Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 57


__ADS_3

Seminggu juga sejak kepergian Lolli pulang kampung sedangkan Johan pulang juga kekota Aceh.Hari ini sepupu mama pesta kebetulan jarak rumah kami tidak begitu jauh dari rumah sepupu mama.


Pesta mulai terlaksana mereka menyediakan hiburan berupa keyboard dan ludruk,aku turut senang dapat membantu dan terkadang menjaga hidangan dimeja buat para undangan.


Pagi jam sepuluh hiburan berupa keyboard sudah datang sedangkan biduan belakangan datang,karena alat keyboard tersebut hendak dipakai buat acara marhaban dan iringan pengantin.


Pasa jam dua belas siang akhirnya para biduanita datang,ya pastilah mereka cari tumpangan kamar untuk berganti kostum dan berhias diri ternyata mereka menumpang tepat dirumah aku.


"Disini saja ganti bajunya,tuh ada kamar anak aku Yunita" ucap Indi saat kedua biduanita masuk kedalam rumah.


"Ya sudah Mbak indi,yok masuk kamar aku disitu " Sambung aku sambil menuntun penyanyi ini sampai kedalam kamar aku.


Biduanita cuma dua orang,sebenarnya ada satu lagi yang belum datang masih ditunggu kehadirannya.


"Nama mbak maya,yang ini Desy" ucap Maya yang bermuka manis.


"Oh iya mbak santai aja,kalau mau cuci muka atau mau mandi disana ya mbak" Aku menunjukan arah belakang dimana letak kamar mandi rumah ini.


"Iya makasih dek"


Sambung Maya tersenyum kepada aku.


Kini mereka berhias diri alla artis, ciri rupa Maya berambut pendek,kalau tidak makeup wajah nya kurang,setelah makeup wajahnya jadi berubah seperti artis Yuni shara.


Sedangkan Desy wajahnya biasa saja,karena dempulan makeup dia berubah seperti bukan dia,mereka sangat lihai berhias diri aku yang melihat hanya terkagum saja.


"Dek biduannya mana?"


Kata seorang pria yang tiba-tiba nongol didepan pintu utama.


"Oh dikamar aku bang !"


Balas aku yang sudah duduk disofa ruang tamu.


"Ini cowok kok suaranya seperti cewek"


Batin aku jadi penasaran.


Pria atau wanita tetapi wajahnya manis,memakai kemeja putih dan turun dari mobil mewah,setelah aku pandang dari dekat astaga ternyata dia seorang wanita yang berstyle Pria.


"Duh mimpi apa aku kemarin,baru saja lihat mbak Lolli sama Johan,sekarang lihat wanita tomboy sama pacar Maya" Batin aku sambil geleng kepala.


Aku geleng kepala melihat Maya dan Wanita yang berbungkus baju pria itu bermesraan dihadapan aku,terkejut sih tetapiaku berusaha menyimpan rasa aneh ini didepan mereka berdua.


"Sayang lama betul datangnya?"


Ucap Maya yang ternyata suka sama sejenis.


"Macet sayang"


Sambung wanita yang berstyle kerena dan wangi.


"Mbak Lolli pisang makan pisang,sekarang kerang makan kerang,aih..aih rusak dunia ini" Batin aku lagi sambil memijat dahi.


Saat aku berkhayal masih tidak percaya adegan mesra itu dihadapan aku,Wanita tomboi yang berambut cepak itu mendekati aku.


"Yang punya rumah ya?"


Kata Wanita tomboi tersebut.


"Iya bang eh Mbak !"


Kata aku dengan gugup karena harus memanggil apa.


"Panggil saja saya abang jangan mbak, saya udah sunat lho,kenalkan nama saya Bryan"


Kata Bryan pria jadi-jadian itu.


"Yun-Yunita"


Ucap aku salah tingkah merasa aneh saat menjabat tangan kanan Bryan.


Bryan Wanita kurus kulit kuning langsat, kalau jadi cewek tulen pasti sangat manis,style rambut alla tentara,memakai kemeja pria dan jeans panjang pria.


"Aku tomboi bisa feminim,kok Bryan ini berubah total seperti cowok aduh"


Batin aku merasa malu sendiri.


Setelah biduan itu berhias alla artis mereka berdua naik keatas pentas,mereka melantunkan lagu dan syair amat merdu aku hanya menjadi pendengar saja


Malam hari aku meminta lagu dan menyanyi


diatas pentas,Maya melihat aku bernyanyi


dengan suara yang lumayan bisa diacungi jempol.


Jam sebelas malam keyboard akhirnya telah usai,Maya berjalan mendekati aku yang sedang duduk santai dikursi tamu pesta.


"Mau ikut bernyanyi sama mbak?, didaerah kota SR ?" kata Maya yang lagi berdiri dihadapan aku.


"Boleh mbak,tapi aku belum pernah manggung" sambung aku kegirangan.


"Gampang,suara kamu kalau diasah lagi bisa lebih bagus,entar aku ajari" Sahut Maya tersenyum manis.


Tanpa pikir panjang lagi aku menyetujui ajakan Maya untuk jadi biduanita,Maya memberikan nomor ponsel kepada aku,sewaktu Maya dan Bryan pamit untuk pulang tiba-tiba seorang wanita datang dengan wajah berang.


"Oh tega kau ya pa...,kau bisa sama biduan murahan ini ?!!" Ujar wanita manis dengan rambut sebahu.


"Bu-bukan ma...,dia ini kawan aku"


Balas Bryan dengan sedikit gugup.


"Alah enggak usah bohong deh ! ,eh nama kamu Maya kan?,tolong dong jangan dekati pacar orang !!" Ketus wanita itu ternyata bernama Atik.


Aku hanya melihat mereka semua,Maya dan Atik hampir adu jotos tetapi Bryan dengan cepat melerai mereka berdua.Lalu supir Bryan datang membantu pertengkaran itu,Bryan emang tajir usaha yang iya miliki adalah keyboard yang saat tadi tampil dipesta.Pantas Atik dan Maya memperebutkan wanita yang berkostum pria itu.


Duh aku tidakk habis pikir kenapa kerang saja bisa diperebutkan,pakai panggilan papa mama lagi tidak sadar diri bahwa mereka semua adalah sejenis.


Beberapa saat pertengkaran sudah selesai, Atik yang menang sedangkan Maya diantar pemain keyboard,Rumah Maya tidak jauh karena tinggal dikota T.


Sewaktu Maya hendak masuk kedalam mobil,cewek berbadan baby sugar itu melihat aku dengan tersenyum,aku berdiri didepan halaman rumah.


"Dek jangan lupa minggu besok,kau tunggu diterminal ya" ucap Kata Maya yang mulai masuk kedalam mobil.


"Oce Mbak, aku tunggu disana ya mbak minggu depan" Kata Aku sambil melambaikan tangan.


"Ok"


Maya melambaikan tangan juga dari cendela kaca mobil yang terbuka sedikit,mungkin entar hubungi Maya aku bisa pakai telfon umum dikota T.


------------------------------------------------------------------------


Seminggu kemudian aku beranjak pergi dari rumah,Aku sudah bertekad untuk menjalani hidup sendiri supaya mandiri aku juga meminta restu dari Mama dan Ayah karena tidak mau buat susah mereka lagi.


"Pergi lah Yun, mama sudah kasih kamu izin kemana saja !, tapi ingat ! ,pulang kerumah ini jangan membawa malu atau aib lagi !" ucap Mama yang sedang membantu aku menyusun pakaian.


"Iya mak,Yunita janji sama mama enggak akan buat malu lagi ,nanti Yunita kirim uang ya sama mama kalau sudah dapat duit,uangnya untuk bantu belanja mama sama sekolah adek"


Aku pergi berangkat naik bus kekota T jalan buli,tidak berapa lama aku akhirnya sampai diterminal,aku berjalan menuju warung telefon yang tidak begitu jauh dari terminal.


" truuuut truuuuut"


Suara dering dari sebrang sana terdengar ketelinnga aku saat menelfon Maya.


" hallo ,,, siapa ya?"


Suara Maya dari ponselnya.

__ADS_1


"Aku Yunita mbak yang mau ikut nyanyi itu!"


Jawab aku sambil berdiri ditelfon umum tersebut.


"Ohh iya dek tunggu aja disitu entar lagi kami jemput " Ucap maya sambil menutup telfon genggamnya.


Aku menunggu Maya didepan warung telfon tersebut setelah menutup telfon dari Maya,Sebuah truk berhenti didepan aku yang ternyata Maya duduk didepan mobil truk tersebut,didalam bak truk juga terletak peraltan musik beserta rodesnya alias pembantu menyetel musik.


"Sudah lama dek ?"


Kata Maya sembari membuka pintu truk depan,ternyata para biduanita duduk didekat supir.


"Lumayan mbak"


Jawab aku sambil naik kedalam depan teruk,biduanita ada tiga orang termaksud aku salah satunya.


"Kita show dimana mbak?"


Tanya aku disaat truk berjalan dijalan raya kota tersebut.


"Kita show daerah perkebunan,daerah mayang" Jawab Maya dengan tersenyum manis.


"Ow..."


geming aku sambil anggukan kepala,truk itu berjalan terus menuju sebuah perkebunan sawit,terlihat sebuah pesta pernikahan megah terpampang ditengah rumah masyarakat perkebunan itu,truk berhenti dan kami bergegas turun dari dalamnya.


Kami bertiga para biduanita berjalan menuju rumah yang disediakan tuan rumah,lalu kami bersiap berhias diri didepan cermin.


"Mbak makeup aku,maklum masih belajar Heheh" Kataku aku yang ingin membuat alis cantik diatas mata ini.


"Iya sabar ya say,mbak dulu yang makeup,oh iya wajah kamu udah cantik awalny jadi pakai bedak tipis saja tidak perlu tebal sudah cantik kok" Tukas Maya yang sibuk memakai lipstik didepan cermin.


Akhirnya Maya menghiasi aku dengan tipis,eyeshadow juga tidak terlalu tebal,setelah selesai semua bermakeup kami keluar dari rumah tersebut menuju pentas.


Maya yang tampil duluan untuk bernyanyi dan berdendang setelah itu disusul Desy, tidak berapa lama giliran aku yang tampil didepan para undangan dan pemilik pesta tersebut,jantung aku mau lepas tidak berhenti berdenyut kencang karena aku tidak bisa MC.


Awalnya aku demam panggung karena tidak tau mau bilang apa saat MC,ternyata Maya membantu aku dari belakang panggung,aku pura terdiam kaku sembari memegang mikropon.


"Ok lah satu tembang lagu telah berlalu ya, kali ini saya pesembahkan satu lagu bla bla"


Tukas Maya dari belakang panggung,aku hanya pura-pura megang Mikropon seakan lipsing untuk nge MC.


Musik telah mengalun merdu dan mendayu-dayu demam panggung sudah hilang disaat aku bernyanyi dengan teliti,sejumlah indangan menikmati suara aku yang lumayan bagus.Walau sejujurnya kau belum lihai sekali tetapi terlihat mereka sangat menikmati suara aku.


Malam harinya kami berganti kostum,aku terkejut disaat Maya meminjamkan baju berukat yang sudah dijahit atas permintaan Maya,baju itu sangat memukau mata lelaki jika melihatnya.


"Mbak sexy kali baju nya,aku enggak pernah lho" Ucap aku yang melihat baju setengah seperti memakai Bra,ditambah celana pendeka seperti bentuk celana dalam.


"Pakai saja memang begitu bajunya kalau untuk malam,kalau sopan itu atas permintaan tuan rumah" Jawab Maya yang menghisap rokok filter kesukaannya.


Aku tidak nyaman memakai pakaian alla india ini,pusar aku terkuak saat memakai gaun alla india ini,ditambah celana hanya menutup bagian mahkota aku saja,celana berukat berhiaskan kilauan manik-manik.


Diatas pentas aku tidak nyaman dan merasa risih memakai pakaian ini,tetapi karena terlanjur sudah disini aku berusaha sesantai mungkin menghadapi situasi yabg bertolak belakang dengan keseharian aku.


Musik remix mulai bermain,aku mulai mengikut iramanya,kini aku sudah goyang alla inul daratista dan khayang-khayang seperti sangat lihai bergoyang,seorang bos sampai tercengang melihat aku bergoyang alla hot itu,bos tersebut pemilik keyboard ini.


Setelah musik remix tersebut berhenti aku turun dibelakang pentas tersebut,Bos tersebut melontarkan senyum kepada aku,karwna kau belum sempat berkenalan dengan pemilik keyboard tersebut.


"Wah bagus betul goyang kamu ,ada yang nyawerkan?,kok bisa kamu kayang- kayang kilat gitu?" Kata Maya yang mulai kagum kepada aku.


"Hahahaah percuma dulu latihan silat aku mbak,pastilah aku pintar kayang sambil goyang ngebor" Jawab aku dengan tertawa renyah dan lepas.


"Hahaahah begitu toh,eh itu dek yang punya keyboard ini ,buruan salam papa yongki,kami memanggil nya papa yong" Kata Maya saat duduk disebelah aku.


Aku menghampiri Bos kami tersebut, dia lagi berdiri sedari tadi mengamati aku terus. aku salam dia sebagai tanda hormat kepada yang lebih tua,apalagi dia pemilik keyboard ini.


"Wah biduan baru ya?, mantap goyang kamu, pasti diranjang juga bisa gitu kan ?" Kata Yongki dengan genit menatap aku.


"Gatal juga situa bangka ini"


Batin aku merasa risih saat melihat wajah papa yongki mengkedipkan mata satu kepada aku.


Jawab aku dengan lirih disaat bandot tua itu terus menatap genit kepadaku.


"Malam minggu besok kita show lagi daerah lewat limpa puluh daerah petatal sana,Yunita ikut ya disana banyak bos kaya,buat goyang yang lebih hot biar disawer Hahaha" Tukas Yongki lagi kini iya tertawa terbahak.


"Ok deh pa"


Jawab kau sedikit geli hati karena memanggil kata Papa untuk pria setengah baya ini.


Yongki berumur sekitar empat puluh tahun, tapi sebenarnya dia gagah dan masih ganteng,Yongki berstyle alla anak mida pakai kemeja, celana jeans dan sepatu sport walau tua dia masih berkharisma.


Setelah Show selesai kami bergegas pulang dari pesta tersebut,aku dibawa mereka kerumah Yongki,rumahnya daerah kota kecil kota SR,yang tidak begitu jauh dari kota T.


Sesampai dirumah Yogki kami disambut istrinya dengan senyum ramah,keluarga keluarga Yongki semua berjiwa seni,anak yang sulung mengikuti pestival dangsut selalu juara,distasiun TVRI pernah juga tampil.


Sedangkan anak kedua Yongki bisa juga bermain keyboard,lalu anak ketiga Yongki biduanita juga yang ikut bersama kami tadi namanya Melly.


Aku dan Maya tidur dirumah Yongki,kamar kami memang khusus buat biduanita yang menumpan inap secara gratis dan makan gratis,disini petualangan suka duka kau dimulai.


"Hari ini aku ada janji main kerumah Bryan,kau mau ikut?" Ajak Maya sambil memakai lipstik.


"Wah ayolah mbak,aku jenuh disini"


Jawab aku dengan semangat.


"Kita dijemput Bryan dipersimpangan,ayo kalau udah selesai makeup kita langsung jalan" Kata Maya yang sudah siap berbenah diri.


"Iya mbak"


Aku juga bergegas keluar dari kamar serta Maya ikut dari belakang aku,Setelah pamit dari istri Yongki,aku dan Maya berjalan kaki menuju persimpangan,cuaca sangat terik hari ini kulit aku sedikit terkena paparan sinar matahari.


"Cepat sayang !,kasihannya sayangku kepanasan" Kata Bryan sambil buka pintu mobil untuk Maya.


"Panas jadi gerah"


Maya heboh kipas-kipas tubuhnya yang mulai berkeringat.


Aku juga masuk kedalam mobil Bryan setelah itu mobil melaju dengan kecepatan tinggi dijalan raya menuju kota T.


"Tidak minum Yun?,nih ada brendy VSOP , tapi dikit aja ya nanti ningnong kau !" ucap bryan yang lagi nyetir .


"Sayang ini jahat ih...,dia enggak bisa minum begituan entar jadi penger baru tau rasa" ucap Maya sambil menaikan alis.


"Aku gak minum bang,siang-siang jadi gerah" ucap aku yang duduk dibelakang jok mobil.


"Ya ..ya tidak apa"


Sambung Bryan melihat aku dari kaca spion tengah mobil.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju sebuah rumah megah yang berdiri tegak menjulang,mata ini terkagum saat melihat rumah yang ternyata kepunyaan Bryan,terlihat memang kalau wanita suka sesama jenis ini anak orang berada.


"Sayang mana adek sepupu kamu?,biar jangan Yunita jadi obat nyamuk" Kata Maya sawt keluar dari mobil.


"Sirudi ada didalam,ayo masuklah"


Tukas Bryan yang sudah membuka pintu utama rumah.


Kini aku sudah masuk kedalam ruang tamu rumah Bryan,gucci-gucci antik tertata rapi berjejer disetiap sudut rumah besar itu,terpajang poto-poto keluarga Bryan serta khiasan lainnya didinding rumah ini.Aku sangat terkagum sekali tetapi hati ini terkejut saat pria datang didepan aku dengan menawarkan jemarinya.


"Rudy"


Ucap Pria yang bertubuh pendek tersebut.


"Yunita"


Ucap aku dengan biasa saja membalas jabat tangan Rudy.

__ADS_1


Pandangan mata Rudi tidak lekat melihat aku sedari tadi,aku biasa saja karena sudah biasa melihat mata nakal Pria yang ingin dekat akrab dengan aku.


Aku merasa geli hati saat melihat Maya dan Bryan saling berciuman,mereka sekali lagi pamer kemesraan dan bercumbu didepan aku dan Rudi yang lagi duduk disofa tamu.Sementara Bryan dan Maya duduk disofa juga berhadapan dengan aku dan Rudi.


"Sayang,Yunita lihatin kita aja"


Kata Maya selesai bercumbu dan merangkul Bryan.


"Hahaha...kenapa Yun?,apa belum pernah lihat pasangan kayak kami?" Tukas Bryan sambil terbahak.


"Ma-maaf ya,gimana ya didepan aku kalian ciuman bibir santai gitu" Jawab aku dengan lirih dan salah tingkah.


"Santai aja Yun,lama-lama kau terbiasa melihat kami begini,iya kan sayang" Tukas Maya sambil kecup pipi kiri Bryan.


Aku jadi kikuk dan tidak berani lagi melototi kemesraan mereka,Rudi yang dari dapur berjalan menghampiri aku lalu duduk disamping aku.


"Yun udah ada pacar kamu?,aku jomblo lho" ucap Yudi berterus terang sekali.


"Aku enggak suka pacaran,sekarang hanya duit,duit dan duit pacar aku" Jawab aku sedikit ketus kepada Rudi,aku tidak ingin memberi harapan sama Pria ini.


"Masa sih?"


Ucap Rudi semakin penasaran.


Kini tangan Rudi mulai lancang secara perlahan merangkul aku dari samping,aku yang bersandar kini dengan cepat duduk tegak menolak keras kode dari Rudi.


"Eits jangan pegang,kita baru kenal njirr"


Kata aku mulai pasang muka killer kepada Rudi.


"Duh ternyata galak,maaf deh"


Jawab Rudi dengan cepat menarik lengannya yang sempat menyentuh bahu aku.


Karena waktu mulai sore Maya meminta pulang,aku dengan semangat masuk kedalam mobil Bryan karena ingin menjahui Rudi,aku tidak suka pria nakal itu dia pikir aku semurah itu seperti pikiran otak kotor Rudi.


Sampai dirumah Maya dengan diantar Bryan tidak lupa Maya pamit kepada Bryan sambil berciuman dihadapan aku,aku buang muka sudah malas melihat mereka lalu aku keluar dari dalam mobil.


Kini mobil Bryan sudah berlalu dari pandangan aku dan Maya,lalu kami berdua berjalan menuju rumah Maya,Rumah kepunyaan Maya sederhana sekali hanya sepetak saja,Maya lebih tua dari aku dia lahir tahun 1983.


Maya mengajak aku masuk kedalam kamar untuk beristirahat.


"Yun nanti malam kita jalan kekafe yuk ketemu sama cowok cina aku,kita minum dikafe" Kata Maya sambil membuka jaket jeans.


"Wah entar marah Bryan Mbak"


Jawab aku kernyit dahi kepada Maya.


"Eh lugu kali kau Yunita,Bryan itu pacar sejenis aku, pacar asli aku orang cina tapi cowok" Kata Maya tersenyum lebar.


Aku mulai menelusuri kisah masa lalu soal Maya,dia ternyata janda tidak punya anak,


dia juga trauma sama pria jadi memutuskan untuk menyukai sesama jenis,sedangkan pacar cina Maya hanya untuk uang saja.


Malam hari aku dan Maya sudah siap-siap keluar dari rumah,kami hendak menemui orang yang bernama Akhiang.Kami dijemput Akhiang jam delapan malam.


"Wah ada cewek baru beb,kenali sama wa dong" Tukas Akhiang dengan senyum dibibir kecilnya.


"Mulai gatal heem..jangan yang ini dia masih kecil" Kata Maya sambil cubit pinggang Akhiang.


"Hahah cemburu elu ya?,wa cuma main-main beb,entar lagi kawan wa datang" Kata Akhiang sambil pijat dagu Maya.


Akhiang ganteng kulit putih bersih tinggi semampai,rambut gondrong,mata cipit hidung mancung dia sangat tajir kepada Maya,aku diam saja melihat dan mendengar tingkah Maya dam Akhiang.


"Mbak aku takut enggak pernah main disini"


Ucap aku saat sampai disebuah kafe remang-remang.


"Selow kau Yun,Akhiang bawa chivas kita minum pasti ketakutan kamu hilang,santai aja" Balas Maya yang menikmati sebatang Rokok filter.


Duduk santai seorang pria tampan datang menghampiri kami,mungkin dia teman Akhiang yang ditunggu-tunggu sedari tadi.Pria itu berbahasa hokyen bersama Akhiang aku tidak paham sama sekali artinya.


"Ahk bahasa apa kau bro !,enggak ngerti aku pakailah bahasa indo,woii kampret" ucap Maya nyinyirin Akhiang.


"Iya...iya, nih minum beb"


Tukas Akhiang menuang minuman beralkohol tinggi didalam gelas loki.


Aku berkenalan dengan teman Akhiang yang bernama Ahui,dia memang tampan sepertinya sudah beristri,dasar hidung belang tidak puas sama yang dirumah.


"Yunita minum lho ,wa udah capek meraciknya" Kata Ahui menyodorkan gelas loki yang berisikan minuman keras.


"Oh iya koko aku minum dikit aja ya" Jawab aku mencoba minum itu,muka kau melontarkan senyum kecut saat menicicipi minuman keras itu,rasanya aneh membuat aku sedikit mual.


Musik remix mulai melantun dan bergema keras didalam kafe tersebut,telinga aku hampir pecah berada didalam kafe ini,tetapi kau berusaha santai seakan-akan sudah biasa ketempat seperti ini,terlihat juga Mayadan Akhiang bahagia berjoged ditengah kafe remang ini.


"Ayo mbak Heppy" ucap aku yang mulai pusing karena chivas,aku sudha berani goyang ketengah kafe remang ini.


"Mantapkan Yun heppy kit,Hahahah ayo Yunita goyang lagi...asyek" Tukas Maya mengikuti alunan musik disco tersebut.


Kokok ayam jago mulai melantunkan suaranya dengan lantang dan tidak terasa angka jam menunjukkan angka dua,kami semua tidak ingat waktu sampai kafe sudah tutup,lalu kami berempat berjalan menuju mobil kepunyaan Akhiang.


Aku tidak habis fikir saat mendengar ucapan Akhiang dengan Maya yang ingin kehotel setelah ini,aku kira balik kerumah Maya nyatanya berbeda.


"Yun kau sama Ahui,aku sama Akhiang ingin lanjut" Tukas Maya saat berbisik padaku barengan jalan keparkiran mobil.


"Aku enggak mau"


Bisik aku sambil geleng kepala kepada Maya.


"Selow kau,short time saja sama dia biar dikasih kau uang,aku tau Ahui cowok jelas"


Tukas Maya tanpa memikirkan jawaban dari aku,Maya langsung masuk kedalam mobil.


"Serah deh"


Gerutu aku tidak jelas sambil masuk kedalam mobil,lalu mobil meluncur menuju perhotelan yang tidak begitu jauh dari kafe yang membuat kami bahagia sedari tadi.


Akhiang dan Maya bergandengan tangan menuju kamar hotel yabg sudah dipesan,sedangkan aku ragu-ragu hati berjalan


"Yunita sini duduk sama wa,lu kenapa kok diam aja wa enggak gigit kok !" Kata Ahui sambil menepuk tepi kasur berharap aku duduk disampingnya.


Setelah aku duduk disamping Ahui,pria bermata sipit itu seperti tidak sabar dan membuka sendiri pakaian yang iya kenakan.


"Cina ini udah gila"


Gumam aku sedikit takut.


"Koko aku takut lho,baru ini gini"


Kata aku yang merasa geli saat Ahui hendak menyentuh aku.


"Masa sih Yun,enggak apa lho, saya enggak gigit,hanis ini entar saya kasih persen yang banyak jika saya puas" Sambung Ahui sambil membelai rambut aku.


"Tidak usah takut Yunita,apa salahnya kau layani dia,lagian dia ganteng nyelam sambil minum air tidak apa" Batin aku meyakinkan hasrat ini.


Aku melakukannya dengan Ahui,bercumbu dan bermesraan menggapai kenikmatan tiada tara,walau aku baru kenal aku sedikit menikmati setiap detik sentuhan demi sentuhan Ahui.Sehingga kami sampai pada titik puncak tiada tara.


"Dada lu bagus Yun,besar dan asli masih kencang Wa suka" Kata Ahui setelah melakukan kepada aku.


"Biasa saja koko"


Jawab aku sambil melihat keringat Ahui bercucuran karena lelah.


"Wa puas makasih ya Yun"


Sambung Ahui terkulai layu diatas kasur yang empuk.

__ADS_1


Aku diam saja hanya melontarkan senyum kepada,memang dia sangat puas dengan pelayanan aku.


__ADS_2