
Aku mulai menaruh hati kepada Arya,tetapi aku coba separuh hati,aku tau diri karena hati ini masih ada Juan,walau sebenarnya sudah malas berhubungan serius kepada Juan.
Hari ini Juan tidak datang kerumah kontrakan aku,kesempatan bagiku untuk memanggil Arya datang kerumah,aku jadi bebas dengan Arya melakukan apa saja didalam kamar.
Baru kali ini juga aku melakukan hubungan suami istri bersama Arya,aku terlihat puas dengan permainan Arya berkat panduan dan instruksi dariku saat diatas ranjang.
Arya meraung kenikmatan saat mencapai puncaknya,begitu sebaliknya aku tidak mau kalah,mungkin jika Juan tau aku pasti akan dihujat sebagai wanita jahanamm.Aku tidak perduli lagi karena hubungan aku dan Juan tidak dapat titik temu kejenjang pernikahan.
Kini aku dan Arya terkulai lemas diatas ranjang,kami berdua sangat lelah dan terlihat keringat Arya mengucur dikening langsung aku usap dengan tissu.
"Beb baru kali ini aku rasakan yang indah bersama wanita,yaitu kamu beb aku !"
Ucap Arya sembari mengelus kulit lengan aku saat berpelukan.
"Sebentar lagi imlek lho baby"
Sambung aku dengan memeluk tubuh wangi Arya.
"Yang aku bilang romantis,yang dijawab soal imlek,aku mau nya lebaran saja beb" Kata Arya dengan kernyit dahi.
"Hem lebaran dari hongkong,kamu itu imlekkan" Ucap aku sembari menikmati kepala bersandar dibidang dada Arya.
"Iya..iya,tadi enak ya beb,sepertinya kamu puas,kamu suka yang panjang ya kayak punya aku ini?" Tanya Arya dengan tersenyum.
"Hemm jepang gila !"
Kataku dengan mencubit pinggang Arya.
"Aduh sakit,batak mesum !"
Balas Arya sembari menggosok pinggang yang sedikit sakit karena cubitan aku.
"Tok tok tok"
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah,aku dan Arya tidak tau siapa yang bertamu hari ini.
"Beb siapa itu?"
Tanya Arya sambil bangkit dan duduk diatas ranjang.
" Aku intip dulu ya beb,kamu dikamar saja"
Tukas aku sambil berdiri dan memakai pakaian.
"Ok beby"
Kata Arya sambil memakai pakaian juga.
Aku membuka pintu kamar dan berjalan menuju pintu rumah,dengan penasaran aku mengintip terlebih dulu orang yang mengetuk pintu rumah ini.
"Deg..deg ..deg"
Jantung ibu berdetak kencang,hati jadi gelisah aku takut yang mengetuk pintu rumah ini adalah Juan.
"Fiuhh"
Aku bernafas lega ternyata bukan Juan tetapi tukang ketring makanan.Aku membuka kunci rumah dan menekan knop pintu.
"Lama betuk nak Yunita buka pintu,Bunda sudah keringatan ini" Kata Bunda Rosni sembari memegang rantang makanan.
"Maaf bunda,makasih ya bunda kirain entah siapa tadi" Balas aku sembari menerima rantang dari tangan bunda Rosni.
"Kalau begitu bunda pamit ya Yunita"
Ucap wanita setengah baya dengan hijab berwarna kuning.
"Hati-hati bunda Ros"
Ucap aku saat melihat wanita itu pergi dari pekarangan rumah kontrakan aku.
Pintu rumah aku tutup kembali dengan tenang,lalu aku berjalan menuju dapur untuk menaruh rantang keatas meja makan.
"Beby siapa sayang yang datang?"
Tanya Arya keluar dari kamar berjalan kearah dapur.
"Wah makanan"
Kata Arya lagi sembari mencuil ikan gulai dari dalam rantang yang aku buka.
"Hus,pakai nasi beby,pantang gitu"
Kata aku yang sibuk mengambil piring dan sendok.
"Iya sayang bawel,ngeri hidup ini habis makan bawah tadi,sekarang makan atas" Kata Arya yang sudah duduk dikursi makan.
"Jepang mesum"
Ucap aku dengan geleng kepala.
"Biarin,mesum sama pacar sendiri apa salahnya" Sambung Arya sambil menjulurkan lidah.
__ADS_1
Malam Hari
Malam ini Arya melarang aku untuk kerja,tetapi aku tidak bisa,hanya karena cinta aku melupakan tanggung jawab untuk mencari uang setiap hari,Arya tidak marah dan mengerti kalau aku ini bekerja demi anak dan keluarga aku dikampung.
Arya mengantarkan aku menuju karaoke G.D,karena Cahya sudah memanggil aku sedari tadi,Sesampai ditempat kataoke aku turun dari atas sepeda motor kepunyaan Arya.
"Jangan kekamar sama tamu ya baby,cukup sama aku saja,kalau dilanggar awas saja"
Ucap Arya sembari kecup kening aku sekilas.
"Janji jepang mesum,ya sudah aku kerja dulu ya" Sambung aku dengan tersenyum bahagia.
"Met kerja sayang,entar pulang chating aku biar aku jemput" Kata Arya sembari menghidupkan mesin motor.
Setelah Arya pergi,aku berjalan masuk menuju ktv tiga,ternyata tamu Cahya hanya menemani koro-koro,aku jadi senang karena tamu koro-koro hanya dua jam saja.Itu tergantung tamunya mau pulang jam berapa,tetapi biasanya tamu koro-koro tidak lama.Berbeda dengan tau dugem atau yang meminta show menari.
Dua jam lebih aku bekerja bernyanyi sembari menemani tamu setengah baya ini,setelah tamu kasih uang tips buat aku,lalu aku pamit untuk pulang dan tidak lupa chating Arya untuk menjemput aku.
Pemuda berdarah jepang ini sangat penurut dan perhatian,apa karena baru jadian sehingga hati masih berbunga-bunga?,mungkin iya mungkin tidak.Saat aku berjalan menuju parkiran tanpa menunggu lagi Arya sudah ada ditempat parkiran.
"Baby sudah lama?,baru aku cathing,tidak tau nya sudah disini" Tanya aku dengan heran.
"Demi beb apa sih yang enggak,ayo naik"
Kata Arya dengan mulut cengengesan.
"Gombal terus,ayo pergi"
Ucap aku sambil naik keatas motor Arya.
Motor Arya berjalan menuju rumah kontrakan aku,jujur aku sangat nyaman dengan sentuhan Arya,ucapan Arya,mungkin karena usia Arya diatas aku dua tahun,sangat berbeda dengan Juan yang usianya dibawah aku lima tahun.
Kini aku sudah berada didepan rumah kontrakan,aku membuka pintu rumah sedangkan Arya turun dari atas sepeda motor hendak masuk kedalam rumah.
"Baby sayang teman aku mau datang kerumah kamu lho,ada dua orang,bolehkan sayang?" Ucap Arya sambil sibuk memegang ponsel.
"Boleh beb tapi jangan berisik ya,tetangga kita sudah tidur semua" Ucap aku melirik jam tangan ternyata sudah jam dua dini hari.
"Aman itu sayang,lagian teman aku cuma sebentar kok" Kata Arya dengan senyuman dibibirnya.
"Iya sayang,ya sudah aku ganti baju dulu ya beb" Ucap aku sambil membuka pintu kamar.
"Jangan lama ya"
Kata Arya yang sudah duduk didalam ruang tamu.
Ada beberapa menit aku mengganti pakaian kerja dengan pakaian tidur,aku mendengar suara orang ngobrol dari ruang tamu,sepertinya teman Arya sudah datang,aku membuka pintu kamar dan berjalam keruang tamu untuk bergabung bersama Arya dan temannya.
Pintu rumah terbuka lebar,suara candaan serta tawa terdengar disetiap penjuru rumah ini,baru kali ini rumah kontrakan aku ramai,walau demikian aku dan Arya serta temannya mengecilkan volume suara takut menganggu tetangga sebelah.
Terdengar suara sepeda motor,suara sepeda motor itu sepertinya aku kenal,tepat didepan rumah sepeda motor itu berhenti dan seorang pria dengan wajah merah padam karena emosi berdiri didepan rumah,menatap aku dengan nanar dan tanga mengepal.
"Aih matilah aku,aku terciyduk"
Ucap dihatiku saat melihat Juan datang.
Seketika obrolan aku dengan Arya berhenti karena melihat Juan dengan wajah ketatnya masih berdiri mematung didepan pintu utama rumah,Aku berdiri dari duduk hendak mendekatu Juan,tetapi apa daya Juan malah naik keatas motor dengan marah bercampur kesal pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata.
Aku termangu dan terdiam berdiri diteras rumah hanya melihat kepergian Juan dengan motornya keluar dari lorong rumah aku,terlihat Arya berjalan mendekati aku.
"Beb,kata kamu sudah putus,kok dia datang lagi?". Tanya Arya dengan wajah ketat dan mengepalkan tangan.
"Sudah aku bilang,aku memang sudah renggang dengan dia,karena mempertahakan kepercayaan masing-masing". Jawab aku dengan suara bergetar.
"Kalau sudah putus kenapa datang?"
Ketus Arya dengan mendengus kesal.
"Men kami pulang dulu ya"
Ucap salah satu teman Arya yang sudah ada didepan pintu.
"Aku ikut kalian"
Ucap datar Arya saat aku tidak menjawab pertanyaan Arya,mungkin pria ini kesal.
"Jangan pulang beb"
Kata aku menarik lengan Arya yang sudah naik keatas motor miliknya.
"Selesaikan masalah kamu dulu sama dia,baru chat aku lagi" Arya menepis lengan aku dan menghidupkan sepeda motornya.
Aku membiarkan Arya dan temannya pulang,aku tidak mau merayu Arya lagi karena pantang bagiku untuk mengemis cinta kepada lelaki manapun,sudah cukup yang dulu-dulu aku mengemis cinta.
Aku menutup pintu rumaj dengan hati dilema,apa kata Juan besok dan Arya gimana?,apa aku akan kehilangan mereka berdua?,entahlah aku hempas tubuh ini diatas ranjang sembari memegang ponsel.
"Klik klik klik"
Suara chating ponsel aku berbunyi,dengan mata terbelalak dan hati yang tidak menentu aku membaca chating Juan.
"Tega kau ya ma,disaat aku enggak ada kau malah samah lelaki itu,padahal aku setia sama kamu" chating Juan.
Aku membalas dengan tangan gemetar dan tidak tau lagi apa yang harus aku katakan,terpaksa aku menyangkal tuduhan Juan dengan kebohonganku.
__ADS_1
"Enggk pa,dia itu teman aku, papa tadi lihatkan aku hanya ngobrol tidak melakukan apa-apa" Balasan chating aku kepada Juan.
Aku menunggu jawaban dari chating aku,ternyata Juan hanya membaca saja tanpa membalas membuat aku semakin dilema,ditambah Arya yang langsung memblok aku tanpa sepatah kata.Aku semakin terpuruk dan termenung diatas ranjang ini.
"Sial sial sial,kok bisalah aku terciduk,biasanya Juan kalau mau datang chating aku dulu,kenapa tiba-tiba Juan datang dan tau?,ahk entahlah emang hari ini sial !!" Teriak aku sendiri karena kesal Arya dan Juan tak membalas chating aku.
Esok Hari
Siang hari terlihat Juan berdiri didepan pintu rumah aku,dengan wajah masam Juan melihat aku yang berdiri dihadapanya,aku pasang wajah sedih berharap Juan memaafkan aku.
"Masuk pa,jangan berdiri saja,aku akan menjelaskan siapa dia" Ucap aku sembari menarik lengan kanan Juan.
Juan menarik tangannya sehingga genggaman tangan ini terlepas,aku terkejut baru kali ini aku melihat Juan marah.
"Putuskan dia !!"
Ketus Juan dengan menatap aku nanar dan mata berkaca-kaca.
"Maaf aku yang salah,terserah sama papa mau berkata apa" Ucap aku dengan menundukan kepala sembari membendung air mata.
"Tega ya aku dirumah mati-matian menentang opung demi untuk bertemu dengan kau,tapi ini balasannya !!" Tukas Juan dengan ketus karena sipenuhi emosi.
"Maaf pa,iya aku akan putuskan Arya"
Ucap aku sembari menatap mata Juan yang berkaca-kaca.
"Entahlah,mungkin aku akan memaafkan kau,tapi rasa ini sudah beda,enggak seperti dulu lagi,karena kau pernah berkhianat,ini enggak bisa aku lupakan" Kata Juan terduduk didepan pintu tidak sengaja air mata Juan mengalir deras.Membuat aku merasa bersalah dan berdiri mematung disamping Juan.
Aku melirik Juan yang berurai air mata walau sebenarnya aku ingin sekali memeluk Juan,tapi itu tidak aku lakukan,aku tau rasanya dikhianati,tetapi kali ini berbalik aku yang jadi pengkhiana,biarlah Juan membenci aku karena hubungan percintaan ini tidak ada titik temu untuk kejenjang lebih serius.
Ada setengah jam kami tidak saling berkata,Juan hanya diam sembari megang ponsel,sedangkan aku duduk berjarak dengan Juan sembari bermain ponsel juga.
Terlihat Juan menutup pintu rumah dan mengambil duduk dipojokan,aku diam saja hanya melirik tingkah Juan yang berwajah masam.
Aku mendengar suara orang berteriak dari luar rumah,aku kenal suara itu,aku langsung berdiri dan berjalan mendekati pintu rumah,sedangkan Juan berdiri dari duduk dan berada dibelakang aku.
"Yunita !! ,buka pintu ini !,aku tau kau ada didalam sama dua !!" Suara Arya berteriak sembari mengetuk keras pintu utama rumah aku.
"Duak duak duak"
Beberapa kali Arya mengetuk pintu dengan keras sekali,karena takut tetangga mendengar suara Arya aku menberanikan diri untuk membuka pintu,walau sebenarnya aku sangat takut sekali,percuma saja berdiam karena sepeda motor milik Juan ada dibalkon teras pasti Arya melihat juga.
"Buka saja,aku siap adu tinju dengannya"
Kata Juan dengan emosi sast memutar kunci rumah.
"Jangan bertengkar,biar aku yang selesaikan semua ini" Ucap aku menarik baju Juan untuk masuk kedalam rumah,lalu aku menutup pintu dari luar dan menarik kuat lengan Arya untuk menjauh dari rumah.
Dengan kuat aku menggiring Arya mencari tempat sepi,aku juga mencium bau alkohol dari Arya,tampaknya pria tinggi semampai ini sudah mabuk.
"Kau bilang kau sudah putus sama dia,kau tipu aku,aku enggak terima penghianatan ini,kau dengar ya banyak gadis mengejar aku,tapi aku maunya sama kau!!" Teriak Arya saat berhadapan dengan aku dipojokan lorong rumah.
Juan didalam rumah entah berbuat apa,sedangkan aku hanya berdiri didepan Arya yang lagi mengoceh,marah dan memaki aku habis-habisan.
"Aku salah Arya,maafkan aku,aku juga enggak tau kenapa Juan datang lagi" Ucap aku dengan tertunduk karena merasa bersalah.
"Buk buk"
Arya meninju dinding rumah kosong,aku berdiri mematung dan diam,lalu Arya berjalan pergi hendak kerumah aku,mungkin ingin meninju muka Juan,dengan sekuat tenaga aku menarik baju Arya supaya jangan datang kerumah aku.
"Mau apa kau !"
Ucap aku dengan ketakutan saat menghalangi Arya.
"Aku mau usir dia dari rumah kau,putuskan dia,kau harus memilih aku !!" Arya menbentak aku dengan mata berkaca-kaca,Arya tidak seperti itu mungkin karena alkohol yang iya minum sehingga tidak terkontrol lagi.
"Jangan salahkan dia beb,aku yang salah,aku yang menipu kalian berdua,aku mohon jangan kerumah" Sambung aku dengan suara bergetar dan menangis didepan Arya.
"Ooh kamu bela dia !!,aku sudah tau jawaban kamu,menyesal aku tidur dengan kau !!" Arya menampik lengan aku saat lengan ini menggelayut dibaju Arya,lalu pria tinggi ini berjalan sempoyongan pergi meninggalkan Area rumah aku.
Aku melihat Arya tidak tega berjalan sendirian tanpa kendaraan,entah dari mana dia tau kalau Juan datang,ditambah lagi saat aku berjalan kearah rumah,Juan malah keluar dari rumah dan langsung naik keatas motor.
"Mau kemana pa?"
Tanya aku ketika Juan sudah siap pergi dari rumah.
"Menjernihkan pikiran,pikirkan juga pilih dia apa aku !" Ketus Juan sembari menekan gas sepeda motor dan pergi dari area rumah aku.
"Aaaarrgggggghhhhh"
Aku menggeram saat melihat Juan juga sudah berlalu,memang semua menjadi kacau
"Buaaak"
Suara pintu keras terdengar kuat saat aku menutup pintu rumah dengan emosi,aku bingung dan bersalah sekali,kenapa jadi kacau balau begini.
Seminggu sejak kejadian aku terciduk,Arya memblok pin BB aku dan memblok media sosial aku,mungkin Arya sakit hati dan aku pasrah apa kemuan Arya.
Tetapi Juan mempertahankan hubungan ini, walau sudah tidak seromantis dulu,Juan memang masih dengan aku tetapi tingkah Juan jadi berubah tidak sehangat dulu.
__ADS_1
Hatu ini sebenarnya takut kembali kepada Juan,takut kalau Juan membalas dendam atas pengkhianatan yang aku berikan kepadanya.