
Sudah dua hari Aku masih dirumah Maya,tadi malam Akhiang juga bertemu dengan Maya sedangkan Ahui tidak gabung bersama kami.Kini aku dan Maya lagi rebahan diatas kasur empuk didalam kamar kepunyaan Maya.
"Wah pasti banyak kau dikasih Ahui kemarin, tapi jangan lupa uang pulsa mbak" Ucap Maya ternyata mengharapkan imbalan dari hasil keringat aku walau jual diri.
"Hemm lumayan Mbak,selowlah nih aku kasih" jawab aku sembari mengambil uang dari saku celana.
Maya menerima uang pulsa dari aku,sedikit heran sih sama permintaan dia tapi aku tidak ambil hati berkat Maya aku kenal dengan Ahui dan dikasih uang dengan jumlah banyak.
"Siap-siap kita balik kerumah papa Yong, beberapa haro lagi kita show" ujar Maya sambil meraih handuk mungkin hendak mandi.
"Ok mbak"
Kata aku langsung duduk diatas kasur dan melihat Maya keluar dari kamar tidur.
Setelah kami berdua selesai mandi kini aku dan Maya pamit pada keluarga Maya,lalu kami berjalan menuju jalanan raya hendak kerumah Yongki.
"Tidak usah naik angkot gerah,aku telfon teman saja,ya siapa tau dia mau antar kita" ujar Maya mengeluarkan ponsel dari saku celana.
Aku angguk kepala saja karena cuaca memang terik jadi apa yang dikatakan Maya ada benarnya juga,ketimbang naik angkot mending naik mobil.
"Hallo,abang jemput kami dijalan Bul,kami mau kekota SR bang,ada cewek cantik lho" ucap Maya sambil melirik aku.
"Dasar cebol mengkambing hitamkan aku supaya mau diantar" Batin aku sedikit kesal pada Maya.
"Bentar lagi dia jemput kita"
Ucap Maya dengna riang sekali lalu memasukan ponselnya kembali didalam skau celana.
Benar beberapa menit kemudian sebuah mobil melintas didepan aku dan Maya,kaca jendela mobil dibuka terlihat seorang cowok gagah dan super tampan.
"Woi May masuk"
Ucap Pria yang memakai kaos oblong tersebut sembari membuka pintu mobil.
"Ayo Yun"
Tukas Maya dengan semangat dan menarik lengan aku supaya cepat masuk kedalam mobil.
Kini aku dan Maya duduk dibelakang,sedangkan pria super tampan itu fokus menyetir dan melajukan mobil menuju kekota SR.
"Eeh abang kenalin ini Yunita" ucap Maya melihat Pria itu dari kaca spion mobil.
"Cantik,nama aku danu dek,nama kamu?"
Ujar Danu melirik aku dari kaca spion tengah mobil.
"Hem Yunita bang"
Jawab aku sambil tersenyum saat melihat wajah yabg tidak bosan dipandang terus.
Aku melihat dibelakang jok terlihat seragam prajurit terpampang dengan hanger pakaian,aku baru tau kalau dia ternyata seorang Brimob.
"Wah buru-buru gak nih?"
Tanya Danu karena sudah sampai dipersimpangan rumah Yongki.
"Enggak sih ,emang mau ajak kemana abang" sambung Maya ternyata peka dengan ucapan Danu.
"Ayo makan siang,itu kalau kalian mau" ucap Danu melirik aku sedari tadi.
"Ayo,kebetulan aku lapar,kamu juga laparkan Yun?" Ucap Maya dengan girang sekali,aku angguk kepala saja menghargai wajah Maya yang tiba-tiba jadi bahagia.
Mobil mengambil putar arah menuju rumah makan,memang aku lihat Danu sangat tampan dagu panjang,hidung mancung,body juga perfeck pasti dadanya berbentuk roti sobek,apalagi bibir tipis Danu membuat hati gimana gitu.
"Oh iya May sabtu mau show kemana ?"
Ucap Danu saat sampai dirumah makan.
"Kalau enggak salah daerah lima puluh lewat petatal Bang" sambung Maya yang melihat buku menu saat pelayan datang.
"Yun kok diem saja dek?,Hehehe kamu lihat abang yang ganteng ini" Kata Danu dengan percaya diri.
"Hem..apa ya..tidak tau mau bicara apa" balas aku dengan kikuk yang duduk disebelah Maya.
"Percaya diri betul bilang ganteng,tapi sih iya aku akui kamu ganteng,tapi tidak penting bicara itu" Batin aku dengan gerutu.
Danu dan Maua tidak berhenti mengobrol,aku hanya kikuk sambil menikmati makanan yang kau pesan,sesekali mata Danu melirik aku membuat diri ini jadi salah tingkah,setelah selesai makan Danu mengantarkan kami kerumah Yongki.
Didalam mobil tidak ada lagi pembicaraan antara Danu dan Maya,Pria itu terus saja melirik aku dari kaca spion tengah,sedangkan Maya asyik buat SMS entah sama siapa mungkin Akhiang atau Bryan.
"May,aku enggak bisa lama ini ada urusan next time bawa Yunita ya,kita jalan-jalan ya"
Tukas Danu saat sampai ditempat tujuan.
"Aman itu bro"
Jawab Maya dengan mengkedipkan mata seakan tau maksud Danu.
"kawan ini suka-suka hatinya buat janji,aku belum jawab dia yang jawab udah seperti germo" Batin aku kesal kepada Maya.
Mobil danu sudah berlalu saat pamit kepada aku dan Maya,lalu kami berdua berjalan kaki sedikit menuju kerumah Yongki,sebenarnya aku malas balik kerumah Yongki karena pria tua itu sedikit berbeda perlakuannya kepada aku.
"May enggak ajak-ajak kalian ya !"
Ucap Desy yang ternyata sudah datang dan rebahan diatas kasur.
"Ahk kau aja semalam pulang kampung, gimana mau ikutan,eh kami tadi diantar Danu lho" Sahut Maya sambil membuka jaket jeans yang iya kenakan.
"Itulah kau ketemu Danu gak bilang sama aku, Agung enggak sama Danu?" Balas Desy dengan mendengus kesal.
"Enggak,kami cuma sama Danu aja kok,Agung tidak ikut" Jawab Maya sambil nyengir kepada Desy.
"Hemm"
Desy hanya mendehem lalu duduk dari rebahan diatas kasur.
Aku hanya jadi pendengar obrolan Desy dan Maya yang ternyata Pria bernama Agung itu ternyata pacar Desy,Agung satu angkatan dengan Danu,aku belum tau Agung orang nya seperti apa.Malas nyambung obrolan mereka karena aku hargai saja mereka senior sedangkan aku junior dikeyboard ini.
Sedikit demi sedikit aku dapat menilai sifat dan sikap antara Desy dan Maya,Maya orangnya egois mungkin karena dia aku bisa kerja dikeyboard ini,terkadang Maya juga mengatur kehidupan aku tidak boleh gini tidak boleh gitu terkadang aku kesal sendiri.
Desy sifatnya cuek tidak mau tau urusan orang lain,dia juga tidak pernah mengatur aku ambilkan pakaian atau hal lainnnya jadi sedikit nyaman kalau bicara dengan Desy.
"Ayo minum digang sebelah"
Kata Desy saat melihat jam dinding ternyata masih pukul empat sore.
"Ahk kau sore-sore udah ngajak minum"
Jawab Maya merasa malas dengan ajakan Desy.
"Taik, ini ada tuak sore kesukaan aku,tuak sore alias tusor paham kau !" Tukas Desy sambil tolak pinggang dihadapan Maya yang berbaring diatas kasur.
"Banyak bicara,ayo"
Sahut Maya sambil berdiri dari atas kasur.
__ADS_1
Sepertinya Maya sedikit menurut kepada desy sehingga dia tidak dapat menolak,aku hanya ngikut saja kemauan mereka berdua,lagian aku takut kalau dirumah ini sendiri apalagi ada Yongki yang ganjen pada aku.
Kami bertiga kini berjalan kaki menuju warung tuak yang terletak diujung rumah Yongki,sampai disana banyak juga mata-mata
lelaki hidung belang yang mulai mabuk melihat kami.
Aku dan Maya dibarengi Desy ambil tempat duduk dipojokan warung tuak tersebut,untuk menhindari mata liar lelaki yang mulai mabuk.
"May jijik betul aku lihat bapak itu,gatal kali lihat mereka" ucap Desy yang mulai risih.
"Kaunya entah apa,ajak-ajak minum kesini " Sahut Maya ingun sekali pergi dari warung sepetak ini.
"Iya mbak,takut kalau mereka usik kita" sambung aku merasa ngeri.
"Gimana kalau kita Sms Danu biar bawa Agung juga,mereka bisa menjaga kita" Ucap Maya dengan ide cemerlang.
"Wah mantap itu,asyik ketemu yayang aku" ucap Desy yang mulai minum segelas tuak.
Danu dengan cepat membalas sms Maya,Danu dan Agung setuju untuk datang dan kami memunggu kedatangan mereka berdua,sambil menunggu kami mulai minum tuak dan tidak lupa sebatang rokok ditangan.
Asyik ngobrol seorang pria mabuk datang dan ajak kenalan kami semua,kami sangat kesal tapi berusaha santai karena pria itu sudah bicara selayaknya orang mabuk.
"Hallo boleh duduk disini"
Ucap pria setengah baya yang berdiri sedikit sempoyongan.
"Kayak mana ya om entar lagi pacar kami datang" Ucap Maya dengan datar.
"Ahk sombong-sombong betul kalian,baru ajak kenalan udah sombong !!" Ketus Pria itu sambil merepek lalu pergi meninggalkan meja kami.
Kam tidak melawan omelan dan clotehan Pria mabuk tersebut,kami tau kalau melawan bakal urusan jadi panjang apalagi pria itu keadaan mabuk.
"May sms Danu suruh cepat datang,aku takut yang lain datang lagi" ucap Desy mulai risau dan takut.
"Ya ya sabar aku sms lagi"
Kata Maya sambil megang ponsel.
Tidak berapa lama sebuah mobil terparkir didepan warung tuak tersebut,terlihat Danu dan Agung turun dari dalam mobil.
"Sayang sini"
Kata Desy melambai Agung dengan riang gembira.
Akhirnya rasa takut kami berubah jadi tertawa dan riang gembira saat Agung dan Danu sudah duduk bersama kami,lalu kami enjoy ngobrol dan minum.
"Buuukk"
Pria yang samperin kami ternyata kesal saat melihat ocehan dan suara tawa kami,iya memukul meja dengan keras.
"Baru cowok seperti gitu aja ditunggu-tunggu cuihh" Kata Pria mabuk itu dengan kesal dan menatap meja kami dengan nanar.
Terlihat Danu mengepal tangan dengan emosi,sedangkan Agung mulai pasang wajah sangar mungkin dia juga kesal mendengar clotehan peria mabuk tersebut.
Aku duduk bersama Danu,sedangkan Desy bersama Agung,Maya terlihat enjoy walau duduk sendirian.
"Wah yang itu engak ada ya pasangannya, aku aja deh" Ujar Pria itu sambil mendekati Maya yang mulai emosi.
Awalnya kami terdiam tetapi pria itu semakin menjadi,kami membiarkan dia berbicara kepada Maya walau Maya tidak menjawab,tetapi pada saat tangan pria itu menyentuh jemari Maya,Danu tidak tinggal diam kini iya berdiri dengan emosi.
"Bbuuukk"
Meja dipukul Danu sehingga gelas jadi tertidur,kami semua terkejut dengan hantaman keras kepalan tinju Danu diatas meja,Gerombolan orang yang duduk didepan kami juga ikut terkejut.
"Sudah-sudah jangan ribut disini,Parman kau sudah berapa kali buat kacau disini,ganggu peminum lain,kalau begini terus jangan minum tempat saya lagi" Ketus seorang Pria tua yang ternyata pemilik warung tersebut.
"Ok-ok maaf saya enggak lancang lagi"
Kata Parman mengalah dan pergi dari warung tuak tersebut.
"Huhuhuuu resexk,kalau resek enggak usah minum" ucap peminum yang lain kepada Parman.
"Waw Danu sangat keren sikapnya tegas,macho sekali buat aku jadi bergetar mirip seperti mantan aku yang pergi entah kemana,ya dia mirip Raju" Batin aku kagum pada Danu.
"Kamu tiak apakan May?, hem lain kali kita minum ditempat aku saja,payah kalau bawa cewek ketempat seperti ini" ucap Danu yang mulai duduk kembali.
"Tidak apa abang,Hehehh makasih ya" Jawab Maya dengan tersenyum.
"Kamu kok diem aja sayang?" Tanya Danu menatap aku penuh arti.
"Duh manggil sayang,jadian aja belum"
Tukas Maya melirik Danu dan Aku.
"Oh eng-enggak apa bang,mulai pusing kali " jawab aku dengan gugup apalagi dengar kata sayang dari pria seperti ini.
"Serrr "
Saat mata Danu memandang aku,sumpah jati ini bergetar,jantung juga tidak mau tenang saat memompa darah,apa karena efek mabuk aku juga tidak tau yang pastinya aku jadi gugup sekali.
"Ayo pulang woi"
Kata Maya sambil mijat dahi sepertinya gadis pendek ini juga mulai pusing.
"Ayo kita pulang"
Tukas Desy berdiri dari duduk dibarengin kami semua juga ikut bergegas pergi dari tempat ini.
Kini Maya diantar pulang kerumah Yongki
sedangkan aku dan Desy pergi bersama Danu dan Agung entah mau kemana aku tidak tauyang pastinya aku juga sudah pusing.
"Duh kok hotel,gak betul ini"
Batin aku yang ragu dan kesal saat mobil Danu berhenti didepan perhotelan.
Agung dan Desy masuk kedalam kamar yang Agung sewa sendiri,sedangkan Danu membawa aku kekamar hotel yang tidak begitu jauh dari kamar Desy dan Agung.
"Kok diam Yun?,sini sama saya duduk jangan jauh duduk kamu" Kata Danu yang duduk ditepi ranjang.
"Maaf abang aku enggak mau gituan dulu,aku lagi enggak mood" Tolak aku yang duduk disofa kamar hotel.
"Sini eggak apa kalau enggak mau,saya enggak maksa kamu kok,sumpah Yunita ,sini cerita-cerita saja" Kata Danu sembil melontarkan senyum kepada aku.
Aku percaya dengan ucapan Danu,kini aku duduk berdua ditepi ranjang dengan Danu,selain tampan pria ini memang baik dia tidak memaksa aku sama sekali untuk begituan.
Danu bertanya tentang hal pribadi kepada aku,karena aku masih keadaan mabuk aku jawab dengan jujur saja pertanyaan Danu tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Panjang ceritanya bang" ucap aku yang mulai membendung air mata.
"Ceritakan saja sayang,aku siap mendengar beban dihati kamu" Kata Danu sambil megang pundak kanan aku.
Aku mulai bercerita tentang Wijaya,lalu kisah Riandi,semua aku cerita dan penderitaan aku yang selama ini aku jalani,sampai aku masuk rehabilitasi juga aku ceritakan kepada Danu,sampai tanpa sadar air mata aku mengalir begitu saja jatuh dikedua pipi ini.
"Sssss jangan cerita lagi dek,abang tidak tahan dengar beban kamu ternyata berat sekali,sudah jangan nangis sayang,kalau Yunita enggak mau dikamar ini bagaimana kita keluar minum jus jeruk supaya mabuk kamu hilang" kata Danu sambil mengusap air mata dipipi aku.
__ADS_1
Danu memang baik dia pengertian sekali kepada aku,dia juga tidak memaksa aku untuk melakukan hubungan badan.Kini aku dan Danu sudah keluar dari kamar hotel untuk pergi jalan keluar mencari udara segara,lalu kami pami kepada Desy dan Agung mereka juga pesan minuman kepada aku dan Danu.
Mobil kepunyaan Danu berjalan menuju pedagang jus yang terletak tidak begitu jauh dari hotel yang kami sewa.Danu memesan empat buah jus.
"Yun mau jus apa sayang?"
Kata Danu yang sudah selesai memarkirkan mobilnya.
"Juss pokat aja bang"
Jawab aku sambil turun dari atas mobil dibarengi Danu juga.
"Bang jus pokat satu, jeruk dua, kueni satu" Tukas Danu saat berdiri didepan warung jus tersebut.
"Sabar ya bang"
Balas pedagang jus yang sudah siap dengan blender dan buah-buahan.
Kini Jus sudah siap dan kami balik lagi kehotel,tidak berapa lama sampai di hotel mobil Danu parkirkan mobilnya didepan kamar Agung dan Desy,aku menunggu didalam mobil sedangkan pria kekar itu keluar untuk memberikan pesanan Jus Agung dan Desy.
Sesaat kemudian Danu keluar dari kamar Agunng dan Desy,Pria ini masuk kedalam mobil dan menatap aku dengan prnuh arti,terlihat Mata teduh Danu saat menatap aku lama sekali buat aku salah tingkah.
Entah kenapa perasaan berdebar yang lama mati kini bangkit kembali disaat dekat dengan Danu,Perlahan Jemari Danu meraih jemari kanan aku membuat diri ini tak kuasa untuk menolaknya.
Mata kontak batin tidak kuasa lagi saat Danu meraih bibirku dengan lembut,membuat aku sangat melayang dan menikmati ciuman pertama kami itu,nafasnya dan wangi tubuh Danu sangat khas sekali sehingga aku jadi berhasrat.
"Sudah berapa lama adek tidak pacaran?"
Tanya Danu saat melepaskan ciuman hangat ini.
"Sudah setahun lebih bang?"
Jawab aku tertunduk mali,terlihat wajah ini merona semu karena Danu begitu dekat disamping aku.
"Sama abang aja ya,abang akan jaga kamu, ya memang abang tidak bisa kasih banyak uang,abang puya kasih sayang yang lebih" Ujar Danu sambil mencet hidung aku yang bangir.
"Hem...kita teman saja ya bang,tapi bisa jiga mesra,aki takut pacaran akrab tidak taunya ditinggal juga" Jawab aku yang masih ragu dengan ketulusan Danu.
"Kalau itu buat kamu nyaman,aku ikut saja"
Sahut Danu tersenyum manis kepada aku.
Jujur aku masih ragu dengan ucapan Danu,tapi lebih baik aku jalani dulu karena aku tidak mau terluka untuk kesekian kalinya,aku juga tidak ingin seperti yang dulu-dulu terjebak cinta buta tanpa berfikir efek sampinngnya.
"Sayang lama juga ya orang Agung,yuk jalan jalan kekafe saja,sambil ngobrol" Kata Danu karena jenuh menunggu didalam mobil.
"Baik,terserah abang saja"
Ucap aku melontarkan sumringah kepada pria yang hangat itu.
Hanya beberapa menit mobil sudah terparkir didepan kafe and resto,aku dan Danu keluar dari mobil lalu jemari Danu meraih jemari aku hendak menggandeng aku sembari jalan masuk kedalam kafe and resto itu,aku makin nyaman jalan sama brimob yang baik hati ini.
Kami duduk berdua saling berhadapan seperti kencan didalam sinetron,tertawa lepas dan bercanda gurau,baru kali ini aku merasakan kencan makan ditempat romantis ini,Danu suku batak campur jawa aslinya dia lahir dikota PS,tetapi karena tugas dikota T ini dia jadi netap disini.
"Dihabiskan dek,entar lagi kita jemput Desy sama Agung" Kata Danu setelah membalas sms dari Agung.
"Iya abang"
Jawab aku lalu melanjutkan makan yang aku pesan sedari tadi.
Mungkin Agung tidak sabar menunggu aku dan Danu menjemput mereka,Ponsel genggam Danu berdering terlihat nama tertera Agung.
"Halloo...,men entar lagi aku jemput,kau lama kali pulanya yang berapa tripnya kalian main?, aku dikafe lewat hotel kita,oh ok kami gerak" Kata Danu sambil mematikan ponsel kepunyaannya.
"Sayang kamu udah siapakan?,kita susul bos disana" ucap Danu sambil berjalan membayar tagihan kekasir kafe.
"Aku duluan ya"
Ucap aku dan melihat Danu anggukan kepala sambil tersenyum.
Kami gerak dengan cepat menuju hotel tadi,terlihat Desy dan Agung terduduk lemas menunggu didepan pintu kamar mereka,lalu aku dan Danu turun dari dalam mobil.
"Ngeri kalian ya,berapa trip kalian,lihat muka kalian udah macam monyet enggak makan"
Kata Danu dengan canda dan tawa kecil.
"Kampret kau men,ayo buruan kita balik" Sambung Agung lalu berdiri dari duduk berjalan maduk kedalam mobil dibarengi Desy juga.
Mobil Danu berjalan cepat menuju rumah Yongki hendak mengantr aku dan Desy,terkadang Danu melirik aku dengan senyumam manis aku jadi kesem-sem.
Sesampai dirumah Yongki terlihat Maya menunggu kami didepan balkon teras rumah Yongki.
"Enak kalian semua ya,mana oleh-oleh buat aku?" Tanya Maya yang melihat Desy turun duluan dari dalam mobil.
"Nih kerupuk mau kau?"
Jawab Desy sambil menyodorkan kerupuk kepada Maya.
"Masa kerupuk,enggak jelas kau"
Sambung Maya dengan manyun.
Kini Desy dan Agung ngobrol dengan Maya dibalkon teras rumah Yongki,sedangkan aku masih didalam mobil bersama Danu.
"Tunggu sayang jangan keluar dulu"
Kata Danu saat aku hendak membuka pintu mobil.
Aku jadi duduk lagi dijok samping setir mobil ini,ternyata Danu mengeluarkan dompet dan memberi aku sejumlah uang,awalnya aku menolak karena merasa tidak enak dan lagian aku tidak tidur dengan Danu,kenapa pria ini baik kasih aku uang yang jumlahnya lumayan banyak,Karena Danu memohon akhirnya aku menerima uang tersebut dari tangan pria kekar ini.
"Hari minggu abang jemput adek ya,kita jalan lagi sayang" Ucap Danu sambil membelai rambut aku.
"Iya bang,terima kasih ya"
Jawab aku sambil meletakkan uang didalam saku celana.
Binir Danu yang merah nan kecil kini hinggap lagi untuk kedua kalinya,aku melayang saat merasakan kecupan hangat dari Danu,perlahan kening ini juga dikecup mesra oleh pria yang super ganteng ini.
Karena sudah larut malam setelah bermesraan dengan Danu terlihat Agung masuk kedalam mobil,lalu aku keluar dari mobil dan mereka pamit untuk pulang.
Sampai kedalam kamar aku habis diledeki Maya dan Desy,mereka lagi berbaring diatas kasur sedangkan aku hendak pakai baju tidur.
"Cie enaklah kau Yun dapat Danu, dia itu baik dek,tidak pelit, iseng-iseng aja sama dia ya,jangan kau jatuh cinta soal orang kayak gitu mana mungkin menikahi kita,betul enggak Des?" ucap Maya dan menatap Desy.
"Iya mbak,mudah-mudahan aku enggak goyah dan gak sakit kayak dulu-dulu " Jawab aku sedikit patah semangat.
"Nah gitu dong,kita udah pernah tersakiti, sekarang buat motto hidup kita,iseng-iseng sajalah pacaran biar jangan sakit hati " balas Desy dengan serius.
"Iya mbak"
Jawab aku yang kini sudah menukar pakaian.
"Benar kata Desy dan Maya aku enggak boleh jatuh cinta sama brimob itu,karena mana mungkin pria yang bertitel menikahi aku yang tidak tamat sekolah ini" Batin aku yang sudah mundur dengna perasaan ini.
Aku jadi dapat wawasan serta pengalaman baru bersama Desy dan Maya serta waspada terhadap semua lelaki,Desy masih berstatus gadis tapi tidak perawan,Desy sama seperti aku tidak perawan lagi beda dengan Maya yang janda tidak mempunyai anak.Desy juga seumuran dengan Maya jadi aku lebih muda dari mereka berdua.
__ADS_1