WINTER GLOW

WINTER GLOW
Toko Mainan Leliom


__ADS_3

“ Gimana cara mengembalikannya ya?


Huuuuhhhh...” Barnu memandangi FD selagi memikirkan bagaimana


mengembalikan ini pada pemilik aslinya. Mungkin aja ini penting dan


pemiliknya sangat membutuhkan ini. Tapi…


“ Tunggu..”


Branu menyadari sesuatu. Bukankah ini dari ruangan yang dipesan oleh


kliennya, apakah berarti ini adalah milik kliennya? Tapi mereka ga


jadi bertemu, klo benda ini milik kliennya pasti akan ada pembahasan


soalnya ini. Minimal kliennya bertanya apakah benda ini sudah


ditangan Branu atau tidak, jadi bisa jadi ini bukan milik kliennya.


“ Lalu


milik siapa ya?” Branu mengamati apa benda ini sebenarnya seraya


membuka penutup tube nya, ternyata sebuah FD. Bagian dalamnya


berwarna hitam dan ada lambang bernahan karet berwarna merah dengan


gambar kepala singa.


“ Kepala


singa? Warna merah? Singa merah?” Mata Branu langsung membesar,


lagi-lagi baru inget image Resto Derra yang memiliki private room


dengan layanan khusus.


“ Ah


iya…” Kenapa tempat ini ga pernah terpikirkan oleh Branu saat


telusur kasus-kasus kejahatan para petinggi pemerintah.


Buru-buru

__ADS_1


Branu memeriksa isi FD nya, segera dia buka dikomputer miliknya dan


Branu pun langsung merasa tercekik begitu tau isi file dari FD itu.


Semua transaksi suap yang ditulis terperinci, beserta tindak


kejahatan yang tak termaafkan lengkap beserta buktinya ada dalam FD


ini. Ini seperti remote kontrol atau kendali jarak jauh, karena semua


kejahatan ini tidak diketahui maka siapapun pemilik FD ini akan dapat


mengendalikan siapa saja yang namanya ada dalam daftar ini untuk


dijadikan sekutu, diperas atau dibuat seperti boneka yang akan


mengikuti apapun yang diperintahkan.


“ Oh


Tuhan...” Rasanya sebuah pistol baru saja mengarah ke kepalanya,


Branu merasakan sesak karena seketika terserang takut. Dia sadar


benda ini tidak seharusnya dimiliki karena pemiliknya akan sangat


orang-orang yang ada dalam daftar ini pasti juga menginginkannya agar


bisa menghapus bukti kejahatan mereka.


Sejak hari itu Branu ga bisa tenang, rasa hawatir terus menyelimuti pikirannya tapi disisi lain hatinya terus meronta agar bukti akurat ini bisa diketahui oleh publik dan mereka yang bersalah dapat dihukum setimpal dengan kejahatan yang mereka lakukan.


SEMINGGU KEMUDIAN....


DRET! DRET! DREEERRRRTTTT!


Branu meraih ponselnya yang bergetar karena sebuah panggilan masuk.


" Ya Hallo!" Ternyata dari petugas toko mainan yang kemarin, snowglobe nya udah selesai di perbaiki.


Branu pun segera memutar mobilnya menuju toko mainan yang bernama Leliom itu untuk menjemput pesanannya meski sepanjang perjalanan hatinya terus gundah oleh rasa bimbang.


" Ini pak." Di cobain dulu biar udah pasti bisa nyala ato ga, ternyata berhasil dengan baik. Branu pun segera melakukan pembayaran.


" Oke terimakasih banyak ya pak." Buru-buru masuk mobil tapi begitu udah didalam Branu termenung sebentar memandangi mainan putrinya yang sudah kembali utuh tapi hatinya masih tidak bisa merasa senang. Branu mengeluarkan FD yang sepanjang hari dibawanya terus, lalu melepas tube yang membungkus FD itu, ternyata bisa lepas pasang. Setelah memisahkan tubenya, Branu keluar lagi dari mobil dan kembali masuk ke toko mainan tadi.

__ADS_1


" Mas bisakah tolong saya sekali lagi?"


*****


" Melan bisa kita bertemu sebentar?" Branu menghubungi Melan, saat itu usia Mika dan Reca masih sekitar tujuh atau delapan tahunan. Melan mensetujui pertemuan itu karena suara Branu terdengar sangat tergesa-gesa.


" Bagaimana keadaan Mika? Apa dia bisa terima?" Terkait kematian ayahnya yang baru aja diberitahukan setelah setahun berlalu, dengan cerita terkena serangan jantung dan Melan berdalih bahwa proses pemulangan dari luar negeri yang sangat rumit membuat Mika tidak bisa menyaksikan mayat sang ayah.


" Mika putra yang pintar, saya rasa dia tidak semudah itu percaya. Tapi memilih diam karena kesedihannya dan mungkin karena.... melihat saya yang terus menangis setiap kali bicara soal ayahnya."


" Hmmmm... jadi mungkin aja Mika tau klo kita berbohong?" Melan mengangguk.


" Apakah itu akan baik-baik saja? Bukankah pertumbuhannya akan ..." Ah branu enyesal mengatakannya, ini hanya akan menambah beban Melan sementara dia tidak bisa membantu apapun.


" Entahlah... aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik. Untuk hasilnya tergantung sama Mika sendiri. Oh ya... ada apa sebenarnya... kenapa tiba-tiba mas ngajak saya ketemu?"


" Ah yaaa... apa Mika masih menyimpan mainan pemberian Reca?"


" Hmmm..." Melan mengangguk tanpa ragu karena ingat betul mainan itu terus Mika peluk sampai dia tertidur di malam mengerikan itu terjadi. malam dimana Darmawangsa terbunuh.


" Boleh aku melihatnya?" Melan sedikit mengernyitkan alisnya lantaran bingung, masa iya jauh-jauh datang hanya untuk melihat sebuah mainan padahal Branu adalah pengacara kondang yang sangat sibuk.


" Ini..." Melan sudah kembali dari kamar Mika dengan mainan egg surprise, mainan yang dimaksud sama Branu tadi.


Branu membuka mainan itu, didalamnya terdapat kertas berisi gambar sepasang anak kecil yang mengenakan gaun pernikahan. Untuk sesaat Branu sangat terpana dan karena gambar inilah muncul ide gila yang membuat Mika dan Reca dipertemukan kembali saat mereka dewasa.


" Apa itu mas?" Melan melihat Branu memasukkan sebuah kunci yang diikat oleh tali.


" Reca dan Mika tidak akan ingat apa isi sebenarnya telur mainan ini saat mereka kembali bertemu di usia dewasa mereka. Jadi aku sedikit mengimprovisasinya."


" Untuk apa mas?"


" Untuk berjaga-jaga jika aku tidak bisa melindungi buktinya."


" Tidak. Mas ingin libatkan Mika seperti ayahnya? Tidak."


" Bukan Melan, aku hanya ingin Mika menyimpankunci ini. Tapi rumah kuncinya Reca yang memegangnya."


" Jika tidak bisa melindungi Reca atau diriku sendiri, setidaknya mereka tidak akan bisa membukanya. Karena tanpa kunci itu, snowglobenya tidak akan terbuka meski dibakar sekalipun.


Jadi neh ya pas Branu mau ambil snowglobe yang udah diperbaiki, dia kepikiran untuk mengubah dsign dudukan snowglobe agar dapat menyimpan barang diinginkan dengan tingkat keamanan yang tinggi pula. Jadi teknisi mainannya diminta membuat semacam back up jika terjadi percobaan membuka Snowglobenya tanpa kuncinya maka kotak penyimpanannya akan tertutup secara total tidak dapat dibuka dengan cara apapun.


Untungnya pemilik Toko Mainan Leliom sangat suka seri rancangan mainan apalagi yang bersikap menantang, sehinga dibuatlah ruang penyimpanan yang terbuat dari logam tungsten yang merupakan logam terkuat sekaligus terkeras di dunia. Jadi dirancang sedemikian rupa diujung lobang kuncinya akan terblock oleh logam keras itu saat dibuka tanpa kuncinya.


Jadi wak rupanya kan logam tungsten hanya akan meleleh jika dipanaskan pada suhu 3.422 derajat Celcius, kebayang aja kelen kan wak klo FD yang terbungkus dalam logam tungsten trus hanya bisa meleleh jika dipanaskan ribuat derajat celcius, menurut kelen apa nasibnya wak? Ya ikut memeleh lah wak.

__ADS_1


" Tolong aku Melan, mereka harus membayar perbuatan mereka terhadap keluarga kita."


*****


__ADS_2