
Tuhan apa salah aku sampai bapak teman sendiri hendak melecehkan aku,apa semua pria seperti ini terhadap gadis belia,aku jijik sama bapak Puput kalau aku sendiri bapak Puput berusaha mendekati aku,aku tak ingin sendiri,aku harus waspada.
Saat aku didapur sendiri pria tua itu melirik tajam pada aku, aku ngeri dan cepat-cepat melangkah masuk kedalam kamar.
"Ndar cepat pulang yok " ucap aku saat duduk diatas kasur,sedangkan Indar sibuk berhias diri.
"Sorelah sayang, inikan hari minggu,kita jalan- jalan dulu sama Hamdani" Ucap Indar tersenyum dan melihat aku begitu cemas.
"Eh kenapa mata kamu bengkak gitu?" Indar melihat dan perhatikan wajah aku yang cemas sekali.
"Ah...anu mata aku masuk debu tadi saat dikamar mandi Ndar,kau tak usah cemas" Bohong aku padahal tadi malam aku menangis karena ketakutan.
"Ndar jangan ajak Rahman kalau kita gabung dengan Hamdani aku jijik lihat pria gatal itu" Sambung aku lagi mengalihkan pembicaraan supaya Ndar lupa tentang mata bengkak aku.
"Ya ia nanti aku bilang Hamdani enggak usah ajak Rahman " jawab Ndar tersenyum manis.
Aku dan Indar keluar dari dalam kamar dan duduk dibalkon teras,Pria tua itu melintas dan melirik kearah aku, lalu aku buang muka,Indar yang tak tau apa-apa hanya tersenyum ramah pada Pria tua itu.
"Mana puput panggil kan Ndar !" ucap bapak puput seakan biasa saja semuanya.
Pria tua itu seperti sengaja membuat Indar pergi dari balkon teras,biar aku sendirian diteras rumah ini.
"Bentar ya Yun, aku manggil Puput" Indar beranjak dari duduk dan berjalan kearah dapur rumah.
"Aku ikut" Ucap aku ketakutan langsung mengekor Indar dari belakang,pria tua berdecis seperti kesal pada aku
"Lho Yunita kok pergi " ucap bapak Puput yang sudah duduk dibangku teras.
"Kebelet pak " jawab aku sembari membuntuti Indar dari belakang.
Siang hari aku melirik-lirik keruang tamu mana tau situa bangka ada diruang tamu,aku bernafas lega karena pria tua itu tidak ada dirumah.
"Cepat kau mandi,nanti abang aku pulang " kata Puput pada aku yang mematung diruang tamu.
"Tunggu sebentar lagi put" Jawab aku sambil duduk santai disofa rumah Puput.
" tok tok tok "
Pintu rumah diketuk aku jadi terkejut siapa tau itu bapak Puput,aku tidak menghiraukan ketukan pintu rumah itu.
"Tok tok tok"
Pintu rumah itu diketuk lagi buat aku semakin takut,Indar dan Puput mendengar itu.
"Yun kau kan didepan buka pintunya dong,lihat siapa yang datang.!" Teriak puput yang sibuk didalam kamar dengan Indar.
"Iy- iya...Hufft"
Dengan tangan gemetar aku membuka pintu rumah,saat aku membuka pintu mata aku terpanah dan tak berkedip,seorang lelaki tampan berdiri dihadapan aku,matanya cokelat, kulitnya putih,rambut rapi,berhidung mancung,bibir tipis nan menawan.
"Hei abang"
Puput menghampiri pria tampan itu dan tersenyum ramah,aku yang terpesona menjadi canggung dan diam saja,aku jadi tau kalau itu abang puput karena tadi dia menyebutkan kata Abang.
Mata keluarga ini memang cokelat semua,pria tua bangka itu bermata sama seperti pria yang dihadapan aku ini,serasa bak pangeran dalam khayangan.
"waw" aku masih saja terpanah saat dia menebar senyum padaku,lalu dia duduk disofa dengan santai.
"Abang mau minum apa?" kata Puput seakan akrab dengan saudara kandungnya itu.
"Terserah dek minum apa juga boleh,abang capek betul" Ujar Raja sembari membuka koper yang iya bawa.
"Aku saja put yang buat minum" ucap aku dengan senang dan langsung melangkah kearah dapur.
Saat didapur Indar melihat aku dengan heran,aku sibuk membuat Teh aku tidak tau kalau sahabat karib aku ini memperhatikan.
"Bahagia kali kau ahk ,tadi pagi masam sekarang bahagia,kayaknya otak kamu miring siapa sih yang datang ?" ucap Indar jadi curiga.
"Lihat saja kedepan " jawab singkat dari aku sembari menuang air panas kedalam gelas.
Indar dan aku melangkah menuju ruang tamu, Indar juga kagum saat melihat suadara laki-laki Puput,lalu Indar menyenggol bahu aku.
"Kampret,kau senyum-senyum karena ini !" Bisik indar seakan mengerti isi hati aku.
"Heeheeheh"
Aku hanya cengengesan sembari membawa Teh yang baru aku buat,sesampai disofa ruang tamu.
"Kenal kan woi, ini abang aku nama nya Raja, dia anak nomor satu,ya kan bang" Kata Puput sembari manja pada abang nya itu.
"Nama saya Raja"
Oh My Good saat dia berbicara seakan aku terbang keawan,suaranya lembut senyumnya manis sekali buat aku salah tingkah.
"Aku Indar,ini Yunita" Jawab Indar sambil senggol lengan aku,lamunanku buyar saat Indar menginjak kaki aku.
"Kampret kau,sakit tau" Ucap aku berbisik pada Indar, sedangkan Puput fokus ngobrol dengan Raja.
"Jangan melamun nanti kesambet,kau kesem-semkan lihat cowok ini,aku tau" Bisik indar sambil tersenyum licik.
"Hemmm"
Aku mendengus kesal karena Indar tau hati aku, aku jadi salah tingkah terus padahal abang Puput yang bernama Raja tidak memperhatikan aku, Raja fokus bicara pada Puput.
"Oh iya, kita jalan kemana lagi?" Tanya Puput yang tidak mau cuek kepada aku dan Indar.
"Ketempat semalam saja,kan belum mandi- mandi kita disungai semalam" Sahut Indar dengan senyum.
"Oh boleh,kita manggang ikan lagi" Kata Puput sambil menyuruh Raja untuk minum teh buatan aku.
Kami bersiap-siap sembari berhias menor didepan cermin,ya remaja seperti kami memang lagi gemar berhias,Indar memakai topi bergaya jeans seponggol dengna kaos ketat berwarna kuning,puput memakai kemeja biru dan jeans panjang,sedangkan aku pakai dres kepunyaan Indar alias pinjam.
"Nah gitukan feminim ,cantik kok , pas buat kamu warna hitam cocok sama kamu Yun, masuk kekulit kamu jadi elegant " ucap Indar kagum pada aku.
"Tolor aku enggak biasa pakai Rok begini , ini saja aku dobel pakek hotpen,ini karena paksaan kau,enggak bebas kaki aku duduk jadinya,semua demi kau ini " jawab aku jadi manyun.
__ADS_1
"Eh dikasih tau melawan,aku kasih kau baju ini biar dada kamu enggak mencolok,biar mata gatal enggak melihat ngerti" Sahut Indar sambil tolak pinggang.
"Benar kata Indar Yun,kamu jadi cantik kok" Sambung Puput sembari sisir rambut panjangnya.
Aku jadi setuju dan kami menunggu Hamdani didepan teras rumah,Raja datang setelah keluar dari kamar mandi.
"Eh anak gadis mau kemana,abang ikut boleh? " ucap Raja tersenyum manis.
"Mau tau saja abang urusan anak cewek, kami mau kebawah lho mandi sungai,abang dirumah saja" Kata Puput menolak permintaan Raja.
"Ikut lah abang, sudah lama enggak kesungai kebanyakan dikota " sahut Raja dengan wajah memelas.
Raja merantau kekota sambil kuliah tapi seminggu sekali pulang kerumah,kadang juga inap dirumah teman Raja.
"Ajak saja Put,kan kita manggang ikan dua kilo banyak itu,apa habis kamu itu" Sambung Indar sembari melirik aku yang diam saja.
Indar sengaja ajak Raja mungkin supaya aku lebih dekat dengan cowok bermata cokelat ini,aku masih saja terdiam dan salah tingkah.
"Uh entah apa pun kalian ajak dia,aku enggak bebas nanti pendekatan sama Yudi " bisik Puput pada Indar.
"Sabar aku ada rencana,nanti aku suruh kau sama Yudi belanja" Jawab Indar berbisik juga.sedangkan Raja dengan girang pergi kedalam kamar memakai pakaian.
Karena Hamdani lama datang,kami berempat memutuskan kesungai terlebih dahulu,biar saja Hamdani menyusul kesungai.Sesampai disungai kami sibuk panggang ikan.
"Ayo gadis- gadis siram sambalnya " ucap Raja yang sibuk kipas-kipas bara.
Raja semakin tampan saat terkena sinar matahari kulit putihnya menjadi silau,Raja juga berkeringat sedikit terlihat sexy dimata aku,rasa aku yang udah mati karena cinta kini hidup kembali.
"Enggak usah lihat- lihat ....naksir ya" bisik Ndar sambil tangannya mengusap wajah aku.
"Taik-taik,diem kau Psst " ucap aku jadi buang muka dan salah tingkah.
Tidak berapa lama Hamdani datang hanya berdua dengan Yudi,beruntung tidak ada Rahman karena dia keluar kota melanjutkan kuliahnya.
"Sayank!!" ucap Hamdani berlari untuk menyebrang sungai,pacar baru indar ini memang sedikit lebay.
"Tuh sudah datang pangeran kau" ucap aku tersenyum lebar.
"Hemm"
Indar bergeming dan tersenyum saja, Yudi dan Hamdani sudah dekat dihadapan kami berempat.
"Oik bang Raja,kapan pulang?,enggak nampak aku " ucap Hamdani yang duduk jongkok disamping Raja.
"Tadi baru saja,makan ikan ini " jawab Raja sambil tersenyum ramah.
"Oh"
Hamdani angguk kepala saja,sambil menikmati ikan panggang Hamdani melantunkan melody gitar,cuma aku yang pandai bernyani,yang lain ngikut saja.
Seperti yang direncanakan Indar, Puput dan Yudi akhirnya lolos pergi berduaan,awalnya Raja curiga tetapi karena ada kami dia biarkan saja Adiknya pergi.
Sementara Indar kencan dengan Hamdani entah kemana,mungkin mereka kebukit sebelah.Tinggalah aku dan Raja berduaan ditepi sungai ini.
"Dek mau lagu apa?,malaysia bisa ?" Kata Raja yang memeluk gitar.
Jawab aku malu-malu karena masih terpesona dengan Raja yang lemah lembut dan bersahaja.
"Jreng jreng "
"Jreng jreng "
"Rindu....serinduunya..." kami berdua melantun kan lagu band malaysia dengan gembira ria.
Raja sangat lihai memainkan gitarnya sesekali memandang aku dengan senyum membuat aku buang muka dan salah tingkah.
Satu jam kami berdendang ria,tidak terasa ikan yang masih dipanggang sudah matang, karena Indar dan Puput belum datang kami melanjutkan lagi menyanyi.
"Pemilu ( pemain minum dulu ) dek " canda Raja sambil ambil air es sirup dan menghabiskan nya.
Aku tercengang saat Raja minum kepalanya terpapar sinar matahari terlihat tampan dan berkeringat sexy, ingin sekali aku menyeka keringat yang jatuh dikening Raja.
Tak lama kemudian Indar datang dengan Hamdani sembari bergandeng tangan.
"Sudah masak ikannya ?" Indar duduk disebelah aku,merusak lamunan aku saat menikmati wajah sexy raja.
"Tolor datang datang tanya ikan !, enak lah kau tinggal makan Hem" ucap aku jadi kesal.
"Hahhahaah ya maaf,eh siap-siap ini mandi ya aku mau mandi disana" Indar mencuil ikan lalu pergi lagi berlari menuji sungai sebelah dengan Hamdani.
Sungai disini indah bercabang dua,banyak pohon- pohon berjejer,bunga-bunga liar tumbuh disetiap sudut sungai menambah indah nuansa hari ini,udara juga sejuk masih asri banget.
"Woi aku pakai dress Oon,cemana mau mandi" Teriak aku saat Indar berjalan pergi.
"Hajar saja yun,eh kami duluan ya mandi" jawab Ndar sembari makan ikan panggang.
"Serah kalian"
Jawab aku tersenyum manis karena Raja fokus makan ikan,tak lama Yudi dan Puput datang entah dari mana,Yudi cowok manis , badannya tinggi semampai, wajahnya bulat matanya besar.
Puput dan Yudi datang lalu duduk bersama kami.
"Lama kali kalian kemana saja? " tanya Raja dengan curiga.
"Anu bang tadi kerumah bentar bawa baju nih untuk ganti,kan mau mandi-mandi " jawab Puput sedikit takut.
Raja tidak jadi marah karena alasan puput masuk akal,lalu Puput dan Yudi juga mandi Raja mengawasi terus adiknya saat berduaan dengan Yudi.Kami jadi duduk berdua lagi semua teman-teman sibuk mandi.
"Dek enggak mandi !" tanya Raja menatap teduh dengan aku,buat aku tak kuasa.
"Hem karena puput bawa ganti,aku ingin mandi juga kayaknya bang " ucap aku malu-malu dan senyum tertunduk.
"Ayok mandi !"
Tiba-tiba Raja mengajak aku mandi dan menjulurkan jemarinya dengan cepat aku menyambut jemari kanan raja,menggandeng tangan aku,kami berdua jalan kearah sungai cabang dua,jalannya jelek berlubang-lubang
__ADS_1
walau tidak begitu jauh dari tempat kami semula.
Kami berdua berjalan terus,ketika aku memijak batu yang penuh dengan lumut kaki kanan ini hampir jatuh kepeleset.
" aduh " rintih aku kesakitan menginjak kerikil tajam,dengan cepat Raja melihat telapak kaki aku.
"Sakit dek ?!" ucap Raja sembari memperhatikan luka kecil dijemari kaki aku.
Aku menggeleng saja dengan malu apalagi pemuda ganteng ini memegang kaki aku dan meniupnya, karena malu aku berdiri lagi takut kalau Raja tau isi hati aku.
Kami melanjutkan lagi menuju sungai cabang tersebut,bunga-bunga liar tumbuh tersusun tak beraturan,Raja membuka baju kaos yang iya kenakan.
" waw"
Dada bidangnya lebar,kulit putih Raja terlihat silau karena terik matahari,darah aku mendidih terpesona hebat melihat pemandangan itu,tetapi hasrat hati ini aku simpan rapat karena malu.
" ayok " Raja menjulurkan tangan lagi tanpa basa- basi aku menyambut jemari kanan Raja,akhirnya aku nyebur kedalam sungai berdua dengan Raja,Walau sesungguhnya aku tidak pandai berenang.
"Bang ditengah dalam,aku tidak bisa berenang" Dengan takut aku terus genggam jemari kanan Raja.
"Tenang saja ada saya,pegang pinggang abang,tapi jangan negatif ya Heeh" Raja menarik kedua lengan aku dan melingkarkan kepinggang,aku seperti anak katak saat bertengger diatas pasangannya.
"Deg deg deg"
Aku memeluk pinggang raja dari belakang dia berenang aku ikut saja,sementara jantung ini tak beraturan memompa darahku,kusandar kepala ini dipunggung Raja yang kekar.
Raja terpeleset karena menginjak batu yang berlumut saat didalam sungai,pelukan aku terlepas hampir aku tenggelam,dengan cekatan tangan Raja menarik aku dari dalam sungai.
Raja dengan cepat membawa aku ketepi sungai,dengan lelah dia langsung berbaring dibarengin aku tanpa sadar kepala ini sudah bersandar didada bidang Raja yang lebar,dengan nafas yang tak beraturan kami masih terdiam.
"Dek enggak apa ?" Raja memandang kebawah melihat aku yang terpejam seakan menikmati suasana ini.
Aku tersadar dan duduk sambil canggung,Raja juga duduk dan mengamati wajah aku yang merona merah,Pria ini menatap teduh membuat aku tidak tahan,entah setan apa melintas sehingga kami berdua ciuman mesra dan hangat tidak perduli ini dimana.
"Ehem ehem ehem ..ciee-ciee jadian ?!" Indar dan Hamdani ternyata dibelakang kami yang masih menebar kemesraan.
Bibir merah Raja terlepas dan panik,sedangkan aku salah tingkah tak berani menatap Raja,kami ketahuan tercyduk, Raja juga terdiam dan garuk kepala dihadapan Indar dan Hamdani yang senyum-senyum sendiri.
"Ngap-ngapai kalian kesini?" Tanya aku dengan rasa malu yang luar biasa.Raja membatu mungkin malu juga.
"Kami lewat sini karena ingin lihat sungai cabangnya,enggak tau kalau kalian disini juga maaf ya ganggu,lanjutlah Hhahah" jawab Indar tertawa renyah,dengan langkah cepat Indar dan Hamdani pergi dari tempat kami.
Kami berdua jadi canggung dan diam saja,hanya suara air sungai yang mengalir saat ini terdengar dihadapan kami.
"Anu dek hem,maaf yang tadi " ucap Raja tertunduk malu sembari garuk kepala.
"Enggk apa bang, kan kita yang mau " jawab aku tersenyum tanpa melihat Wajah Raja.
Karena tercyduk Indar sialan itu memergoki kami aku dan raja jadi salah tingkah sendiri,terpaksa kami balik ketempat asal tanpa sekatapun.Ditempat asal kami duduk berdua Raja memeluk gitar sambil diam,sedangkan aku pura-pura memandang kearah sungai.
"Dek ayo nyanyi lagi "
Raja tidak tahan dan memecah kesunyian ini,aku tak berani melihat wajah itu hanya tersenyum malu saja.
"Ay-ayo...bang"
Sedikit canggung kami berdua akhirnya bernyanyi sampai sore tiba,rasa canggung mulai reda dan terbiasa,sesekali Raja memandang aku dengan senyum walau tangan Raja sedang memetik melody gitar,padahal belum ada kata jadian tapi kenapa kami bisa berciuman tadi.
Tidak terasa sudah sore hari teman-teman yang lain datang dan mengajak pulang,dijalan arah pulang raja gandeng tangan aku puput melihat kami kelihatan dekat.
"Ciee jadian abang aku " sindir Puput sembari tersenyum menutup mulut.
"Huss berisik" Jawab Raja seakan tak perduli semua melihat kami,kami jadi pusat perhatian pada semuanya.
Sampai dirumah aku berbunga-bunga hasrat aku kembali seperti dulu entah kenapa,bertemu Raja serasa beda sekali,sepertinya aku membuka hati untuk Raja.
Karena besok sudah sekolah, terpaksa aku dan Indar susun pakaian didalam Ransel,liburan kami telah usai dan akan pulang kerumah masing-masing.
"Cie yang baru jadian sedih karena mau pulang,gimana kalau kita izin sama orang tua untuk inap disini semalam lagi" Indar tau apa yang aku mau.
"Ahk takut aku Ndar mama merepet,tapi kalau belajar alasan kita dia pasti kasih izin lagi,tapi belajar jugalah kita sdikit disini nanti malam" kata aku dengan tersenyum.
"Ya jelas kita belajar,bentar lagi ujian kenaikan" Balas Indar dengan tersenyum sembari melipat kain.
-------------------------------------------------------------
Malam harinya aku pergi naik motor bersama Raja,sedangkan Indar bersama Hamdani motor meluncur kearah desa kami,kami bermaksud mrminta izin dengan orang tua masing-masing untuk menginap dirumah Puput sekali lagi, alasan tepat sekalian belajar kelompok.
Entah kenapa mungkin keberuntungan kami, orang tua Indar dan Aku memberi izin dan kami menjadi senang dan gembira,setelah itu kami berniat pulang tetapi singgah dulu distadion,Indar dan Hamdani kencan disamping berjauhan dari kami.
"Dek kok diem,abang juga besok pulang kekota untuk kuliah " ucap Raja yang buka suara duluan.
"Abang kuliah yah,enak ya aku masih sekolah, ingin juga nanti kuliah biar mama senang " ucap aku mulai buka suara juga.
"Oh sebenarnya saya enggak mau kuliah, ingin kerja sih tapi Ibu memaksa,ya ikut saja kemauan ibu saya" jawab Raja sembari memandang aku.
"Tapi abang dikampus pasti ada pacar?" ucap aku ingin sekali tau pribadi Raja.
"Pacar banyak dek,tapikan cinta cuma Satu" ucap Raja sambil cengengesan.
Ternyaata cowok semua sama saja tidak yang ganteng, yang tampan bahkan yang jelek juga sama banyak gaya dan tingkah.
"Playboy ya ele-ele" jawab aku dengan sinis seakan mati rasa dengan Raja.
"Bukan gitu dek,saya bercanda jangan salah paham" kata Raja dengan kernyit dahi.
"Ow iya ya" jawab aku mulai malas menaruh hati pada Raja.
Sedikit malas menaruh hati pada Raja kalau begitu ucapan dia tadi,ya sudah mending main-main saja dengan cowok ganteng ini,
yang penting aku tidak jatuh cinta sepenuhnya .
"Dek kok jadi diam,marah ya !?" ucap Raja sembari memegan jemari kanan aku.
"Eng-enggak"
__ADS_1
aku jadi tidak percaya pada Raja,entah kenapa tiba-tiba jadi malas.