
Hari ini tepatnya aku pindah dari indekos lama dimana tersimpan berjuta kenangan bersama Andre,barang-barang dan peninggalan Andre sudah aku singkirkan.
Kini aku dan Juan sibuk mengangkat barang-barang milikku dari indekos lama ketempat baru yaitu kontrakan rumah,dengan dua kamar didalamnya.
Sebuah mobil berhenti dilorong tempat baru yang akan aku tempati,dengan lelah aku dan Juan beserta supir ikut membantu menyusun barang masuk kedalam rumah kontrakan baru.
"Mama ini taruh dimana televisinya?"
Tukas Juan dengan mengucurkan keringat saat angkat sebuah televisi.
"Disamping ruang tamu saja pa,duh istirahat bentar sayang entar kamu capek" Jawab aku sembari mengambil tissu hendak menyeka keringat yang memenuhi kening Juan.
"Enggak capek kok ma"
Kata Juan sembari tersenyum saat aku menyeka keringat diwajah tampan Juan.
"Ya sudah,aku kekamar dulu pa,mau susun baju" Kataku sembari berjalan menuju kamar setelah selesai menyeka keringat Juan.
"Iya sayang"
Ucap Juan setelah selesai menaruh televisi didepan sebuah ruang tamu.
"Ttaasrr"
Sebuah gelas terjatuh saat aku hendak angkat pakaian dari atas kasur,Juan berlari menuju kamar dengan terkejut dan takut.
"Mama Awas ada kaca disitu,jangan bergerak" Kata Juan dengan khawatir dan mengumpulkan beling gelas yang berserakan diatas lantai.
"Enggak tau kalau ada gelas dipakaian ini sayang,sudah biar aku saja yang beresi ini semua" Tukas aku sembari jongkok ikut membantu Juan.
"Sudah enggak usah,nanti kena tangan mama,biar aku saja yang mungut pecahan ini" Kata Juan sambil menyingkirkan tangan aku.
Aku geleng kepala dan tersenyum saja melihat segitu khawatirnya lelaki ini,kini aku berdiri membiarkan Juan memungut pecahan gelas tersebut.
Aku berjalan keluar rumah ingin membayar jasa supir yang mobilnya aku sewa untuk angkat barang-barangku,karena semua barang sudah selesai diangkut kedalam rumah baru.
"Hoamz.."
Sepertinya aku jadi mengantuk padahal barang-barang belum semua tersusun,apalagi kain kotor yang menumpuk banyak sekali didalam kamar mandi.
"Pa istirahat sebentar yuk,aku capek"
Ucap aku dengan malas sambil terduduk diatas ranjang.
"Mama istriahat saja,biar aku yang susun ini semua". Tukas Juan saat sibuk menyusun pakaian kedalam lemari.
"Papa istirahat juga ya,aku ngantuk betul"
Ucap aku langsung berbaring diatas kasur.
"Masih jam empat sore ma,tidurlah sayang"
Sambung Juan yang melihat aku sudah memejamkan mata.
Aku sudah tidak tau apa yang dilakukan Juan saat aku terlelap.Satu jam kemudian aku membuka mata dengan malas aku duduk diatas ranjang ini,aku melihat sekeliling kamar uang rapi sambil mengumpulkan nyawa.
"Sudah bersih semua,kemana pacar aku?"
Gumam aku sembari keluar dari dalam kamar.
Aku berjalan keruang tamu semua barang-barang milikku sudah bersih dan tertata rapi,lalu aku mencari Juan berjalan menuju dapur rumah dan aku melihat Juan sedang sibuk memjemur pakaian.
"Aduh papa jangan cuci kain kotor aku"
Ucap aku dengan heran dan membantu jemur pakaian.
"Jangan bantu ma,mama diam saja duduk tenang sana entar mama capek lho" Sambung Juan dengan tersenyum lelah.
"Hah..,bra dan ****** ***** aku,papa juga yang cuci?" Kataku dengan menepuk jidat.
"Cuci pakaian kok nanggung-nanggung,aku cuci saja semua ma,sekalian semuanya bersih" Jawab Juan yang sibuk memeras celana jeans dan menjemurnya diatas besi kawat dihalaman dapur rumah.
"Aih itukan bekas haid aku,papa kalau mau cuci tanya dulu ya,pantang bekas haid aku papa yang cuci" Ucap aku dengan resah dan geleng kepala.
"Enggak apa ma,aku enggak mau mama capek entar malam kerja lagi,jadi aku bantu saja semuanya,walau aku enggak bantu pakai uang aku bantu mama pakai tenaga aku" Sambung Juan dengan santai.
"Lagian darah haid mama enggak banyak kok dicelana dalam ini" Kata Juan dengan santai tanpa expresi jijik atau apalah.
"Iya lain kali enggak boleh sayang bekas haid aku kamu yang cuci,pantang itu" Ucap aku geleng kepala merasa bersalah.
"Sudah jangan merepek,ayo"
Sambung Juan membawa ember kosong kedalam rumah serta meraih jemariku berharap masuk kedalam rumah.
"Apa papa enggak jijik cuci itu,hedew aku jadi enggak enak,tau gini aku enggak mau tidur". Gerutuku sambil berdiri memperhatikan Juan masuk kedalam kamar mandi.
"Sama orang yang aku cintai jijik,sudah jangan dibahas lagi,sana mandi hampir jam enam mama" Tukas Juan berdiri dihadapan aku.
"Kita belum makan pa,apa enggak lapar?,ayo makan dulu selesai makan kita mandi,lagian aku masak semur ayam kesukaan papa" Sambung aku dengan perut yang mulai keroncongan.
"Ya sudah kita makan dulu"
Kata Juan langsung duduk diatas kursi saat berada didapur bersama dengan aku.
Malam Hari
Aku dan Juan sudah siap untuk bekerja,kebetulan Mami Diana yang memanggil aku karena ada tamu langganan datang,jadi kami berdua kerja ditempat yang sama.
Sampai ditempat karaoke aku duduk dihall sembari menunggu mami Diana datang,terlihat Juan sibuk membersihkan beberapa cermin yang terletak didalam Hall tersebut.
Sekelompok wanita malam berjalan masuk kedalam Hall,mungkin mereka menunggu tamu juga entah mami Diana memanggil mereka.
"Sssst cowok"
Suara wanita yang melirik Juan lagi sibuk menyeka cermin.Sekelompok wanita malam tersebut berbisik-bisik sembari memperhatikan kekasih aku tersebut,padahal aku disofa sebelah tepat didekat sekelompok wanita malam tersebut.
Juan diam saja tidak merespon seruan wanita tersbut,jangankan tersenyum Juan juga tidak melirik wanita cantik yang memakai busana sexy itu.
Terlihat Mami Diana berjalan masuk kedalam hall,hatiku sangat cemburu dan merasa panas didalam Hall ini karena kekasih aku ditkasir terus,kejadian ini bukan baru aku alami dan aku percaya Juan bukan lelaki mata keranjang.
"Mami Diana OB kalian ganteng ya?,aku jadi betah masuk disini ehehe" Tukas salah satu wanita malam.
"Huss nanti didengar Yunita,itu pacar Yunita"
Sambung Diana dengan suara samar.
__ADS_1
"Oh itu pacar mbak yunita bongkar?,dih gawat aku enggak tau mam" Kata Wanita malam sebut saja namanya Nina.
"Iya jangan kau ganggu,nanti kau diterkam Yunita" Sambung Diana.
"Ganggu pacar aku,awas saja bisa muntah kaleng kau nanti" Gerutu aku dengan kesal sekali walau didalam hati.
Aku pergi kedalam ktv tiga karena tamu langgnan sudah datang,sedangkan Juan sudah selesai menyeka cermin,aku jadi bernafas lega Juan tidak didalam Hall karena pekerjaan Juan sudah selesai.
Jam sudah menunjukkan pukul satu lebih,entah kenapa perasaan ini tidak enak sekali,ingin rasanya aku cepat pulang kerumah,mungkin karena baru pindah kali ya.
Sepeda motor Juan sudah sampai didepan pintu rumah kontrakan aku,aku turun dari atas motor untuk membuka pintu utama,setelah itu aku dan Juan masuk kedalam kamar.
Juan memasukan sepeda motor kedalam rumah,sementara aku berjalan hendak kekamar,aku terkejut dan heran kenapa pintu kamar terbuka lebar,sedangkan pergi tadi aku menutup pintu kamar ini,siapa yang membuka?.
"Papa lihat kemari !!, malingggg !!" Ucapku dengan gemetar dan jantung tak beraturan melihat seisi kamar berantakan.
Baju aku didalam lemari tercecer begitu saja diatas lantai,semua barang berharga milikku raib dan ponsel Juan juga lenyap digondol maling, aku dan Juan terkulai lemas melihat semua hilang.
Aku berlari menuju arah pintj dapur,terlihat pintu dapur terbuka lebar serta dompet yang sengaja aku tinggal berisi sejumlah uang bercerceran didekat pintu belakang rumah, dengan cepat aku raih dompet tersebut ternyata sudah kosong hanya kartu penduduk yang masih ada didalamnya.
"Maling keparat !! ,baru pindah kerumah ini sudah sial hiks...hiks" Kataku dengan histeris menangis sengunggukan didekat pintu dapur ini.
Tangan Juan melingkar dipinggangku dan memelukku yang lagi berduka dan jengkel akibat maling tersebut.
"Mama minum dulu,sabar ma,hp aku juga hilang,sudah sabar mama sayang entar lagi kita kekantor polisi" Tukas Juan setelah memelukku dan berjalan sedikit hendak mengambil air putih.
"U-uangku pa....! juga tidak ada didalam dompet ini, celengan aku juga dibawa padahal setiap hari aku isi seratus ribu, aku enggak ikhlas.! " kataku sambil terduduk diatas lantai dengan lemas.
"Lain kali simpan didalam bank saja ma,ayo kekamar mama istirahat dulu,biar aku yang rapikan rumah ini" Sambung Juan menarik lengan aku dan berharap aku berdiri dari duduk.
"Aku ingin pindah rumah tapi enggak mungkin pa, kita baru saja pindah,malahan sewa rumah ini mahal" kataku lagi berjalan bersama Juan menuju kamar.
"Enggak mungkin kita pindah sayang, besok kita buat pintu besi dibelakang itu ya ma, jangan nangis lagi" Kata Juan sambil mengusap air mataku yang menetes dipipi.
"Ow mama tuh sini aku peluk,jangan sedih lagi mungkin ini teguran supaya kita waspada kalau meninggalkan rumah" Tukas Juan meraih kepalaku menyandarkan dibidang dada Juan,sedangkan aku diam saja masih kesal sembari menangis
"Tok tok tok"
Terdengar dari arah pintu utama rumah, Juan keluar dari kamar dan berjalan hendak membuka pintu rumah.
"Dek kak Yun sms katanya rumah kemalingan?" Ternyata Dina yang mengetuk pintu rumah dengan wajah panik.
"Masuk mbak,iya lihatlah rumah kami diacak- acak maling sialan itu" Jawab Juan dengan alis berkerut dan menutup pintu rumah setelah Dina melangkah masuk.
"Aih kok begini,baru saja pindah,sabar ya mbak mungkin belum rezeky uang kalian yang hilang" Kata Dina setelah melihat kamar aku yang porak poranda.
"Sial sial din,peninglah huhuhu"
Kataku dengan penyesalam tiada akhir.
"Aku terkejut mbak sms barusan,sampai makan aku tinggalkan diwarung" Sambung Dina duduk diatas kasur bersebelahan denganku.
"Apa aja yang hilang?,jangan disusun dulu biar di cek sama polisi" Balas Fary yang lagi berdiri didepan pintu.
"Sudah kadung pula bang bajunya aku susun, aih gimana ini?". Kata Juan dengan bingung berdiri didepan lemari.
"Oaleh,ya sudah kadung mau gimana lagi"
Fary tepuk jidat tidak tau apa lagi yang harus iya katakan.
Dina dan Fary memberi semangat kepadaku, biar aku tidak putus asa,mereka berdua menemani aku dan Juan ngobrol sampai waktu menunjukkan pukul lima subuh.
****************************
"Mama udah bangun?"
Juan yang lagi sibuk pel lantai melihatku aku keluar dari pada pintu kamar.
"Udah pa, aku kebelet nih, bentar ya"
Jawabku sambil berjalan kearah toilet.
"Pelan-pelan ma jalannya licin"
Sambung Juan melihatku berjalan dengan mencubit dagu kepunyaan Juan.
"Iya sayang,bawel ya"
Kataku dengan suara genit dan mengkedipkan mata satu untuk Juan.
Ada jalan satu jam aku menelfon tukang untuk membetulkan pintu yang dirusak maling tadi malam,sungguh ini semua membuatku sedikit patah semangat untuk tinggal dirumah ini.
Terlihat sesosok orang tua berjalan masuk kedalam lorong ruang tamu rumahku,aku memandang seorang pria itu dengan ratap kesedihan.
"Apa saja yang hilang ?"
Suara pria setengah baya itu saat berada didepanku.
"Banyak ko,apes kali"
Jawabku kepada pemilik rumah tersebut,yang aku panggil dengan sebutan "koko".
"Wa sudah hubungi tukang pintu,biar kita buat aja pintu besinya,lu jangan khawatir ya" Sambung pria itu dengan senyuman kecil dibibirnya.
"Iya ko makasih ya,lain waktu aku akan waspada dirumah ini ko" Sambungku dengan membalas senyuman pria bermata cipit tersebut.
"Iya...,hati- hati saja, lu kerja malam hari pulang jam dua pagi,mungkin maling itu sudah tau lu tidak ada dirumah,haiya pemuda sini jahat-jahat lho, wa lupa bilang nya semalam" Kata pria itu sambil geleng kepala.
"Ooh iya ko"
Jawabku singkat sambil melihat seorang tukang lagi sibuk perbaiki pintu belakang rumah.
"Cih dari awal bukannya dibilang kalau lingkungan ini rawan maling,begitulah ditutupi biar dikontrak rumahnya sial" Gerutu aku didalam hati dengan kesal.
setelah ngobrol sama pemilik rumah dia pun pulang , dia yang mengganti biaya perbaikan pintu ,, pintu baru pun di buat dari besi yang kokoh ,,, aku sudah nyaman ....
di kantor polisi pun , belum bisa memberikan info apa pun , percuma saja ....
" mama opung ku mau datang !" ujar juan .
" ah kok opung bisa tau cyg aku kemalingan ?" ujar ku .
" aku telfon barusan ma , dia khawatir lho " ujar juan .
" mendadak papa bilang , gak ada makanan di sini " ucap ku lagi .
" gak apa cyg , dia mau lihat aja kok " ujar juan.
__ADS_1
1 jam kedepan opung juan pun datang , aih bawa jeruk purut entah mau ngapai , kata nya buat tangkal rumah , hedeww ,,, orang jaman dulu masih percaya hal yang tabu. ...
" yun taruh di atas pintu ruma mu ya " ujar opung sambil megang jeruk purut .
" ah ia pung , makasih pung mau kesini " ucap ku.
aku ikuti saja permintaan opung juan , kalau ku bantah nanti sakit hati ,dengan hal yang begituan .....
" opung udah makan ?" ucap ku lagi.
" udah tadi ,, kalau gitu opung pulang dulu ya , soal banyak kerjaan di rumah " ucap ku .
" cepat kali pung , pa antar kan opung " suruh ku sama juan .
"ia ma ,,, ayo pung " uca juan .
setelah aku salam cium tangan sama opung juan , juan pun mengantar opung nya ....
*************************************
malam nya juan belum menjemput aku kerja , aku sendirian di rumah , aku sedikit panik di rumah sendirian , takut kalau maling itu datang lagi. ..
" kreeseek kereeseek" bunyi dari dapur terdengar ku.
ah taik ,, suara apa an itu , buat aku halu aja , cih .....biar kan aja lah ......
15 menit kemudian .
" kreeessek kreeeeek" bunyi itu semakin keras terdengar di kuping ku ....
penasaran aku , ku ambil samurai ku , dengan jalan langkah ringan ,aku meng endap endap ke dapur ,," deg deg deg " suara jantung ku sangat kencang .......
" tranaag plaaash " aku melempar kan samurai ke dapur .....
" meeeong meong , " kucing makan di tong sampah ku. ...
" ah kucing taik kau , buat aku panik dan takut" ujar ku ........
" tok tok tok" suara pintu rumah ku di ketuk tiba tiba ...
"deg deg deg"
" kreeaakk" suara pintu rumah ku buka , aku lihat juan datang ....aku langsung memeluk nya ...
" aku takut sendirian , papa lama kali datang nya" ucap ku dan memeluk juan .
" kenapa ma , wajah kamu kok pucat?" ujar juan bingung membalas pelukan ku.
" ku kira tadi di belakang ada orang lagi pa , aku takut ,ku bawa samurai yang ku beli tadi siang ,ternyata kucing makan di tong sampah" jawab ku lagi .
" ssss udah cyg jangan di ingat lagi ,ayo masuk aku bawa kue " ucap juan menuntun ku kekamar .
" makasih ya papa ku cyg " ucap ku sambil makan kue .
" mama belum di panggil kerja?" ujar juan .
" belum cyg , papa mau kerja ,pergilah " jawab ku lagi .
" mama takut ?, kalau takut ikut aja sama ku ,sambil nunggu di panggil" ujar juan ..
" iya lah pa aku ikut , aku di sini sendirian berhalusinasi , takut maling itu datang lagi " ucap ku lagi.
" gak akan berani lagi itu ma , dia kan sudah ambil smua nya ,, mama masih ada simpanan kn?" ujar juan .
" ada pa sedikit " ucap ku.
" aku tadi baru gajian , walau dikit pegang lah ma , mama kan baru ngeluar kan uang banyak, kontrakan ini belum lagu yang lain lain " ujar juan pengertian .
" emang opung gak kamu kasih cyg ?" ujar ku .
" udah ma , ini ambil lah ,, aku sengaja nyimpan nya ,buat mama" ujar juan menyodor kan uang gaji nya .
" makasih ya cyg " ucap ku memeluk nya .
" mama kan udah banyak bantu aku , penampilan ku jadi begini ,berkat mama , aku semakin cinta pada mama" ujar juan membalas pelukan ku ..
gak sia sia aku dengan nya ,selain rajin dia juga pengertian ,seperti nya aku jatuh cinta untuk kesekian kali ,,,, entah lah aku gak tau belakang hari nya cinta kami seperti apa ...
kami beda agama , harus kah ada pengorbanan itu ? , kami belum memikir kan untuk itu dulu , kami hanya memikir kan dan menjalani kesenangan kami ini ...
" aku udah siap pa ,ayo berangkat !" ujar ku.
" ayo mamA ku yang cantik ,, baju itu ih ganti ,aku gak suka sexy kali dada itu jadi menonjol" ujar juan kesal .
" ah,, kira in papa selama ini cuek sama penampilan ku ,gak tau nya bisa juga cemburu an ahahaha" ucap ku aneh .
" siapa yang gak cemburu ,baju nya pun begitu , ganti lah ,kalau gak di ganti mending gak usah kita kerja " jawab juan mulai kesal .
" iya iya cyg ,,,, biar ku ganti. si lesung pipi ini mulai tukang merajok " jawab ku lagi .
aku pun mengganti gaun ku yang sexy ,dengan jeans dan baju kaos mini , dia sudah mulai keberatan dengan penampilan ku yang super sexy ..
" nah itu kan bagus ma" ujar juan .
" gimana mau kerja pa ,, apa ini gak seperti ABG gaya ku ?" ujar ku.
" mama walau janda ,masih seperti gadis kok, aku aja gak percaya baru kenal dulu , kira in mama gadis ,, ahaha aku hampir salah menilai waktu pertama kali kita bertemu" ujar juan .
" hemmm mulai pandai gombal ya ,,, " ucap ku sambil mencubit pipi nya .
" ih genit ahahaha , ayo kita berangkat ma " ucap juan .
" ok cyg papa " ujar ku lagi .
aku pun memeriksa semua pintu rumah ,takut kalau ada yang congkel congkel rumah lagi , aku dan juan pun berangkat ke karaoke L.A.
sampai di karaoke L.A juan ber aktifitas lagi seperti biasa nya ,,,aku hanya menunggu di room hall saja sampai ada tamu ,,,,,,, ..
" ma bentar ya aku kedapur dulu , di suruh mam diana ambil jatah makan dia " ujar juan yang datang pada ku.
" ah iya cyg ,,, pergi sana ambil " jawab ku lagi.
" yun ,, sini ada tamu ktv 3., cepat siap siap " ujar mami diana .
" ia mam, tunggu ya aku izin juan dulu " ujar ku lagi .
" ok , cepat ya , nanti komplin tamu nya " ujar diana .
__ADS_1
setelah pamit dengan juan ,aku pun kerja nemani nyanyi di ktv itu , sampai jam 1 an , takut rumah di bobol lagi ,aku dan juan beli makan di bungkus aja ...
motor juan pun membawa kami ke rumah kontrakan ku ,, ternyata aman aman sja , kami pun tenang .