Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 53


__ADS_3

Sebulan juga aku dirumah meniti hari-hari tanpa sekolah,aku sudah sembuh total tapi tidak boleh banyak berfikir,kalau banyak berfikir kepala ini rasanya mau pecah akibat benturan aspal beberapa bulan yang lalu.


"Tok tok tok"


Kau ungin makan siang,sewaktu mau ambil nasi pintu rumah diketuk orang,dengan tergesa-gesa aku berniat membuka pintu utama tersebut.Aku terkejut dengan kedatangan lelaki yang berhias tebal sekali.


"Hai Yunita sehatkan sayang,sini peluk Mbak" Kata lelaki yang berbaju wanita itu dengan gaya bicara selayak nya wanita.


"Mbak lolli udah lama enggak ketemu?, kemana aja? " sambung aku sambil peluk Mbak Lolli.


Mbak Lolli seorang pria bersifat feminim alias waria ,dia main kerumah untuk bertemu dengan mama,dahulu dia tetangga lama kami saat rumah kami dibelakang,dia berprofesi sebagai tukang pangkas alias kerja salon.


"Mbak itu siapa?,cowok mbak ya ?"


Kata dengan heran saat dibelakang ada Pria yang berbadan besar.


Ciri mbak Lolli rambut sebahu dagunya panjang karena dipermak,makeupnya tebal alla princes,tingginya lebih dikit dariku,umur Mbak Lolli sekitar tiga puluhan,dulu dia mangkal ditengah kota alias jual diri karena sudah tua dia tidak bekerja malam lagi.


"Mama kamu mana dek ?"


Kata Mbak Lolli yang sudah duduk disofa ruang tamu rumah aku,sementara Pria yang dibawa Mbak Lolli berdidi terbodoh saja.


"Mbak suruh masuk abang itu"


Kata aku dengan tersenyum dan aku menebak kalau Pria itu adalah pacar Mbak Lolli.


"Bang kesindang bang,jangan kanoa berdiri depan pintu" Kata Lolli dengan gaya bahasa waria yang artinya kesini,jangan kau berdiri didepan pintu.


Aku kernyit dahi karena tidak paham bahasa Mbak Lolli yang berbau asing,Pria setengah baya itu masuk kedalam rumah dan kini duduk berdua dengan Lolli tanpa ucapan kata.


"Bahasa opo iku mbak?"


Tanya aku yang merasa aneh


"Nandra kanoa aku ajarin oceh" ucap Mbak Lolli yang artinya nanti kau aku ajari oceh.


Aku hanya tersenyum apalagi melihat kekasih Lolli yang duduk mesra,sedikit jijik melihat sesama jenis bermesraan,tetapi itu tidak aku tampakan karena menghargai Lolli.


"Mbak udah makan?,makan yok sambil nunggu mama aku" Kataku berdiri dari duduk.


"Udinglah,uding makasar akikeh disandro" ucap mbak Lolli dengan gaya kas banci, artinya dia udah makan disana.


"Hedew pakai bahasa yang bisa aku ngertilah Mbak,enggak paham" balas aku dengan cengengesan.


Sewaktu kami ngobrol aku melihat mama datang berjalan kepintu utama,Lolli tau dan langsung berdiri menyambut mama aku.


"Ehh kak,aku rindu udah dua tahun enggak jumpa,sehatnya kau kak?" ucap mbak Lolli dengan mama aku sambil cium pipi kanan dan kiri.


"Wah udah lama Alhamdulilah sehat,makan kalau belum makan,itu siapa ?" ucap Mama aku sambil lirik pacar Lolli.


"Ahk kenalkan ini abang Johan teman dekat aku " ucap mbak Lollai sambil melentikan jari jarinya dengan manja.


"Ohhh teman tapi ehem-ehem"


Sambung mama dengan meledek.


Mbak Lolli menceritakan kisahnya dikota M, dia hampir saja dibunuh tamu pada saat mangkal disalah satu tempat begituan,bang Johan yang telah menolong dia lalu mereka berdua lari dari kota M menuju kekampung ini.


"Abang aku ini orang aceh lho Mbak Indi,iya baik enggak resek orangnya,ngomong-ngomong aku boleh minta sesuatu sama Mbak?" Kata Lolli malas berlama-lama mengulur waktu.


"Minta tolong apa itu?,kalau sanggup pasti aku bantu" Sambung mama yahg sudah duduk disofa juga.


"Ini lho kak kami lagi dalam pelarian,minta tolong bisa enggak indekos disini,untuk berapa bulan aja" Kata mbak Lolli dengan manja dan pasang wajah memelas.


"Hemmm kalau kalian enggak aneh-aneh, itu ada kamar kosong,tapi selama ini dijadikan gudang,bisa sih dibersihkan" sambung mama Kernyit dahi.


"Enggak apalah Mbak,yang penting kami bisa tenang disini" Balas Lolli tersenyum manis.


Mama setuju Lolli tinggal dirumah kami dan kini Lolli membersihkan gudang belakang didekat dapur,dia juga membayar uang sewa kamar dengan mama.


Lolli sibuk membersihkan gudang bersama teman Pria Lolli bernama Johan,karena sibuk aku jadi turut campur tangan membantu mereka yang menyapu dan menyeka semua yang terlihat kotor dan debu.


"Jadi mbak kerja apa sekarang?"


Tanya aky yang menyeka lemari usang berukuran dua pintu.


"Ya eike kerja salon keliling sekarang,mudah-mudahan disini banyak pelanggan seperti dulu" Jawab Lolli yang sibuk menyapu lantai.


"Oh rencana mau tinggal disini nyalon keliling mbak,hem bagus itu mbak" Sambung aku sudah selesai membersihkan lemari dua pintu tersebut.


"Eh kau kok enggak sekolah?,ini hari senin"


Mbak Lolli heran padahal ini masih jam sebelas menjelang siang.


"Hem itu mbak,aku semalam baru sakit jatuh mbak dari Bus,jadi opname deh" Sahut aku sambil menutupi aib yang aku buat sendiri.


"Oww syukur deh kau enggak metong jatuh didalam bus" Kata Mbak lolli sambil tersenyum lebar.


"Beh eleh- eleh mbak apa lagi itu metong?"


Tukas aku sambil berfikir.


"Itu artinya sejenis makanan ringan sayang bok Hehehehe" Sambung Lolli sambil cengengesan.

__ADS_1


"Ow"


Aku angguk kepala saja sambil mulut berbentuk huruf O,sambil berfikir geli rasanya melihat Pria seperti Lolli berbungkus baju wanita,apalagi memakai bedak dengan menor melebihi wanita tulen.


Tapi walau mereka begitu kita jangan menghina pada mereka,begitu juga mereka manusia yang salah mengambil jalan,jika waktunya tobat pasti pintu hati orang seperti Lolli akan berubah seiring jalannya waktu.


----------------------------------------------------------------


*Semunggu kemudian*


Sudah seminggu juga Lolli indekos dirumah aku,dia terkadang keluar cari uang dengan nyalon keliling,aku suntuk juga dirumah,aku melihat Lolli menghias diri didepan cermin yang terletak didapur dekat kamar Lolli.


"Mbak ee aku ikutlah keliling sama mbak eheheheh" Kata aju sambil tetawa kecil.


"Hem boleh nanti kau bantu mbak creambath ya kalau ada langganan mbak diluar" balas Lolli melihat aku dari dalam cermin.


Aku jadi girang kalau dia mau mengajak aku ikut kerja salon keliling,aku senyum menutup mulut ketika Lolli memakai Bra dan membuat sumpalan didalam Bra tersebut.


"Tituslah tengger-tengger sayang nanti kau selera " Kata Lolli dengan lihat aku menutup mulut terkikik,artinya janganlah lihat-lihat sayang nanti kau selera.


"Haahahahaah...ih mana mungkin eike selera sama mbak kita aja sama punya lubang"


canda aku sambil memperagakan gaya banci seperti Lolli.


"Hemm..."


Lolli mendehem saja sambil tersenyum khas manjanya,aku sedikit geli melihat sumpelan dada Lolli,apalagi memakai rok dan kaos ketat baju wanita rasanya gimana gitu.


Lolli tersenyum setelah aku izin sama Mama, Mama memberi izin aku ikut mbak Lolli untuk


kerja nyalon keliling,mungkin karena aku sudah menunjukan hal yang positif dirumah ini.


Jam dua belas siang sehabis makan siang,aku dan Mbak Lolli berjalan kaki keliling kampung ini.


"Aduh panasonic eike capung jali-jali,yuk kita berhenti kedalam warung " Ucap mbak Lolla yang udah meper jalan kaki, yang artinya panas dia capek jalan-jalan jadi istirahat dulu kedalam warung.


Dikampung bawah kami singgah diwarung penjual gorebgan,kami sudah dapat tiga pasien yang mau nyalon Alhandulilah mbak Lolli dapat duit,jadi bisa makan untuk besok.


Aku tidak meminta uang kepada Mbak Lolli,aku cuma ikut saja temani mbak Lolli,karena aku jenuh didalam rumah terus,sementara pacar Lolli dirumah alias pengangguran.


Hari semakin sore aku dan Lolli berjalan kekampung atas,sewaktu kami berjalan kearah depan aku melihat rumah Mes,aku mengingat tempat tersebut dimana ada secercah kenangan pahit bersama Raju.


"Aih rame banget disitu sepertinya ada acara" Kata Lolli langkahnya terhenti didepan rumah mes tersebut,aku jadi ikutan berdiri didepan mes tersebut mengikuti mbak Lolli.


Mbak lolli berjalan masuk menuju rumah mes itu,aku sementara diluar,ternyata Lolli bisa bernyanyi lho dia naik keatas panggung para Bos besar yang kerja diperkebunan membuat acara pesta makan dan membuat hiburan keyboard.


Mbak Lolli melambai tangan sewaktu aku berdiri mematung diluar,aku diam saja dan tersenyum kepada mbak Lolli.


Kata Lolli berbicara dimikropon membuat aku malu,semua bos memandang kearah aku karena seruan mbak Lolli,aku jadi takut.


"Aku sini aja diluar ya enggak usah masuk banyak pria disana aku enggak suka pria" Bisik aku mendekati mbak Lolli yang diatas panggung.


"Hah enggak sukak pria ?,nanti kau jadi kayak mbak suka sejenis,ih ayo naik bair disawer" Tukas Lolli menarik lengan aku untuk naik keatas panggung.


Aku jadi mengikuti kemauan Lolli,badan aku jadi gemetar melihat ini mata lelaki yang memandang nakal kepada aku,aku jadi gugup berusaha buat tenang,syukur ada Lolli bersama aku diatas panggung.


Aku dan Lolli duet maut diatas panggung,dari para Om-om hidung belang serta pemuda lajang yang bergoyang dibawah panggung.


Aku dan Lolli disawer-sawer dengan pecahaan uang lima puluh ribu,ada juga yang memberi pecaha dua puluh ribu rupiah.


"Harus aku hadapi harus, agar jangan trauma aku berlarut-larut" gumam aku yang takut ketika Pria menyentuh tangan aku dan memberi uang saweran.


Kini aku sudah lebih santai bernyanyi dengan Lolli,apalagi saweran semakin banyak,aku jadi bintangnya malam ini,Mbak Lolli tersenyum dan kedip mata kepada aku.


Selesai aku bernyanyi lagu dangdut disco,aku dan Lolli turun dari atas panggung,aku berjalan hendak pulang bersama Lolli,ketika sampai halaman luar langkah mbak Lolli terhenti.


"Mbak ada janji kedalam,bentar ya biar dapat uang lagi" Lolli pergi pamit kepada aku,aku tidak tau apa yang iya lakukan,aku angguk kepala saja menunggu Lolli.


Aku jadi penasaran karena Lolli tidak kunjung datang,aku mencari Lolli setiap sudut rumah Mess ini,ternyata oh ternyata sibencong ini


bercumbu didalam kamar mandi,aku tau itu bayangan Lolli yang lagi menungging sambil bersuara keenakan.


"Astaghfirullah"


Gumam aku melihat pemandangan yang membuat malam ini begitu sial,aku menyaksikan permainan sesama jenis didalam kamar mandi tersebut.


Aku berjalan mundur dengan pelan sekali untuk menjauh dari tempat tersebut,setelah itu aku sudah berdiri didepan halaman rumah Mess tersebut.


Tidak berapa lama Lolli sudag berhalan kearah aku yang berdiri mematung,terlihat ditangan kanan Lolli menggenggam uang segepok mungkin dari Pria yang ada didalam kamar mandi tadi.


"Ayo sayang kita pulang"


Ajak Lolli dengan senyum penuh kepuasan karena malam ini mendapat uang banyak.


"Mbak Lolli tadi ngapai?"


Tanya aku pura-pura tidak melihat apa yang aku lihat tadi.


"Kerja ada job tamu tadi,eh apa yang kita lakukan tadi Mbak mohon kamu rahasiakan kalau Abang Johan tanya ya" Kata Mbak Lolli yang kini jalan kaki barengan dengan aku menuju rumah.


Aku anggukan kepala saja,mengikuti perkataan mbak Lolli.


sampai didalam rumah aku langsung kedalam kamar merebahkan tubuh ini,aku lelah sekali seharian berjalan kaki,sedangkan Lolli sudah masuk kedalam kamar disambut Johan pacarnya.

__ADS_1


Eajah ini sedikit kusam mungkin karenq debu yang hinggap sewaktu berjalan tadi,aku keluar dari kamar dan tidaj sengaja melihat Lolli dengan Johan berpelukan didalam kamar,mungkin saking asyiknya mereka kupa mengunci pintu.


"Astaga sial banget hari ini,aku melihat lagi adegan mesra jeruk makan jeruk" gumam aku geleng kepala langsung masuk kedalam kamar mandi.


---------------------------------------------------------------


*Keesokan hari*


Pagi hari aku bangun tidur disambut Lolli yang sarapan didapur,Lolli terlihat semangat hari ini mungkin karena tadi malam dia cair alias banyak duit.


"Yunita hari inu kita salon keliling lagi,kamu siap-siap" Kata Lolli yang melihat aku masuk kedalam kamar mandi.


"Okey..mbak ee aku mandi dulu ya"


Tukas aku yang berdiri didepan pintu kamar mandi.


Setelah selesai aku mandi aku ikut berhias diri didepan cermin barengan Lolli,kami hari ini berencana jalan kesungai pariwisata siapa tau banyak pelanggan yang ingin dicreambath atau dipangkas.


Kami berjalan melintasi kampung atas menuju sungai pariwisata,sampai disana ternyata ada pelanggan yang meminta Creambath.


"Selesai ini kita tidak usah cari langganan lagi, kita nyanyi diwarung itu" Bisik Lolli saat mencuci rambut pasien wanita setangah baya.


"Oce mbak'


Tukas aku dengan semangat,memang disini disediakan tempat untuk


Azan maghrib telah usai berkumandang,kami melihat bos-bos atau pemborong duduk dikaraokea tersebut,mungkin karena letih mereka mencari hiburan ditempat ini.


Mereka semua mabuk-mabukan sembari karaoke,ada juga wanita berhias tebal menemani mereka diwarung tersebut.


Kini kami berdua sampai diwarung tersebut,mata lelaki nakal melihat aku dari atas bawah,sedikit tidak bernyali karena tatapan mesum itu,tapi aku berusaha tenang karena ada Lolli disamping.


Kini Lolli sudah bernyanyi duduk santai bersama aku,terlihat pria yang berpakaian rapi mendekati kami,Lolli tidak tinggal diam waria itu berdiri sambil bergoyang mengikuti irama musik disco yang iya dendangkan.


Uang pecahan lima puluh ribu sudah dipegang mbak Lolli,saweran semakin banyak,aku jiga kecipratan karena ikut bergoyang disamping Lolli.Mungkin karena sudah mabuk sejumlah Pria itu menganggap Lolli wanita asli.


"Sayang enggak nyanyi adekku,kan lumayan saweran semakin banyak" Bisik Lolli sembari mengambil mikropon untuk aku.


Aku mulai bernyanyi sejumlah pria yang duduk kini ikutan bergoyang,mereka terhanyut dengan suara dan goyangan aku yang sedikit panas,aku mulai menikmati pekerjaan ini bernyanyi dangdut sekalian dapat saweran.


Kini mata-mata nakal itu seperti srigala


ingin menerkam aku,karena suasana mulai ramai bergerombol mendekati aku dan Lolli,aku jadi takut,saweran cukup banyak jadi aku akhiri semua ini.


"Ayo lanjut,jangan berhenti"


Kata lelaki tua yang berpakaian rapi dan harum,sangat khas kalau dia itu bos besar.


"Ahk abang dia itu masih remaja jadi takut kalian lihat mesum,sama aku aja ya bang" Ucap Lolli denngan menarik lengan aku takut kalau aku disentuh.


"Aku enggak mau,maunya sama dia"


Lelaki itu tetap memaksa,aku dan Lolli siap-siap untuk kabur.


Mereka menuntut aku untuk bergoyang dan menyanyi lagi,tapi aku tidak mau karena takut.


"Woii banci suruh adek kamu nyanyi lagi kami belum puas" Pemuda itu marah menatap Lolli yang genggam tangan kau berniat kabur.


"Siap-siap dek,udah tidak betul ini,satu..


dua...tiga..." Kata Lolli yang berjalan menjauh dari warung tersebut.


Aku dan Lolli berlari sekencang mungkin untuk menjauh dari warung tersebut,tetapi langkah lari Lolli terhenti ditengah perjalanan.


"Hos hos hos tunggu Yun sumpalan aku lepas,aih kemana sumpal eike ini" Ucap Lolli ternyata sumpelan didalam Bra nya hilang saat berlari.


"Sudahlah mbak besok buat yang baru sumpelan mbak,aku takut mereka mengejar kita" Tukas aku dan mengambil nafas panjang.


"Ehh monyong durhaka kau sama mbak ya,itu busa Bra kesayangan Eike" Kata mbak Lolli dengan sibuk berjongkok meraba-raba.


Didepan parit terlihat busa mengapung,Lolli sangat kecewa ketika busa Bra itu mengapung diatas air.


"Haahahahah"


Aku ngakak guling-guling melihat dada mbak Lolli besar sebelah.


"geli ya"


Kata Lolli membiarkan sumpalan Branya mengapung diparit,kami berjalan kaki lagi menuju rumah dengan rasa geli karena meningat kejadian tadi.


Tidak berapa lama aku dan Lolli sampai kerumah,aku dan mbak Lolli barengan masuk kedalam pintu belakang rumah


"Ih lumayan kau tadi kan Yun,dapat uang banyak" Kata Lolli bernada suara samar karena takut Johan mendengar.


"Lumayan mbak bisa dikumpul buat si lmama biar aku berguna disini" sambung aku mengikuti nada suara bervolume kecil.Aku mengerti karena Johan sering menguping obrolan kami


"Besok kalau ada kita nyanyi lagi siapa tau kau dapat lebih Yun Hehhe..." ujar Lolli cengengesan sembari berjalan masuk kedalam kamar Lolli.


"Ok mbak"


Aku berdiri didepan pintu kamar mbak Lolla.Aku berjalan masuk kedalam kamar setelah Lolli menutup pintu kamar.


Aku sudah masuk kamar dan kumpul uang tadi yang aku dapat dan uang semalam,kalau udah banyak aku kasih mama supaya hidup aku lebih berarti membalas aib yang aku perbuat dulu,aku juga sudah menunjukan hal yang baik untuk keluarga ini.

__ADS_1


__ADS_2