Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 114


__ADS_3

Aku akhirnya pulang dari samosir dan menuju kekos aku,dan berharap bangkit lagi untuk move on dari Andre,sampai didalam kos Dina heboh sama karyawan baru.


"Eeh kak lama kali kau datang?ada karyawan baru lho berondong,pasti kau suka ahh" ujar Dina duduk diatas ranjangku.


"Cih,enggak selera lagi dek sama berondong, males ah,aku mau fokus cari uang" jawabku lagi saat merapikan pakaianku didalam kamar.


"Eh,kau belum lihat kak senyum lesung pipinya tapi orangnya enggak banyak omong kak,sedikit kaku" ujar Dina


"Ahk jadi penasaran aku,nanti malam kita ganggui awas kalau enggak buat hatiku bergetar dan bisa move on dari Andre"Balasku.


"Pasti lah kau tergoda,tapi culun kak enggak pandai gaya Hahahaa" ujar Dina.


"Kampret culunnya,ahk mana mungkin seganteng Irwansyah artis itu ahaah"ucapku.


"Ahh bandal kali kau kak, memang mirip kok enggak percaya kau lihat sendiri kak" ujar Dina mulai gila .


******************


Malam harinya aku dan Dina sudah didalam Hall karaoke LA,aku ingin melihat pemuda yang diomongin Dina tadi sore.


"Pakai lipstikmu kak,eheh" ujar Dina ambil lipstik dari tasku.


"Beli kau biar tau harga,kampret"Balasku.


"Iih pelit lah ini" ujar Dina sambil lipstikan


"Hahaah pakainah nyet" ujarku lagi.


Dina mencari cari karyawan baru yang iya maksud,sedangkan aku diam saja memperhatikan juga wajah baru didalam karaoke ini.


"Semalam disini dia kak?" ujar Dina.


"Cih bohong aja kau manalah yang kau bilang itu?" ujarku clingak clinguk.


"Ada apa nak?,dengaren cepat cepat kesini"ujar mami Diana yang menghampiri kami diroom hall karaoke L.A.


"Mem,mana anak baru disini yang cupu tapi ganteng ahahah" ujar Dina mencari cari.


"Hei jangan kalian ganggu,dia masih perjaka tingtong itu masih lugu enggak tau apa apa, baru tamat SMA dia namanya Juan" ujar mami Diana.


"Hemm jadi penasaran mem,ingin lihat kami"ucapku.


"intinya jangan kau rusak ya Yun dia,masih cupu banget aku tau kau suka onces onces ahahaah" ujar mem Diana nyengir .


"Kak itu dia !!" girang Dina menunjuk kearah Juan yang melintas.


"Ahk enggak jelas dek dari jauh,ahahah"Balasku.


"Hahaha udah sana kalau mau kenalan" ucap Diana.


Aku berdiri dari duduk dan mendekati Juan dengan tersenyum ramah.


"Ssssss berondonk!"Kayaku dengan genit.


Saat aku memnanggilnya dia memalingkan wajah dan menatapku,"sseerrrrrr" jantungku mau copot aku jadi kikuk,mataku kearahnya terus kok mirip, matanya cokelat asli,putih dan bening saat senyum lesung pipinya ada dua mirip mendiang raja,mata cokelat itu tidak kuasa aku melihatnya.


"Ada apa ya!!" " ketus Juan tanpa senyum .


"Ahk maaf salah orang" ujar ku.


Aku meninggalkan dia membayangkan Raja yang sudah disurga,mata cokelat itu tidak bisa kulupakan.


"Hei...,kok diam kak?,gantengkan mirip artis Irwansyah,Hhahahah mataku enggak rusak melihat pertama kali,tapi sayang dia cupu"Kata Dina.


"Dih, jelekpun,ayo kerja"Bohongku menarik tangan Dina.


Kamipun kerja dimasukan Diana kedalam ktv 5,didalam ktv aku enggak fokus kerja,wajah Juan terbayang dipikiranku,iya mirip dengan mendiang,Ah Aku mulai gila.


"Duh sampai enggak nyanyi,mikir Juan ya Haahaha" Ejek Dina.


"Enggak ahk...,putar lagu Rando sembiring menunggu dek"Balasku.


"Duh lagunya sedih kak,pasti kau belum move on,lagian enggak ada lagu itu kak,yang lain lah"Sambung Dina.


"Selamat jalan kekasih,Rita efendy dek"Balasku lagi.


"Hedew yang melow lagi,iya itu ada aku putar ya"Kata Dina.


Aku sengaja memutar lagu itu mengingat simendiang ahh,apa ada manusia didunia ini punya kembaran?,uh aku jadi gelisah hati.Jam Dua belas malam tamu akhirnya pulang,aku dan Dina keluar berjalan masuk kedalam Hall karaoke.


"Kak itu dia,walau cupukan enak cuci mata Hahaha"Tukas Dina pancing aku.


"Hallo boleh kenalan?"Sapaku mulau beranikan diri.


Dia acuh pasang wajah dingin,tidak menjawab sapaan aku,buatku jadi kesal.


"Haaaha kasian kali kau kak,aklum kak masih cupu,kan baru ini dia kerja didunia malam, mungkin takut"Dian selalu meledekku.


"Kampret malu aku,baru ini aku ditolak mentah mentah"Sambungku kesal.


"Hahaha sabar kak"Balas Dina.


Hemm onces ini buat aku penasaran,baru ini aku ditolak mentah mentah,Onces itu berjalan melewati kami sombong sekali,aku jadi bertekad untuk memilikinya.Lalu aku dekatin dia lagi tidak akan menyerah.


"Halloo,kok aku negur enggak jawab?"Tanyaku sekali lagi.


"Maaf kak,aku mau kerja !"Kata Juan datar.


Anjirr,dia sombong dan dingin,aku tidak mau menyerah kali ini.

__ADS_1


"Umur berapa say ?"Tanyaku ulang.


"Aku lahir tahun 1992 kak,kira aja sendiri"Jawab Juan datar.


"Ooww hemm,Ok deh,udah berapa hari kerja sini?"Tanyaku ulang.


"Baru mau jalan sebulan kak"Balas Juan.


"Ooww enggak pernah aku lihat"Aku terus ajak ngobrol dia.


"Jarang disini,ku bagian OB kak !"


"Ow gitu,bolehkan kenalan?"Kataku penasaran.


"Hemmm,namaku Juan"Balas Juan mulai enak diajak ngobrol.


" Siap pulang kerja kemana?"Tanyaku lagi.


"Pulanglah,mau ngapain lagi ditempat ini"Balas Juan melontarkan senyum.


Anjirr senyum cantik berlesung pipi dua,mata nya pun cokelat asli menyatu sama kulitnya yang bening putih,tapi sayang dia cupu banget pakai baju kedodoran.


"Makan Yok sama kami ketanah lapang"Ajakku sambil senyum.


"Boleh bentar aja ya"Balas Juan.


Kini aku dan Dina menunggu Juan ditanah lapang,sambil menunggu pesanan makanan kami.


"Gimana kak udah ada respon?"Tanya Dina.


"Respon ada tapi biasa aja dia,asal ngomong matanya enggak lihat aku"Jawabku kesal.


"Ahhah maklum kak nama nya masih cupu"Balas Dina.


Obrolan kami berhenti melihat kedatangan Juan,lalu Juan turun dari atas motornya.


"Maaf ya aku lama ya"Tukas Juan


"Enggak apa kok,kamu juga baru datang"Jawabku.


Juan duduk sama kami ,dia mulai senyum tapi banyak diam,sepertinya suaranya mahal.kalau enggak ditanya dia enggak mau ngomong.


"Kamu tinggal dimana dek?"Tanya Dina.


"Tinggal dijalan D.R kak!" Jawab Juan.


"Wah dekat sama kos lamaku"Sambungku.


"Ow pernah kos disana ya?"Tanya juan.


"Iya pernah,eh kamu pesan donkg makanan"Tawarku pada Juan.


"Kak kalau dipermak ini alla korea pasti cewek cewek malam ngences" Bisik Dina kekuping aku.


"Huss..,jauh kali pikiranmu kamprett, masih masa pengenalan ini" sambungku kekuping Dina.


"Hajar lah coy..,permak aja biasa cupu gini pasti menurut,kan kita yang menjajahin"Bisik Dina lagi.


"Gila kau".Cicitku pada Dina.


Satu jam kami duduk tapi obrolannya monoton,kalau enggak ditanya diam aja,aih nampaknya aku yang harus mulai.


"Kak aku pulang ya entar opung aku marah"Kata Juan.


"Lah kamu enggak sama orang tua tingg?"Tanya Dina heran.


"Iya aku tinggal sama opung boruku kak,dari kecil dia yang rawat aku,kalau mamaku udah nikah lagi sekarang tinggal dijambi,bapakku pun nikah lagi tapi dibawa istri ke duanya dujakarta"Jawab Juan.


"Oww ia nya,sudah lah pulang kasian opung kamu"Balasku.


Juan langsung pulang ternyata dia anak broken home,aku jadi kasihan pada Juan,Aku dan Dina juga ikut pulang kekos kami,sampai dikos Dina balik kekamarnya dan akupun chat an dengan Juan tapi enggak dibalas aku rasa dia udah tidur,sial pikirku.


*********************************


Esok harinya saat aku terbangun dia sudah balas chat aku.Aku ajak aja dia jalan jalan dia pun mau,yes aku berhasil.


Lalu dia menjemput kekos aku,kali ini gaya nya lumayan lah pakai baju kaos,jeans pendek dan topi,aw lumayan karena putih bersih pakai apa aja nyambung,bibir juga merah.


"Ayo kita kemana"Tanyaku sambil naik keatas motornya.


"Aku mau pulangkan komik dikota,temani ya bentar".Jawab Juan


"Ok"Jawab singkatku,Anjirr kirain mau kencan nyatanya ketoko komik,lalu kami berjalan menuju toko.


"Kamu sewa komik apa?"Tanyaku saat diatas motor Juan.


"Komik detektif Conan,sama doraemon kak"Jawab Juan fokus bawa motor.


"Ow..,aku suka baca novel karya fredy s, kalau komik aku jarang"Balasku lagi.


"Oh ditoko langgananku banyak juga novel"Sambung Juan.


Cih kencan apaan aku dibawa ketoko sewa komik komik jadi aneh,kencan yang aneh Hahahahha..,biasa kencan ditempat romantis diresto ini ditoko komik komik,astaga.


Akhirnya sampai ditoko tempat komik kami pun melihat lihat komik,aku lihat novel aja.


"Ini aku cari cari enggak dapat juga"Kata Juan sambil senyum.


Hah..,senyum lesung pipi itu manisnya mirip sekali sama mendiang Raha,tapi ini versi lesung pipi.

__ADS_1


"Emang komik apaan sih itu?"Tanyaku lagi.


"Naruto,ah jadi ingin baca"Jawab Juan senyum senyum.


"Cih kencan ditoki komik,busuk lah busuk,


kapan mesraannya"Batin mengerutu dihati.


Seletelah menyewa komik kami naik katas moror pergi ketempat lain.


"Engak pesan novelnya?,kok enggak jadi?"Tanya Juan heran.


"Mumet baca eok aja kalau lagi mood"Jawabku diatas motor.


"Kita kemana?"Tanya Juan.


"Ayo ketanah lapang,duduk"Ajakku.


Sampai ditanah lapang kami berdua nongkrong sambil ngobrol,hah ini sangat menyebalkan dia diam saja kalau tidak aku tanya,kini kami berdua diam membisu.


"Enak kerja dikaraoke LA?"Tanyaku membuka suara lebih dulu.


"Lumayanlah jadi OB disitu"Jawab Juan.


"Oh kamu bermarga?,kok wajahnya enggak seperti orang batak?"Tanyaku penasaran.


"Aku batak,ada sedikit turunan kali nenek moyang kami chenes"Jawab Juan.


"Mungkin lah soal enggak kek orang batak, kecina cinaan dikit"Balasku lagi.


"Asli orang mana kak?"Tanya Juan.


"Jangan panggil kakaklah,aku belum berumur 30,masih jalan 23 an lebih"Kataku nyengir.


"Jadi manggil apa,bingung"Kata Juan heran.


"Nama aja biar lebih akrab Hahaha"Ucapku lagi yang udah mulai stres sama sicupu ini.


"Hemm enggak apa aku manggil nama,nanti enggak sopan?"Tanya Juan


"Enggak apa lho,aku malah senang"Sambungku lagi.


"OK deh kak,eh salah Yun"Kata Juan.


Cih jalan sma sicupu ini keknya aku yang banyak mengeluarkan energi ngomong,hah harus sabar keknya ini.


"Enggak makan?,masa dari tadi malam jus dan jus"Tanyaku lagi.


"Hemm boleh lah,nasi goyeng aja"Kata Juan manja.


"Ok deh"Kataku lagi.


Juan pergi kewaeunt tempat jus didepan,tapi berlari aduh pada hal dekat tempatnya, kenapa mesti lari,aduh aku malu.


"Kok lari lari?"Tanyaku saat Juan kembali duduk setelah pesan.


"Hos hos biar cepat aja" Jawab dia duduk disampingku sambil ngatur nafas.


"Lain kali jangan lari,biasa ajakan abang tukang jusnya dekat"Balasku.


"Ehe maaf ya"Kata Juan sambil garuk tengkuknya.


Aku duduk disampingnya macam duduk sama batu,mesti aku yang dulu,tidak berapa lama Handphone Juan berdering,Juanpun angkat telfonnya tapi teriak teriak,oh my...,aku malu kami jadi pusat perhatian.


"Halloo pung,iya aku masih tanah lapang, apa pung !!!!,oh pesen piscok,ok ok pung nanti, Juan beli ya !!!!"Ucap Juan ditelpon suara teriak teriak.


Aduh bocah ini nelfon kayak dihutan,aih aku malu astaga,orang orang melirik bisik tertawa seperti mengejek.


"Kok kamu nelfonnya gitu?,dilhat orang lho"Kataku sedikit kesal.


"Ahk maaf,opung aku budek alias sudah kurang pendengerannya,maklumlah orang tua udah expired !"Jawab Juan nyengir.


"Oh kiraon kamu yang gaya nelfonnya gitu aku salah paham jadinya"Balasku lagi.


"Enggaklah,sama yang lain biasa aja kok"Kata Juan sambil minum jus.


"Nanti malam kamu kerja?"Tanyaku lagi.


"Kerjalah,kalau enggak gimana mau bayar angsuran motorku ini"Balas Juan.


"Oh iyanya,yuk pulang bentar lagi gelap"Ucapku lagi.


"Ok deh,nanti chat aja ya kalau perlu apa apa"Balas Juan sambil naik keatas motornya.


"Iya heehe,nanti malam ketemu lagi dikaraoke LA"Kataku lagi.


Juan mengantarkan aku kekos,setelah itu dia pamit aku langsung masuk kedalam kamar.


"Cuit cuit udah jadian?" Ledek Dina.


"Jadian apa,kencan gagal pegangan tangan pun enggak ada, malah ketoko komik komik"Jawabku.


"Haahaha...,maklum lah masih cupu,bagus yang cupulah kak bisa kau atur dan kau pandu kejalan yang sesat"Dina bicara sambil tertawa.


"Ahk gila kau,aku enggak sejahat itu,tapi lumayan lah cuci mata lihat wajahnya"Balasku.


"Kau permak aja gayanya kak,aku yakin dia setia"Usul Dina.


"Entahlah Din Pening mikirin cowok"

__ADS_1


__ADS_2