Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 14


__ADS_3

Tak terasa lebaran sebentar lagi,aku belum bertemu Wijaya sejak pertemuan kami yang terakhir,aku akan tetap menunggu Wijaya.


Hari ini Mama mengajak aku bertamu kerumah Uak Murni,Uak Murni kakak beradik dengan Ayahku tetapi lain rahim,anak Uak Murni ada empat tetapi cowok semua.


"Cepat jangan lama jalan kau, nanti kita ketinggalan Bus" Mama sedikit kesal karena jalan aku seperti bebek.


"Sabarlah Mak ini kan sudah jalan" kataku dengan sedikit penat.


Kami memanggil Bus arah kerumah Uak Murni,sedikit jauh naik Bus dari rumah satu jam,sampai dikota naik Bus Mini satu jam lagi. Sampai simpang rumah Uak Murni kami naik ojek lagi,sungguh perjalanan yang bikin lelah.


Sesampai dirumah Uak Murni,kami disambut hangat.


"Wah ini Yunita ....udah gadis ya?,enggak pemalaskan ?" Ucap Uak Murni.


"Gadis malasnya ini,mangkannya aku bawa kesini,kerjaan rumah saja mesti disuruh baru tau" Sambung Mama yang sudah duduk disofa ruang tamu.


"Lihat anak Uak masih lajang saja tau nyapu rumah,cuci piring,padahal anak lakik" Sambung Uak Murni.


"Ya karuan anak Mbak lakik semua " Balas Mama sambil melirik televisi.


"Nanti sudah dapat mantu,cewek semua" Uak Murni menyahut terus.


Uak Murni itu orangnya cerewet banget,seperti Mak Lampir yang disekolah aku kemarin,dia lebih tidak suka kalau anak gadis malas-malasan karena dia tidak punya anak perempuan, jadi dia sayang sama keponakan perempuan.


Sore hari kami izin pulang,tapi aku penasaran sama kampung ini,aku ingin inap disini saja,


tapi mau izin sama mama takut tidak dikasih.


"Yunita disini saja dulu Dek,biar belajar kerjaan rumah tangga " bujuk Uak Murni kepada mama.


"Kebeteluan, asyik Uak Murni tau saja isi hatiku" Ucap batinku sendiri.


"Nanti bikin susah mbak,dia pemalas mbak, sudah gitu tukang ngelawan kalau dinasehati" Kata Mama sambil kernyit dahi.


"Ooh sama aku mana bisa bandal-bandal" Sambung Uak Murni.


"Hemmmm" Aku menarik nafas panjang.


Rumah Murni hampir sama dengan kampung aku banyak pohon karet tapi sebagian pohon sawit,perkebunan juga.suami Murni juga karyawan kebun di tempat ini.


Mama akhirnya pamit,Kami semua beranjak duduk berjalan kepintu utama.


"Antarkan Ocik kamu ini nak kesimpang " Kata Murni dengan anaknya.


" Cepat betul Ocik pulang ?,Yunita disinikan tinggal?" Ucap anak Bungsu Murni bernama Jaka.


"Iya payah nanti Pakcik kamu,ya sudah antar Ocik sampai simpang saja,biar nunggu Mini Bus disana" Kata Murni.


Setelah Mama pamit dengan kami semua,Jaka mengantar Mama menuju simpang.


"Yunita mandi sana entar lagi sore lho,sebentar lagi anak Uak nomor tiga pulang dari jakarta,masih kenal sama Anto?" kata Murni sambil duduk dihadapan televisi.


"Lupa Uak gimana orang nya,dulukan Yunita masih sangat kecil, jauhnya sampai merantau kesana dia" kataku sambil duduk disofa.


"Dia supir lintas,sebulan belum tentu pulang, ini karena mau lebaran mangkannya dia pulang ndok,Uak ingat dulu kamu masih umur tujuh tahun ketemu Anto" kata Murni.


Beranjak remaja begini aku belum pernah sekalipun bertemu dengan anak-anak Uak, yang lain termaksud Anto juga. Cuma kenal Jaka saja karena dia sering main dan inap di rumah aku dulu.


Setelah Jaka kembali dia malah pergi lagi dan cepat-cepat keluar rumah.


"Yun ayo kawani abang jemput Anto,katanya sudah disimpang,kaukan belum kenal" Ajak Jaka yang sudah naik diatas motor.


"Abang saja lah kesana,aku mau mandi dulu, entar Uak marah" Sahutku yang berdiri didepan pintu.


Bang Jaka beranjak pergi jemput Anto


disimpang rumah mereka yang sedikit jauh dari rumah.Ada beberapa menit Jaka sudah datang lagi bersama Anto, Uak Murni menunggu depan Rumah, sedangkan aku masih didalam kamar mandi.


" Hallo mak,sehat mama? siganteng gulinteng ini pulang " Anto berjalan masuk kedalam rumah.


"Ih anak lanang aku sudah pulang,sehat Alhamdulilah nak,sudah isitrahat dulu sana,puasa kau nak ?" kata Murni dengan bahagia.


"Enggak mak,puasakan bulannya mak Heheheh" Canda Anto.


"Mana pernah itu puasa huh" Sambung Jaka yang sudah duduk disofa.


"Psssssst. bacot lu" kata Anto sama Jaka.


Sewaktu aku selesai mandi,aku berjalan menuju kamar dengan pinjungan handuk doang karena lupa bawa pakaian ganti, aku lihat Jaka diruang tamu jadi aku berlarian masuk kedalam kamar.


"Eehhh anak gadis siapa ini?, ini kamar aku, dikamar sebelah sana" Anto terkejut dengan bertatap muka dengan Aku.


"Ma-maaf bang tadi sebelum aku mandi, aku dikamar ini, kosong kok,kok sekarang ada abang? ya sudahlah aku ganti baju disebelah" kataku yang sebenarnya sudah malu sekali.


Aku keluar dengan malu takut handuk aku lepas,cepat-cepat aku berjalan lalu ganti baju dikamar Uak.


Diruang tamu Anto dan Uak Murni ngobrol- ngobrol.


"Mak anak gadis siapa itu?, mama pungut dari mana?,kok ada dirumah kita,apa itu calon untuk aku mak,waduh" kata Anto dengan percaya diri,karena dia suka bercanda.


"Kau enggak kenal lagi sama Yunita? , itu anak Bang Darman,anak paman kamu,masa kamu lupa" Uak Murni yengir saja.


"Hah anak Bang Darman?,yang suka ngences seperti cowok itu,yang dulu rambutnya enggak ada?" Anto terus nyeplos.


"Hem... iya lho,sekarang enggak tukang ngences lagi Hahahaah" kata Uak Murni sambil ngakak.


"Ingat dulu dia berak dicelana,terus kena cubit pantatnya sama Ocik Indi, Hahahahaha,tapi sekarang jauh,malahan cantik" sambung Anto terbahak-bahak.


Aku mendengar dari kamar senyum- senyum sendiri dan juga kesal sama omongan Anto,


Anto adalah tipe ideal kaum Wanita, tinggi 180 Cm berbadan kekar seperti roti sobek,rambut gondrong rapi mirip sekali dengan style rambut Wijaya,aku tadi terkejut aku kira Wijaya ternyata Anto, tapi Anto lebih tinggi dari Wijaya.

__ADS_1


Anak Murni semua berpostur tinggi-tinggi itu keturunan kami, yang paling tinggi Jaka dan Anto.Yang dua lagi tidak seberapa,tapi Jaka kurus kerempeng.


"Woi salam abangnya, bukannya disalam malah diem saja" Kata Anto yang melihat aku keluar dari dalam kamar.


Aku cepat-cepat cium tangan kanan Anto,


"deg deg deg" jantungku aku mau copot saat mendekati Anto,Rambutnya bagus Alla gondrong sahruk khan,apa karena mirip Wijaya mangkannya enggak tenang begini.


*Malam Hari*


Sepertinya Anto mau pergi kesuatu tempat,


iya berstyle rapi dengan kaos ketat,sehingga postur roti sobeknya jelas terlihat, Sixpack banget.Aku mengalihkan pandagan kearah lain karena tak mampu melihat Body Ok itu.


"Mau kemana kau wangi-wangi?, jumpai calon ipar aku?" Jaka mulai sewot.


"Sok tau,abang ganteng ini mau kerumah kawan,aku masih jomblo,enggak niat punya cewek" Balas Anto yang sudah selesai mengikat tali sepatu.


"Ayo dik, kau mau ikut?" Ajak Anto kepadaku.


"Kalau Yunita ikut,aku juga mau ikut kalian" kata Jaka seakan tak mau sendirian dirumah.


"Ikut saja kau teros,tolor,enggak usah" Kata Anto pada Jaka.


"Biarin, pelit" Jaka kesal dan pergi kedapur.


Aku ikut pergi dengan Anto kami berjalan menyusuri gang kecil,sesampai dirumah kawan Anto,Kami dipersilahkan duduk.


"Hallo,kawan sudah lama kita tidak jumpa" Sapa Anto jabat tangan dengan temannya.


"Baik men,kapan pulang? aku kemarin baru dari rumah engkau , main- main ngobrol sama Jaka" Kata teman Anto.


"Pulang tadi sore aku men,kau enggak suruh aku duduk disofa mahalmu ini?" kata Anto meledek.


"Duduklah, macam baru kesini saja kau,eh bawa cewek kau ya? , cantik cewekmu men ,kenali aku" teman Anto memandang aku lekat-lekat.


"Oh ini iya, cewek aku,ahhahah.... Anto gitu" Kata Anto tertawa lepas.


"Sok kali abang ngaku- ngaku,aku sepupunya Yunita" kataku sambil melototi Anto.


"Nama abang Radit dek" sambil mengulurkan tangan kanan.


"Enggak usah salam-salaman,hus.. bukan mukhrim" Anto menampol lengan Radit.


"Hem...."


Radit tidak jadi salaman padaku,mereka terus ngobrol sambil tertawa.Sementara aku terdiam duduk mematung disebelah Anto.


"Jangan diem saja dek, ngomong kek" kata Radit.


"I-iya bang" Jawab singkat aku.


"Matamu itu nanti aku cungkil, jangan lihati adik aku terus" Ujar Anto sambil menghapus kasar wajah Radit.


"Adik udah punya pacar?, abang mau daftar nih" kata Radit lagi buat Anto panas.


"Gila" Gumam aku didalam hati.


"Ehh ******,gila kau men,aku saja belum punya pacar,mau kau ajak adik aku pacaran, enak saja" Anto kesal dan menyeruput Teh buatan Radit.


"Kalian dua itu lho, gombal terus,dasar kain lap" kataku yang mulai kesal merasa diledek.


Mereka jadi tertawa saat wajah aku merah karena malu,mata Radit melihat aku seperti memberi sinyal suka,semoga hanya insting aku saja.


Radit cowok berkulit sawo muda,hidung mancung,mata bulat,dagu berbelah gambir, kumis tipis,manis nan ganteng,tapi postur kurang tinggi tapi sayang bukan type aku.


Selang beberapa jam Anto dan Aku hendak pulang kerumah,karena jam sudah menunjukan pukul sepuluh lewat.


"Kami pulang ya men,sudah malam" Anto berdiri dari duduknya.


"Alah cepat kali,aku ikutlah kerumahmu inap,sudah lama kita gak begadang" kata Radit dia juga siap-siap pakai topi.


"Eh apa enggak puasa kau besok?, bilang saja kau cuma mau lihati adik aku terus" ceplos Anto yang berdiri didepan pintu.


"Aahk gila kau men mikir sampe kesitu" Sambung Radit yang nyengir.


"Kalau mau makan bawa beras kau huh" Canda Anto sembari memakai sepatu.


"Parah kali lah kau" Ketus Radit juga pakai selop.


"Hahaahahha" Anto terbahak,sedangkan aku hanya diam saja seperti kambing congek.


Kami bertiga jalan pulang kerumah, sampai dirumah terlihat Jaka masih Nonton film.


Kami jadi ikut menonton,Anto ajak ngobrol Radit terus,disamping ngobrol sepasang mata melirik kearah aku terus,dia adalah Radit.


Aku perhatikan Anto sudah capek berkicau tetapi sepertinya Radit tidak fokus dia terus melirik kearah aku,Radit terus curi pandang.


"Woi..mata kau kemana?,kau fikir aku radio rusak-rusak" .Anto sambil mentoyong kepala Radit .


"Aduh kepala aku difitrah ini ya men" Balas Radit sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit.


"Kau pun lucu men,dari tadi dia cakap mata kau entah kemana saja" sambung Jaka.


"Sudah jam dua belas,Yunita bobok sana dikamar abang,payah jantan satu ini" Kata Anto sambil melihat kearah aku.


"Dia belum ngantuk,kau suruh pula dia tidur" Sambung Radit dengan kernyit dahi.


"Tolor Anto ini enggak senang kalau aku lihati adeknya" Batin Radit.


"Ya sudah bang, aku Tidur saja" Kataku sembari masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Iya tidur sana anak gadis jam segini belum tidur" Sambung Jaka.


Aku masuk kekamar dan aku biarkan mereka begadang disana. Kamar yang aku tiduri tidak ada pintu,hanya ditutupi kain pintu saja.Tetapi aku tetap tenang mereka semua sepupu aku, mana mungkin bertingkah seperti Jono.


Sewaktu aku tertidur lelap dan semua juga sudah tidur pulas.


"kresek kresek"


Bibir aku seperti ada yang mencium, aku terbangun tapi pura-pura tidur,sambil aku cipitkan mata,siapa ini orang yang berani mengambil kesempatan curi bibirku?.


Aku buka mata lebar-lebar,ternyata Radit Pria mesum,Radit dengan nada berbisik padaku.


"Maaf dik,aku khilaf,aku tidak tahan sama bibir tipis kamu" kata Radit yang duduk ditepi ranjang.


"Eh ngapai abang kesini nanti tau Jaka sama Anto abang bisa diusir" Aku dengan nada samar.


" Tenang mereka sudah tidur lelap sayang" ucap radit dengan nada samar juga.


" Abang ada apa kekamar aku? " bisikku yang lagi duduk diatas ranjang.


" Aku enggak tahan dengan tatapan kamu tadi buat aku jadi gila,aku nekat saja kekamar kamu,aku lihat adek nyenyak tidur,awalnya aku cuma pengen lihat kamu saja, tapi sewaktu aku mau keluar dari kamar ini,aku lihat bibir kamu yang tipis,jadi geram terpaksa aku cium,maaf ya dik" Bisik Radit .


"Keluar sana bang,kali ini abang aku maafkan,lain kali kalau abang begini lagi aku tidak segan-segan untuk teriak" Bisikku kesal.


"Jangan dek,maaf aku lancang,sebelum aku keluar,maukah adek jadi pacar aku? " nada samar Suara Radit.


"Maaf ya bang,aku sudah punya pacar tapi jauhan" kataku dengan ketus.


" Sebelum janur kuning didepan rumah adek, artinya adik masih hak orang lain" bisik Radit lagi.


"Huh kena tolak,baru kali ini ditolak" gumam Radit dihati.


"Sudah sana-sana "Aku mulai marah,sambil aku dorong dia keluar pintu,dasar cowok gila, mesum baru kenal saja udah gini.


Esok paginya aku terbangun,aku tidak puasa karena semua yang dirumah ini kesiangan.


tidak ada yang puasa satupun dirumah ini.


"Cuci piring ndok,Uak mau kerja dulu" Kata Murni yang siap-siap dengan jualannya.


"Iya Uak"


Aku membantu didapur agar dia tidak marah,


soal dia crewet banget,apalagi kalau marah sama suaminya pasti suaranya seperti petir.


suaminya itu PASUTRi. Suaminya sabar tingkat dewa menghadapi Murni.


--------------------------------------------


Tak terasa sudah tiga hari aku disini, Radit mesum setiap malam datang,aku tau pasti dia datang cuma ingin lihat aku,sejak aku tolak dia enggak berani lagi nyosor kekamar aku saat aku tidur lelap.


Radit dan Anto beserta Jaka lagi ngumpul diruang tamu,sedangkan aku duduk dilantai beralas karpet menghadap televisi.


"Men aku curiga sama kau,enggak biasanya kau betah dirumah aku?" Ceplos Anto berterus terang.


"Bosen saja dirumah sendirian men" Jawab Radit, dia tau sifat asli Anto,jadi apapun yang dikatakan Anto dia tidak sakit hati.


"Alah alibi kau" Balas Jaka sambil mencibir bibir.


"Dek ayok dek temani abang sebentar keluar " Anto berdiri dari duduknya.


"Iya bang" Jawabku pada Anto.


"Aku ikut,aku ikut"


Cepat-cepat Radit hampiri kami yang sudah di depan pintu keluar.


"Dirumah saja lah kau men,kami beli misop dibelakang rumah,kita makan disini,tapi kau betah dirumahku?,ngapai ikut itu makanan mau dibungkus" Kata Anto yang siap memakai sepatunya.


"Alah disini saja kau Radit aku sendirian" Balas Jaka.


"Tolor kalian semua enggak bisa lihat aku senang,serah kalian lah" Radit duduk kembali disofa.


Aku berjalan sama Anto menyusuri rumah- rumah tetangga,Anto hari ini tetap wangi, sifatnya blak-blakkan kalau bicara, ganteng sepupu aku ini,tapi kenapa dia belum menikah ya?


"Mbak misop dibungkus empat ya" Kata Anto yang berdiri bersamaku didepan Warung.


"Eeh Anto...kapan sampai rumah?, pulang- pulang bawa bini ye,pandai kau milih bini" Ucap penjual misop.


"Aduh tau saja Mbak ini,cantik bini akukan? ahaaha" Anto dengan ucapan gilanya.


"deg" Pandainya siAnto sialan ini buat candaan pakai rangkul aku lagi dari samping didepan Ibu tukang misop.


"Empat bungkus pakai mie putih atau kuning,atau mie campur?" Kata penjual misop.


"Iya mbak campur saja semua,steling juga kalau bisa dibungkus,bungkus saja ahaahah" Anto terbahak.


-------------------------------


misop ( makanan khas daerah kami kuah sop yang di campur mie kuning,dan mihun +ayam. rempah rempah nya , cabe dan saus ,kecap)


Steling : Etalase atau sejenisnya untuk berdagang.


Pasutri : pasukan suami takut istri.


Bandal : Nakal,jahat,dablek,badung.


Ngences : Liur keluar dari mulut.


Tolor : telur

__ADS_1


Parah : Rusak,babak belur.


__ADS_2