Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 67


__ADS_3

Aku sudah lega karena jadwal show kami sudah kelar semua,hari ini aku dan Maya serta Desy menunggu kedatangan perempuan bergaya pria yang bernama BimBim,Bimbim adalah pacar kedua Maya sesudah Bryan.


Cuaca siang hari ini memang tidak bersahabat,sehingga membuat kulit mengucurkan keringat berlebih,kami sudah kami sudah bersiap-siap ingin jalan-jalan kekota P.S,tetapi Bimbim belum juga muncul.


"May lama betul Buchi kamu datang,sudah sampai dimana dia?" Tanya Desy yang sudah kepanasan karena menunggu.


"Sabarlah nyet,macam dekat saja kota P.S kekota kita ini" Sambung Maya yang sibuk dengan kipas kecilnya.


Tiga jam berlalu kami semakin jenuh menunggu kedatangan Bimbim,Tukang ojek dan motornya berhenti didepan rumah Yongki ternyata BimBim sudah datang dan turun dari atas sepedea motor tukang ojek tersebut.


"Ayang....!!"


Suara panggilan wanita berperawakan pria dengan jaket kulit yang iya pakai.


"Lama betul kau Yang,kami sudah lama menunggu disini" Tukas Desy melepas pelukan hangat kepada BimBim.


"Macet dikit sayang dikota tadi,sekarang aku sudah disini" Sambung Bimbim dengan suara manja.


"Sama Desy kamu sudah kenalakan sayang?,ini ada penyanyi baru adik senior kami,Yunita salam pacar mbak" Ucap Maya dengan tersenyum manis.


"Nama Abang Bimbim dek,salam kenal ya"


Bimbim mengulurkan tangan untuk aku.


"Yunita mbak,eh bang"


Ucap aku hampir salah kalau bimbim wanita tomboi pasti merasa risih kalau dipanggil mbak.


"Mata kamu itu,lihat cewek baru langsung ganjen" Kata Maya dengan cemberut.


"Alah gitu saja cemburu,Yunita masih normal tau,lain kau ya" SambuNg Desy dengan nyeplos.


"Hahahaha"


Aku tertawa renyah ketika Maya memeluk Bibim dari samping.


"Biarin,bilang saja kamu syirik enggak bisa kayak gini" Kata Maya dengan cemberut.


"Sudah,ayo kita berangkat keburu sore hari" Sambung Bimbim sembari elus rambut pendek Maya.


Jelas saja Desy bicara begitu secara aku normal,beda dengan Maya yang menyukai satu jenis yaitu wanita tomboi seperti bertingkah laku selayaknya seorang lelaki.


Kini kami berempat jalan kaki menuju persimpangan karena menghemat ongkos,tidak mungkin tukang ojek kami tumpangin semua,mending jalan kaki karena rumah Yongki tidal begitu jauh dari persimpangan.


Sampai dipersimpangan kami menunggu Bus besar yabg melewati persimpangan,makan tiga jam lebih kami akan sampai kekota P.S dari kota ini.


Setelah Bimbim memanggil bus yang melintas kami naik dan masuk kedalam bus,aku duduk dengan Desy sedangkan Bimbim dengna Maya duduk sembari ngobrol.Mereka terlihat mesra sekali walau terkadang penumpang lain memperhatikan mereka,tetapi Bimbim dan Maya terlihat acuh jadi bahan tontonan penumpang lain.


Tiga jam berlalu kini kami sampai disebuah terminal yang terletak ditepi kota P.S,kami tidak langsung pulang kerumah Bimbim,malah Bimbim mengajak kami pergi menuju sebuah plaza yang terletak ditengah kota P.S.


Aku merasa aneh ketika Bimbim bergabung dengan teman-temannya,teman Bimbim ternyata sama yaitu wanita bergaya pria alias Buchi panggilan keren mereka.


"Manusia pelanet semua disini"


Gumam aku karena tidak nyaman gabung dengan mereka semua.


"apa enak sih pacaran sama sejenis?,aneh betuk dunia ini,oh Tuhan" Gumam aku lagi saat melihat seorang Buchi memandangi aku terus.


"Wah ini pacar kau bim?"


Ucap wanita berambut tentara sebut saja namanya Rama.Rama seorang Buchi juga.


"Cantikkan?,kenalan dong sama teman pacar aku juga" Ucap Bimbim dengan bangga menampilkan Maya didepan teman Buchinya.


Aku berkenelana dengan beberapa buchi,salah satunya bernama Rado,padahal dia mempunyai mama asli yaitu Rama,entah kenapa dia memakai nama laki-laki aku jadi heran dan risih.


Rado terus melirik aku yang lagi duduk didepannya,Bimbim memperhatikan tingkah Rado.


"Mata kamu,kalau naksir bilang saja"


Tukas Bimbim sembari senggol lengan Rado.


"Hahahha...tau saja kamu"


Jawab Rado jadi salah tingkah.


"Eh dia itu normal,mana mungkin suka makhluk kayak kau" Sambung Bimbim meledeka Rado.


"Hehehe mana tau bisa belok jalur,iyakan dek Yunita" Ucap Rado dengan percaya diri.


"Bisa jadi itu,Yunita sama kayak aku sayang,trauma sama cowok,benarkan Yun?" Ucap Maya sembari pengangan tangan dengan Bimbim.


"Cerita terus kapan minumnya?"


Ucap Desy merasa diacuhkan.


"Trauma sih trauma enggak mesti suka sesama jenis" Gumam aku jadi geli.


Kini kami ngobrol dengan lepas,aku tidak nyaman dengan lirikan Rado tetapi kau mencoba santai sembari ngobrol dengan mbak Desy dan yang lainnya.


Hari mulai senja dan kami pamit pulang kepada Rado dan yang lainnya,Bimbim membawa kami kerumah,didalam rumah ada Embak kandung Bimbim dan ayahnya,sedangkan ibunda Bimbim sudah meninggal dunia.


Aku dan Maya serta Desy malam ini berdandan secantik rupa,Bimbim mengajak kami untuk main kediskotik yang berada didekat kota ini,kami penasaran jadi mau saja diajak main kedalam diskotik kota ini,Kata Bimbim salah satu temannya bekerja didalam diskotik tersebut.


Kami naik kendaraan roda tiga alias becak menuju diskotik tersebut,sampai disana aku biasa saja tidak terkejut mendengar suara musik yang membuat kuping jadi tuli,karena sebelumnya aku sudah pernah saat bersama Ameng dua minggu yang lalu.


"Wah bang bro bawa cewek baru ya,kenalin dong salah satunya" Ucap wanita yang berstyle setengah pria itu.


"Boleh,tapi yang beby sugar punya aku"


Sambung Bimbim sambil merangkul Maya.


"Sayang dia style cewek,apa sama kayak kita lesbian?" Bisik Maya kepada Bimbim.


"Iya dia lesbian juga,korban terauma"


Sambung Bimbim dengan suara samar.


Kami semua tidak mengobrol lagi karena musik disco berbunyi semakin keras,lalu kau berjoged riang bersama Desy,sedangkan Maya dan Bimbim duduk berdua sembari minum alkohohol.


Lagi enak joged dari belakang ada yang memeluk aku,membuat aku terkejut dan meronta-ronta,aku berbalik kebelakang ingin tau pria kurang ajar mana yang memeluk aku.


"Kau !"


Tukas aku dengan kesal karena bukan seorang pria yang memeluk aku tanpa izin,melainkan Rando seorang pria jadi-jadian.


"Jangan marah Yunita,Rando baik orangnya"


Sambung Bimbim saat melihat Rando memeluk aku dengan sengaja dari belakang.


"Hus...,sayang jangan gitu ah,Yunita masih normal" Ucap Maya kernyi dahi.


"Ah kan cuman peluk doang"


Tukas Rando tidak terima ucapan Maya.


"Peluk sih peluk,tapi izin dulu dong"


Sambung Desy melirik Rando yang terduduk lemas.


"Maaf ya Yun,aku banyak minum tadi"


Sambung Rando sambil duduk lemas.


"Dia udah minta maaf,jangan diam saja gitu"


Kata Bimbim kepada Aku.


"Ya sudah,jangan dibahas lagi"


Sambung aku yang sudah kesal.


Aku malas joged lagi mengambil duduk disebelah Desy,Rando terdiam saja sedangkan Bimbim bermuka kesal melirik aku terus,entah apa maksud Bimbim kenapa dia yang marah?,tetapi aku sabar karena aku yang paling kecil diantar mereka.Maya sesekali minum dan mengajak Bimbim ngobrol.


Suasana mulai tidak enak Maya mengajak pulang kerumah,setelah itu kami pulang kerumah Bimbim,didalam perjalanan aku diam saja karena malas mengobrol mungkin sudah mengantuk karena jarum jam menunjukan pukul tiga dini hari.


 

__ADS_1


Esok Hari


Ketika aku terbangun dari tidur diri ini terkejut karena ingin bangkit terhalang dengan tangan Rando,entah sengaja atau tidak tangan Randi memeluk pinggang aku.


"Tangannya lah ces"


Tukas aku sembari bangkit dari tidur.


"Maaf Yun,aku enggak sadar karena ketiduran" Sambung Rando mengucek mata karena baru bangun tidur.


"Sudah Yun,apalagi dia suka tuh sama kamu"


Ucap Bimbim dengan tersenyum.


"Gila ayang inilah"


Kata Maya dengan kernyit dahi.


Aku diam saja malas ribut seperti tadi malam,sepertinya Bimbin mendukung aku dengan Rando,sumpah aku tidak nyaman sekali tidur dirumah Bimbim,hati ini kesal tapi mau gimana lagi aku masih hargai Maya karena dia senior aku.


"Yun kau mau banyak duit?"


Tanya Bimbim memecah keheningan.


"Maksud nya mbak,eh bang"


Ucap aku tanpa sadar kalau dia itu wanita bertingkah pria.


"Kalau kau mau banyak uang diskotik semalam sebelahnya ada karaoke,disana juga banyak tamu jelas,kamu cuma temani nyanyi saja dapat tips dari tamu,enggak perlu shortime gitu". Bimbim memperjelas pertanyaanku.


"Wah temani nyanyi doang bisa dikasih duit,aku maulah" Sambung aku dengan kesal.


"Entar malam kau aku antar,security karaoke itu yang manggil cewek untuk masuk kedalam" Sambung Bimbim tersenyum.


"Jangan jual anak orang,Ayang kok gitu"


Kata Maya mendengus kesal.


"Aku bukan jual anak orang,aku bertanya sama Yunita,terus dia mau kok tanpa aku paksa" Jawab Bimbim kernyit dahi.


"Ya sudah kalau Yunita mau"


Kata Maya melirik aku yang lagi berfikir.


Malam harinya Desy dan Maya mendandani aku secantik rupa,entah kenapa aku mau saja mungkin karena uang,apa salahnya cuma temani nyanyi?,toh aku sudah enggak perawan.


"Sudah cantikkan?"


Tukas Maya selesai membentuk alis mata aku.


"Bagus May,Yunita tampak beda"


Jawab Desy dengan senyum kecil.


Setelah selesai aku berhias,Maya memberikan aku baju tali satu dan jeans pendek,sudah jelas aku menjadi wanita malam untuk pertama kalinya,terlihat Bimbim naik keatas sepeda motor dibarengi aku yang sudah siap menuju tempat karaoke dikota ini.


Sampai ditempat karaoke,aku menunggu diparkiran sementara Bimbim menemui sang security,tidak berapa lama Security berjalan dibarengi Bimbim menuju tempat parkiran.


"Ini ceweknya Bim?,masih remaja"


Kata security melihat aku dari atas sampai bawah.


"Iya bang,dia umur enam belas tahun,benar Yun?" Sambung Bimbim.


"Iy-iya bang"


jawab aku dengan canggung karena security terus melihati aku seperti aku ini daging rendang.


"Ayo masuk,ada tamu jelas"


Ajak security kepadaku.


Bimbim pergi saat aku berjalan dengan security masuk kepintu karaoke,berjalan kelantai atas menaiki anak tangga satu persatu menuju ktv tujuh,sampai didalam aku melihat dua orang pria setengah baya,salah satu pria itu seperti berdarah tionghoa,dan salah satunya lagi seorang pribumi.


"Masuk dek,ini jelas,pejabat"


Bisik security kekuping aku.


"Ayo...,siapa yang mau one shot beer putih ini, wa kasih seratus ribu pergelas" Tukas Pria bermata sipit.


Aku kini berjoged dengan tiga wanita malam,semua tidak mau kalah minum sambil dapat uang,aku juga ikut berlomba one shot setiap gelas beer,ada empat gelas aku tenggak satu nafas,lumayan dapat duit begini.


Akhuan adalah pria yang gila,iya memang terkenal suka minum dengan wanita,dia juga royal,karena akhuan ingin servis teman yang iya bawa mungkin ada hubungan bisnis mereka,sehingga pria bermata sipit ini rela mengeluarkan kocek berjuta-juta demi membuat senang Burhan.


"Kamu yang baju hitam kesini,duduk sama saya lagi" Ucap Burhan seorang pejabat disalah satu kota besar.


"Pilihan bapak tepat,dia cewek baru disini"


Sambung Akhuan dengan senyuman.


Aku mau saja duduk lagi disamping Burhan,karena Burhan bersih dan wangi walau tubuhnya sedikit subur,iya juga masih terlihat tampan dan masih enak dipandang mata.


Aku mulai pusing karena kebanyakan minum Beer,maklum sudah sepuluh gelas aku minum sedari tadi,uang tips yang aku dapatkan semakin banyak disaku celana ini.


Burhan baik dan lembut,hanya duduk saja dan ajak mengobrol aku,sedangkan Akhuan sudah sibuk berjoged terus bersama ketiga wanita malam.


Malam mulai larut angka jam terus berputar tidak terasa sudah tiga jam aku didalam ktv ini,musik mulai berhenti lalu ketiga gadis malam sudah pergi,berbeda dengan aku yang berjalan keluar daru ktv bersama Burhan dan Akhuan.


Aku sudah tidak tau karena kepala ini pusing sekali,ya...,aku mabuk berat yang aku ingat Akhuan berbicara kepada security,lalu aku diboyong masuk kedalam mobil,aku tidak tahu mau dibawa kemana dengan Akhuan.


Sebuah mobil mewah berhenti diperhotelan,aku langsung masuk kedalam sebuah kamar mewah bersama Akhuan.Entah apa yang diinginkan Akhuan aku tidak tahu,karena mabuk berat aku pasrah saja sewaktu Akhuan mendudukan aku diatas kasur.


"Lu jangan enggak servis ya,ini pejabat entar lagi dia datang,wa cuma antar lu ok,tunggu disini saja" Tukas Akhuan dengan nada tegas.


Aku tidak menjawab perkataan Akhuan hanya anggukan kepala bertanda aku setuju dan menuruti perkataan Akhuan.Tidak berapa lama Akhuan menerima telfon setelah itu membuka pintu,ternyata Burhan sudah datang.


"Terima kasih teman"


Tutur Burhan sembari menepuk bahu Akhuan.


"Ah bapak tidak perlu sungkan sama wa,kalau begitu wa balik dulu ya" Balas Akhuan sembaru keluar dari kamar hotel tersebut.


Burhan menatapku dengan senyuman manis,lalu duduk disebelahku,Burhan menarik lengan aku agar tubuh ini telentang diatas kasur,aku terkulai layu dan pasrah atas perlakuan Burhan.


Lalu pria manis itu membuka semua pakaian aku dengan lembut,meraba,mencium disetiap titik wajah dan leherku,aku hanya diam sesekali melawan perlakuan lembut Burhan.


Setelah itu aku tenggelam dan bercumbu panas dengan Burhan dan melakukan hal itu,aku tidak sadar sehingga menikmati sedikit sentuhan demi sentuhan Burhan,wangi tubuh burhan juga aku suka,padahal aku paling benci tidur dengan lelaki yang memiliki istri,tapi entah kenapa aku mau saat ini mungkin karena pengaruh alkohol.


Selesai Burhan menuntaskan hasratnya, dia memakai pakaian kembali,setelah itu Aku tertidur pulas dengan lembut pria berumuran sekitar empat puluhan ini menutup tubuhku yang tanpa busana sengan selimut.Lalu Burhan pergi begitu saja dari kamar hotel ini.


 


Esok Hari


Aku membuka mata dan heran sekali kenapa aku bisa sampai dikamar ini,aku terduduk dan melihat tubuh ini hanya dibungkus selimut tebal.


"Aduh kepala aku pusing,sakit"


Gerutuku sendiri sembari memijat dahi.


"Duh uang kau kemana semua?"


Ucap aku yang sadar mendapat uang banyak tadi malam.


Aku melihat celana ada diatas kasur dengan cepat aku merain dan memeriksa saku kanan.Aku bernafas lega semua masih ada didalam saku celana.Saat aku mengangkat bantal aku melihat uang dengan jumlah banyak.


"Aku baru ingat Burhan kasih uang lagi saat mau pulang tadi malam,lumayan dapat banyak" Gumam aku sembari tersenyum bahagia.


Setelah itu aku berniat pulang kerumah Bimbim,dengan cepat aku memakai pakaian dan mencuci muka ini dan setelah keluar dari kamar mandi,aku berjalan menuju pintu kamar hendak keluar.


Aku terus berjalan kaki keluar dari perhotelan,walau asing bagiku tapi aku coba tenang,karena baru dua hari aku ada dikota ini yang aku ingat hanya alamat rukah Bimbim saja.Tangan ini melambai saat kendaraan roda tiga melintas.


"Pak antarkan saya kejalan cakra"


Tukas aku kepada supir becak.


"Baik nak"

__ADS_1


Balas supir becak dan membawa aku pergi menuju jalan cakra.


Ada beberapa menit becak tepat berhenti didepan lorong rumah Bimbim,aku turun dari atas becak setelah memberi ongkos.Aku berjalan kaki sedikit dan terlihat rumah Bimbim didepan aku.


"Wah jelaskan tadi malam?,dapat berapa kau dek?,pasti dapat banyak karena kau enggak pulang semalaman" Tukas Bimbim melihat aku berjalan masuk kedalam rumah.


"Lumayan dapat banyak"


Ucap aku dengan polosnya.


Dengan kepolosan yang aku punya dan kejujuran hati ini,semua uang dari saku celana aku keluarkan diatas meja,terlihat wajah Bimbim sangat senang,sedangkan Maya diam saja.Terlihat Desy terkejut saat keluar dari kamar mandi.


"Separuh sama aku,sama kamu separuh"


Ucap Bimbim dengan cepat meraup uang dan membagikan kepadaku.


"Lho kok separuh?,kelihatannya abang yang lebih banyak?" Tanya aku dengan heran karena seperempat uang yang aku dapatkan.


"Syukur aku kenalin kau sama security,coba kalau kau enggak aku antar tadi malam,sudah ambil saja uang itu". Kata Bimbim dengan ketus.


"Sayang jangan gitu dong,kan Yunita yang kerja,uang pulsa saja dikasih sudah bersyukur" Sambung Maya kesal kepada Bimbim.


"Kamu jangan ikut campur sayang,disini uang germonya besar" Ketus Bimbim dengan mata terbelalak.


"Enggak boleh gitu Bim,itu enggak adil"


Ucap Desy dengan kernyit dahi.


"Sudah aku enggak mau kalian bertengkar"


Ucap aku dengan mata berkaca-kaca.


"Nah tuh,dia aja enggak keberaran,kalian yang sewot,aku mau mandi dulu" Ucap Bimbim langsung berdiri dari duduk.


Sebenarnya aku tidak ikhlas hanya seperampat uang dibagi Bimbim,padahal itu hasil keringat aku sendiri,tapi aku malas ribut apalagi Maya dan Desy juga tidak terima


Malam Hari Tiba


Malam kedua ini aku diantar lagi oleh Bimbim ditempag karaoke L.A,aku berjalan kearah security disana ada dua wanita malam lagi duduk,mungkin menunggu kedatangan tamu jelas.Aku berkenalan dengan dua wanita pekerja malam yang bernama Susan dan Eva.


"Jadi kau dek tinggal sama siapa?"


Tanya Susan yang lagi menghisap sebatang rokok.


"Tinggal sama Bimbim mbak"


Jawab aku sembari mengambil duduk disebelah Susan.


"Lah ngapai kau tinggal sama cowok jadi-jadian gitu,Bimbim itu terkenal menfaati cewek baru,pasti dia minta uang" Sambung Susan dengan serius.


Aku dengan polosnya menceritakan kejadian tadi siang sewaktu Bimbim membagi uang sedikit kepadaku,walau air mata ini ingin jatuh tetapi aku bendung didepan Susan dan Eva termaksud security.


"Bukan dia yang kasih kau tamu,tapi abang security,seharusnya kau kasih abang security uang pulsa atau makan,kau dimanfaati Bimbim dodol" Ucap Eva nyerocos karena kesla.


"Aku takut mbak dimarahi,apalagi aku tinggal dirumah Bimbim,dia yang membawa aku kekota in" Kataku dengan suara bergetar.


"Ngapai pusing gini saja tubang aku kontrak rumah kamarnya dua lagi,kau indekos saja dirumah aku,enggak mahal kok cuma dua ratus ribu saja". Kata Susan dengan tersenyum.


"Mau sih mbak,tapi embak enggak kayak Bimbimkan?" Tanyaku dengan nyeplos.


"Haahaaha...,aku enggak kayak gitulah dek, kau lihatkan kita satu ktv semalam?,kita sama-sama cari uang disini" Sambung Susan tertawa renyah.


"Benar Yun,kita sama cari uang ditempat ini,untuk apa menfaati teman sendiri".Sambung Eva menepuk bahu aku.


"Kamu simpan saja nomor hanphone aku,kalau mau indekos rumah aku tinggal hubungi saja,kan enggak ribet" Kata Susan kasih kartu nama kepada aku.


"Baiklah mbak"


Kata aku mengambil sebuah kartu dari tangan Susan.


Beberapa tamu sudah datang dan masuk kedalam semua ktv,aku sudah bekerja satu ktv bersama Susan dan Eva,aku tidak mengamar hari ini,karena uang tips temani menyanyi sudah cukup bagiku.


Jam satu malam aku kembali pulang menuju rumah Bimbim,aku turun dari atas becak dan berjalan kaki sedikit menuju rumah bimbim,tangan ini menekan knop pintu rumah setelah sampai.


"Mana setoran kamu?"


Tanya Bimbim yang ternyata sudah duduk menunggu aku diruang tamu.


"Yunita kasih dek uangnya,biar kita tidur cepat" Sambung Maya yang duduk disebelah Bimbim.


"Kok diam?,mana uangnya?"


Ucap Bimbim dengan kernyit dahi.


Aku melihat Maya dengan muka kesal mungkin ucapannya tidak diperdulikan Bimbim,sedangkan Desy duduk sendiri tanpa kata sedikitpun,terasa ciut nyali ini jika kau melawan Bimbim,tapi aku tidak mau suasana inu berlarut lama.


"Aku capek,lagian aku enggak bawa uang,aku dapat sedikit malam ini" Ucap aku dengan angkuh dan buang muka,padahal ini bukan aku.


"Ckckck enggak tau diri kali kau,sudah aku kenalkan sama mereka,masa sepeser uang enggak ada,aku enggak percaya ucapanmu" Sambung Bimbim dengan geram dan emosi.


"Kalian kok gitu sama aku?,aku bukan bank berjalan,aku cari duit untuk ksluarga aku,aku bukan kasih makan kalian!" Sambung aku dengan kesal bercampur emosi.


"Yun..,mulut kamu itu,kalian berarti kami semua lah !!".Bentak Maya kesal dengan perkataan aku.


"Ya embak juga makankan hasilnya semalam?,embak hanya diam saja saat buchi ini meras aku,malahan embak cicipi uang yang dibagi dia semalam !" Sambung aku dengan gemetar dan membendung air mata.


"Jaga omongan kamu Yun !"


Kesal Desy tidak terima.


Aku kecewa dengan Maya dan Desy,aku pikir malam ini Maya dan Desy membela aku karena tingkah Bimbim yang seperti penjahat lagi memalak mangsanya.Mereka berdua berubah hanya karena uang saja,aku jadi yakin persahabatan ini dinilai dari uang.


Terlihat Bimbim masuk kedalam kamar dengan geram dan marah,Bimbim mencengkram tas ransel kepunyaan aku.Sedangkan Maya dan Desy diam saja hanya menonton perlakuan Bimbim.


"Keluar kau dari rumah aku,aku enggak butuh orang pembangkang,pergi sana !!" Ucap Bimbim sembari menaruh tas aku diluar balkon teras.


"Makasih ya woi,Desy,Maya hanya gara-gara takut sama buchi ini kalian diam saja !"


Ketus aku sembari melangkah keluar dari rumah Bimbim.


"Jangan banyak cocot kau disitu,pergi sana !" Tukas Bimbim sembari menutup pintu rumah.


"May kayaknya betul kata Yunita"


Kata Desy mengigit bibir bawah dengan risau.


"Sudah biarkan saja,aku pusing bahas ini semua". Balas Maya berjalan masuk kedalam rumah.


Aku berjalan kaki sendirian menyusuri lorong gelap ini,aku jadi rindu kepada Indar dan Watu serta sahabat aku dikampung,mereka lebih baik daripada Maya dan Desy,sungguh ini pelajaran buat aku dikota orang,pelajaran dalam memilih teman yang baik,teman yang tulus bersama dengan aku.


Aku mencari letak warung telfon untuk menelfon Susan,ternyata aku beruntung warung telfon terlihat saat aku berjalan sampai kearah jalanan aspal besar,syukur malam ini sepi tidak ada orang jahat yang melintas.


"Gila itu orang pakai ngusir kamu pagi buta begini" Ucap Susan saat menjemput aku setelah aku telfon.


"Ya mbak"


Ucap aku suara gemetar sangat bersedih.


Sepeda motor Susan sudah sampai didepan sebuah rumah kontrakan,lalu aku masuk bersama Susan kedalam rumah.Aku memberi sejumlah uang sesuai ucapan Susan tadi malam tetapi susan tidak menerimanya.


"Simpan saja Yun,entar kalau dapat uang banyak baru kamu bayar" Ucap Susan dengan tersenyum.


"Alhamdulilah,makasih ya mbak"


Ucap aku dengan senang sekali.


"Yun ini ada baju tidur aku,pakai saja"


Sambung Eva yang akan jadi teman sekamar dengan aku.


"Makasih sekali lagi,kalau enggak ada kalian disini,entah kayak mana nasib aku diluar sana" Ucap aku dengan suara gemetar.


"Sama-sama Yun,sudah enggak usah ingat lagi Yun,kaukan sudah tenang tinggal sama kami" Tukas Susan saat duduk diatas kasur bersama aku dan Eva.


"Iya ya ada manusia kayak Bimbim,kita yang genjot sama om-om,dia pula yang mau makan banyak hasilnya,cuih enggak tau diri,mendingan sama germo dari awal sudah dikasih tau potongan germonya,daripada sama teman tapi mau makan uang hasil jerih payah kita" Ucap Eva menggeram dan kesal.


"Iya va,germo memang profesinya lagian ada perjanjiannya sama kita,ini sudah kawan seenak saja minta hasil lebih banyak,serem" Sambung Susan dengan kernyit dahi.

__ADS_1


"Enggak apa mbak Susan,aku sudah ikhlas apa yang dimakan Bimbim sama Maya dari hasil keringat aku,yuk kita tidur" Ucap aku sembari mengucek mata karena mengantuk.


Sekarang aku harus berhati-hati dalam berteman,aku juga belum percaya kepada Eva dan Susan karena baru sehari aku mengenal mereka,aku dapat pelajaran baru dalam memilih kawan terkadang ada orang baik didepan dibelakang malah sebaliknya,kita juga tidak pernah tau didalam hati semua orang.


__ADS_2