Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 8


__ADS_3

Surat aku


september 1999


Asalamualaikum bang.


Adek rindu sama abang,datanglah Abang kekota M,Abang jangan tinggalin adek,Riandy aku sayang, cuma kamu yang aku cintai,aku enggak bisa hidup tanpa kamu, kalau kita enggak ketemu juga aku akan nekat lari dari kota ini untuk temui kamu abang.


Salam Yunita Ananta.


Sambil menangis berlinangan air mata aku menulis surat ini,enggak perduli lagi suratnya hampir lembab terkena air mataku yang terus mengalir dipelupuk mata,aku menyesal kejadian tadi malam,aku menyesal maafkan aku Riandi,hampir saja aku kehilangan kesucianku itu karena ulah Denny.


----------------


Siang hari aku pamit dengan Ibu Wadinah alasan ke kantor pos untuk menyurati Mama.


Padahal aku berbohong,ini surat untuk Riandi bukan untuk mama,Ibu Wadinah mengizinkan aku keluar antar surat tersebut.


Wadinah: Kenapa mata kamu bengkak nak ?"


Aku : Ehh ini Ibu saking mampet hidung mau bersin enggak bisa " alibiku pada saat berdiri didepan kamar.


Wardinah: Hemmm yasudahlah nak, tapi enggak demam kamu?,habis dari kantor pos , minum obat dan tidur ya anakku,enggak mau ibu antar kamu sayang?.


Ibu wardinah dengan lembut mengelus rambut aku,Buat aku merasa bersalah karena berbohong kecil soal surat yang mau aku kirim kekantor pos.


Aku : tidak usah Bu,sepuluh menit naik angkutan umum nyampe kesana.


Wardinah : Yasudah hati-hati iya nak,jangan kemana- mana lagi,Mama kamu menitipkan kamu kepada Ibu,jadi ibu harus pegang amanahnya.


Aku : iya ibu aku sayang Hehehehe.


-----------


Sepulang dari kantor pos,saat aku melewati gang kecil sebelah Ruko, langkah aku berhenti melihat Denny berdiri dijalan dengan wajah yang penuh kecewa.Dia menghentikan langkah aku dengan tangannya,seperti aku


tidak boleh lewat di gang itu,ketepatan gang itu memang selalu sunyi walau siang maupun sore hari.


Denny : kenapa enggak bilang kalau kau sudah punya pacar dari awalnya?! dan kenapa kau diam saja kemarin aku cium?, coba jawab,jangan terus diam saja !!!!!" Bentak Denny dengan teriak- teriak sambil Mata melotot dan meninju tembok yang disamping.


Aku : Maafkan aku Den,aku enggak kuasa,saat kau menggoda aku,aku enggak tega saja dengan kamu,karena kamu basah-basah berjuang hanya untuk jawaban aku dan aku bingung mau jawab apa,aku enggak tega !!". Teriak aku sambil menatap Denny yang tertunduk dan mengepal tangan.


Denny : Oh jadi kau tadi malam mau aku cumbui karena kasihan?,sepertinya tadi malam kau menikmatinya juga, iya !!,kau permainkan aku iyaa !!,apa salah aku sama kamu coba katakan? ,aku jatuh cinta pada kamu,tapi kau tidak jujur kalau sudah punya pacar,ini mau kamu menyakiti hatiku iya !!.


Denny berteriak lagi membuat telinga aku sakit,tapi aku berusaha tenang untuk menjelaskan kepada Denny dan menghentikan amarah Denny padaku.


Aku : Maaf ,maaf Den, jangan dendam dan marah padaku !.kecilkan suara kamu nanti ada yang mendengarnya.


Bujuk aku dengan mata berkaca-kaca.


Denny : Ok,aku maafkan kamu,mulai sekarang aku enggak akan mau lihat wajah kamu digang ini,lalu belanja diwarung mama aku, karena aku mau melupakan kamu,semoga kamu bahagia dengan pacar kamu itu.


Denny akhirnya meninggalkan aku disebuah gang tersebut,aku juga melihat mata Denny terpancar keseriusan, tapi aku tidak mau dia begitu agresif dan tidak kontrol,aku tidak suka cara seperti itu.


"Aku enggak boleh menangis semangat Yun, inget Riandy menunggu dengan setia disana"


Gumam aku sambil berjalan tertatih-tatih sepanjang jalan gang itu menuju kerumah.


Nordiannah : Eik. kanapa kamu menangis ?


Aku : Siapa yang menangis,aku tidak menangis.


Nordiannah baru pulang sekolah,karena ada Les tambahan.Dia juga langsung masuk kedalam kamar saat aku juga masuk kedalam kamar, dia seperti ekor aku.


Nordianah : Cerita dong,kamu kenapa?


Aku diem saja dan menghempaskan tubuh dengan kasar keatas kasur tidur,aku hanya sedikit saja menceritakannya , terkadang otak anak ini ada errornya orang crita sedih dia Tertawa,orang cerita senang dia sedih.Mending tidak usah cerita sama sekali.


 


*Esokan Harinya*


 


Kami berangkat sekolah,aku tidak malu jalan dengan Nordianah,dia teman aku selalu teman buat aku.kami berjalan melintasi gang kecil ini lagi.


"Lihat itu putri raja baru lewat,dia mau lho diajak ketemuan tengah malam,diraba-raba juga mau, malah keenakan" .Sindir Denny dengan sekelompok Gengnya.


"Cowok Binatang berani sekali dia membeberkan rahasia aku dengan dia" gumam mulutku saat berjalan melewati Denny beserta Gengnya ngumpul diRuko tersebut.


" Udah aku bilang woii sama dia jangan lewat gang ini lagi,Ee pagi-pagi sudah muncul " Sindir Denny dengan semua teman-temannya


"Masa sih Denn,enak dong cewek bisa digrepein" Kata salah satu teman Denny yang berbadan kurus.


"Kalian taulah " Sindir Denny lagi sambil melirik aku yang bersama Nordianah berdiri ditepi jalan sambil menunggu angkutan umum.


Aku tidak menghiraukan cibiran mereka, walaupun aku dengar,aku pura-pura tidak mendengarnya dan tidak merasa.


" Ayo Nor, itu angkutannya sudah datang " ujar aku sudah mulai panas dengan celotehan Denny yang berulang-ulang.


" Eh itukan cowok yang kirim surat sama kamu yun?, kenapa dia bilang begitu ya ?" ucap Nordianah saat melirik Denny yang matanya tidak lepas melihat aku.


" Hemm mungkin dia lagi gila kale " Jawab aku yang mulai terpancing emosi.


Aku cepat-cepat mengalihkan pertanyaan Nordiannah agar dia tidak curiga,Denny mungkin masih belum bisa melupakan aku, jadi dia masih dendam dan benci terhadap aku,aku terima sajalah ucapan dia,tapi kalau begitu terus-menerus aku tidak akan diam besok-besok.Sumpah akan aku gilas wajahnya yang manis itu.


Aku tak selera bersekolah lagi hari ini,karena aku muak, muak dengan peraturan disini,apa lagi sakit kepala aku sakit, flu ini masih ada sedikit karena kejadian tempo malam bersama Denny. Lalu Dikelas aku diam saja.


Jam istirahat tiba,aku pergi keatap lantai tiga sendirian,sambil berfikir apakah surat aku dibalas Riandy?,disaat aku melamun di atap aku melihat sekolah lain yang bersebelahan dengan sekolah aku.


Ehhh aku cuci mata selama diskolah ini,baru kali ini aku naik keatap ternyata ada sekolah lain,sekolah umum swasta,cowok- cowok ganteng lewat mondar mandir dengan Gengnya,ahk siapa tau ada yg ganteng menjernihkan pikiran aku,Huss Gatal banget aku jadi cewek,tapi biarin saja, cuma aku yang tau tiada orang lain kalau aku ini menggemari cowok ganteng.

__ADS_1


Setelah habis dari atap lonceng jam istirahat telah berbunyi. "teng teng teng ....!!!!", aku masuk kedalam kelas dan belajar lagi,kebetulan ini mata pelajaran Hadits.


" Yunita !!!.." "Buk..Buk...Buk.."


Mak Lampir memukul meja dengan keras.Sehingga kami murid-murid terkejut,lamunan aku jadi terhenti,Mak Lampir ini ganggu orang saja saat aku melamun tentang Riandy.Mak Lampir ini selain kepala sekolah dia juga guru sejarah dan Hadits.


" Hem ii- iya bu " Jawabku dengan cemas dan gelisah.


" Kamu ngapain melamun?, saya sedang menerangkan " Ucap Mak Lampir dengan suara terbesar nya dan mata yang terbelalak.


" Hem...hem anu bu saya kebelet " Alibiku karena aku tidak tau lagi mau jawab apa pertanyaan dia.Serentak murid-murid tertawa


bersorak-sorai.


" haahaha ahahaahah ahahaahah ahahah "


" diiiiiaaaaaaaaam !!!" Bentak Mak Lampir.Murid-murid jadi terdiam dari tertawanya,ada yang ketakutan dan ada juga yang masih menyimpan rasa lucu sampai menutup mulutnya.


" Yunita jawaban kamu tidak masuk akal sehat,sekarang kamu berdiri dan besok hafalkan surat Al -BaQarah untuk saya !!" nada tegas Mak Lampir membuat suasana jadi hening dan ngeri.


Jdaaaarrr jdeerrrr jantung aku mau copot


"Tega sekali Mak Lampir ini padaku padahal kami semarga,mertua sepupu mama aku lagi" Gumam aku dalam hati.


Aarggggh aku tambah pusing,malu lagi karena kawan-kawan melihatin terus.


-------------


*Sepulang sekolah*


"Eh Nor kau denger tidak Yunita itu punya cowok?, padahal kitakan anak psantren,kok dia pacar-pacaran,bukan mukhrim" gosip Junia saat Nordianah melintas dilantai satu.


" Ahk dari mana kau dengar Juni?,ada buktinya?,kau bilang anak pesantren tapi kau juga mengghiba orang " Bantah Nor sambil meninggalkan junia menuju lantai bawah.


Nordiannah walau sedikit bodoh tetapi dia pintar juga membalas gosip Junia, dilantai dasar aku dan Nordiana bertemu dan kami berjalan menuju rumah.Nordiana menceritakan soal ghibaan junia.


Aku tidak membalas clotehan si junia, karena aku takut ribut,tidak mau ribut disekolah ini.


aku juga takut buat malu Ibu Wadinah dan sih Mak Lampir itu.


*Tiga hari kemudian*


Aku menunggu balasan surat Riandy tetapi tidak juga datang,aku galau dan dilema apakah Bang Riandi membaca surat aku?.


ataukah surat aku tidak sampai?,aku penasaran sehingga ajak Nordiannah sore ini kekantor pos sepulang sekolah.Mau bertanya surat apa sudah diterima sama Riandi.


 


*Saat dikantor pos*


 


Aku : Ahk kenapa mbak enggk bilang dari awal?,jadi lama sampai surat itu.


Nada kesal dan jengkel.


Karywan pos: kirain sudah tau dek.


Sambil garuk kepala yang tak gatal.


Aku : Jadi bisa enggak diganti itu mbak perangko aku ?.


Nada penasaran dan tidak mau putus asa.


karywan pos : Wah sudah lewat tiga hari dek,enggak bisa, Maaf ya.


Sambil menaikan alis.


Kecewa sekali aku dengan mereka, mereka tidak memberi tau dari awal, "huh" Aku mendengus kesal,dengan kcewa aku dan Nor pulang kerumah dengan naik angkutan umum.


Ahk ayo Nor kita cepat jalan, ternyata penglihatan aku tidak salah,aku melihat Deny dan gengnya menuju Ruko digang itu lagi,cepat- cepat aku tarik lengan Nordiannah kerumah.


Nordianah : Kenapa sih Yun kok main tarek aja ahk.


Marah Nordiana merasa heran.


Aku : Eeh maaf deh Nor,aku takut kita ketemu muka sama Deny.


Wajahku penuh dengan kecemasan.


Nordianah : Cowok yang kirimi kamu surat itu?, emangnya kenapa sih?,ada kisah apa diantara kalian?.


Nordianah penasaran dan kernyit dahi.


Aku : Hemmm,enggak Nor aku menolaknya tapi dia enggak terima.


Aku terpaksa jujur kepada Nordianah.


Nordianah : Masa sih,kurang ajar kali cowok yang kayak gitu,pasti cowok kurang dewasa itu.


Nordianah sedikit bernada geram dan geleng kepala.Walaupun matanya begitu,dia bisa melihat aku dengan mendongakkan wajah nya terus sembari berjalan menuju kerumah.


---------


Kami saat didalam kamar yang lagi santai dan tertawa riang.


"Nordianah !, Yunita !"


Jdaerrr -Jeerrrr suara Mak Lampir memangil kami,


" iya nek " sahut ku , " ia buk" sahut Nor.

__ADS_1


Kami datang ketempat dia duduk diruang tamu yang berada didepan kamar kami.


"Hem, kalian gadis- gadis nakal ya,pulang sekolah kenapa kain enggak diangkat, piring berserakan" Marah-marah dan emosi Mak Lampir kepada kami berdua.


"Ahk sebel kali lihat sikawan ini baru saja pulang sekolah udah merepek" Batinku terus ngedumel juga.


Kami diam dan kami kerjakan suruhannya, biar jangan dia merepek terus,lalu suaranya berhenti.Aku dan Nordianah mencuci piring didalam dapur.


" Na na na Tujhe Dekha Toye jannna sannem laalalalaalal ". Suara Pria bernyanyi dari jendela terdengar kami berdua.


"Oaleh mar indiaan abang disamping ini" Ucap Nodianna.


Tetangga itu membuka jendela dia lihat aku dan Nor berjalan angkat kain setelah mencuci piring.


" Hai adik- adik siapa namanya ?" Ucap Pria tersebut kepada kami,dia juga melontarkan senyum yang manis.


" Aku Nordiannah,ini kawan aku Yunita " Jawab Nordianah sambil mengambil jemuran.


"Ohh yang cantik itu Yunita namanya,hem" Pria itu melihati aku dari atas bawah, lalu menaikan alis dan bermain mata padaku.


" Nama abang Andri Tarigan, ini kartu nama abang " Tukas Pria dewasa tersebut sambil kasih sebuah kartu buat aku, tapi Nor dengan cekatan mengambil kartu nama laki-laki tampan itu dari jemarinya,seperti nya Nor merespon dan suka sama lelaki yang bernama Andri itu.


" Kasih sama adek cantik itu ya Nor" Kata Andri Tarigan.


" Lah, bukan untuk aku bang ?" tanya Nordianah dengan sejumlah kepolosannya.


"kalian dua juga jadi,terserah" Jawab Andri dengan senyum manisnya.


Andri menutup jendelanya lagi setelah menatap aku penuh arti,lalu kami masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kamar.


" Yun sama aku saja ya kartu nama ini?,ganteng kali soalnya abang itu aku tengok" Ucap Nordiannah dengan girang pada saat masuk kedalam kamar kami.


" Untuk kamu juga boleh,yang penting kamu senang" Sambung aku sembari melipatkan kain.


Nodianah dengan semangat melipat kain bersih,sembari mukut Nordianah berdendang lagu Batak Karo.


"Nor... abang tetangga itu orang karo, coba kau sebutkan aku cinta kamu,bahasa karonya apa?" Tanya aku jadi penasaran.


" Aku ngena kam " Jawab Nodianah dengan girang dan tersenyum manis.


"Jadi kalau aku rindu kamu ?" Sambung aku lagi semakin penasaran.


" Aku tedeh kam oh mama karo" jawab si nordianah dengan senyum lebar.


" Ahahaahahahaaahah" Aku tertawa lebar, lucu saja cara Nordianah berexpresi saat mengucapkan kata itu dengan mata Nor, seperti dia tertidur.


Nordianah : Kenapa kau tertawa Yun ? ada yang lucu ?


Wajah Nor cemberut seperti kesal padaku.


"Ehh...enggak Nor, aku !,maaf ya bukan itu maksud aku."


Jawab aku, karena aku tau kalau kekurangan Nordianah ini yang mana bercanda dan serius semua disamakan.


Aku tau Nor orangnya tidak bisa diajak bercanda dia sisuper serius,hampir aja membuatnya marah,bukan aku takut dia kalau marah tetapi aku coba mengerti saja sama sifat nya.


*Malam Hari*


Aku ketiduran dari habis maghrib tadi, mungkin kelelahan sama mata pelajaran tadi disekolah.


" Yun ayo bangun mari sholat isya" ajak Nordianah sambil mengguncangkan kakiku yang masih molor dikasur.


" Ahk entar lagi Nor,aku capek " Sahut aku dengan menepis jemari Nor yang menyentuh pundak aku.


" Ayok cepetan,nanti kalau ketahuan Mak Lampir,kau tidak sholat bisa bahaya" Nordianah menatkuti aku dan mengingatkan aku.


Mendengar tentang Mak Lampir aku cepat- cepat bangun dan ambil air wudhu dan akhirnya kami berdua sholat isya, selesai sholat aku mengobrol lagi dengan Nordianah karena rasa kantuk tadi sudah tiada lagi.


"Aku rindu Riandy ! hiks " kataku sambil melipat mukena sembari duduk diatas kasur.


"Ahk siapa lagi Riandy itu ?, kau enggak pernah cerita sama aku " Sambung Nordianah dan duduk juga disampingku.


"Pacar asli aku cinta pertama aku " Aku berani membuka rahasia sedikit,karena tidak tau lagi mau kemana aku mencurahkan isi hati ini.


" Jumpa dimana pula kalian?, kok bisa pula pacaran?" tanya Nor dengan nada penasaran seperti Jurnalis saja.


"Dirumah sakit ,dia perhatian ,pengertian , dewasa , menjaga aku disaat aku sakit" Sahut aku sambil menitiskan air mata, karena tanpa aku sadari aku jadi menangis.


"Hhaaha... gila kau Yun,kayak gitu saja ditangisi " Tertawa Nordianah malah membuat aku kesal dan malas certia lagi.


" Hemm " Aku tarik kuping Nordianah, aku geram lihat dia,aku bicara serius dan sedih dia malah tertawa.Begini nih kalau bicara sama orang Bodoh,jangankan nasehat saran saja tidak ada.


"Heiiiiii ..... siapa yang tertawa keras tadi?,apa enggak ada etika kalian anak gadis, tertawa lebar -lebar " Suara Mak lampir dari luar kamar kami, membuat kami bedua langsung berhenti bersuara dan terdiam mematung.


Kami langsung pura- pura belajar,siapa tau dia mau masuk kedalam kamar kami,syukur deh dia enggak jadi masuk kekamar kami jadi lega.


"Nor, Nor " bisikku saat duduk dimeja belajar bersama Nordiannah.


" Apa pelankan suara kamu,nanti dia dengar,aku takut disuruh hafal lagi ayat-ayat lain" Nada samar Nordiana saat bicara kearah telinga aku.


---------


Arti :


Kayak : persis,serupa,sama.


Tengok : melihat.


Kereta : Sepeda Motor.


Selop : Sendal kaki.

__ADS_1


__ADS_2