
Beberapa tahun berlalu dengan penuh
kebohongan, Melan membesarkan Mika dengan sebuah cerita bahwa papanya
bekerja diluar negeri kemudian meninggal karena serangan jantung
setelah beberapa tahun disana. Melan juga tidak menceritakan soal
Muliapati pada Mika karena dia tidak ingin menumbuhkan dendam apapun
pada diri Mika agar dia tumbuh selayaknya anak lain pada umumnya .
Bahkan dia berpura-pura menjadi ibu yang dingin, membiaran Mika
dibesarkan oleh pengasuh dan menciptakan jarak antara dirinya dengan
Mika. Dia juga membiarkan Mika berprasangka buruk tentang ibunya yang
dirasa terlau sibuk mencari uang tanpa mendampingi putranya dalam
masa pertumbuhannya karena Melan tidak ingin Mika melihat sisi hancur
dalam dirinya yang sebenarnya sangat rapuh. Semua itu Melan lakukan
untuk melindungi anaknya dengan keterbatasannya yang dia miliki
sebagai ibu tunggal. Tapi suatu ketika Branu datang menelponnya dan
meminta untuk beretemu.
“ Aku
sudah menemukan jasadnya beberapa bulan setelah kematiannya. Tapi aku
takut hanya akan menambah dukamu jika aku mengatakannya saat itu.
Lagi pula dia membakar rumah kalian sebelum dibunuh, bukankah artinya
dia ingin menghapus jejak kalian berdua agar tidak terkait dengan
dirinya jadi ada baiknya kalian tidak menampakkan dirinya
diwaktu-waktu dekat setelah kematiannya.” Ucap Branu sat dia dan
Melan sudah berada didepan kuburan Darmawangsa.
“ Bagaimana
dia meninggal mas?” Tanya Melan dengan suara parau tapi matanya
menatap kosong.
“ Dia
ditemukan di sebuah jurang dan beberapa butir peluru bersarang
dibadannya, yang membuatku sedih adalah aku tidak bisa memberikan
identitasnya pada saat mayatnya ditemukan karena terlalu takut
menghadapi mereka yang tidak terlihat.”
“ Itu
bukan salahmu mas, jadi tidak apa-apa. Menguburkannya dengan layak
seperti ini, aku sudah sangat berterimakasih. Mas Darma sudah terlau
banyak melakukan hal untuk kami.” Melan membuang napas berat
menahan airmatanya yang hampir jatuh, dia bahkan tidak bisa melihat
jasad suaminya dan sejujurnya kakinya sudah tidak sanggup berdiri
sebenarnya untuk menahan semua duka ini.
“ Maaf
untuk dua karya terakhir aku memalsukan namanya.” Untuk karya Pelukis Yang Putus Asa dan Pengorbanan Matahari
Untuk Bulan, Branu menerbitkan dongeng itu atas nama
Muliapati setelah kematian penulis itu tapi sebenarnya Branu lah yang
mengarang cerita itu dan juga menyematkan petunjuk ke dalanya seperti
yang dilakukan Darma atas wasiat si penulis juga sih.
“ Dan
juga membuat pernyataan pengunduran resmi disitus internet atas
namanya, selain itu aku juga sudah menemui polisi yang bekerja sama
__ADS_1
dengan mas Darma. Dia mengatakan sangat menyesal karena sudah
menyeret mas Darma pada jurang kematian maka dia bersedia membantu
untuk mengapus semua cerita disitus internet tentang Muliapati
sipemecah kasus kejahatan. Cukup sisakan saja artikel yang
menceritakan kesuksesan karirnya sebagai penulis dongeng anak-anak.
Karena mungkin saja Mika bisa membacanya suatu saat nanti.”
“ Tidak
mas, aku justru sangat berterimakasih karena telah membereskan
semuanya.”
“ Ini.”
Branu menyerahkan sebuah kunci dari mainan Snowglobe.
“ Kunci
ini akan menjadi bukti bahwa Mika adalah teman masa kecil Reca karena
Reca akan menyimpan snowglobenya. Terlepas dari semua yang telah
terjadi aku tidak ingin merenggut kenangan mereka, kita tidak punya
hak atas itu.” Begitu Melan menerima kunci itu Branu langsung pergi
meninggalkannya sendiri dengan sebuah janji untuk memberikan kunci
itu pada Mika, dan tidak mengganti nomor telpon suaminya apapun yang
terjadi. Melan menatap kunci yang telah diberi tali berwarna hitam
itu untuk beberapa saat lalu menggenggamnya.
“ Mas.”
Melan memanggil Branu yang sudah sangat jauh dari tempatnya berdiri,
dan Branu menoleh.
“ Apa
yang membuatmu… tidak maksudku… kenapa kau bersedia melakukan
itu?” Branu tersenyum.
“ Karena
aku malu pada diriku yang seorang pengacara dan tau banyak soal
kejahatan tapi aku tidak melakukan apa-apa. Sementara mas Darma
justru membongkar semua kejahatan yang dia ketahui dengan bakatnya
yang diluar dari bidang hukum dan aku kagum dengan itu.” Melan
tersenyum menatap Branu yang melanjutkan langkahnya pergi, dia juga
bangga pada suaminya yang telah berkorban untuk sebuah keadilan.
*****
Waktu
pun terus berjalan, Mika tumbuh dengan haus kasih sayang dan
prasangka buruk terhadap ibunya. Tapi dia seorang anak yang sangat
pintar, selalu menerima peringkat pertama serta memenangkan beberapa
ajang olimpiade ilmu pengetahuan walaupun setiap kali di sekolah Mika
sering bersikap nakal. Cabut dari sekolah, tidak pernah menulis buku
catatannya dan sering melamun menatap jendela. Meski begitu Mika
tidak pernah bersikap kasar terhadap orang lain seperti teman atau
juga gurunya hanya saja dia sangat tertutup, pendiamdan sulit untuk
didekati. Selain itu Mika yang memiliki wajah tampan kerap mendapat
perhatian lebih dari teman sekolahnya, sementara untuk orang yang
sudah terbiasa sendiri membuat Mika merasa semua perhatian itu sebuah
gangguan.
__ADS_1
Sampailah
dihari kelulusan Mika dari sekolah menengah pertama, Melan seperti
biasa tidak melakukan selebrasi apapun. Dia hanya menemui wali kelas
untuk memenuhi undangan sekolah tanpa menyapa anaknya sendiri dan
Mika sudah terbiasa dengan itu. Bahkan saat tau ibunya tiba disekolah
Mika tidak menghampirinya, hanya menatapnya dari jauh penuh kebencian
lalu bersikap bahwa dia baik-baik saja. Dia tidak akan bersikap
cengeng untuk drama yang sudah sering dialaminya ini.
“ Anda
sudah mau pergi bu?” Wali kelas menatap Melan dengan sedih, karena
dia bisa melihat Mika diujung lorong sedang memperhatikan ibunya.
“ Hmmmm
semakin lama saya disini semakin banyak kerjaan yang saya tinggalkan,
jadi baiknya saya kembali bekerja. Saya sudah minta pengasuhnya untuk
menemani Mika selama acara berlasung. Permisi.”
“ Ah
bu… ini ada surat untuk ibu.”
“ Untuk
saya?”
“ Iya
bu.”
“ Dari
Siapa?”
“ Seorang
pria yang tidak mau menyebutkan namanya bu. Dia hanya berpesan bahwa
surat ini sangat penting dan harus diberikan segera begitu ibu
datang. Dia juga memberikan bingkisan ini.” S
“ Oh
iya terimakasih.” Melan menerima amplop beserta sebuah kotak kado
itu dan segera membawanya ke mobil untuk memeriksa isinya. Ternyata
buku dongeng dari tiga seri terakhir karangan Muliapati. Dan
Suratnya…
Putri
Kristal dan Pangeran kecil harus bertemu kembali di usia tujuh belas
tahun
Sesuai
janji Pangeran kecil pada Putri Kristal
Sekolah
berikutnya akan jadi Negeri tanpa malam
Berikan
buku dongeng pada Pangeran sebagai peta menuju Istana Kristal
Melan mengerti arti dari surat itu
bahwa sepertinya Branu selama ini melanjutkan perjuangan suaminya,
dan ada hal yang mengharuskan kedua anak mereka bertemu. Melan tidak
pernah melakukan apapun untuk membalas kebaikan Branu, mungkin saat
ini Branu sedang butuh bantuannya maka dia harus menolongnya dengan
melakukan semua hal yang diarahkan.
__ADS_1
*****