
*Seminggu kemudian*
Raju semakin mendekati aku,sedangkan aku masih belum membuka hati,malam ini aku memang janjian sama Raju untuk bertemu berketepatan ulang tahun Indar.
Aku berdandan secantik mungkin dengan gaun hitam panjang diatas lutut sedikit,mang hari ini hari spesial buat Indar jadi aku harus tampil cantik juga.
Setelah berdandan aku membawa sebungkus kado buat Indar,aku tatap poto almarhum
seraya pamit akan pergi, setelah mencium poto almarhum aku keluar dari dalam kamar lalu berjalan keluar halaman rumah sembari menunggu kedatangan Raju.
Dari kejahuan terlihat Raju dengan motornya melintas dari halaman rumah aku,tanpa kata aku langsung naik keatas motor,aku juga malu saat mata Raju melotot kepada aku.
"Cantik betul malam ini,aku baru tau kalau kamu berhias secantik ini" Gombal Raju sembari melajukan motor menuju rumah Indar.
"Biasa saja"
Kata aku yang duduk dibelakang Raju,padahal aku sangat malu dengan pujian Raju.
Sampai dirumah Indar aku melihat Hamdani datang,malam kemarin Indar memilih Hamdani karena Rafa bersikeras tidak mau menjahui gengnya,terpaksa Rafa dan Indar putus lalu datanglah Hamdani menawarkan cinta,kini mereka berdua sudah resmi pacaran.
"Selamat ulang tahun,selamat ulang tahun"
Suara nyanyian kami serentak didalam ruang tamu rumah Indar sembari bertepuk tangan meriah sekali,Indar sudah siap meniup lilin yang terletak diatas kue tart tersebut.
"Plok plok plok"
Meriah tepuk tangan saat Indar meniup semua lilin,kami bersorak gembira.
Merry mengambil cream dari kue tart dan mencolek pipi aku,gadis ini sedikit jahil.
"Kurang ajar kau Merr,capek aku bedakan ya"
Aku membalas juga perlakuan jahil Merry dengna menaruh cream kue dikuping Merry.
"****** Yunita"
Merry tersenyum dan mengusap cream kue tersebut.
"Hahaahha"
Aku dan Merry tertawa renyah,sementara semua orang sibuk memotong kue dan ada juga yang makan kue tersebut.
Mata Raju tidak lepas melihat aku sedari tadi,aku baru sadar kalau diperhatikan Pria tinggi itu.Entah dia kagum atau apa aku tidak tau,Memang Raju baru ini melihat aku berhias diri,rambut aku gerai lewat bahu dengan pita besar diatasnya membuat aku semakin molek.
Tibalah acara yang kami nanti-nantikan,acara letus balon didalam balon ada secarik kertas dengan tulisan bermacam-macam adegan.Permainan ini membalikan kaset pita dengan suara lagu,jika suara lagu berhenti yang memegan kaset tersebut dialah yang memecahkan balon.
Permainan dimulai kami cepat-cepat membalikan kaset pita tersebut takut lagu mati, "seep" Lagu mati dengan tiba-tiba ternyata kaset masih dipegang oleh Wati.
"Wati letusin balonnya"
Kata Indar melihat sejumlah balon diatas atap rumah Indar.
"Doorr "
Wati meletuskan salah satu balon dengan jarum jahit,secarik kertas jatuh dari balon tersebut,tantangan apa yang akan diperagakan Wati.
Puput mengambil kertas tersebut lalu membacanya.
"Coba peragakan monyet makan" Puput membaca sembari tertawa ria.
"Ih kampret siapa yang buat tantangan ini"
Kesal Wati tidak terima dengan apa yang iya dapat.
"Kan kamu yang pilih balonnya,cepat peragakan" Merry tidak sabar dengan tantangan Wati.
"Aku enggak mau,malu ih cowok aku ada disini" Wati menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Mana perduli kami cowok kau ada disini,ini permainan,cepat Wati" Puput mulai merepek.
Wati monyongkan bibir dan setengah jongkok sembari makan dengan rakus,gimana monyet makan seperti itulah yang Wati contoh.
"Hahahaahaha"
Seisi ruangan tertawa renyah sekali seperti tiada beban,sementara Wati kesal dan sudahi adegan yang Wati buat.
Permainan dilanjutkan musik berbunyi dengan dengan cekatan tangan kami semua membalikan kaset, ketika musik berhenti kaset ada ditangan Indar,Indar terkejut.
"Pecahkan balon Ndar,pilih yang bagus mana tau adegan mesra Hahaha" Aku sangat bahagia sekali.
"Door"
Tanpa mengulur waktu lama Indar memecahkan balon yang berwarna merah,secarik kertas jatuh dengan cepat Puput memungutnya dan membacalan tantangan buat Indar.
"Coba merayu pacar anda yang sedang merajuk" Kata Puput dengan melirik Hamdani.
"Enggak adil Indar dapat adegan itu,aku dapat gerak monyet makan" Gerutu Indar sendiri jadi kesal.
Tanpa disuruh Hamdani manu kedepan dengan lipat tangan berpura merajuk,Indar merayu Hamdani sampai puas,kami menonton adegan itu tersenyum sendiri.
"Cie...cie"
Semua tertawa renyah cuma Wati yang tidak, Wati masih kesal dengan permainan ini.
Tantangan berikutnya kaset dipegang Raju,semua jadi girang karena cowok tampan ini yang akan melaksanakan tantangan balon.
"Abang Raju semoga dapat adegan ciuman ya" Goda Wati dengan genit saat Raju siap meletuskan balon.
"Door"
Balon pecah secarik kertas jatuh kebawah lantai,Raju memungut kertas tersebut dan menyuruh Puput membaca.
"Pilihlah cewek yang kamu suka,rayu dan peluk dia" Puput tersenyum membaca tantangan Raju.
"Siapa yah yang dipilih abang Raju?"
Merry dengan manja berkata membuat aku kelimpungan.
"Deg deg deg"
Aku berdoa semoga Raju tidak memilih aku,aku malas kalau Raju memilih aku.
"Jangan semoga jangan aku"
Batin aku berkecamuk cemas sekali.
"Itu"
Raju menunjuk kearah aku,aku geleng kepala tidak mau.
"Cepat Yun,kau yang dipilih tanggung jawab oik" Indar menarik lengan aku untuk berdiri dari duduk.
Aku terpaksa berdiri karena teman-teman sudah heboh menyuruh aku,dengan tertunduk aku berdiri berhadapan dengan Raju kini kami berdua jadi pusat perhatian tamu undangan.
"Tolong ambilkan bangku pendek (dingklik)"
Kata Raju yang melihat aku mendongak sebentar.
"Untuk apa bang?"
Wati heran dan kernyit dahi.
"Ini biar enggak capek Yunita mendongak"
Balas Raju sambil senyum.
Seketika semua jadi tertawa renyah buat aku jadi malu,sementara Watj mengambil bangku pendek tersebut dibelakang dapur.
"Mentang-mentang tinggi aku jadi bahan tertawaan huh" Gerutu aku didalam hati dengna kesal.
Kini bangku pendek tersebut sudah ada didepan aku,aku langsung naik dan melihat jelas wajah Raju dari dekat,mata kami bertemu tatapan Raju penuh arti untuk aku.
"Payah kau Rajuna,dilihat terus wajah Yunita,peluk dong" Hamdani memicu teman lain untuk menuntut tantangan Raju.
"Kalian dengar semuanya ya,kalian jadi saksinya malam ini" Kata Raju sambil serius semua jadi terdiam termaksud aku.
"Sejak ketemu kamu sore hari itu,aku sudah suka pandangan pertama dik,bolehkah sekarang saya jadi pacar kamu sayang?" Raju dengan percaya diri mengungkap perasaannya didepan tamu undangan.
Semua tercengang dan terdiam,aku ingin meminta saran dari para sahabat,aku tatap Indar dan Wati mereka angguk kepala tanda setuju kalau aku menerima Raju.
Aku tatap Puput gadis itu juga angguk kepala dan bergumam tanda setuju,mata Puput yang berkilau terkena cahaya lampu semakin jelas terlihat buat aku tidak kuasa teringat Almarhum.
"Kok diam?,kamu mau jadi pacar saya?"
Rajuna sudah tidak sabar mendengar jawaban dari aku.
"Plok..Plok...Plok"
Semua tepuk tangan meriah dan bicara nada keras.
"Terima...Terima"
Semua menyorak bilang kata itu membuat aku jadi gugup dan salah tingkah,aku tidak sempat berfikir keras.
"Duh lebay banget Raju,pakai nembak dikeramaian lagi,aku harus gimana Tuhan kalau aku tolak pasti Raju akan malu karena semua sudah tau,kalau aku terima jujur aku belum jatuh hati pada pria ini" Batin aku berkecamuk dilema.
__ADS_1
"Sudah mikirnya dek?,kalau adek belum klop sama saya,saya janji akan buat kamu jatuh cinta lagi " Raju dengan wajah serius menatap aku lekat-lekat.
"Ya..Ya.."
Jawab aku dengan singkat membuat seisi ruangan bersorak gembira,aku antara terpaksa dan mencoba,lagi-lagi sepeti dejavu antar Dodo dulu sekarang Raju juga.
Saking senangnya cinta Raju diterima,tanpa sadar lelaki tinggi ini memeluk aku dan memberi kecupan diarea kening,aku terkejut dan malu karena didepan umum.
"Akhirnya menunggu lama diterima juga ya bang" Merry melontarkan senyum puas kepada Raju dan aku.
"Berisik kamu Merr,malu tau"
Kata Aku dengan melotot pada Merry.
Kini aku duduk berdua dengan Raju,suasana jadi berubah aku yang tadinya nyeplos sekarang jadi diam dan canggung.
Permainan dimulai lagi karena balon masih ada yang belum diletuskan,tantangan berikutnya terkena sama Merry.
"Door"
Balon diletuskan Merry, secarik kertas jatuh kelantai tanpa basa-basi lagi Puput memungut kertas tersebut dan membacanya.
"Coba cium pacar kami didepan umum"
Kata Puput tersenyum saat membaca kertas tersebut.
"****** kalian semua,cuma aku yang dapat gerakan enggak enak,kalian enak-enak" Wati jadi iri dan kesal sembari cemberut.
"Kamu yang pilih balon,jangan masam gitu ih"
Kata Puput tersenyum pada Wati.
Kini Merru memilih Yoga karena didepan umum dengan malu-malu Merry memberikan kecupan dikening dan dipipi Yoga.
"Enggk seru,enggak seru dibibir dong"
Kata Wati sambil mengejek.
"Wati kayak nya dari tadi kau kelas melulu njirr" Indar melihat Wati yang bermuka masam.
"Ya iyalah kalian dapat yang enak-enak,aku dapat peragaan monyet makan" Kata Wati dengan mencibir.
"Kawan-kawan gimana kalau Wati yang pecahkan balon,nampaknya dia kesal tuh" Kata Indar dengan idenya.
"Ya sudah Wat pilih balon kamu,asal jangan sial lagi ya Hahahaa" Sambung Merry yang masih berdiri berhadapan dengan Yoga.
"Door"
Wati dengan semangat empat lima memecahkan balon,secarik kertas jatuj langsung dipungut Puput.
"Hahaahahahah"
Puput tertawa renyah membuat semua kawan heran dan penasaran.
"Baca sajalah,apa aku dapat tantangan ciuman?" Kata Wati sudah penasaran.
"Pergakan **** lagi makan sebanyak-banyaknnya, Hahahahah" Puput tertawa sembari membaca tantangan Wati.
"******...memang malam ini tangan aku sial"
Gerutu Wati dengan kesal dan malu.
"Gitu kalau serakah,mangkannya jangan suka meloroti makanan,jadi kena deh" Kata Merry mengejek Wati.
Karena rasa tanggung jawab Wati mengambil dua paha ayam yang terletak dimeja hidangan, dengan rakus Wati memakannya seperti **** yang lagi makan.
"Grook...Groook"
"Hahahahaha"
Seluruh ruangan tertawa dengan aksi Wati tersebut,gadis kurus itu malu sekali dengan wajah merona.
"Seharusnya sirakus ini yang dapat tantangan makan" Kata Wati menunjuk Merry.
"Enggak boleh marah ini permainan teman"
Kata Indar menaham tawa takut Wati tersinggung beneran.
Wati masih kesal lalu dengan pandai aku merayu Wati,setelah kesal Wati hilang permainan dimulai lagi.
Berketepatan tantangan ini terkena aku sendiri,aku garuk kepala dan takut kalau tantangan ini macam-macam adegannya.
"Door"
Aku memecahkan balon terakhir yang terletak diatas atap rumah,secarik kertas jatuh kini bukan Puput yang memungut tetapi Indar langsung yang memungut kertas itu.
Indar membaca sembari melihat aku yang berfikir keras.
"Wah kenapa aku enggak milih yang kuning" Kata Wati menyesali pilihannya.
"Ayo Yun ungkapkan kerinduanmu sama pacar,abang Rajukah?" Indar tidak sabar dengan tantangan aku.
Dengan rasa sedih aku menungkapkan isi hati ini,semua teman fokus melihat aku berdiri ditengah ruangan tamu.
"Saat pertama buka pintu rumah kamu
aku lihat kau begitu tampan,disungai kau juga tampan,aku jatuh cinta pandangan pertama dengan kamu,saat cinta ini berbunga sempurna kenapa kau pergi tanpa pesan,sekarang aku terbelenggu cinta semu kamu,semoga kamu tenang disurganya Allah,aku turut berdoa,aku sudah ikhlas" Dengan berlinang airmata walau dada ini sesak sekali aku tetap bicara ungkapkan semuanya.
Puput berdiri langsung memeluk aku dengan kesedihan,tangis aku pecah saat memeluk Puput,semua terdiam dengan rasa haru mengenang almarhum Raja.
"Tolong Yun kamu harus bangkit,kau berhak bahagia Yun,jangan siksa dirimu kayak gini,aku enggak mau" Kata Puput sembari mengusap air mata saat melelaskan pelukan kepadaku.
Semua terdiam merasa haru,Raju berdiri dari duduk dan menghampiri aku dan Puput,aku pikir Raju marah karena pernyataan aku.
"Dek lihat abang,biarkan dia tenang disana,abang janji akan bahagiakan kam" Ucap Raju dengan menatap aku dalam-dalam.
"Yun maaf ya kami semua setuju kalau kau sama Raju,kau berhak Yun mengambil masa depan kamu,lihat kedepan Yun,aku bicara begini bukan harus kau melupakan alamrhum" Sambung Indar sembari mengusap air mata karena terharu.
Suasana jadi canggung dan sedih gara-gara aku,aku jadi rasa bersalah dengan kata hati tadi,tapi jujur dalam lubuk hati yang paling dalam aku merindukan sosok almarhum.
"Woi bagaimana kalau kita kelua, pestakan udah selesai" Wati tidak kehabisan ide.
Semua setuju dengan ucapan Wati cari lapak masing-masing,setelah aku serahkan kado buat Indar aku pamit dan naik keatas motor Raju.
"Dek peluk abang,dingin lho"
Raju menyalakan motor,motor melaju secara perlahan.
Malas bicara aku mengikut kemauan Raju,Motor Raju membawa kami dibelakang stadion dimana terletak tempat-tempat muda-mudi kencan.
"Dek udah tenang?, kalau belum peluk abang, kalau mau nangis disini didada saya" Raju menunjuk dadanya yang kekar saat berdiri disamping motor,sedangkan aku masih duduk diatas motor.
Aku masih bersedih hati ini belum puas menuntaskan hasrat ingin menangis,kini lengan aku sudah melingkar dipinggang Raju,kepala ini sudah tenggelam nyaman didada bidang Raju.
"Hiksss...Hikss"
Entah kenapa aku ingin menangis malam ini,mungkin karena didekag pria lain,aku serasa mengkhianati alamrhum Raja.Bayangan Almarhum terus saja menghantui aku.
"Puaskan saja sayang,dada aku masih kuat menerima ini" Kata Raju sembari membelai lembut rambut aku.
"Maafkan aku bang,aku enggak maksud kayak gini" Jawab aku yang masih tenggelam didada hangat Raju.
Aku hendak turun dari atas motor setelah puas memeluk Raju,tetapi Raju tidak mau aku turun dari atas motornya,Raju takut leher aku keram kalau mendongak terus.
Memang dengan keadaan duduk diatas motor dan Raju berdiri ditengah motor aku lebih lelua melihat wajah Raju tanpa mendongak lagi.
"Lihat aku say"
Kata itu yang terlontar dari bibir mungil Raju sembari menatap aku dengan penuh cinta.
Aku menatap Raju tetapi getaran hati belum dapat,aku berusaha menutupi rasa tidak suka ini supaya Raju tidak sakit hati.Perlahan Raju hendak mencium aku tetap sama ciuman bibir Raju tidak membuat aku bergetar.
Aku akui bibirnya lembut nan licin tetapi kenapa hati ini susah mencintai pria lain.
Selesai mencium aku Raju berdiri sambil bersandar ditengah motor.
"Suka beb aku cium?,akumanggil beb aja ya sama kamu" Ide Raju memanggil kata itu.
"Iy-iya Abang"
Jawab singkat aku karena bingung mau bilang apa.
"Ssssst bukan abang tapi beb"
Raju menutup bibir aku dengan telunjuk Raju
"Iya beb makasih ya buat aku senyaman mungkin" Jawab aku lirih karena canggung manggil Raju kata Beb.
"Beb"
Ucap Raju sambil membelai rambut aku lagi.
"Yakinlah kalau kita baik pasti kita juga dapat yang baik,begitu juga sebaliknya" Sambung Raju lagi dengan tersenyum.
Aku diam saja dengan ucapan Raju,pikiran aku bercabang-cabang entah kemana saja,tapu Raju tidak marah itu yang membuat aku nyaman.
__ADS_1
"Beb coba lihat aku, jangan pikiri yang lain"
Rajuna mencium aku kedua kalinya,kini ciuman itu serasa panas buat aku tidak tahan.
"Gimana ,udah mendingan"
Kata Raju setelah melepaskan ciuman panas kepada aku.
"Entahlah,sedikit tenang"
Jawab aku sembari berfikir.
"Kalau enggak suka bilang ya,kalau suka tidak apa" Kata Raju dengan semangat.
Raju membawa aku terbang keawang-awang dengan kemesraan dan percumbuan yang iya buat kepada aku,Raju membuat bermacam gaya ciuman,kelihatannya Raju suka yang berfantasi,baru ini aku mendapatkan cowok
yang banyak beradegan mesra.
"Beb aku suka ciuman begini,aku enggak suka monoton itu-itu saja" Raju mengusap bibirnya yang basah karena adegan ciuman yang dia buat kepada aku.
"Iya beb aku paham,kalau boleh tau sudah jam berapa ini?" Aku teringat waktu karena sepertinya bulan semakin naik.
"Jam sebelas beb,kenapa beb,mau pulang?"
Kata Raju setelah melihat jam tangan yang iya simpan didalam saku.
"Iya,takut mama marah"
Jawab aku dengan tersenyum kepada Raju,lelaki ini menurut dan naik keatas motor dibarengi dengan aku.
Motor Raju kini sudah berada dihalaman rumah,Raju ingin sekali izin pamit kepada Mama tetapi aku belum siap.
"Beb ikuti kata hati jangan jadi halusinasi terus,jalan kamu masih panjang sayang,kamu Perlu bahagia jangan jadi bayang-bayang" Raju masih duduk diatas motor.
"Makasih beb,tapi tolong jangan paksa aku untuk melupakan dia,biarkan rasa ini perlahan untuk kamu" ucap Aku dengan rasa malu.
"Ocre tuan Putri"
Raju tersenyum lalu memutar setang sepeda motor arah jalanan,aku langsung masuk kedalam kamar dan berfikir ucapan Raju ada benarnya juga.
-----------------------------------------------------------------------
*Dua hari kemudian*
Hari ini hari senin,aku tergesa-gesa berjalan untuk kesekolah,walau sedikit telat aku berusaha untuk cepat datang,aku melihat Indar tidak ada disimpang menunggu aku seperti biasanya,artinya Indar sudah berada dikelas.
Beberapa menit kemudian aku masuk kedalam kelas syukur pelajaran belum dimulai,sampai pada jam istirahat seperti biasa semuanya baik- baik saja tidak ada hal lain yang terjadi.
Sewaktu aku pulang sekolah aku dan Indar berjalan keluar dari gerbang sekolah,terlihat Raju dengan topi dan kaos ketat membuat dia tampan sekali,roti sobek yang ada diperut Raju membayang dari luar penglihatan setiap mata yang memandang.
"Cie-cie datang dia"
Goda Indar tersenyum dan melihat Raju yang berdiri sambil melambai.
"Udah sana,entar dilirik kaka kelas lho"
Kata Puput dengan semangat.
Aku berjalan cepat datang kehadapan Raju,Puput dan Indar berada dibelakang aku dengan senyum bahagia,tampak kalau dua sahabat ini suport hubungan aku dengan Raju.
"Beb mau aku ajak kepantai?"
Raju berdiri dihadapan aku.
"Pantai mana beb?"
Aku penasaran karena tidak pernah diajak pria kepantai.
"Pantai lewat perbaungan sayang"
Raju naik keatas motornya,tanpa kata aku ikut juga naik keatas motor Raju.
Raju menyalakan motor dan motor berjalan melewati murid senior yang sedang berjalan,jujur sih semua murid cewek juga terpana melihat Raju aku sedikit bangga jalan sama pemain bola ini.
"Beb ajak orang Ndar supaya jalan ramai-ramaikan enak,jadi ada alasan aku izin sama Mama" Aku ada ide supaya mama memberikan izin.
"Terserah kamu sayang"
Raju menarik lengan kiri aku dan menggenggam erat jemari aku.
Setelah mengajak para sahabat kini kami sudah berangkat keluar dari area kampung, Merry dengan Yoga,Indar dengan Hamdani.
Diperjalanan kami tertawa ria,semua Raju yang teraktir dari mulai jajanan dan uang masuk menuju pantai.
"Ndar baju kau bawa berapa?"
Kata aku padahal masih diatas motor.
"Satu,nanti mandi diganti !"
Balas Indar karena suara motor jadi volume bicara sedikit keras.
"Oh aku kira kau enggak bawa baju ganti"
Kata aku dengan tersenyum.
"Bawa dong"
Sambung Indar tersenyum menunjukan tas kecil ya iya bawa dari rumah.
Perjalanan dua jam akhirnya kami sampai kepantai indah itu,aku menghirup tiupan udara dari tepi pantai dengan memejamkan mata,Fikiran dan hati jadi damai dan bahagia sekali,walau terik matahari sedikit menyengat kulit aku tidak perduli.
"Gimana prety, cantikkan ?"
Kata Raju menghampiri aku.
"Iya cantik,aku jadi senang"
Aku menatap Raju yang terbungkuk sedikit melihat aku.
Aku dan Indar berlarian ditepi pantai ini, pasir putih aku buat rumah-rumahan, indar juga tidak mau kalah mengikuti aku yang membuat rumah dari pasir pantai,hari ini hari yanh paling bahagia,karena baru kali ini aki merasakan bermain dipantai bersama sahabat.
"Oik disini banyak remis"
Merry sedari tadi sibuk mengumpulkan satu demi satu remis dibalik pasir pantai.
"Ayo ndar bantu Merry"
Kata aku sembari berjalan mendekati Merry yang sibuk sendiri.
Kami lelah mencari remis karena bosan kami sudahi,lalukami bertiga berjalan menuju joglo yang disewa Raju untuk kami semua,aku melihat banyak makanan sudah tersedia sepertinya Raju orangnya loyal sekali.
"Makan beb jangan dilihati"
Kata Raju menyiapkan piring didepan aku.
"Eh kata kawan aku kalau makan kepiting nanti jadi mesum" Ucap Merry yang makanl lebih dulu dengan lahapnya
"Bukan mesum bodoh,hormonnya meningkat, tinggi protein bisa juga kolesterol"
Sambung Indar menikmati juga seafood tersebut.
"Sama aja hormon naik ujung-ujungnya apa enggak mesum juga" Merry tidak mau kalah dengan ucapan Indar.
"Makan sajalah,kalian ribut jadinya"
Sambung aku yang menikmati cumi dan kepiting juga.
Setelah puas kami makan seafood,semua mencari kesibukan sendiri,aku dan Raju mandi disamping kiri,teman lainnya mandi menjauh sedikit dari tempat kami mandi.
"Beb sini beb lihat tuh ada bot, beb mau naik bot itu?" tawar Raju menunjuk bot yang lagi jalan dihadapan kami.
"Enggak beb,kita disini saja"
Jawab aku tersenyum manis mendongak melihat Raju.
Aku menolak takut kalau Raju mengeluarkan biaya banyak,aku bukan Wati yang suka menghabisi uang pacarnya,walau sering aku diajari Wati tetapi itu bukan tabiat asliku.
"Terima kasih Raju membawa aku kepantai ini,entah ini cara kamu buat aku bahagia atau memang kamu suka pantai" Batin aku berkata sendiri.
"Woi ayo ganti aku udah siap mandi,tangan aku udah keriput karena berendam air asin ini" Merry datang hampiri kami yang duduk mesra.
"Ayo"
Aku berdiri dari duduk begitu juga Raju menurut saja kemauan aku,aku dan teman cewek lain mandi air tawar diruang ganti.
setelah siap-siapa aku,Merry dan Indar berjalan kejoglo,terlihat Raju dan Yoga sudah ganti pakaian,sedangkan Hamdani merapikan rambutnya.
"Beb senangkan?!,seminggu sekali aku akan bawa beb kemana-mana,aku suka jalan-jalan sayang" Kata Raju saat duduk berdua dengan aku.
"Iya beb aku senang,makasih ya"
Jawab aku menatap indah Raju dan Raju angguk kepala sambil tersenyum lebar.
"Selain suka berfantasi Raju ini suka jalan-jalan juga ya" batin aku sendiri.
__ADS_1
Hari mulai sore kami bergerak pulang,motor para cowok meluncur menuju kota T,terlihat Indar dan Merry bahagia aku turut senang,tanpa sadar kepala ini bersandar dipunggung kekar Raju,kedua lengan ini juga melingkar diarea pinggang Raju,Raju melirik senang karena tanpa disuruh aku lakukan hal ini.