WINTER GLOW

WINTER GLOW
Tak Mampu Menatap Matamu. Cantik!


__ADS_3

" Ada sebuah organisasi bernama Singa Merah, kamu pernah dengar Ken?" Sarah melonggarkan pelukannya perlahan seraya menatap sendu ke dokter tampan dihadapannya itu. Owwwhhh.... bagaimana dia bisa begitu tampan dalam muka sedih seperti ini pikir Sarah.


" Singa Merah?"


" Organisasi politik yang dibentuk dengan tujuan mendirikan kerajaan hirarki pemerintahan, dengan kata lain mereka mampu membuat siapapun itu menjadi seorang legeslatif, pimpinan militer, menteri bahkan seorang presiden sekalipun dengan sangat mudah. Dan mereka akan melakukan apa saja, APA SAJA untuk mewujudkan keinginan itu. Termasuk membunuh." Sarah tersenyum, lalu mengecup bibir Kendra karena udah ga bisa nahan gemez. Kendra membiarkannya karena dia sendiri lagi terkejut, bukan karena ciuman Sarah tapi karena dia bergidik dengan kata MEMBUNUH.


" Organisasi ini sangat rahasia hingga anggota dan pemimpinnya tidak diketahui publik bahkan oleh anggota si Singa Merah itu sendiri."


" Apa?" Kendra ga ngerti gimana kok anggotanya juga ga tau.


" Iyaaah... untuk sebuah pekerjaan kotor yang penuh dengan uang dan darah lo pikir lo bisa mudah percaya sama orang? Hahahaha.... naif banget lo Ken."


" Klo mereka ga tau siapa pemimpin dan anggotanya bagaimana mereka bisa bekerja? Memerintah atau diperintah?"


" Anggota Singa merah saat ini ada tujuh orang tetapi anggota yang sebenarnya hanya lima orang saja dan siapakah yang lima orang itu hanya pemimpin organisasi yang tau."


" Tunggu.." Kendra menarik lembut lengan sarah yang sejak tadi dibiarkannya menggelayut manja dilehernya.

__ADS_1


" Kamu ceritain organisasi ini... itu artinya papa aku.... terduga anggota dari organisasi ini?"


" Terduga? Terus menurut kamu kenapa aku bisa tau Ken semua informasi tadi?" Sebenarnya kendra nyadar penuh dan paham tapi dia takut dugaannya itu benar.


" Jadi..."


" Jadi, bokap kita berdua ituh... sama-sama anggota Singa merah." Bola mata Kendra membesar, ah jadi ini lah tujuan pernikahan politik yang dibicarakan  Sarah... ternyata orang tua mereka adalah anggota Singa merah.


" Lalu?" Wajah Kendra berubah dingin.


" Kamu tau sendirikan Ken untuk menjadikan seseorang berada diposisi yang mereka inginkan tentu banyak sekali pekerjaan kotor yang  harus dilakukan. Suap dan korupsi adalah kejahatan paling sederhana di organisasi ini, jadi bukan itu yang jadi masalahnya." Masih dengan sangat santai Sarah bercerita seraya menuangkan dua gelas wine yang sudah disiapkannya sejak tadi.


" Ada kalanya mereka berhadapan dengan sebuah kondisi dimana tidak punya pilihan lain selain memenjarakan seseorang dengan tuduhan kejahatan palsu atau menutup mulut-mulut orang yang tidak mereka sukai dengan membuatnya tidur untuk selamanya."


" Dibunuh?" Kendra menelan ludahnya tapi tenggorokan itu tetap terasa kering. Dia tidak bisa membayangkan lebih jauh lagi, karna ah... Reca.... Kendra sangat ingat delapan tahun alalu ayah meninggal dalam kasus pembunuhan. Kendra meneguk wine digelasnya, hatinya sangat perih.... inikah alasan Reca mendekati dirinya setelah menghilang delapan tahun lalu. Apakah ayah yang dihormatinya itu terlibat? Benarkah sosok ayah yang sempurna itu terlibat dengan semua hal kotor ini? Berarti gelar penyelamat rakyat yang diterimanya juga adalah kepalsuan dari pencitraan yang diciptakan pak tua itu, padahal dia hanya seorang bajingan layak disebut binatang.


" Aku ga tau secara pasti apakah orang tua kita terlibat dengan kematian ayahnya Reca, hanya saja jika itu beneran ulah Singa merah maka dapat dipastikan mereka juga terlibat." Kendra meneguk wine nya lagi.

__ADS_1


" Ow, ow, ow cakep.... jangan gitu juga minumnya." Sarah menarik lembut gelas yang dipegang Kendra, serius dia sangat hawatir karena saat ini Kendra terlihat sangat kacau. Kendra menoleh ke samping hingga bertemu pandang dengan Sarah, detik itu juga Sarah kehilangan kata-kata melihat butiran bening yang mengalir dari kedua mata Kendra. Tanpa sadar Sarah mengusp air mata itu, entah kenapa hatnya ikut pering mungkin karena Kendra saat ini tidak ad abedanya dengan dirinya delapan tahun yang lalu.... dirinya yang menedihkan. Hanya bisa menangis memeluk kedua lututnya sambil gemetaran saat pertama kali dia tau siapa itu Jabat Sentosa.


Sarah memeluk Kendra dengan erat sebagai tanda klo Kendra bisa membagi beban ini dengannya, karena dia yang tau banget gimana perasaan itu. Entahlah... saat ini pelukan Sarah seolah satu-satunya tempat bersandar yang nyaan karena kendra tidak bisa membagi beban ini pada siapapun bahkan pada ibunya sendiri.


" Apa yang harus aku lakukan Sar?" Suara Kendra lebih mirip merintih, begitu prustasinya dirinya yang sangat merindukan Reca tapi ternyata dirinya tidak layak menemui bahkan sekedar menunjukkan muka sekalipun lalu bagaimana dengan cinta yang dia rasakan ini. Cinta ini sudah mengoyak-ngoyak hatinya dengan brutal tapi akhir tidak bisa terbalas karena dia tidak pantas.


" Kamu pasti marah Ken, lalu kamu berpikir akan menemui para tua bangka yang kita sebut ayah itu untuk meminta sebuah penjelasan tapi percayalah itu tidak ada gunanya. Percaya atau tidak, mereka adalah orang-orang yang bahkan mampu membunuh anak mereka sendiri seperti seorang tiran. Sekarang yang harus kita lakukan hanyalah bertahan, jika kau ingin melawan mereka ... maka kau harus mengumpulkan kekuatan terlebih dahulu hingga kau benar-benar kuat." Meski hanya diam tapi hati Kendra membenarkan ucapan Sarah itu.


" Aku juga pernah berada di posisi itu Ken, ingin meledak karena sangat marah sekaligus tidak setuju dengan semua yang terjadi di depan mata tapi untuk menghentikannya aku juga ga mampu. Dan sekarang au bersikap baik-baik saja di depan semua orang agar mereka tidak melihat bagian terlemah kuk Ken."


Mata keduanya saling bertatapan, barusan sarah seolah memberitahu Kendra bahwa lelaki itu ga sendiri dalam hal terlihat menyedihkan. Selain itu dia sekarang punya tempat untuk membagi hal itu.


" Sarah?" Daam pengaruh alkohol yang diminumnya terburu-buru ngebuat pandangan Kendra kabur dan samar-samar dia melihat wajah Reca didiri Sarah sedang tersenyum kepadanya.


" Ini tidak benarkan?" Kendra bergumam sendiri tapi tangannya menyentuh pipi Sarah yang dikiranya Reca itu.


" Kamu bilang apa Ken?" Sarah hanya mendengar gumaman acak yang tidak jelas.

__ADS_1


" Kakak kangen banget Re." Tiba-tiba Kendra menarik Sarah ke dalam pelukannya lalu mengecup bibir gadis itu sebentar, Sarah yang terkejut ga punya waktu buat menghindar dan akhirnya malah pasrah aja. Mungkin karena Sarah tau klo Kendra sedang mabuk sehingga dia diluar kendalinya, apalagi dia lagi sedih jadi Sarah ga ingin mengusiknya. Jika ini bisa menghiburnya maka harusnya ga masalah, toh Sarah mencuri ciuman dari Kendra belakangan ini dan dokter tampan itu juga ga pernah mempermasalahkannya. anggap aja mereka impas.


__ADS_2