Wanita Malam Bertaubat

Wanita Malam Bertaubat
WMB 45


__ADS_3

Bulan berganti bulan tidak terasa aku dan Raju masih berpacaran,kami makin akrab dan mesra,aku mulai mencintai Raju sepenuh hati.


Hari ini kami janjian untuk bertemu,saat aku pulang sekolah terlihat Raju sudah menunggu didepan gerbang sekolah.Aku sumringah Raju setiap hari menjemput aku pulang sekolah.


"Perg sana udah nunggu belahan jiwa kau"


Kata Indar yang barengan jalan dengan aku.


"Entar kami mau dibawakan apa?"


Tanya aku yang masih berjalan sama Indar menuju gerbang sekolah.


"Terserah kamu Yun,yang penting enak"


Jawab Indar sambil mencincing tas ransel sekolah.


Aku langsung naik keatas motor Raju,lalu kami pergi keluar dari area sekolah motor meluncur menuju jalanan besar beraspal.


"Sayang kamu tidak malu aku pakai pakaian sekolah gini" Kata aku yang duduk dibangku tumpangan motor Raju.


"Aman beb kota beli baju entar"


Jawab Raju yang fokus membawa motor.


"Emang mau kemana beb?"


Aku penasaran karena biasanya Raju hanya mengantarkan aku pulang kerumah.


"Kita kedanau toba beb,kamu udah izin sama mama tadikan?" Raju sedikit cemas takut kalau aku dimarahi mama.


"Tadi pagi sudah beb,alasan aku acara perpisahan sama Indar sebentar lagi akukan tamat sekolah" Jawab Aku dengan tersenyum.


"Ok beb"


Raju semangat membawa motor,aku berpegangan erat karena motor melaju semakin kencang.


Titik-titik air mulai jatuh pada saat kami sampai diparapat danau toba,karena hujan mulai lebat kami tidak bisa nyebrang kepulau samosir sebab ombak lagi naik.


"Ya jadi gagal kesamosir beb"


Kata Raju dengan lemas.


"Disini saja aku sudah senang beb"


Kata aku sembari melihat pemandangan indah danau biru ini.


"Aku ambil kamar hotel dulu ya,beb tunggu diaini" Kata Raju yang memarkirkan motor diparkiran hotel parapat.


Raju menyewa kamar hotel yang menghadap kedanau,aku terkagum saat masuk kedalam kamar,mataku lebih leluasa melihat keindahan nuansa danau biru tersebut.


"Wah"


Aku masih terkagum berdiri dijendela kaca sembari melihat keindahan danau toba,Raju dari belakang memeluk tubuhku ini,Aku bergidik geli saat Raju kecup leher jenjang aku.


"Geli tau, beb lihat tuh ada bot"


Aku menunjuk dengan bahagia sekali,Raju hanua tersenyum manis.


"Iya indah kan?,lihat disekeliling fikiran kita pasti jadi tenang" Kata Raju semakin erat memeluk aku dari belakang,dagu Raju menempel dipundak kanan aku.


"Cup"


Raju kecup mesra punggung jemari kanan aku,aku tersipu malu,aku berbalik menghadap kedepan dan memeluk erat tubuh kekar Raju.


"Beb aku keluar bentar ya"


Raju melepas pelukan mesra kami.


"Jangan Lama ya sayang"


Aku sedikit takut ditinggal sendirian dikamar hotel ini.


"Sebentar sayang aku enggak lama kok"


Raju merapikan pakaian dan memakai topi.


"Cup"


Raju kecup mesra kening ini lalu lengan Raju membuka knop pintu kamar hotel dan keluar meninggalkan aku sendirian.


Tidak berapa lama aku mendengar suara ketukan dari luar pintu,aku intip melalui jendela ternyata Raju yang datang.


"Kejutaan !!"


Raju membawa satu bucket bunga entah dapat dari mana aku tidak tau.


"Terima kasiih beb"


Aku meraih bunga mawar itu dari tangan Raju.


"Kamu suka sayang?"


Raju duduk diatas kasur melihat aku memejamkan mata karena hirup wangi bunga mawar merah.


"Suka banget beb"


Aku langsung memeluk Raju dengan penuh haru.


"Sama-sama beb"


Raju membalas pelukanku dengan hangat,aku bahagia sekali hari ini .


Aku dan Raju bercumbu hebat sampai kami lepas kontrol,Raju penuh fantasi dia sangat lihai,karena hasrat kami mengebu-gebu akhirnya kami melakukannya.


Mungkin dukungan udara yang meniup dingin sehabis hujan membuat kami semakin panas,dengan berbagai gaya Raju terus memandu aku.


"Mau lagi beb ?,aku masih bisa !"


Terlihat Raju terkulai lemas,tapi entah kenapa dia menawarkan lagi.


"Jangan dulu beb"


Aku masih lemas,sebenarnya aku mampu dengan tawaran Raju tetapi aku tidak tahan karena kepunyaam Raju sesuai dengan tubuh besarnya.


"Kamu pasti haus"


Raju langsung bangkit dari tidur dan mengambil minuman segar yang iya beli tadi.


"Makasih sayang"


Aku mengambil minuman dari jemari Raju.


Raju berdiri tegak dihadapan aku saat aku mengambil minum,tubuh yang sempurna seperti orang luar negeri buat aku semakin cinta dan terkagum.


"Beb lihatin aku terus"


Ucap Raju tersenyum manis.


"Beb kamu pandai bermain bermacam gaya apa kamu palyboy?" Aku penasaran ingin tau siapa Raju sebenarnya.


"Meledek ya,ayo kita mandi"


Raju mengalihkan pertanyaan aku.

__ADS_1


Arjuna berumur dua puluh enam tahun,dia sangat berpengalaman dalam bercinta,Raju lihai seperti ****** yang bisa memuaskan


pasangannya.


Kini aku dan Raju berada didalam kamar mandi,aku melihat bedthup terisi air hangat pasti nyaman saat berend didalamnya membuat aku tidak sabar masuk kedalam bedthup.


"Eleh enggak sabaran ya"


Kata Raju melihat aku masuk kedalam bedthup berendam dengan nyaman.


"Enak banget"


Aku menikmati air panas serasa lelah ini hilang sekejap.


"Sini aku sabuni"


Raju mengambil sabun cair dan menggosok punggunngku,aku diperlakukan seperti anak bayi.


"Beb belum jawab pertanyaan aku tadi"


Aku masih penasaran kenapa Rajuna sangat lihai saat diranjang.


"Hemm"


Raju seperti berfikir dengan jawaban yang akan iya berikan,sedangkan aku merasa nyaman saat bahu ini dipijat Raju sembari mengusap sabun diarea punggung.


"Jujur saat kuliah dijakarta aku banyak bercinta dengan semua gadis termasuk yang berumur dia atas aku" Raju mulai menceritakan pengalaman semasa hidupnya.


"Wow...aku tidak habis fikir,pantes kamu berpengalaman beb" Sambung aku dengan kernyit dahi.


"Dulu aku membiayai kuliah juga beb,ya banyak juga tante yang tergila-gila dengan aku,tapi sekarang itu sudah aku akhiri lalu aku fokus bermain bola sambil kerja" Sambung Raju lagi yang terus memijat bahu aku.


"Beb kamu mau berubah dan menikahkan,aku siap kalau kamu mau,kamu ajari aku terus ya" Sahut aku dengan mata terpejam karena menikmati pijatan Raju.


"Sayang aku sakit hati kamu bilang gitu, aku enggak ingin didalam pikiran kamu aku ini budak sex kamu,jangan ya beb,semua cewek yang aku dekati hanya mencintai permainan aku,mereka mau anuku tapi bukan diriku,nyesek lho" Rajuna kernyit dahi dan menjadi sedih.


"Enggak ah,aku mencintai kamu tulus kok,bukan itu nya saja,kamu jangan berfikir aneh tentang aku" Aku geleng kepala dan berbalik badan,kini aku berhadapan dengna Raju didalam bedthup.


"Sayang saat ini kamu belum paham maksud aku,ingat ucapan aku suatu hari kamu akan paham,apa itu cinta,kepalsuan,pengkhianatan atau sex semata" Tutur Raju mencubit kedua Pipi aku.


"Ya...Ya.."


Aku hanya angguk kepala dengan ucapan Raju,lalu setelah itu aku dan Raju mandi didalam bedthup menikmati air panas.


Didalam bedthup kami aku melakukannnya dipandu oleh Raju,pria ini sangat perkasa tidak ada lelah sedikitpun,Raju seperti makan obat kuat membuat aku kewalahan.


"Yuk kita pakaian"


Raju keluar dari kamar mandi dibarengi aku ngikut saja.


"Sayang kamu tidak lapar?"


Tanya aku sembari memakai pakaian yang baru aku beli saat diperjalanan.


"Kita keresto bawah beb"


Balas Raju yang sibuk memakai celana dengna rapi,tidak lupa parfum iya semprotkan diarea baju.


Raju tubuhnya harum sepertinya dia sangat menjaga tubuh idealnya,aku selalu suka dengan wangi badan Raju membuat aku terlena didalam pelukannya.


Karena beberapa kali bercinta aku sedikit lemas berjalan Raju tidak tau itu,karena aku sembunyikan lelah ini takut Raju khawatir.Kini aku dan Raju duduk berdua diresto hotel tersebut.


"Tuhan kenangan ini indah sekali,baru kali ini aku dibawa pria menikmati indahnya danau,Tuhan semoga Raju yang terakhir singgah dihati aku" Batin aku dengan bahagia.


Saat didalam resto banyak bule-bule asing duduk sambil ngopi,aku perhatikan Postur Raju ternyata sama dengan bule yang ada dihadapan kami.


"Beb jangan lihat bule asing trus donk?"


"Aku heran saja beb,kulitnya putih merah"


Ucap aku berbisik pada Raju.


"Huss jangan bicara gitu beb,kalau mereka dengar gimana,jangan salah bule disini kadang lancar bahasa kita" Sambung Raju sembari tersenyum.


"Ups maaf sayang"


Aku jadi takut kalau bule tersebut mendengar omongan aku.


"Ya sudah lanjuti makannya,siap itu kita kebawah lihat danau dari dekat" Raju melanjutkan makan yang sedari tadi iya pesan begitu juga dengan aku.


Selesai makan aku dan Raju berdiri menghadap danau,hembusan angin sangat kemcang buat aku kedinginan,Raju melepas jaketnya dan menutupi tubuh aku.Aku senang Raju selain lembut juga perhatian.


"Beb jam berapa kita pulan?"


Tanya aku teringat rumah walau saat ini aku sebenarnya tidak ingin pulang.


"Entar lagi sayang,kita bawa oleh-oleh untuk keluarga kamu ya" Kata Raju langsung merangkul aku dari samping.


"Terserah kamu beb,terima kasih ya seharian ini aku senang" Kata aku menatap mesra wajah Raju.


"Aku juga bahagia beb,ini kenangan kita jangan lupakan ya,oh iya entar kalau lewat kota siantar kita beli oleh-oleh lain,disini beli mangga juga" Kata Raju dengan semangat.


"Iya beb"


Aku mengkedipkan mata saat Raju menikmati wajah aku,kami saling menatap mesra lalu tersenyum lebar.


"Kamu udah bosan belum beb"


Tanya Raju yang merasakan dingin karena jaket aku pakai.


"Ayo masuk saja"


Aku berjalan menuju kamar hotel kami,Raju ngikut dari belakang.


Sampai kedalam kamar aku dan Raju beres-beres hendak pulang,sebenarnya kami ingin menginap tapi karena aku besok sekolah dan Raju juga ada latihan untuk tanding bola terpaksa kami pulang.


Raju tidak pelit sama sekali kami singgah kekota siantar membeli banyak makanan dan roti,aku kepayahan membawa beberapa kantungan plastik.Sejak dengan dia aku selalu dibelikan pakaian baru,makanan banyak apa aja supaya aku senang,saat gabung sama teman-teman dia juga loyal.


"Aku saja yang bawa sayang"


Raju mengambil semua kantungan plastik dari tangan aku lalu Raju meletakan ditangki kereta gedenya.


Kami melanjutkan perjalanan menuju desa aku,hari juga semakin gelap Raju membawa motor dengan santai.


"Kencangin tangan ini,aku dingin beb"


Raju memijat jemari aku yang melingkar dipinggang Raju.


Dengan erat aku memeluk Raju diatas motor,aku tersenyum sendiri karena bahagia,bahagia ini pernah aku rasakan saat bersama Almarhum Raja.


Dua jam perjalanan aku dan Raju sampai,motor Raju berjalan kearah rumah aku,ditengah perjalanan aku ketemu Wati dan Indar.


"Wah enak kali kau Yun, oleh-oleh apa itu?, aku maulah " Ucap Wati sambil fokus bawa motor.


"Tau aja kau yang gratis"


Balas aku,Raju menginjak pedal rem berniat berhenti sebentar.


"Iyalah namanya gratis bodoh"


Motor Wati juga berhenti membuat obrolan kami semakin panjang.


"Dari mana kalian cie- cie"

__ADS_1


Ledek Indar tersenyum menutup mulut.


"Mau tau aja adek- adek ini"


Raju memberikan beberapa bungkusan kepada Indar dan Wati.


"Hem bang Raju tambah ganteng"


Puji Wati sambil menerima oleh-oleh dari Raju.


"Dapat makanan gratis muji ya"


Aku mencibir Wati dan menjulurkan lidah.


"Tapi makasih ya abang Raju"


Wati tersenyum puas begitu juga dengan Indar.


"Kalau gitu aku pulang sama Ndar ya sayang,kamu ganti baju juga" Kata Aku sambil turun dari atas motor.


"Hati-hati ya beb,Wati,Indar jangan ngebut kalian bertiga" Raju berwajah serius.


"Dih segitunya khawatir sama bebeb Yunita" Ejek Wati sembari hidupkan mesin motor.


"Tentu dong"


Sambung Raju setelah itu aku berpisah dengan Raju,


Para sahabat mengantarkan aku pulang sampai kedalam rumah,aku melihat mama dan ayah tidak ada didalam rumah mungkin pergi kerumah saudara.


"Ndar tunggu aku ganti pakaian ya,enggak ada orang dirumah" Aku masuk kedalam kamar.


"Heppy kali ya yang baru ketemu Raju,jangan lama ya" Jawab Indar yang berada diruang tamu sedang duduk disofa.Wati lagi didalam kamar mandi karena sesak buang air.


Selesai aku ganti pakaian aku dan Indar serta Wati pergi lagi menuju stadion untuk berkumpul,padahal masih jam tujuh malam kami sidah melalak.


Sampai ditempat biasa terlihat Raju dan Yoga sudah menunggu begitu juga dengan Merry,Raju masih segar seperti biasa berbeda dengan aku yang sedikit lesu.


"Lemas ya Yunita,berapa kali tuh?"


Ledek Yoga melijat aku duduk lemas disebelah Raju.


"Ada seratus kali"


Balas Raju sambil menatap Yoga.


"Sayang jangan sebar aib"


Kata aku dengan malu-malu nan manja.


"Beb lemas ya,tunggu sebentar ya aku ambil vitamin dimes" Kata Raju beranjak dari duduk.


"Eleh-eleh segitunya khawatir"


Wati menggoda aku membuat kesal.


"Jangan berisik kau Wati"


Aku menjadi cemberut pada Wati.


"Mereka bercanda sayang"


Kata Raju sembari naik keatas motor berniat mengambil vitamin untukku.


"Raju beli minumlah,masa kau cuma bawa oleh-oleh minum enggak ada" Hamdani yang lagi duduk bersama Indar.


"Sabarlah kampret,yoga kau beli minuman ini uang nya,aku mau kemes mau ambil vitamin untuk nyonyaku" Kata Raju sembari mengeluarkan uang dari dalam saku.


Raju pergi membawa motor sedangkan Yoga pergi juga membeli minuman,Sementara kami duduk dan ngobrol sekelak sambil menunggu kedatangan Raju dan Yoga.


Tidak berapa lama Raju muncul dan memberikan satu papan vitamin untukku,aku langsung minum dan duduk santai.


"Duduk disamping aku sayang"


Raju menawarkan paha untuk sandaran kepala aku.


"Taik- taik kalian smua,yang patungnya aku disini,cuma aku aja yang enggak ada pasangan" Wati merasa jaga nyamuk ditempat tongkrongan.


"Wat wat,mangkakan jangan cinta satu malam,cari yang baru lho,mau aku yang carikan pacar baru?" Kata Hamdani dengan nyengir.


"Sejak dikhianati hendra aku malas serius pacaran" Wati garuk kepala karena tidak ingin dicombalngi Hamdani.


"Cari yang serius lah,jangan mau enaknya aja kau minta-minta duit sama lelaki" Sambung Indar dengan nyengir.


"Itu tukang sate nganggur,kalau kau pacaran sama tukang sate entar kau makan terus,kan lumayan dapat sate gratis Hahahhaha" Merry tertawa renyah.


"Matamu itu,kau aja sana yang pacaran sama abang sate,kau kan tukang makan alias rakus, sudah tau ads bininya" Sahut Wati mendengus kesal diledek Merry.


Obrolan mereka terhenti dengan kedatangan Yoga yang membawa minuman,sementara aku lagi asyik sandaran kepala dipaha Raju.


"Beb jangan tidur melulu dong,kita lagi gabung ini" Kata Raju sembari elus sayang rambut aku.


"Masih capek beb"


Aku langsung duduk disamping Raju.


Teman-teman lagi asyik ngobrol sambil minum tuak,Indar menatap aku dan tersenyum.


"Entar lagi kita tamat sekolah Yun"


Indar teringat ujian akhir sekolah.


"Ya jadi kalai tamat mau ngapai Ndar?"


Aku jadi garuk kepala memikirkan pelajaran besok.


"Dari sekarang kita fikiran buat acara perpisahan Yun,siapa tau SMA entar kita beda sekolah" Indar dengan sedih mengatakan ini.


"Iya..ya kita enggak tau masuk sekolah mana nanti SMA" Kataku sambil bersedih,Raju hanya tersenyum melihat aku yang menggerutu sedih.


"Aku mau dikampung saja SMA nya"


Sambung Merry ikut mendengarkan.


"Dikotalah entar SMA kalian,apa enggak bosen main dikampung ini aja" Balas Wati dengan nyengir.


"Makin pintar kau nanti kompas cowok-cowok kota" Kata aku dengan tersenyum menatap Wati yang diam.


"Beb mau SMA dimana?"


Sambung Raju penasaran.


"Aku ingin sekolah dikota Beb,cari pengalaman,ketemu teman baru" Ucap aku sambil berfikir.


"Mulai dari sekarang kita fikirkan itu"


Balas Indar sembari menyandarkan kepala dipundak Hamdani.


Kami terus ngobrol yang lain dengan bercanda Ria,Hamdani dan Indar mesra-mesraan begitu juga dengan Merry dan Yoga,aku juga tidak mau kalah genggaman tangan dengan Raju,hanya Wati yang seperti kambing congek melihat kami semua berpasangan.


"Entar lagi kita pulang ya beb,seharian main terus lelah juga" Kata aku sambil menatapa Raju yang tersenyum manis.


"Iya beb,jangan cemas entar aku yang antar kamu sampai kerumah" Balas Raju sembari membelai sayang rambut aku yang tergerai.

__ADS_1


__ADS_2