WINTER GLOW

WINTER GLOW
Tertarik Oleh Takdir


__ADS_3

Beberapa tahun berlalu dengan penuh


kebohongan, Melan membesarkan Mika dengan sebuah cerita bahwa papanya


bekerja diluar negeri kemudian meninggal karena serangan jantung


setelah beberapa tahun disana. Melan juga tidak menceritakan soal


Muliapati pada Mika karena dia tidak ingin menumbuhkan dendam apapun


pada diri Mika agar dia tumbuh selayaknya anak lain pada umumnya .


Bahkan dia berpura-pura menjadi ibu yang dingin, membiaran Mika


dibesarkan oleh pengasuh dan menciptakan jarak antara dirinya dengan


Mika. Dia juga membiarkan Mika berprasangka buruk tentang ibunya yang


dirasa terlau sibuk mencari uang tanpa mendampingi putranya dalam


masa pertumbuhannya karena Melan tidak ingin Mika melihat sisi hancur


dalam dirinya yang sebenarnya sangat rapuh. Semua itu Melan lakukan


untuk melindungi anaknya dengan keterbatasannya yang dia miliki


sebagai ibu tunggal. Tapi suatu ketika Branu datang menelponnya dan


meminta untuk beretemu.


“ Aku


sudah menemukan jasadnya beberapa bulan setelah kematiannya. Tapi aku


takut hanya akan menambah dukamu jika aku mengatakannya saat itu.


Lagi pula dia membakar rumah kalian sebelum dibunuh, bukankah artinya


dia ingin menghapus jejak kalian berdua agar tidak terkait dengan


dirinya jadi ada baiknya kalian tidak menampakkan dirinya


diwaktu-waktu dekat setelah kematiannya.” Ucap Branu sat dia dan


Melan sudah berada didepan kuburan Darmawangsa.


“ Bagaimana


dia meninggal mas?” Tanya Melan dengan suara parau tapi matanya


menatap kosong.


“ Dia


ditemukan di sebuah jurang dan beberapa butir peluru bersarang


dibadannya, yang membuatku sedih adalah aku tidak bisa memberikan


identitasnya pada saat mayatnya ditemukan karena terlalu takut


menghadapi mereka yang tidak terlihat.”


“ Itu


bukan salahmu mas, jadi tidak apa-apa. Menguburkannya dengan layak


seperti ini, aku sudah sangat berterimakasih. Mas Darma sudah terlau


banyak melakukan hal untuk kami.” Melan membuang napas berat


menahan airmatanya yang hampir jatuh, dia bahkan tidak bisa melihat


jasad suaminya dan sejujurnya kakinya sudah tidak sanggup berdiri


sebenarnya untuk menahan semua duka ini.


“ Maaf


untuk dua karya terakhir aku memalsukan namanya.” Untuk karya Pelukis Yang Putus Asa dan Pengorbanan Matahari


Untuk Bulan, Branu menerbitkan dongeng itu atas nama


Muliapati setelah kematian penulis itu tapi sebenarnya Branu lah yang


mengarang cerita itu dan juga menyematkan petunjuk ke dalanya seperti


yang dilakukan Darma atas wasiat si penulis juga sih.


“ Dan


juga membuat pernyataan pengunduran resmi disitus internet atas


namanya, selain itu aku juga sudah menemui polisi yang bekerja sama

__ADS_1


dengan mas Darma. Dia mengatakan sangat menyesal karena sudah


menyeret mas Darma pada jurang kematian maka dia bersedia membantu


untuk mengapus semua cerita disitus internet tentang Muliapati


sipemecah kasus kejahatan. Cukup sisakan saja artikel yang


menceritakan kesuksesan karirnya sebagai penulis dongeng anak-anak.


Karena mungkin saja Mika bisa membacanya suatu saat nanti.”


“ Tidak


mas, aku justru sangat berterimakasih karena telah membereskan


semuanya.”


“ Ini.”


Branu menyerahkan sebuah kunci dari mainan Snowglobe.


“ Kunci


ini akan menjadi bukti bahwa Mika adalah teman masa kecil Reca karena


Reca akan menyimpan snowglobenya. Terlepas dari semua yang telah


terjadi aku tidak ingin merenggut kenangan mereka, kita tidak punya


hak atas itu.” Begitu Melan menerima kunci itu Branu langsung pergi


meninggalkannya sendiri dengan sebuah janji untuk memberikan kunci


itu pada Mika, dan tidak mengganti nomor telpon suaminya apapun yang


terjadi. Melan menatap kunci yang telah diberi tali berwarna hitam


itu untuk beberapa saat lalu menggenggamnya.


“ Mas.”


Melan memanggil Branu yang sudah sangat jauh dari tempatnya berdiri,


dan Branu menoleh.


“ Apa


yang membuatmu… tidak maksudku… kenapa kau bersedia melakukan


itu?” Branu tersenyum.


“ Karena


aku malu pada diriku yang seorang pengacara dan tau banyak soal


kejahatan tapi aku tidak melakukan apa-apa. Sementara mas Darma


justru membongkar semua kejahatan yang dia ketahui dengan bakatnya


yang diluar dari bidang hukum dan aku kagum dengan itu.” Melan


tersenyum menatap Branu yang melanjutkan langkahnya pergi, dia juga


bangga pada suaminya yang telah berkorban untuk sebuah keadilan.


*****


Waktu


pun terus berjalan, Mika tumbuh dengan haus kasih sayang dan


prasangka buruk terhadap ibunya. Tapi dia seorang anak yang sangat


pintar, selalu menerima peringkat pertama serta memenangkan beberapa


ajang olimpiade ilmu pengetahuan walaupun setiap kali di sekolah Mika


sering bersikap nakal. Cabut dari sekolah, tidak pernah menulis buku


catatannya dan sering melamun menatap jendela. Meski begitu Mika


tidak pernah bersikap kasar terhadap orang lain seperti teman atau


juga gurunya hanya saja dia sangat tertutup, pendiamdan sulit untuk


didekati. Selain itu Mika yang memiliki wajah tampan kerap mendapat


perhatian lebih dari teman sekolahnya, sementara untuk orang yang


sudah terbiasa sendiri membuat Mika merasa semua perhatian itu sebuah


gangguan.

__ADS_1


Sampailah


dihari kelulusan Mika dari sekolah menengah pertama, Melan seperti


biasa tidak melakukan selebrasi apapun. Dia hanya menemui wali kelas


untuk memenuhi undangan sekolah tanpa menyapa anaknya sendiri dan


Mika sudah terbiasa dengan itu. Bahkan saat tau ibunya tiba disekolah


Mika tidak menghampirinya, hanya menatapnya dari jauh penuh kebencian


lalu bersikap bahwa dia baik-baik saja. Dia tidak akan bersikap


cengeng untuk drama yang sudah sering dialaminya ini.


“ Anda


sudah mau pergi bu?” Wali kelas menatap Melan dengan sedih, karena


dia bisa melihat Mika diujung lorong sedang memperhatikan ibunya.


“ Hmmmm


semakin lama saya disini semakin banyak kerjaan yang saya tinggalkan,


jadi baiknya saya kembali bekerja. Saya sudah minta pengasuhnya untuk


menemani Mika selama acara berlasung. Permisi.”


“ Ah


bu… ini ada surat untuk ibu.”


“ Untuk


saya?”


“ Iya


bu.”


“ Dari


Siapa?”


“ Seorang


pria yang tidak mau menyebutkan namanya bu. Dia hanya berpesan bahwa


surat ini sangat penting dan harus diberikan segera begitu ibu


datang. Dia juga memberikan bingkisan ini.” S


“ Oh


iya terimakasih.” Melan menerima amplop beserta sebuah kotak kado


itu dan segera membawanya ke mobil untuk memeriksa isinya. Ternyata


buku dongeng dari tiga seri terakhir karangan Muliapati. Dan


Suratnya…


Putri


Kristal dan Pangeran kecil harus bertemu kembali di usia tujuh belas


tahun


Sesuai


janji Pangeran kecil pada Putri Kristal


Sekolah


berikutnya akan jadi Negeri tanpa malam


Berikan


buku dongeng pada Pangeran sebagai peta menuju Istana Kristal


Melan mengerti arti dari surat itu


bahwa sepertinya Branu selama ini melanjutkan perjuangan suaminya,


dan ada hal yang mengharuskan kedua anak mereka bertemu. Melan tidak


pernah melakukan apapun untuk membalas kebaikan Branu, mungkin saat


ini Branu sedang butuh bantuannya maka dia harus menolongnya dengan


melakukan semua hal yang diarahkan.

__ADS_1


*****


__ADS_2