WINTER GLOW

WINTER GLOW
Rahasia yang Mengusik Ketenangan


__ADS_3

Mata Mika berkaca-kaca, terlebih melihat tante Frianka yang seolah


pertahanannya luluh lantak karena selama ini dia tidak tau ingin


membagi ceritanya dengan siapa. Seperti pesan yang Reca tinggalkan


untuk tidak percaya pada siapapun, Frianka membungkam mulutnya dan


menyimpan dukanya sendiri. Tapi terhadap Mika Frianka seolah bertemu


tempat mencurahkan segalanya.


“ Sejak saat itu


Reca ga pernah kembali ataupun memberi kabar Mika. Tante ga tau harus


cari dia kemana.”


Dengan kedua


tangannya Mika mengusap wajahnya, air mata itu sudah tidak bisa


ditahannya lagi jadi di amembiarkannya mengalir tapi segera


mengusapnya. Seperti roda yang diputar mundur, ingatan Mika satu


persatu bermunculan keluar mengingatkannya sesuatu. Wajah yang nampak


sama tapi penampilannya berbeda, semua bekas luka, sering dikejar


orang tidak dikenal dan sikap cuek itu adalah hal terakhir yang


meyakinkan Mika. Tidak ada yang sangat tidak acuh terhadapnya selain


Reca, hanya Reca satu-satunya manusia yang sanggup menolak


mentah-mentah pesona Mika. Berarti pemeran pengganti yang selama ini


dikenalnya sebagai Caca adalah Reca.


But wait, meskipun


semua teori itu benar Mika ga bisa cerita ke tante Frianka. Reca


jelas-jelas ninggalin ibunya agar beliau aman entah dari apapun itu,


jadi Mika belum bisa cerita soal pertemuannya dengan Reca. Nanti dulu


deh.


“ Tante baik-baik


aja?”


“ Ah... maaf ya


Mika... tante sangat emosional.”


“ Ga apa kok


tante, Mika juga sama emosionalnya.” Mika tersenyum hangat, itu


sangat membantu.


“ Jadi kenapa


tante tiba-tiba kesini?” Tanya Mika lagi saat mama Reca itu udah


lebih tenang.


“ Iya tante hanya


ingin bernostalgia aja, banyak kenangan dengan papa Reca disini.


Sambil berharap entah bagaimana bisa bertemu Reca.”


Mika langsung


ngerasa cemas yang aneh, meski dia tidak tau apa itu, tapi sebaiknya


dia dan Frianka tidak lama-lama di rumah ini.


“ Tante...


bukankah tante cerita klo Reca ga mau tante tinggal di rumah ini.


Jadi mungkin sebaiknya tante balik ke rumah eyang tante.”


“ Kamu tau sesuatu


Mika?” Mika menggeleng


“ Ga tante. Justru


karena kita ga tau apa yang kta hadapi baiknya hati-taikan tante.”


Sepeninggalan Mika,


Frianka berpikir keras mencoba untuk meyakinkan dirinya meskipun dia


tidak tau apa yang sedang Reca lakukan tapi jika anaknya memintanya


untuk sembunyi pasti ada alasannya.

__ADS_1


Dengan segera


Frianka mengemas pakaiannya, menutup kemali perabot dengan kain putih


seperti saat dia belum kembali ke rumah ini. Gelas yang tadi dipakai


untuk menyuguhkan teh saat Mika datang segera dicuci dan dikeringkan.


Frianka mendinginkan teko pemanas air agar terasa lagi panasnya, dan


mengemasi kembali belanja yang baru dibelinya. Frianka membersihkan


semua jejak yang akan membuat bukti bahwa seseorang telah datang ke


tempat ini lalu pergi dengan tergesa-gesa. Siapapun tidak ada yang


boleh tau dirinya datang ketempat ini.


 


 


Sementara itu Mika


yang udah sampe rumah, duduk terdiam didepan laptopnya di ruang


kerja. Kedua tangannya saling bertumpu di depan dagu, tampak wajahnya


sedang memikirkan sesuatu. Mika ingat malam terakhir sebelum Reca


menghilang, ayahnya tiba-tiba meninggal kemudian muncul berita di


televisi bahwa ayah Reca telah dibunuh. Mika pun mencari kembali


berita tentang kematian ayah Reca di internet, dari semua artikel


yang ada menyatakan bahwa ayah Reca dibunuh dengan senjata api


dibagian dada kirinya. Sampai saat ini tidak diketahui siapa


pembunuhnya, tapi dari hasil penelidikan polisi ditemukan peluru yang


tidak biasa di tubuh si mayat. Peluru itu berwarna emas, sangat kecil


dan terdapat ukiran di tubuh pelurunya. Peluru yang khusus itu


menandakan bahwa senjata api yang digunakan pelaku adalah tempahan


khusus yang tidak dijual dipasaran. Jadi dengan kata lain pemiliknya


adalah tersangka utamanya, tapi kenapa? Kenapa dia membunuh ayah


Reca?


mendekati anak Jen Kusniar. Apa Reca berpikir bahwa Jen Kusniar ada


kaitannya dengan kematian ayahnya. Dan hei tunggu, Reca selama ini


menghilang dari hidupnya lalu kenapa sekarang muncul dengan berani di


depan Mika dan bersikap bahwa dia tidak mengenal sahabat SMA nya itu.


Apa yang membuatnya kembali dan berkeliaran didekat Mika?


*****


PLAKK


Tamparan keras


mendarat di pipi Evan Jen, anak mentri itu sudah dimarahi oleh


ayahnya karena membawa orang lain ke rumah mereka tanpa sepengetahuan


dirinya.


“ Anak tidak


berguna. Sudah berapa kali papa ingatkan untuk tidak membawa orang


asing ke rumah ini. Papa tidak suka.”


“ Papa ngelarang


Evan sewa hotel, karena takut jadi skandal papa yang lagi


pencitraan..”


“ Diam.”


“ Jika tidak di


rumah ini dimana lagi Evan harus pergi menyimpan skandal ini?”


“ Diam.” Wajah


Jen Kusniar merah padam, suaranya besar disertai getar kemarahan yang


sedang meledak-ledak. Evan sendiri tidak pernah melihat papanya


seperti ini.


“ Sekali lagi kau

__ADS_1


melakukannya maka akan papa tarik semua fasilitasmu, jika perlu


mengeluarkanmu dari kartu keluarga dan hak waris.”


 


Jen Kusniar


meninggalkan putranya dengan wajah dingin tidak berperasaan, ia


bahkan tidak perduli apa anaknya tersinggung atau tidak. Dan juga


tdak menyesal telah menapar pipi anaknya hingga merah, seolah apapun


itu tidak berarti baginya selain citranya di mata masyarakat dan


ujung-ujungnya semua ini soal uang. Evan sendiri udah biasa banget


diginiin, perasaannya juga ikut membantu seiring terbiasa. Lagian


buat Evan omongan papanya hanya sebuah ocehan yang cuma masuk telinga


kiri trus mental hilang ketiup angin belum nyampe lagi ke telinga


kanan. Wkwkwkwkwk.


“ Dimana lo?”


Evan menelpon seseorang, untuk memperbaiki moodnya yang rusak banget.


“ Ok gue kesana


ya.” Evan tersenyum sebelum menutup telpon, duh manisnya.


Sebenarnya Evan cowo


yang cukup cakep dan ngangenin terlepas dari semua yang buruk


tentangnya. Itu kenapa banyak cewe yang klepek-klepek.


Evan udah nyampe aja


dibandara, kaya nya mau nemuin orang yang di telponnya tadi.Dari


kejauhan Evan sudah ngeliat sosok yang akan di temuinya, seorang


wanita cantik dengan wajah manyun seolah baru aja dapet musibah yang


ga tertolong. Evan terpaku karena memperhatikan muka bette cewe itu.


“ Heii.” Evan


mengacak lembut rambut cewe itu dengan keduatangannya seraya


tersenyum puas seolah dia bahagia atas kesedihan yangmenimpa gadis


itu. Yang ternyata tuh cewe ga laen ga bukan adalah Esa, Evan dan Esa


sepupuan.


“ Apaan sih lo?”


“ Jadi lo ga ikut


om ke amrik?”


“ Ehek... papa


marah banget ma gue.” Esa benaran nangis, nelangsa banget.


“ Emangnya kenapa


sih ga pergi aja, segitunya lo ga bisa pergi klo ga ngeliat muka gue


dulu.” Esa meninju perut Evan.


“ Aw..” Merintih


“ Apaasin sih Sa?


Hahahaha... Oke oke, apasih yang ngebuat lo ga bisa berangkat ha?”


Esa ga menjawabnya,


hatinya masih sakit banget karena sampe detik ini Mika ga bisa


dihubungi dan ga juga ngubungin balik.


“ Loh kok nagis


sih. Maaf-maaf klo gue kelewatan.” Evan memeluk Esa yang segera


menangis senyap dalam pelukan cowo tampan itu.


“ Esa?” Ngedadak


ada suara familiar yang membuat Esa segera menyudahi pelukannya, trus


langsung menoleh ke arah asal suara. Seketika mata cantiknya


membelalak, ngeliat Mika tetiba nongol entah sejak kapan dengan


tampang yang ga enak banget.

__ADS_1


__ADS_2