Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 54


__ADS_3

Hampir satu bulan Lolli dengan aku bekerja salon keliling,Aku dan Lolli lagi berhias didepan cermin,ya berhias ini tipis saja beda dengan Lolli yang super menor.


"Mbak hari ini kita kemana lagi?"


Tanya aku yang kini memakai lipstik warna merah darah.


"Oh kampung samping kita belum samperin,kayaknya Duma mau pangkas soal semalam enggak sempat kita datang kerumah Duma" Balad Lolli yang sibuk menaruh subal diarea dada yang terbungkus Bra.


"Ok mbak semangat jangan lupa sumpel mbak dubuat ketat,siapa tau nanti kita lari-lari lagi jatuh deh sumpalan Mbak' bisik aku dikuping Lolli takut kalau Johan mendengarnya.


"Hahaha kau ini,haruskah aku pakai Bra disco aku,biar kau kaget bencong" Sambung Lolli dengan manja.


"Hah apa lagi itu mbak Bra disco?,aku baru tau" Tanya aku dengan amat penasaran.


"Logika aja apa ada Bra disco,lugu amat mbak cuma bercanda" Tukas Lolli yang sudah siap berhias diri.


Selesai berhias diri aku dan Lolli pergi dari rumah dan berjalan kaki menuju rumah Duma,karena Duma sudah memberi kabar terlebih dahulu untuk hari ini supaya kami datang kerumah Duma.


Sesampai didepan rumah Duma,ternyata wanita cantik itu sudah menunggu kami sedari tadi,dengan senyam-senyum aku dan Lollo masuk kedalam rumah Duma.


"Lama kali mbak, aku udah korengan menunggu Mbak Lolli datang" Kata Duma berdiri dari duduk.


"Maaflah kau kan tau,aku tadi baru menyusui anak aku,terus laki aku juga minta makan" ucap Lolli sambil menyiapkan peralatan salonnya.


"Hahahahah"


Aku tertawa renyah rndengar ocehan Lolli yang bermaksud candaan saja,Duma jadi ikut tertawa karena Lolli.


Dengan jari-jemari Lolli yang lentik dengan lihai dia memotong rambut Duma sembari mereka mengobrol,sedangkan aku berdiri bersiap jika Lolli meminta ambilkan sesuatu dari dalam tas salonnya.


Saat asyik memotong rambut Duma,Lolli melihat abang duma baru datang dari luar,aku juga melihat Pria itu masuk kedalam rumah.


Duma menikah muda karena hamil duluan,padahal abang Duma masih berstatua lajang.


Ciri kak Duma badan beby sugar,hidung mancung,kulit kuning langsat,walau udah anak satu dia masih bergaya seperti anak gadis.


"Dum,itu abang kamu?"


Kata Lolli sambil melirik Pria yang berbadan tinggi semampai.


"Iyalah,siapa lagi kalau bukan abang aku, kenapa mbak?,ganteng kan?" balas Duma dengnan nyeplos.


"Ow dia sangat tampan membuat haid aku jadi deras" Kata Lolli dengan gaya manja.


"Aih-aih mbak juga haid?,Hahaah keluar dari mana mbak ?,enggak salah" Sambung aku dengan tertawa renyah.


"Keluar dari anus atuh Hehehe"


Tukas Lolli tersenyum lebar.


Tidak berapa lama abang Duma duduk didekat ruang tamu sedangkan aku duduk dibawah,mbak Lolli didepan pintu berdiri sembari merapikan rambut Duma yang selesai dipotong.


"Aduh gantengnya abang ini,udah punya pacar" Lolli tersenyum manis dengan Pria itu.


"Hem kenapa mbak,kok tanya-tanya?"


Tukas Alex merasa risih dilirik Lolli secara nakal.


"Hahahaah lihat muka abang,haid eike jadi deras lagi?" Sahut Lolli dengan manja.


Lolli tidak lepas melirik Alexa saudara kandung Duma,Alex merasa risih lalu berdiri dari duduk masuk kedalam kamar.


Pria itu memang tampan,kulitnya kuning langsat,matanya sayu tapi berkharisma,bibir nya mungil seperti bibir cewek,tinggi badan seratus tujuh puluh lima.


"Udah selesai,gimana?,pasti kau suka dengan model begini" ujar mbak Lolli yang siap memotong rambut Duma.


"Hem lumayan mbak aku suka modelnya" Jawab Duma sambil didepan cermin.


Duma membuat teh panas dan menyuguhkan dimeja tamu,aku dan Lolli duduk santai disofa tamu tersebut.Alex keluar dari kamar dan ikut duduk mungkin karena gerah didalam kamar terus.


"Abang kok diem?,adek jadi grogi lho bang" Lolli masih saja brrtingkah genit kepada Alex


"Rasanya mbak lebih tua dari pada saya"


Tukas Alex dengan kernyit dahi.


Lolli berdiri dari duduk dengan cepat Lolli mencubit dada Alex dengan manja,Alex terkejut dengan tingkah mesum Lolli,terlihat Pria itu merasa geli saat disentuh Lolli.


"Mbak jangan pegang-pegang ya,masih tulen ini" ucap Alex mulai kesal.


"Ahk eike suka yang tulen,greget gimana gitu idih" Kata Lolli dengan genit.


Aku duduk diam sambil tersenyum,kasihan jiga Pria itu dipegangi Lolli,Walau kesal Pria yang bernama Alex itu berusaha untuk sabar.


"Uhuk...Uhuk....Uhuk"


Aku tersedak gorengan saat Lolli menyentuh area sensitif Alex,Membuat Alex semakin geli.


"Aduh sayang pelan-pelan makan kamu Yunita,minum sana" Kata Lolli melihat aku yang tersedak gorengan sambil memukul dada.


"Aduh sakitnya"


Aku terus minum dengan cepat.


Terlihat Duma sudah berpakaian rapi,iya pamit dengan kami untuk berjualan kekota,sedangkan Alex tinggal dirumah.


"Mbak jualan dulu ya,jangan perkosa abang aku Hahahah" Duma memberi upah kepada Lolli yang sudah berjasa memotong rambutnya.


"Ih entar memang mau eike perkosa dia" Kata Lolli sambil menerima uang yang diberikan Duma.


Duma kini sudah pergi dari rumah,lalu aku mengajak Lolli pergi dari rumah itu tetapi Lolli tidak mau,mungkin iya belum puas mengganggu Alex yang kini sendirian didalam rumah.


Terlihat Alex membawa handuk ingin kekamar mandi,Lolli sangat antusias ingin mendeketai Alex.


"Duh dia ingin mandi,kau disini dulu ya Yunita aku mau intip sedikit" Kata Lolli dengan genit berfikiran mesum.


"Mbak jangan,enggak usahlah mbak duh..entar mbak dimaki Alex baru tau rasa"


Tukas aku dengan geleng kepala yang masih duduk disofa tamu

__ADS_1


"Tenang kau di situ sayang,nakal-nakal dikit enggak apa,percuma mbak pakai susuk kantil kembara" Jawab Lolli sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Kacau"


Gumam aku sambil kesal dan mengendus nafas panjang,sementara Lolli sudah siap dengan mata nakalnya mencari celah dikamar mandi tersebut.


"Byuurrr byurrrr byurrr"


Alex melempar air dari dalam membuat Lolli kelagapan dan menjauh dari kamar mandi.


"Awww nakal kami ya bang adek nungguin disini malah kena air,hilang deh makeup adek abang" Kata Lolli dengan kesal dan menyeka wajah yang peluh basah.


"Awas kalau ngintip lagi"


Ancam Alex yang keluar dari pintu kamar mandi.


Alex jadi malas melanjutkan aksi mandinya,kini iya sudah pakai baju tanpa lengan dengan handuk dibahu,Lolli yang sudah mesum datang megang dada alex dan mencubitnya.Dengan kesal Alex menampik lengan Lolli dengan kasar.


"Mbak tolong ya,saya punya titik kesabaran,dengnar ya jangan pegang-pegang saya !" Ketus alex dengan geram.


"Mbak ayo pulang"


Ajak aku dengan rasa takut karena melihat wajah alex yang berubah menjadi seram.


"Habisnya kamu ganteng saya suka,okye lah ganteng eike pulang dulu ya papa" Ucap Lolli yang tidak perduli dengan ancaman Alex.Malah Lolli dengan genit memijatdagu Alex yang berlesung sedikit.


"Pergi sana pulang,buat enggak nyaman saja" ketus Alex menampik lengan Lolli yang hinggap didagu Alex.


Aku terkejut sewaktu memakai sendal,tiba-tiba lengan ini ditarik Alex,sementara Lolli sudah dihalaman rumah.


"Besok kamu saja yang kerumah saya,creambathman rambut saya,saya tidak mau bencong itu yang disini" Bisik Alex ditelinga aku,membuat aku geli.


"Hem lihat besok ya,tolong lepaskan tangan aku" Tukas aku sambil menarik lengan kanam ini dari cengkraman tangan Alex.


"Harus datang"


Kata Alex sambil mengkedipkan mata satu membuat aku jadi gugup,dengan cepat aku langsung jalan menuju halaman rumah Duma.


Setelah itu aku dan Lolli berjalan menuju kerumah aku,Lolli tersrnyum manis seperti tidak ada rasa takut atau benci habis dimaki Alex,Lelaki berpakaian wanita ini seperti tidak ada rasa sakit hatinya.


"Mbak hampir aja dia marah"


Kata Aku sambil berjalan kaki barengan Lolli.


"Biar saja,eike hanya lepas candu lihat pemuda tampan,habis nya dikampung ini sulit cuci mata saa cowok tampan" Jawab Lolli dengan tersenyum.


"Hem mbak aneh-aneh aja"


Aku sambil kernyit dahi melihat Lolli yang super manja.


"Eh tadi Alex bisik apa sama kamu sayang?"


Ucap Lolli yang ternyata tau adegan bisik tadi.


"Dia minta creambath besok,tapi mesti aku yang creambath rambut Alex" Kata aku sambil merunduk kepala.


"Waw...hajar dong eikeu dukung kamu punya pelanggan,percuma mbak ajari kamu kerja salon" Jawab Lolli dengan menepuk pelan bahu aku.


"Iih enggak usah sayang,kamu bayar saja uang obat creambath mbak,itu kan hasil keringat kamu" Tukas Lolli sambil tersenyum manis.


Sampai dirumah aku dab Lolli kelaparan dan langsung menuju kedalam dapur untuk makan,Johan tidak tinggal diam dia juga ikut makan bersama kami duduk dimeja makan.


Terkadang aku kasihan juga melihat Lolli yang mati- matian cari uang,sementara pria uang tidak berguna bernama Johan duduk diam dirumah buat aku sebel,ingin sekali aku menasehati Johan untuk cari pekerjaan membantu Lolli tetapi itu tidak aku lakukan,aku malas ikut campur takutnya ujung-ujungnya jadi ribut.


"Enak ya masakan mbak Indi ini"


Lolli dengab lahap memakan naso dan lauknya diatas piring.


"Enak donk siapa dulu mama aku yang masak,percuma orang minang rendangnya uenak tenan" Sambung aku dengan bangga dan lahap juga makan bersama mereka.


Sewaktu makan dengan ngobrol santai entah kenapa Johan berhenti makan,lalu dia masuk kedalam kamar tanpa kata dan bicara apapun.


Memang Johan itu tukang merajok, posesif juga terhadap Lolli.Setiap pulang sore sehabis kerja Johan selalu memeriksa Lolli.


Pemeriksaan apakah tubuh Lolli disentuh Pria lain,aku tidak habis pikir ternyata sesama jenis bisa saling cemburu bahkan lebih lagi dari orang yang berlain jenis pacaran.


Aku mulai sayang sama Lolli dia enak diajak ngobrol,nyambung terkesan baik dimata aku,yang aku tidak suka pacarnya itu yang berlebihan mengatur Lolli seenak perutnya.


"Abang makan kok udahan?"


Tanya Lolli yang belum selesai makan dan langsung masuk kedalam kamar.


"Jedeeer"


Pintu kamar Lolli ditutup keras dengan sengaja oleh Johan,membuat aku terkejut dan geleng kepala,aku cepat-cepat cuci tangan dan mendekati kamar mereka berdua.


Aku mendengar pertengkaran sengit antara Lolli dan Johan,maklum masalah cemburu yang tidak ada ujungnya.


"Putuskan saja Pria yang tidak berguna itu"


Gumam aku yang masih menguping dari luar kamar Lolli dan Johan.


"Krommpyang...duakk"


Suara benda jatuh dari dalam kamar Lolli sepertinya berbahan kaca.


"Tok tok tok "


Aku jadi mengetuk pintu kamar Lolli dengan khawatir,aku takut Lolli dipukul lagi oleh Johan seperti tempo hari.Ketukan tangan aku tidak digubris mereka berdua.


"Tok tok tok "


Aku mengetuk lagi mencari kepastian tentang Lolli.


"Mbak lol,mbak enggak apa-apakan?"


Tanya aku dengan cemas yang berdiri didepan pintu kamar Lolli,


Pintu kamar dibuka Johan,Pria setengah baya itu menatap aku dengan nanar,aku jadi takut dan menundukan kepala saat Johan dihadapan aku.

__ADS_1


"Kau enggak usah ikut campur,ini urusan aku sama Lolli !!" Ketus Johan menatap aku dengan seram dan nanar.


"Maaf bang...aku dengar benda jatuh,jadi cemas kok abang marah sama aku?" Dengan rasa gugup aku beranikan melawan perkataan Johan.


"Sama aja kalian dua,jujur kau selama kalian kerja diluar pasti adakan dia sama laki-laki lain?" Ketus Johan sambil tolak pinggang dipintu kamar.


"Kalau aku jawab enggak ada,abang mau apa?,sebagai cowok itu abang harus ngerti, abang nganggur dia yang mati matian cari duit, mikir woi !!" Ucap aku sambil nyelonong masuk kedalam kamar karena melihat Lolli terduduk.


Aki tarik Lolli untuk berdiri dari jongkoknya,terlihat Lolli dengan memar dilingkaran mata,aku geleng kepala,sementara Lolli tidak berdaya sembari menangis terisak-isak.


"Mbak tidak apa?"


Aku cemas saat melihat tubuh Lolli memar-memar juga.


"Tidak apa sayang,dia memang begitu kalau marah,pengorbanan aku sia-sia saja" Kata Lolli yang menutup malu mata kirinya,karena aku melihat memar dimata kiri Lolli.


Aku papah Lolli hendak keluar dari kamar tersebut,tetapi Johan mencengkram tangan Lolli seraya tidak ingin Lolli keluar dari kamar.


"Tidak usah kau bawa-bawa krluar !!!, biarkan bondon ini didalam kamar !!,tidak usah kau ikut campur hah!!" Ketus Johan dengna nyolot kepada aku.


Terlihat mama sudah didepan pintu kamar Lolli,wajah mama sudah berang karena Johan sudah keterlaluan apalagi terhadapku.


"Heiii jangan kau bentak-bentak anak aku !!!, dia masih sakit !!,kalau kau enggak senang disini keluar aja kau dari rumah aku !!" ketus mama sambil menarik lengan aku dan lengan Lolli.


Johan terkejut dan diam saja tidak bicara lagi sepatah katapun,yang tadinya dengna lincah bicara kini peria tua itu diam saja didalam kamar,mungkin dia takut juga terhadap mama aku yang pemilik rumah ini.


Aku dan Mama membawa Lolli kedalam ruang tamu dan duduk disofa,dengan langkah cepat aku mengambil obat antiseptik kedalam kamar dan keluar lagi menuju ruang tamu.


"Emangnya kenapa sih?, kok sampai gini" ucap mama sembari mengobati luka memar yang ada dilengan Lolli.


"Ahk entahlah mbak enggak disini,ditempat lain,terus aku ini dicemburui ngeri kali cemburunya mbak Johan takut aku sama Pria lain" Tukas Lolli yabg lagi meringis menahankan sakit yang diobati Indi.


"Ada-ada aja"


jawab aku geleng kepala.


"Maafkan abang ya sayang, dia sebenarnya enggak sejahat itu bentak kamu,mungkin dia masih emosi" Kata Lolli merasa tidak enak hati kepada aku dan mama.


"Sudah jangan dipikir mbak,yang penting sekarang mbak sudah tenang" Sambung aku tersenyum kecil.


Emosi mama sudah mereda dia amat takut kalau aku kumat lagi,padahal aku baru sembuh aku juga tidak bisa dibentak dan ketakutan bisa saja kepala ini jadi pusing kembali.


Selesai obati Lolli dia menemui Johan yang sudah mulai tenang didalam kamar,Johan pria tua usia empat puluh tahun,suka pada sejenis,ciri Johan tinggi hampir seratus delapan puluh dia orang aceh,hidungnya mancung wajahnya oval,kulit sawo matang dan bulunya banyak,jelek nya muka Johan bopeng akibat bekas jerawat batu.


"Abang jangan gitu lagi yah,adek mati-matian disini cari uang buat kita,adek bukan boneka" Kata Lolli dengan wajah memelas.


Mereka saling berpelukan dan meminta maaf,aku terkejut mendengar suara mereka dari balik tembok,karena berketepatan kamar mereka sebelahan dengan kamar aku.


Sore hari Lolli tidak kerja lagi keliling mencari pelanggan,Lolli dan Johan didalam kamar mengunci diri sedangkan aku membiarkan mereka berduaan didalam kamar,kini aku lagi merenung didalam kamar juga.


Jenuh juga sendirian didalam kamar aku membuka pintu kamar dan berjalan menuju teras depan rumah,sebentar duduk dibalkon teras ini terlihat Lisa berjalan mendekati aku.


"Yunita kau enggak sama mbak Lolli nyalon?" ucap Lisa yabg mengambil duduk disebelah kiri aku.


"Enggak lanjut nyalon hari ini,oh iya kamu baru dari mana Lis?" jawab aku pada Lisa yamg sendirian tanpa Putri sahabtnya Lisa.


"Ehhh cape Yun baru pulang aku dari kampung atas belanja,oh iya entar lagi kami mau jalan- jalan Yun,kau mau ikut?" Tukas Lisa berharap aku mau.


"Mau jalan kemana kalian?"


Tanya aku dengan penasaran.


"Kami tidak tau mau kemana,tapi jalan aja dulu" Kata Lisa sambil kernyit dahi.


"Masih takut keluar malam Lis,emangnya siapa saja yabg ikut?" Tanya aku yang masih ragu dengan ajakan Lisa.


"Ahk biasa Putri dan Topan,ikut dong"


Lisa pasang wajah memelas dengan aku.


"Malas,entar Topan bawa Darma tukang mesum itu" Kata aku bergidik geli.


"Hahaaha Topan enggak bawa Darma lagi,kau tenang aja Topan sekarang bawa saudara kandungnya" Tukas Lisa sambil tertawa renyah.


"Emangnya saudara topan cewek apa cowok?" balas Aku penasaran juga.


"Mangkannya kau jangan bertelur aja dirumah,jadi tidak tau deh" Kata Lisa mencibir aku.


"Jadi penasaran"


Gumam aku sembari berfikir soal suadara Topan.


Tidak berapa lama Lisa pamit pulang kepadaku untuk mandi,berhias secantik mungkin karena nanti malam mau kencan.


Aku juga bergegas masuk kedalam kamar mandi setelah mengambil handuk dari dalam kamar.


Setelah mandi aku keluar dari kamar mandi melihat Lolli keluar dari kamar dengan wajah yang berseri-seri,Aku menghampiri Lolli yang berdiri didepan kamar.


"Sudah masak pisangnya mbak?"


Kata aku dengan tersenyum kecil.


"Hem pisang apaan Yun?"


Kata Lolli tidak nyambung sembari otak berfikir heran.


"Kalian lagi masak pisang didalam kamar Hehehe" Sahut aku dengan cengengesan.


"Hem anak kecil sudah mulai pandai ya bercanda buat eike jadi malu" Sambung Lolli senyum menutup mulut.


"Hehehehe,entar dulu ya mbak aku ganti pakaian dulu" Ucap aku merasa tidak enak karena masih pinjungan handuk didada,takut dilihat Johan.


"Ok deh Yunita"


Kata Lolli dengan tersenyum dan melihat aku berjalan masuk kedalam kamar.


------------------------------------------------------------------


jangan lupa like Sayang.

__ADS_1


salam dari thor cantik


muachh horas horas


__ADS_2