WINTER GLOW

WINTER GLOW
Pandangnya Sejak Awal Tertuju Padamu


__ADS_3

Menatap lekat ke sebuah lemari dimana Mika meletakkan koleksi-koleksi pribadinya. Reca ingat sekarang, egg surprise yang terlihat familiar ternyata adalah mainan yang dia berikan ke Mika saat pertemuan terakhir mereka di Finlandia. Seingat Reca dia hanya meletakkan sebuah surat kecil berisi angan-angan anak kecil yang tidak berarti, tapi jika mereka berdua direncanakan harus bertemu maka Mika pasti menyimpan kunci untuk membuka snow globe nya bukan? Tante Melan tidak menyebutkan apapun soal snow globenya, apakah beliau tidak tau soal ini?


Jemari Reca gemetar tampak ragu membuka mainan itu setelah menarik nafas panjang, Reca berhasil mengumpulkan keberaniannya. Matanya yang nanar menatap penuh takjub antara tidak percaya tapi sudah menduganya dari awal, kunci itu ada disana. Kunci yang bisa membuka snowglobe nya, yang pemiliknya pernah sangat Reca tunggu sebelum melupakannya. Air mata Reca jatuh, sekali lagi Mika lah orangnya.


Papa selalu menekankan bahwa Reca harus menjaga snow globe yang diberi nama Winter glow itu, selain itu Reca harus tetap menunggu si pemilik kuncinya datang. Lalu pertanyaannya… jika Reca sudah menemukan pemilik kuncinya, jika Reca bahkan memiliki kunci ini lalu apakah yang ada dalam snowglobe itu? Hingga papa begitu ingin Reca membukanya?


Ah sedang apa dia disini, bagaimana jika Mika bertanya? Reca belum siap untuk menceritakan semuanya sekarang.


“ Tunggu sebentar lagi Mik, tunggu gue mastikan satu hal setelah itu gue akan ceritakan semuanya. Untuk sekarang semua belum pasti dan gue harus membereskan Kendra terlebih dahulu, dia harus membayar apa yang telah terjadi sama gue. Dan sampai hal itu terjadi,lo ga boleh atau kalo gue putri Kristal.” Reca mengepalkan tangan penuh dendam seraya berujar dalam hati, entah dendam apa yang begitu besar. Yang pasti wajah marahnya sangat mewakili sesuatu yang tidak termaafkan.


*****


“ Sarah.” Kendra menarik tangan Sarah, sebelum wanita cantik itu masuk ke mobilnya. Mata-mata yang mengikuti masih memfoto mereka, termasuk adegan yang barusan.


“ Hei… secepat itu berubah pikirannya? Lo bisa mereka salah paham Ken.” Sarah mengarahkan bola matanya tepat dimana si mata-mata bersembunyi dengan kameranya. Kendra langsung paham dan segera menurunkan tangannya.


“ Apa maksud perkataan lo tadi?”


“ Yang mana? Soal bokap lo ato soal Reca?”


“ Keduanya.” Kebetulan saat Reca kembali menguping pembicaraan Kendra dari penyadap yang dia tanamkan di handphone Kendra. Reca tersenyum mendengar perkataan pasangan politik itu.


“ Tidak ada yang gratis di dunia ini Kendra. Klo lo emang sangat penasaran pengen dengar ceritanya, lo harus berhutang secangkir kopi atau sebuah makan malam romantis sama gue.” Sarah tersenyum, dia berhasil menciptakan kondisi yang dia harapkan. Membuat Kendra mau tidak mau mengejarnya, so tugas dari papa buat menarik perhatian Kendra terselesaikan. Dengan begitu telinga Sarah ga akan sakit dengan pertanyaan sang papa kaya… kamu udah deketin Kendra? Apa kemajuan hubungan kalian and bla bla bla…

__ADS_1


Reca langsung paham klo Sarah sedang menjebak Kendra dalam hubungan bisnis dengan tujuan tertentu, ga bisa dibiarin karena akan sulit bagi Reca berada disekitar Kendra jika hubungan itu benar-benar terjadi. Maka Reca pun bergegas menyusul Kendra, berkat penyadap mengetahui posisi Kendra adalah hal yang mudah. Ga usah ditanya udah pasti ngebut ngerasa kaya lagi balapan di sirkuit, jarak dua puluh menitan ditempuh dalam sepuluh menit dan Kendra masih disana bersama Sarah. Reca segera turun dari mobil, menatap Kendra sebentar. Tanpa Reca sadari ada orang lain yang mengawasi Kendra dan Sarah, orang itu menyadari kehadiran Reca sekaligus neh klo Reca mengincar Kendra.


“ Kendra.” Sarah mendekat kemudian melakukan gerakan seolah sedang merapikan kerah baju Kendra.


“ Ada banyak hal yang ga lo tau, dari yang tergelap sampe yang paling terang. Apa yang lo liat sekarang tidak satu persen pun mendekati fakta yang tersembunyi dibalik nama baik bokap lo atau wajah manisnya Reca. Lo tau kenapa?” Sarah mendekat ke telinga Kendra untuk berbisik.


“ Karena… Reca sangat menginginkan bokap lo.” Selesai berbisik Sarah kembali menunju mobilnya sementara Kendra terpaku tanpa kata.


Saat Reca ingin menghampiri Kendra, seorang pria menarik tangannya. Ngerasa ditarik sama orang yang ga dikenalnya, Reca pun Refleks melakukan gerakan kunci. Si cowo dihempaskan ke tembok dengan leher yang tercekik karena ditekan pake lengan sama Reca, langsung tuh orang mengerang sambil batuk-batuk.


“ Re, ini gue Re…uhuk uhuk uhuk… gue Re. Raka.” Reca menurunkan tangannya, mukanya bingung karena ga bisa nyembunyiin rasa terkejutnya melihat Raka yang ada disana dan mengenalinya. Mika aja butuh waktu beberapa lama untuk mengenalinya, tapi Raka… oiya lupa… Menyadari penampilan udah sangat wanita sekarang.


Dekat sebuah jembatan besar diatas sungai, Reca membawa Raka karena sahabat SMA nya itu menuntut sebuah penjelasan. Kemana aja Reca selama ini?


“ Hmmm… jika lo mencari Reca teman SMA lo dulu, dia udah ga ada.” Giliran Raka yang tertunduk, tersenyum dengan perih.


“ Lo ketemu sama anak-anak?” Temen genk yang lain waktu mereka SMA.


“ Engga, baru sama lo.”


“ Udah ketemu Mika?”


“ Udah.” Sedikit terkejut tapi Raka menahan emosinya, dia tau Reca yang sekarang tidak sama. Mungkin sebaiknya dia bicara pelan-pelan.

__ADS_1


“ Dan lo masih ngejar-ngejar Kendra?” Reca menoleh pengen jelasin klo deketin Kendra bukan karena alasan yang sama saat mereka SMA tapi… udahlah Raka ga perlu tau juga.


“ Selepas tamat SMA gue ambil jurusan keperawatan dan kebetulan kerja di satu rumah sakit yang sama dengan Kendra, udah beberapa hari ini tugas bareng Kendra di UGD. Dan gue sering denger dia ngomongin lo Re, dan jujur gue sedikit kecewa karena kayanya kalian dekat. Selama ini anak-anak termasuk gue dan Mika sangat hawatir dengan lo Re, bertanya-tanya apa yang udah terjadi sama lo sampe lo menghilang gitu aja. Kenapa lo ga cerita semuanya ke kita dan kenapa lo ga bagi beban lo sama kita? Ga nyangka setelah delapan tahun lo menghilang justru ketemu pertama kali saat lo… merhatiin Kendra.” Ternyata Raka sejak tadi udah ngikutin Kendra pas keluar bareng Sarah, dia juga liat saat Reca datang. Melihat cara Reca ngeliat dan bicara, Raka menyadari bahwa sudah terjadi perubahan besar. Dan dari wajah angkuh itu seolah bilang klo Reca sekarang bukanlah teman yang ramah seperti dulu.


“ Haruskah Kendra orangnya Re? Ga bisakah lo liat Mika untuk sekali aja?”


“ Mika?” Mika? Layakkah dia untuk Mika? Lalu Esa? Reca teringat akan gadis yang paling cantik se SMA Bhakti itu, bahkan mungkin bisa jadi dia wanita tercantik sejagat raya. Bagaimana dia bisa menggeser sosok yang cantik itu, masih segar ingatannya bagaimana Mika lebih memilih Esa saat Reca justru ingin bicara dengannya. Reca tersenyum, merasa berterimakasih sekaligus kesal karena Raka sudah mengingatkannya kenyataan itu.


“ Kenapa gue harus ngeliat ke Mika, saat gadis secantik Esa ada disampingnya? Mika ga pernah ngebiarin cewe manapun begitu dekat kan? Tapi dengan Esa bisa sedekat itu bahkan sampe berbagi password rumah?” Raka syok, ngerasa telah melewatkan banyak hal. Dan tunggu, Reca sedang cemburu kah? Atau hanya sekedar salah paham yang artinya ga ada rasa sama sekali, trus semakin ngejauh karena Mika deket sama Esa gitu?


“ Itu mungkin karena Esa pernah jadi managernya.” Reca tampak ga perduli, dia hanya diam sambil menatap riak-riak air sungai yang berkilau karena timpaan sinar matahari senja.


“ Gue ga tau Re apa yang udah lo liat. Tapi yang gue tau sejak hari pertama lo masuk ke sekolah, hari pertama lo pindah ke SMA Bhakti mata Mika udah tertuju ke elo Re.” Reca ngeliat Raka dengan rasa ga percaya.


“ Semua perhatiannya, pandangannya sejak awal hanya tertuju ke elo Re. Gue udah lama pengen ngomong ini dan penasaran, ga ngerti kenapa lo ga bisa menyadari hal sejelas itu. Saat dikelas entah itu saat guru lagi nerangin atau lagi ngerjain soal dia cuma ngeliatin lo, bahkan… hehhh…” Tersenyum sedih.


“ Bahkan ngejawab pertanyaan dari guru sambil liatin elo. Saat dia makan, jam istirahat bahkan saat dia latian basket dia terus ngeliatin lo. Hanya Karena elo, Mika akan tersenyum ato tertawa Re. Hanya karena itu elo dia akan sangat terburu-buru ke suatu tempat, karena dia ga pengen keduluan orang lain yang nganterin lo. Dan Cuma gara-gara lo juga dia bisa jadi sangat sedih, waktu lo mengakui perasaan lo di depan anak-anak siapa itu Kendra. Dan alasan kenapa dia jadiin Esa cewe yang dia deketin karena dia ga tahan ngeliat lo yang terlihat sangat menderita setiap kali lo bareng Mika.” Reca memalingkan mukanya, meyakinkan dirinya kalo semua ucapan Raka ga bener. Karena jika itu benar, maka betapa jahatnya Reca.


“ Apa lo tau, gimana Mika saat lo menghilang. Dia ga makan berhari-hari, ga bicara ataupun latian kaya biasanya. Dia terus ngeliat ke luar jendela seolah berharap lo muncul dari sana.”


“ Gue..” Suara Reca terdengar parau, Raka ngeliat gimana Reca berusaha menghentikan air mata yang mendobrak jatuh.


“ Itu karena dia cinta sama lo Re.”

__ADS_1


*****


__ADS_2