WINTER GLOW

WINTER GLOW
Siapa Kamu Cantik?


__ADS_3

Mika terpaku lama, ngeliat wajah ayu yang terbalut dengan sikap angkuh dan selalu berhasil  ngebuat bintang tampan super cuek bisa menyerah oleh rasa penasaran. Recha yang udah diobatin tangannya lagi tidur, mereka masih di UGD.


" Pak udah ke kasir?" (administrasi)


" Sssttt.." Mika meminta suster memelankan suaranya dia ga ingin pemeran penggantinya itu  terbangun. Kemudian mengangguk pelan tanda iya. MIka pun langsung ngeberi isyarat klo dia bakalan segera ke kasir buat nyelesain administrasi


Udah kaya film korea pokoknya, adegan cowo ganteng ngerawat cewe nya yang lagi sakit. Digendong penuh cinta terus direbahin dan selalu berusaha agar jangan sampai terbangun. Hahaha..klo kalian sadar setiap fim korea pasti ada degan ini catet ya, sakit, kehujanan, salah paham, ngeliatin bulu mata pasangannya dan gugurnya bunga sakura wkwkwkkwkwk.... udah ah kok jadi bahas film korea. Balik neh ke cowo ganteng kita, Mika ya.


So Mika ngebawa Reca balik ke tempat suting, tapi waktu nyampe di lokasi Reca masih nyenyak banget tidurnya. Doi jadi ga tega buat bangunin, Mika pun keluar dan menutup pintu mobil pelan-pelan.


" Sa." Begitu balik ke lokasi Mika langsung nyari Esa.


" Hmmm udah balik ya?" Mika mengangguk, tapi kemudian.


" Sa tolong kasih tau sutradara ya aku ga bisa lanjutin suting, entah kenapa tiba-tiba aku kangen Papa. Aku pengen ziarah ke makam Papa. Bisa kan?" Dusta, bukan itu sebenarnya. Dia hanya ingin bersama gadis yang sedang tidur di mobilnya saat ini. Meski dia tidak tau bahwa itu Reca.


Esa mengangguk, meski sebenarnya berat banget. Mika sering bersikap kaya gini klo lagi ga mau di ganggu, ngasih alasan yang sebenarnya ga masuk akal. Ziarah kan bukanlah hal yang emergency banget ganteng... tapi Esa tau dia lagi pengen sendirian.


" Hati-hati ya." Mika membalasnya dengan usapan lembut di pipi Esa.


" Makasih ya, kamu paling ngertiin aku." Plus ga pernah banyak tanya, iya kan?


" Berarti besok kamu juga ga bisa suting kan?"


" Hmmm" Sambil ngangguk.

__ADS_1


" Sekali lagi makasih ya."


Mika sendiri ga tau kenapa, kok bisa ngebawa cewe itu ke rumahnya lagi. Terus dengan sangat hati-hati membaringkan gadis itu di kamarnya, dia masih tertidur sangat pulas.


" Sebenernya berapa hari kamu ga tidur sih?" Batin Mika


Masih sangat sabar Mika menemaninya, duduk di kursi baca yang santai hingga bisa meluruskan kaki dan merebahkan punggungnya. Sesekali dia menghusap lembut rambut gadis  itu atau menggenggam tangannya. Mika merasakan perasaan nyaman yang sama saat dia memegang tangan Reca delapan tahun yang lalu. Karena rasa  nyaman itu akhirnya Mika juga tertidur lelap di kursinya, bahkan kali ini dia tidak mimpi buruk seperti biasanya.


Ga berapa lama dari Mika tertidur, Reca terbangun. Perlahan mata lentik cewe manis ini membuka  dan mengumpulkan kesadarannya. Langit-langit kamar yang tampak asing, tapi segera menyadari dimana keberadaannya begitu melihat Mika disampingnya tengah lelap sambil memegang tangannya. Sesaat Reca terpaku  ngeliatin muka Mika yang damai banget, tapi kemudian gadis itu membalik  ke arah sebaliknya dan kembali termenung melihat dinding kaca yang  memperlihatkan taman luas yang tertata dengan baik. Entah apa yang dipikirkannya tapi Reca kembali terlelap dan membiarkan Mika terus  memegang tangannya.


*****


Reca terbangun lalu turun ke bawah, dari atas tangga dia melihat Mika sedang membuatkan sarapan. Cewe manis itu tidak bergeming dan membiarkan Mika tetap memasak karena emang ga tau klo Reca udah bangun. Seperti kemarin, Reca bersikap masa bodoh dan meninggalkan Mika yang segera kebingungan karena orang yang seharusnya di kamarnya tidak ada.


" Ok gue udah besikap baek nolongin dia tapi di tuh selalu aja...egghh" kesel sendiri


Secara orang ganteng trus paling diinginkan satu dunia kok dicuekin sih, belagu banget coba.  Seorang Mika gitu jarang banget kan peduli sama cewe sampe segitunya,  siapa dia coba. Uuuughhhh.. Mika terus tidak habis pikir, batinnya terus berontak karena dia tidak seperti biasanya. Sudah berusaha keras tapi tetap saja dia kalah, tidak bisa berkata tidak untuk cewe satu ini. Dan Mika sama sekali tidak bisa mengendalikan pikirannya, so dia bergegas mengejar cewe itu kali aja belum jauh.


Sreett, suara kaki Mika saat menahan Reca pergi. Andehhh dalam hati sumpah lah neh cewe kurang ajar banget. Ga bilang makasih, ga pamit, segala enggak pokoknya. Hmmmm...


" Paling bisa ya bikin orang hawatir." Mata Mika menunjuk luka di lengan Reca, gadis cantik itu tampak tidak terlalu perduli dengan lukanya, harusnya hari ini perbannya diganti dan lukanya dibersihkan kan? Reca ga ngejawab cuma


melotot kesel yang artinya, emang gue suruh lo hawatir sama gue. Sarap.


" Ayok." Ne cewe bisu ape budek ya kok ga ngejawab ga nurut juga ato keduanya.

__ADS_1


" Apaan sih?" Akhirnya, meski tetap menolak.


" Gue juga ga ngerti Ok? Kenapa gue bisa sangat cemas sama elo? Mungkin karena lo mirip sama Re. Sampe kebingungan ini hilang suka ato ga lo harus ikut gue, klo nggak gue akan bersikap lebih menyebalkan lagi."


" What ever, alias terserah." Batin Reca, saat melengos pergi mata Reca menangkap dua orang


laki-laki sedang mendekat dengan penampilan yang mencurigakan. Begitu seriusnya ngeliatin sampe Reca ga dengerin omelan Mika.


" Ca elo..." Reca buru-buru menyeret Mika untuk sembunyi dan memintanya diam, sssttt gituh.


Mika yang bingung cuma nurut sambil celingukan ngeliatin dua orang tadi, terus ngeliatin muka Reca yang terlihat was-was. Untuk memastikan keadaan, Reca meminta Mika diam disitu lalu berjalan keluar seolah tidak menyadari apapun. Dan sesuai dugaan mereka menyerang Reca tiba-tiba, perkelahian pun terjadi.  Mika yang syok ditempat, meski tau kalo Reca menggantikannya setiap kali adegan action tapi tetap sajakan, secara ini perkelahian betulan


apalagi Reca yang diyakininya bernama Caca itu sedang terluka cukup serius. Awalnya sedikit kerepotan tapi sekarang Reca bisa mengimbangi serangan dua orang itu, geraka-gerakan taekwondo nya cukup menjelaskan bahwa dia sangat mahir.


Mika tambah tidak habis pikir, siapa sebenarnya neh cewe kenapa sejak kemarin banyak sekali orang yang mengejarnya. Sikapnya juga penuh misteri, hidup sendiri dengan luka disekujur tubuhnya. Sekarang Mika baru menyadari sesuatu, setiap suting Reca selalu berhasil berackting dengan satu kali take.


Penampilannya prima nyaris tidak pernah membuat kesalahan dan dia juga ga pernah terluka saat suting. Kalau pun dipikir kemarin dia terjatuh dilantai yang bersih dari pecahan apapun, bagaimana mungkin dia bisa


punya luka robek. Itu sama juga artinya, kalau semua luka itu bukan didapatnya dari suting, tapi dari berkelahi. Tapi kenapa coba, apa dia gangster, pengedar, pencuri atau apa? Rasanya ga mungkin deh, doi bahkan


ga ngerokok. Lagi pula gimana mungkin cewe semanis itu bisa jadi sebuas ini?


Ditendangan terakhir Reca menyelesaikan serangannya, kedua lawannya terihat meringis di tanah menahan sakit. Mika pun segera menariknya pergi, ini gila. Reca menyelesaikan itu sendirian dan Mika justru sembunyi.


*****

__ADS_1


__ADS_2