
"Wati...!!"
Aku memanggil Wati dari dalam rumahnya hendak main saja kerumah Wati.
"Oik"
Wati membuka pintu rumah dan melihat aku dengan Raja berdiri didepan pintu rumah Wati.
"Wih bawa cowok ganteng itu kau ya sini bang duduk" ajak Wati merapikan kursi teras.
Raja jadi malu karena dipuji Wati,lalu aki dan Raja duduk diatas kursi teras Wati,kami mulai ngobrol dengan Wati.
"Kenalan sama abang Puput" Kata aku sembari tersenyum.
Wati dan Raja bersalaman dan mereka berbicara,ketika kami ngobrol bercanda seorang gadis bernama Lenni datang lewat dari teras Wati,kebetulan Lenni bertetangga dengan Wati.Lenni juga guru Wati ya guru pacaran maksudnya.
"Wat ngapai?,eh ada Yunita !" Lenni melirik kearah Raja.
"Hem apa enggak mbak lihat aku lagi ngobrol sama orang ini" jawab Wati dengan nyeplos.
"Iya aku tau"
Jawab Lenni dengan lirih.
"Eh siapa itu Yun?"
Lenni tidak sabar berkenalan dengan Raja,tanpa basa-basi menjulurkan tangan kepada Raja,Raja jadi bingung dan melihat aku, aku anggukan kepala saja supaya raja mau menjabat tangan Lenni.
"Saya Raja"
"Ah Lenni bang"
Lenni menebarkan senyum termanis pada Raja aku melihat itu,sesama perempuan aku dapat membaca sorot mata Lenni yang memaruh suka pada Raja.
Entah kenapa Lenni pamit pulang sebentar kami tidak tau apa yang iya lakukan,Raja memandang aku terus dan tersenyum.
"Ehem ehem"
Wati mendehem saat Raja fokus dengan aku, Wati sangat bahagia karena melihat tatapan mata Raja terhadapku seakan penuh cinta yang hangat.
"Yok jalan- jalan Yun ,tapi motor aku enggak ada,malam tahun baru suram" ucap Wati geleng kepala.
"Slow kau kita stadion aja,bisa tarik tiga iya kan sayang, bolehkah?" ucap aku manja pada Raja.
"Boleh Ayolah " ucap Raja mengelus pipi kanan aku, Wati yang malu lalu masuk kedalam rumah hendak ambil jaket.
Saat Raja dan aku pergi bersama Wati,Lenni datang hampiri dihalaman rumah Wati,gadis itu minta ikut,aku melihat hiasan wajah dam baju Lenni berubah,ternyata iya pamit tadi untuk berhias.
"Enggak pernah gabung dengan kami mau gabung,apa maksudnya?, terserah lah"Batin aku jadi heran pada Lenni.
Setelah kami sampai distadion,kami hendak duduk- duduk,Lenni nyusul dari belakang,disaat Lenni turun dari motor kaki Lenni terpeleset,Raja yang berada didekat motor Lenni langsung menangkap tubuh Lenni.
Aku terkejut begitu juga dengan Wati, sedangkan teman Lenni diam saja dari belakang motor,Raja hanya terkejut tidak mungkin membiarkan seoran gadis celaka,aku mengerti dan paham sifat kekasih aku.
Raja melepaskan rangkulan dibahu Lenni,lalu Raja menatap aku dengan sendu seakan berkata kalau Raja hanya menolong saja,aku angguk kepala dan tersenyum pada kekasih aku.
"Aduh"
Lenni merintih sakit sembari menarik lengan Raja seakan meminta pertolongan lagi,Raja yang polos melihat mata kaki lenni yang licet sedikit.
"Maaf mbak,sakit ya,apa kuat berjalan?" Tanya Raja sembari memapah Tubuh Lenni,gadis itu hanya angguk kepala dan senyum manis kepada Raja,membuat Wati mencibir dan buang muka.
"Kalau dia sakit kenapa dada cowok aku dielus,tangan cowok aku digenggam lama" Batin aku kesal mulai emosi.
Raja memapah Lenni sampai dipadang rumput tempat kami yang hendak duduk.Wati melirik Lenni yang tersenyum licik saat menyentuh lengan Raja terus.
"Sudahlah megangnya masa jalan begitu saja mesti dipapah " ucap aku mulai terpancing emosi.
"Sayang marah ?!" Raja menepis halus lengan Lenni dan mendekati aku yang bermuka petak.
"Enggak marah,tapi kan ada teman dia,kenapa mesti abang yang disuruh" Ucap aku pada Raja,takut aku marah Raja merangkul pinggang aku.
"Maaf sayang,aku tidak ada maksud lain"
Raja menatap sendu aku,seketika emosi ini jadi luluh tak berdaya.
Belum lagi tenang entah apa lagi maunya Lenni dengan Raja,membuat aku naik darah pada Lenni.
"Bang Raja tolonglah motor aku ancaknya rusak" ucap Lenni dengan wajah memelas.
"Kayak mana sayang?"
Raja tidak mau aku marah jadi dia meminta izin padaku.
"Pergi sana tolong,awas macam- macam" balas aku,Raja memijat hidung aku dengan gemas.
Teman yang dibawa Lenni bernama Sri,karena cuma Raja yang cowok jadi dia yang perbaiki ancak motor Lenni, sementara aku,Wati dan Sri duduk sembari memperhatikan Raja yang sibuk benari motor Lenni,sedangkan Lenni berdiri disamping motor sembari menatap leluasa wajah Raja.
Lenni menyokong tubuh disamping motor,otomatis motor sedikit lagi akan terjatuh,disamping kiri ada Raja yang fokus perbaiki,Lenni mendekati Raja.
"Gedebuk !!"
Motor bebek tersebut jatuh,mereka berdua hampir tertimpa motor.
Pemandangan yang tak enak dilihat membuat darah aku jadi mendidih saat melihat adegan Lenni terjatuh diatas tubuh Raja,Aku marah saat Lenni ambil kesempatan untuk memeluk Raja.
"Kau kayak sengaja ya !!" ketus aku sembari menarik lengan Raja.
"Maksud kamu apa !, jangan salah paham ya, tanah ini lembek coba lihat,sebab itu motor aku jatuh" ucap Lenni dengan nyolot.
Wati paham benar sifat aku,melihat aku yang marah Raja memeluk aku didepan Lenni dia buang muka dan berdecis kesal.
"Jangan marah-marah sayang"
Raja melepaskan pelukan dan menatap aku sekali lagi,aku percaya pada Raja.
"Mending pulang saja yuk"
Wati tidak mau aku berlarut cemburu,jadi mending pulang saja,karena suasana tidak nyaman sekali.
"Woi beli makanan yok,aku yang bayar " ucap Lenni tidak hiraukan ucapan Wati yang meminta pulang.
"Sudah Wat entar saja pulangnya, makan dulu" Kata Lenni lagi karena melihat Wajah Wati yang masam.
"Serah deh,aku lagi malas beli makanan" Kata Wati lalu duduk diatas rumput.
"Kalau gitu Abang Raja ayo temani aku kekedai bentar beli makanan yuk,Yunita permisi ya, bolehkan ?!" Lenni melirik kearah aku.
Aku terdiam sembari terkejut setengah mati, Lenni tidak sungkan seperti tidak menghargai perasaan aku,emosi ini aku tahan supaya Raja nyaman,anggap saja ujian cinta aku dan Raja supaya melatih kesabaran.
"Sudah tidak usah bang Raja,biar aku saja yang temani" Wati seakan tau isi hati aku.
"Tidak usah biar kami saja,katamu tadi lagi malas" ucap Lenni kernyit dahi.
"Sayang temani sana,tapi awas kalau macam -macam " Bisik aku kekuping Raja.
"Biar wati saja sayang,aku tidak mau,enggak enaklah" Jawab Raja sembari menatap aku.
"Tidak apa sayang,aku tidak marah,sana cepat" Aku tetap memaksa Raja untuk pergi dengan Lenni.
"Serah sayang saja,bentar ya sayang, aku enggak akan berpaling percaya saja,masih cantikan kamu sidada besar aku" bisik Raja dikuping aku.
__ADS_1
"Cup cup"
Tanpa malu Raja sengaja menebar kemesraan mencium kening aku dengan mesra,Wati hanya tersenyum saja melihat Wajah Lenni yang masam saat melihat adegan kemseraan aku dan Raja.
Aku tersenyum malu dan membiarkan Raja pergi dengan Lenni menuju Warung terdekat.
"Yun kau enggak apakan ?" tanya Watu sedikit resah karena wajah aku sedikit masam
"Ahk slow kau aku enggk apa,oh ya sudah jam brpa ini ?" Tanya aku saat teringat waktu
"Jam sebelas pas" jawab wati saat melihat arloji ditangan kiri.
-------------------------------------------------------
*Sementara ditempat lain*
Lenni dan Raja masih diatas motor hendak membeli jajanan,sambil berjalan Lenni mengajak ngobrol Raja.
"Sudah brapa lama bang pacaran sama Yunita?" Ucap Lenni seperti jurnalis
"Tiga bulan lebih" Jawab Raja sembari fokus membawa motor
"Ow iya nya" Lenni mendecis seakan tak suka dengan jawaban Raja.
"Mbak jangan pegang pinggang saya, nanti Yunita marah " ucap Raja merasa risih karena kedua lengan Lenni melingkar dipinggang.
"Ya... ya maaf deh" Lenni melepaskan kedua lengan dan buang muka.
sesampai diwarung Lenni turun dari motor memborong jajanan,setelah itu Lenni baik keatas Motor dan Raja menghidupakan mesin kontak,motor melaju dengab kecepatan rendah.
Ketika hendak sampai distadion entah apa yang difikirkan Lenni,Raja merasa jenuh mendengar clotehan Lenni.
"Tunggu bang,ada yang mau aku bilang berhenti seblum kita kesana !" Dengan ngotot Lenni ingin bicara pada Raja,padahal tidak jauh lagi letak Yunita dan Wati kumpul.
"Mau bilang apa mbak ?" ucap Raja dengan kernyit dahi heran.
Raja memberhentikan motor ditepi stadion,sementara Yunita dan Wati ditengah-tengah stadion tersebut.
"Emangnya ada apa ?" Raja dangat penasaran lalu memutar badan melihat Lenni.
"Abang enggak tau soal Yunita dimasa lalunya?" ucap Lenni turun dari motor dan berdiri dihadapan Raja.
"Maksud kamu " ucap Raja sembari berfikir keras.
"Hemm...aku kasih tau ya bang,Yunita itu sepertinya blom moveon sama mantannya, karena masa lalu Yunita itu" ucap Lenni dengan senyum licik.
"Enggak usah berbelit-belit,csrita saja" ketus Raja sudah tidak sabar dengan perkataan Lenni.
"Yunita itu pernah diperkosa dibuang ditengah pohon karet sama Wijaya,Wijaya pria paling ganteng dikampung sebelah" ucap Lenni dengan wajah serius.
"Hah yang ben?, kau enggak bohong,pacar aki tidak mungkin begitu" Raja seketika turun dari motor dan berdiri sembari geleng kepala.
Lenni tersenyum licik seakan hasutan yang iya buat berhasil,gadis binal ini sungguh murahan dia memeluk Raja tiba-tiba,sembari menambah cerita kepada Raja.
"Sumpahlah bang aku enggak bohong tanya sendiri sama dia,abang selama ini ditipu, dia udah eggak perawan lagi lho ?" Lenni masih saja memeluk Raja.
" Lepaskan tangan kamu" Raja menepis dan mendorong Lenni,tetapi Lenni tidak mau malah memperkuat pelukannya.
" heeeeiiiiiiiii !!"
Teriak aku saat melihat Lenni memeluk Raja,aku,Wati dan Sri datang ketepi stadion karena sebenarnya kami tau Lenni dan Raja berada ditempat ini.
Raja semakin kuat mendorong Lenni sehingga tubuh Lenni jatuh diatas tanah.Raja terkejut karena Yunita memasang muka killer.
"Aw , kasar kali kau bang " ucap Lenni yang berusaha bangkit sendiri.
"Sayang maaf,ini tidak seperti apa yang kamu fikirkan,dia yang memeluk saya" Raja menjelaskan agar dapat pembelaan.
"Hei...Baru aku peluk cowok kamu,kamu udah marah !!" ucap Lenni buang muka dan lipat tangan dengan angkuh.
"kak kau udah keterlaluan lho,kami dari tadi udah lihat tingkah kau aneh,kak janganlah ganggu cowok teman aku !" ucap Wati tidak mau memicu pertengkaran lagi.
"Pergi kau wanita ganjen,ulah kayak bondon enggak berkelas,kau taukan dia pacar aku kenapa kau goda !!"aku mulai naik darah melihat Lenni.
"Hahha ganjen ?,Hahaha bondon ?,ngaca kau lebih berharga mana aku peluk cowok kau, dari pada kau ambil gebetan dan ngangkang dilimbah sama Wijaya "ucap Lenni dengan angkuh.
"Plaaakkkk,buuuukkk,buuukk sreeek"
Aku tampar wajahnya,kepalan tangan aku mendarat kemulut Lenni syukur tidak berdarah,Aku meluapkan emosi dengan cara kekerasan,karena aku tidak pandai bila bertengkar adu mulut,aku lebih suka adu jotos.
"Auh...berani-beraninya kau !!!" Lenni memegan mulut dan pipinya yang serasa panas, Tidak mau kalah Lenni berusaha menarik rambut aku tetapi dengan cepat Raja meraih lengan Lenni dan menepisnya.
"Sudah-sudah biar saya uang bicara,Lenni kau sebagai kawan jangan jelek-jelekan aib Yunita didepan orang apa lagi didepan saya sebagai pacaranua, tolong ya jangan ribut,Lenni kau dengar saya tidak auka sama kamu ok,sayang ayo pulang" Raja menarik lengan aku dan menyuruh aku naik keatas motor gese Raja.
"Kurang ajar,Bondon hina,Sok ganteng...!!" teriak Lenni dengan rasa malunya.
"Cuihhh aku enggak mau lagi kawan sama kamu kak,ternyata kau busuk " Wati pergi lalu naik keatas motor Raja,Wati duduk dibelakang aku.
"Awas kalian semua ya !!" Teriak Lenni lalu menghidupkan kunci motor,lalu Lenni dan Sri pergi dari stadion tersebut.
"Jangan bertengkar lagi Yun" Wati berbisik saat turun dari motor karena sudah sampai kami berada didepan rumah Wati.Aku hanya angguk kepala dan tersenyum kecil pada Wati.
Setelah Wati turun tanpa kata Raja melajukan lagi motornya,Raja hanya diam saja kepada aku,aku ingin sekali bicara tapi tak kuasa aku takut Raja marah pada aku.
"Ya Allah pasti dia mati rasa karena sudah tau kasus aku,aku siap kehilangan kamu Raja walau aku sudah cinta sama kamu,aku terima keputusan kamu sekarang" Batin aku sendiri sembari tidak tenang.
Sampai didepan rumah, aku turun dari atas motor Raja,dengan Rasa malu yang mendalam aku tidak berani menatap Wajah tampan itu.
"Abang pulang ya sayang sudah malam betul , besol saat pulang sekolah sayang saya jemput ya,ada yang mau saya bicarakan penting" Raja tersenyum lalu mengacak rambut aku.
"Iya bang" Hanya kata itu yang mampu aku ucapkan,aku tidak tau mau bicara apa lagi.
Raja pergi saja tanpa mengecup kening aku,tidak seperti biasanya,dugaan aku semakin kuat kalau Raja akan memutuskan aku.
Aku berlari menuju rumah lalu masuk kedalam kamar,aku hempaskan tubuh ini diataz kasur,tidak terasa dan tanpa aku sadari butiran bening ini keluar sendiri dengan rasa sesak didada.
"Hiks hiks huaa..." Aku menangis tersedu-sedu tanpa ada suara takut kedengaran Mama atau yang lainnya.
"Ya Allah sebenarnya aku ingin beri tau pada Raja tentang Wijaya,tapi waktunya tidak tepat belum saatnya,kenapa Lenni yang beri tau ini semua,aku siap kalau Raja tidak mau lagi pada aku" Gumam aku sembari menangis tiada henti.
"Hiks...Hikss..Hikss"
----------------------------------------------------------------
*Esok harinya*
Saat aku berjalan untuk kesekolah,aku melihat Indar berjalan dipersimpangan,Indar sudah mendengar pertengkaran aku dan Lenni.
"Gimana ini Ndar,aku takut Raja menjahui aku" kata aku dengan menahan air mata.
"Tenang Yun kalau dia cinta,cinta dia kuat pasti dia mau menerima kamu apa adanya, lagian puput juga tau kasus kamu tapi kenapa puput diam saja saat kau dan Raja pacaran?"
Indar berusaha menguatkan hati aku.
"Mudah-mudahan aku enggak putus sama mata coklat itu,aku sudah cinta Ndar" aku berusaha membendung air mata ini supaya tidak kelihatan rapuh didepan sahabat aku.
Aku dan Indar sudah berada didepan kelas,aku melihat Puput tersenyum manis saat menyambut kedatangan aku,lalu aku duduk disebelah Puput.
"Yun " ucap Puput dengan wajah berseri-seri.
Aku menatapa puput dan tersenyum kecil,aku tidal berani menceritakan kejadian tadi malam.
__ADS_1
"Yun pesan abang aku,dia mau datang jemput kau nanti pulang sekolah,mau ajak jalan-jalan katnya " ucap Puput sambil senyum-senyum.
"Ahk masa put,kapan dia bicara gitu,dia lagi enggak emosikan ?" ucap aku heran.
" Enggak ada tuh biasa aja " jawab Puput dengan menaikan alis.
"Kan...,mangkannya jangan ambil kesimpulan dulu Yun " ucap Indar tersenyum pada aku.
"Kalian kenapa,bertengkar ?" Tanya Puput yang bingung sendiri.
Karena tidak mau masalah ini aku tutupi sama Puput,mending aku ceritakan kejadian tadi malam dengan Puput.
"Ahk ngeri betul kawan kalian itu,tenang Yun abang aku itu pemarah tapi sama cewek penyayang dia itu baik,kau kan tau masalah keluarga aku kan kemarin itu,abang aku tidak mau buat cewek sakit soal mama aku disakiti bapak aku terus " ucap Puput dengan suara parau sedih ingat tentang Ibundanya.
"Aku sedikit lega put bicara sama kamu , makasih ya,sudah aku doakan bapak kamu cepat berubah" ucap aki sembari merangkul Puput.
"Kitakan teman Yun saling bantu" Balas Puput tersenyum manis.
Sepulang sekolah aku berjalan dengan Indar dan Puput,kami melihat Raja sudah didepan gerbang sekolah.anak cewek kelas lain melirik Raja,Raja jadi pusat perhatian disekolah kami.Aku cemburu sih tapi sedikit bangga.
"Pergi sana,itu abang aku gantengkan !?, cepat nanti diambil orang lain baru tau" Ujar Puput berjalan bersama dengan Indar dan aku.
"Semangat Yun kami dibelakang kamu " ucap Indar melambai pada aku.
Aku melangkah cepat menuju gerbang takut kalau cewek kelas lain melihat Raja terus.
"Sudah lama?" Tanya aku dengan senyum manis.
"Lumayan dek,ayo " ucap Raja yang melijat aku naik keatas motornya.
"Kita kemana abang?"
"Kekota sayang tempat kos saya !,ada perlu sedikit" Raja memutar kunci kontak lalu motor melaju.
"Aku mau pamit sama mama dulu,bolehkan?" Kata aku dengan semangat.
"Iya pamit lah kita,apalagi calon mertua aku" Ucap Raja tersenyum sembari membawa motor.
Sesampao dirumah aku mengganti pakaian biasa,Mama tidak ada,cuma asik yang ada terpaksa aku titip pesan pada Anton dengan beralasan aku kerumah Puput.setelah itu aku naik keatas motor gede Raja.
"Peluk sayang,aku mau ngebut" ucap Raja sembari gas motornya.
Tidak berapa lama aku dan Raja sampai dikota, lalu Raja membawa aku keperumahan ditengah kota.
"Masuk sayang,tapi ginilah Kos ini kurang mewah" Raja membuka pintu indekos.
"Tidak apa bang"
Aku masuk kekamar indekos Raja,aku kagum melihat kamar Raja rapi dan harum,kalah dengan kamar aku dirumah.Raja cowok rajin kamar ini tiada debu sedikitpun.
"Sayang kamar kamu rapi ya,pantas abang wangi eheheh" ucap aku terkagum.
"Hem...muji- muji " balas Raja sembari melepas jaket kulitnya.
"Oh iya abang ngapai bawa adek kesini ?" Aku heran dan bingung.
"Begini abang mau kuliah tapi ada satu cewek kejar- kejar sampai kesini ganggu saja, sengaja bawa sayang kesini" Kata Raja sembari duduk disofa kecil.
"Hah cewek mana !, hemm" Aku mulai cemburu.
"Satu angkatan saya,dia udah lama ngejar- ngejar,abang enggak suka cewek terlalu over , males keganjenan" ucap Raja sambil menatap aku terus.
"Jadi abang kok mau sama aku?,aku juga sedikit ganjen" ucap aki tersipu malu saat ditatap Raja terus.
"Kalau sayang beda,udah cantik baik pengertian lagi"
Raja memuji aku lalu memeluk aku dengan hangat.
"Huh gombal"
Kedua tangan aku melingkar dibidan dada Raja,aku benamkan kepala ini terasa nyaman dan hangat.
" Adek disini dulu ya abang kuliah sebentar, mau izin sama dosen biar cepat pulang" ucap Raja sembari jemari Raja membelai rambut aku dengan mesra.
"Baiklah sayang aku disini aja,jangan lama " Balas aku sembaro melepas pelukan mesra ini.
"Enggak lama sayang,kampus juga dekat kok , apalagi ini hari abang enggak kerja partime lagi libur" Sahut Raja memijat hidung kecil aku.
"Abang kerja bantu kuliah?, kerja apa ?" Tanya aku sambil melihat Raja memakai tas ransel.
"Hem bawelnya,kerja ditoko sayang,ya sudah ya abang kekampus dulu, itu ada roti kalau sayang lapar lagi" Raja siap-siap keluar dari pintu utama.
"Cup cup cup"
Raja kecup mesra kening dan bibir aku dengan hangat dan lembut,aku memejamkan mata merasakan bibir merah Raja.
"Baiklah sayang,aku tunggu abang " Sahut aku berada didepan pintu.
Raja akhirnya pergi naik motor,motor itu melaju kencang dijalan raya,sembari menunggu Raja aku memeriksa meja belajar pria yang mandiri ini.
"Ganteng banget"
Aku bicara sendiri saat melihat album foto yang terletak didalam laci,aku elus poto Raja seperti model majalah gaya style Raja saat difoto tersebut.
Waktu berjalan terus sudah satu jam aku menunggu Raja,aku berbaring sembari menatap terus poto kekasih aku ini.
" Tok tok tok "
Suara pintu kamar indekos diketuk dengan keras oleh seseorang,aku bangkit dari tidur dan melangkah kearah depan pintu,karena tidak mau buka sembarangan aku periksa dulu siapa yang datang.
"Cewek"
Gumam aku saat mengintip dari balik gorden jendela yang terletak disamping pintu utama.Karena penasaran siapa dia,aku membuka pintu tersebut.
"Cari siapa ya mbak?" Kataku yang berdiri didepan pintum
"Kamu siapa Raja?,aku mau antar makan siang buat Raja" Balas Wanita tersebut sembari memegang Rantang makanan.
Terlintas ide gila difikiran aku untuk mengerjai Wanita ini,aku persilahkan dia masuk kedalam kamar Raja.
"Oh aku adiknya mbak,mari masuk" Ujar aku sambil tersenyum.
"Oh iya nya, pantes cantik, kenalkan nama mbak Reni " Reni menjulurkan tangan.
"Oh saya Yunita mbak,duduk mbak" Balas aku sambil membalas uluran tangan Reni.
"Mbak kok enggak kuliah ?" Tanya aku saat melihat Reni duduk santi disofa.
"Mbak ambil pagi tadi dek,oj iya ini nasi sama lauk dan sayur, makan saja dek, Raja ada dimana ya?" Kata Reni sambil meletakkan rantang diatas meja.
"Tadi katanya dia pulang kerumah kami mbak dikampung,sementara aku jagain kamar abamg disini" Jawab aku sambil senyam-senyum.
"Aku kok enggak tau ya,kapan dia pulang lagi kesini?" Reni mendengus kesal dan sedih.
"sepertinya lama mbak,soal ada urusan keluarga" Jawab aku sambil melihat wajah Reni yang kecewa.
"Ya sudah,kalau begitu mbak pulang ya dik, entar kalau Raja sudah pulang mbak datang lagi" Reni beranjak dari duduk dan meninggalkan Rantang makanan tersebut.
"Rasain...emang enak dibohongi,dasar ganjen".
Gumam aku sembari menutu pintu rumah saat Reni sudah pergi.
__ADS_1