Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 50


__ADS_3

Aku dan Prima sudah tujuh bulan pacaran,kami semakin dekat dan mesra,hubungan kami lancar-lancar saja sampai saat ini.


Tepat Hari ini tanggal tujuh belas agustus kami upacara setelah itu pulang kerumah masing-masing,Prima membeli sepeda motor demi aku yang capek berjalan,Aku semakin sayang pada Prima.


"Sauang senang?"


Tanya Prima saat naik diatas motor barunya.


"Senang sayang,kenapa sih sampai beli motor segala?" Aku memeluk pinggang Prima diatas motor.


"Demi kamu biar enggak capek jalan"


Kata Prima sambil menarik jemari kanan aku lalu kecup punggung jemariku dengan mesra.


Karena motor baru kami berjalan sampai lupa waktu,ketika Prima hendak mengantar aku menunggu bus ternyata bus terakhir sudah pergi,aku jadi takut dimarah mama gimana caranya pulang.


"Aku antar saja kamu kekampung sayang"


Tawar Prima tidak mau melihat aku sedih.


"Ini mau maghrib sayang satu jam dari kota ini,entar kamu pulang sendirian,aki takut kamu dirampok atau apalah,aku enggak mau" Jawab aku menolak keras yang sebenarnya aku takut Prima seperti almarhum Raja jalan malam naik motor menuju kota.


"Telfon rumah sayang,bilang aja kamu inap tempat Risda" Kata Prima ketika ide baru muncul.


"Aku coba ya"


Aku dengan khawatir menuju telfon umum yang terletak ditepi rumah sakit ini,Prima menyusul aku dari belakang setelah parkirkan motor Prima.


Aku berbicara ditelfon ketika itu orang kantor yang angkat,lalu aku berpesan pada mereka untuk izin sama mama bahwa aku inap dirumah teman aku Risda.


"Gimana sayang?"


Prima cemas dan melihat aku menutup telpon umum.


"Aku sudah bilang sama orang kantor supaya berpesan sama mama,tidak apa sayang" Kata aku kegirangan tidak khawatir lagi.


"Bagus kalau gitu"


Kata Prima tersenyum disaat kami berdiri berdua diruang telfon umum tersebut.


Aku senang karena malam ini aku bersama Prima,mang pacaran kami siang saja tidak pernah kencan malam hari,kini aku bisa kencan malam hari bersama Prima.


Malam tujuh belas agustus ada konser dilapangan merdeka kota,aku dan Prima menonton konser itu dengan bahagia sambil bergandengan tangga.


"Aku malu sayang,masak pakai seragam sekolah dikonser ini,aki takut dilihat orang aneh" Ucap aku sambil menggerutu.


"Gimana kalau aku kerumah ambil baju,kamu tunggu disamping rumah aku sayang" Kata Prima selalu ada ide cemerlang.


"Boleh-boleh"


Sambung aku dengan semangat.


Kami berjalan melewati keramaian kota dan hiruk-pikuk jalanan,karena rumah Prima tidak begitu jauh dari lapangan kota,Kini aku sudah diatas motor dengan Prima menuju rumah.


Aku menunggu Prima dibelakang rumah,sementara Prima pergi mengambil baju,tidak berapa lama Prima datang membawa kantungan plastik.


"Kedodoran sayang"


Kata aku saat mencoba baju kaos oblong kepunyaan Prima.


"Hajar saja sayang,yang penting kamu tidak pakai pakaian sekolah" Kata Prima sambil pencet hidung aku.


"Serah sayang"


Aku sedikit malas memakai baju Prima,tapi karena malu aku pakai saja.


Sementara aku masih pakai rok abu-abu alias rok sekolah,tapi tidak begitu mencolok dibanding tadi pakai pakaian sekolah dan ada logo sekolah kami,takutnya terlihat yayasan jadi jelek nama sekolah kami.


"Woi men,sini"


Prima memanggil Iyan yang melintas dijalan lapangan besar kota.


"Jalan-jalan,eh Yunita disini"


Iyan terkejut melihat aku bisa dikota ini secara kampung aku satu jam dari kota.


"Ketinggalan bus antar jemput,tepaksa enggak pulang" Jawab Prima yang masih genggam kemari kanan aku.


"Inap saja dilosmen itu"


Iyan menunjuk sebuah gedung bertingkat yang berdiri tegak dibelakang lapangan ini.


"Entar kami pikirkan"


Kata Prima sambil kernyit dahi.


Malam mulai larut karena bingung mau kemana aku dan Prima memutuskan tidur dilosmen yang Iyan bilang tadi.Mau kerumah Risda kami belum tau rumah Risda dedekat mana,sementara Risda tidak punya telfon rumah.


Pukul sepuluh malam aku dan Prima masuk kedalam losmen itu,Prima sewa satu kamar buat kami berdua.Persaan aku sudah tidak enak kalau berduaan aki takut terjadi hal uang tidak diinginkan.


"Duduk sini,besok ulang tahun aku sayang delapan belas agustus" Kata Prima sudah duduk diatas kasur.


"Aku bingung kasih kado apa"


Lalu aku duduk disamping Prima.


"Enggak usah,ada kamu disisi aja aku udah senang" Kata Prima sambil menatap aku penuh cinta.


"Gombal pret"


Aku mencibir Prima,lalu prima mencubit kedua pipi aku dengan geram.


Kami bercumbu mesra sampai kedua nafas kami tersengal,akhirnya kami kebablasan dan tanpa sadar kami melakukan hubungan yang tidak seharusnya kami lakukan,permainan Prima monoton dan kaku membuat aku curiga dia tidak pernah melakukan begini.


"Jangan tinggali aku ya,aku baru ini melakukannya" Kata Prima yang penuh keringat karena sudah menuntaskan hasratnya.


"Iya sayang,kamu juga gitu ya"


Balas aku sambil berdandar kepala ini didada Prima yang terbungkus selimut.


Karena lelah aku dan Prima memutuskan obrolan dan tidur dengan damai,aku masih dipelukan Prima dengan hangat dan nyaman.


----------------------------------------------------------------


*Satu minggu kemudian*


Kami semakin romantis dan lengket sejak melakukan hubungan itu,tetapi setelah aku ikut les melukis hubungan aku sedikit merenggang.


Pagi ini aku les melukis,guru lukis ada dua mengajari kami muridnya,guru lukis kami manis-manis sekitar umur dua delapan gitu.


Spesial tempat lukis sudah disediakan ketua yayasan sekolah ini.


"Ini catnya gimana pak?"

__ADS_1


Kata aku yang duduk didepan kanvas.


"Jangan panggil pak dong,panggil aja abang saya masih lajang" Kata salah satu guru lukis bernama Ben.


"Ok bang ini gimana?"


Kata aku saat megang kuas tersebut.


Entah kenapa guru lukis ini memandang aku berbeda dari murid lain,aku tau mata yang pria yang suka padaku.


"Jangan terlalu ditekan kuasnya kekanvas" Kata Ben megang jemari aku saat kuas aku pegang.


Ben dibelakang aku sambil ajari melukis,tangan aku masih digenggam Ben yang megang kuas,tangan aku dengan lemas digerakan Ben saat melukis diatas kanvas.


Aku takut dilihat Prima saat Ben semakin rapat dipunggung aku,jujur aku risih dengan perbuatan Ben,tapi aku takut bilang kalau aki tidak suka diajari secara dekat begini.


"Jangan bengong dek"


Kata Ben saat aku malas diajari dia.


Lukisan anggrek ungu masih separuh aku buat,walau sedikit kurang bagus tapi kata mereka aku ada bakat melukis.


------------------------------------------------------------------


Seminggu digriya ini aku fokus melukis


sampai sore,tidak ada waktu kencan dengan Prima,Ben terus mengajari aku sampai lukisan aku benar-benar bagus.


"Ini gini dek,nah tarik dulu sketsanya baru diwarnai" Kata Ben saat dari belakang punggung mengajari aku.


"Iya bang"


Kata aku sedikit risih perlakuan Ben ajari aku berlebihan sekali.


Saat aku memutar kepala aku,Bem masih dibelakang punggung ini,aku tidak sengaja menjatuhkan kuas dia atas lantai,tergesa-gesa barengan kami meraih kuas tersebut.


Sampai mata kami saling pandang lalu tanpa izin Ben kecup mesra bibir aku.


Aku marah dan mendorong Ben dengan geram sekali,Pemuda itu tersenyum kecut saat aku berlari keluar dari grya lukisan ini.


-----------------------------------------------------------------


Sejak dicium Ben aku jadi malas belajar melukis,aku tidak pernah datang lagi kesana,karena sudah lama aku tidak kencan dengan Prima entah kenapa pagi ini perasaan aku tidak enak.


Aku cari Prima dikelasnya dia tidak ada,kata teman lain dia tidak masuk,aku merindui Prima karena dua minggu kami tidak kencan.


Aku keliar gerbang sekolah karena cemas dengan Prima kenapa dia tidak masuk sekolah.


Aku turun dari angkutan umum saat didekat rumah Prima,ternyata dia tidak ada saat aku sugesti tetangga Prima.


Karena tidak ada kabar Prima aku menyerah mencari dia,sampai diwarung Mbak Rina aku merasa haus dan memesan cendol dingin.


Santai minum cendol aku melihat anak perempuan dari sekolah lain duduk dibelakanv aku.


"Mbak Primanda belum datang?"


Kata salah satu gadis yang duduk dibelakang aku.


"Deg"


Jiwa ini terkejut dan darah mendidih sekali kertika dia sebut nama pacar aku,aku semakin curiga ketika Mbak Rina melirik aku saat gadis itu sebut nama Prima.


Aku kontrol emosi ini siapa tau gadis itu berpacaran sama Primanda yang lain,bukan nama pacar aku saja siapa tau namanya juga sama.


Tapi disaat emosi ini hilang Primanda pacar aku datang mendekati gadis itu,seketika darah ini mendidih dan emosi memuncak sekali,aku berbalik badan Prima terkejut melihat aku ada dibelakang mereka.


Ucap gadis tersebut melihat Primanda berdiri mematung saat melihat aku.


"Buook bbuk"


Aku tidak perduli jadi pusat perhatian orang-orang saat aku meninju keras meja ini,gadis itu alias selingkuhan Prima jadi terkejut saat aku mendekati Prima dengan penuh amarah.


"Penipu kau,pengkhianat !!"


Aku tidak perduli semua melihat saat aku membentak Prima,Prima terpaku tidak bisa membela diri.


Aku berlari dari hadapan mereka sembari menangis tersedu-sedu,terlihat Prima mengejar aku sampai kejalan besar.Aku menepis tangan Prima yang berusaha menariknya.


"Jangan pergi sayang,Maafkan aku"


Prima menarik lagi lengan aku,sementara aku mematung berdiri didepan Prima.


Prima berusaha merayu dan bujuk diriku didepan ruko kosong,aku melihat gadis itu berjalan mendekati aku dan Prima,emosi ini memuncak lagi saat melihat gadis itu,aku mendorong tubuh Prima karena ingin Pergi saja,tapi tidak bisa tangan ini keburu diraih Prima.


"Beb kamu ada apa sama cewek ini,kenapa dia nangis?,kalian pacaran?" Ternyata gadis itu bernama Poppi,dia penasaran siapa aku.


"Jadi sejak kita jarang ketemu kau selingkuh sama cewek ini !! " aku bentak Prima dan menunjuk wajah Poppi.


Poppi terkejut batin seketika Poppi menangis terisak-isak,dia geleng kepala serasa ini mimpi,aku juga kesal kepada Prima.


"Beb kamu bohong kata kamu,kamu singel nyatanya ada dia Huhuhuhu" Poppi menangis tidak terima kebohongan Prima.


Aku semakin emosi kepada Prima saat mendegar perkataan Poppi,Prima tidak bisa bicara dia tertunduk diam saja.


"Aku terima pengkhianatan kamu,kita sampai disini saja" Kata aku penuh emosi.Aku ingin pergi tapi Prima tidak mau tetap saja meraih jemari aku.


"Dengarkan aku dulu sayang,maafkan aku, aku begini karena kecewa sama kamu,kau cuek selama ikit les melukis,sewaktu aku datang kegrya lukis kamu,aku lihat kau ciuman sama guru itukan !!" Primanda mulai membela diri.


"Oww jadi kau tau kejadian itu ?!,Apa kau tidak lihat aku senang atau membalas sewaktu guru itu memcium aku?,jangan ambil kesimpulan sendiri,yang iya nya kau sudah bosan dengan aku kan?,ayo bilang !" Aku mulai menangis karena tidak tau mau bicara apalagi untuk membela diri.


"Hei kalian bicara sendiri,aku bukan patung lho" Poppi merasa diabaikan oleh aku dan Prima.


"Diam kau dulu disitu,enggak usah bacot


prima aku tanya kau pilih aku atau dia?"


Kata aku dengan tegas menatap tajam Prima.


"Beb kau pilih dia atau aku?"


Poppi berharap dipilih dengan mengikuti perkataan aku,buat aku jadi kesal.


"Beb...Beb kau jangan panggil dia seperti itu,emangnya kau sudah berapa bulan jadian?" Tanya aku dengan ketus.


"Kami baru seminggu,kau berapa hari?"


Poppi penasaran dan melirik Prima yang mematung tertunduk.


"Kami hampir setahun"


Kata aku dengan lantang.


Poppi geleng kepala tidak percaya ternyata dia yang kedua dibuat Prima,aku mengusap air mata ini karena muak Prima tidak memberikan jawaban.

__ADS_1


"Seharusnya kau jangan percaya sama dia, kau cari tau dulu tentang dia ada pacar apa belum !!" Ketus aku lagi saat Poppi semakin menangis.


"Prima sekarang katakan kau pilih aku apa dia?" kata aku dengan tegas dan lantang.


Prima berfikir keras saat berdiri didepan aku dan Poppi,hati ini masih sabar menunggu kata dari Prima,Poppi terlihat sekali sangat mencintai Prima sebenarnya aku kasihan lihat Poppi dia korban Prima.


"Pop maaf Pop sebelumnya,aku pilih Yunita , karena dia yang pertama,karena dialah pacar aku yang pertama dari pada kamu" Prima langsung menatap Poppi dengan serius.


"Hikss..hikss"


Poppi menangis dan semakin menangis karena harapan dia hilang.


"Tega kau ya Prim kau permainkan aku,aku benci sama kamu,aku benci" ujar Poppi menangis dan memukul dada Prima.


"Walau kau memilih aku Prima,aku seratus persen tidak percaya lagi sama kamu" Batin aku menolak kata maaf dari Prima.


Aku lihat tubuh Poppi baby sugar dengan kuning langsat,style nya juga ok dibandingkan dengan aku,tapi dihandingkan wajah Prima dapat menilai yang mana terbaik.


"Sudah kau apakan dia? apa tidak cukup kita pernah gituan?,kau pasti udah gituan sama dia?" Kata aku dengan geram memukul bahu Prima yang berdiri tertunduk dihadapan aku.


"Maaf yang aku khilaf,aku pikir kau pacaran sama guru itu,jadi aku membalas dendam" Kata Prima sambil tertunduk.


"Seandainya aku tidak diwarung bakso tadi,pasti sekarang kau jalan berdua sama diakan?,Jujur Prima,kau jahat" ucap aku masih tidak terima pengkhianatan Prima,sementara Poppi sudah pergi sedari tadi.


"Sayang maafkan aku,maaf aku khilaf,aku mohon jangan marah lagi" Kata Primanda memasang wajah iba.


"Hari ini kau aku maafkan,tapi kepercayaanku sudah hilang" Kata aku sambil buang muka.


"Janji tidak selingkuh lagi,aku enggak cinta sama dia,aku cintanya sama kamu,dia hanya pelampiasan,percayalah" Kata Prima meyakinkan aku lagi,tapi kata-kata itu tidak membuat aku luluh malah timbul hasrat jijik kepada Prima.


"Sakit ini tidak akan pernah aku lupakan"


Kata aku dengan tegas.


Aku marah sebenarnya dengan mbak Rina pemilik warung bakso tersebut,kenapa mbak Rina tidak memberi tau pada Poppi kalau Prima pacar aku.


"Kita kemana sayang"


Kata Prima mengikuti aku berjalan dengan tergesa-gesa.


"Bus,rumah sakit"


Jawab aku dingin tanpa melihat Primanda.


"Jawabnya kayak gitu,kamu masih marah ya?" Kata Prima sambil kernyit dahi.


"Mikir sudah dikhianati pasti sakit,aku masih marah,mulut ini memaafkan tapi hati belum bisa terima kenyataan" Kata aku sambil naik kedalam angkutan umum.


"Sumpah sayang,janji aku tidak gitu lagi"


Prima naik juga dan duduk disebelah aku dengan Wajah cemas.


---------------------------------------------------------------------


*Beberapa bulan kemudian*


Tidak terasa aku sudah naik kelas,aku masih pacaran dengan Prima,dia sudah berubah dan dia tidak berani selingkuh lagi buat aku sedikit percaya kepada Prima.


"Yun jalan-jalan yok kerumah aku"


Kata Risda yang duduk sebangku dengan aku.


"Aku ajak prima bolehkan?"


Aku menyusun buku-buku sekolah dan memasukan kedalam tas.


"Ya boleh lho"


Kata Risda sambil mengambil pena yang terletak diatas meja.


Setelah pulang sekolah aku dan Prima pergi main kerumah Risda,kini kami sudah ada diteras depan rumah Risda duduk sembari menikmati secangkir teh dan gorengan.


"Temannya Risda"


Seorang wanita setengah baya berbicara kepada kami ternyata Ibunda Risda.


"Iya bu satu sekolah"


Jawab aku dengan senyuman manis.


"Diminum nak teh nya"


Ibunda Risda tersenyum ramah dan duduk disebelah kami,sedangkan Risda kedalam kamar sebentar untuk mengganti pakaian seragamnya.


Aku tanpa bicara mengambil secangkir teh dan meminumnya yang terletak didepan aku.Prima juga sama ikutan menikmati secangkir teh itu.


"Yun kau enggak tau kenapa Fitri gak masuk?, katanya dia menikah lho" Kata Risda yang sudah ganti pakaian biasa.


"Maksud nya Ris?,aku kurang paham"


Kata aku sambil bingungn dan heran.


"Aku ketemu teman satu kampung dia,katanya dia sudah telat mangkannya menikah,udah gitu masih sombong ih" Gosip Risda setelah Ibunda pamit kedalam dapur.


"Wah iya nya,mungkin sudah waktunya dia momong anak Ris,kau kapan?" Aku meledek Risda biar ada bahan banyolan.


"Hahahaha...aku lama lagi dong,syukur Prima enggak mau sama Fitri" Risda puas sekali menceritakan kebobrokan Fitri.


"Dih jangan gosip melulu"


Sambung Prima merasa risih diantar dua cewek yang bergosip.


"Oh iya yun kemarin guru lukis cariin kamu,katanya kamu kenapa enggak datang kegrya?" Kata Risda sambil tersenyum.


"Gara-gara itu salah paham,dia malah selingkuh" Aku menatap tajam Prima,Risda terkejut.


"Aku udah minta maaf sayang,duh jangan diingat lagi dong" Kata Prima garuk kepala tidak suka bahas yang lalu.


"Jangan jahat song Prim,Yunita salah apa sampai kau selingkuh" Sambung Risda jadi kesal sedikit kepada Prima.


"Biasalah Ben mencuri bibir aku waktu aku mengambil kuas yang jatuh dilantai,dia lewat mergoki aku langsung deh dia selingkuh" Kata aku melirik Prima yang termenung.


"Apa pak Ben suka sama kamu?,masak sih Yun,ih genit banget" Risda begidik ngeri dan jijik.


"Entah lah Risda"


Aku hembus nafas panjang dan pijat dahi.


"Emang sih Pak Ben ganteng, tapi dibanding dia-----" Risda melirik Prima yang terdiam tanpa kata.


"Hus jangan bicara gitu Ris,entar merajuk pacar aku ini" Kata Yunita mencubit pipi Prima.


"Jangan bahas terus,aku jadi terpojok"

__ADS_1


Kata Prima memijat dahi.


"Ya sudah jangan dibahas lagi,minum teh kalian,habiskan gorengan ini" Risda mengambil kue sayur yang ada diatas piring.


__ADS_2