Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 32


__ADS_3

Raja merapatkan duduk disaat kami asyik ngobrol,hidung ini tercium aroma parfum Raja yang harum,tangan Raja lembut sekali saat menyentuh jemari ini.


"Dek kita pacaran yuk ?" ucap Raja saat menatap aku penuh pesona.


"Bisa kita pacaran bang,jadwal ketemu saja enggak tau kapan bisa begini lagi,abang kuliah diluar desa ini,aku sementara disini" Jawab aku lirih saat membalas tatapan Raja.


"Seminggu sekali aku akan pulang dek, malam senin balik lagi " jawab Raja sembari menggenggam erat jemari aku.


"Hemm kalau abang suka aku,aku juga begitu" Balas aku tersungging sembunyikan senyuman.


Mata cokelat itu tak luput menatap aku dengan teduh dan indah,aku tak berdaya melihat mata yang begitu indah dihadapan aku saat ini.


"Pacar adek ada berapa?" Tanya Raja sembari jemari Raja selipkan rambut ditelinga aku,aku malu sekali.


"Sudah lama bang putus " Jawab aku malu-malu saat dagu ini dipegang Raja.


"Ohhh,kita jalani saja dulu ya,kalau cocok kita akan bersama terus dek" Raja kecup mesra kening aku,serasa jantung ini mau lepas dari dalam.


"Terserah abang mana baiknya" Aku memejam mata merasakan indah bibir mungil mendarat dikening ini,indah sekali perasaan ini,nyaman saat didekat Raja.


"Dek cantik pasti banyak cowok?" ucap Raja dengan cemberut.


"Tidak salah yang bilang tuh,wajah abang sudah kayak artis pasti cewe kampus tergila- gila " jawab aku yang tak mau kalah dengan Raja.


Kami berciuman mesra,saat menikmati rasa satu sama lain ada pengganggu yang datang.


"Ehem ehem,sudah jam berapa ini kita pulang yuk,tapi mau belajar sama Puput,pasti udah nunggu" Indar terus mencyduk kami yang lagi bermesraan.


"Dari tadi sore menganggu saja kau" jawab aku sedikit canggung dan berdiri dari duduk.


"Maaf,lihat jam jangan lupa" ucap Indar tersenyum manis.


"Iya sudah sayang,entar kalau belajar kurang paham aku bantu" Raja mulai memanggil aku sebutan sayang,aku jadi malu tertunduk.


"Iya...aku tau" ucap aku dengan pipi merah merona.


Akhirnya kami pulang menuju desa Puput,sewaktu diperjalanan pulang kami bertemu Wati saat diatas motor.


"Woii kampret enggak ajak aku kalian ya kekampung atas !" Wati teriak diatas motor dengan sendirian.


"Hahahhaa mangkannya satu sekolah kau sama kami,supaya gabung kita" sambung Ndar sembari memeluk Hamdani diatas motor.


"Ganteng kali cowok kau tolor, dapat dimana kau?" Wati berterus terang membuat Raja tersenyum ramah.


"Ikutlah Wat,kami mau belajar nih kerumah Puput kawan sekolah " jawab aku yang malu-malu.


"Entar-entar aja lah woi,aku disuruh nih sama bapak aku,kalau gitu aku duluan ya daaa" Wati tancap gas sambil melambai dengan kami.


kami meluncur kerumah Puput,perjalanan dua puluh menit kami tiba dikampung Puput,terlihat Puput menunggu didepan pintu rumah.


"Yang nikungnya,lama kali kalian aku tunggu?" Puput lipat tangan dan manyun.


"Eh mau tau aja anak kecil " sambung Raja turun dari atas motor disusul dengan aku.


"Mak tengok ini bang Raja suka kali ganggu aku" jawab Puput saat mama duduk diruang tamu.


"Abang kamu cuma bercanda nak"


Mama puput tersenyum manis,aku dan Indar masuk kedalam ruang tamu,sedangkan Hamdani sudah pamit pulang,Raja dan ibunya pergi bercerita didapur,sedangkan kami fokus belajar diruang tamu.


Bapak Puput datang berjalan sempoyongan,bau alkohol tersebar diruang tamu,aku dan Indar pura-pura tidak tau sedangkan Puput berwajah kesal kepada pria tua tersebut.Aku dan Indar pura-pura tidak mencium aroma minuman itu supaya Puput tidak malu.


Belajar aku tidak konsen saat pria tua itu duduk dihadapan aku dan menatap aku dengan tajam dari atas bawah,padahal aku duduk melipat kaki.


Perasaan jijik datang tapi saat ini aku tidak takut karena suasana rumah ramai saat ini,walau tidak nyaman aku pura-pura cuek,Raja lewat dan memantau kami belajar,Raja jadi duduk didepan aku dengan rapat sehingga orang tua tersebut tidak dapat melihat aku.


" Merusak saja "Pria tua itu yang jadi bapak Puput dan Raja menggerutu kesal dengan Raja.


"Apanya yang merusak pak !" ketus Raja sambil memutar badan berhadapan dengan orang tua itu.


"Kaulah,ngapai duduk situ?" Ketus pria tua tersebut sepertinya memang tidak akrab dengan anak laki-lakinya.


"Lah aku mau ajari orang ini belajar pak!, salah aku?!" Kata Raja mulai bernada keras.


"Salahlah,entah ngapai kau disitu" Pria tua tersebut berdiri dari duduk.


Aku dan Indar terkejut diam saja,sedangkan Puput mulai menahan air mata melihat abang dan bapaknya bertengkar,seharusnya itu tidak akan terjadi kalau orang tua itu tidak mabuk.


"Maksud bapak apa !!.,bapak pikir aku enggak tau bapak ngapai disitu !!, aku laki- laki pak aku tau maksud bapak, aku bukan anak kecil lagi" Raja mulai lantang dan berdiri dihadapan orang tua laki-laki nya itu.


"Ahk kau anak kecil sok tau tentang aku,aku yang kasih makan kalian, jangan suka-suka kau bentak- bentak aku " ucap orang tua itu dengan marah dan emosi.


Suasana mulai panas saat Raja berdiri dihadapan bapaknya,aku dan Indar sudah tidak tenang,sedangkan Puput mulai menangis tanpa bersuara,aku langsung merangkul Puput supaya dia tenang.


"Hah jangan angkuh Bapak,apa selama ini bapak yang kasih uang kuliah aku,aku saja bantu kerja dikota,kasih makan adik-adik , cuma mama pak,cuma mama yang berjuang untuk kami,mangkannya bapak jangan mabuk saja diluar sana,sadar pak kami sudah besar semua" Raja menahan air mata saat marah dan emosi pada lelaki yang seharusnya jadi panutan.


"Raja !!,diam kau jangan lawan bapak kamu nak !, mama sudah cukup dengarnya , sudah pak keluar saja" Mama Puput mulai menangis saat datang keruang tamu.


"Tolong ajarkan anak kamu ini, biar tau sopan!" ucap orang tua lelaki itu dan pergi dari rumah.

__ADS_1


"Sudahlah bang,dari dulu kalian ribut saja dirumah,kasihan mama" Ucap Puput yang sudah berlinang airmata. "Hikss"


"Aku kasih tau bapak yang bagus,mau jadi apa kita kalau bapak tidak berubah" Ketus Raja keluar dari rumah dan berdiri dibalkon teras menahan kesal.


selang berapa menit belajar kami terhenti,kami tidak konsen lagi gara-gara kejadian ini,Indar merangkul Puput supaya tenang,aku mengambil air putih kedapur tiba-tiba Raja datang menarik langsung jemari aku dengan paksa,aku jadi heran.


"Mau kemana kalian bang ? jangan sakiti teman aku !" teriak Puput saat melihat aku berwajah cemas lewat dari ruang tamu.


"Tenang saja kawan kamu aman sama aku" jawab Raja sembari naik keatas motor.


Aku geleng kepala kepada Indar dan Puput kalau semua ini baik-baik saja,mereka bernafas lega,lagian Puput lebih tau sifat asli abang sulungnya itu.


Motor Raja menyala dan berjalan pergi meninggalkan rumah,aku terdiam saja sembari melihat punggung Raja diatas motor.


Disebuah tempat sepi motor Raja berhenti seketika.


Raja turun dari atas motor sementara aku masih diatas motor Raja, lelaki tampan ini berdiri didepan aku,menatap aku dan tiba-tiba Raja memeluk aku dengan erat sekali.


"Maaf dek maafkan abang,maafkan bapak abang " ucap Raja penuh sesal.


"Kenapa bang ?" ucap aku jadi bingung saat didalam pelukan Raja.


Raja bercerita tentang bapaknya dari Raja kecil bapaknya tukang mabuk dan gila wanita lain,orang tua Raja sempat juga pisah namun balik lagi karena mama Raja bertahan demi anak-anaknya.


"Aku enggak apa bang,jangan diingat lagi" Ucap aku sembari menatap Raja dengan sendu.


"Jujur saat bapak melihat kamu dengan nafsu tadi abang sudah curiga pasti pikirannya kotor,apa lagi dia baru minum di luar sana" Raja membelai mesra rambut aku.


"Sudahlah bang,aku tidak apa-apa" Jawab aku supaya Raja tenang.


"Ada enggak bapak aku melecehkan kamu dik pada saat abang enggak ada?, jujur abang enggak marah,karena abang lebih tau sifat bapak" ucap Raja tertunduk sedih saat dihadapan aku.


"Enggk bang,baru tadi itu dia begitu " jawab aku dengan berbohong supaya Raja tidak tambah marah.


Aku tidak memberi tau raja kejadian kemarin saat mati lampu,kalau aku beri tau takut Raja emosi dan bertengkar lagi dengan bapaknya.


Aku juga takut hubungan aku akan hancur dengan Puput pastinya kami akan renggang.


"Adek jangan kerumah abang ya kalau sudah begini,kalau ada abang saja baru adek kerumah ya sayang,janji ya" Ucap Raja memeluk aku sekali lagi.


Aku anggukan kepala saja dan memeluk hangat tubuh pria yang lembut ini, nyamandan terasa hangat membuat aku semakin suka pada Raja,walau aku tidak tau hubungan kami panjang atau tidak.


Raja dan ibunya tulang punggung keluarga,aku juga baru tau kalau lelaki tua bangka itu hidung belang,kasihan ibunda puput pasti menderita,semoga pria tua itu berubah menjadi lebih baik.


"Cupcupcup"


Raja mengecup kedua belah pipi aku,dan mengecup mesra keningku,perlakuan ini hangat sekali jiwaku serasa melayang.Setelah itu kami berdua memutuskan untuk pulang.


"Boleh sayang,kamu ini bijak juga membuat aku tenang" Kata Raja yang mulai tak emosi lagi.


"Heheh jangan panggil sayang,gombal" kataku dengan malu dan tersenyum.


"Kan sekarang kamu pacar abang,kenapa kalau panggil sayang" Kata Raja sembari tersenyum dan menuntun jalan membawa motor.


Kami singgah didepan pasar untuk membeli martabak,setelah itu pulang kerumah Puput,


sesampai dirumah mereka tidak khawatir lagi ngobrol seperti biasa,semua pada enggan membahas hal yang tadi.


"Ciee dari mana kalian hah?, tiba-tiba pergi pulang bawa martabak,pasti nikung dulu cipika cipiki" Bisin Indar kekuping aku.


"Diem kau,enggak peka kali kau ahk, kau tinggal makan aja martabak gratis dari Raja , terima kasih kau sama aku" Bisik aku dengan Indar.


"Huh enak kau lah"


Indar gerutu tidak jelas,setelah kami makan martabak,malam semakin larut kami hendak tidur,saat aku ingin masuk kedalam kamar Raja menarik jemari aku.


"Mimpi indah ya sayang" Raja kecup mesra kening aku,mata ini terpejam saat bibir merah menempel dikening aku.


"Abang juga ya"


Aku tersipu malu dan menatap sedikit wajah tampan milik Raja.Setelah itu aku masuk kedalam kamar dengan hati berbunga-bunga.


-----------------------------------------------------------------


*Esok Hari*


Pagi harinya kami sudah siap-siap memakai seragam sekolah,kami pamit dengan ibunda Puput setelah itu,Puput sama Ndar naik bus, aku spesial diantar Raja dengan motor gede nya.


"Curang ya,kau niat inap sini kawani aku jumpa Hamdani,enggak taunya dapar cowok, aduh abang siPuput lagi " Indar meledek aku saat didepan rumah.


"Bising kali kau ahk tunggu saja bus kamu di situ,aku duluan dulu ya daaaa" Dengan senanf hati aku naik keatas motor pangeranku.


"Daaaa calon ipar " ucap aku lagi pada Puput sembari melambai mereka.


"******" jawab Indar dengan tertawa renyah, Puput juga ikut tertawa.


"Hati-hati ya"


Puput melambai kearah aku yang sudah siap melaju dengan Raja.

__ADS_1


Bahagia sekali karena baru kali ini aku diantar pacar untuk sekolah,tangan melingkar erat dipinggang Raja dengan mesra sekali.


Sesampai disekolah Raja pamit pulang pada aku kami berpisah,dengan melirik kanan kiri Raja mencuri kening dan pipi aku.


"Cup cup cup"


Kemesraan itu terlihat Mery aku jadi malu,lalu Raja pergi tersenyum,aku berdiri didepan pasar untuk menunggu Indar dan Puput.


Terlihat Merry menghampiri diriku dengan histeris.


"Yunita gila...gila dapat dari mana pangeran itu,astaga putih banget,bibirnya merah,wih sumpah ganteng banget Yun" Merry mencubit-cubit pipi aku karena kagum.


"Tanya aja orang Indar,ganteng dong,cowok aku mana ada yang jelek" ucap aku sambil tertawa renyah.


Ketika kami asyik ngobrol bus yang ditumpangi Indar dan Puput berhenti didepan kami,mereka turun bersama, terlihat Indar berjalan sempoyongan.


"Hueeekk huekk " Indar muntah-muntah sambil geleng kepala.


"Hamil kau ya sama Hamdani baru dua hari kencan ahahah" Aku tertawa renyah sembari pijat bahu indar.


"Bukan,hamil dari hongkong, bau bange ketiak ibu tadi didalam bus" Ucap Indar sambil minum air putih yang iya bawa.


"Heek taik bau kali sumpah,enggak mau lagi aku naik bus ishh " sambung Indar lagi sembari muntah terus.


"Ahahah anggap saja itu vitamin" Puput tertawa renyah disamping Merry.


"Ehh mau masuk tuh,ayo jalan,kalian tau enggak Yunita ada cowok baru,sumpah ganteng kali lho" ucap Merry kagum sembari berjalan menuju sekolah.


"Tuh abangnya ini " ucap Indar sambil toyong kepala Puput.


"Hah abang kamu Put, tau gitu aku ikut semalam,kenali lah put siapa tau abang kamu ada yang lain lagi " sambung Merry mengguncang badan Puput.


"Abang aku cuma satu gila" Jawab Puput mendengus kesal.


"Itu rezeky Yunita bodoh,Puput manggil kakak ipar sama Yunita nanti Ahaha" ucap Indar tertawa renyah.


"Kampret bising kali kalian" ucap aku sambil tersenyum manis.


"Enggak apalah asal orang ini senang aku enggak apa, tapi Yun jangan lupa saat aku sama Yudi aturlah" sambung Puput menaikan alis.


"Huh licik kau " jawab aku sambil garuk kepala.


Sampai didalam kelas kami sudah tidak gabung dengan geng Rafa,karena putusnya Indar dengan kepala geng itu,Fandi juga sudah malas menggangu kami.


Sekolah usai kami pulang kerumah masing-masing,saat didepan pintu aku melihat pak Rahmat lagi ngobrol dengan ayah.


"Wah anak gadis pulang sekolah " ujar pak Rahmat yang duduk santai disofa.


"Iya pak,Yun kekamar dulu ganti seragam" ucap aku tersenyum.


Aku mendengar Wijaya tidak terciduk juga,mungkin memang belum waktunya Wijaya ditangkap,aku tidak hirauman lagi kasus aku,


masyarakat sudah mulai lupa,kawan-kawan juga sudah biasa saja.


---------------------------------------------------------


Malam harinya Indar datang sama Wati main kerumah,kedua sahabat aku masuk kedalam kamar.


"Oik yang dapat pacar ! enak kau ya" Kata Wati yang duduk diatas kasur .


"Ya Allah baru aja aku senang,sikawan ini udah merepet" Jawab aku sambil tersenyum.


"Hahahah,eh tadi aku jumpa Dodo lho " ucap Wati lagi sambil terbahak.


"Dimana Wat !"


Aku penasaran sambil berfikir karena kami belum ada kata putus.


"Tanya tuh Indar,mereka yang bicara aku mah cuek " jawab Wati melirik Indar yang duduk diatas kasur juga.


"Iya tadi dia tanya kabar kamu Yun,aku jawab aja kau sehat,tapi enggak aku bilang kau dapat cowok lain ahahah" jawab Indar tertawa menutup mulut.


"Terus dia tnya apa lagi !" tanya aku karena penasaran.


"Dodo bilang kirim salam sama kau,kalau sudah bisa lupakan Wijaya,dia siap kapanpun menerima kau, apalagi sampai plaminan" ucap Indar menaikan alis.


"Ihh kan,aku jadi bersalah,kasihan juga Dodo tapi mau gimana aku enggak ada rasa" ucap aku geleng kepala.


"Alah taik,sama abang puput kau ada rasa,ya iya lah abang puput mirip artis sedangkan Dodo mirip babunya Hahaha" ucap Indar terbahak-bahak.


"Hahahaahahahah"


Kami jadi tertawa semua dengan ucapan Indar yang menghina Dodo.


"Hisss biar gitu sebenarnya Dodo baik" lirih aku pada Indar.


"Ahk menfaati aja Yun, kan enggak apa aku lihat Dodo loyal sama kamu" sambung Wati dengan ide gilanya.


"Emoh ih,aku takut kena karma" Balas aku dengan mencibir Wati.

__ADS_1


Begitulah kalau lagi gabung pasti bahas tentang pasangan kami semoga persahabatan ini tetap langgeng dan damai selalu.


__ADS_2