WINTER GLOW

WINTER GLOW
Dongeng Sebelum Tidur, Winter Glow


__ADS_3

Pikiran mentok kerasa buntu, ga tau harus mulai dari mana ngumpulin petunjuk sementara begitu banyak pertanyaan yang harus Reca pecahkan. Tidak perduli seperti apa Reca membaca berulang kali chat Whats App yang papa kirim beberapa hari setelah kematiannya, Reca masih tidak mengerti apa maksud pesan itu.


Papa buat puisi untuk mama Re


Kemudian...


Wawancara Institusi Nuklir Terdapat Entri Radiasi Gelombang, Lakukan Olah Waktu


Lalu pesan berikutnya selang beberapa hari kemudian...


Ada email masuk, Dongeng sebelum tidur


Trus...


Temukan jejak Pengelana 03 27 110 12 75 96 58 01 84 111 09


“ Oh Tuhan apa yang sebenarnya ingin papa sampaikan?” Reca membatin sendiri, kemudian matanya menatap pada kata email masuk. Satu-satu hal yang paling masuk akal dari semua kalimat yang dichat papa, mungkin sebaiknya dia memeriksa ulang akun email miliknya.


Tidak, tidak sekalipun papa pernah mengiriminya email. Dan lagi pula histori email papa sudah banyak yang dihapus seolah dia ingin menimbulkan kesan bahwa papa tidak berinterkasi dengan orang lain yang bisa mengarahkan siapa aja yang membajak akun emailnya pada petunjuk.


Reca memeriksa kembali semua akun media sosial milik ayahnya facebook, seingat Reca tidak ada hal aneh yang Reca temukan saat memeriksanya. Selain itu tidak juga dirasa ada petunjuk karena postingan media sosial


beliau hanya berisi foto liburan keluarga saja, untuk kegiatan kerja beliau tidak pernah mempostingnya dimedia sosial. Jadi sangat sulit buat Reca melihat siapa teman-teman ayah yang sering ditemuinya, padahal itu bisa aja bantu untuk nemuin titik terang. Saat rasa bosan mulai menyerang ditengah melihat Akun facebook papa, Reca menemukan sebuah puisi yang papa posting diberanda pribadinya.


Wanitaku adalah seorang wanita hebat


Ibu dari anakku yang selalu mencintaiku tanpa henti


Namanya selalu tersimpan dihatiku yang paling dalam

__ADS_1


Tanpa batasan waktu dan tanpa syarat aku akan mencintainya


Entah bagaimana jika aku harus tanpa dirinya


Rasanya mungkin seperti duniaku akan berakhir


Guntur dan gemuruh akan memenuhi hari-hariku


Lantas apa yang harus aku lakukan jika itu terjadi


Oh Tuhan izinkan aku selalu menggengam tangannya dan memanggilnya...


Wanitaku


“ Ah… ini dia mungkin puisi yang papa maksud dibuat khusus untuk mama. Hmmm… so sweet banget papa yang menjukkan secinta itu dia sama mama, jadi kangen papa. Mama dah baca belom ya?” Batin Reca


“ Tunggu, puisinya buat mama trus kenapa papa kasih tau ke Re lewat Wa klo…” kali ini Reca bicara sendiri. Lalu memperhatikan dengan seksama puisi itu, bola matanya pun membesar saat menyadari bahwa huruf pertama pada awal kata di setiap kalimat jika diurutkan dari atas ke bawah menghasilkan sebuah kata baru yaitu “WINTERGLOW”


Wawancara Institusi Nuklir Terdapat Entri Radiasi Gelombang, Lakukan Olah Waktu


“ Yang ini juga jika diambil huruf depannya… ‘Winter Glow’… Winter Glow, Winter Glow.” Reca mengucapkanya berulang kali mencoba menangkap sesuatu yang mungkin dia lewatkan atau sesuatu yang berhungungan dengan itu.


“ Kalau dua hal ini mengarah pada petunjuk berarti angka ini juga kan… dan email ini...” Entah kenapa kata email ini sangat mengganggu, memaksa Reca kembali memeriksa email papa meski pikirannya bilang klo hasilnya akan sama dengan sebelumnya.


“ Email masuk, dongeng sebelum tidur. Apa maksudnya kata kuncinya adalah dongeng di inbox nya?” Reca coba search tapi kata kunci dongeng tidak ditemukan.


“ Ga mungkin segampang itu emang harusnya sih… tapi...” Reca melihat sekali lagi isi chatnya di kalimat***Temukan jejak Pengelana***\, apakah ini kata kuncinya? Maka Reca pun kembali mencoba search kata Pengelana dan kata tersebut muncul di inbox.


“ Pengelana di Negerui Tanpa Malam.” Langsung diklik buat liat apa isinya, yang

__ADS_1


ternyata benaran sebuah dongeng berupa e-book dalam format pdf. Mau


ga mau Reca harus membacanya, pasti ada sesuatu dalam dongeng ini


yang akan mengarahkannya pada petunjuk.


Pengelana di Negeri tanpa Malam


Di sebuah Kastil Hitam yang terletak dinegeri tanpa malam, matahari nyaris bersinar sepanjang hari bahkan saat tiba waktu bintang menampakkan diri. Tinggallah seorang putri kerajaan berusia lima tahun yang selalu murung dalam hidupnya, karena terkurung dalam menara yang tinggi seorang diri di lembah yang gersang. Putri itu bernama Putri Kristal, wajahnya sangat cantik dan kulitnya putih bersih. Karena kutukan seorang penyihir sang putri tidak bisa keluar dari menara, jika dia keluar dari menara lalu kulitnya terkena cahaya matahari maka sang putri akan berubah menjadi patung krisal. Suatu hari datanglah seorang pengelana yang tersesat membawa seorang pangeran kecil yang diselamatkannya dari sebuah perang besar. Mereka sangat lelah, lapar dan kehausan karena sudah hampir dua hari tidak menemukan sumber mata air serta makanan. Saat tiba di dekat Castil Hitam mereka berteriak, memohon untuk diberi air dan sedikit makanan. Putri Kristal yang mendengar itu sangat iba dan ingin sekali menolong tetapi dia tidak bisa memberikan pertolongan karena kutukannya, sang putri hanya bisa berteriak dari atas sambil menangis tentang dirinya. Sang pengelana pun berkata agar Putri Kristal menjatuhkan beberapa buah yang mengandung banyak air dari atas kastil. Putri Kristalpun membungkus beberapa jeruk dan pir dengan selimut tebal agar buah tidak rusak ketika mendarat. Sang Pengelana pun sangat senang, karena bukan hanya mendapatkan makanan tapi juga mendapat sebuah selimut untuk tubuh pangeran kecil yang kedinginginan. Sebagai ucapan terimakasih Sang pangeran kecil dan pengelana berjanji akan kembali suatu hari nanti untuk membebaskan Putri Kristal dari kutukan, dan membawa putri ke tempat dimana bisa melihat malam dan siang bergantian. Yang langitnya mempunyai bulan purnama bercahaya terang. Putri Kristal melemparkan kunci pintu Kastilnya pada pangeran kecil yang artinya dia akan menunggu Pangeran kecil datang memanuhi janjinya untuk membebaskan dari kutukan dan membawanya ke tempat terbitnya bulan.


 


Untuk sesaat Reca terpaku, mengumpulkan ingatan kalimat dalam dongeng itu rasanya sangat familiar seperti negeri tanpa malam, Putri yang menunggu sang pangeran membawa kembali kunci untuk membebaskannya. Nah itu dia…


“ Kunci? Winter Glow...” Bergumam sendiri. Ini seperti di malam pertemuan terakhirnya denga papa.


“ Oiya, inih udah lama banget papa mau kasih tapi kelupaan terus. Papa udah temuin toko mainan yang bisa perbaiki ini.” Papa ngeluarin kotak warna coklat gelap dari paper bag yang dipegangnya.


“ Kamu masih ingat ini?” Reca menerima kotak itu dan segera membukanya. Isinya sebuah Snow Globe yang dipesan khusus, hanya ada satu-satunya di dunia. Ini adalah hadiah dari papa saat ulang tahun Reca saat usia 5 tahun. Mainan itu di pesan khusus sama papa dan merupakan mainan terfavorit buat Reca. Tapi mainan itu pernah


jatuh lalu pecah, Reca sedih banget waktu itu sampe demam karena ga ada toko mainan lain yang jual ato yang bisa buat mainan yang sama. Mungkin karena mainan ini papa pesan bukan di Indonesia.


“ Ya ampun paahhh… itu udah lama banget. Papa beneran nyari toko yang bisa baikin inih?” Reca terharu sampe hampir nangis. Dia malah udah menyerah untuk mengingat mainan ini. Meski mainan ini pernah sangat berarti karena sejarahnya.


“ Lubang kuncinya juga papa udah baikin?” papa mengangguk sambil senyum. Lubang kunci itu adalah yang paling penting karena Reca sedang menunggu sipemilik kunci datang menemuinya. Meski harapan itu sempat hilang tapi ngeliat mainan ini bisa diperbaiki, harapan Reca bertemu si pemilik kunci itu muncul lagi.


“ Udah balik kaya dulu Re seperti belum pernah pecah.”


“ Makasih banyak papa.” Re memeriksa setiap sudut mainan itu dan yang dicarinya akhirnya ketemu. Winter Glow, tulisan itu ada dimainannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2