri saat masuk kedalam kamar pria.
"Selow kau aku ada trik,kalau mreka ajak mesum kita lari aja" Bisik aku kepada Lisa.
"Bang kita ngapai kesini?"
Tanya aku yang duduk bersama Lisa disofa kamar Anton.
"Ahk adek-adek jangan curiga abang cuma ingin ngobrol" Kata Derry tersenyum genit.
Entah kenapa Anton meminta tolong kepada Lisa untuk keluar dari kamar ini,dengan alasan Anton dan lisa pergi membeli sesuatu,aku percaya saat lisa dan Anton sudah pergi dari penglihatan aku.
"Katanya jalan-jalan terus,kok bawa aku kesini?" Aku terus curiga kepada pria yang ada didepan aku ini.
"Jangan bicara gitu dek,ini kita sebentar lagi jalan-jalan kesurga" Ucap Derry berjalan kebelakang aku dan memijat lembut kedua bahu aku.
"Deg"
Jantung aku sudah memompa lebih kencang,aku cemas didalam ketakutan,apalagi Derry memijat bahu aku secara perlahan,aku ingin keluar dari sini dan kabur bersama Lisa.
Sewaktu Derry membuka bajunya aku dengan cepat melangkah menuju pintu utama,lengan kanan ini dengan gemetar membuka knop pintu,tapi gagal karena Derry menangkap lengan aku membuat aku semakin panik.
"Mau kemana dek ?!,ayo kita jalan kesurga dunia" Tatapan Derry sangat dalam tersirat kelicikan saat aku kembaca mimik wajah Derry.
"Ma-mau pipis"
Jawab aku sembari ketakutan,aku berjalan mundur karena takut.
Kisah ini pernah juga aku alami beberapa tahun yang silam disaat Jono ingin memperkosa aku,kini kembali lagi bersama Pria gila ini didalam rumah Mes.
"Tung-tunggu aku kebelet bang"
Kata aku disaat Derry mendorong lembut tubuh ini keatas kasur.
"Jangan bodohi aku,gadis cilik seperti kalian sangat licik,bukan sekali ini saja aku dapat yang seperti kamu" Derry dengan penuh nafsu naik keatas kasur.
"Jangan sentuh aku bangs*t...aku akan teriak" Ancam aku dengna wajah penuh emosi.
"Teriak saja enggak ada orang disini Hahahah" Derry melotot dan meniup kuping aku,tangna Derry aku tepis ketika ingin menyentuh area sensitif aku.
Derry mulai menuntaskan aksinya membuka pakaian aku,aku meronta-ronta sekuat tenaga sampai kaki ini menendang area sensitif Derry.
"Aduh"
Derry terpekik kesakitan diatas kasur,aku cepat bangkit berdiri dan bergegas keluar dari kamar ini,lalu disaat aku berdiri aku tendang lagi bokong Derry disaat pria itu tertunduk kesakitan.
"Adaw... tolong telur aku"
Derry merasakan sakit amat luar biasa.
"Kau pikir aki tidak bisa karate,biar cewek gini aku masih bisa menendang dan meninjumu,dasar hidung belang tengik cuih.." Aku berdiri sambil tolak pinggang melihat Derry yang terkapar diatas kasur.
Aku berhasil keluar dari kamar tersebut,aku mencari-cari Lisa ada dimana,kenapa alasan membeli makanan tidak kunjung datang,aku berjalan menuju halaman rumah Mes ini sampai langkah ini berhenti mendengar suara Lisa didalam bilik kamar lain.
"Anton keluar kau !!, keluarkan lisa !!"
Teriak aku sambil memukul pintu kamar tersebut.
"Duk...duk...duk"
Pintu aku pukul sekuat mungkin kalau tidak dibuka rencananya akan aku tendang sampai hancur,tetapi itu belum aku lakukan karena Antin akhirnya membuka pintu kamar.
Aku melihat Lisa menangis ketakutan,aku tarik Lisa dari dalam kamar Anton,sementara Anton buru-buru memakai pakaiannya saat dihadapan aku.
"Bawa kawan kamu itu aku belum tiduri dia jelek gitu mana selera aku,lagian sebenarnya aku sukanya sama kamu tapi keburu Derry duluan" Kata Anton berdiri dihadapn aku.
"Anton jangan biarkan mereka pergi,telur aku sakit nih ditendang dia" Derry menunjuk aku yang tiba-tiba nongol dari belakang kami.
"Siap-siap kabur"
Bisik aku ditelinga Lisa,pada saat Anton menutup Pintu aku meraih tangan Lisa dan berlari keluar kamar sekencang mungkin.Anton tidak berani mengejar lagi disaat kami sampai kejalanan aspal.
"Hos hos hos...,Yunita gila kau,sumpah aku enggak mau lagi gini" Lisa mengambil nafas setelah berlarian kencang.
"Hos hos hos...,iya Lis maaf ya,aku enggak tau aku kira mereka kayak Darma bisa ditipu" Sambung aku yang mengambil nafas panjang juga.
Kami memutuskan pulang saja dengan jalan kaki,walau jauh dari rumah kami masih bisa jalan mending dari pada diperkosa kedua hidung belang itu.Terlihat Topan dan Putri melintas didepan kami.
"Putri...!!,oik"
Lisa melambai saat Putri melintas,gadis bergigi tonggos itu melihat kami berdua.
Topan memutar arah setir dan berhenti didepan kami,Putri heran melihat style kami sedikit kusut dan berantakan.
"Eh kenapa kalian?,kok kayak panik gitu"
Ucap Putri menaikan alis.
"Gara-gara simonyet ini aku hampir saja di perkosa" Kata Lisa bergidik ngeri.
"Maaf lah Lis aku enggak tau kalau mereka jahat" Kata aku dengan merasa bersalah.
"Ya sudah ayok pulang,sayang aku disini jalan sama orang ini" Ucap Putri kepada Topan.
"Kalau gitu aku pamit ya,Ayo Yun...Lis"
Ucap topan menghidupkan mesin motor,lalu Topan meninggalkan kami semua.Aku angguk kepala saja saat Topan pamit.
"Teringatnya kau tadi sama Darma kok bisa kalian sampai kesini?" Kata Putri heran sekali.
"Enggak betul darma,masak baru kenal udah mau minta gituan" Jawab Aku geleng kepala sambil berjalan barengan Putri dan Lisa untuk pulang.
"Ahk masa sih,besok-besok jangan mau lagi Yun diajak jalan" Kata Putri sudah kesal.
"Iya aku tobatlah dibawa lagi sama yang baru kenal" Ucap aku sambil menyesali kejadian tadi.
Rumah kami dekat jadi pulang barengan,sambil berjalan aku ajak ngobrol lagi teman baru aku ini.
"Gimana sama topan udah jadian?,tadi panggil sayang cie" Tanya aku dengan senyum kecil.
"Sudah Yun,terima kasih Yun kau kenalkan aku sama dia,orangnya baik" Jawab Putri tersipu malu.
"Bagus kalau begitu,eh besok jadi kan kita janjian sama kawan kau yang dikota itu?"
Tanya aku lagi pada Putri.
"Selow kau besok bos-bos cina datang,mereka baik-baik tidak gatal,enggak minta aneh sama kita cuma gabung aja"
Jawab Putri dengan senyum.
"Besok ikutlah,boring aku dirumah"
Sambung Lisa melihatku tersenyum.
"Semua ya ikut besok,siap-siap saja kita" ucap Putri sambil berjalan manja.
Setelah sampai rumah masing-masing aku langsung masuk kedalam kamar,aku hempaskan tubuh ini diatas kasur karena lelah,lelah akan kejadian melarikan diri tadi bersama Lisa.
"Raju andai kau mati seperti almarhum Raja pasti aku tidak segila ini,aku yakin sekarang pasti kau lagi mesum sama wanita-wanita kau itu,aku sangat benci kau Raju" Gumam aku menggeram saat sepintas ingat pria yang aku cintai.
"Tapi aku kok Rindu"
Gumam aku lagi sembari membalikan badan dengan posisi telungkup,aku garuk kepala padahal tidak gatal tetapi hanya menuntaskan kekesalan ini saja.
"Rindu juga sama sahabat lama,mereka lagi apa ya sekarang?,Merry juga sudah pergi kemalaysia" Gumam aku terus seperti orang gila dikamar sepi bisu ini.
"Tidur saja timbang pusing"
Aku tarik selimut walau sebenarnya gerah,itu hanya tabiat aku saja entar lagi selimut juga dibuka karena kepanasan sementara cuaca disini selalu gersang.
__ADS_1