
Reca turun dari Catwalk langsung menatap tajam dengan poker face nya kearah Mika, padahal doi menyambutnya dengan senyuman manis. Ga pake lama senyum manis langsung surut, malah dua kali nelen ludah soalnya mata Reca tuh tajem banget udah kaya nenek sihir. Esa yang masih berdiri di samping Mika saat itu juga sedikit ngeri ngeliat muka badas yang dari auranya tuh udah bakalan siap nyerang lawan sampe KO, jujur Esa benci banget wajah itu. Karena wajah itu seolah berteriak ditelinganya klo...MIKA ITU PUNYA GUE.
" Re ikut gue." Tiba-tiba Evan dateng trus nutupin badan Reca pake jasnya, ga rela njirrr. Tangannya juga ikut di geret, mau dibawa ganti baju rencananya. Eh malah dihadang sama Mika.
" Lepasin tangan lo dari cewe gua."Agak bisik gitu ditelinga Evan karena Mika ga pengen mengundang perhatian.
" Cewe lo? Sejak kapan pacarnya Esa bisa jadi cowonya Reca?" Balas pake bisik juga tapi muka marah.
Buat Evan omongan Mika itu cuma cerita negeri dongeng, secara doi yang ngerasa tau betul gimana Reca. Wanita yang udah lama dipujanya itu ga pernah mau terikat hubungan asmara dengan siapapun ga peduli udah pake iming-iming harta ato apalah itu. Lagian orang yang ngaku pacarnya Reca sekarang adalah orang yang Evan tau klo kemaren ngaku sebagai pacarnya Esa. Jadi ya... ga nerimalah, Esa sendiri adalah sepupunya gitu kan wak. Evan ngerasa dia berhak meminta penjelasan dan marah soal ini.
" Ikut gue keluar, ga baik buat Esa ataupun Reca klo kita ribut disini." Mika menghempaskan tangan Evan dengan kasar, begitu juga Evan yang sama kasar.
*****
Di rumah, Kendra yang sedang libur selepas jaga malam baru aja meneguk tehnya saat nyalain TV. Niatnya sih setelah tidur sejak pagi tadi siang ini mau ngeteh bentar sambil nyantai nonton TV. Beberapa ganti channel TV buat nyari siaran yang asik versi doi tapi malah ga sengaja ngeliat acara fashion weeks yang ditayangkan Live dan ketepatan pula pas Reca yang muncul dengan gaun provokatifnya.
" Re?" Wajah familia itu tapi selalu memberi Kendra kejutan. Selalu saja Reca berhasil membuktikan bahwa Kendra tidak mengenal apapun itu tentang Reca. Tapi hatinya terus saja terluka melihat wajah itu, rindunya kali ini yang tidak berbalas padahal rindu itu begitu besar. Hatinya terus meronta untuk cinta yang tumbuh tanpa kendali tapi Reca diluar jangkauannya. Begitu menderitanya Kendra karena dia terus saja jatuh cinta untuk kesekian kalinya, tiap kali melihat sosok baru dalam diri Reca. Bahkan wajahnya saat ini pun begitu mempesona, ah... Kendra udah ga bisa menahannya. Untungnya siaran itu menyertakan lokasi dimana acara berlangsung, Kendra pun segera menyambar jas nya dan mengambil kunci mobil. Yang terpikirnya saat ini hanyalah ingin menyusul Reca ditempatnya
*****
BUK!
Sebuah tinju bersarang ke pipi Mika begitu dia dan Evan berada di luar, aktor tampan itupun terhuyung beberapa saat kemudian berdiri tegak dan memberi balasan satu pukulan.
" Lo ga pantes jadi pacar Reca." Bentak Eva begitu dia menyeka darah di sudut bibirnya, membiarkan tubuhnya yang jatuh terbaring dilantai namun mengankat kepala hingga tangannya menyangga tubuh.
" Siapa lo hingga ngerasa berhak huh?"
__ADS_1
" Gue? Gue orang yang tau klo lo macarin sepupu gue Esa tapi entah gimana lo bisa dengan bangga ngaku pacarnya Reca di depan Esa." Ah ya... Mika menyesal pernah berpura-pura saat itu karena rasa jealous yang ga dia ngerti saat itu. Tapi sekarang hatinya sudah mantap dengan satu wanita.
" Sory buat Esa, tapi kita ga pernah pacaran." Evan bangkit dengan cepat lalu meninju Mika sekali lagi. Mika membiarkannya karena dia tau dia salah dan ngerasa pantas menerima pukulan itu.
" Agghhh..." Mika mengerang lalu bicara seraya menahan sakit.
" Kita berdua ga pernah lebih dari temen dan Esa tau itu. Gue akui kemarin sempat ada niatan untuk nerima Esa jadi pacar gue tapi... udah gue coba ternyata tetap ga bisa."
" Trus kenapa lo sok keren depan gue dengan bilang klo Esa adalah pacar lo."
" Karena gue ngejaga harga dirinya depan lo. Gue ga tau klo lo sepupunya, gue pikir gue akan ngebuat dia sedih klo ga ngatakan hal itu."
" Ok itu urusan lo sama Esa, tapi jangan ganggu cewe gue."
" Apa? Cewe lo?" Kali ini Mika yang marah denger Evan yang nyebut Reca itu cewenya.
" Kenapa lo ga percaya, maka seperti itu juga gue waktu denger lo bilang hal yang sama." Mika akan mengayunkan tinjunya tapi terhenti karena kalimat Evan.
" Jika memang dia mencintai lo itu artinya dia akan bahagia sama lo, gue ga apa-apa. Tapi jika gue tau hubungan kalian cuma soal bisnis, sory gue ga jamin untuk berhenti ganggu Reca bahkan ngambil Reca dari lo."
" Bisnis?"
" Hanya gue yang bisa ngebedain kapan Reca menjalin hubungan karena dia bener-bener mencintai atau hanya sekedar membaut ikatan untuk tujuan pribadinya." Evan menyombongkan dirinya, memberi senyuman cemeeh karena merasa begitu yakin.
" Apa maksud lo?" Mika mencekram kerah Evan dengan kasar, lalu melepaskannya dengan kasar juga.
" Kita liat sampe dimana lo bisa memilikinya..." Evan pergi meninggalkan Mika yang menahan amarahnya lewat kepalan tangannya yang mengerat.
__ADS_1
Begitu meninggalkan Mika, Evan langsung mencari Reca. Begitu menemukan wajah yang dicarinya Evan langsung menarik tangan Reca agar mengikutinya.
" Ak." Reca sedikit merintih ketika tubuhnya terbentur dinding lantaran Evan yang narik dengar kasar. Ga jauh dari sana Kendra yang baru aja nyampe menyaksikan adegan itu, langkahnya langsung terhenti tapi matanya tetap mengawasi.
" Apa bener yang dibilang Mika tadi Re?" Muka Evan memerah, marah.
" Mika?" Kendra langsung mengernyit di balik dinding, ga nyangka aja Evan juga kenal sama Mika.
" Emang Mika bilang apa?" Suara sumpah cuek dengan muka yang ga kalah masa bodonya.
" Dia bilang kalo kamu pacarnya Mika." Apa? Jantung Kendra rasanya mau lepas dan kakinya juga lemas. Sekali lagi Mika mendahuluinya seperti delapan tahun yang lalu.
" Oooo.."
" Ooo? Oooo? Re!"
" Iya klo dia bilang gitu, iyalah itu berarti."
" Apa? REE!!"
" Apaan sih?"
" Jawab dengan jelas Re. Iya ato ga?"
" Iya Mika pacar gue." Langsung pergi gitu aja, ninggalin Evan yang keliatan dari mukanya mau gilak. Udah jawabannya ga enak, cara jawabnya juga ga pake perasaan trus main pergi aja.
" Apa?" Evan nelangsa banget, muka ga terimanya langsung memburu Reca berharap gadis itu tidak serius mengatakannya.
__ADS_1
Langkah Reca terhenti, ketika memergoki Kendra yang seolah dalam diamnya mengatakan bahwa dia telah melihat dan mendengar semua. Sementara Reca masih belum selesai dengan Kendra. Dia masih butuh cowo itu untuk menelanjangi Sentia Mulyadi.
******