Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 66


__ADS_3

Jadwal show yang padat sudah kami lewati semua,hari ini Maya berncana mengajak aku jalan-jalan menuju kota M,Desy tidak ikut karena ingin pulang kampung,sudah lama Desy tidak pulang kekampung halamannya.


Didalam mobil sewa aku dan Maya duduk berdua,menikmati perjalanan kami dengan cemilan yang kami bawa sewaktu hendak pergi dari rumah Yongki.


"Yun ini jelas kali tamumnya,kau harus pandai ambil hati koko itu,keruk banyak uangnya" Kata Maya sambil mengunyah makanan.


"Apanya yang dikeruk mbak?"


Sambung aku pura-pura bodoh.


"Monyongmu yang dikeruk".


Kata Maya dengan tersenyum manis.


Paparan sinar matahari begitu menyengat kulit,aku dan Maya sedikit kepanasan saat turhn dari mobil sewa,Maya melihat sebuah mobil mewah menunggu didepan jalanan.Maya menarik lengan aku dan berlari kecil menuju mobil mewah tersebut.


"Jangan khawatir,Ac sudah wa nyalakan"


Kata Pria bermata cipit saat melihat Maya dan Aku masuk kedalam mobil miliknya.


"Panas betul kota ini,oh iya koko bawa siapa itu?" Tanya Maya saat melihat pria berbadan subur duduk disebelah supir.


"Teman Wa May,kalian kenalan dulu dong"


Jawab pria berdarah tionghoa yang fokus menyetir.


Ternyata tamu Maya berdarah tionghoa,kedua pria setengah baya sekitar umur tiga puluh tahun lebih sedikit,aku hanya diam jika tidak ditanya,aku sedikit canggung berkenalan dengan kedua pria ini.


Pria yang menyetir mobil mewahnya bernama Ameng,berbadan tinggi besar dan perut buncit seperti gorilla,walau hidungnya jambu pria ini masih enak dipandang mungkin karena kulitnya yang putih bersih terawat.


Sedangkan pria berbadan kurus tidak begitu tinggi dan berhidung mancung bernama Acong,pria ini yang ingin jalan bersama Maya dan Aku dijodohkan Maya dengan Ameng.


"Yun kamu kok diam saja?,lu ngomong dong sama wa" Ucap Ameng melihat aku dari kaca spion mobil sembari fokus menyetir.


"Hemm..mau ngomong apa ko?,jadi bingung" Balas aku dengan risih karena Ameng melirik terus dari kaca spion tengah.


"Aduh,entah kenapa Maya kasih aku gorilla seperti ini,sumpah aku enggak suka banget" Batin aku dengan hati kesal.


"Maklum saja ko,Yunita masih baru"


Kata Maya sembari senggol lengan aku.


"Iy-iya ko"


Sambung aku dengan senyum paksa mengerti maksud senggolan Maya barusan.


Memang tamu Maya ini sangat tajir kami dibawa makan enak menuju restoran bintang lima,tidak hanya itu saja dengan bebas aku dan Maya belanja baju yang bermerek disebuah salah satu plaza.


Setelah puas berbelanja serta makan kini aku dan Maya dibawa Ameng dan Acong menuju hotel berbintang Lima,Ameng sengaja menyewa kamar dua tepatnya bersebalahan dengan kamar Acong,mungkin biar lebih mudah kami semua berkomunikasi.


Hari mulai senja Ameng dan Acong meminta izin untuk keluar sebentar dengan Alasan menggesek mesin ATM,kini Maya dan Aku lagi duduk diatas ranjang empuk sambil mengobrol.


"Yun ini sangat tajir,kau bisa dapat jutaan lho disini,usaha Ameng banyak selain ponsel dia juga punya perusahaan lain,kau lihatkan sewa kamar hotel saja presiden sweet begini" Kata Maya dengan girang melihat isi kamar mewah ini.


"Duh embak aku jijik betuk lihat body Ameng,mirip gorilla ngeri tau" Sambung aku dengan sinis dan memutar mata.


"Bodoh kau,itunya kecil tau sebesar jempol tangan,kawan mbak pernah lingtime sama Ameng,biar kau tau Ameng royal kalau kasih uang long time" Sambung Maya dengan wajah serius.


"Masa kecil mbak?,badan dia besar mirip gorilla,enggaj percaya aku" Sambung aku dengan geleng kepala.


"Kata orang kalau perut buncit anunya bisa ketarik dalam jadi kecil,itu terkadang fakta Yun,kebanyakan sih ada benarnya juga anunya kecil kalau cowok gendut,lagian kau enggak rugi dapat Ameng anunya kecil,anumu enggak koyak lebar nantinya Hahaha" Sambung Maya tertawa renyah.


"Bisa saja kau mbak bercanda gitu,ada-ada saja" Sambung aku masih belum percaya dengan ucapan Maya.


"Yun mana rokok kamu?,dari tadi ngobrol enggak berasap tau" Kata Maya mencari rokok dimeja sofa.


"Ini mbak ambil saja"


Sambung aku memberikan sebungkus rokok.


Asyik kembali ngobrol dengan Maya tidak berapa lama Ameng dan Acong datang kekamar,Maya membuka pintu untuk kedua pria bermata sipit tersebut.


"May,malam ini kamu mau kemana,kamu mau heppy enggak?". Tanya Ameng mengambil duduk disebelah aku.


"Terserah koko saja mau kemana,aku sih ngikut saja". Kata Maya sembari menikmati sebatang rokok.


"Diskotik saja ya,ayo kita pergi"


Ajak Ameng berdiri dari duduknya.


"Kami sudah beli ini empat butir,kalian mau kan heppy?" Tanya Acong yang pamer dengan pil yang iya bawa.


"Aku mau sih ko,tapi Yunita baru kali ini maj mencoba pil itu,aku takut dia over" Kata Maya dengan wajah serius sambil mengeluarkan asap rokok dari mulutnya.


"Ahk seperampat saja untuk pemula,enggak apa itu". Sambung Ameng yang sudah memakai jaket kulit.


"Entah apa yang mereka bilang aku enggak paham,pil apa itu?" Batin aku berkata dengan penuh tanda tanya.


"Buruan,ayo"


Ucap Ameng yang sudah tidak sabar untuk ajeb-ajeb didalam diskotik.


Sampai disebuah tempat diskotik Ameng mengambil tempat parkir,lalu kami semua keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu tempat hiburan malam ini.


Gendang telinga aku hampir mau pecah saat masuk kedalam tempat ini,belum lagi lampu disco yang berwarna-warni saling kedap kedip membuat mata aku sedikit sakit,mungkin karena pertama kali aku ketempat seperti ini jadi belum terbiasa.


Ameng mencekoki aku dengan long island,entah minuman apa rasanya sangat aneh tetapi sekali tenggak kepala aku cepat pusingnya,sedangkan Maya sudah berjoged ria didepan kami,Ameng juga memaksa aku untuk makan seperempat pil,aku makan pil tersebut kata Maya pil itu bisa membuat heppy dan melayang-layang.


"Sudah kau makan pil yang dikasih Ameng?"


Bisik Maya kekuping aku.


"Sudah mbak,tapi itu pil apa mbak?,kata koko Ameng itu bisa buat melayang" Jawab aku dengan berbisik karena suara musik yang bergema keras.


"Memang iya,kau bisa joged terbang melayang,pokoknya buat enak,sudah dulu mbak mulai ketinggian" Kata Maya sembari pergi untuk goyang ditengah ruangan diskotik.


Ada beberap menit rasanya ada yang aneh ditubuh aku ini,rasanya kepala aku ini ingin goyang terus tanpa disadari dan badan aku terasa dingin,apalagi Ameng menarik lengan aku untuk mengajak bergoyang ditengah area diskotik.


"Wah sudah ketinggian kau yun,cantik kau malam ini Yun,enakkan?!" Ucap Maya saat mendekati aku berjoged bersama Ameng.


"Aku jadi halusinasi mbak,perasaan aku sedih terkadang bahagia,tapi entah apa yang aku sedihkan,Hahahah !!" Kata aku dengan tertawa riang.


"Jangan mikirin yang aneh-aneh,bawa heppy saja entar kamu tambah halusinasi !!" Sambung Ameng yang sudah ketinggian akibat pil yang iya makan.


Kami berbicara seperti mengeluarkan urat leher karena alunan music DJ sangat kencang,semakin lama alunan musik tersebut semakin membuat aku melayang dan tinggi sungguh aneh yang aku rasakan saat ini.


"Joged jangan sendirian,peluk koko Ameng"

__ADS_1


Ucap Maya menarik lengan aku.


"Duh joged sama gorilla"


Gumam aku merasa terpaksa mendekati Ameng.


"Kau perhatikan koko Ameng,kau hidupkan rokoknya,kau suapi minumannya biar tips kau bertambah" Bisik Maya saat melihat aku tidak begitu senang saat dekat dengan Ameng.


"Ya..ya siap mbak"


Ucap aku dengan malas.


Sunpah kepala ini tidak bisa berhenti mengar alunan musik disco,aku berharap ini cepat berlalu,mending aku mabuk sampai tertidur dari pada makan pil setan ini,pil ini membuatku terus goyang tidak mau berhenti.


Setelah Ameng dan Maya serta Acong drop mereka mengajak pulang menuju hotel,sedangkan aku diam hanya mengikuti instruksi dari Maya.


"Kau sudah dropkan?,cuma seperempat kau dikasih" Maya membisikkan aku sekali lagi saat berjalan menuju hotel.


"Sudah,tapi kuping aku jadi budek masuk ketempat itu" Balas aku dengan rasa malas.


"Entar kau terbiasa"


Maya memukul pundak aku maksud bercanda.


"Wajar lu begitu,wa tau lu baru rasakan namanya masuk diskotik jadi wa maklum saja,iyakan Maya" Ucap Ameng yang ternyata mendengar obrolan aku dan Maya.


"Benar ko,kami maklum sama kau Yun"


Sambung Maya tanda setuju dengan anggukan kepala.


"Cih...orang ngobrol ikutan saja nyahut,kalau bukan karena uang aku sudah pulang dari sini" Batin aku merasa jijik kepada Ameng.


"Hahaha biasa saja kok,aku suka cewek seperti Yunita" Kata Ameng merangkul pundak aku ketika kami semua masuk kedalam lift.


Aku merasa risih dengan rangkulan Ameng,duh tangannya serasa berat membuat aku semakin muak.


"Ya ko"


Ucap aku dengan bosan dan memutarkan mata seraya ingin lagi saja dari hotel ini.


"Siapa yang suka sama kau,hidung besar persis gorilla" Batun aku terus menhujat Ameng.


Sesampai dilantai atas kami berjalan menuju kamar yang disewa Ameng,Maya dengan Acong masuk kedalam kamar yang bersebelahan dengan kamar aku dan Ameng.


"Yun wa minta tolong ambilkan minum,wa haus" Ucap Ameng langsung menghempas tubuh keatas ranjang empuk.


"Ya koko yang ganteng"


Ucap aku dengan terpaksa.


"Koko Ganteng dari pipet cih"


Batin aku kesal sekali.


Aku tuang didalam gelas air putih yang terletaj dimeja sofa,lalu aku berjalan mendekati Ameng,pria berbadan besar ini langsung duduk dari pembaringan mengambil segelas air dari tangan aku.


"Terima kasih cantik"


Ameng langsung minum dan menghabiskan air putih tersebut,aku berdiri didepan Ameng seketika lengan pria yang besar ini menarik tangan aku berharap duduk disebelahnya.


"Malasnya"


"Sebentar ya sayang aku kedalam kamar mandi,aku kebelet" Kata aku langsung bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.


"Jangan lama-lam Yun,wa sudah ingin kali"


Ameng melihat aku berjalan dan mengkedip mata genit kepadaku.


"Sabar ko"


Kata aku memalingkan muka langsung masuk kedalam kamar mandi.


Sampai didalam kamar mandi aku tertawa renyah karena melihat titid Ameng yang kecil,Aku tidak bisa menahan rasa geli ini membayangkan kepunnyaan Ameng.


"Hahaahahah"


Syukur saja kamar mandi ini sedikit kedap suara,apalagi suara kran air yang mengalir begitu deras menutupi suara tawa renyah aku didalam sini.


Baru kali ini juga aku melihat yang begitu kecil,kira-kira berukuran jempol tangan aku,takut Ameng curiga dengan cepat aku keluar dari kamar mandi padahal aku tidak buang air sama sekali,hanya karena ingin tertawa lepas aku pura-pura masuk kedalam kamar mandi.


"Lama betul lu,barang wa sempat mati nih"


Ucap Ameng dengan wajah kecewa melihat kebawah area kepunyaan Ameng.


"Duh enggak sabar saja ya ko,kan bisa dihidupkan lagi" ucap Kau dengan maksud merayu supaya lelaki ini tidak kecewa.Aku takut tips aku dikurangi.


Kini Ameng mulai merayap keatas tubuhku,rasa jijik serta muak yang aku simpan berubah menjadi rasa geli yang sangat saat melihat ukuran kecil tersebut.


"Lu senyum melulu,mala layanan kamu?,Wa ungun dicumbu kok diam sambil senyum,lu geli ya lihat ini wa kecil?,biar ku tau walau kecil ini mesin jahit" Ucap Ameng dengan kernyit dahi.


"Duh emosi segitunya koko,gimana aku berikan layanan sama koko,apa enggak tau kalau badan koko nimpahi tubuh aku terus gimana aku mau layani ih" Jawab aku dengan manja supaya Ameng tidak berlanjut marah.


"Oh susah nua mencari uang dengan jalan begini,harus melayani gorilla ini sampai puas" Ucap kata hatiku yang mulai kesal kembali.


Terpaksa aku bangkit dan berdiri melayani pria berbadan besar ini,rasa geli karena melihat ukuran yang kecil kini aku tepis untuk melayani sepenuhnya supaya Ameng puas dengan pelayanan aku,walau sebenarnya aku sangat tepaksa sekali.Tanpa nafsu aku terus melucutu Ameng dengan kepuasan.


Saat Ameng mencapai kelimaks ketika aku diatas,terlihat mata sipit itu tertutup dengan nikmatnya.Aku terus melakukan aksiku supaya ini cepat berlalu.


Setelah Ameng puas dengan pelayanan aku,badan besar itu tergeletak terkulai layu diatas kasur,aku diam saja dan melirik nafas Ameng yang meburu akibat puncaknya.


"Wa puas banget,kamu jago terima kasih Yunita sayang,lu puas jugakan?" Tanya Ameng melihat aku dengan tersenyum.


"Puas ko,aku suka"


Kata aku dengan berbohong.


"Cih...,jangankan suka nafsu saja aku enggak,percaya diri kali manusia gorilla ini" Batin aku merasa jijik.


------------------------------------------------------------------------


Esok Hari


Aku tidak bisa tidur karena suara dengkuran pria ini tadi malam sewaktu tidur,dengan malas aku bangkit dari tempat tidur,sedangkan Ameng melingkarkan handuk dipinggang mungkin ingin mandi.


"Lu enggak mau mandi bersama wa?,ayo kalau mau" Ajak Ameng lagi berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Enggak ko,aku mau santai dulu sambil merokok" Ucap aku yang santai duduk disofa kamar.

__ADS_1


"Baiklah"


Ameng langsung masuk kedalam kamar mandi,guna membersihkan diri.


Setelah siap kami berbenah diri untuk keluar dari hotel,Ameng menelfon Acong untuk datang kedalam kamar sewa aku dan Ameng,tidak lupa pria ini mengeluarkan uang dari dalam kopernya,mataku terbelalak saat melihat begitu banyak lipatan uang besar tertumpuk didalam koper.


"Cukupkan?,kalau kurang bilang saja,sudah wa tambah bonus untuk lu" Ameng menyerahkan sejumlah uang banyak,baru kali ini seorang pria kasih aku uang yang sangat banyak.


"Cukup banget kok,makasih ya ko"


Jawab aku dengan senang sekali.Lalu uang tersebut aku masukkan kedalam dompet yang aku bawa.


Acong tidak masuk kedalam hotel malah menyuruh Ameng dan aku datang keparkiran hotel,kini aku dan Ameng berjalan menuju parkiran.Sesampai diparkiran kedua pria ini mengantarkan aku dan Maya kelokasi taxy sewa.


"Terima kasih ya ko,kapan-kapan kita gabung lagi" Ucap Maya turun dari dalam mobil.


"Iya may sama-sama,Yunita jangan jera ya gabung sama wa" Ucap Ameng melirik aku yang turun dari dalam mobil.


"Iya ko,hati-hati dijalan ya ko"


Ucap aku dengan bermanis bibir.


Mobil mewah kepunyaan Ameng pergi meninggalkan aku dan Maya,lalu aku dan Maya masuk kedalam taxy sewa menuju kota RAM.


"Gimana Yun?,jelaskan?"


Tanya Maya yang sudah duduk bersamaku didalam Taxy sewa.


"Jelas sih,tapi anu nya besar kali,Hahahah"


Jawab aku tertawa renyah dan bercanda.


"Hahahah jempol kakinya yang besar kali, lebih enak begini Yun freeland bebas kemana saja,ketimbang ikut sama germo setiap hari kau dipaksa shortime dan uang kamu harus dibagi sama germo" Kata Maya dengan kernyit dahi.


"Emang betul sih kata embak,entar aku isi pulsa embak ya,aku teraktir minum entar dirumah papa Yongki" Ucap aku dengan tersenyum.


"Acong juga jelas tapi lebih jelas Ameng kalau kasih tips,aku kenal Ameng dari teman aku Yun,sewaktu main dikota M,kamu harus tau Yun aku punya pacar sejenis dikota P.S,pacar aku banyak kenalan dikota itu" Ucap Maya mengingat pacar sejenisnya yang lain seperti Bryan juga.


"Wah kau belum pernah kekota P.S kak,sekali-kali kita main kesana ya" Ucap aku dengan semangat.


"Boleh,tenang saja aman itu"


Ucap Maya dengan senyum kecil.


Sesampai dikota RAM,aku dan Maya berjalan menuju rumah Yongki,terlihat Desy berdiri didepan pintu rumh untuk menyambut kedatangan kami berdua.


"Oleh-oleh woi,percuma jalan-jalan jauh pulang tangan kosong" Kata Desy melihat aku dan Maya tidak membawa apa-apa.


"Siapa suruh pulang kampung,oleh-oleh nanti aku pesan sabarlah". Ujar Maya hembus nafas panjang.


"Bercanda mbak Maya,jangan langsung manyun mbak Desy,aku bawa bika ambon nih" Ucap aku mengeluarkan sekotak makanan dari dalam tas besar yang aku bawa.


"Yunita juga yang betul,kirain enggak bawa apa-apa,terima kasih ya dek" Kata Desy langsung mengambil makanan tersebut.


Aku dan Maya masuk kedalam kamar karena lelah dari perjalanan,sedangkan Desy sibuk dengan makanan yang aku bawa tadi. Keluarga Yongki juga ikut kebagian.


"Yunita entar mbak ajak kamu main kekota P.S disana banyak tamu mentah juga" Ucap Maya saat ganti pakaian.


"Yang penting jelas aku mau mbak"


Aku juga mengganti celana jeans ini dengan celana tidur.


"Aku juga ikut ya woi,bosen dikota ini terus" sambung Desy dengan wajah memelas.


"Iya kau boleh ikut"


Kata Maya yang kini berbaring diatas ranjang.


----------------------------------------------------------------------


Esok Hari


Pagi ini kau pecking barang bersiap-siap keluar kota,Maya dan Desy sibuk mencari pakaian show untuk nanti malam.Danu sudah tidak ada,terpaksa kami para penyanyi pergi naik keatas bak Truk yang berisikan peralatan keyboard.


Karena aku naik bak truk terlihat Yongki ikut bergabung diatas bak trruk bersama kami para penyanyi,entah apa maksud Yongki,padahal iya sering mengambil duduk didekat supir.Aku tau maksud Yongki tetapi aku pura-pura tidak tau dan diam saja.Lagian aku menggambil jarak sedikit berjauhan dengan Yongki.


Sesampao ditempat pesta kami show tanpa halangan,tidak ada kendala sedikitpun,para penonton juga sportif tidak ada terjadi keributan sama sekali,tetapi disaat pulang banyak kejadian yang bikin aku kesal sekali.


Saat aku naik keatas bak truk dan mengambil duduk disebelah Desy entah kenapa Yongki bisa pindah kesebalah kiri aku,aku mati ketakutan karena Yongki duduk disebelah aku,aku tidak nyaman sama sekali,tetapi tidak mungkin menghindar karena tempat kosong sudah tidak ada.


Ketika tangan Yongki mendarat dibokong aku dan memijat bokong aku,lengan Yongki aku tepis jujur ini tidak nyaman sekali,tetapi perlakuan bejat Yongki dilihat Desy sehingga Desy menukar posisi duduk,membuat aku bergeser sedikit.


"Jangan takut ada aku disini,pindah kau kesebelah,biar aku yang duduk ditempat kamu,aku juga pernah digerepein Dia" Bisik Desy dikuping aku dengan kesal.


"Iya mbak ganjen betul,aku kira cuma aku yang dilecehkan dia" Sambung aku dengan berbisik.


"Lawan saja,ancam saja jangan takut,dia memang begitu kalau ada penyanyi baru harus didapatkan dia ssst...entar kita ngobrol kalau sudah sampai" Bisik Desy dengan teliti takut Yongki mendengar.


Aku hanya angguk kepala saja dengan ucapan Desy,Yongki sangat sial karena Desy yang duduk disebelahnya,aku berterima kasih kepada Desy karena dia aku terhindar dari sikap yang tidak senonoh dibuat Yongki.


Aku berfikir suatu hari nanti Yongki bisa aku lawan seperti kata Desy,aku mendapat kekuatan baru karena Desy sudah tau kalau Yongki hendak melecehkan aku.


Tidak berapa lama mobil truk berhenti didepan rumah Yongki,lelaki setengah baya tersebut langsung turun dari atas bak truk tanpa sepatah kata,aku dan desy tersenyum sinis dan jijik melihat wajah tua Yongki.


"Sudah enggak usah dipikirkan,entar kalau kamu sesak pipis biar aku yang temani" Kata Desy berjalan masuk kedalam kamar.Dibarengi aku.


"Kenapa rupanya des?,kayak nya serius kali kalian ngobrol" Sambung Maya dengan heran saat menutup pintu kamar.


"Ssst...jangan keras-keras suaramu,pelankan dikit" Kata Desy dengan suara bervolume rendah.


Maya jadi tambah penasaran dan mengambil tempat duduk diatas ranjang,sedangkan aku memgganti pakaian dengan pakaian tidur.Lali Desy duduk disebelah Maya.


"Yongki sudah menampakan belangnya sama Yunita,gila...bandot tua itu enggak berubah juga" Kata Desy dengan suara samar.


"Wah kurang ajar itu memang,aku juga pernah dulu hampir diperkosa dia,tapi kamu Yunita jangan diam saja,lawan saja dia jangan takut dek,ada kami" Ucap Maya dengan kernyit dahi.


"Iya mbak,sudah lama dia kurang ajar sama aku,tapi aku diam,aku takut beri tahu kalian mbak,karena aku diancam,lagian aku anak baru disini" Sambung aku dengan wajah sedih.


"Lain kali kau bilang saja kalau dia macam-macam,biar kita adukan sama istrinya" Kata Maya dengan wajah kesal.


"Yaitulah,mangkannya dia tadi diam sajakan,karena ketahuan aku waktu dia megang bokong Yunita,rasakan" Ucap Desy dengan geram sekali.


"Ya sudah bahasnya cukup disini,aku rasa dia enggak akan berani lagi kurang ajar sama kamu Yun,karena sudah ketahuan Desy" Kata Maya dengan tersenyum manis.


"Ya betul itu Yunita"


Sambung Desy yang sekarang mengganti pakaian.

__ADS_1


"Terima kasih mbak,aku enggak takut lagi karena ada kalian berdua" Tukas aku dengan semangat baru.


Aku sudah nyaman dan aman ternyata bukan aku saja yang jadi korban kegatalan Yongki,mudah-mudahan bandot tua tersebut taubat dengan jalannya sendiri.


__ADS_2