Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 16


__ADS_3

" May,Anto jomblo sejati sejak putus sama pacarnya sewaktu sekolah,sepertinya cocok sama kamu may, kau juga sendirikan" Balas Jaka.


" Mana mau bang Anto sama aku,iyakan?"


sahut Maya melirik Anto.


" Ayo Jak,kita jodohkan Anto dengan Maya sama-sama jomblo " Radit tidak mau kalah bersemangat menjodohkan mereka.


" Seerrr Seer"


Darahku mendidih sekali,seperti ada yang terbakar didalam kalbu,saat laki-laki yang aku suka didepan mata dijodoh-jodohkan dengan cewek yang jelas ada dihadapan aku. Anto membaca mimik muka aku yang sudah masam.


" Sudah-sudah aku yang mau pacaran kok kalian yang atur-atur". Balas Anto yang sepertinya tak mau aku sakit.


" Yunita kok diem saja dari tadi dek,sariawan ya?" Radit memasang wajah genit.


"Enggak ahk,lagi dengarin orang abang dan embaknya bicara " balasku dengan senyum terpaksa.


" Aduh ada yang lupa,aih mampos aku,Maaf maya,aku tinggalkan tadi topi kamu dibangku warung bakso " Kata Radit sambil garuk kepala yang tak gatal.


"Enggak enak kau dit,udah kau pinjam malah kau tinggal " Kata Maya pasang wajah cemberut.


"Jaka tolong dong antarkan Maya ambil barang yang ketinggalan diwarung" kata Radit yang sudah bingung dan takut Maya ngambek.


" Mana mau aku lagi asyik sama Wulan , itu yang jomblo ...suruh antar sana,Anto antarkan sana" Atur Jaka yang sudah asyik ngobrol sama Wulan.


Jaka memang lagi pendekatan dengan Wulan mana mungkin dia mau pergi.


" Iya sama bang Anto saja,Jaka sudah enak sama Wulan, Hehehe" kata Maya tersenyum lebar dan melihat Anto.


"Cewek gatal" Batinku sakit dan tak suka dengan yang namanya Maya.


"Sebentar saja ya "


jawab Anto sambil mengambil kunci motor Radit.


Mereka berdua Maya dan Anto akhirnya jadi pergi,sewaktu didepan pintu Anto mengatakan sesuatu padaku.


" Bentar sayang enggak lama,jangan marah ya" bisik Anto padaku.


Mereka pergi berdua menuju kota,Aku sedikit tenang dengan bisikan Anto.


" Makan Yun, eh...Anto bisik apa Yun ?, kok kalian bisik- bisik " sahut Jaka jadi penasaran.


" Hemm itu bang katanya nanti habis antar mbak Maya,aku mau diantar nya pulang" Jawabku spontan tanpa ragu-ragu.


Semoga jawaban aku tepat supaya mereka tidak menaruh curiga padaku dan Anto.


" Biar abang saja yang antar pulang,enggak usah Anto Yun,biar saja dia bersama Maya" balas Radit dengan tersenyum.


" Aku pulang sekarang ya, besok mau bantu mama " Kata Yenni sembari beranjak dari duduk.


Yenni sudah pulang dan sekarang hanya ada kami berempat,Jaka dan Wulan,Lalu Radit pindah duduk didekat aku. membuat aku merasa risih.


Waktu berlalu begitu cepat,sudah hampir dua jam Anto dan Maya belum juga muncul, aku jadi berfikiran kotor dan tak tenang.


" Wih kok lama mereka pulang,pasti sudah kencan,Anto pecinta wanita dia mana bisa nolak dengan kasar kalau cewek yang minta" Kata Radit yang udah berfikiran mesum.


"Kurang ajar" Gumam hatiku menggeram mendengar ucapan polos Radit.


"Hus... Walau dia pecinta Wanita men,aku tau gimana dia, dia itu susah suka sama cewek alias pemilih berat" Balas Jaka.


"Iya juga, tapi kita mana tau sifat Anto sekarang,mana tau dia sekarang berubah" Sambung Radit lagi seakan hatinya senang.


" Deg deg deg "


Jantung aku mau meledak,radit seperti memanaskan kompor wajan kedalam api,aku sudah sangat tidak tenang.Ingin rasanya aku datang kekota dimana Anto dan Maya berada.


" Dek kayak bosan disini,kenapa manyun saja dari tadi,pasang muka ketat gitu,jadi hilang cantiknya " Tanya Radit yang memperhatikan aku.


" Yunita mau pulang ?" tanya Jaka yang merasa tidak enak karena aku dari tadi diam saja.


"Kalau mau pulang biar diantar Radit" kata Jaka kembali padaku.


"Belum mau pulang bang Jaka".


Aku geram sambil dilema saat Anto tidak muncul juga bersama Maya,kecurigaan aku semakin menjadi karena sudah hampir tiga jam mereka belum pulang juga.


" Antar aku bang sudah ngantuk " ucap aku sambil keluar dari rumah radit.


" Ok " Radit jadi semangat cepat-cepat iya ambil kunci motor Jaka yang terletak diatas meja.


" Jangan kau tikung- tikung adek aku ya, awas saja kalau dia mengadu aneh-aneh" ancam Jaka berwajah serius.

__ADS_1


"Ya enggak lah, kotor benar fikiranmu Jaka" Kata Radit yang sibuk memakai sepatu.


"Kan aku cuma bicara, siapa tau" Kata Jaka sambil tersenyum kecil.


Aku sengaja meminta pulang dengan Radit, kalau Anto pulang nanti dengan Maya dilihat aku sudah diantar Radit apa yang akan Anto lakukan.Apa Anto akan merasakan apa yang aku rasa sedari tadi.


*Sementara ditempat lain*


" Sial betul may,sampai pegal kaki aku jalan dari kota kekampung ini, tukang tempel ban bocor enggak ada juga" Anto sudah menggerutu. Jarak dari kota kekampung lumayan jauh.


"Capek bang sudah dua jam kita jalan kaki, batang hidung tukang tempel ban juga enggak tampak,kita hajar saja yuk naik motor ini,paling lingkar nya baling" Kata Maya sembari mendengus kesal.


"Sial kita,barang yang mau diambil juga enggak dapat,Malah kereta ini yang ngulah pakai acara ban bocor" Sambung Anto yang terus mengeluh geram.


"Udah kita naik saja pelan-pelan, kan sudah mau dekat rumah Radit" Sambung Maya yang udah lelah berjalan kaki.


" Ayolah aku juga sudah capek" Sahut Anto.


Anto memutar kunci kontak motor dan menyalakan tombol stater,Motor hidup lalu mereka naik keatasnya, Saat diperjalanan mau kerumah Radit, Anto melihat Motor Jaka dipakai Radit,yang membuat Anto marah Yunita ada dibelakang Radit.


" Woiiiii Laknat !,mau kau bawa kemana adek aku" Teriak Anto yang mematikan motor langsung turun menghadang motor Radit.


" Turun-turun " sahut Anto lagi dan menarik kasar lengan Yunita.


" Mau aku antar pulang,dia bilang sudah ngantuk,Jaka enggak bisa antar karena sama Wulan" jawab Radit kernyit dahi.


" Biar aku saja yang antar dia, kau sama Maya pulang duluan,Bawa kereta kau bocor itu !" ketus Anto sambil mencengkram lengan Yunita.


" Hemm kenapa sih kau jadi sensi kalau aku yang antar Yunita?,Jangan-jangan kau ada sesuatu sama Yunita, serahlah aku malas berdebat sama kau" kata Radit sembari mengambil kunci kontak motornya.


Radit dan Maya bawa motor masing-masing mereka pulang kerumah Radit, sedangkan Anto dan Aku masih diujung jalan ini berdiri terdiam kaku.


"Sakit bang,lepaskan tangan aku" kataku yang meronta-ronta dengan cengkraman kuat jemari Anto.


Anto diam saja dengan erangan sakit yang aku utarakan, malah dia berjalan terus sambil menarik terus lengan aku.


" Bang ini bukan arah rumah Uak , abang bawa aku kemana? " teriak Aku karena jalan ini bukan kerumah.


"Diam !, nanti kau akan tau " balas Anto dengan ketus dan marah.


Sesampai dirumah kosong,dibalik tembok Anto menghempaskan badanku dengan kasar sampai aku tersudut ditembok rumah.


"Buaakk" Anto dengan keras memukul tembok tersebut.Aku menjadi terkejut campur takut.


"Kenapa abang marah !,terserah aku mau jalan dengan siapa, abang juga bisa jalan sama Maya,kenapa aku enggak bisa jalan sama Radit" kataku dengan lantang dan melipat tangan.


" Aku tidak berbuat apa-apa dengan Maya,aku enggak suka Maya,aku sukanya sama kamu , sama kamu !!! " Bentak Anto sambil menatap tajam aku.


Anto mencium aku dengan kasar, aku jadi tidak suka dan berusaha mendorong tubuh Anto.


" Sakit tau" Kataku yang mulai menangis karena perlakuan kasar Anto yang mengigit kuping aku.


Anto tidak perduli malah memeluk aku dengan sekencang mungkin, sepeti ular pyton yang membelit mangsanya.


" Lepas kan aku bilang .....aku bisa mati, sesak tau" kataku sambil meronta-ronta.


Seketika air mata ini mengalir karena perlakuan kasar Anto kepadaku, ternyata Anto sebegitu marahnya kepadaku.


" Sudah aku bilang kau miliku !, jangan dekat sama Radit !!" teriak Anto dikuping aku.. membuat aku semakin marah.


"Gila kau ya aku bisa mati dengan caramu" kataku yang emosi sudah meluap.


Aku dorong dia dengan sekuat tenaga, akhirnya dia melepaskan pelukan maut itu. Setelah itu aku berlari meninggalkan Anto sembari menangis.


" Yunitaaaa !!??, Yunnnn!!!!..." Teriak Anto menyuruh aku kembali.


Aku tidak berhenti berlari,aku kecewa dengan kemarahan Anto yang begitu ngeri, sampai segitunya dia marah.


Tidak berapa lama aku sampai didepan rumah, aku tekan knop pintu dan masuk kedalam rumah.


Aku langsung masuk kedalam kamar lalu menghempas tubuh ini keatas kasur sembari menangis pilu.Radit hanya duduk bersama aku diatas motor saja Anto sudah marah sampai segitunya, konon lagi aku bercumbu dengan Radit entah apa yang akan dilakukan Anto.


Tengah malam aku mendengar suara motorJaka,kelihatannya Anto bersama Jaka.Aku pura-pura pejamkan mata seakan sudah tertidur lelap,aku malas menyambut mereka.


"Buka dong pintunya !" ucap Jaka.


" Sabar men " balas Anto


Pasti sewaktu aku meninggalkan Anto tadi, Anto kembali lagi kerumah Radit dan mungkin Anto ketemu sama Maya cewek genit itu.


Ciri Maya rambut panjang sedada, elok rambutnya,wajah bulat, hidung tidak palah mancung,muka jawa pedalaman sana , kulit sawo muda termaksud golongan manis.


Tidak berapa lama suasana hening,terdengar langkah suara kaki menuju kamar aku yang sepetak, aku hanya terus pejamkan mata ini karena aku tau yang masuk kedalam kamar adalah Anto.

__ADS_1


Anto memebelai rambutku dengan lembut, dia menatap aku yang pura-pura tertidur lelap.


"kenapa aku jatuh cinta sama kamu?,maaf aku cemburu tadi,jadi amarah tidak bisa aku kontrol,sakit ya tadi,maafkan aku membuat kamu menangis sayang" bisik Anto kekuping Aku.


Anto pergi karena aku tidak merespon perkataannya, aku malas saat ini bicara dengannya,setelah Anto pergi mata ini terbuka dan melihat punggung kekar itu telah keluar dari kamar.


-----------------------------------------------


Pagi hari saat aku terbangun semua keluarga sudah pada kumpul diruang tamu,aku juga sudah wangi dan bersih dengan gamis dan hijabku.


" Wah mama kapan datang ?" kataku sembari salam mama yang duduk disofa.


" Barusan saja Yun" jawab mama.


Kelihatannya Seluruh keluarga akan pergi kerumah Nenek Norma,Nek norma adalah istri ketiga opung aku,Nek Norma adalah Mama kandung Murni. Nenek sakit jadi mreka mau jenguk dulu sekalian minal aidin walfaizin.


Sebagian kami tidak bisa ikut, karena motor yang kami punya terbatas,rumah nenek juga jauh dari kampung Uak Murni,jadi yang pergi hanya orang tua saja.


Terpaksa aku ditinggal,Jaka dan Radit pergi kekota cari kendaraan sewa yang lain. Sedangkan Anto tidak tau kemana sedari tadi aku tidak melihat wajahnya, sejak pertengkaran tadi malam, aku dan Anto belum bicara sepatah kata.


Aku langsung masuk kedalam kamar melipat kain, karena memang esok hari aku akan pulang kekampung halaman aku, sudah lama juga aku disini.


Aku terkejut saat dari belakang ada yang memelukku,aku tau siapa yang memeluk.Aku diam saja karena masih kesal dengan lelaki yang memeluk ini.


" Sayang maafkan aku tadi malam" Anto berbisik kekuping aku dan memcium leherku, membuat aku kegelian dengan tingkah konyolnya.


"Apaan sih,awas dulu aku lagi lipat kain" kataku sambil mengguncang bahu berharap Anto menghentikan aksinya.


Kami sudah baikan dan kami bermesraan.


Anto terus saja mengganggu aku, aku pasrah saat dia mulai beraksi ditempat lain, tubuhku memanas saat hasrat ini bergelora,Anto terus saja membuat sensasi padaku.


"Jangan bang aku masih perawan" kataku yang langsung bangkit dari tempat tidur.


"Astaga maaf, aku keterusan" Kata Anto yang memakai pakaian nya kembali.


"Ckreaak" Suara pintu depan seperti ada yang membuka, Anto kelimpungan dengan buru-buru merapikan pakaian yang iya kenakan, aku juga begitu menutup kancing bajuku.


"Kayak nya ada orang, kamu disini saja ya, santai saja" kata Anto yang berjalan keluar kamar menuju ruang tamu.


Anto sudah diruang tamu dan mengintip kearah jendela mencari tau siapa yang datang.


"Siapa ya?,enggak ada suara" ucap Anto penasaran.


" Aku woi taik ayam,dari tadi aku panggil apa kau tak mendengarnya" Radit tiba-tiba muncul didepan pintu utama rumah.


"Buat terkejut saja kau, aku lagi buang air tadi manalah aku dengar,mana Jaka? dapat yang kalian cari?" kata Anto sambil duduk disofa.


"Itu lah men masih diusahakan Jaka,aku kemari kebelet buang air,aku ketoilet dulu ya"


Radit buru-buru lari kekamar mandi, menuntaskan hasrat buang air.


Anto berjalan kearah kamar,dia ingin memastikan aku lagi ngapai.


" Abang lihat badan aku" kataku sambil melihat tanda kissmark buatan Anto.


" Abang sengaja buat itu,soal dua hari lagi


abang akan berangkat kerja,biar jangan adek selingkuh sama siapapun titik" balas Anto yang ternyata posessif.


"Huh ...tukang marah" dengusku kesal dan merapikan pakaian kedalam tas ransel.


Aku dan Anto keluar berdua dari dalam kamar, kami duduk berpencar diruang tamu supaya Radit tidak curiga.


"Berarti kalian tadi cuma berdua didalam rumah?" kata Radit yang sudah keluar dari kamar mandi.


"Kenapa cemburu kau?, enggak senang kau?" kata Anto nyeplos saja.


"Sensi betul kau, asal aku bicara soal Yunita kau ngegas terus,aku cuma ngomong tadi" kata Radit sambil duduk disofa.


"Mangkannya fikiran jangan mesum,omongan kau tadi bisa berarti lain tau" ucap Anto sambil menoyong kepala Radit.


"Iya sudah gitu saja dimasalahkan, Eh Yunita belum salam abang ya" ucap Radit yang tiba -tiba duduk di samping aku.


"Ihhh,siapa yang mau salaman sama situkang mesum " balas aku dan aku bangkit dari duduk karena radit mendekati.


"Tolor jangan dekat adikku, sudah aku bilang dari kemarin sama kau" Kata Anto lalu menarik lengan aku, seketika aku duduk disamping Anto.


"Ngeri nya" Kata Radit sambil geleng kepala.


"Berisik"


Anto melotot pada Radit, dan Radit buang muka serasa takut dimakan Anto. Aku hanya tersenyum kecil memperhatikan mereka.

__ADS_1


__ADS_2