
Hari sabtu akhirnya datang juga dan kami akan show kedaerah bernama lima puluh lewat lagi nama perkampungan petatal.
Tuan rumah yang pesta meminta biduan lima orang sementara kami cuma ada empat terpaksa Yongki mengambil biduan
keyboard lain,alias biduan cabutan.Mobil Truk didepan tidak muat membawa semua biduanita,aku,Desy dan Maya masih duduk menunggu jemputan.
"May...,telfon aja Danu sama Agung,siapa tau mereka tidak piket" Kata Desy dengan ide barunya.
"Wah encer juga otak kamu Des,ok aku akan telfon" Sahut Maya yang bingung sedari tadi.
"Hallo bang,abang enggak piket?,wah kebetulan bang,ikut kami dong show udah lamakan enggak gabung dikeyboard,ok bang kami tunggu" Kata Maya dengan girang sambil menutup telfon genggam.
"Gmana May?, dia mau kan?"
Kata Desy disaat melihat Maya yang girang sekali.
"Mau dong apa lagi ada Yunita,pasti cepat dia datang Hahahah" Jawab Maya yang melirik aku dengan senyum bahagia.
"Wah aku jadi tumbal"
Gumam aku saat melirik Maya yang girang bersama Desy.
"Yes-yes,aku bisa ketemu Agung Heheh"
Ucap Desy sangat bahagia.
Truk yang membawa peralatan keyboard dan laudspecker serta biduanita lain sudah berangkat terlebih dahulu,sementara aku dan Maya serta Desy menunggu kedatangan Danu yang akan menjemput kami.
Tengah hari ditambah panas terik kami masih menunggu kedatangan Danu,terlihat Desy saat menoleh kedepan sebuah mobil berhenti didepan pagar rumah Yongki.
"Hai cewek-cewek, come on beibeh" Kata Danu membuka kaca jendela mobil.
Dengan langkah kaki cepat Maya dam Desy masuk kedal mobil ambil duduk dibangku belakang,sedangkan aku sudah duduk disebelah supir.
"Wah Yunita kamu cantik hari ini sayang" ucap Danu kagum saat aku memakai mini dress.
"Cie-cie udah akrab,enaknya"
Ledek Desy saat duduk disebelah kanan Agung.
"Hem kamu nakal ya Des"
Kata Danu melihat Desy dari kaca Spion tengah mobil,aku diam sambil tertunduk malu dengan senyuman terukir dibibir.
Danu Fokus nyetir sedangkan aku terkadang melirim pria tampan ini,terlihat Desy bemesraan dengan Agung tanpa rasa malu dilihat Maya yang tidak mempunyai pasangan didalam mobil tersebut.
"Anjritt dihotel sana !!,kau pikirnya aku tembok duduk disebelahmu?" ucap Maya sambil mendorong bahu Desy.
"Haahaha kasihan dech lu,mangkannya cari cowok kau yang satu kota" Tukas Desy dengan wajah kecut.
"Entar aku cari,kalau ada lesbi lain juga boleh biar kau puas" Kata Maya yang sudah kesal sedari tadi.
"Hahahah kok kerang yang kau cari May?, masih banyak pisang berjejer May ?" Tukas Desy yang mengejek Maya.
"Hemm jangan ribut kita udah mau sampai"
Sambung Agung dengan tersenyum.
Sesaat kemudian akhirnya kami sampai juga ketujuan,walau dua jam perjalanan tidak terasa bagi kami apalagi naik mobil pribadi beda kalau naik Truk keyboard.
Didalam pesta pernikahan tuan rumah kasih jatah rokok untuk para biduan dan pemain keyboard,tidak lupa juga minumam keras terletak dibelakang pentas keyboard.
Danu dan Agung setia menunggu aku dan Desy,takut boring dua pria ini minum dibelakang pentas sambil menikmati musik.
"Kali ini pakai ini Yun,permintaan tuan rumah" ucap Maya kepada aku sambil melemparkan baju sexy.
"Hah kok lebih parah bajunya dari kemarin mbak?" Ucap aku terkejut melihat Baju seperti Bra dan celana hanya menutupi area sensitif.
"Permintaan tuan rumah,biduan kita ada lima orang,ya harus sexy" Jawab Desy sambil menghembus nafas panjang.
Aku sebenarnya tidak ikhlas pakai baju ini,
baju seperi bra pakai manik-manik dan celana manik seperti memakai pakaian dalam,tapi aku coba saja sudah terlanjur.
Semua biduanita muncul berjalan keatas pianggung dengan baju yang super sexy,dada aku yang montok jadi terlihat separuh,Saat kau berjalan mata liar tidak lepas menatap aku dengan penuh hasrat.
Dani melihat aku dengan nanar entah kenapa aku tidak tau,apalagi saat aku naik keatas panggung karena giliran aku bernyanyi.
"May,kalian kok pakai yang begini engga bisa lebih panjang dikit kostum kalian?" ucap Danu dengan kesal.
"Gimana ya bang,permintaan tuan rumah tidak mungkin kami menolak" Jawab Maya sambil garuk kepala padahal tidak gatal,Maya bingung saja menjawab pertanyaan Danu karena terlihat Wajah Danu yang pasang muka seram.
"Kalau pakai pakaian begini akan mengundang mata laki-laki jadi jahat,aku yakin entar jadi ribut" ucap Danu dengan tegas.
"Baguslah rusuh biar musik berhenti terus usai deh" sambung Maya karena sebenarnya dia juga risih memakai kostum super sexy.
"Hemm"
Danu mendengus kesal dan mendehem saja.
Aku mendengar perkataan Danu walau Danu dan Maya duduk dibawah panggung,aku baru tau kenapa Danu menatap aku kesal begitu karena pakaian ini ternyata.
Jam sepuluh malam segerombolan lelaki sudah ramai berdiri didepan pentas,mereka seperti lalat yang menghinggapi bangkai, ramai sekali seperti show artis papan atas, maklum kampung ini pelosok sekali jadi hiburan begini mereka anggap liar biasa.
Kami semua tampil bergoyang iringan,ada yang ngebor ditiang pentas,ada yang ngebor jongkok,ada yang khayang-khayang,termaksud kau yang ngebor didepan pentas.
Secara tiba-tiba jemari seorang lelaki hendak memijat bagian dada aku,aku mengelak dengan panik ternyata Danu memperhatikan aku dan lelaki muda tersebut,karena belum disentuh dada ini Danu terdiam saja sambil mengepal tangan dengan menahan emosi.
Malam semakin larut kami masih saja berjoged musik remix disco,para pria sudah mulai terbawa suasana dan mabuk karena menenggak minuman keras yang mereka beli sendiri,semua Pria ingin naik keatas pentas dan ingin ikut goyang bersama kami,aku lengah sebuah tangan memijat kuat dada aku.
"Adaw sakit,tangan kau lancang !!"
Ketus aku sambil mendorong pemuda gatal itu.
Terlihat Danu dia naik keatas pentas lalu Danu mendorong keras pemuda itu sampai jatuh kebawah panggungitu,tidak terima temannya didorong hingga terjatuh pemuda satu lagi ikut mendorong Danu dan aku,seketika aku jendak jatuh tapi dengan cepat lengan Danu menarik lengan aku.Tetapi apa daya aku sudah terpleset jatuh kebawah panggung.
"Ahkk aw tolong !"
Teriak aku sembari kesakitan diarea dengkul dan lengan.
Semua pemuda yang begitu banyak tidak perdulikan aku yang jatuh malah mereka ingin menjamah aku,dengan cepat Danu melompat dan menarik lengan kau supaya berdiri,setelah aku berdiri kini Danu mencari pemuda yang mendorong kami berdua.
"Adek sini dulu ya"
Ucap Danu kepada aku,lalu lihat sekeliling mencari pemuda jahat tadi.
Aku hanya menganggukan kepala dibelakang tubuh Danu,semua mulai tambah rusuh dan riuh apalagi Maya dan Desy serta biduanita lainnya juga hendak dijamah para penonton yang sudah terbawa minuman keras tersebut.
"Stop-stop !!"
Kata tuan rumah kepada semua pemuda kampung itu,seketika musik remix berhenti karena suasana sudah tidak nyaman lagi.
__ADS_1
Mata Danu yang liar mencari pemuda itu akhirnya ketemu lagi berdiri didekat tiang panggung,dengan penuh emosi bogeman mentah mendarat kepipi pemuda itu.
"Bukk pakk bugh pakkk plakk" kepalan tangna kekar Danu membuat pemuda itu jatuh dan pingsan.
Semua jadi marah dan melihat kejadian Danu memukul pemuda itu,semua ingin membalas Danu tetapi Agung dan Yongki datang melerai serta tuan rumah juga sudah marah besar.
"Kalian dikasih hiburan kok buat onar, ahk gak enak cara kalian,udah enggak usah lagi ada music" Ujar Tuan rumah berbicara diatas panggung dengan mikropon.
Pemuda kampung mengacuhkan perkataan tuan rumah,malah mereka semakin marah karena musik dihentikan,keadaan semakin genting massa malah datang ingin mengobrak-abrik panggung dengan cepat Yongki dan Agung menyelamatkan biduanita.
Agung melarikan Desy dan Maya masuk kedal mobil Danu,sedangkan Danu menarik lengan aku dan kami berlari juga masuk kedal mobil,Massa sudah menghancurkan panggung,dengan cepat juga keyboard diselamatkan pekerja sound system alias rodes.
"Ciiiieet"
Danu dengan cepat gas mobil menuju jalanan besar dan pergi dari kampung tersebut,didalam mobil kami menghapus keringat yang sempat mengucur karena takut bercampir emosi.
"Ahk ngeri benar tadi"
Kata Agung dengan mengacak rambut.
"Habis dada aku dicolek,dipencet, anu aku juga diobok-obok" Sambung Maya geleng kepala.
"Samalah,resek juga ternyata show disini" sambung Desy hembus nafas panjang.
"Sayang enggak apakan?,ada yang luka?" Kata Danu dengan nada khawatir.
"Aku tidak apa bang"
Jawab aku dengan elus bahu kiri Danu.
Mobil terus berjalan dengan kecepatan tinggi hingga dua jam sampai dirumah Yongki,ternyata Yongki sudah sampai terlebih dahulu,aku dan Maya serta Desy turun dari mobil,kami bertiga melihat mata Yongki menatap nanar kami.
"Gimana sih cara kerja kalian,bisa rusuh seperti tadi !?, gini kalau bawa cowok dari luar melihat kalian dipegang-pegang langsung cemburu main pukul saja !!" ketus Yongki dengan api emosi.
"Bukan gitu pa mereka udah mabuk semua" Kata Maya merasa tidak terima dengan ucapan Yongki.
"Kalian itu digaji bukan berarti mengeluh !!!"
Ketus Yongki yang masih terbawa emosi.
"Papa jangan gitulah kami juga udah capek nyanyi, joged lagi masak enggak dihargai sama mereka" Sahut Desy juga tidak terima ucapan Yongki.
"Hari yang sial,karena kalian bayaran dipotong sama tuan rumah,kalian enggak profesional,gaji kalian hari ini dipotong !!" ketus Yongki lagi kepada aku dan Maya serta Desy.
"Janganlah,kami capek lho,kami enggak mau lagi kalau gaji kami dipotong" Balas Maya dengan wajah bersedih.
"Usir juga cowok kalian yang didepan itu !" Emosi Yongki kian menjadi saat melihat Danu dan Agung berdiri sambil menyandarkan punggung dipagar rumah Yongki.
Danu yang sedari tadi menahan emosi dengan ucapan Yongki,kini Danu menerobos masuk kedalam balkon teras untuk bertatap muka dengan Yongki.
"Pak mereka manusia bukan robot,mereka harus dihargai,mereka capel lho pak!!, kalau bapak paksa terus mereka lalu terluka bapak mau tanggung jawab !!, lihat Yunita itu dibawah umur emang ada apa-apa bapak mau tanggung jawab hah !!" Bentak Danu sambil menahan emosi.
"Iya benar itu pa,kalau papa gini mending kami keluar aja" Ancam Maya dengan nada tegas.
"Terserah kalian yang penting gaji dipotong ingat itu dan pria ini tolong kau tidak usah kesini dulu,ikut campur saja" ucap Yongki sambil mendengus kesal.
"Ok aku akan pergi,ayo cewek-cewek ikut makan sama aku,biar aku yang bayar juga gaji kalian yang dipotong,enggak hargai kali keringat orang" Ketus Danu sambil menarik jemari aku menuju mobil.
Yongki terdiam dan melihat aku dan Maya serta Desy barengan masuk kedalam mobil,lalu kami semua pergi meninggalkan rumah Yongki.
"Gila bos kalian ya sudah macam boneka kalian dibuat,sementang tinggal dan makan gratis dirumahnya jadi semenah-menah" ucap Agung juga tidak suka dengan perbuatan Yongki.
"Iya kami enggak habis pikir,papa Yong sebenarnya baik,mungkin dia hanya emosi karena dipotong tuan rumah pembayaran keyboard" Sambung Desy nada membela kepada Yongki.
Aku diam saja jadi pendengar mereka,karena merasa aku yang paling muda diantara mereka,aku juga bersyukur ada Danu yang menolong aku tadi,kalau tidak entah apa yang akan terjadi pada aku kemungkinan aku bisa mati berdiri dijamah pemuda kampung tadi.
"Trima kasih Danu,kau pahlawan aku"
Batin aku dengan senang hati,buliran benih cinta mulai tumbuh disanubari ini tetapi aku berusaha sembunyikan dari Danu.
"Kau mau kaman May?"
Kata Danu saat kami sampai dikota T.
"Eh antarkan aku kehotel ya,akhiang disana"
Jawab Maya yang sibuk dengan ponsnya, sepertinya Maya sudah Sms pacarnya itu.
"Ok May,kalau kalian mau kemana ?" ucap Danu meliha Agung dan Desy dari kaca spion tengah mobil.
"Kehotel juga,aku udah ngantuk,iyakan sayang?" Tukas Desy sambil menyandarkan kepala dipundak Agung.
"Kita kemana sayang?"
Tanya Danu sambil mengacak rambut aku.
"Cie-cie ikut aja sama kami,lagian Maya enggak pulang kerumah, yunita mau kemana coba " Sambung Desy dengan tersenyum kecil.
"Serah abang mau kemana,aku ikut- ikut saja " Ucap aku dengan nada malu-malu.
"Ok sayang"
Danu putar arah mengantar Maya terlebih dahulu dan setelah itu mobil berjalan lagi menuju hotel lain karena hotel Maya dan Akhiang berbeda.
Setelah sampai hotel yang kemarin pernah kami singgahi Desy dan Agung langsung masuk kedalam kamar,mereka terlihat memang sangat lelah,sedangkan aku dan Danu masuk kedalam kamar bersebelahan dengan kamar Agung dan Desy.
"Dek enggak apa tadikan?, ada yang luka coba abang lihat" Kata Danu yang duduk ditepi ranjang sembari melihat lengan aku yang licet sedikit.
"Kayaknya punggung aku juga luka bang,karena baju aku gitu jadi semua pada licet" jawab aku meringis kesakitan saat luka ini ditiup Danu.
"Coba abang lihat ?"
Sahut Danu sambil membalikan badan aku,dan melihat area punggung aku.
Kini aku membalikan badan membelakangi Danu,hati ragu sedikit ketika aku membuka baju sexy ini yang terbungkus jaket sebelumnya.
"Banyak betul licetnya,tunggu ya dek abang kedalam mobil ambil kotak p3k" Kata Danu dengan tergesa-gesa keluar dari kamar tersebut.
"Iya bang,aku enggak repotin kamu kan?"
Sambung aku sembari menutup area dada hanya punggung aku yang telanjang.
"Enggak sayang"
Jawab Danu sembari menutup pintu kamar lalu berjalan menuju parkiran.
Pemuda tampan itu mengambil kotak P3K yang terletak dilaci mobil depan,setelah itu Danu kembali masuk kedalam kamar ingin mengobati luka aku.
"Aduhh-duh perih juga ya bang" ucap aku sambil meringis disaat luka aku dibubuhkan antiseptik.
"Mangkannya dek udah abang bilang bajunya yang wajar saja,jaga harga diri sayang , walau kerja begini,kasihan kalian,adek juga manusia lho bukan robot" Tukas Danu yang masih mengobati luka aku.
__ADS_1
Perkataan Danu menusuk relung hati ini,memang ada benarnya juga aku sampai bendung air mata karena sepahit inikah cari pundi-pundi recehan?.
"Iya bang aku enggak mau gini,tapi permintaan orang yang punya pesta" ucap aku dengan berusaha membendung air mata.
"Sssst kan,sudah jangan mewek sayang" ucap Danu karena aku tidak kuasa lagi menahan air mata ini,seketika pemuda itu memeluk aku dengan erat.
Danu masih memeluk aku walau aku tanpa memakai baju hanya terbalut bra saja,jantung ini berdegup kencang sekali,aku belum tau hasrat dan hati Danu bagaimana dengan aku.
"Ayo sekarang tidur dek,adek aku lihat lelah sekali,abang janji enggak sentuh adik apalagi memaksa" Ujar Danu sambil mengelus rambut aku.
"Disentuh juga enggak apa bang"
Kata aku mulai membuka hati pada Danu.
"Jangan menggoda ya,nakal kamu"
Sambung Danu yang mulai membaringkan badan diatas kasur.
Aku dan Danu akhirnya memutuskan tidur,memang Danu tidak menyentuh aku sedikitpun hanya kecupan yang iya berikan,Danu sangat perhatian,baik dan tidak suka memaksa keinginannya sendiri,jujur hati ini mulai tersentuh.
Tetapi aku mengingat perkataan Desy dan Maya,aku tarik lagi rasa cinta yang mulai tumbuh dihati,aku tidak boleh jatuh cinta,
tapi kalau cara Danu memperlakukan aku begini,wanita mana ang tidak jatuh cinta?.
Aku gelisah untuk tidur,saat aku membuka mata terlihat wajah super tampan itu lagi tertidur lelap,alisnya yang tebal membuat aku mengelus alis tersebut tanpa sadar.Aku juga sentuh lembut bibir nan mungil kepunyaan Danu.
Saat aku sentuh hidung bangir Danu jemari ini ditangkap oleh jemari Danu,mata bulat itu membuka dan menatap aku dengan penuh pesona.
"Kenapa sayang, kok enggak tidur?" ucap Danu dengan kernyit dahi dan pergelangan tangan kiri aku masih dipegang tangan kanan Danu.
"Eng-enggak bisa tidur"
Jawab aku dengan gugup dan menarik lengan kiri aku.
Danu kini terduduk dari tidurnya dan melihat aku dengan melontarkan senyuman manis,aku memberanikan diri memberikan sebuah kecupan dibibir Danu,pemuda itu menyunggingkan senyuman dan malu karena perbuatan aku walau sebenarnya aku gugup sekali.
Entah kenapa akhirnya aku dan Danu melakukannya dengan suka sama suka,rasa takut untuk mencintai pria lagi kini menggebu kembali karena perhatian dan kasih sayang dicurahkan Danu.
---------------------------------------------------------------
Panas terik mentari menyengat kulit manusia disaat beraktifitas,lain dengan aku dan Danu yang masih terlelap diatas kasur tanpa busana,mungkin kami berdua sangat lelah setelah melakukan hubungan intim.
"Tok....tok...tok"
Suara pintu diketuk seseorang dari luar pintu kamar hotel kami,aku sedikit mendengar suara ketukan itu tetapi kau mengabaikannya karena malas bangkit dari kasur empuk ini.
"Woii bangun....,bangun,kami lapar oik,yang berapa tripnya kalian sampai lama bangun?"
Terdengar suara Agung dari luar pintu.
Mendengar suara Agung yang ternyata mengetuk pintu kamar,aku dan Danu tersentak dan duduk diatas kasur,Danu melihat Arloji yang terletak diatas meja ternyata sudah pukul sebelas siang.
"Bising kali kalian,ganggu orang enak saja !"
Tukas Danu yang sudah membuka pintu kamar.
"Kalian apa enggak lapar ?,apa enak makan cinta aja,ayo makan !" Seru Agung yang sudah menahan lapar sedari saja.
"Capek kali aku,aku yang terus bawa mobil kaulah yang bawa mobil gantian,lagian nanti malam aku piket" Balas Danu merasa lelah sambil terduduk disofa kamar.
"Anjirr....,ok ayolah aku yang nyetir,orang Maya juga menunggu kita" Ujar Agung mengambil kunci mobil yang terletak diatas meja.
Desy dan Agung kini sudah menunggu didalam mobil mereka berdua duluan, sedangkan Maya dan Akhiang sudah menunggu didepan hotel juga.Sementara aku dan Danu beres-beres masih didalam kamar.
"Sayang makasih ya tadi malam,akhirnya kamu peracaya sama aku" Ucap Danu yang memeluk aku dari belakang disaat aku memakai lipstik didepan cermin.
"Sama-sama sayang"
Jawab aku sambil terpekik geli disaat Danu kecup mesra leher belakang ini.
"Muaachh"
Danu kecup lagi mesra dan hangat pipi ini,jujur aku sangat bahagia atas perlakuan Danu yang romantis dan mesra.
Aku dan Danu kini melangkah menuju parkiran mobil,lalu kami berdua masuk kedalam mobil duduk dibangku belakang, sedangkan Agung dan Desy duduk didepan karena kali ini Agung yang menyetir mobil.
"Maakan dimana kita bro?"
Tanya Agung sambil fokus menyetir.
"Adek ingin makan apa sayang?"
Danu malah bertanya dengan aku.
"Kepiting"
Jawab aku dengan tersenyum malu disaat Danu merangkul aku dari samping.
"Hahhaahah enggak salah dengar kami Yun , nanti makan itu kau horny lagi" Sambung Desy mulai meledek aku.
"Eeh cewek aku ini ganas kali lho,aku aja kewalahan tadi malam,biar tau kalian" Ucap Danu sambil mencet hidung aku.
"Abang ini bongkar- bongkar rahasia kita saja" Sahut aku merasa malu kepada Desy dan Agung.
"Lahkan memabg uya sayang kamu ganas,aku tambah sayang" Ucap Danu sambil kecup mesra pipi aku.
"Cie-cie udah akrab banget ya,sayang Agung aku juga mau kayak mereka" Kata Desy sambil meletakkan kepala dibahu Agun.
"Matamu itu,kau enggak lihat aku lagi nyetir" balas Agung kernyit dahi.
"Ahhahaah kasihan deh lu"
Ucap Danu tertawa renyah melihat Desy cemberut seperti jeruk purut.
Sebenarnya Danu dan Aku merasa geli hati melihat cara pacaran Desy dan Agung,sebenarnya Agung tipe cowok zaim dan dingin jadi tidak suka menunjukan kemesraan didepan umum.
Agung menginjak pedal rem mobil disaat sampai parkiran sebuah restoran seafood,lalu kami makan sambil menunggu Maya yang sudah jalan lebih dulu karena kelamaan tadi menunggu kami.
Setelah makan siang berlalu kini Danu yang mengambil alih setir bergantian dengan Agung,kini mobil menuju rumah Yongki yang ternyata sudah meminta kami puoang kembali,mana bisa Yongki kehilangan sekaligus biduanitanya.
Sesaat kemudian mobil sudah sampai didepan pagar rumah Yongki,Agung Dan Desy keluar lebih dulu dari dalam mobil,disaat aku ingin keluar dari mobil Danu menarik pergelangan tangan kanan aku dan kau tidak jadi keluar dari mobil.
"Dek ini sayang,tapi kamu jangan negatif ya, untuk uang jaga-jaga adek,oh iya kasih juga Maya sama Desy semalam abangkan udah janji pada mereka, udah abang lainkan sayang uang khusus buat kamu" Ucap Danu sambil mengeluarkan tiga amplop dari dalam tas sandang itu.
"Makasih ya sayang"
Sambung aku dengan senyum bahagia dan memeberikan sebuah kecupan dikedua pipi Danu yang tampan.
"Jangan macam-macam ya sayang"
Tukas Danu saat melihat aku keluar dari dalam mobil,Aku hanya anggukan kepala sambil melontarkan senyum manis kepada Danu.
__ADS_1
"Tuhan gimana aku tidak jatuh cinta,kalau perlakuan ini sudah sangat berlebiham untuk aku" Batin aku menjerit menahan rasa cinta ini disaat aku berjalan masuk kedalam rumah Yongki.