Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 113


__ADS_3

November 2012.


Sudah mau sebulan aku tidak bertemu dengan Andre,nomorku sudah aku ganti,bahkan media sosial baru sudah aku ganti.


tapi kenapa hati ini belum bisa mencari ganti?


Malam ini aku kerja kedalam karaoke G.D ,bersama Dina,Aku dan Sina kerja diKtv 3 kami dipanggil Cahya,2 jam kami didalam ktv,tamu pun pulang kami pun keluar dan hendak pulang.


"Kak kita kemana ini?,jangan pulang dululah, Farypun belum pulang" Ujar Dina saat berjalan keparkiran.


"Iya dek kau enggak lapar?,entar lagi kita ketanah lapang Yok,makan sebentar"Balasku langsung naik keatas motor.Saat mau menghidupkan motor 2 cowok datang pada kami.


"'Hallo adek adek,boleh kenalan kah?"Kata Benny.


"Kami nyasar kedalam karaoke ini"Sambung Roni.


"Masuk aja bang kedalam !"Jawab Dina dengan cuek.


"Idih juteknya kami mau kenalan aja,kenalkan nama saya Ben"Kata Ben sambil menyodorkan tangannya keaku.


"Aku Yunita dan ini teman aku Dina"Aku berjabat tangan dengannya.


"Boleh minta pin BBnya?"Tanya Ben padaku.


"Kak yang alis tebal,ganteng ya !" Bisik Dina padaku bilangkan Roni.


"Sssss,tenang aja aku udah dapat pin BBnya"Bisikku pada Dina.


"Kalian mau kemana?"Tanya Roni.


"Kami mau makan bang"sambung Dina diatas motorku.


"Ok lah dek,nanti kita chatan ya !"Kata Benny.


"Ok lah bang Ben ama Roni kami duluan dulu ya"Kataku lagi.


Kami pamit pada dua cowo itu langsung meluncur ketanah lapang,sampai tanah lapang kami duduk diwarung,kami pesan makanan Dina dan Akupun makan,Ben chat Aku melalui BBM alias blackberry.


"Dek Benny chat aku,dia dihotel L.S nginap sana"Kataku selesai baca pesan.


"Ahk gila,baru kenal udah main hotel aja kak"Balas Dina sambil makan nasi goreng.


"Katamya main main aja dek,enggak shortime shortimean"Balasku lagi.


"Ayo kak,aku penasaran"Kata Dina.


Kami mencepatkan makan kami biarlah kenal dekat sama Ben dan Roni,agar aku tidak terlalu memikirkan Andre,lalu aku hidupkan motor Dina udah naik diatas motor,kamipun melaju kehotel itu.


Ben berciri muka lonjong,kulit hitam manis, hidung mancung bibir tebal,sedangkan Roni wajah Macho dengan alis tebal macam ulat bulu,badan Roni atletis dan tinggi,Ben badan nya biasa aja.


Sampai diparkiran hotel kami berjalan menuju kamar Ben dan Roni.


"Hallo Yunita dan Dina,masuk masuk dek"Kata Roni saat kami baru datang.


"Halo bang Ron"Sapaku juga langsung masuk kedalam kamar hotel bersama Dina.


"Bang Ben marga apa?"Tanya Dina sudah duduk diatas sofa.


"Aku Aritonang,kalau Roni ini temanku dia suku Ambon"Jawab Benny.


"Bang Roni kamu orang Ambon?"Tanyaku .


"Heheh ia saya orang ambon"Jawab Roni.


Kami semua bercerita cerita smpai jam dua dini hari,didalam kamar hotel dengan mereka berdua,enggak berapa lama kami pun pamit pulang.


**********************************


Esok siangnya Nen chat keaku kata Ben Roni naksir aku,Roni menyuruhku datang kehotel tadi malam,aku penasaran aja aku ok kan chat aku sama Ben.


Akupun meluncur kedalam hotel itu menemui Roni,kata Ben aku jangan bawa Dina karena Roni ingin bertemu berdua saja,beberapa menit kemudiam aku sampai kehotel itu berjalan kedalam kamar Roni.


"Tok tok tok"


"Hei dek,cepat juga nyampainya !"Kata Roni saat buka pintu kamar.


"Mana bang Ben?"Tanyaku lalu masuk kedalam kamar hotel.


"Ow dia lagi berenang,ayo duduk"Jawab Roni sambil duduk disebelah aku.


"Sudah makan siang dek?"Tanya Roni.


"Udah bang,Oh iya ada perlu apa bang?"Tanyaku lagi.


"Ahk enggak cuma mau ajak kamu kemari saja" Jawab Roni.


"Abang udah ada istri ?"Tanyaku.

__ADS_1


"Aku masih lajang dek,3 bulan yang lalu pacar bule aku meninggal".Jawab Roni.


"Wah abang pacaran sama orang asing?"Tanyaku kagum.


"Iya dia orang spanyol,bule yang cantik sayangnya dia meninggal kecelakaan"Kata Roni wajah sedih.


"Aku turut sedih ya bang"Balasku lagi.


Cowok ini manggil aku kemari untuk apa ya? apa ingin shortime denganku,atau mau ngobrol aja,ahk enggak cairlah ini pikir hatiku.


"Kok diem aja?,sini duduk diranjangku"Kata Roni.


"Jujur aja mau ngapai bang?"Tanyaku langsung.


"Kamukan tau laki laki sama wanita didalam kamar mau ngapai"Jawab Roni genit.


"Hemmm sudahku tebak itu,pasti mau gitu gitu"Balasku.


"Ya mau kan?,tenang aku akan kasih bonus banyak"Bujuk Roni.


"Hem cowok ini gila ternyata,ah apa salahnya aku lampiaskan kedia,dia ganteng aku enggak rugi lagian dibayar"Gumam dihatiku.


"Ok lah bang"Kataku tanpa basa basi lagi.


Akulun bercumbu dengannya ketika cumbuan kami memanas dan pakaian kami terlepas, muncullah rudalnya buat aku terkejut dan terkesima. "Wow"


"Kenapa dek kaget?,lihat burung abang"Kata Roni siap dengan rudalnya.


"Cih koyaklah punyaku ini"Balasku lagi.


"Itukan elastis enggak apa punyaku masuk kesitu kamu"Balas Roni sudah birahi.


"Aduh ukuran berapa itu?,aku serem"Kataku lagi bergidik takut.


"18cm diameter 3 dek,amu maukan,aku akan membuat kamu puas"Jawab Ronie mencium leherku.


"Aduh matilah aku,koyaklah V aku ini,aku takut apa semua orang ambon punyanya besar besar?" Gumam dihatiku.


Dia melanjutkan cumbuamnya kepadaku,saat benda berotot besar itu mau masuk keliang aku, nafsu aku hilang takut seketika kesakitan.


"Jleebb"Langsunf masuk separuh.


"Awwww tidaaak !!" aku menjerit sakit sekali.aku sorong badannya dan cepat cepat aku pakai baju.


"Lho kok adek pakai baju bukannya kamu senang sama yang besar begini,wanita banyak mencari cariku"Kata Roni.


"Ahk jangan sama aku bang,cari aja yang lain, kalau kau tadi suamiku enggak apalah aku main denganmu spuasnya"Jawabku takut.


"Maaf ya bang,enggak marahkan?"Tangaku yang sudah pakai baju.


Aku takut Roni marah,kan junior siRonie udah tegak dan aku menggantungnya.


"Enggak abang ngerti kok,paham sekali kamu pun baru ini melihat yang seperti ini"Jawab Roni tersenyum.


"Terkejut aja bang aku melihat dibokep aja yang sebesar itu,ih itu ukuran bule negro"Kataku ngeri.


"Maaf ya dek,abang enggak kasih tau dulu"Kata Roni.


"Iya enggak apa bang aku pamit ya bang"Balasku lagi.


"Jangan jera ya sayang,abang sebulan dikota ini"Kata Roni samhil kasih uang jajan padaku.


"Iya bang udah enggak usah bang,kan lagian enggak jadi" Jawabku lagi keluar dari pintu kamar.


"Terima aja sayang,kitakan udah ngobrol"Kata Roni acak rambutku.


Aku terima aja biar enggak sia sia dstang kesini,langsung aku keluar dari kamarnya berjalan arah parkiran.


Serem besar kali,sayang dong punyaku coba sama dia,koyak nanti V aku walaupun dibayar ahk sial rencana mau pelampiasan jadi kena batu nya deh,lalu aku pun naik motorku. ternyata ketemu sama Benny.


"Lho kok cepat?"Tanya Ben baru siap berenang.


"Dih serem bang,aku takut anunya gede banget"Jawabku langsung naik keatas motor.


"Bodoh,itu yang dicari tante tante kawanku itu banyak lho digilain cwwek cewek cuma kamu yang nolak"Bisik Ben senyum.


"Seremlah bang,aku baru ini dapat ukuran bule begitu,biasanya besar sih tapi enggak segila itu,cocoknya dia jadi gigoloo bang ahah"Jawabku lagi.


"Hus..,dia itu punya tante dijakarta sana dodol,orang bule tapi udah meninggal mangkakan dia stres,jadi abang ajak aja dia kekota ini"Balas Ben.


"Pantes ternyata punya tante orang asing Hahaha,mari bang aku pamit ya"Kataku lagi


Motorku melaju kencang kearah indekosku,sesaat kemudai aku sampai juga dikos,saat kedalam kamar aku jadi murung,posisi kamar ini masih sama saat berdua dengan Andre aku harus merubah kamar ini.


Kaset dvd yang selalu diputar dia,ahk jadi teringat lagi ternyata aku belum move on,


dari pada suntuk stres mending aku coba aja kesana sendirian lagi,saat aku susun baju Dina kepo datang.

__ADS_1


"Mau kemana kak?,kok susun baju kedalam ransel kak?"Tanya Sina yang udah duduk didepan pintu kamarku.


"Refhresing dek,ketempat kenangan?"Jawabku sedih.


"Hemm pasti kakak mau kesamosir lagi,gila kau kak,udah 2x kau kesana sendiri kapan bisa move on nya kau kak?"Kata Dina sedih.


"Ini terakhir kali aku kesana dek enggak apa jangan takut,aku bisa melanjutkan hidup,aku kan masih ada Raisya".Kataku.


"Ok lah kak,hati hati kau kak,Call aku kalau udah disamosir"Balas Dina.


Setelah pamit dengan Dina aku meluncur sendirian ketempat kenanganku dengannya, pulau samosir.


Sampai diparapat aku kepelabuhan hendak nyebrang,aku membayangkan kenangan dengan Andre saat dikapal ini,saat aku duduk dengannya dengan mesra,dia membelai rambutku Andre sangat romantis,air matapun jatuh kembali,kapan aku bisa move on?,Terlalu banyak kenangan manis ini.


lalu kapalpun berlabuh dipulau samosir aku turun,ahk angin yang sejuk dengan danau biru tempat yang sama tidak ada yang berubah.


Saat aku meluncur dengan motorku kesamosir cotage,aku Pesan kamar yang sama,kamar dimana aku berdua dengan Andre,syukurlah kamar nomor 25 itu kosong.


Lalu aku masuk kamar itu letaknya masih sama,cuma horden yang diganti warna,aku elus ranjang itu,aku usap sofa ini,air matapun mengalir lagi.


Duduk sepi didalam kamar nomor 25 ini, memandangi panorama danau sesekali angin berhembus sepoi sepoi,Ya hidupku sepi hancur karena lelaki lembut itu udah enggak bersama aku lagi.


Setelah puas duduk didalam kamar ini,aku pun turun keresto turis turis asing didalam resto juga makan disini,ingat turis aku jadi terbayang wajahnya saat berbahasa inggris dengan turis diresto ini .


Sepi,merana,hancur,mau bangkit tapi belum bisa entar lagi gila lah ini.


Setelah dari resto cotage ini akupun kepantai,ayunan yang dulu kami saat berdua duduk bahagia kini tinggal aku sendiri duduk disini.


enak enak melamun kenangan ini cowok turis pun datang kepadaku.


"You Ok?" Tanya Bule ganteng.


Bule menegurku aku enggak tau bahasanya Haahaha aku jadi manut manut aja.


"Yes" Itu aja yang kujawab.


"Shaya bisa sedikit belajar bahasa indo"Kata Bule ganteng.


"Oh jadi tuan bisa dikit dikit"Tanyaku.


"Yea,belajar...,kamu sedih?" Ujar bule sambil memperagakan wajahku yang berlinang air mata.


"Ahk,saya baik aja,mata masuk debu"sambung aku bahasa formal.


"Oh...,ok saya kirwa you broken heart,ahk emm...,hatinya patah,Oh shitt"Kata Bule kesal tidak tau mau ucap apa.


"No,saya baik baik saja"Kataku lagi.


Entah apalah yang diomongin turis ini minta kenalan,namanya Louis,asal belanda kurang paham bahasa indonesianya kurang lancar, dia masih setengah tahun diindonesia.


"Cepat pergilah bule mengganggu momenku sendiri aja Aaaarggh..!!"Gumamku dalam hati.


Akhirnya siLouis itu pergi enggak nyambung bicaranya buat pening,syukur temannya manggil.Hedew,aku masih duduk diatas ayunan lalu ponselku berdering.


"Haloo,kk cepat pulang lho ada pekerja baru dikaraoke L.A,ih macam artis Irwansyah kak , tapi ini ganteng lho pake lesung pipi"Suara Dian diponsel.


"Kau bilang ini biar aku move onkan?,besok nya aku pulang,jadi penasaran yang kau bilang dek"Kataku bicara ditelpon.


"Aih kak,sekarang aja kau pulang"Balas Dina lagi dari sebrang sana.


"Gila kau dari pulau 1 jam keparapat naik kapal,dari parapat hampir 1 jam malamlah aku baru pulang hemmm..,aku naik motor dodol, besok pagilah aku pulang dek"Kataku lagi.


"Oklah kak, aku tunggu ya"Balas Dina menutup telponnya.


SiDina ini mau nelfon kirain ada yang penting, ternyata karena cowok,mmmm dasar Dina.


Lalu Aku beranjak dari ayunan ini nanti malam kebarando lah pikirku.


Sekitar jam tujuh malam aku datang kedalam kafe Barando aku dapat kenalan cowok namanya Anwar.


"Kamu bisa main biliard?"Tanya Anwar yang sudah main biliard lebih dulu.


"Mana bisa aku" jawab aku sambil minum Beer bintang.


"Sini nanti saya ajari"Balas Anwar.


Anwar pemuda setempat daerah ini,Ya karena aku kesepian,aku mau berkenalan dengan Anwar iya pemuda baik dan ramah.


"Ayo Yun,jangan kaku menyodok bolanya"Kata Anwar.


"Kirain enak aja,tenyata bolanya berat lebih enak disodok itu Hemm"kataku niat bercanda.


"Mesum kau Yun Hahaha,Yun aku udah lama lihat kamu lho,kamu setiap bulan kesini sama cowok kamu yang tinggi itu,sekarang kok sendiri?"Tanya Anwar heran.


"Wah kapan lihat aku?kok kita sekarang baru kenalnya?"Jawabku sambil mengenggak beer didalam botol.


"Waktu kamu main kesini sama cowok kamu, aku mau ajak kenalan seganlah takut pacar kamu cemburu"Jawab Anwar.

__ADS_1


"Hahahaha..,tegur aja dia baik kok,eh kami udah putus"Kataku langsung sedih.


Aku curhat dengan Anwar dia memberiku semangat,akhirnya aku dapat teman baik dipulau ini,ciri Anwar rambut cepak catam tinggi sekitar 170 an,kulit hitam manis, bersuku batak toba.


__ADS_2