
Sebulan Kemudian
Sudah sebulan aku tinggal dikota P,S nyaman tinggal bersama Susan dan Eva,siang ini aku lagi makan siang bersama Susan didalam Rumah,aku heran kenapa Eva belum juga pulang dari tadi malam.
"Enak ini rendangnya Yun"
Tukas Susan makan dengan lahap.
"Iya mbak,eh Eva kok belum pulang mbak?"
Tanyaku dengan heran.
"Tadi malam kita pisah,dia dapat tamu baru tapi enggak dari ktv,tamu dapat dijalan,aku juga khawatir sama Eva dari tadi telfon aku tidak diangkat" Balas Susan dengan risau.
"Iya mbak,coba telfon lagi mbak siapa tau Eva angkat telfonnya" Balas aku dengan nada kahawatir.
"Sudah aku sms juga enggak ada balasan,aku juga takut karena itu tamu baru kenal,dapat dijalan lagi". Tukas Susan sembari melihat ponsel yang iya pegang.
"Aku baru ingat mbak,tadi malam aku melihat Eva masuk kedalam mobil menuju hotel parbi,itu tapi dugaan aku sih mbak" Kataku sambil mengingat lagi apa yang aku lihat tadi malam.
"Cepatkan makan kita,siap ntu kita cek kehotel parbi" Sambung Susan dengan tergesa-gesa makan.
Selesai makan aku dan Susan beranjak pergi kehotel Parbi,sesaat kemudiaan kami sampai didepan hotel Parbi,terlihat security jaga dipos jaga.
"Bang tadi malam jam dua pagi ada enggak cewek pakai baju hijau,cirinya mungil,rambut panjang jalan sama tamu masuk kehotel ini?" Tukas Susan bertanya kepada security.
"wah saya kurang tau mbak,saya sift pagi sama siang,laguan banyak cewek masuk kehotel ini mbak" Balas security berambut ikal tersebut.
"Duh...,gimana ya bang?,soalnya teman saya ini enggak pulang-pulang" Ucap Susan dengan risau begitu juga dengan aku.
"Coba telfon mbak,maaf saya enggak bisa bantu" Ujar scurity dengan kernyit dahi.
"Enggak diangkat bang"
Kata Susan dengan bingung.
"Lowbet kali mbak,jangan panik gitu mbak,kalau mbak penasaran tanya saja sama reception didalam" Sambung security dengan senyuman.
"Percuma bang bertanya kedalam,mana mungkin pakek nama teman saya cek in kamar,yasudah bang makasih ya" Kata Susan berjalan barengan aku kearah parkiran.
"Sama-sama mbak"
Tukas security sembari melihat kami berjalan.
Dengan gelisah tidak menentu kami berdua duduk diatas sepeda motor milik Susan,sia-sia jika bertanya kepada reception toh pasti sewa kamar bukan atas nama Eva,pasti atas nama tamu yang mebawa Eva.
"Aku takut terajadi apa-apa sama Eva mbak" Kataku sembari cemas.
"Aku juga takut Yun,bingung juga aku,enggak mungkin kita periksa satu persatu kamar hotel ini mencari Eva,pasti pihak hotel marah karena itu perivasi penyewa kamar" Kata Susan yang terus mengotak atik hanphone nya,siapa tau nomor Eva aktif.
"Kita tunggu sebentar lagi aja diluar ini mbak,siapa tau Eva keluar dari hotel ini" Sambungku karena yakin Eva ada didalam.
Ada satu jam berlalu Eva tidak ada muncul,malahan sejumlah orang yang berlalu lewat dari hotel Parbi ini,kami semakin bingung mencari Eva kemana lagi.
"Pulang aja yok Yun,enggak ada Eva disini" Kata Susan mungkin bosan menunggu.
"Ya sudah mbak aku juga udah bosan disini"
Balas aku langsung duduk dibangku tumpangan sepeda motor.
Sepeda motor milik Susan melaju kearah perumahan,kami antusias saat melihat wanita berbaju hijau berjalan dengan langkah terseok.
"Sepertinya itu susan"
Tukas Eva menekan gas sepeda motor dengan kencang.
"Iya itu Eva"
Seruan aku karena Eva sudah ditemukan.
Susan menginjak pedal Rem saat kami sudah didepan Eva,terlihat Wajah lesu Eva dan kesedihan,membuat kami berdua panik.
"Hei...,kenapa kau?,kenapa wajahmu lebam gitu?" Tukas Susan dengan serius dan turun daru atas motor.
"Naik kau keatas motor Eva,kita cerita dirumah aja,enggak enak dilihat orang lewat" Kataku dengan heran.
Aku teringat tadi malam Eva membawa tas,kenapa Eva pulang dengan tangan kosong?,pasti ada yang enggak beres dengan Eva.
Sesaat kemudian aku dan Susan serta Eva sudah berada didalam rumah,dengan buliran air mata Eva menceritakan kejadian yang menimpahnya,Eva dipukuli dan emas yang dipakai Eva raib dirampas begitu juga dengan handphone kepunyaan Eva.
"Kamu kok enggak minta tolong?,oaleh Eva eva sudah tau tamu dari jalanan,kenapa mau kamu masuk kemobil itu" Tukas Susan geleng kepala.
"Aku kira kehotel mbak,waktu ditempat sepo entah kenapa cowok itu berhenti langsung merampas balak milik aku,mau minta tolong aku sudah disekap,Hikss.." Sambung Eva dengan kepala tertunduk sembari menangis sedih.
"Ya Allah,lain kali kalau dapat tamu dari jalan jangan mau mbak,belum tentu itu tamu baik entah berkedok saja mau merampok pekerja malam,kitakan enggak tau karena baru kenal" Ucap aku dengan mengelus punggung Eva.
"Sudah banyak kejadian gitu Eva,percuma kau anak malam lama,masak kau enggak hati-hati,sudah aku ambil kapas dulu biar obati lukamu itu" Tukas Susan berdiri dari duduk hendak mengambil p3k.
"Awalnya dia baik mbak,dia kasih aku uang enggak taunya ditempat sepi aku disekap minta semua emas sama barang lain yang aku bawa,setelah itu dia buka pintu mobil dan mendorong aku keluar dari mobil" Kata Eva menangis seunggukkan.
"Astaga patutanlah lecet-lecet gini kau,ahkk kaupun ada-ada aja,len waktu tamu dari karaoke sajalah" Sambung Susan mengobati luka licet Eva.
"Apa enggak bisa kita lapor polisi mbak?"
Kataku dengan menggeram hati.
"kayak mana mau di laporkan,wong tamunya aja baru kenal,kita enggak tau orang mana pria itu,kronologisnya saja ketemu dijalan"
Balas Susan mendengus kesal.
"Kayak mana lagi mau dibilang,sabar lah kau Eva" Kataku dengan rasa simpatik.
"Ya pelajaran ini buatku,aku enggak mau lagi diajak tamu yang enggak jelas" Sedih Eva dengan menyesali apa yang terjadi.
Luka lebam yang Eva alami sudah terobati kami bisa bernafas lega karena Eva sudah ada dirumah ini,kini aku dan Susan duduk sembari mengobrol.
"Enggak ada lagi uangku,semalam baru kirim buat keluarga sama anakku,hikss" Buliran air mata terus jatuh dipipi Eva yang lebam.
"Eh masih ada kami lho va,ya udah tidurlah mana tau entar malam dapat tamu jelas,percaya saja sama Tuhan,Tuhan akan menggantikan rezeky kita yang hilang dengan berlimpat ganda" Ucap Susan dengan kernyit dahi.
"Ya tidur sana,jangan dipikirkan"
Kataku dengan rasa sedih.
Eva bangkit dari duduk dengna lemas dan berjalan masuk kedalam kamar,sedangkan aku dan Susan masih duduk diatas lantai yang beralaskan karpet tebal.
"Kasihan Eva mbak"
Kataku sambil membayangkan kalau kejadian itu menimpa aku.
"Terkadang manusia ini enggak mikir,kita cewek malam dibikin bahan hinaan,padahal dibelakang itu banyak yang mau di biayai" Kata Susan hembus nafas panjang.
"Kalau boleh tau anak Eva ada berapa mbak?"
Tanyaku dengan rasa penasaran.
"Anak Eva ada tiga orang,suami Eva meninggal dunia karena sakit,kerja baik-baik enggak cukup untuk membiaya ketiga anaknya,belum lagi mamanya yang sudah uzur sakit-sakitan" Jawab Susan dengan rasa bersedih.
__ADS_1
"Ya Allah kasihannya mbak,oh iya anak mbak ada berapa?" Tanya aku sudah seperti wartawan,walau sebenarnya aku takut bertanya kepada Susan,takut Susan tersinggung.
"Anakku ada dua orang,suamiku selingkuh sama gadis lain,aku malas menceritakan lelaki bejat itu" Kata Eva dengan kesal dab sedih.
Ternyata masih banyak yang lebih merana diatas aku,aku kira cuma aku saja yang selalu dikhianati bahkan ditinggal lelaki yang tidak bertanggung jawab,aku terdiam saat Susan bicara dengan rasa bersedih dan bercampur marah.
"Yun beli kue kue basah yok !"
Ajak Susan mengalihkan pembicaraan.
"Boleh mbak,ayolah"
Balasku dengan semangat dan beranjak dari duduk.
Aku dan Susan keluar dari rumah,terlihat Susan menutup pintu dari luar,kami berdua membiarkan Eva tidur didalam kamar,setelah itu Susan naik keatas motor dibarengi dengan aku,lalu sepeda motor milik Susan melaju dengan kecepatan tinggi.
Ada beberapa menit Susan dan Aku berjalan pulang kerumah setelah memilih kue-kue basah yang sudah kami beli,sepeda motor itu masuk kedalam pagar rumah dan Susan parkirkan sepeda motor tepat didepan pintu rumah.
Susan memutar Kunci hendak membuka pintu rumah,aku sementara dibelakang Susan menunggu pintu rumah terbuka,setelah pintu rumah terbuka,aku melihat Eva keluar dari kamar dengan mengucek mata.
"Cepat betul kau bangun pekcun?"
Kata Susan sembari meletakkan jenis kue diatas meja.
"Iya Mbak Sus,badan jadi sakit semua"
Jawab Eva terduduk lemas diatas lantai yang beralaskan karpet.
"Makan kau dulu Eva,nih kami baru beli kue basah" Sambung aku sembari mengambil satu buah kue basah.
Malam Hari
Angka jam menunjukkan angka delapan malam,aku dan Susan serta Eva berhias diri didalam kamar,Aku sibuk dengan maskara dan lipstik,sedangkan Eva sibuk mendempul wajah supaya luka lebam tidak tampak,Susan juga sibuk dengan gaun sexynya.
"Yun aku ada gaun hijau,kau mau pakai?,cantik lho" Tukas Susan saat membuka lemari pakaian.
"Wah cantik benar mbak"
Balas aku saat melihat Susan menunjukkan gaun sexy berwarna hijau.
"Ini mahal beli dibutik Evona,kau pakai ini saja dada kamu besar cocok pakai ini" Sambung Susan menaruh gaun hujau diatas kasur.
"Pakai Yun"
Sambung Eva yang sibuk mendempul wajah.
Aku mencob gaun yang ditawarkan Susan,benar saja saat aku pakai dada ini lebih menonjol dan lekuk pinggul serta pinggang aku jadi terlihat ramping dan sexy,potongan gaun juga diatas paha membuat aku jadi binal sekali.
"Trut..trut..tru"
Handphone milik Susan berdering,dengan cepat Susan mengambil handphone yang terletak diatas meja hias.
"Hallo bang,oh iya berapa orang bang?,ok bang kami datang !" Kata Susan dengan senang membuat aku dan Eva penasara.
"Siapa itu mbak?"
Tanya Eva dengan penasaran.
"Security karaoke L.A,lekas makeup nya,kita dipanggil kerja" Ucap Susan dengan tergesa-gesa memakai pakaian.
Tanpa basa basi lagi kami bertiga semangat dan cepat untuk bekerja,karena peraturan tidak boleh tamu yang menunggu,harus kami cewek malam yang tepat datangnya.
Kami bertiga naik keatas motor milik Susan dan meluncur ketempat karaoke,letak rumah Eva ditengah kota jadi tidak begitu jauh tempat yang akan kami tuju.
Terlihat pekerja malam menjajahkan diri dilaraoke ini,ada yang dipeluk Om-Om sat melewati perhotelan,ada juga yang mabuk sambil berjalan ditepi jalanan raya,ada juga yang berduaan dengan sejenisnya alias lesbian,itu semua aku lihat saat melintas dijalanan kota ini.
Security mengantar kami bertiga masuk kedalam ktv lima,ternyata didalam sudah riuh ruang gembira,house musik sangat keras terdengar.Ternyata tamu yang akan kami temani adalah tamu Dugem.
"Yun kau enggak dugem?"
Tanya Eva heran melihat aku tidak goyang.
"Enggak lah va,aku pura-pura aja makan pil ini,siap itu aku buang kekamar mandi" Bisik aku dikuping Eva
"Pura-pura dugem aja kau,minum aja yang banyak biar joged terus,kalau tau tamunya dia akan marah" Ucap Eva dengan suara samar saat duduk disebelah pria setengah baya.
"Mbak Susan mana?,enggak satu ktv sama kita?" Tanya aku melihat seisi ktv ini.
"Dia diktv sebelah temani nyanyi dulu,karena disini udah cukup banyak ceweknya!" Balas Eva.
"Kalian jangan ngobrol terus,ayo joged"
Tukas tamu yang sudah ketinggian dan menarik lengan Eva untuk berdiri berjoged.
"Bentar ya pekcun,tua bangka ini susah"
Ucap Eva sembari berdiri dan melayani pria itu untuk berjoged.
"Hahahaha"
Aku tertawa renyah,syukur tamu yang aku temani baik dan sopan tidak suka memaksa.
Kuping aku serasa budek dua jam ada didalam ktv ini,mungkin mereka yang menekan pil setan itu serasa happy beda dengan aku yang sadar wal'afiat.
"Koko aku sudah drop aku pulanglah ya,soal besok mau pulang kampung ko" Kataku dengan berdalih dan merengek manja saat berdiri memeluk pria setengah baya.
"Oh lu mau pulang?,ya sudah ini tips dari saya". Balas lelaki itu dan mengambil sejumlah uang dari saku celananya.
"Eva aku pulang ya,hati-hati kau,aku cari tamu lain lagi" Kataku dengna berbisik mendekati Eva.
"Selow kau sayang,ini security yang manggil" Kata Eva sengan wajah peot karena ketinggian.
Eva mulai melayang aku makas ajak ngobrol lagi,aku takut Eva dan tamu lainnya parnok kalau aku ajak bicara,lalu aku pergi keluar dari ktv lima tersebut,aku berjalan keruang security.
"Abang ini uang rokok kau,apa ada tamu baru lagi bang?" Tanya aku saat memberikan uang germo kepada security.
"Waw cepat kali kau dek?,apa gak komplin tamunya kau minta pulang pasti" Kata Robet sembari terima uang yang aku berikan.
"Enggak marah kok,sudah aku tipu dia bang,aku bilang aja besok mau pulang kampung Hahaah". Kataku dengan tertawa renyah.
"Ya sudah kalau gitu,untuk Yunita masih banyak tamu yang minta cewek,apalagi kau anak baru" Sambung Robet dengan tersenyum.
Robet mengantarkan aku kektv dua,dikaraoke ini sangat enak kerja tidak dipaksa untuk shortime atau ngamar sama tamu,karena Robet akan bertanya dulu kepada cewek malam mau shortime apa enggak.Temani bernyanyi tips memang kecil tetapi kalau kerja tiga atau empat ktv sama saja tipsnya dikumpul akan banyak.
Kalau shortime atau longtime lain lagi harganya,harga itu sudah ditetapkan didalam karaoke ini,bukan security saja yang jadi germo ada juga germo yang lain diluar karaoke ini.
Aku meminta Ribet tamu khusus temani bernyanyi saja didalam ktv alias koro-koro saja,tapi kalau aku lagi bokek atau enggak ada duit sama sekali aku mau juga ngamar dihotel itupun aku memilih tamu.
Tiga jam aku koro-koro didalam ktv dua ini,selesai itu kami semua bubar keluar dari ktv dua untuk pulang,karena Eva dan Susan belum pulang aku duduk diruang scurity menunggu Eva dan Susan pulang kerumah bersama.
"Dek asli mana?,hari itu sama Bimbim abang lihat?". Tanya Robet yang berdiri sambil menyapa tamu yang pulang dari ktv.
"Aku orang kota T Bang,Iya aku dimanfaatkan Bimbim jadi tinggal sama Susan sekarang"
Jawab aku sembari duduk santai.
"Wah iyanya,aku udah curiga sama dia,dia yang tawarkan kamu sama abang,dia juga minta persen dari abang,abang mana mau kasih". Kata Robet dengan nyinyir.
__ADS_1
"Lupakan aja dia bang,teringatnya abang sudah lama kerja disini" Aku mulai ajak ngobrol Robet karena jenuh diam saja.
"Wah lumayanlah dek cari makan disini,enaknya disini kami scurity bisa panggil cewek untuk tamu,kadang reception disini juga mau panggil cewek untuk tamu langganan" Jawab Robet sembari memasang sebatang rokok.
Terlihat Susan dan Eva berjalan menuju pos security,obrolan aku bersama Robet terhenti saat Susan dan Eva mendekati kami berdua.
"Yun cepat kali kau cair?"
Tanya Susan dengan heran.
"Wow Eva cantik ya malam ini"
Sambung Robet melihat Eva masih ketinggian.
"Cantik dong,nekan dua"
Sahut Eva sengan wajah sengok.
"Udah gila ini"
Sahut Susan toyong kepala Eva.
"Hahaha,ya sudah ayo kita pulang"
Ucapku tertawa renyah.
Kami bertiga pamit kepada Robet,karena Eva masih ketinggian belum ngedrop Susan bermaksud membawa jalan-jalan keliling kota,kami bertiga naik keatas motor.
"Yun kau lihatlah diGOR pasti banyak banci yang meluna" Kata Susan sembari fokus membawa sepeda motor.
"Wah mereka jual diri dijalanan ya?,miris betul mbak" Ucap aku merasa sedih melihat seorang banci berdiri ditepi jalanan mencari mangsa.
"Mau gimana lagi dibilang,untuk meneruskan hidup,lagian itu pilihan mereka sendiri Yun" Kata Susan lagi,sementara Eva diam tanpa kata karena menikmati obat yang iya telan sewaktu kerja.
"Sindang bang"
Suara seorang warua terdengar saat kamu melintas didepan waria tersebut.
Sangat seram kehidupan dunia malam ini,selain wanita para Waria juga menjajakan dirinya dijalanan,aku turut bersedih dikota ini entah sampai kapan bisa bertaubat.
Sudah setengah jam kami keliling kota,Susan mulai lapar lalu mencari warung yang menjual makanan,tepatnya sepeda motor Susan berhenti ditanah lapang posisi ditengah kota.
"Yun makan apa kita?"
Tanya Susan sewaktu turun dari atas motor.
"Indomie kuah saja mbak"
Jawab aku yang sudah duduk dikursi warung tersebut.
"Belikanlah woi aku susu beruang,masih ketinggian aku" Tutur Eva dengan wajah layu dengan kaki bergoyang terus walau tanpa musik.
"Kaupun rakus kali pekcun,uang dibanyakin buka makan obat huh dasar" Gerutu Susan mendengus kesal.
"Sudah mbak Sus,aku aja yang beli"
ucapku sembari berdiri dari duduk.
Aku takut Eva jadi bahan perhatian karena goyang dengan mulut peot-peot,dengan cepat aku membeli susu beruang,tidak lupa pesan jus jeruk juga buat Eva.
Selesai membeli susu aku kembali duduk dan memesan makanan kepada pemilik warung,terlihat Eva sibuk dengna ponsel miliknya,sedangkan Eva menenggak susu beruang yang aku beli tadi.
"Yun kalau didunia gini intinya janganlah main berondong,brondong disini kadang ada yang jahat,pacari anak malam hanya ingin nafsu dan uang" Tiba-tiba Susan berbicara kepada aku dan Eva sengan serius.
"Iya ialah kau bilang gitu,orang kau pernah jadi korban berondong Hahahah" Kata Eva memojokkan Susan dengan tertawa renyah.
"Buka aib orang aja kau bah,iya aku akui aku pernah jadi korban" Kata Susan mendengus kesal.
"Benar juga apa kata mbak,aku enggak mau main berondong" Sambung aku sambil berfikir.
"Enggak usah mau kalau sama cowok yang gratis,ih enggak ada yang serius". Kata Susan dengan geram sekali.
"Alah,enggak semua cowok kayak gitu Yun,kau ngomong gitu karena pernah jadi korban cowok,coba kalau masih sama berondongmu dulu pasti kau bilang i love you" Sambung Eva mencibir Susan.
"Kocoklah kau namanya normal,apa enggak bosen temani tubang terus,sekali-kali sama daun muda biar fresh". Balas Susan membela diri.
"Bah..,kok kalian yang ribut"
Kataku dengan cengar cengir saja.
"Dia itu yang mulai"
Kata Susan dengan nyinyir.
Perdebatan mereka terhenti saat makanan yang kami pesan datang,kami bertiga menyantap makanan tersebut,berbeda dengan Eva yang tidak selera makan maklum efek pil setan.
Jam terus saja berputar menunjukkan pukul tiga dini hari,lalu kami beranjak pulang setelah Susan membayar tagihan yang kami makan.
Sampai dirumah kami bertiga langsung masuk kedalam kamar,karena sangat lelah sehabis bekerja,terlihat Eva mehempaskan tubuh diatas kasur,sedangkan Susan hendak mengganti pakaian dan aku duduk diatas kasur sembari menghitung penghasilan aku sewaktu bekerja.
"Yun dapat banyak kau hari ini?"
Tanya Susan saat melihat aku sibuk menghitung.
"Lumayanlah mbak,disawer-sawer tadi waktu aku joged" Jawabku tersenyum girang.
"Eva kau dapat berapa?"
Kata Susan melirik Eva terkulai layu diatas kasur.
"Karena ketinggian aku lupa minta tambahan,jadi dikit dapat,cuma dua ratus ribu lebih" Jawab Eva tersenyum kecil.
"Hemmm,kalau kaulah luna yang paling bodoh,enggak pandai ngolah tamu" Sambung Susan geleng kepala.
"Kocoklah kau Sus,namanya aku ketinggian"
Kata Eva dengan kesal.
"Duh mulai deh ribut lagi,tidur saja kita ayo"
Kataku mengalihkan sebab aku risih kalau mereka ribut kecil.
Susan berjalan masuk kedalam kamar mandi dan mencuci muka,sedangkan aku mengganti pakaian.Hanphone Susan berdering dengan cepat Susan keluar dari kamar mandi.
"Wooi besok tubang aku datanglah"
Kata Susan saat membalas Sms.
"Jadi kalau datang kayak biasanya kami jalan -jalan kluar pakai motor kau?" Sambung Eva lirih.
"Tau aja kau ya,Maaf ya woi kaliankan tau profesi tubangku" Ucap Susan sambil duduk ditepi ranjang.
"Iya..iya,pejabat enggak mau dilihat orang"
Balas Eva dengan lirih.
Susan hanya tersenyum dengan ucapan Eva,lalu kami bertiga tarik selimut menyambut hari esok.Semoga rezeky hari esok semakin banyak untuk setor kekampung.
__ADS_1