
Prima masih diposisi yang sama berdiri berhadapan dengan aku dan menyokong kedua tangan ditembok ini,aku yang ditengah masih mematung dengan kaku.
"Jangan menggoda aku,mau kamu apa sebenarnya?" kata Aku dengan heran.
Prima diam saja tidak lepas menatap wajah aku,malah kini Prima mencuri bibir aku,aku terkejut sekali sembari pegang bibir aku yang bekas dicium Prima.
"Plaaakk"
Tanpa sadar tangan kiri ini menampar wajah Prima yang mulus,Prima terkejut dan memgang pipinya terasa panas.
"Kenapa cium sembarangan?"
Aku dengan mata berkaca menatap nanar Prima.
"Orang yang aku suka adalah kamu"
Prima tidak marah dengan tamparan tangan aku malah meraih jemari kanan aku.
"Tatapan nya Tuhan aku enggak sanggup,tolong Tuhan jauhkan aku dari dia,aku tidak mau jatuh cinta lagi,cukup yang dulu-dulu" Batin aku berkecamuk dilema.
"Aku trauma pacaran Prim,kamu jangan suka aku" Aku buang muka yang masih berdiri dihadapan Prima.
"Aku tau kamu pasti suka aku,aku tau itu setiap aku lewat kamu pasti melihat aku,aku tau tapi pura-pura tidak tau,tolong Yunita aku suka kamu dari pandangan pertama" Kata Prima berwajah sendu.
"Aku tidak mau jatuh cinta lagi,aku mohon" Kata ali dengan cemas.
"Taku apa?,mari kita pacaran,aku enggak aneh- aneh kok,aku bukan orang jahat,mohon trimalah cintaku ini" Ujar Prima pasang muka memelas.
"Maaf ya Prima aku cuma kagum pada dirimu,untuk saat ini aku mau sendiri" Jawab aku dengan melirik wajah Prima saja.
"ku tunggu jawaban kamu besok,Aku tau dari sorot matamu yun pasti kau suka aku,maaf ya aku lancang tadi cium kamu" Kata Prima menatap hangat kepada aku.
"Besok kau tunggu aku dikantin sekolah,aku akan beri jawabannya untuk kamu" aku kernyit dahi sembari berfikir keras.
"Ok...,aku antar kamu ya"
Kata Prima langsung meraih jemari aku,kini aku sudah jalan berdua dengan Prima menuju Bus sekolah.
Primanda mengantarkan aku sampai kedepan Bus,lalu aku naik dan masuk kedalam Bus,sementara Primanda menunggu diluar Bus sampai Bus berangkat menuju kampung.
"Woi ganteng kali lihatlah siapa yang dilambai nya?" salah satu cewek melihat Primanda dari dalam Bus.
"Yun...,Yunita ih sombongnya,aku nampak kau tadi diantar cowok itu" Kata Wati yang sedari tadi lihat aku.
"Wati...,ya Allah aku enggak tau kau ada disini,gimana kabar kamu sama Ndar?" Aku memeluk Wati dengan hangat.
"Itu tadi pacar baru kau?,akhirnya kau bisa move on dari Raju" Wati memukul manja bahu aku.
"Dia teman aku,bukan pacar Wati"
Kata aku sembari ambil tempat duduk tengah bersama Wati.
"Ahk matanya saja natap kau kayak suka gitu, gimana sekolah baru kamu enak?" Tanya Wati yang duduk sebangku dengan aku.
"Enak..cowok ganteng juga banyak disana,kalau kau satu sekolah sama aku pasti kau jadi betah" Kata aku sambil cubit pipi Wati karena gemas.
"Enak kali dirimu Yun"
Wati tersenyum Sembari melihat isi tasnya.
"Wat...aku kangen gabung kalian,kapan-kapam kita ngumpul bareng lagi ya" Kata aku memasang wajah sedih.
"Gampang itu bisa diatur,kabari saja kalau ketemuan" Kata Wati duduk bersandar karena lelah.
Bus terus berjalan menuju kekampung,karena rumah Wati lebih dulu akhirnya Wati turun dan pamit kepada aku,sedih rasanya tidak bisa gabung lagi dengan Wati dan Indar.
--------------------------------------------------------------------
*Esok Harinya*
Prima menunggu aku didepan kelas saat istirahat kedua,Prima menjadi pusat perhatian murid perempuan didalam kelas semua tampak berbisik.
"Kalian jadian ya,ciee..."
Risda menggoda aku sambil barengan jalan kedepan pintu kelas kami.
"Dia udah nembak aku,tapi aku belum terima" Sambung aku berbisik kepada Risda karena hampir dekat pintu kelas.
"Terima aja dia baik,ganteng lagi salah nya dia enggak mau sama aku Heheheh" balas Risda cengengesan.
"Ahk kamu ada-ada saja"
Kata aku sambil tersenyum kepada Risda.
Prima dan aku kini berjalan menuju kantin sekolah dibarengi Risda yang mengikuti kami,sesampao dikantin Primanda mengambil tempat duduk dipojokan.
"Gimana jawaban kamu?"
Kata Prima tidak sabar dengan keputusan yang aku berikan.
"Sabar ya..entar pulang sekolah"
Sahut aku sambil tersenyum kepada Prima,aku sebenarnya ingin bicara dan menjawab tetapi aku malu karena ada Risda.
"Ayo kita makan"
Kata Primanda karena melihat pesanan sudah terletak diatas meja.
Teman Prima datang lalu kami berkenalan dengan temannya itu,dia bernama Iyan,Iyan adalah cowok tinggi berbadan tegap,bibir sedikit jatuh dia tidak tampan tidak jelek,wajah Iyan sedang-sedang saja.
Terlihat Fitri masuk kedalam kantin dengan Wajah masam,aku menatap Fitri tapi dia membalas tatapan sinis seperti tidak suka kepada aku.
"Sok kecantikan,hitam saja sombong cuih"
Ternyata Risda memperhatikan Fitri juga.
"Biarin saja Ris,lagian kita enggak gabung dia lagi" Balas aku dengan tersenyum.
"Dimakan lho"
Kata Prima yang merasa risih karena kami lagi gosip.
Mata Prima tidak lepas memandang aku,Risda menyenggol lengan kiri aku,aku langsung mengerti maksud Risda,aku tersenyum malu saat Prima melontarkan senyum yang indah.
"Ya Allah tampan sekali,getaran ini terasa
sampai kehati aku,gimana ini?" aku bertanya terus didalam hati,antara trima cinra Prima atau menolaknya.
"Yun nanti pulang kemana?"
Risda membisikan ketelinga aku dengan manja.
"Belum tau Ris,aku belum tau Prima bawa aku kemana" Kata aku bersuara samar.
"Kapan-kapan kau mainlah kerumah aku" Risda melirik Iyan yang diam saja menikmati bakso diatas meja.
"Boleh Ris"
Aku tersenyum memperhatikan Risda yang melirik Iyan terus.
Selesai jam istirahat Prima mengantar aku menuju kelas,sedangkan Risda pendekatan dengan Iyan.Aku berharap mereka berdua jadian.
"Aku tunggu jawaban kamu sayang"
Prima berbisik pada aku saat sudah didepan pintu kelas.
Aku tidak menjawab ucapan Prima,malah tersenyum malu dan langsung masuk kedalam kelas,Prima pergi menuju kelasnya jiga yang terletak dipojok halaman sekolah.
"Panggil sayang Aw"
Hati ini serasa melayang entah kenapa aku jadi bahagia seperti mendapatkan lotre.
Setelah pelajaran terakhir selesai aku keluar dadi kelas menuju gerbang sekolah,semua murid berhamburan,terlihat ramai didepan gerbang sekolah tapi aku lihat hanya satu yang bercahaya.
"Ya Tuhan dia pakai topi gantengnya"
__ADS_1
aku gumam sambil terkagum melihat sosok Primanda yang klop dengan topi merahnya,sehingga menyatu dengan kulit wajahnya yang putih susu.
"Kita mau kemana?"
Kata aku dengan malu-malu saat dihadapan Prima yang tersenyum manis.
"Kita kesana,ayo entar kamu juga tau"
Kata Prima sambil berdiri menunggu angkutan umum lewat.
Aku diam saja langsung naik kedalam angkot tersebut bersama Prima,sampai dipersimpangan angkutan itu berhenti,lalu kami turun keluar dari dalamnya.
"Bah...ada ya simpang neraka dikota ini"
Aku melihat papan tertulis nama simpang tersebut saat berjalan barengan Prima.
"Enggak tau,entah siapa yang menciptakan nama simpang ini,Yuk kita kesana" Prima meraih lengan aku dan membawa aku kesuatu tempat sepi.
Ternyata rumah karyawan yang tidak berpenghuni ada disini,aku dan Prima duduk diteras depan rumah kosong tersebut.
"Gimana jawaban kamu, mau jadi pacar aku?" Prima sudah tidak sabar betul dengan jawaban aku.
Aku terdiam sekelak sambil malu-malu,Prima menyandarkan kepala dibahu aku membuat jantung aku semakin kencang berdetak.
"Aduh Tuhan jauhkan aku dari godaan ini,jangan biarkan aku jatuh cinta lagi,tapi kenapa aku mau saja diajak jalan cowok bermuka timur tengah ini" Batin aku menjerit antara menolak atau mau.
"Kenapa tidak jawab,aku tanya sekali lagi"
Kata Prima menatap aku dengan wajah sendu seperti berharap.
"Iy-iya"
Bibir ini entah kenapa menjawab kata itu padahal aku masih Ragu tapi kenapa dengan gampang aku memberikan jawaban ini,sampai tadi malam juga tidak tidur nyenyak.
"Yes..makasih ya"
Prima kegirangan langsung berdiri dari duduk dan menatap aku dengan penuh cinta.
"Aku panggil sayang boleh?"
Kata Prima dengan girang dan senyum lebar.
"Boleh,tapi lihatin aku jangan gitu buat aku malu" Sahut aku dengan menundukan kepala.
"Ayo kita jalan lagi sayang,habis itu aku antar kamu menunggu bus sekolah" Ujar prima dengan semangat sekali.
"Ayo"
Aku beranjak dari duduk dan mengikuti kemauan Prima kemana saja,Prima seperti magnet mau kemana saja aku pasrah mengikuti dia.
Kekota berjalan kaki kami sudah bahagia,perlahan jemari kanan Prima meraih mesra jemari kiri aku,aku tertunduk malu dan tersenyum sambil berjalan.
"Baru ini aku pacaran sama seumuran,ternyata juga indah,apa karena kami sama-sama remaja?" Batin aku dengan bahagia saat jadian dengan Prima.
Kini aku jadi perempuan labil uang tidak bisa menahan godaan untuk jatuh cinta lagi,aku tidak perduli dan tidak ingin menipu perasaan aki sendiri,saat ini memang jujur aku mulai jatuh cinta kepada Primanda.
"Sayang makan bakso yuk"
Langkah kami terhenti saat Prima memilih diwarung nongkrong dengan aku.
"Boleh...Sayang"
Aku mulai berani memanggil dia dengan ucapan itu.
Tukang bakso ini ternyata langganan Prima sewaktu dia SMP,mbak tukang bakso bernama Rina dan aku melihat Prima bercerita akrab dengan mbak Rina.
Banyak juga anak sekolah makan diwarung ini,bukan dari sekolah kami saja,tapi sekolah laim juga ikut nongkrong diwarung ini.
"Minum apa sayang?"
Prima menawarkan dan menatap aku dengan hangat.
"Syrup juga mau"
Kata aku sambil malu-malu.
Kata Prima pada sast mbak Rina sibuk dengna pesanan lain.
"Ok dek"
Jawab Rina tersenyum manis sambil menuntaskan pesanan orang lain.
Karena aura wajah Prima yang berkilauan,kami jadi pusat perhatian diwarung bakso tersebut,aku cuek saja tersirat dihati ini kebanggaan saat berduaan dengan Prima.
"Prima kamu disini?,itu siapa?,pacar baru kamu ya cantik ya ciee" Kata pemuda yang berambut keriting sebut saja dia bagas.
"Iya dia pacar aku,namanya Yunita"
Jawab Prima sambil merangkul aku dari samping.
"Hallo Yunita nama aku bagas,salam kenal"
Bagas tanpa mengulurkan tengan kenalan dengan aku,aku hanya angguk kepala dan melontarkan senyum kepada bagas.
Bagas dan Prima bercerita tentang Band mereka,aku hanya jadi pendengar sembari menikmati semangkuk bakso.
"Kalian anak Band?"
Tanya aku kepada bagas dan Prima.
"Ehem iya sih Yun Prima gitaris,aku Drummer, kami masih belajar belom show sih soal vokalis kami keluar" Kata Bagas tersenyum pada aku.
"Aku bisa nyanyi tapi lagu band malaysia"
Kata aku dengan senang hati.
"Kalau band indonesia kamu bisa Yun?"
Tanya bagas dengan senang girang.
"Contoh nya cokelat,ada kuga yang aku hafal" Jawab aku sambil minum syrup.
"Boleh ya men cewek kamu jadi vokalis kita" Kata bagas memberi usul.
"Emang ayang pandai nyanyi?,dulu nyanyi dimana?" Prima sedikit ragu dengan suara aku.
"Ih sepele ya,walau nyanyi dikeyboard pasti aku bisa ngeband,dari SD aku jago nyanyi" Jawab aku dengan nyinyir.
"Ih jangan marah atuh sayang nanti hilang cantiknya,ok besok kita latihan distudio Nirvana" Kata prima sambil mencubit pipi aku dengan gemas.
"Kalau gitu aku pamit pulang ya Prima, sampai jumpa besok distudio" Kata bagas melambai setelah itu dia pergi.
"Ayo aku antar ayang nunggu bus" Prima berdiri dari duduk sambil membayar tagihan makam kami kepada Mbak Rina.
Sebenarnya jadwal Bis antar jemput kami dua kali,jam dua bus pertama pulang kekampung jam lima bus sore antar anak les disekolah.
Karena ingin lama dengan Prima aku memutuskan menunggu nus terakhir.
"Besok lagu-lagunya kamu hafal ya sayang" Kata Prima sambil berjalan kaki denganku.
"Aku bisa diandalkan sayang,aman itu"
Jawab aku tersenyum manis.
Ditempat kemarin sewaktu Primanda menembak aku,aku dan Prima duduk disini dimana orang tidak ada berlalu lalang melewati kami.
Perlahan Prima meraih jemari kanan aku lalu kecup mesra punggung jemariku,aku tesipu malu sast merasakan bibir Prima yang merah hinggap dipunggung jemari aku.
"Kamu cantik"
Prima menggodaku dan mencium pipi aku tanpa izin,tapi entah kenapa aku tidak marah malah malu dan suka.
"Ternyata kamu genit"
Ucap aku dengan manja mendorong lembut tubuh Prima.
__ADS_1
"Genit sama pacar lho"
Kata Prima mendekatkan Wajahnya didepan wajah aku,aku jadi tertunduk dengan tersenyum malu.
Aku bercumbu mesra dengan Prima walau ciuman Prima sedikit monoton seperti kurang lihai,aku malah mengajari Prima cara berciuman yang hot,Prima kelabakan dan tertunduk malu.
"Jujur ya,kenapa kamu suka sama aku?"
Entah pertanyaan apa yang terucap dibibir ini,mengalir gitu saja tanpa aku sadari.
"Kamu baik orangnya,enggak munafik biasa saja, aslinya cantik apalagi bila dipoles eleh makjang" Prima yang bicara jarang seperlunya saja jadi banyak bicara didepan aku.
"Jangan goda aku ih"
Aku memukul mesra bahu Prima,sehingga pemuda itu tertawa renyah.
"Hahahahahah"
"Aku suka kamu Yunita,jangan selingkuh ya"
Kata Prima sambil mencubit dagu kecilku.
"Kita sama janji ya"
Kata aku sambil menawarkan jari kelingking,Prima menggaet jari kelingkingku sebagai tanda janji kami.
Tidak terasa waktu berputar cepat buat aku kesal,rasanya berdua dengan Prima waktu ini jadi cepat berlalu.Bus terakhir muncul menunggu anak sekolah masuk kedalam Bus.
"Cepat banget jam berputar,enggak terasa hampir jam lima" Kata Prima pasang wajah sedih.
"Besok kita ketemu lagi lho,sambil main Band,sekarang istirahat" Kata aku buat semangat Primanda.
"Padahal baru jadian,cepat banget pisahnya"
Ucap Prima dengan Manja.
Prima menarik lengan aku karena aku beranjak dari duduk untuk berjalan,Prima kecup kening ini dengan mesra aku jadi malu menyunggingkan senyuman.
"Love you"
Prima memeluk aku dengan hangat.
"Love you to"
Aku membalas pelukan hangat Prima,nyaman sekali hati ini.
Hasrat aku yang tlah lama mata dengan pria,kini bangkit kembali didalam pelukan Prima,aku sangat bahagia hari ini serasa diawang-awang.
"Ayo sayang aku antar"
Prima genggam mesra jemari aku sembari berjalan menuju Bus yang terletak diparkiran rumah sakit.
"Aku malu"
Aku melepas genggaman tangan Prima saat dikeramaian.
"Ngapai malau ayang,ayo"
Prima meraih lengan ini dan genggam erat jemari aku,aku menurut saja walau jadi pusat perhatian penghuni rumah sakit dan orang melintas didepan kami.
Aku naik kedalam bus,Prima melihat aku sudah duduk dibangku tengah,Bus berangkat Prima melambai dari kejahuan,para gadis melirik dan melihat Prima dijendela kaca Bus.
-------------------------------------------------------------------
*Esok Hari*
Sepulang sekolah Prima menunggu aku digerbang sekolah,hari ini kami berencana latihan didalam studio,aku kin didepan gerbang sekolah bersama Prima.
"Cie jadian,selamat ya"
Risda bicara dengan volume kuat sampai terdengar murid lain yang melintas.
"Buat malu kau kampret suara kamu pelankan dikit" Ucap aku melihat kanan-kiri.
"Biarin lho,oh Iya kalian mau kemana?"
Kata Risda yang berdiri didepan aku.
"Mau kencang,kamu mau ganggu?"
Kata Prima sembari tersenyum.
"Idih siapa yang ganggi Prim,ya sudah aku pulang ya duluan,Daaaa" Risda pergi berjalan menjauh dari kami.
"Sayang bicaranya ih"
Aku takut Risda sakit hati kepada Prima.
"Aku bercanda sayang,Risda tau aku gimana"
Sahut Prima dengan tersenyum.
"Ayo kita jalan"
Ajak Prima lagi sambil memanggil angkutan umum,lalu kami naik kedalam angkot berdua menuju studio nirvana.
Tidak berapa lama ankot berhenti didepan studio band,aku dan Prima turun dari dalam bus,pemain bas namanya Irul,drummer Bagas sedangkan gitaris pacar aku sendiri,aku berkenalan dengan mereka semua.
Kini kami sudah didalam studio band,aku melihat semua alat musik terletak rapih didalam ruangan yang kedap suara.
"Jreng....dintes..dindintes"
Suara musik mulai menggema didalam studio karena kami mulai bermain,aku siap dengan mikropon yang ada didepan aku.
Aku menyanyikan lagu yang lagi tenar saat ini,sedikit gugup tapi aku selesaikan dengan profesional,aku melirik mereka yang tersenyum melihat aku bernyanyi.
"Hem lumayan,bagus juga suara pacar kamu Prim" Kata Bagas sewaktu selesai kami latihan bermain.
"Aku tidak salah pilih cewekkan,selain cantik suaranya bagus,dia semua lagu bisa lho dangdut juga bisa Hahahah" ucap Prima memuji diriku dengan bangga.
"Ayang bisa saja"
kata aku sambil memukul mesra pundak Prima.
"Gedebuuk"
Aku terpeleset dilantai karena lantai licin,Prima melihat itu langsung mendekati aku dengan khawatir buat aku semakin sayang.
"Hati-hati sayang jalannya,ada yang sakit"
Prima terkejut melihat sikut aku yang licet.
"Enggak apa sayang"
Aku menarik sikut ini karena Prima melihat darah.
"Jangan gitu sini aku lihat"
Prima menarik lengan aku dan melihat sikut uang terluka ini,dengan khawatir Prima mengambil sapu tangan didalam saku,Prima membalut luka aku.
"Makasih ya"
Aku terharu sedikit atas perlakuan Prima yang hangat dan mesra.
"Sama-sama,lain kali hati-hati"
Kata Prima sambil memapah aku keluar dari studio band ini.
Teman-teman Prima sudah pulang sedangkan aku dan Prima menunggu angkutan umum didepan jalan aspal besar ini.
Aku dan Prima turun disimpang neraka dan berjalan masuk kedalam rumah tidak berpenghuni tempat kami kencan,kerlingan mata Prima menatap aku dalam-dalam aku tak kuasa menahan diri untuk menciumnya.
Tapi rasa ini aku tahan sampai Prima yang mulai duluan,akhirnya yang aku tunggu-tunggu tiba juga,Prima mulai mengecup mesra kening aku lalu berlanjut kebawahnya.
Kami bercumbu dengan panas walau perlakuan Prima kaku,aku yang terus mengajari dia cara-cara yang menarik.
__ADS_1
"Tuhan mudah-mudahan kami tetap seperti ini sampai kami tamat sekolah" Doa aku didalam hati.